Segmen I :
Orang yang gelisah harus melihat bahwa dirinya sedang dalam ketidakseimbangan yang mendorongnya maju.
Perasaan galau adalah tidak damainya seseorang karena belum memiliki kejelasan sedangkan kebijakan adalah kesederhanaan yang membaikkan diri, sesama, dan alam.
Kalau kompleks pasti bukan kebijakan.
Rata-rata orang galau adalah orang yang punya banyak waktu untuk gelisah.
Kita tidak akan pernah merasa stabil.
Anda tidak bisa memilih perasaan yang akan menguasai hati, tetapi Anda bisa memilih tindakan yang Anda lakukan di dalam perasaan itu.
Orang yang galau pasti sering menunda, maka obatnya adalah bersegera.
Orang yang menyegerakan kebaikan, kebaikannya disegerakan.
Segmen II :
Kita memiliki bakat yang hebat sekali untuk menduga bahwa kesulitan di masa depan itu lebih besar daripada kemampuan kita.
Bersegeralah bertindak karena dalam tindakan itu kita belajar hal-hal yang tadinya tidak kita ketahui.
Orang yang tidak tahu tetapi memilih ikhlas bertindak, akan dibuat tahu saat melakukan.
Bersegeralah berupaya justru dengan hal-hal yang Anda khawatirkan.
Banyak orang berubah tanpa membuat orang di sekitarnya tahu bahwa dia telah berubah.
Segmen III :
Rahasia untuk menjadi pribadi yang menonjol adalah berpikir tidak sama dengan kebanyakan orang lain. Karena cara paling cepat untuk menjadi orang biasa adalah menggunakan cara-cara umum.
Yang diajarkan Tuhan, balaslah keburukan dengan kebaikan.
Orang yang disepelekan harus membangun kemampuan yang hebat untuk membalas. Tetapi kita kan orang baik, maka balasannya adalah kebaikan.
Belajarlah bicara tanpa khawatir disetujui atau tidak. Bicaralah dengan sikap bahwa kalau salah, itu sekarang saya yang sedang belajar untuk benar, kalau benar jangan sombong karena itu kebetulan benar.
Itu menyebabkan bukan pergaulannya yang kita pilih, tetapi kita yang dipilih oleh pergaulan-pergaulan baik.
Jangan memberi hadiah untuk orang senang. Berikan kebaikan, karena kebaikan adalah hadiah yang terbaik.
Di masa, dimana orang bingung antara yang benar dan yang tidak, dimana orang-orang kuat justru palsu dan berdusta, justru yang sedikit yang benar itu yang harus didengar.
Tuhan menjanjikan tempat-tempat yang naik, tempat-tempat yang tinggi untuk orang baik.
Kehidupan itu sebuah perjalanan menaiki tangga.
Jika Anda selalu galau berarti Anda sedang diperintahkan untuk naik kelas.
Segmen IV :
Yang galau rata-rata tidak bertindak karena tidak adanya jaminan dia akan pasti berhasil.
Kalau Anda dijamin tidak akan gagal, jadilah pemimpin dunia, pemimpin kemanusiaan, pemimpin yang memajukan kebaikan, pro orang miskin, pro orang sakit, pro pencegahan perusakan lingkungan.
Inginkan yang besar, supaya Tuhan berkepentingan bagi keberhasilan Anda.
Kalau Anda aslinya baja, sadarilah kalau Anda sulit dibentuk, orang-orang di sekitar Anda mengeluh karena Anda sulit berubah.
Orangtua bisa kecil hati terhadap anak yang terlalu keras.
Sambutlah dengan gembira kegalauan hati Anda, sulitnya Anda berubah, karena itu tanda bahwa Anda terbuat dari bahan yang hebat. Tetapi jangan mempersulit kehidupan.
Jadikanlah kegalauan pribad Anda sebagai tenaga untuk mempercepat keberhasilan Anda.
Segmen V :
Pasti atau tidak pasti, yakin atau tidak yakin, mengenai yang engkau kerjakan, pastikanlah engkau mengerjakan dengan sebaik-baiknya. Masa kinimu adalah pembentuk masa depanmu.
Jalan menuju masa depan yang bijak itu adalah melakukan yang harus kita lakukan sebaik-baiknya, berarti terbebas dari pamrih duniawi karena satu-satunya pamrih yang diizinkan adalah pamrih kepada Tuhan.
Pamrih bahwa kita ingin melakukan kebaikan ini hanya dengan nama Tuhan, karena Tuhan, dan untuk Tuhan.
Jalan menuju kebijakan adalah menggunakan apa pun yang ada sebagai sarana untuk mencapai yang tadinya belum ada.
Jangan jadi orang yang temperaturnya ditentukan oleh orang lain. Jangan jadi orang yang kebahagiaannya ditentukan oleh orang lain.
Jangan gunakan pendapat orang lain yang tidak baik sebagai penentu kebahagiaan Anda.
Hanya orang baik yang tertarik kepada hal-hal yang membicarakan kebaikan.
Marilah ikhlas sepenuhnya hidup dalam kebaikan.
Jadikanlah kegalauan pribadi Anda urusan pribadi Anda, simpanlah dia dengan baik di hati Anda, gunakan dia sebagai tenaga untuk mempercepat keberhasilan Anda, yang sudah rindu berhasil semuda mungkin, lalu tampillah dengan sebaik-baiknya wajah, seindah-indahnya suara, semulia-mulianya doa bagi kebaikan bersama, menjadi pribadi yang damai bagi kedamaian orang lain, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar