Segmen I :
Memaafkan menjadikan kita pribadi yang betul-betul bebas.
Banyak orang menjadi tidak bebas hidupnya karena sedang marah.
Logika dari memaafkan : kita lupakan sakitnya, tetapi ingat pelajarannya.
Orang yang mengerti, mudah memaafkan.
Hati adalah pelabuhan dari perasaan, maka janganlah hati Anda, Anda gunakan sebagai pelabuhan dari kemarahan. Putuskan agar hati Anda diisi dengan kasih sayang, cinta.
Tanyakan siapa yang diuntungkan dari kemarahan Anda?
Orang yang ingin wajahnya baik, harus membaikkan hatinya.
Segmen II :
Kemampuan memaafkan ditentukan oleh kualitas kasih sayang kita.
Cara meningkatkan kasih sayang adalah putuskan.
Rasa cinta itu adalah keputusan.
Jika kita mensyaratkan untuk bisa mencintai, itu wajar bukan cinta.
Kemampuan cinta itu teruji saat orang yang harus Anda cintai sulit dicintai.
Cinta yang indah itu tanpa syarat.
Marahlah sebentar, bergembiralah yang lama, dan mencintailah sepanjang hidup.
Marah itu tidak harus kasar.
Segmen III :
Semua kesalahan bisa dimaafkan, tetapi tidak semua kesalahan bebas dari tanggung jawab.
Hatinya besar, tidak ada yang bisa melukainya, karena sebelum salah pun dia sudah memaafkan.
Cinta membuat kita tegas, itu sebabnya ketegasan adalah kasih sayang yang kuat.
Segmen IV :
Orang memaafkan itu terbebas dari hal yang tidak perlu.
Jangan lanjutkan penderitaan, memaafkan itu lebih cepat lebih baik.
Orang-orang cerdas tidak mungkin marah lama. Itu sebabnya memaafkan itu pintu menuju kekuatan.
Memaafkan itu kemampuan yang tumbuh, kualitas dinamis.
Kemampuan kita tumbuh, sehingga masalah-masalah kita mengecil.
Memaafkan tidak ada batasnya.
Hati kita dipermainkan jika kita menyerahkannya bulat-bulat seperti bola. Memberikan hati tidak semuanya.
Kehidupan ini semuanya perilaku Tuhan. Dan Tuhan demikian pengasih sehingga tidak mungkin perilakunya buruk. Sehingga semua yang terjadi, baik kebaikan maupun keburukan itu tujuannya agar kita menjadi baik.
Memaafkan itu kapasitas yang tumbuh, yang pertumbuhannya sesuai dengan kapasitas kita untuk mencintai.
Segmen V :
Orang menyesal ingin dimaafkan.
Orang yang menyesal Tuhan gantikan keburukannya dengan kebaikan.
Dikuranginya kesalahan karena minta maaf mengakibatkan ditambahnya kebaikan. Memaafkan hebat sekali.
Masalah lama tidak akan mengganggu orang baru. Jadilah pribadi yang baru.
Kesalahan itu baik jika kita menyikapinya sebagai pembaru diri. Kesalahan menjadi buruk kalau menjadikan diri kita lemah.
Jika Anda mengasihani diri Anda, beri kesempatan dia untuk tumbuh, maafkan diri. Dari semua orang yang paling membutuhkan maaf, diri Anda sendiri.
Memaafkan adalah pintu menuju kekuatan yang besar. Memaafkan adalah kemampuan Tuhan yang paling kita minta. Maka penuhilah harapan orang yang sudah menyesal atas kesalahannya untuk Anda maafkan. Hukuman apalagi yang dibutuhkan oleh orang yang menyesal (Kahlil Gibran).
Marahi kesalahannya, cintai orangnya.
Mudah-mudahan kita semua menjadi pribadi yang bebas karena memaafkan.
Semoga bermanfaat. Amiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar