25 Juli 2009

Meja Kerja Cerminan Karakter Anda.

Bagi banyak orang, meja kerja lebih dari sekadar tempat untuk bekerja. Di tempat inilah, sebagian besar orang menghabiskan waktu dan “hidupnya”. Tak heran, meja kerja pun bisa mencerminkan pemiliknya.

Bagi banyak orang, meja kerja mungkin menjadi tempat yang paling fungsional dalam hidupnya. Di meja tersebut, mereka tak hanya bekerja atau menelepon klien, tapi mungkin juga makan, bahkan tidur. Tak heran, segala jejak perilaku pemilik meja tersebut mungkin saja tertinggal dan bisa “berbicara” tentang sifat atau perilaku pemiliknya.

Tentu saja, membaca kepribadian lewat “jejak” di meja kerja tidaklah 100% akurat. Tapi “jejak” tersebut setidaknya bisa memberikan sedikit gambaran pada rekan kerja, atasan, atau bahkan klien tentang orang tersebut. Tentu saja, kesan yang ditimbulkan bisa saja tidak menguntungkan, karena itulah mungkin setelah membaca artikel yang dikutip dari aol.com ini, Anda tergerak untuk memperbaiki tampilan meja kerja Anda.

1. Penuh dengan foto.

Pemilik meja ini diasosiasikan sebagai orang yang cinta dengan keluarga. Tentu saja, ini adalah kepribadian yang positif. Namun jika seseorang memenuhi mejanya dengan potret anggota keluarga atau sahabat, hal ini bisa menandakan kalau pikiran orang tersebut selalu tertuju ke rumah hingga konsentrasinya terhadap pekerjaan akan berada jauh di bawah komitmen terhadap keluarga.

Untuk orang seperti ini, akan lebih cocok jika bekerja di perusahaan yang memiliki peraturan waktu yang fleksibel jika berhubungan dengan urusan keluarga. Ia juga sebaiknya mencari pekerjaan yang memiliki waktu libur dua hari dalam seminggu agar bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan orang-orang yang dicintainya.

2. Meja Kosong.

Orang-orang yang lebih suka mejanya kosong ialah orang yang tidak akan puas jika pekerjaannya belum diselesaikan dengan baik. Mereka adalah orang yang bekerja secara efektif dan efisien. Orang seperti ini umumnya juga orang yang agak kaku dan kurang menganggap penting hal kecil seperti memberi sentuhan pribadi pada meja kerjanya.

Pekerjaan yang cocok untuk orang seperti ini ialah pekerjaan di bidang farmasi atau konseling. Pekerjaan seperti itu umumnya memang hanya membutuhkan meja yang cenderung minimalis agar mereka bisa tetap fokus saat bekerja.

3. Penuh dengan Makanan.

Orang yang meja kerjanya penuh dengan makanan biasanya adalah rekan kerja yang ramah, suka memberi, dan senang berteman dengan siapa saja. Mereka biasanya suka memberi keceriaan di kantor. Sifat negatif yang mungkin dimiliki orang seperti ini ialah bahwa ia suka mengobrol atau bergosip, yang mungkin akan membuat beberapa orang terganggu dengan kebiasaannya ini.

Pekerjaan yang cocok untuk mereka yang senang berteman ialah pekerjaan di bidang komunikasi atau di bidang yang mengandalkan keahlian berkomunikasi untuk menggaet klien.

4. Penuh Wewangian.

Orang seperti ini biasanya meyakini kalau dirinya adalah orang yang penuh pengertian dan ingin menunjukkan eksistensinya dengan menebarkan wangi khasnya ke seluruh ruangan. Sayangnya, orang dengan tipe ini biasanya malah sering tidak dapat rasa tenggang rasa yang baik dari rekan kerja maupun kliennya.

Pekerjaan yang cocok untuk mereka tentu saja adalah berhubungan langsung dengan bisnis parfum atau wewangian. Ia bisa mencoba berbagai jenis posisi, mulai dari sales sampai marketing. Bisa juga menjajal pekerjaan di counter parfum di mal atau plaza.

5. Penuh Gagdet.

Orang seperti ini mencerminkan orang yang selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru, menyukai tantangan, dan cepat menyerap teknologi. Intinya, apa pun yang bisa memberikan warna berbeda di dalam hidupnya, maka akan diterimanya dengan tangan terbuka. Meski begitu, jika ia mengajak orang lain untuk menggunakan gadget tersebut di kantor, tentu hal ini bisa menimbulkan gangguan terhadap suasana kantor.

Pekerjaan yang cocok untuk orang seperti ini ialah di bidang teknologi atau yang berhubungan dengan dunia komputer.

6. Penuh catatan-catatan.

Orang seperti ini kerap kali disebut sebagai orang yang terorganisasi. Sayangnya, dengan terlalu banyak catatan yang menutupi meja kerjanya, justru memperlihatkan bahwa ia adalah seorang pekerja keras namun tidak mampu melakukan manajemen waktu dengan baik. Lebih tepatnya, ia lebih banyak kerja keras daripada kerja cerdas.

Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini ialah pekerjaan yang penuh rutinitas yang terduga, hingga tak perlu membuatnya terus-menerus membuat catatan atau mengecek apa yang harus dilakukannya hari ini.

7. Penuh bunga dan tanaman.

Orang yang senang memenuhi mejanya dengan bunga dan tanaman menunjukkan orang yang senang dengan segala hal yang alami dan menyukai detail. Orang dengan tipe seperti ini cocok jika bekerja di bidang layanan sosial atau terapi kejiwaan.

8. Penuh dengan file.

Mereka adalah orang-orang yang menganggap penting informasi sekecil apa pun. Mereka sangat senang jika memiliki kontrol terhadap segala sesuatu, dan selalu memprioritaskan pekerjaan mereka di atas urusan pribadi. Pekerjaan yang cocok untuk mereka ialah auditor atau bidang apa pun yang berhubungan dengan angka atau penyusunan informasi.

9. Penuh catatan inspirasional.

Orang yang senang menempelkan catatan yang inspirasional dan penuh motivasi adalah orang yang selalu terdorong untuk menjadi pemimpin dan ingin selalu memperbaiki perilaku mereka.

Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah di tataran manajemen atau di bidang pendidikan.

10. Penuh Plakat Penghargaan.

Wajar saja jika seseorang bangga dengan penghargaan yang pernah diraihnya. Namun, jika memamerkan semua penghargaan tersebut di meja kerja membuatnya menjadi terlalu berlebihan. Bisa jadi orang akan menganggapnya sebagai seseorang yang sombong dan terlalu menonjolkan diri.

Pekerjaan untuk orang-orang yang senang membuktikan dirinya sebagai orang yang berkualitas seperti ini ialah pekerjaan di bidang penjualan atau di industri hiburan.

(herita endriana, Koran Seputar Indonesia, Sabtu, 18 Juli 2009.)

10 Tips untuk mengatasi rintangan menulis, tips kesepuluh

X. Ingat alasan mengapa Anda mulai menulis

Lihat apa yang Anda tulis dan mengapa. Apakah Anda menulis apa yang Anda sukai, atau apa yang seharusnya Anda tulis? Tulisan yang dilakukan seperti bermainlah yang akhirnya akan membuat Anda bahagia dan tulisan inilah dimana pembaca Anda dengan sendirinya akan terhubung. Pada akhirnya, menulis akan menjadi sulit jika untuk alasan lain. Jika Anda terus menyentuh dasar dari apa yang Anda nikmati dalam menulis, hal itu akan menjaga Anda, tidak hanya terhadap rintangan menulis saat ini, tetapi juga rintangan apapun di masa depan.

10 Tips untuk mengatasi rintangan menulis, tips kesembilan

IX. Pertimbangkan Kembali Tempat Menulis Anda.

Apakah meja dan kursi Anda nyaman? Apakah ruangan Anda pencahayaannya cukup? Apakah akan membantu jika sesekali menulis di kafe? Tanpa menjadi terlalu berharap – atau mengubahnya menjadi bentuk penundaan – pikirkan tentang bagaimana Anda menciptakan atau menemukan tempat yang Anda inginkan.

Tempat Menulis Khusus

Strategi Menemukan Tempat Menulis oleh Ginny Wiehardt

Idealnya, kita semua menikmati ruangan Virginia Woolf yang terkenal, dengan sebuah pintu tertutup untuk memastikan waktu menulis yang tidak terganggu. Akan tetapi, bagi kebanyakan dari kita, ini bukanlah pilihan. Tapi kurangnya tempat untuk menulis seharusnya tidak menghalangi Anda untuk menulis. Dengan sedikit ketetapan hati dan kreativitas, Anda akan selalu menemukan cara untuk menulis.

• Jika Anda tidak dapat memiliki kantor, cukuplah di pojok ruangan.

Siapkan meja untuk Anda bekerja di pojok ruangan paling sepi di rumah Anda. Tidak harus mewah – hanya tempat Anda dapat duduk dan menulis. Jika Anda memiliki kawan sekamar atau keluarga, temukan waktu dimana semua orang apakah tidur atau tidak ada. Dengan begitu Anda bisa yakin tidak ada seorangpun yang akan mengganggu Anda, atau membuat Anda berhenti menulis.

• Tetapkan batas visual di sekeliling tempat menulis Anda.

Orang tidak akan mengganggu Anda dengan pertanyaan atau permintaan jika mereka tidak bisa melihat Anda. Sekat bahkan tirai atau sprai yang digantung dari langit-langit dapat menyediakan kebebasan pribadi dan menyingkirkan gangguan visual. Putarkan musik di headset atau pasang penutup telinga untuk menghalangi suara.

• Pertimbangkan menulis di kafe atau restoran.

Anda mungkin menemukan bahwa Anda menulis dengan sangat baik saat berada di luar rumah. (Ini benar sekali saat Anda memiliki anak-anak.) Pergilah saat waktu libur, setelah makan siang atau sebelum makan malam. Berikan tip yang cukup dan sopan, sehingga Anda selalu disambut baik.

• Sewa tempat menulis.

Jika Anda mampu menyewa kantor atau studio kecil, ini adalah pilihan yang sangat baik. Bagi beberapa penulis, memiliki kantor di luar rumah membantu mereka bekerja lebih serius. Lagipula, seperti pergi bekerja. Hal ini juga memastikan bahwa gangguan ditinggalkan. Beberapa kota juga memiliki ruangan penulis yang disewakan kepada penulis.

• Gunakan perpustakaan.

Tempat gratis, dan sangat tenang (Hindari area internet, dimana orang cenderung lebih banyak bicara); mereka membiarkan Anda puas sampai waktunya tutup tiba; Anda dapat menulis dan dikelilingi oleh tulisan-tulisan hebat. Apa lagi yang Anda inginkan?

• Kreatif dalam menemukan tempat menulis.

Kurangnya tempat tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak menulis. Bawalah buku catatan dan tulislah kapanpun Anda memiliki waktu luang – saat menunggu janji bertemu, di taman saat makan siang, bahkan di transportasi umum. Anda akan terkejut betapa banyak tulisan yang bisa Anda tulis dalam waktu singkat. Anda mungkin menemukan bahwa kendala dalam hidup Anda mengilhami kerja Anda dengan cara mengejutkan.

10 Tips untuk mengatasi rintangan menulis, tips kedelapan

VIII. Coba Latihan Menulis.

Mungkin mengingatkan Anda saat Anda berada di kelas menulis saat SMA, latihan menulis dapat membebaskan pikiran dan membuat Anda menuliskan sesuatu yang tidak mungkin Anda tulis. Setidaknya, latihan menulis akan menghasilkan kata-kata di kertas, dan jika Anda cukup melakukannya, beberapa tulisan itu akan cukup baik.

10 Tips untuk mengatasi rintangan menulis, tips ketujuh

VII. Kerjakan Lebih dari Satu Proyek dalam Satu Waktu.

Beberapa penulis menemukan bahwa sangat membantu bekerja bolak balik dari satu proyek ke proyek lainnya. Apakah ini meminimalkan ketakutan atau kebosanan, atau keduanya, sepertinya bekerja seperti itu mencegah adanya rintangan menulis bagi banyak orang.

10 Tips untuk mengatasi rintangan menulis, tips keenam

VI. Periksa Masalah Besar di balik Rintangan Menulis Anda.

Tulislah tentang kecemasan Anda terhadap menulis atau kreativitas. Bicaralah kepada teman, terutama yang juga hobi menulis. Berbagai macam buku, seperti “The Artist’s Way”, di desain untuk membantu orang yang kreatif menjelajahi akar penyebab rintangan menulis mereka. (Mempelajari kehidupan penulis lainnya juga dapat memberikan masukan mengapa Anda terhalangi.) Jika Anda terus mengalami kesulitan menulis, sebaiknya Anda berkonsultasi. Banyak ahli terapi yang mengkhususkan membantu seniman dan penulis terhubung kembali dengan kreativitas mereka.

10 Tips untuk mengatasi rintangan menulis, tips kelima

V. Tetapkan Tenggat Waktu dan Tepati.

Banyak penulis, sangat dimengerti, memiliki masalah untuk melakukannya sendiri. Mungkin lebih baik mencari rekan menulis yang setuju untuk saling mengingatkan tenggat waktu dengan cara menyemangati dan tidak mengkritik. Mengetahui bahwa seseorang menunggu hasil membantu banyak penulis menghasilkan tulisan. Grup menulis atau kelas menulis adalah cara baik untuk memulai rutinitas menulis.

0 Tips untuk mengatasi rintangan menulis, tips keempat

IV. Istirahatlah Jika Anda Baru Saja Menyelesaikan Sebuah Proyek.

Rintangan menulis mungkin sebuah tanda bahwa ide-ide Anda butuh waktu untuk dicerna. Waktu istirahat mungkin merupakan kunci dari proses kreatif. Berikan waktu bagi Anda untuk mengumpulkan pengalaman dan ide baru , dari kehidupan, membaca, atau bentuk lain dari seni, sebelum Anda memulai lagi.

10 Tips untuk mengatasi rintangan menulis, tips ketiga

III. Pikirkan Menulis sebagai Pekerjaan Tetap, dan Bukan Seni

Stephen King, penulis produktif yang terkenal, menggunakan metafora dari kotak peralatan untuk berbicara tentang menulis di “On Writing”, dengan disengaja dihubungkan kepada kerja fisik. Jika kita berpikir bahwa diri kita adalah buruh, sebagai tukang, mudah untuk duduk dan menulis. Kita hanya menuliskan kata-kata di kertas, kita hanya menciptakan berbagai hal, - cerita, puisi atau sandiwara – hanya menggunakan kosa kata dan tata bahasa bukannya batu bata dan adukan semen.

10 Tips untuk mengatasi rintangan menulis, tips kedua, Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri

II. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri.

Jangan terlalu keras pada diri Anda saat menulis. Anna Quindlin menulis, “Orang memiliki rintangan menulis bukan karena mereka tidak bisa menulis, tapi karena mereka putus asa menulis dengan fasih.” Matikan otak yang kritis. Ada waktu dan tempat untuk kritisisme, namanya editing.

10 Tips untuk mengatasi rintangan menulis, tips pertama Jalankan Jadwal Menulis

Sebagian besar penulis akan mengalami rintangan menulis di dalam hidup mereka. Alasan rintangan menulis mungkin banyak sekali : rasa takut, khawatir, perubahan hidup, berakhirnya sebuah proyek, awalnya sebuah proyek… hampir semuanya, sepertinya dapat menyebabkan rasa takut dan frustrasi. Untungnya ada begitu banyak cara untuk mengatasi rintangan menulis. Di bawah ini hanya merupakan saran, tapi mencoba sesuatu yang baru adalah langkah pertama untuk mulai menulis lagi.

I. Jalankan Jadwal Menulis

Atur waktu menulis dan abaikan rintangan menulis. Datang untuk menulis, bahkan jika ide tidak segera datang. Saat Anda duduk untuk menulis di halaman yang sama di waktu dan tempat yang sama setiap hari, akhirnya pikiran Anda akan melakukan hal yang sama. Graham Greene yang terkenal menulis 500 kata, dan hanya 500 kata, setiap pagi. Lima ratus kata hanya sekitar satu halaman, tapi dengan 500 kata setiap hari, Greene menulis dan mencetak lebih dari 30 buku.

Memiliki Waktu untuk Menulis oleh Ginny Wiehardt

Bagi sebagian besar dari kita, memiliki waktu untuk menulis selalu akan menjadi sesuatu yang diperjuangkan. Dengan teman dan keluarga, kewajiban finansial dan masalah emosi yang berlomba-lomba menguras perhatian kita, butuh ketetapan hati untuk membuat jadwal menulis dan menjalankannya. Saya sudah mencapai kesimpulan bahwa tidak ada jawaban mudah, tapi ada hal-hal konkret yang dapat kita lakukan untuk memiliki waktu untuk menulis.

1. Tunjuk masalah yang membuat Anda tidak memiliki waktu untuk menulis.

Jika Anda selalu ingin menulis dan tidak melakukannya, sediakan pikiran untuk mengetahui apa yang menjadi sumber rintangan menulis Anda. Apakah rasa takut gagal, kecenderungan menunda, atau sesuatu yang sederhana seperti kurangnya ruang untuk menulis? Jika tidak jelas apa rintangannya, sediakan waktu untuk merenung, atau bicara dengan teman, terapis atau penasihat kehidupan. Saat Anda mulai mengerti hal-hal yang merintangi Anda dari menulis – apakah internal atau eksternal – Anda dapat membuat rencana untuk mengatasinya.

2. Jadwalkan Waktu untuk Menulis.

Tidak menarik atau menyenangkan selalu menempel pada jadwal, tapi sangat membantu. Jika Anda bekerja purnawaktu, mungkin lebih mudah mendapatkan waktu tetap setiap hari untuk menulis. Bangun pagi dan menulis sebelum Anda berangkat, bawa buku catatan saat Anda makan siang, mampir ke warung kopi saat Anda pulang kerja. Murid mungkin memiliki setiap hari selama seminggu yang didedikasikan untuk menulis kreatif. Ibu dan bapak rumah tangga seringkali bergantung pada waktu tidur. Jadwal mungkin berevolusi saat hidup Anda berubah, tapi sebagian besar orang dapat lebih banyak menyelesaikannya jika mereka memiliki waktu tetap untuk menulis. Buatlah waktu itu sangat berharga, seperti pertemuan yang sangat penting. Anda akan merasa lebih baik tentang diri Anda sendiri dan hidup Anda jika Anda meluangkan waktu untuk menulis.

3. Tahan Keinginan untuk Melakukan Lebih.

Jika Anda tipe orang yang cenderung melibatkan diri ke dalam proyek baru hanya untuk kelelahan setelah satu atau dua minggu, pertimbangkan untuk berhenti menulis. Jangan biarkan Anda terobsesi saat memulai. Menulislah selama satu atau dua jam lalu lanjutkan dengan pekerjaan sehari-hari Anda. Kita semua mengambil keuntungan dari menjadwalkan waktu untuk bersenang-senang, bahkan hanya untuk menonton ke bioskop atau menelepon teman lama. Ingatlah bahwa Anda akan melakukannya untuk jangka waktu lama, dan pikiran Anda membutuhkan waktu untuk melengkapinya.

4. Terima Kenyataan Bahwa Semua Ini Tidak Mudah.

Anda mungkin lebih lelah di akhir hari. Ada beberapa kewajiban sosial yang mungkin dapat disisihkan. Keluarga Anda mungkin harus ikut menentukan. Putuskan apa yang akan Anda korbankan untuk beberapa jam seminggu yang didedikasikan untuk menulis. Sebagian besar dari kita memiliki kewajiban yang tidak dapat kita hindari, tapi jika Anda berketetapan hati, Anda bisa mengatur keduanya. Di saat bersamaan, bersyukurlah dengan apapun yang dapat Anda berikan kepada tulisan Anda. Bahkan satu jam sehari menambah waktu.

5. Temukan Sumber-sumber untuk Membantu Anda Menjaga Jadwal Anda.

Apa yang coba Anda lakukan tidaklah mudah. Dukunglah diri Anda dengan cara sebanyak mungkin. Buku-buku tentang menulis dapat membantu, begitu juga dengan memiliki ruang untuk menulis. Dan hampir sebagian besar penulis mengambil keuntungan dari komunitas tertentu. Jika ada teman Anda yang Anda tahu mengorbankan aspek karier atau kehidupan sosial mereka untuk kreatif, akan lebih mudah melakukannya untuk diri Anda sendiri. Dengan pilihan gaya hidup, yang diasosiasikan dengan beberapa orang yang berbagi prioritas dengan Anda dan perjuangan Anda akan membantu Anda menopang waktu untuk berlatih menulis.

Creative Thinking Techniques, Pertanyaan Menghasilkan Ide by Robert Harris

Bertanya untuk mendorong keingintahuan dan kreativitas telah terbukti membantu semua jenis usaha, apakah mencari jalan keluar, pengembangan produk, menciptakan atau komunikasi. Daftar tertulis dari pertanyaan pendorong pikiran sangat berguna karena mengingatkan kita atas pendekatan dan kemungkinan yang tidak ada di dalam pikiran kita. Ya, kadangkala memungkinkan untuk menjadi kreatif dengan cara seksama dan bahkan teratur.

Enam Pertanyaan Jurnalis

Berikut ini adalah enam pertanyaan yang diajarkan kepada mahasiswa jurnalisme untuk menjawab artikel mereka dan untuk memastikan bahwa mereka telah meliput kisah secara keseluruhan. Untuk pemikir kreatif, pertanyaan-pertanyaan ini mendorong berpikir tentang ide di dalam pertanyaan dan memungkinkan pendekatan dari berbagai sudut.

1. Siapa? (Pelaku atau Perantara) Siapa yang terlibat? Seperti apa wajah orang menghadapi masalah itu? Siapa yang melakukan, atau siapa yang kemungkinan melakukan? Siapa yang menggunakannya, menginginkannya? Siapa yang akan mendapatkan keuntungan, akan terluka, akan diikutsertakan, ditiadakan?

2. Apa? (Tindakan) Apa yang seharusnya terjadi? Apakah itu? Apa yang telah dilakukan, harus dilakukan, telah dilakukan? Apa yang akan dilakukan jika X terjadi? Apa yang telah terjadi salah atau dapat menjadi bencana? Apa yang akan terjadi jika tindakan itu sukses?

3. Kapan? (Waktu atau Waktu Kejadian) Kapan kejadian ini terjadi atau akan dilakukan? Dapatkah dilakukan terburu-buru atau ditunda? Apakah waktu lebih cepat atau lebih lama yang disukai? Kapankah waktunya jika X terjadi?

4. Dimana? (Tempat kejadian atau Sumber) Dimana kejadian terjadi atau dilakukan? Dimana lagi kemungkinan dilakukan? Dimana lagi kejadian yang sama terjadi, atau harus terjadi? Apakah tempat-tempat lain terpengaruh, terancam, terlindungi, terbantu dengan tempat ini? Bagaimana pengaruh tempat ini pada pelaku, tindakan?

5. Kenapa? (Tujuan) Kenapa tindakan ini dilakukan, dihindari, atau diizinkan terjadi? Kenapa harus dilakukan, dihindari, diizinkan terjadi? Kenapa pelaku melakukan atau harus melakukannya? Apakah ada pelaku, tindakan, waktu, dan tempat lain? Kenapa tindakan, aturan, ide, jalan keluar, masalah, bencana itu dan bukan yang lain? Kenapa pelaku, waktu, tempat itu dan bukan yang lain?

6. Bagaimana? (Perantara atau Cara) Bagaimana terjadi, seharusnya dilakukan, dihentikan, dihancurkan, dibuat, diperbaiki, diubah? Bagaimana tindakan itu dijelaskan, dimengerti? Bagaimana awal mengarah ke kesimpulan?

Pemeriksaan Bagaimana Terjadi

Pertanyaan-pertanyaan ini sangat membantu untuk menghasilkan ide untuk memperbaiki sesuatu (pendekatan evolusi), tetapi pertanyaan-pertanyaan itu juga membantu mengubah cara pikir dari cara evolusi dan menempatkannya ke dalam cara revolusi dengan mengembalikan pemikir kepada asal dan tujuan dari ide atau jalan keluar. Dengan kembali ke akar dari masalah, pandangan baru dapat diciptakan.

1. Intisari. Apakah itu? Obyek, konsep? Dibuat dari apa? Apakah nyata, dasar alam? Apakah bagian-bagiannya? Kesamaan, perbedaan? (Kiasan sangat membantu dalam mengerti hal abstrak) Apa hubungannya? Apakah jenis, segi, corak? Bagian dari apa? Bagian mana yang tidak biasa atau menonjol? Dalam bentuk apa terlihat? Apakah biasa atau tidak biasa dalam jenisnya? Apa yang bukan? Apa yang menjadi lawannya? Bagaimana bisa berbeda? Apa yang membuatnya berbeda?

2. Asal. Darimana asalnya? Bagaimana dibuat, disusun atau dikembangkan? Apa yang menjadi penyebabnya? Jika sebuah ide, bagaimana ide itu muncul? Apakah asalnya saat ini menjadi berarti? Apa yang menyebabkannya menyebar, berlipat ganda atau begitu disukai? Apa alasan dibaliknya? Apakah alasan itu masih berlaku atau berguna? Kenapa? Kenapa tidak? Apakah masih dibutuhkan? Apa yang mempengaruhinya? Apakah berubah? Dapatkah, haruskah diubah, diperkuat, dihilangkan? Apa yang dapat menghindari, menunda, mendorong tindakan?

3. Tujuan. Apa yang dilakukan? Bagaimana caranya? Apa tujuannya? Apakah tujuannya tercapai? Lebih baik dari pendahulunya? Dapatkah atau seharusnya diperbaiki? Apakah maksudnya justru membantu atau malah melukai? Apakah implikasinya; apa tujuannya? Apakah memiliki akibat yang jelas atau tersembunyi? Apakah memiliki lebih dari satu tujuan? Apakah akibat jangka pendek dan jangka panjangnya? Apakah fungsi yang sebenarnya sama dengan tujuan awal yang diinginkan oleh penciptanya? Apakah dapat digunakan untuk tujuan lain?

4. Datangkan. Apakah arti secara keseluruhan? Apakah artinya bagi manusia, lingkungan, peradaban, kebahagiaan, kebaikan, keamanan, kenyamanan, dan sebagainya? Apakah penting? Apakah merupakan unsur kunci di dalam kehidupan, peradaban, daerah setempat, keberadaan seorang manusia? Apakah diperlukan? Apakah diinginkan?

5. Reputasi. Apa yang Anda pikirkan? Apakah Anda menutupi anggapan? Apa yang orang lain pikirkan? Apakah Anda menemukan persetujuan, pertentangan? Apakah baik, buruk, membantu, berbahaya dalam fakta atau pendapat orang lain? Apakah Anda dapat memutuskan perbedaan antara kenyataan dan pendapat, maksud dan keadaan yang sesungguhnya, pro dan kontra anggota? Kelemahan apakah yang seringkali teridentifikasi? Apakah ada daerah yang benar-benar ingin diubah atau diperbaiki atau dihilangkan?

Creative Thinking Techniques, Metodologi Praktis by Robert Harris

1. Pilih Cara Mencatat.

Seseorang harus diberikan tanggung jawab menulis semua ide. Lebih baik ide-ide tersebut dituliskan di papan tulis jadi seluruh peserta bisa melihatnya. Jika tidak, ide harus dituliskan di kertas. Di sesi yang ideal, pencatat seharusnya bukan pastisipan dalam sesi brainstorming, karena sulit untuk memiliki ide, kreatif dan menuliskan semua pada saat yang bersamaan. Tapi di sesi kecil, pencatat biasanya partisipan juga untuk satu orang sesi brainstorming, menggunakan peta ide di satu lembar kertas sangat berguna.

2. Atur Kekacauan.

Untuk satu grup lebih dari 4 orang, miliki moderator untuk memilih siapa yang akan melontarkan ide selanjutnya, jadi beberapa orang tidak bicara bersamaan. Sang moderator harus berpihak kepada orang yang idenya berkaitan dengan ide sebelumnya, dan mereka memiliki ide baru. Jika dibutuhkan, sang moderator yang juga mengingatkan anggota untuk tidak melakukan evaluasi.

3. Menjaga Sesi Tersebut Santai dan Menyenangkan.

Ide-ide kreatif mengalir saat partisipan santai dan menikmati diri mereka sendiri dan merasa bebas untuk menjadi bodoh dan ceria. Makan popcorn, pizza, es krim atau membuat pesawat kertas atau mencorat-coret saat Anda bekerja, bahkan jika masalahnya sangat serius seperti kanker atau kekerasan pada anak-anak. Jangan terus menerus mengingatkan semua orang bahwa “masalah ini masalah serius” atau “itu lelucon yang tidak lucu.”

Sebagai bantuan untuk santai dan pendorong pada kreativitas, seringkali berguna dimulai dengan sesi pemanasan selama 10 menit, dimana masalah imajinasi diatasi. Memikirkan masalah imajinasi membuat orang menjadi santai dan membuat mereka berada di dalam suasana bermain. Lalu masalah yang sebenarnya dapat dihadapi. Beberapa topik masalah imajinasi antara lain :

• Bagaimana cara menghangatkan rumah lebih efisien?
• Bagaimana cara menerangi rumah hanya dengan 1 bohlam?
• Bagaimana cara meningkatkan perjalanan Anda dari rumah ke kantor?
• Menciptakan lomba baru untuk olimpiade.
• Bagaimana memperbaiki makanan tanpa menambah biaya?

4. Batasi Sesi Brainstorming.

Setiap satu sesi harus dibatasi sekitar 15 atau 20 menit. Lebih lama cenderung menjadi membosankan. Jangan lebih dari 30 menit, walaupun 30 menit adalah waktu “ideal” yang direkomendasikan oleh Alex Osborn.

5. Perbanyak.

Setelah sesi berakhir, rapikan daftar dan perbanyak untuk setiap partisipan. Jangan mencoba mengatur daftar dalam urutan tertentu.

6. Tambahkan dan Evaluasi.

Keesokan harinya, grup harus bertemu kembali. Pertama, ide-ide dari sesi sebelumnya diberitahukan (yang ada di dalam fotokopi yang diperbanyak). Lalu grup harus mengevaluasi ide-ide dan mengembangkan ide-ide yang paling menjanjikan untuk diaplikasikan.

Selama sesi evaluasi, ide-ide liar diubah menjadi ide-ide praktis atau digunakan untuk solusi realistis. Penekanannya sekarang adalah pada analisis dan masalah dunia nyata. Beberapa brainstormers membagi ide-ide yang sangat menguntungkan menjadi 3 yaitu :

A. Ide yang dibutuhkan untuk segera digunakan. Ide-ide inilah yang bisa segera Anda gunakan.
B. Daerah-daerah untuk eksplorasi selanjutnya. Ide-ide ini harus diteliti, ditindaklanjuti, dipikirkan, didiskusikan lebih lanjut.
C. Cara-cara pendekatan baru pada masalah. Ide-ide ini menawarkan cara baru melihat situasi.

Mohon dicatat bahwa evaluasi tidak dilakukan pada hari yang sama saat sesi brainstorming. Kenyataan ini membuat sesi ide lebih bebas (tidak ada ketakutan bahwa evaluasi akan segera dilakukan) dan mengizinkan inkubasi waktu untuk ide-ide lebih banyak dan waktu untuk memikirkan tentang ide yang ditawarkan.

Variasi

1. Berhenti dan jalan.

Untuk brainstorming berhenti dan jalan, ide dihasilkan untuk 3 atau 5 menit, lalu grup itu diam (dan berpikir) untuk 3 atau 5 menit. Lalu ide-ide diberikan lagi untuk 3 hingga 5 menit. Pola ini berselang selama sesi.

2. Bertahap.

Dalam teknik ini, moderator menunjuk dari satu orang ke orang lain dalam grup atau berurutan. Setiap anggota memberikan ide apapun yang dimilikinya dan mereka menuliskannya. Jika seorang anggota tidak memiliki ide, dia berkata, “pas”, dan anggota selanjutnya menjawab. Gerakan ini, bergantian atau mengelilingi meja terus berlangsung selama sesi. (Bergiliran dikatakan hampir meningkatkan 2 kali lipat ide yang dihasilkan dalam 1 sesi brainstorming)

Creative Thinking Techniques, Brainstorming by Robert Harris

Tujuan teknik berpikir kreatif adalah untuk menghasilkan ide baru dan solusi dalam jumlah banyak dan berkualitas hingga kita dapat memilih yang terbaik. Bagaimana ide dihasilkan tidak lebih penting dari ide itu sendiri. Mohon diingat, tujuan lebih penting daripada jalannya.

Brainstorming

Alex Osborn, penulis iklan di tahun 50 dan 60-an, telah banyak berkontribusi dalam teknik berpikir kreatif. Brainstorming mungkin cara terbaik yang dikenal dan tentu saja salah satu yang sangat kuat.

Brainstorming adalah teknik mengumpulkan ide. Tujuannya adalah (1) untuk memutus kebiasaan berpikir kita. (2) Menghasilkan banyak ide yang bisa kita pilih. (Tak ada seorangpun hanya memiliki satu pilihan dari sebuah produk saat membeli deterjen atau mobil, jadi kenapa hanya memiliki satu jalan keluar saat mengatasi sebuah masalah?)

Aturan Dasar untuk Brainstorming

Brainstorming digunakan untuk menyerang masalah khusus (daripada masalah umum) dan tempat dimana sekumpulan ide baru yang baik dibutuhkan daripada penilaian atau analisis keputusan.

Misalnya, membicarakan tentang masalah khusus bagaimana memberikan tanda isi dari pipa (air, uap, dan sebagainya) akan lebih baik daripada membicarakan bagaimana meningkatkan sistem pendidikan.

Hasil terbaik dari brainstorming didapatkan saat aturan-aturan ini dilaksanakan:

1. Tidak menghakimi.

Ini aturan terpenting. Saat ide dinyatakan, tidak boleh mengkritik. Seluruh ide dituliskan. Evaluasi dilakukan nanti. Kita telah terbiasa untuk cepat analitis, praktis dan memiliki satu pandangan dalam berpikir bahwa langkah ini sulit diamati, tapi sangat penting. Untuk menciptakan dan mengkritik secara bersamaan seperti memberi air dan menaburkan racun ke benih pada waktu bersamaan.

2. Berpikir bebas.

Sesuka hati, pikiran-pikiran liar tidak masalah. Ide yang tidak mungkin dan tidak terpikirkan tidak masalah. Bahkan, di setiap sesi, harus ada beberapa ide yang sangat aneh yang membuat grup tertawa. Ingatlah bahwa ide-ide praktis sering datang dari ide-ide bodoh, tidak praktis dan tidak mungkin dilakukan. Dengan mengizinkan diri Anda untuk berpikir di luar batasan biasanya, pikiran biasa, solusi baru yang hebat dapat muncul. Beberapa ide “gila” juga berubah menjadi praktis.

3. Labeli.

Perbaiki, modifikasi, bangun ide orang lain. Apa yang bagus dari ide yang baru disarankan? Bagaimana caranya bisa dijalankan? Perubahan apa yang akan membuat ide tersebut lebih baik atau bahkan lebih gila? Ini kadang disebut menitipkan masalah, menumpang atau bermain ping pong. Gunakan ide lain sebagai pendorong untuk perkembangan atau variasi ide Anda. Mengubah hanya satu aspek dari solusi yang tidak berjalan. Kadang kala membuatnya menjadi solusi hebat.

4. Jumlah Ide Sangat Penting.

Berkonsentrasilah pada menghasilkan ide dalam jumlah banyak hingga nanti dapat dipilah. Ada 2 alasan untuk menginginkannya dalam jumlah besar. Pertama, ide yang tidak dapat digunakan, yang sudah jelas, biasa, basi, biasanya datang lebih dahulu, misalnya 20 hingga 25 ide mungkin tidak akan baru dan kreatif. Kedua, semakin besar daftar kemungkinan Anda, semakin banyak ide yang bisa Anda pilih, adaptasi atau kombinasikan. Beberapa orang menginginkan angka tetap, seperti 50 hingga 100 ide sebelum menghentikan sesi itu.