Segmen I :
Sial adalah pendapat mengenai keadaan sementara yang tidak kita sukai.
Yang kita sukai selalu yang mudah, yang janji keuntungannya besar, yang paling tidak merepotkan.
Kita memiliki kecenderungan mencari gampangnya saja sehingga keadaan yang sulit kita beri nama keadaan sial.
Kesulitan itu permintaan Tuhan untuk kita sungguh-sungguh. Berarti tanpa kesulitan kita tidak sungguh-sungguh.
Berarti orang yang diberikan kesulitan harus melihat dirinya apakah selama ini aku kurang sungguh-sungguh? Sampai diberikan kesulitan?
Berhatilah jika ada kesulitan, karena itu perintah untuk memperbaiki diri.
Kehati-hatian itu adalah pemberitahuan bahwa kita bisa jadi lebih baik. Berarti kesulitan adalah pemberitahuan adanya sesuatu yang baik.
Sikap kita dalam melihat kesulitan menentukan yang kita lihat. Kalau sikap kita positif, yang kelihatan kemudahan.
Kemudahan yang datang disikapi negatif yang kelihatan kesulitan. Sial hanya masalah pendapat.
Kesempatan baru kelihatan sebagai kesempatan setelah tidak menjadi kesempatan lagi.
Lebih bersemangatlah menghadapi kesulitan karena di balik kesulitan itu hadiahnya lebih baik daripada yang diperebutkan banyak orang.
Segmen II :
Risiko tidak bisa dihindari. Yang bisa dilakukan hanya meminimalkan risiko.
Jangan robohkan pagar sebelum mengerti mengapa pagar itu didirikan.
Manajemen risiko dalam kehidupan adalah mengelola lebih banyak kebaikan daripada keburukan di dalam hidup kita.
Orang baik tidak mengikuti nasihat buruk. Tidak mendengarkan komentar tidak baik.
Aku berpihak pada kebutuhanku untuk menjadi pribadi mandiri maka kalau kau yakini sebagai yang tidak mungkin, izinkan aku mencoba yang aku yakini mungkin.
Jadi, orang yang menghormati pendapatnya, lebih beruntung daripada yang mengikuti pendapat orang yang negatif, yang tidak berpihak kepada kebaikan kita.
Orang yang kecil hatinya akan kecil upayanya dan karena kecilnya, sampai tidak berupaya.
Kenapa keajaiban berpihak kepada yang berani? Karena yang berani sering masuk ke masalah. Padahal Tuhan tidak pernah memberi masalah yang lebih besar dari kemampuan kita menyelesaikan. Berarti, orang berani sering menyelesaikan masalah besar.
Segmen III :
Jangan menduga-duga. Lihat yang Anda hadapi. Perlakukan dengan penuh kesungguhan. Kesalahan kita dalam hubungan dengan orang lain adalah menduga-duga keuntungan yang bisa didapatkan.
Sikap kita kepada setiap orang harus baik karena setiap orang adalah jendela masuknya rezeki.
Hormati yang Anda hadapi, jangan duga apa pun karena pamrih itu hanya ada satu yang boleh, yaitu pamrih kepada Tuhan.
Semua yang kita lakukan dalam hidup ini untuk beruntung.
Sikap yang baik adalah sikap yang mendekatkan kita kepada keberuntungan.
Segmen IV :
Orang-orang yang selama ini menghadapi yang dibencinya dan disebutnya sial, harus lebih bersemangat menembus itu karena jalan terpendek menuju keberhasilan itu melalui hambatan. Karena sebagian besar yang kita sebut hambatan ternyata hilang begitu kita mengambil langkah pertama karena hambatan itu hanya pendapat.
Sistem kebesaran alam ini bergerak bertentangan dengan sistem untung-untungan.
Semua sistem kebesaran alam itu mengembalikan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Cara mengelola keberuntungan adalah menjadikan diri lebih pantas bagi keberuntungan. Tidak ada cara lain.
Segmen V :
Kesulitan itu tidak dibutuhkan kalau kita membiasakan diri menangani kemudahan sebelum menjadi sulit. Semua kesulitan tumbuh dari hal-hal mudah yang kita abaikan.
Lakukanlah sesuatu selagi mudah.
Bagi orang-orang yang tidak mau kesulitan, bersegeralah. Kesegeraan bertindak mencegah hal biasa menjadi kesulitan.
Rahasia mempercepat keberhasilan adalah meminta. Kita kurang meminta.
Orang-orang yang berhasil dalam bisnis karena mengulangi keberhasilannya.
Cara mengulangi keberhasilan adalah tahu persis apa yang dilakukan untuk mendapatkan hasil itu.
Semua hal dalam kehidupan ini adalah penuntun menuju keberuntungan.
Bagaimana kalau kita menerima apa pun yang terjadi, sebagai sesuatu yang memang sudah terjadi, karena kedamaian mudah datang kepada orang yang menerima yang sudah terjadi, dan walaupun yang sudah terjadi tidak baik, kalau diterima sebagai perintah untuk membaikkan diri, maka kita akan menjadi pribadi yang beruntung, apa pun yang dikatakan oleh orang mengenai kita.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tautan video : http://www.youtube.com/marioteguhtv#p/c/266E78CEB0424720
Tidak ada komentar:
Posting Komentar