Segmen I :
Mimpi yang hebat, yang berdampak besar adalah yang disebut khayalan, yang ditetapkan sebagai impian di dalam proses sadar.
Jadi, orang yang bermimpi dalam kesadarannya, dalam kehidupannya yang penuh bersama sesamanya, itu yang lebih berdampak.
Impian yang penting adalah impian yang kita putuskan sendiri keindahannya di dalam kesadaran kita.
Salah satu ilmu yang melemahkan kehidupan adalah patuh kepada pendapat salah.
Sebagian besar dari kita, kehidupannya diboroskan karena patuh kepada nasihat salah. Sehingga pelajaran paling penting dalam hidup adalah membongkar pelajaran salah.
Salah satu kemampuan yang harus kita bangun adalah kemampuan mengabaikan.
Kita terlalu mendengarkan pendapat orang yang tidak suka melihat kita berhasil, yang tidak berpihak kepada keberhasilan kita, yang tidak syahdu berdoa bahwa kita berhasil.
Sahabatilah orang-orang yang cinta kasih dan perhatiannya seperti ibunda kepada kita. Orang-orang seperti itu peduli sekali atas keberhasilan Anda.
Abaikanlah dengan cara yang santun.
Mimpi yang hebat adalah yang disebut khayalan, yang ditetapkan sebagai impian di dalam proses sadar.
Segmen II :
Khayalan adalah tempat berangkat yang paling indah tapi tempat tinggal yang paling menyiksa.
Khayalan bukan tempat tinggal yang dirancang untuk ditinggali lama. Tapi untuk segera mulai dari situ.
Apa pun yang Anda khayalkan, mulailah.
Yang muda dan yang diangkat adalah yang kelihatan. Maka jadilah pribadi yang tampil.
Kekuatan datang dari upaya. Mulai saja.
Bagaimana caranya mengelola hati? Betul-betul ikhlaskan diri pada pekerjaan yang baik. Tidak menilai diri sendiri dari pendapat atau pilihan orang lain.
Orang yang sibuk membahagiakan dan menguatkan hati orang lain, hatinya dikuatkannya tanpa dia sadari.
Kalau impian Anda besar dan indah, lakukanlah untuk memulainya, karena apabila Anda tidak tahu jalan dan yang Anda lakukan adalah kebaikan, maka kebaikan yang akan mencarikan jalan.
Segmen III :
Orang yang menolak nasihat baik karena menginginkan yang lebih mudah dari itu.
Kalau keberhasilan itu mudah, kita akan melihat semua orang berhasil.
Teori ada karena ada pembuktian.
Kekasih dalam khayalan tidak pernah mematahkan hati. Berarti orang yang jatuh cinta itu, jatuh cinta mengenai khayalannya mengenai orang yang dicintainya.
Hati-hati. Orang yang jatuh cinta jarang sekali jatuh cinta kepada orang itu, tetapi kepada harapannya tentang orang itu.
Belajarlah keindahan dari kecintaan ibu, tetapi juga harus praktis dalam mengharapkan pribadi yang menemani Anda menua seumur hidup, jangan jatuh cinta mengenai konsep kita kepadanya.
Jatuh cinta kepada dia dan yang bisa Anda lakukan berdua untuk membangun kehidupan yang baik.
Orang hebat adalah orang yang berupaya, walaupun kemungkinan berhasilnya kecil.
Segmen IV :
Orang tidak tahu bisa berhasil asal dia tidak tahu kalau hal itu tidak mungkin.
Cara terbaik menyemangati orang adalah menjadi teladan.
Latihlah berpikir cepat mengenai risiko dari tindakan tergesa-gesa.
Sudah coba semuanya? Sudah temui semua orang? Sudah coba semua cara?
Kekuatan pribadi kita hanya sebaik kekuatan kita meminta, bukan berbicara.
Doa adalah permintaan pembuka semua kemungkinan hidup kepada Tuhan, permintaan juga pembuka hati orang kepada kita. Minta.
Cita-cita adalah impian yang bertanggal.
Fokus pada yang bisa kita kerjakan, dengan sebaik-baiknya hati dan cara.
Inginkan yang besar, lakukan yang sederhana, sesegera mungkin dalam kemampuan Anda.
Tugas kita bukan untuk meyakini sesuatu yang tidak mungkin, tetapi melakukan yang bisa kita lakukan untuk membatalkan sesuatu yang tidak mungkin.
Segmen V :
Jadilah pribadi impian.
Karier termulia di muka bumi ini adalah menjadi ibu.
Tidak ramahnya kenyataan dalam hidup kita, menjadikan kita pergi ke impian, bukan sebagai tempat pemberangkat dengan kehebatan itu, sebagian besar dari kita menyelamatkan diri dalam impian.
Impian tidak lagi digunakan untuk tenaga, untuk menghebatkan upaya, tapi digunakan sebagai tempat pelarian.
Siapa pun yang sudah bermimpi, bebaskanlah diri Anda menjadi pribadi yang sudah Anda impikan mencapai yang telah Anda impikan.
Tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita adalah untuk mencoba, karena dalam mencoba itulah kita belajar dan menemukan kesempatan untuk berhasil.
Taruh impian dalam cita-cita yang bertanggal. Lalu kecilkan tanggal-tanggal itu menjadi tanggal-tanggal rencana.
Kita telah diberkati dengan keinginan oleh Tuhan untuk menjadi pribadi yang baik dan membaikkan kehidupan sesama dan melestarikan keindahan alam. Maka marilah kita menemukan tugas dalam kehidupan kita dengan memanjakan keinginan kita dalam kehidupan yang sebenarnya, yang memuliakan kehidupan sesama.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar