31 Desember 2008

How to be creative part 3 of 26 by Hugh Macleod

3. Lakukan terus menerus.

Melakukan apapun yang bermanfaat membutuhkan waktu. 90% yang memisahkan orang sukses dan orang gagal adalah waktu, usaha dan stamina.

Saya sering ditanya, “Bentuk kartu nama Anda sangat sederhana. Apakah Anda tidak khawatir seseorang akan merobeknya?”

Jawaban umum : Hanya jika mereka bisa menggambar lebih banyak dan lebih baik dari saya.

Yang membuat batas dari pekerjaan itu adalah fakta sederhana bahwa saya menghabiskan waktu bertahun-tahun menggambarnya. Saya telah menggambar ribuan. Puluhan ribu jam.

Jadi jika seseorang ingin merobek ide saya, silakan. Jika seseorang ingin mengalahkan saya dalam perang corat-coret kartu nama, silakan. Anda memiliki tahun-tahun panjang di depan Anda. Dan tidak seperti saya, Anda tidak akan melakukannya untuk kesenangan. Anda akan melakukannya untuk alasan enggan, tidak suka, hanya mencari untung saja. Jadi tahun-tahun itu akan semakin lama dan jauh, lebih menyakitkan. Anda beruntung.

Jika seseorang di industri Anda lebih berhasil dibandingkan Anda, mungkin karena dia bekerja lebih keras dari Anda. Tentu, mungkin dia lebih berbakat, lebih mahir dalam jaringan dan sebagainya, tapi saya tidak menjadikan hal tersebut sebagai alasan. Dari waktu ke waktu, kelebihan itu semakin tidak diperhitungkan. Karena itulah dunia dipenuhi orang-orang berbakat, mahir dalam jaringan, orang rata-rata yang gagal.

Sukses artinya Anda memiliki jalan panjang di depan Anda. Bagaimana cara terbaik Anda menjalankannya?

Seperti yang telah saya tulis di tempat lain, jangan berhenti bekerja. Saya tidak melakukannya. Saya bekerja setiap hari di kantor, sama seperti orang bodoh lainnya. Saya menghabiskan banyak waktu di kereta; saat itulah sebagian besar saya menggambar. Saat saya lebih muda, saya seringkali menggambar saat duduk di bar, tapi hal itu tidak saya lakukan lagi.

Intinya, satu atau dua jam di dalam kereta bisa saya atur. Fakta bahwa saya memiliki pekerjaan artinya saya tidak merasa tertekan untuk melakukan sesuatu yang disukai pasar. Akan tetapi, saya bisa melakukan apapun yang saya inginkan. Saya bisa melakukannya untuk kepuasan pribadi saya. Dan saya rasa itulah yang membuat pekerjaan menjadi lebih bertenaga dalam jangka waktu panjang. Juga membuatnya lebih mudah melakukannya dengan cara yang lebih tenang, setiap hari, tidak menjadi gila, kebutuhan kreatif yang diharuskan karena kekhawatiran keuangan.

Secara sederhana, metode saya mengizinkan saya untuk menjaga kecepatan saya untuk jangka panjang, itu yang lebih penting.

Stamina tentu saja penting. Dan memungkinkan jika kita mengaturnya dengan baik. Orang berpikir bahwa yang mereka lakukan hanyalah bertahan dari keinginan kuat atas pekerjaan yang tidak harus kreatif dan impian mereka akan terkabul. Mereka salah, mereka benar-benar salah.

Menjadi ahli dalam hal apapun seperti halnya bermain ski – definisi menjadi ahli adalah bisa membuatnya terlihat mudah. Tapi sebenarnya tidak pernah mudah. Hal itulah yang sering dilupakan orang.

Jika saya baru memulai menulis, misalnya, novel atau naskah drama, atau mungkin mulai mendirikan perusahaan piranti lunak, saya tidak akan berhenti bekerja untuk mulai melakukannya.

Saya akan melakukan hal yang jauh lebih sederhana : saya akan meluangkan waktu selama satu atau dua jam yang hanya untuk saya, dan saya akan membuatnya produktif. Melakukannya terus menerus, melakukannya cukup lama dan akhirnya hal-hal yang ajaib dan mengubah hidup terjadi. Tentu, berarti berkurangnya waktu menonton tv, berselancar di internet, keluar atau apapun.

Tapi siapa yang peduli?

27 Desember 2008

How to be Creative Part 2 of 26 by Hugh Macleod

2. Ide tidak harus besar. Hanya perlu mengubah dunia.

Keduanya tidak sama.

Kita menghabiskan banyak waktu terkagum-kagum oleh orang yang belum pernah kita temui. Seseorang yang ditampilkan di media yang memiliki perusahan besar, produk hebat, film hebat, laku keras. Apapun.

Dan kita menghabiskan lebih banyak waktu tidak berhasil menyaingi mereka. Mencoba mendirikan perusahaan, produk, proyek film, buku kita sendiri.

Saya juga bersalah seperti orang lainnya. Saya mencoba berbagai hal selama bertahun-tahun, mencoba keras untuk membongkar pekerjaan saya dari cengkraman kerata-rataan. Beberapa ada hubungan dengan bisnis, seni dan sebagainya.

Suatu malam, setelah terlalu banyak melakukan awal yang salah, saya menyerah. Duduk di bar, merasa sedikit lelah karena pekerjaan dan hidup umumnya, tiba-tiba saya mulai menggambar di belakang kartu nama. Saya tidak membutuhkan alasan. Saya hanya melakukannya karena memang ada di sana, karena membuat saya senang dengan cara yang tidak lazim.

Tentu saja hal itu bodoh. Tentu saja bukan untuk iklan. Tentu saja tidak untuk laku dijual. Tentu saja membuang-buang waktu. Tapi jika dilihat kembali, ada kesia-siaan yang memberi batas. Karena itu merupakan kebalikan dari “Rencana Besar” yang biasa dibuat oleh teman-teman saya dan saya sendiri. Sangat membebaskan karena tidak harus memikirkannya.

Sangat membebaskan melakukan sesuatu yang tidak harus membuat orang lain kagum.

Sangat membebaskan untuk memiliki sesuatu yang hanya untuk diri saya sendiri.

Sangat membebaskan untuk merasa berkuasa penuh. Untuk merasa benar-benar bebas.

Dan tentu saja, saat itu, hanya saat itu, dunia luar mulai tertarik.

Kekuasaan penuh atas pekerjaan Anda akan menginspirasi lebih banyak orang dari isi yang sebenarnya. Bagaimana kekuasaan penuh Anda menginspirasi orang lain untuk menemukan kekuasaan mereka sendiri, perasaan bebas dan kemungkinan, akan mengubah dunia lebih dari nilai pekerjaan itu.

Ide Anda tidak harus besar. Hanya saja harus berasal dari Anda sendiri. Semakin asli, semakin bebas Anda melakukan sesuatu yang benar-benar hebat.

Semakin hebat, semakin banyak orang yang akan menyetujui ide Anda. Semakin banyak orang menyetujui ide Anda, maka ide itu akan mengubah dunia.

Itulah yang saya pelajari dari corat-coret di kartu.

26 Desember 2008

How to be Creative part 1 of 26 By Hugh MacLeod

MacLeod menggarisbawahi nilai keotentikan dan kerja keras, dan memperlihatkan tantangan dan imbalan karena menjadi kreatif.

Jadi Anda ingin menjadi lebih kreatif dalam bidang seni, bisnis, atau apapun. Berikut beberapa tips yang telah berhasil saya lakukan beberapa tahun ini.

1. Abaikan semua orang

Semakin asli ide Anda, semakin tidak berguna nasihat yang diberikan orang lain. Saat pertama kali saya menyatakan ingin menggambar kartun di balik kartu nama, orang-orang berpikir saya gila. Kenapa saya tidak melakukan sesuatu yang mudah dicerna oleh pasar, misalnya kartu ucapan yang lucu dan sebagainya?

Anda tidak tahu apakah ide Anda bagus saat ide itu diciptakan. Begitu juga dengan orang lain. Yang bisa Anda harapkan adalah perasaan yakin. Dan mempercayai perasaan Anda tidak semudah yang dikatakan orang. Ada alasannya mengapa perasaan membuat kita takut.

Dan bertanya kepada teman dekat juga tidak akan seperti yang Anda harapkan. Bukannya mereka sengaja tidak membantu Anda. Hanya saja mereka sama sekali tidak tahu dunia Anda sebaik Anda, tak peduli seberapa keras mereka berusaha mengerti, dan seberapa keras Anda mencoba menjelaskannya.

Dan, ide besar akan mengubah Anda. Teman-teman Anda mungkin menyayangi Anda, tetapi mereka tidak mau Anda berubah. Jika Anda berubah, pergaulan Anda dengan mereka juga berubah. Mereka menyukai apa adanya, begitulah mereka menyayangi Anda – apa adanya, bukan akan menjadi apa Anda nantinya.

Mereka tidak memiliki dorongan untuk melihat Anda berubah. Mereka akan menolak apapun yang menyebabkan perubahan tersebut. Tapi itu semua alamiah. Dan Anda pun akan melakukan hal yang sama, jika berada di sisi mereka.

Dengan rekan bisnis, lebih buruk. Mereka terbiasa berhubungan dengan Anda dengan cara tertentu. Mereka terbiasa memiliki tingkat kontrol terhadap hubungan bisnis. Dan mereka ingin apapun yang membuat mereka lebih kaya. Tentu saja, mereka juga menginginkan agar Anda kaya, tapi itu bukan prioritas utama mereka.

Jika ide Anda sangat bagus hingga mengubah hidup Anda kemana Anda atau pasar tidak terlalu membutuhkannya, mereka akan menolak ide Anda setiap kali mereka bisa melakukannya.

Sekali lagi, semua itu alamiah.

Ide bagus mengubah keseimbangan kekuasaan dalam hubungan, karena itulah ide bagus awalnya selalu ditolak.

Ide bagus datang bersama beban berat. Karena itulah hanya sedikit orang yang memilikinya. Hanya sedikit orang yang dapat mengatasinya.

17 Desember 2008

Sebagian Orang Lebih Tertarik Pada Kata-kata Atau Kalimat-kalimat Negatif

Saya baru menyadari bahwa setelah saya menuliskan status yang negatif di yahoo messenger saya barulah teman-teman menyapa saya, berbeda jika saya menuliskan status positif, jarang ada yang merespons walaupun terkadang ada satu atau dua orang yang bertanya alasan saya berbahagia.

Entahlah, mungkin mereka memang sedang sibuk atau memang lebih tertarik pada sesuatu yang negatif. Sebagian besar dari kita memang lebih tertarik pada hal-hal yang berbau penderitaan. Jika ada seseorang yang sedang curhat, kita cenderung ingin memberitahukan bahwa justru kitalah yang lebih menderita dari orang tersebut.

Bagaimana kalau kita justru mencoba membantu rekan kita tersebut untuk berfokus pada hal yang positif dari kejadian yang tidak mengenakkan itu. Jadikan kejadian itu sebagai pelajaran untuk tidak melakukan kesalahan yang sama di masa depan karena kita sudah mengetahui tanda-tandanya hingga bisa mengatasinya sebelum terlambat.

Mulai berfokus pada yang positif yuk.

09 Desember 2008

Seberapa Seringkah Kita Melabeli Orang Saat Pertama Kali Melihatnya?

Pertanyaan yang saat ini ada di dalam benak saya adalah “Seberapa Seringkah Kita Melabeli Orang Saat Pertama Kali Bertemu?” Label Si Kurus, Si Gemuk, Si Pembuat Onar, Si Egois, dan Si sifat buruk lainnya. Ya, dulu saya sering melakukannya. Saat ini, saya mencoba mengubah sifat tidak terpuji tersebut karena sering kali saya salah mengerti tentang orang tersebut dan berakhir dengan perasaan bersalah.

Berapa banyak dari kita langsung melabeli seseorang sebagai Si Kurus atau Si Gemuk. Mungkin kita orang yang ke sekian ratus yang mengatakan hal tersebut kepada mereka. Sudahkah kita mencari tahu sebelumnya mengapa mereka kurus atau gemuk? Sudahkah kita mendengar usaha mereka untuk bisa menjadi gemuk atau kurus? Dan sudahkah kita bertanya kepada diri sendiri sebelum melabeli seseorang dengan label tertentu?

Saya pernah terheran-heran dengan perilaku teman saya yang hampir bisa dibilang tidak mau berbagi dengan orang lain. Dan selalu menomor satukan kepentingannya yang kadang membuat orang terheran-heran karena dia rela mengorbankan orang lain hanya untuk kepentingan dirinya. Saya belum pernah melihat orang yang sangat egois seperti dirinya. Dan setelah saya cari tahu, ternyata yang membuatnya menjadi sangat egois adalah karena dia anak tunggal yang tidak terbiasa berbagi dengan orang lain. Setelah mengetahui hal tersebut, saya bisa memakluminya. Tapi berapa banyak dari kita yang berusaha mencari tahu sebelum melabeli atau menghakimi orang lain? Kita juga tentunya tidak ingin disalahmengertikan oleh orang lain.

Akan lebih baik sebelum kita melabeli atau menghakimi orang, berusahalah untuk memahami orang tersebut. Setidaknya carilah alasan yang membuatnya berperilaku seperti itu. Mungkin saja setelah mengalami hal yang buruk yang menyebabkan dirinya berubah dan berperilaku yang menurut kita tidak menyenangkan. Tapi apalah artinya hidup jika semuanya seperti yang kita inginkan?

Apakah Kita Akan Membeku Hanya Karena Kita Melakukan Kesalahan?

Baru-baru ini saya melakukan kesalahan yang menurut saya cukup besar. Yang membuat kondisi antar divisi di kantor temoat saya bekerja menjadi agak tegang. Setelah berkonsultasi dengan rekan kerja saya yang juga telah meyakinkan saya bahwa kesalahan itu juga pernah dibuatnya, saya menjadi agak lega walaupun masih belum bisa sepenuhnya keluar dari rasa bersalah.

Akan tetapi di balik kesalahan tersebut, saya mengambil hikmah untuk lebih berhati-hati lagi dalam bekerja. Dan mengkonfirmasi ulang kepada yang bersangkutan karena hal itu bisa meminimalkan kesalahan yang mungkin akan saya buat di masa depan. Terima kasih teman, atas nasihatnya. Dan ternyata, kita memang harus bisa melepaskan belenggu rasa bersalah untuk bisa maju menjalankan tugas-tugas berikutnya yang mungkin akan lebih berat dari yang sebelumnya. Tetap semangat!

Menemukan Pengertian Baru dari Kata Sabar

Dulu saya berpikir, sabar adalah jika ada sesuatu yang membuat kita marah dan kita butuh waktu untuk mencoba mencerna apa yang terjadi setelah bereaksi. Ternyata bukan. Sabar adalah tidak bereaksi marah saat pukulan pertama.

Memang sangat sulit rasanya bisa langsung memaafkan seseorang yang berbuat tidak baik terhadap kita seketika atau di saat itu juga. Butuh latihan keras dan jiwa besar untuk bisa melakukannya. Dan biasanya setelah kita berjanji untuk lebih sabar, ujian akan langsung datang.

Mudah-mudahan dengan adanya pengertian baru dari kata sabar ini memberikan sudut pandang berbeda dari yang biasa kita miliki. Setidaknya kita bisa mulai menjaga lisan kita untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar sebelum sepenuhnya menjadi manusia yang sabar.