01 Oktober 2011

Mission Possible, MTGW, Minggu, 26 Juni 2011

Segmen I :

Cara terbaik untuk mencapai sesuatu yang tadinya tidak mungkin, segera melakukan yang sekarang mungkin. Karena yang tidak mungkin itu ternyata bergantung pada kelas.

Hidup yang tidak tenang adalah hidup yang isinya adalah kata-kata seandainya.

Yang paling menyiksa adalah sesuatu yang baik tetapi tidak kita lakukan.

Hidup ini isinya pilihan. Seseorang tidak bisa menjadi kuat apabila dia tidak fokus.

Fokus dalam kehidupan akan tercapai apabila kita ikhlas hanya hidup dengan pilihan pertama.

Tidak ada pilihan lain. Lupakan pilihan berikutnya.

Tidak ada pilihan kedua. Yang ada hanya pilihan pertama. Dan yang lain harus Anda lupakan. Janganlah hidup dalam pengandaian mengenai hal-hal yang tidak Anda lakukan.


Segmen II :

Kecewa atau gagal itu nanti.

Orang yang meninggikan atap dari impiannya, akan meningkatkan standarnya, karena dia tidak lagi melihat dirinya biasa.

Begitu kita melihat diri kita sebagaimana bisa jadinya, kita tidak lagi menyepelekan diri kita sekarang, karena orang yang meningkatkan impiannya akan meningkatkan standarnya, dan orang yang meningkatkan standarnya akan menuntut yang terbaik.

Orang yang menuntut yang terbaik, dapat yang terbaik.
Orang yang menuntut apa adanya, dapat apa adanya.

Emosi tidak bisa dikelola, tidak bisa dikendalikan.
Yang bisa kita kendalikan adalah tindakan.

Kita tidak harus beremosi baik untuk bertindak baik, berlaku ramah.

Orang yang damai bukan orang yang tidak punya perasaan.
Orang yang damai itu bisa mendamaikan dirinya.

Kedamaian hati itu tanggung jawab pribadi karena semua kepemimpinan dimulai dari kepemimpinan diri.

Yang menjadikan kita pengkritik itu karena kita menggunakan satu kata : Tapi.

Gunakan kata : dan. Kata Ini yang mengubah kritik kita menjadi harapan.

Mengkritik atasan jangan dilakukan untuk kepentingan pribadi.

Atasan mencintai bawahan yang mengorbankan dirinya untuk melindungi kepentingan atasan. Banyak bawahan menolak perintah karena tidak enak baginya.

Tinggikanlah atap dari impian Anda.


Segmen III :


Pembuka pintu mukjizat di diri kita adalah jika kita berlaku lebih penyayang kepada orang.

Seorang pemimpin dicintai karena kasih sayangnya, tetapi disegani karena tegasnya hukuman.

Kita tidak mungkin menegakkan kebaikan hanya dengan memberi tanpa mengambil kesenangan yang menjadikannya tidak baik.

Ketidaktahuan itu menjadi penyebab utama dari kelemahan hidup.

Orang yang tidak tahu, hidupnya lemah.

Ketidaktahuan yang paling membebaskan kehidupan adalah ketidaktahuan bahwa sesuatu itu tidak mungkin.

Kita telah terdidik untuk tidak mendekati sesuatu yang menurut orang lain tidak mungkin.


Segmen IV :

Lingkungan bisa menjadi penghambat bagi orang-orang biasa.

It's not your size, it's the size of the fight in you.

Keikhlasan menerima kekurangan adalah awal dari kelebihan.

Kepercayaan itu dibangun oleh hal-hal kecil yang dilakukan berulang-ulang sepanjang waktu.

Keramahan melunakkan pukulan.

Citra organisasi ditentukan oleh keselarasan sikap setiap anggotanya.

Semua keberhasilan besar dalam hidup ini dicapai melalui perilaku yang alamiah.


Segmen V :

Jangan jadi orang yang mengganggu kedamaian hati.

Harapan adalah mata untuk melihat yang tidak kelihatan, kekuatan untuk meyakini yang mungkin, ketabahan untuk tetap berjalan setia kepada proses yang baik untuk mencapai kebaikan.

Marilah kita memulai dengan mengabaikan semua pendapat buruk diri kita tentang diri kita sendiri, atau mengabaikan yang mungkin dilakukan orang lain untuk tidak mempercayai, tetapi berlaku sepenuh hati melakukan yang mungkin sekarang kita lakukan untuk mencapai hal-hal yang tadinya kita anggap tidak mungkin.

Kebesaran itu milik Tuhan, maka berlakulah sebagai pribadi yang pantas untuk dibesarkan.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: