Puasalah, maka kamu akan sehat.
Dalam satu tahun, manusia perlu waktu untuk menetralisir darah agar sempurna dan baik untuk bisa menjadi manusia yang sehat, dan itu bisa dilakukan dengan berpuasa.
Pengaturan makan harus selalu berpatokan pada 3 J : Jumlah, jadwal, dan jenis.
Jumlah = harus sesuai dengan jumlah porsi makan pada saat tidak berpuasa.
Jadwal = pasti berubah.
Jenis = jenis makanan harus terpilih.
Saat sahur, makanlah makan besar.
Sumber karbohidrat = nasi, roti, kentang, mie. Pilih karbohidrat yang sehat yaitu karbohidrat kompleks = nasi merah, roti gandum.
Saat sahur, makanlah sumber protein, yaitu ikan, ayam, putih telur, tahu, tempe, dan juga jangan lupakan sayuran.
Menjelang imsak, sebaiknya memakan buah dengan seratnya. Seratnya buah banyak di kulitnya. Makan buah dengan kulitnya supaya dengan adanya serat, karbohidrat yang kita makan nanti penyerapannya perlahan.
Karena kalau minum gula, saat imsak, kadar gula dalam darah akan segera melonjak tinggi tapi juga akan segera turun.
Saat kadar gula turun, kita lemas.
Jika makan buah, penyerapannya perlahan. Karena itu, kadar gula naiknya juga perlahan. Turunnya pun akan perlahan.
Maka kebugaran kita akan terjaga.
Pada saat berbuka, kadar gula darah sudah dalam titik terendah, maka harus segera masuk makanan yang mengandung gula supaya kadar gula darah segera naik, tapi jangan pakai gula pasir, sirup, teh manis. Itu tidak sehat, karena semua itu akan merangsang insulin kita bekerja, pankreas bekerja, insulin dikeluarkan, itu tidak bagus.
Kita butuh kadar gula dalam darah naik, tetapi dengan gula yang sehat. Gula yang sehat itu adalah jus buah.
Jus itu hanya sari buah, air saja, sehingga kadar gula darah naiknya cepat, tapi naiknya gula sehat, gula dari buah.
Setelah berbuka dengan jus buah, selesai shalat Maghrib, makan makanan kecil dulu atau silakan makan besar, tapi dengan komposisi lengkap seperti sahur tadi. Makan karbohidrat kompleks = makan nasi merah dengan ikan, ayam tanpa kulit karena kulit ayam kolesterol tinggi. Sayur, buah, shalat tarawih.
Pulang shalat, isi lagi, makanan yang lebih ringan dari makan besar tadi.
Perbanyak minum air putih untuk menggantikan cairan yang hilang saat berpuasa.
Mengkonsumsi madu asli ketika sahur sangat bermanfaat karena madu asli dimetabolisme lambat oleh tubuh sehingga tenaga tetap terjaga.
Saat berbuka sebaiknya tidak berbuka awal dengan es, karena lambbung dalam keadaan panas.
Jika diberi suhu yang ekstrem, bisa mengakibatkan energi tubuh terserap di lambung sehingga tubuh mudah lemas.
Mengajarkan shalat dan puasa, sejak anak usia 7 tahun.
Pendidikan pertama berawal dari rumah. Dari lahir hingga usia 6 tahun.
Ajarkan teladan yang baik, orang tua berpuasa.
Contoh adalah cara mengajar terbaik.
Anak belajar dari pengalaman.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar