19 Oktober 2011

Muda dan Galau, MTGW, Minggu, 16 Oktober 2011

Segmen I :

Galau itu wilayah orang muda.

Yang tidak boleh dalam kegalauan itu adalah kegalauan yang berlanjut karena itu bukan sifat asli hati karena sifat asli hati selalu berubah-ubah.

Kegalauan adalah tanda pertumbuhan bagi orang muda, tapi tanda kemandegan bagi yang tua.


Orang tua harus berhati-hati kalau galau karena berarti kemampuannya tidak sesuai dengan beban hidupnya.

Ingat bahwa muda, galau itu wajar, dan Anda tidak akan pernah kehilangan kualitas itu sampai Anda menjadi orang yang mapan. Lalu kegalauan digunakan sebagai tanda untuk memperingatkan bahwa kemampuan kita telah mencapai batasnya. Maka itu perintah kepada Tuhan untuk meminta kekuatan lebih.

Jadi, bagi yang muda, kalau galau itu perintah untuk mendapatkan kejelasan. Bagi yang tua, perintah untuk menambahkan kemampuan.

Salah satu penyebab kegalauan adalah salah berharap. Berharap kepada selain Tuhan.

Selalu ada rezeki di mana pun Anda berada.

Karier itu bukan pekerjaan, bukan tempat, bukan organisasi. Karier itu ada di dalam diri Anda. Kalau Anda pantas dibayar mahal, Anda akan dibayar mahal di mana pun.

Banyak orang membatasi kehebatan dirinya dengan pendapat kecil mengenai dirinya.

Maka orang-orang yang mau sembuh dari penyakit galau harus belajar menghormati dirinya.


Segmen II :

Lebih baik galau karena bingung memilih, daripada damai karena acuh terhadap pertumbuhan.

Mengabaikan keharusan untuk memilih dan menyembunyikannya dalam kesibukan, kebisingan yang menutupi kejelasan logika, bisa berbahaya.

Galau itu adalah kesedihan karena kehilangan atau belum jelasnya pilihan dalam hidup. Itu semua bisa disebabkan oleh berbedanya antara harapan dan kenyataan.

Ada satu jenis orang muda yang paling mudah stres. Imajinasi itu membesarkan kesedihan. Imajinasi membesarkan kegalauan. Kesimpulannya, orang kreatif mudah galau. Karena tidak menyedihkan pun dibayangkan menyedihkan.

Orang-orang yang galau, semakin galau harus semakin sadar kalau dia memiliki kemampuan membayangkan yang hebat sekali.

Banyak orang membayangkan keberhasilan, tapi tidak membayangkan proses keberhasilan, tidak membayangkan penderitaan dari kegagalan. Lalu mengapa Anda menggunakan rahmat yang namanya imajinasi untuk mengecilkan hati Anda sendiri?

Gunakanlah kemampuan Anda untuk membayangkan yang penting bagi kedamaian dan keberhasilan Anda.

Apakah Anda galau untuk sesuatu yang penting? Jangan tangani semua kegalauan. Sebagian besar kegalauan paling baik diabaikan.

Pribadi yang kuat, sedikit yang bisa mengganggunya.

Sebagian besar orang yang galau merasakan kegalauan karena sedang tidak bergaul. Tidak sedang berhadapan dengan orang, menggembirakan orang, mendengarkan nasihat, memuliakan ibundanya.

Orang-orang yang galau itu sedang diam, melihat ke dinding.

Libatkanlah diri Anda dalam pergaulan dengan orang-orang yang kekuatan pribadinya, yang ketertarikannya bagi kehidupan menghapus semua ketertarikan Anda untuk galau. Anda dinilai dari teman-teman Anda.


Segmen III :

Kegalauan adalah masa dimana kita paling membutuhkan kasih sayang karena kasih sayang adalah tenaga yang mendorong bagi kebaikan. Cinta mengharuskan kebaikan.

Yang menyelesaikan kegalauan adalah persahabatan.

Kegalauan adalah getaran yang memungkinkan kita mendorong bergerak menuju sesuatu yang penting.

Yang Anda khawatirkan sekarang ini, akan kecil sekali nanti.

Ingat saja bahwa keberhasilan lebih berpihak kepada Anda, apabila Anda patuh pada perilaku yang baik, tanpa strategi apa pun Anda akan mendewasa, menjadi lebih besar daripada hal-hal yang akan mengganggu Anda.

Kita membutuhkan khawatir untuk tumbuh menjadi kuat daripada yang kita khawatirkan.

Orang yang ikhlas, yang menerima yang tidak bisa diubahnya itu lebih mudah damai. Orang yang tidak ikhlas, yang membiarkan yang bisa diubahnya, tidak diubahnya, bisa lebih damai dan bebas dari galau.

Janganlah menganggap yang lama sebagai kuno, dan yang baru sebagai yang benar.


Segmen IV :

Hati sifat utamanya adalah naik dan turun.

Lakukanlah apa pun yang perlu Anda lakukan dalam perasaan apa pun karena itu yang membangun hormatnya orang.

Orang-orang yang sudah dewasa tahu kegalauan adalah tanggung jawab pribadinya dan tidak perlu disampaikannya kepada orang lain untuk menambah masalah mereka.

Jadilah pribadi yang wajahnya sudah terbentuk. Latihlah hanya untuk bertanggung jawab dari kegalauan diri Anda sendiri.

Yang Anda lakukan bagi kedamaian orang, penting bagi kedamaian Anda.

Kegalauan adalah masa pindah dari sebuah keberhasilan menuju keberhasilan berikutnya.



Segmen V :

Tampillah lebih senior, lebih mapan daripada seharusnya Anda.

Tampillah lebih hebat daripada Anda aslinya karena itu adalah bentuk doa Anda dalam keseharian Anda sehingga Tuhan melihat Anda bahwa Anda bersungguh-sungguh mau menjadi orang yang lebih tinggi.

Tuhan telah menetapkan rezeki bukan pada jumlahnya tetapi pada caranya. Maka gunakanlah cara yang akan menjadikan Anda kaya.

Saya tidak sedang hilang, saya hanya berada di tempat yang belum saya kenal.

Saya tidak bingung, saya hanya sedang banyak pertimbangan.

Jangan rendahkan diri kalau Anda salah.

Bukan galaunya yang menjadi fokus Anda, tetapi membangun pribadi yang santai kalau gagal karena kegagalan adalah kewajaran bagi orang yang sedang mengupayakan keberhasilan.

Jadilah pribadi yang ramah terhadap semua yang mungkin dicoba.

Orang-orang galau adalah orang yang membutuhkan kasih sayang, maka bergaul-lah dengan orang yang penuh kasih sayang, jangan bicara, jangan menempelkan diri pada orang yang suka menilai Anda dari kelemahan, yang suka mengkritik karena sebagian besar orang tidak ikhlas melihat temannya berhasil dan merayakan kegagalan orang.

Orang secara instingtif lebih mudah bereaksi terhadap kesalahan dan penderitaan kita dan merayakannya dalam bentuk gosip dan cerita yang lain dan jarang sekali yang mengatakan, "kegagalanmu sementara, maka masalahmu sementara dan aku melihat di dalam tarikan wajahmu pribadi yang akan memimpin kehidupan yang membanggakan di masa depan.


Kegalauan itu sementara, tapi keberhasilan adalah hak.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: