Segmen I :
Segala sesuatu ditentukan niatnya.
3 tanda jiwa kita baik : wajah, tutur kata atau bicara (melihat baiknya orang), dan tindakan yang baik.
Tindakan bicara lebih keras dibandingkan wajah dan tutur kata yang baik.
Jiwa yang baik itu utuh dengan wajah, tutur kata, dan tindakan yang sinambung.
Segmen II :
Orang yang sedang kesulitan harus memeriksa kesalahannya agar tidak mengurangi kesalahan yang sama.
Jiwa-jiwa yang baik segera mengenali kebutuhan untuk menjadi baik dan tidak tertambat kemudahan dari keburukan yang palsu.
Orang yang wajahnya baik, tutur katanya baik, dan tindakannya baik akan dipindahkan Tuhan ke tempat yang lebih baik.
Segmen III :
Tidak salah bagimu jika ingin membalas dendam, tapi akan lebih baik bagimu jika memaafkan.
Abaikan jika ada orang yang memfitnah atau menjelek-jelekkan kita.
Orang yang hatinya diisi cinta, pasti lembut. Orang yang hatinya lembut, dilembuti. Orang yang melembuti kita, lebih menyerah.
Orang yang dilembuti memiliki kekuatan untuk berkuasa atas kebaikan dan mencegah keburukan.
Kebaikan yang kau lakukan hanya menjadi kebaikan bagimu, keburukan yang kamu lakukan akan menjadi keburukan bagimu.
Segmen IV :
Jadilah pribadi yang keindahannya itu menemukan cara menyebabkan kebaikan.
Laki-laki takluk kepada wanita yang mengaguminya. Wanita takluk oleh kelembutan.
Orang tidak bisa memulai keindahan di sekitarnya kalau tidak dimulai dari jiwanya yang indah.
Kecewalah. Kalau Anda ramah terhadap kekecewaan, Anda segera bertindak. Karena kekecewaaan itu adalah pemberitahuan.
Tidak ada orang dapat menyebabkan keindahan di sekitarnya kalau tidak dimulai dari jiwanya yang indah.
Segmen V :
Orang yang memusuhi Anda bukan musuh Anda kalau Anda tidak memusuhinya. Orang seperti ini akan dicintai orang baik dan dihormati orang jahat.
Jiwa yang baik atau indah mengantarkan kita kepada akhir dari upaya terbaik kita.
Keajaiban selalu datang pada akhir upaya terbaik. Berlakulah ramah dan sangat dekat kepada Tuhan.
Dan kehidupan yang indah bagi jiwa yang baik yang indah ini adalah awal dari perjalanan menuju surga sehingga surga yang kita sebut surga itu bukan nanti tetapi sudah dimulai dari kehidupan kita di dunia.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar