Segmen I :
Jangan membutakan diri dan mengatakan bahwa yang tidak mungkin itu tidak ada. Itu hanya bagi Tuhan.
Bagi kita banyak yang tidak mungkin tetapi tidak boleh menghentikan upaya.
Menginginkan bahkan yang tidak mungkin, kalau gagal, tetap lebih tinggi daripada berhasil menginginkan yang rendah.
Jadi bukan masalah tercapai atau tidaknya karena yang kita inginkan adalah mencapai setinggi-tingginya.
Apakah kita membutuhkan persetujuan orang lain untuk merasa bahagia?
Mengapa menunggu persetujuan orang lain untuk berbahagia dan mengapa kita menunggu persetujuan orang lain bahwa rencana kita itu baik atau tidak? Mendengarkan komentar orang-orang tidak baik itu lebih melukai kita daripada melukai mereka.
Cara membahagiakan para pembenci adalah marah dan membenci mereka. Hidup kita terlalu penting.
Aku tak punya waktu membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk mencintai orang yang mencintaiku.
Orangtua paling memiliki keyakinan mengenai hak kita. Jika ibu sudah meyakini hak kita untuk berhasil tetapi tidak mau melepaskan, itu bukan karena tidak percaya tetapi tidak bersedia terpisah dari anak yang dicintainya. Jadi itu tidak mudah. Kita harus melatih ibu agar merasa nyaman berpisah jauh dari beliau karena kita pantas dipercayai, tahu menjaga kehormatan diri.
Tercapai atau tidaknya keinginan itu tidak penting karena yang kita inginkan adalah mencapai yang setinggi-tingginya.
Segmen II :
Orang-orang yang berhasil adalah orang yang sibuk selama menunggu.
Gagal besar. Inginkan yang besar, coba yang besar, lebih terhormat orang gagal karena mencoba sesuatu yang besar.
Persiapan terbaik untuk gagal adalah kesediaan untuk gagal.
Terima bahwa saya akan gagal dan kalau gagal saya move on. Orang yang tidak menerima kemungkinan gagal, galaunya lama. Padahal argo kehidupan berjalan terus. Dia berhenti, meratapi kegagalan. Terima kemungkinan gagal, kalau gagal, terima dengan ikhlas, senyum, move on.
Segmen III :
Jangan turunkan cita-cita, tetap jaga tinggi, tetapi tingkatkan kualitas pribadi supaya pantas bagi cita-cita yang tinggi.
Orang yang tidak punya keinginan tidak akan mengupayakan sesuatu. Padahal upaya adalah pengubah nasib, maka mulailah orang-orang ini tenggelam dalam peratapan nasib buruk.
Salah satu doa yang indah sekali adalah meminta kepada Tuhan untuk tidak membuat kita letih melayani sesama, supaya tetap menginginkan kemampuan yang lebih besar untuk menjadi tornado yang menaikkan kehidupan sesama.
Hormati dirimu maka tak mungkin kata-kata buruk keluar, tak mungkin arah pandanganmu pada yang tidak baik, tidak mungkin kau buka telingamu bagi yang tidak berkah. Hormati dirimu.
Pasti menggagahkan diri, pasti menggunakan pakaian yang baik, pasti melakukan sesuatu yang baik.
Segmen IV :
Masalah-masalah Anda itu bukan Anda. Masalah itu jangan dijadikan Anda. Itu sebabnya banyak orang marah dalam kehidupan ini karena sedang kurang uang, lalu dijadikan identitasnya. Orang yang menolak nasihat biasanya hidupnya tidak baik karena dia menggunakan keburukan hidupnya sebagai identitasnya, makanya marah.
Mulai hari ini pisahkan. Masalah kita itu bukan kita. Kita jauh lebih besar lebih kuat daripada masalah-masalah kita. Tetapi kita tidak mampu lagi menyelesaikan karena kita menyerap masalah sebagai identitas pribadi kita.
Mulai hari ini keluarkan masalah Anda. Sikapilah dengan ramah lalu katakan, "Tuhan tidak akan memberikan masalah ini kepadaku kalau aku sedang tidak ditugaskan untuk memperbaiki diri", karena apapun yang terjadi dalam kehidupan adalah perintah untuk memperbaiki diri.
Masalah ini hadir dan aku dijamin lebih kuat darinya, maka aku gunakan diriku menjadikan dia sebagai cara melihat kehidupan dengan lebih positif. Banyak orang masalahnya lebih besar daripada aku, mengapa aku mengeluh?
Hanya karena aku menyelesaikan masalahku ini, aku siap untuk masalah yang lebih besar.
Kita itu sebetulnya tumbuh dalam pendapat baik orang lain. Kalau pendapat orang lain itu baik dan tumbuh, pendapatan kita tumbuh, pangkat kita naik, posisi kita lebih tinggi.
Banyak orang tidak khawatir mengenai pendapat baik orang lain. Dia tidak peduli mengenai pendapat baik orang lain padahal hidupnya ditentukan oleh bagaimana baiknya orang berpendapat tentangnya. Tapi kita merusak kedamaian dan upaya dengan mendengarkan pendapat buruk orang lain. Pendapat baik kita tidak peduli, pendapat buruk dijadikan perusak tidur.
Orang yang sudah tahu dia harus berhasil, menjadi orang hebat itu, syaratnya, dia mempengaruhi pendapat banyak orang, dia akan memastikan setiap orang yang ditemuinya, berpendapat baik.
Orang-orang yang peduli tentang pendapat orang baik, menjadikan dirinya baik.
Setiap orang sedang menunggu ditemukan. Kalau Anda ditemukan presiden, Anda bisa menjadi panglima. Tapi kalau Anda ditemukan rakyat, Anda menjadi presiden. Itu artinya banyak-banyakan orang yang kita gembirakan.
Mulai dari sekarang, abaikan pendapat buruk. Anda tumbuh dalam pendapat baik orang lain. "Maaf aku belum sempat menangani kecemburuanmu, hatimu yang tidak ramah kepadaku, biarkan aku membahagiakan orang yang baik kepadaku."
Segmen V :
Kesabaran untuk mencoba lagi dengan lebih baik dan kedekatan kepada Tuhan supaya kita mengerti.
Untuk tahu 100% hasil, itu tidak mungkin. Tetapi untuk tahu 100% Anda akan bertindak, itu bisa. Kita terlalu merisaukan urusan Tuhan yang memastikan atau tidak. Yang harus kita pastikan adalah tindakan.
Bagi tugas dengan Tuhan. Tugas kita adalah memastikan tindakan, tugas Tuhan adalah menghadiahi kita dengan kepantasan.
Orang yang kemanfaatannya besar bagi orang banyak, hasilnya tidak masuk akal besarnya karena yang dilakukannya berdampak bagi banyak orang.
Disamping kita melakukan sesuatu, pastikan untuk siapa dan berapa baiknya Anda melakukannya.
Mulai dari sekarang, apakah yang aku lakukan membahagiakan sesamaku?
Dalam pilihan untuk menjadi pribadi yang besar, putuskan untuk menginginkan yang besar, lalu memantaskan diri untuk keberuntungan yang besar.
Berupayalah dengan lebih baik dan menjaga kedekatan dengan Tuhan, supaya kita mengerti.
Segmen VI :
Pernyataan tidak mungkin itu bukan berarti untuk Anda berhasil mencapai yang tidak mungkin. Pernyataan inginkanlah yang tidak mungkin, itu supaya Anda berhasil di bawah yang tidak mungkin.
Tetapkan sesuatu yang tinggi karena yang tidak mungkin itu menjadikan doa kita kepada Tuhan lebih serius. Karena yang tidak mungkin hanya bisa dimungkinkan oleh Yang Maha Memungkinkan, yaitu Tuhan.
Jadi, inginkan yang besar, rencanakan yang logis, lakukan yang sekarang Anda bisa lakukan, itu nasihatnya.
Ironinya dari orang yang takut target tinggi, menargetkan yang kecil, tidak melakukan yang bisa dilakukannya, lalu mengeluhkan nasib.
Jiwa kecintaan Tuhan : tahu yang diupayakannya kecil kemungkinannya berhasil, tetapi tidak menghalanginya bertindak.
Tidak berarti yang tidak mungkin itu boleh membatalkan kebaikan yang bisa kita lakukan.
Inginkan yang besar, rencanakan yang logis, lakukan apapun yang bisa Anda lakukan sekarang.
Segmen VII :
Tidak ada orang bisa disebut berhasil kalau keluarganya tidak bahagia karena karier pertama dan utama adalah keluarga. Tidak ada bangsa bisa dibangun mencapai kesejahteraan, kedamaian, dan kemakmuran kalau keluarganya berantakan.
Lembaga yang namanya keluarga itu adalah lembaga pengembangan sumber daya manusia pertama. Kalau keluarga berantakan maka tidak bisa kita harapkan tawuran di jalanan selesai. Bukankah itu tanda apa yang kita lakukan dalam kemarahan merusak kehidupan kita sendiri.
Tujuan pertama dalam pulang ke rumah adalah untuk damai. Itu sebabnya pesannya jangan bawa apapun yang tidak membahagiakan pulang ke rumah.
Kita tidak pernah tahu batas kalau kita tidak pernah kelewatan.
Kalau kita mau kehidupan kita maksimal, kita melakukan sesuatu yang kelewatan, seperti menginginkan yang tidak mungkin. Banyak dari kita yang tidak disadarinya menginginkan yang tidak mungkin tapi marah kalau dianjurkan menginginkan yang besar.
Yang tidak mungkin itu bukan besar, yang tidak mungkin itu jauh dari yang mungkin kita capai karena perilaku kita belum sesuai. Itu maksud dari tidak mungkin.
Jangan marah kalau dianjurkan untuk mencita-citakan yang tinggi, karena yang kita lakukan itu penentu dari yang mungkin.
Serusak-rusaknya masa lalu, masa depan bisa diperbaiki.
Bahagiakan suara kecil di hati Anda itu, yang mengatakan Anda orang baik, aku tak pantas diperlakukan seperti ini. Aku orang baik, tak harus menjelaskan bahwa aku orang baik. Pelihara suara kecil itu. Itu kekuatan Anda yang namanya suara harapan.
Suara harapan ini sering tersiksa oleh pendapat kita yang tidak mungkin karena kita tidak melakukan yang bisa kita lakukan, yang tidak melihat perilaku Tuhan yang penuh kasih sayang, yang menggagalkan kita pada satu hal supaya kita mendekati hal yang lebih baik, yang kita siksa dengan pengertian yang salah.
Dan suara harapan yang kecil itu, yuk kita pelihara, dengan menjadi pribadi yang tidak sehari sekali yang Anda katakan pada diri Anda sendiri, saya orang yang baik. Lalu, mulailah melakukan hal-hal kecil yang bisa dilakukan oleh orang baik.
Tersenyum, menggembirakan orang dengan cara orang baik. Berdoa, mengupayakan segala sesuatu dengan sikap orang baik lalu menghadapi sebesar-besarnya kesulitan dengan kepercayaan yang menyelesaikan masalah yang besar ini bukan aku tapi Tuhanku.
Saya plus Tuhan sama dengan cukup. Maka, apabila yang kita bicarakan itu tinggi dan besar, dan sepertinya tidak mungkin tetapi melibatkan nama Tuhan, jangan pernah katakan tidak mungkin.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
28 Juni 2012
Move On, MTGW, Minggu, 3 Juni 2012
Segmen I :
Ada dorongan kuat sekali agar Anda menjadi berhasil. Lebih besar sebetulnya kekuatan Anda untuk berhasil daripada gagal. Mengapa melambankan kehidupan di dalam kesedihan?
Pendapat paling penting dalam kehidupan ini adalah pendapat kita sendiri. Pendapat orang lain itu tidak masalah.
Yang Anda katakan kepada diri sendiri itu menjadi hal yang paling Anda percaya karena telinga ini sangat percaya kepada mulut yang paling dekat. Mulut kita sendiri.
Jangan pernah bicara merendahkan diri sendiri. Ajari orang untuk menghormati diri sendiri dengan bicara hanya baik tentang diri sendiri.
Percayalah pada hukum bahwa kalau aku baik, kehidupanku baik, termasuk pasangan yang baik bagiku.
Tuhan itu mempertemukan kita dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat.
Impian Anda itu tidak bisa mati, mengapa Anda melambankan kehidupan di dalam kesedihan.
Segmen II :
Banyak orang tidak mau keluar dari derita karena itu derita cinta karena dia tadi menikmati keindahan dari rasa cinta.
Apa yang kita lihat di pikiran kita, itu menentukan sensitivitas kita pada yang kita lihat.
Pendapat Anda tentang diri Anda itu menentukan gambar yang Anda lihat.
Keinginan, visi, impian, semuanya dijaga agar tetap hidup supaya upaya Anda betul-betul kuat menuju kepada yang Anda inginkan.
Banyak orang membuat keputusan salah dalam kesedihan. Jadi waktu Anda sedih jangan buat keputusan. Waktu Anda marah jangan buat keputusan. Jauhilah beberapa langkah.
Kenapa saya jadikan hidup saya rusak hanya karena orang lain yang jelek. Saya tidak gunakan standar orang lain yang rendah untuk melukai kehidupan saya.
Segmen III :
Move on itu bukan hanya asal ganti, move on itu naik, bukan pada level yang sama.
Kalau kita memperbaiki diri, Tuhan pasti memperbaiki dia, apakah dia orang yang sama atau orang yang diganti, itu biarlah keputusan Tuhan. Itu indah sekali, orang yang melihat segala sesuatu sebagai perintah untuk memperbaiki diri. Itu orang yang ikhlas sekali.
Segala sesuatu adalah perintah pada kita untuk memperbaiki diri termasuk pengkhianatan, termasuk kegagalan dalam bisnis, dalam karier atau apapun.
Segmen IV :
Tidak ada yang lebih sulit selain membangun pernikahan yang harmonis karena yang harus dikalahkan adalah gengsi, kesombongan, keinginan untuk menang di atas orang lain.
Kesediaan untuk mengalah bagi kebahagiaan pasangan kita itu tidak untuk sembarang orang. Tetapi itulah cara mencintai, adalah menjadikan kebahagiaan dia yang kita cintai sebagai tujuan keberadaan kita.
Kebahagiaan adalah masalah pilihan, keputusan untuk orang kuat seperti kita.
Indah sekali rasanya menjadi orang yang mengalah untuk kebahagiaan orang yang kita cintai.
Anak-anak yang menyepelekan doa orang tuanya karena jauh dari orang tuanya. Orang tuanya lebih sibuk membangun hal-hal lain daripada anak-anaknya.
Anak-anak harus dari awal diberitahu mereka kecintaan.
Kasih sayang itu dididikkan. Kasih sayang itu tidak otomatis karena anak kita tetapi dididikkan.
Kekasih yang memiliki keterikatan batin dengan masa lalunya, itu bom waktu. Jangan main-main dengan kehidupan yang berisiko.
Jika kau mau hidup denganku, bersihkan keterikatanmu dengan masa lalumu atau aku takkan menjadi bagian dari masa depanmu.
Segmen V :
Tidak ada orang selesai bekerja keras. Tidak ada orang berada di puncak kerja keras.
Moving on yang anggun, tidak melukai orang yang melukaimu karena insting pertama kali adalah melukai orang yang melukai kita lalu kita sama jeleknya dengan orang yang kita benci. Hati-hati dengan kebencian karena Anda menjadi sebaik orang yang Anda benci.
Memaafkan adalah balas dendam yang mematikan dendam.
Tidak ada lagi panas di hatiku, aku ingin meneruskan kehidupanku dengan baik. Engkau adalah contoh orang yang digunakan oleh Tuhan untuk mendewasakanku. Biar aku menjadi pribadi yang menarik bagi orang-orang yang lebih baik.
Tuhan tidak akan memasukkan kita ke dalam satu masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Ada orang yang masalah tidak selesai-selesai karena tidak menyelesaikan masalah waktu masalah itu masih mudah. Kita membiarkan masalah itu tumbuh lebih besar dari kemampuan kita, sampai untuk selamat kita membutuhkan pertolongan banyak orang.
Tetapi ada jaminan kalau kita bisa menyelesaikannya melalui silaturahmi, pergaulan yang baik, pertolongan dari orang yang baik.
Masalah tidak akan pernah selesai.
Kegagalan itu bukan musuh mental Anda, tetapi partner pertumbuhan Anda.
Jangan benci masalah. Masalah itu prioritas, itu yang harus diselesaikan. Jangan lakukan hal lain kalau ada masalah. Kalau tidak, masalah itu akan merampas semua kemampuan Anda nanti waktu dia menjadi terlalu besar.
Segmen VI :
Moving on termasuk dalam karier.
Tegaslah mengganti sikap dan cara yang menjadikanmu tidak dihargai. Atau pindahkanlah dirimu ke tempat yang lebih menghargaimu.
Sejarah dunia ini diubah oleh orang-orang yang keras kepala pada hal-hal yang baik.
Jangan merendahkan diri dengan gaji yang rendah karena itu sama dengan memberitahu bahwa dia salah menghargai kita rendah padahal dia akan menjawab, pantasmu segitu.
Cara keluar yang paling baik adalah menjadi karyawan yang paling dibutuhkan.
Tumbuhlah menjadi pribadi yang sedikit sekali perusahaan yang mampu membayar Anda.
Jadilah orang yang hebat sekali di tempat yang tidak Anda sukai. Kalau Anda menunggu hebat di tempat yang Anda sukai, siapapun bisa. Tetapi kita berbeda, kita yang terpilih.
Jadi orang paling hebat di tempat orang tidak menghargai kita, setelah itu orang lain akan tahu kita hebat sekali, bahkan di tempat yang menghina kita, kita hebat, bayangkan keinginan orang untuk mempekerjakan Anda.
Jangan berlaku seperti Anda tidak penting bagi Tuhan. Hargai diri Anda. Just move on.
Perasaan menyesali kesalahan itu tanda bahwa kita menjadi orang yang lebih baik daripada dulu yang mampu melakukan kesalahan. Itu bukan pemberitahuan bahwa Anda orang jelek, itu pemberitahuan Anda lebih baik.
Segmen VII :
Bersyukurlah kalau dikhianati sekarang karena pengkhianatanmu adalah penyelamatanku.
Orang yang dikhianati itu sedang diselamatkan oleh Tuhan. Sebagian orang memang diusir dari pergaulan dengan kita karena dia hanya akan membawa keburukan.
Kita digagalkan karena Tuhan sangat sayang kepada kita. Kita itu tidak mengerti itu tidak baik karena kita pikir itu baik.
Bersyukurlah dikhianati sekarang. Memang luka lalu katakan, tidak apa kau khianati aku sekarang, tapi kepedihan yang kutelan sekarang akan menganggunkanku menyaksikanmu menyesal nanti.
Tidak ada kesalahan atau kegagalan yang bisa melambankan kehidupan kita kalau kita ikhlas memperbaiki diri.
Apakah Tuhan Maha Penyayang? Jadi apakah ada yang dilakukan-Nya yang menjahati kita?
Apakah Tuhan Maha Mengetahui? Jadi Tuhan tahu keburukan akan terjadi pada kita? Kalau diizinkan terjadi, apakah itu karena kekejaman atau kasih sayang?
Apakah ada niat Tuhan selain untuk kebaikan kita? Semua yang terjadi untuk kebaikan kita.
Apakah sebetulnya pengkhianatan itu baik? Baik. Sulit dimengerti tetapi itu baik. Kalau tidak sulit, hadiah yang kita dapatkan tidak mungkin baik.
Kalau sesuatu yang kita lakukan mudah, hasilnya tidak mungkin besar.
Kehidupan itu memang sulit. Jangan mempersulit dengan mengeluh dan menyalahkan orang lain. Ambil tanggung jawab pribadi.
Kesuksesanku adalah tanggung jawab pribadiku. Ini hidupku, ini keputusanku.
Akulah penentu keberhasilan diriku sendiri, semuanya berhenti di sini. Ini tanggung jawabku.
Saya putuskan kalau salah saya telan, saya teruskan, saya lakukan lagi, saya ikhlas memulai lagi, bukan memulai, memulai lagi, bukan jatuhku yang penting, tapi bangkitku setiap kali aku jatuh. Move on.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Ada dorongan kuat sekali agar Anda menjadi berhasil. Lebih besar sebetulnya kekuatan Anda untuk berhasil daripada gagal. Mengapa melambankan kehidupan di dalam kesedihan?
Pendapat paling penting dalam kehidupan ini adalah pendapat kita sendiri. Pendapat orang lain itu tidak masalah.
Yang Anda katakan kepada diri sendiri itu menjadi hal yang paling Anda percaya karena telinga ini sangat percaya kepada mulut yang paling dekat. Mulut kita sendiri.
Jangan pernah bicara merendahkan diri sendiri. Ajari orang untuk menghormati diri sendiri dengan bicara hanya baik tentang diri sendiri.
Percayalah pada hukum bahwa kalau aku baik, kehidupanku baik, termasuk pasangan yang baik bagiku.
Tuhan itu mempertemukan kita dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat.
Impian Anda itu tidak bisa mati, mengapa Anda melambankan kehidupan di dalam kesedihan.
Segmen II :
Banyak orang tidak mau keluar dari derita karena itu derita cinta karena dia tadi menikmati keindahan dari rasa cinta.
Apa yang kita lihat di pikiran kita, itu menentukan sensitivitas kita pada yang kita lihat.
Pendapat Anda tentang diri Anda itu menentukan gambar yang Anda lihat.
Keinginan, visi, impian, semuanya dijaga agar tetap hidup supaya upaya Anda betul-betul kuat menuju kepada yang Anda inginkan.
Banyak orang membuat keputusan salah dalam kesedihan. Jadi waktu Anda sedih jangan buat keputusan. Waktu Anda marah jangan buat keputusan. Jauhilah beberapa langkah.
Kenapa saya jadikan hidup saya rusak hanya karena orang lain yang jelek. Saya tidak gunakan standar orang lain yang rendah untuk melukai kehidupan saya.
Segmen III :
Move on itu bukan hanya asal ganti, move on itu naik, bukan pada level yang sama.
Kalau kita memperbaiki diri, Tuhan pasti memperbaiki dia, apakah dia orang yang sama atau orang yang diganti, itu biarlah keputusan Tuhan. Itu indah sekali, orang yang melihat segala sesuatu sebagai perintah untuk memperbaiki diri. Itu orang yang ikhlas sekali.
Segala sesuatu adalah perintah pada kita untuk memperbaiki diri termasuk pengkhianatan, termasuk kegagalan dalam bisnis, dalam karier atau apapun.
Segmen IV :
Tidak ada yang lebih sulit selain membangun pernikahan yang harmonis karena yang harus dikalahkan adalah gengsi, kesombongan, keinginan untuk menang di atas orang lain.
Kesediaan untuk mengalah bagi kebahagiaan pasangan kita itu tidak untuk sembarang orang. Tetapi itulah cara mencintai, adalah menjadikan kebahagiaan dia yang kita cintai sebagai tujuan keberadaan kita.
Kebahagiaan adalah masalah pilihan, keputusan untuk orang kuat seperti kita.
Indah sekali rasanya menjadi orang yang mengalah untuk kebahagiaan orang yang kita cintai.
Anak-anak yang menyepelekan doa orang tuanya karena jauh dari orang tuanya. Orang tuanya lebih sibuk membangun hal-hal lain daripada anak-anaknya.
Anak-anak harus dari awal diberitahu mereka kecintaan.
Kasih sayang itu dididikkan. Kasih sayang itu tidak otomatis karena anak kita tetapi dididikkan.
Kekasih yang memiliki keterikatan batin dengan masa lalunya, itu bom waktu. Jangan main-main dengan kehidupan yang berisiko.
Jika kau mau hidup denganku, bersihkan keterikatanmu dengan masa lalumu atau aku takkan menjadi bagian dari masa depanmu.
Segmen V :
Tidak ada orang selesai bekerja keras. Tidak ada orang berada di puncak kerja keras.
Moving on yang anggun, tidak melukai orang yang melukaimu karena insting pertama kali adalah melukai orang yang melukai kita lalu kita sama jeleknya dengan orang yang kita benci. Hati-hati dengan kebencian karena Anda menjadi sebaik orang yang Anda benci.
Memaafkan adalah balas dendam yang mematikan dendam.
Tidak ada lagi panas di hatiku, aku ingin meneruskan kehidupanku dengan baik. Engkau adalah contoh orang yang digunakan oleh Tuhan untuk mendewasakanku. Biar aku menjadi pribadi yang menarik bagi orang-orang yang lebih baik.
Tuhan tidak akan memasukkan kita ke dalam satu masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Ada orang yang masalah tidak selesai-selesai karena tidak menyelesaikan masalah waktu masalah itu masih mudah. Kita membiarkan masalah itu tumbuh lebih besar dari kemampuan kita, sampai untuk selamat kita membutuhkan pertolongan banyak orang.
Tetapi ada jaminan kalau kita bisa menyelesaikannya melalui silaturahmi, pergaulan yang baik, pertolongan dari orang yang baik.
Masalah tidak akan pernah selesai.
Kegagalan itu bukan musuh mental Anda, tetapi partner pertumbuhan Anda.
Jangan benci masalah. Masalah itu prioritas, itu yang harus diselesaikan. Jangan lakukan hal lain kalau ada masalah. Kalau tidak, masalah itu akan merampas semua kemampuan Anda nanti waktu dia menjadi terlalu besar.
Segmen VI :
Moving on termasuk dalam karier.
Tegaslah mengganti sikap dan cara yang menjadikanmu tidak dihargai. Atau pindahkanlah dirimu ke tempat yang lebih menghargaimu.
Sejarah dunia ini diubah oleh orang-orang yang keras kepala pada hal-hal yang baik.
Jangan merendahkan diri dengan gaji yang rendah karena itu sama dengan memberitahu bahwa dia salah menghargai kita rendah padahal dia akan menjawab, pantasmu segitu.
Cara keluar yang paling baik adalah menjadi karyawan yang paling dibutuhkan.
Tumbuhlah menjadi pribadi yang sedikit sekali perusahaan yang mampu membayar Anda.
Jadilah orang yang hebat sekali di tempat yang tidak Anda sukai. Kalau Anda menunggu hebat di tempat yang Anda sukai, siapapun bisa. Tetapi kita berbeda, kita yang terpilih.
Jadi orang paling hebat di tempat orang tidak menghargai kita, setelah itu orang lain akan tahu kita hebat sekali, bahkan di tempat yang menghina kita, kita hebat, bayangkan keinginan orang untuk mempekerjakan Anda.
Jangan berlaku seperti Anda tidak penting bagi Tuhan. Hargai diri Anda. Just move on.
Perasaan menyesali kesalahan itu tanda bahwa kita menjadi orang yang lebih baik daripada dulu yang mampu melakukan kesalahan. Itu bukan pemberitahuan bahwa Anda orang jelek, itu pemberitahuan Anda lebih baik.
Segmen VII :
Bersyukurlah kalau dikhianati sekarang karena pengkhianatanmu adalah penyelamatanku.
Orang yang dikhianati itu sedang diselamatkan oleh Tuhan. Sebagian orang memang diusir dari pergaulan dengan kita karena dia hanya akan membawa keburukan.
Kita digagalkan karena Tuhan sangat sayang kepada kita. Kita itu tidak mengerti itu tidak baik karena kita pikir itu baik.
Bersyukurlah dikhianati sekarang. Memang luka lalu katakan, tidak apa kau khianati aku sekarang, tapi kepedihan yang kutelan sekarang akan menganggunkanku menyaksikanmu menyesal nanti.
Tidak ada kesalahan atau kegagalan yang bisa melambankan kehidupan kita kalau kita ikhlas memperbaiki diri.
Apakah Tuhan Maha Penyayang? Jadi apakah ada yang dilakukan-Nya yang menjahati kita?
Apakah Tuhan Maha Mengetahui? Jadi Tuhan tahu keburukan akan terjadi pada kita? Kalau diizinkan terjadi, apakah itu karena kekejaman atau kasih sayang?
Apakah ada niat Tuhan selain untuk kebaikan kita? Semua yang terjadi untuk kebaikan kita.
Apakah sebetulnya pengkhianatan itu baik? Baik. Sulit dimengerti tetapi itu baik. Kalau tidak sulit, hadiah yang kita dapatkan tidak mungkin baik.
Kalau sesuatu yang kita lakukan mudah, hasilnya tidak mungkin besar.
Kehidupan itu memang sulit. Jangan mempersulit dengan mengeluh dan menyalahkan orang lain. Ambil tanggung jawab pribadi.
Kesuksesanku adalah tanggung jawab pribadiku. Ini hidupku, ini keputusanku.
Akulah penentu keberhasilan diriku sendiri, semuanya berhenti di sini. Ini tanggung jawabku.
Saya putuskan kalau salah saya telan, saya teruskan, saya lakukan lagi, saya ikhlas memulai lagi, bukan memulai, memulai lagi, bukan jatuhku yang penting, tapi bangkitku setiap kali aku jatuh. Move on.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
27 Juni 2012
From Batam with Love, Janganlah Berhenti Berharap, MTGW, Minggu, 27 Mei 2012
Segmen I :
Banyak dari kita mensyaratkan kebahagiaan pada yang kita miliki sehingga sebelum kita memilikinya, kita tidak bahagia.
Kesederhanaan dalam berharap untuk berfokus kepada yang bisa kita lakukan, untuk menjadi pemantas bagi pemberian yang kita harapkan dari Tuhan, supaya kita tetap tabah, tetap bertahan di dalam keberanian yang sabar, di dalam kebahagiaan yang penuh kesyukuran, karena kita diberikan izin untuk memulai kehidupan yang lebih baik hari ini, yang tidak lagi terbebani penyesalan-penyesalan masa lalu, karena hari ini adalah awal dari sisa masa depan kita.
Marilah kita tidak lagi mengeluhkan kurangnya bantuan orang lain, tidak lagi mengeluhkan kesulitan yang ada tetapi menjadikan kita pribadi yang tetap berharap karena kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah lebih baik daripada yang telah kita lakukan di masa lalu.
Yang kita lakukan tidak boleh tidak ada gambar besar di masa depan.
Kalau orang ingin tumbuh besar, harus menghindari yang bisa dilakukan orang lain. Jangan lakukan yang bisa dilakukan orang lain.
Orang-orang yang ingin tidak letih pada berharap harus sibuk dalam melakukan sesuatu yang menjadikan impiannya nyata. Cara terbaik untuk sampai pada impian adalah sibuk selama menunggu. Kita semua menunggu menjadi pribadi yang mapan, yang mandiri, yang kuat, yang lebih besar kemampuannya daripada kewajiban-kewajiban kehidupan.
Orang yang bersungguh-sungguh menjadikan harapannya sebuah kenyataan yang produktif, bisa menjadikan seseorang bahkan lebih mampu daripada apabila dia mengharapkan pendapatan dari yang dibayarkan oleh orang lain.
Itu sebabnya kita tidak punya hak untuk letih dalam berharap karena masih banyak yang bisa kita lakukan dalam hidup ini.
Segmen II :
Tidak ada orang yang bisa mengeluh kalau melihat dirinya sebagai modal.
Kalau mau rezekinya baik, yang ramah.
Tandanya orang disayangi Tuhan, disayangi orang lain. Tandanya disukai Tuhan, disukai orang. Tandanya kita mudah dapat rezeki, gampang dibantu orang.
Kalau tahu modalnya diri, tindakan bisnis yang pertama kali adalah "minta".
Orang beli bukan karena butuh karena ingin.
Kalau orang dagang ingin rezekinya baik, harus pintar buat orang lain ingin.
Orang itu ingin barang dagangannya kalau suka orangnya.
Tugas kita itu untuk hidup bahagia.
Segmen III :
Orang kalau ingin memperbaiki rezeki, kuncinya satu, perbaiki diri.
Berdoa yang paling manjur bukan untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain karena berdoa untuk orang lain itu sangat ikhlas.
Percaya saja bahwa tidak ada cara mencapai kebaikan kecuali jalan kebaikan.
Cara menunggu yang paling baik itu sibuk. Jangan putus dari berharap. Kalau ada orang putus harapan itu karena berhenti berharap.
Hati yang kosong dari harapan, masuk kesedihan. Hati yang penuh harapan tidak sempat sedih.
Orang lain mudah beli pada orang yang terbuka.
Yang membatalkan rezeki : sombong ke istri.
Tuhan tidak sampai hati membuat orang yang hatinya baik, lama-lama susah.
Cara terbaik untuk memulai adalah memulai, jangan menunggu!
Segmen IV :
Orang itu kalau mau beli harus beli rasa yakin kita karena yang pertama kali dibeli itu orangnya.
Dibeli itu, dalam istilah biasa, disukai. Orang yang disukai gampang dibeli.
Kedekatan kita dengan pelanggan itu penting. Orang mempunyai kecenderungan membeli dari teman.
Harus ada rasa percaya diri kalau yang kita jual itu, bukan lebih baik, bukan jelek, tapi sesuai. Tidak ada istilah mahal atau murah, sesuai.
Kalau orang ingin menjual sesuatu harus memperlihatkan keinginan untuk dibeli. Banyak orang berdagang mengeluhkan tidak laku seharian tetapi tidak berperilaku yang menunjukkan ia ingin dibeli.
Orang-orang yang ingin dibeli membangun pertemanan yang baik dengan orang yang lalu lalang di depan tokonya tanpa harus menjadi kenal atau menjadi sahabat lama.
Kalau kita berdagang yang kesehariannya bertemu banyak orang, pastikan kita menguasai seni bersahabat dengan cepat. Orang mempunyai kecenderungan membeli dari orang yang dikenalnya, dari orang yang ramah, dari orang yang dipercayainya.
Jadi apabila kita sudah meminta rezeki yang besar kepada Tuhan, kita harus menunjukkan kepantasan untuk menerima besar, dengan cara menjadi pribadi yang disukai oleh orang lain.
Segmen V :
Siapapun yang ingin berbisnis apapun, jangan pikirkan uangnya karena pasti dapat. Pikirkan apa yang kita lakukan supaya bermanfaat bagi sesama. Tujuan kita adalah memperbesar manfaat.
Berbisnis amanah adalah bukan memikirkan uangnya tetapi memikirkan berapa banyak orang bisa baik, untung, sehat.
Tujuan dari kita bekerja adalah tumbuh menjadi orang yang gajinya terlalu besar untuk perusahaan itu sampai harus pindah ke perusahaan yang lebih besar.
Sebagian dari kita bekerja hanya untuk menua.
Alasan kenapa orang tidak mau cita-citanya besar, tidak sabar.
Raut wajah orang yang keinginannya besar itu berbeda.
Berbisnis yang amanah itu memikirkan bagaimana orang bisa baik dan beruntung.
Segmen VI :
Berdoa yang sesuai dengan kemampuan itu salah. Kalau berdoa sesuai dengan kemampuan itu bukan Tuhan yang kasih, teman.
Yang menjadikan anak kita pemenang jika dari kecil sudah diajarkan tidak mau kalah. Nomor satu datang di sekolah, nomor satu mandi. Jadi anak harus dilatih tidak mau kalah, kompetitif.
Jadikan anak kita mencintai kejujuran. Orang jujur itu rezekinya baik. Orang jujur itu masalahnya sudah selesai bahkan sebelum masalahnya datang.
Latihlah anak kita menjadi anak yang bangga, jujur, dan bekerja keras.
Mulai dari sekarang jangan khawatir rezeki kita kurang, rezeki kita langsung dari Tuhan. Baik saja sama orang.
Banyak orang hidupnya tidak punya proyek, hanya mengeluh dari hari ke hari.
Setiap orang berhak meminta apapun yang dimintanya dari Tuhan, dan tidak boleh membatasi ukuran dari permintaannya, karena Tuhan-lah yang mampu memenuhi permintaan yang sepertinya tidak masuk akal bagi orang lain.
Tugas kita adalah melakukan yang mungkin kita lakukan, dalam kesyukuran yang indah, supaya kita mencapai yang tadinya kita rasakan tidak mungkin.
Tugas kita bukan untuk mengeluhkan besarnya beban, tugas kita adalah untuk ikhlas melakukan yang sekarang bisa kita lakukan, yang berada dalam kemampuan kita.
Setelah itu, hiduplah dengan fokus kepada menjadikan diri semanfaat mungkin, bukan uang yang dicari karena uang pasti dapat karena pelayanan kita terhadap sesama, maka marilah kita menemukan cara-cara menggembirakan, membaikkan kehidupan sesama, supaya kita dirawat dalam sebaik-baiknya kesejahteraan.
Kesempurnaan adalah kesederhanaan yang disyukuri.
Segmen VII :
Sesuatu yang dilakukan secara setengah-setengah, itu harus dilakukan dua kali.
Waktu itu menuntut kita untuk tegas sekali berfokus karena banyak orang menginginkan banyak hal, membagi waktunya untuk banyak hal.
Menginginkan banyak hal itu bagus tetapi berhasil di satu keinginan itu yang memungkinkan kita mendapatkan semua keinginan.
Orang tidak harus berhasil pada semua hal. Cari satu yang paling kita cintai, yang membuat kita bangun pagi-pagi, bekerja paling lama, lupa makan, lupa istirahat, pikirannya hanya itu, belajar hanya itu, fokus hanya itu. Itu lebih mudah berhasil.
Sesuatu yang diperlakukan tidak penting, tidak mungkin menjadikan kita penting.
Kehidupan ini hanya seindah kesungguhan kita untuk mengindahkannya. Kehidupan ini memang tidak mudah, sebetulnya sulit, tetapi hanya terasa lebih mudah jika kita menjadi pribadi yang lebih kuat.
Kesungguhan untuk menggunakan yang sederhana, yang sudah ada pada kita, jauh lebih penting daripada modal apapun, karena tidak ada modal yang cukup bagi orang-orang yang tidak mensyukuri kesederhanaan yang ada padanya karena sebetulnya kesempurnaan adalah kesederhanaan yang disyukuri.
Apabila kita ikhlas menggunakan apapun yang ada dalam diri kita, menggunakan hubungan baik dengan orang lain yang menjadikan kita pribadi yang disukai, hingga orang berhubungan dan membeli dari kita, menjadikan kita sahabat, pengisi kekurangan di dalam hidup mereka, kita akan dikuatkan dalam kehidupan yang lebih damai, lebih sejahtera yang sesuai dengan harapan kita.
Memang tidak semuanya akan menjadi seperti yang kita harapkan, tetapi apabila kita ikhlas, tidak letih berharap, bekerja dalam kejujuran dan pengabdian kepada Tuhan, bagi kebahagiaan sesama, tahu-tahu kita bisa sampai pada keadaan yang bahkan lebih indah daripada yang kita harapkan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Banyak dari kita mensyaratkan kebahagiaan pada yang kita miliki sehingga sebelum kita memilikinya, kita tidak bahagia.
Kesederhanaan dalam berharap untuk berfokus kepada yang bisa kita lakukan, untuk menjadi pemantas bagi pemberian yang kita harapkan dari Tuhan, supaya kita tetap tabah, tetap bertahan di dalam keberanian yang sabar, di dalam kebahagiaan yang penuh kesyukuran, karena kita diberikan izin untuk memulai kehidupan yang lebih baik hari ini, yang tidak lagi terbebani penyesalan-penyesalan masa lalu, karena hari ini adalah awal dari sisa masa depan kita.
Marilah kita tidak lagi mengeluhkan kurangnya bantuan orang lain, tidak lagi mengeluhkan kesulitan yang ada tetapi menjadikan kita pribadi yang tetap berharap karena kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah lebih baik daripada yang telah kita lakukan di masa lalu.
Yang kita lakukan tidak boleh tidak ada gambar besar di masa depan.
Kalau orang ingin tumbuh besar, harus menghindari yang bisa dilakukan orang lain. Jangan lakukan yang bisa dilakukan orang lain.
Orang-orang yang ingin tidak letih pada berharap harus sibuk dalam melakukan sesuatu yang menjadikan impiannya nyata. Cara terbaik untuk sampai pada impian adalah sibuk selama menunggu. Kita semua menunggu menjadi pribadi yang mapan, yang mandiri, yang kuat, yang lebih besar kemampuannya daripada kewajiban-kewajiban kehidupan.
Orang yang bersungguh-sungguh menjadikan harapannya sebuah kenyataan yang produktif, bisa menjadikan seseorang bahkan lebih mampu daripada apabila dia mengharapkan pendapatan dari yang dibayarkan oleh orang lain.
Itu sebabnya kita tidak punya hak untuk letih dalam berharap karena masih banyak yang bisa kita lakukan dalam hidup ini.
Segmen II :
Tidak ada orang yang bisa mengeluh kalau melihat dirinya sebagai modal.
Kalau mau rezekinya baik, yang ramah.
Tandanya orang disayangi Tuhan, disayangi orang lain. Tandanya disukai Tuhan, disukai orang. Tandanya kita mudah dapat rezeki, gampang dibantu orang.
Kalau tahu modalnya diri, tindakan bisnis yang pertama kali adalah "minta".
Orang beli bukan karena butuh karena ingin.
Kalau orang dagang ingin rezekinya baik, harus pintar buat orang lain ingin.
Orang itu ingin barang dagangannya kalau suka orangnya.
Tugas kita itu untuk hidup bahagia.
Segmen III :
Orang kalau ingin memperbaiki rezeki, kuncinya satu, perbaiki diri.
Berdoa yang paling manjur bukan untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain karena berdoa untuk orang lain itu sangat ikhlas.
Percaya saja bahwa tidak ada cara mencapai kebaikan kecuali jalan kebaikan.
Cara menunggu yang paling baik itu sibuk. Jangan putus dari berharap. Kalau ada orang putus harapan itu karena berhenti berharap.
Hati yang kosong dari harapan, masuk kesedihan. Hati yang penuh harapan tidak sempat sedih.
Orang lain mudah beli pada orang yang terbuka.
Yang membatalkan rezeki : sombong ke istri.
Tuhan tidak sampai hati membuat orang yang hatinya baik, lama-lama susah.
Cara terbaik untuk memulai adalah memulai, jangan menunggu!
Segmen IV :
Orang itu kalau mau beli harus beli rasa yakin kita karena yang pertama kali dibeli itu orangnya.
Dibeli itu, dalam istilah biasa, disukai. Orang yang disukai gampang dibeli.
Kedekatan kita dengan pelanggan itu penting. Orang mempunyai kecenderungan membeli dari teman.
Harus ada rasa percaya diri kalau yang kita jual itu, bukan lebih baik, bukan jelek, tapi sesuai. Tidak ada istilah mahal atau murah, sesuai.
Kalau orang ingin menjual sesuatu harus memperlihatkan keinginan untuk dibeli. Banyak orang berdagang mengeluhkan tidak laku seharian tetapi tidak berperilaku yang menunjukkan ia ingin dibeli.
Orang-orang yang ingin dibeli membangun pertemanan yang baik dengan orang yang lalu lalang di depan tokonya tanpa harus menjadi kenal atau menjadi sahabat lama.
Kalau kita berdagang yang kesehariannya bertemu banyak orang, pastikan kita menguasai seni bersahabat dengan cepat. Orang mempunyai kecenderungan membeli dari orang yang dikenalnya, dari orang yang ramah, dari orang yang dipercayainya.
Jadi apabila kita sudah meminta rezeki yang besar kepada Tuhan, kita harus menunjukkan kepantasan untuk menerima besar, dengan cara menjadi pribadi yang disukai oleh orang lain.
Segmen V :
Siapapun yang ingin berbisnis apapun, jangan pikirkan uangnya karena pasti dapat. Pikirkan apa yang kita lakukan supaya bermanfaat bagi sesama. Tujuan kita adalah memperbesar manfaat.
Berbisnis amanah adalah bukan memikirkan uangnya tetapi memikirkan berapa banyak orang bisa baik, untung, sehat.
Tujuan dari kita bekerja adalah tumbuh menjadi orang yang gajinya terlalu besar untuk perusahaan itu sampai harus pindah ke perusahaan yang lebih besar.
Sebagian dari kita bekerja hanya untuk menua.
Alasan kenapa orang tidak mau cita-citanya besar, tidak sabar.
Raut wajah orang yang keinginannya besar itu berbeda.
Berbisnis yang amanah itu memikirkan bagaimana orang bisa baik dan beruntung.
Segmen VI :
Berdoa yang sesuai dengan kemampuan itu salah. Kalau berdoa sesuai dengan kemampuan itu bukan Tuhan yang kasih, teman.
Yang menjadikan anak kita pemenang jika dari kecil sudah diajarkan tidak mau kalah. Nomor satu datang di sekolah, nomor satu mandi. Jadi anak harus dilatih tidak mau kalah, kompetitif.
Jadikan anak kita mencintai kejujuran. Orang jujur itu rezekinya baik. Orang jujur itu masalahnya sudah selesai bahkan sebelum masalahnya datang.
Latihlah anak kita menjadi anak yang bangga, jujur, dan bekerja keras.
Mulai dari sekarang jangan khawatir rezeki kita kurang, rezeki kita langsung dari Tuhan. Baik saja sama orang.
Banyak orang hidupnya tidak punya proyek, hanya mengeluh dari hari ke hari.
Setiap orang berhak meminta apapun yang dimintanya dari Tuhan, dan tidak boleh membatasi ukuran dari permintaannya, karena Tuhan-lah yang mampu memenuhi permintaan yang sepertinya tidak masuk akal bagi orang lain.
Tugas kita adalah melakukan yang mungkin kita lakukan, dalam kesyukuran yang indah, supaya kita mencapai yang tadinya kita rasakan tidak mungkin.
Tugas kita bukan untuk mengeluhkan besarnya beban, tugas kita adalah untuk ikhlas melakukan yang sekarang bisa kita lakukan, yang berada dalam kemampuan kita.
Setelah itu, hiduplah dengan fokus kepada menjadikan diri semanfaat mungkin, bukan uang yang dicari karena uang pasti dapat karena pelayanan kita terhadap sesama, maka marilah kita menemukan cara-cara menggembirakan, membaikkan kehidupan sesama, supaya kita dirawat dalam sebaik-baiknya kesejahteraan.
Kesempurnaan adalah kesederhanaan yang disyukuri.
Segmen VII :
Sesuatu yang dilakukan secara setengah-setengah, itu harus dilakukan dua kali.
Waktu itu menuntut kita untuk tegas sekali berfokus karena banyak orang menginginkan banyak hal, membagi waktunya untuk banyak hal.
Menginginkan banyak hal itu bagus tetapi berhasil di satu keinginan itu yang memungkinkan kita mendapatkan semua keinginan.
Orang tidak harus berhasil pada semua hal. Cari satu yang paling kita cintai, yang membuat kita bangun pagi-pagi, bekerja paling lama, lupa makan, lupa istirahat, pikirannya hanya itu, belajar hanya itu, fokus hanya itu. Itu lebih mudah berhasil.
Sesuatu yang diperlakukan tidak penting, tidak mungkin menjadikan kita penting.
Kehidupan ini hanya seindah kesungguhan kita untuk mengindahkannya. Kehidupan ini memang tidak mudah, sebetulnya sulit, tetapi hanya terasa lebih mudah jika kita menjadi pribadi yang lebih kuat.
Kesungguhan untuk menggunakan yang sederhana, yang sudah ada pada kita, jauh lebih penting daripada modal apapun, karena tidak ada modal yang cukup bagi orang-orang yang tidak mensyukuri kesederhanaan yang ada padanya karena sebetulnya kesempurnaan adalah kesederhanaan yang disyukuri.
Apabila kita ikhlas menggunakan apapun yang ada dalam diri kita, menggunakan hubungan baik dengan orang lain yang menjadikan kita pribadi yang disukai, hingga orang berhubungan dan membeli dari kita, menjadikan kita sahabat, pengisi kekurangan di dalam hidup mereka, kita akan dikuatkan dalam kehidupan yang lebih damai, lebih sejahtera yang sesuai dengan harapan kita.
Memang tidak semuanya akan menjadi seperti yang kita harapkan, tetapi apabila kita ikhlas, tidak letih berharap, bekerja dalam kejujuran dan pengabdian kepada Tuhan, bagi kebahagiaan sesama, tahu-tahu kita bisa sampai pada keadaan yang bahkan lebih indah daripada yang kita harapkan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Bad Boy Keren, MTGW, Minggu, 20 Mei 2012
Segmen I :
Kita mau membangun pribadi yang tidak membiasakan keadaan.
Bad boy ini gelisah karena dia tidak menyukai yang mapan, yang tidak ada perubahan. Orang-orang ini sering dikatakan sok tahu karena sudah melihat yang lebih baik.
Orang yang bosan dengan keadaan yang sama, pasti karena sudah melihat sesuatu yang lebih baik di dalam bayangannya.
Orang ini memiliki visionary, dan memiliki bahan baku untuk menjadi pemimpin karena setiap pemimpin visionary.
Seni yang paling hebat dari pemimpin adalah kemampuan melihat sesuatu yang belum jelas bagi orang lain. Tapi sudah dilihatnya dengan jelas dari keyakinannya.
Bad boy ini tipe yang mengabaikan pendapat orang lain. Dia percaya sekali dengan yang dilihatnya dan dia lambat menghormati orang. Sifat itu memang ada pada dirinya supaya dia berguru kepada yang paling hebat. Bukan karena dia sombong dan membuang orang lain.
Bad boy tidak disiksa oleh keraguannya sendiri. Kita tidak bisa menjadi bad boy kalau pertanyaan-pertanyaan asli dari hati kita. Tidak boleh. Kita itu mempertanyakan keyakinan orang tentang yang tidak boleh, tidak bisa, sudah pernah coba, gagal. Itu karena yang mencoba bukan aku.
Orang, sangat takut gagal.
Bad boy tidak takut gagal, karena kalau dia gagal, tidak ada orang yang gagal karena hanya dia yang mencoba.
Seorang bad boy tidak mempermasalahkan pendapat orang lain karena dia katakan, pendapat yang paling penting dalam hidupku adalah pendapat baikku tentang diriku sendiri. Orang yang pemberani seperti ini, akan mengutamakan apapun yang menurutnya penting, baik, bahkan kalau itu harus menegakkan kebenaran bagi satu orang yang berisiko dia tidak disukai banyak orang.
Yang disebut hebat itu juga berkenaan dengan waktu. Banyak sekali yang hebat belum diterima karena waktunya belum sesuai. Kita itu menunggu waktu dimana kita sesuai bagi penilaian hebat. Itu sebabnya bersabarlah bagi pribadi yang berani, yang hebat, yang tegak, yang tidak biasa.
Kalau anak buah gagah, anak buah berani, itu untuk keuntungan atasannya.
Jangan batasi kebaikan yang Anda lakukan karena itu membatasi kebesaran yang bisa Anda capai.
Segmen II :
Semua bad boy adalah pengkhayal aktif. Pengkhayal pasif adalah pelamun.
Bad boy pengkhayal yang khayalannya diupayakannya menjadi kenyataan. Itu sebabnya dia disebut penerobos.
Dia tersiksa sekali waktu jadi anak buah karena atasan-atasannya mau aman, tidak mau berubah, yang penting aku pensiun selamat.
Orang-orang tua tidak cocok bagi bad boy karena orang tua sudah lebih berorientasi pada yang aman. Bad boy sangat berorientasi kepada kesempatan.
Orang-orang yang memelihara keinginannya untuk membangun kesempatan, tidak pernah tua, apapun pangkatnya, apapun usianya.
Sebagian besar kenalakan anak-anak kita bisa dilihat bibitnya dari kita. Ibu harus melihat anak ibu sebagai panglima yang belum jadi.
Bagi seorang bad boy kata mengabaikan itu lebih penting daripada menurut.
Sebetulnya kemampuan untuk berbahagia adalah kemampuan mengabaikan. Berapa banyak di antara Anda yang tidak berbahagia karena mengisi pikiran dan perasaan dengan hal-hal yang tidak perlu?
Kalau kita tegas dan bisa mengabaikan yang tidak perlu, yang ada di pikiran dan hati hanya yang penting-penting.
Bad boy itu praktis hidupnya karena dia mengabaikan banyak hal termasuk orangtuanya, teman-temannya, guru-gurunya. Maka pada masa muda bad boy, dia menderita sekali. Tetapi penderitaannya itu yang membesarkan relung hatinya, yang menjadikan dia mampu menerima penderitaan banyak orang, bukan hanya penderitaannya sendiri.
Yuk, jadi orang yang membuat orang lain membongkar peraturan karena ingin menaruh Anda di tempat yang tinggi, karena Anda penting bagi mereka.
Seorang bad boy itu pengkhayal yang khayalannya diupayakan menjadi kenyataan.
Segmen III :
Yang dicari adalah orang yang pemberani. Bukan dia menghindari yang negatif karena dia takut terpengaruh, tetapi dia mendekatinya itu karena dia memiliki ion-ion positif yang akan mengubah lingkungan yang negatif.
Seorang bad boy tidak takut masuk kemanapun karena aku yang mengubah.
Napoleon mengatakan, bukan lingkungan yang mempengaruhi aku, aku yang mempengaruhi lingkungan.
Di organisasi ada 2 orang penting, manager dan leader.
Tugas utama pemimpin adalah menentukan arah, lalu membangun semangat orang lain dan organisasinya untuk pergi ke sana. Itu saja tugasnya. Ia tidak harus pandai.
Tugas manager, dia harus membangun keteraturan. Tugas keduanya adalah membangun kepatuhan kepada keteraturan itu.
Anak-anak nakal selalu kelebihan energi.
The real bad boy tidak takut kemanapun karena dia yang membuat lingkungannya.
Segmen IV :
Keinginan kita untuk besar itu sering dikontrol oleh pendapat kita mengenai pendapat orang lain.
Orang yang berupaya menjadi pribadi yang hebat, yang merasa kurang diperlakukan. Saya tidak seharusnya di sini. Saya seharusnya lebih tinggi. Saya lebih mampu daripada ini. Orang-orang yang bad boy ini terlihat dari ekspresifnya dia mengeluarkan pendapat. Perhatikan, apakah ada bad boy yang pendiam?
Bad boy, pertama, dia ekspresif. Yang dipikirkan, yang dirasakannya dekat sekali dengan yang dikatakannya.
Kedua, dia suka mengabaikan pendapat orang lain tetapi tidak damai jika seseorang tidak sependapat dengan dia. Itu sebabnya dia juga persuasif. Dia ingin orang setuju dengan dia.
Bad boy itu memang attractive sekali karena dia itu memang tidak lazim, tidak malu menjadi tidak sama dengan orang lain. Dia menemukan keindahan menjadikan dirinya dikomentari karena orang yang dikomentari jelek itu orang yang diperhatikan.
Para pembenci itu orang yang paling memperhatikan kita.
Bad boy tahu awal dia menjadi populer adalah tidak disukai. Karena orang yang tidak disukai, diperhatikan. Lalu di dalam perhatian itu ditemukan nilai-nilai hebatnya.
Jangan takuti bad boynya, takuti bahwa Anda tertarik kepada orang tidak baik.
Orang-orang yang hebat itu selalu adalah senjata yang sedang dibidikkan ke arah yang tidak baik. Itu sebabnya, ambil kecenderungan alamiah kita yang ingin berbakti. Senakal-nakalnya, sekeras-kerasnya, sesombong-sombongnya orang, ada kecenderungan alamiah untuk berbakti.
Ada kecenderungan alamiah orang untuk berbakti kepada sesuatu, yang salah kepada tokoh-tokoh yang tidak jujur, yang benar, kepada orang-orang yang akan memanfaatkannya bagi kebaikan.
Kita sebagai bad boy yang hebat, pilih orang hebat yang kita jadikan acuan karena bekerja untuk siapa bisa lebih penting daripada pekerjaannya.
Seorang bad boy yang masih mudah harus mengabdikan dirinya kepada pribadi yang kuat, yang jujur, yang bisa mengarahkannya kepada sesuatu yang berguna.
Segmen V :
Seorang bad boy melihat sesuatu yang lebih besar dari yang dilihatnya. Itu sebabnya dia menjadi orang besar karena setiap kali dia melihat ke cermin, dia tidak melihat anak muda, dia melihat anak muda ini bisa jadi apa.
Orang-orang yang lambat hidupnya melihat ke cermin sebagai orang yang pantas dikeluhkan.
Gunakan kemampuan melihat sesuatu yang besar itu untuk membuat orang tertarik kepada Anda. Jangan suka mengeluh karena mengeluh itu mengajak orang lain untuk melihat jeleknya keadaan di masa depan.
Pengaruh seorang bad boy datang dari harapan baik orang lain dari dirinya sendiri.
Kekuatan kita ada pada harapan baik orang lain tentang dirinya.
Pemimpin itu tugasnya membangun harapan baik. Bad boy itu kekuatannya ada pada harapan baik orang lain dan dibangunnya. Anda bisa. Bagaimana caranya? Saya belum tahu karena ini jalan hidup Anda sendiri tapi mari lakukan bersama.
Kesan adalah realita pertama yang dilihat oleh orang lain. Apakah itu realita? Bukan. Jadi, kita itu harus membangun kesan. Setiap orang harus membangun kesan baik.
Yang terbaik adalah anak muda yang patuh pada orangtua, taat beribadah, rajin belajar, merencanakan masa depan yang baik lalu melihat gadis-gadis kecil itu tertarik kepada siapa? Kepada bad boy. Baiklah, ini semua adalah urusan dalam negeriku, aku di luar tampil seperti bad boy.
Lakukan sesuatu yang memang menarik bagi orang lain, jangan korbankan kenyataan asli untuk membangun kesan yang sementara.
Kita semua muda dan tumbuh. Yang penting adalah menjadi sesuatu yang hebat di masa depan. Jadi tumbuhlah. Kesan itu adalah sesuatu yang bisa ditumbuhkan, maka tumbuhlah bersama kesan baik.
Segmen VI :
Kita lebih peka kepada yang tidak baik. Itu sebabnya, pelukaan masa lalu itu lebih lama bersama kita daripada pembahagiaan masa lalu.
Kita tidak bisa melupakan cinta pertama karena itu pertama kalinya kita merasa spesial.
Kita ini terlalu lama harus benar sehingga takut salah. Orang yang takut salah, tidak pernah benar.
Bad boy tidak takut salah. Jadi sering benar.
Berapa tahun kita gunakan untuk melambat dalam keluhan?
Orang-orang yang gelisah itu baik. Kegelisahan itu adalah ketidaknyamanan hati yang dipasang oleh Tuhan supaya kita menginginkan perubahan dan bergerak. Syukuri kegelisahan seperti kita harus mensyukuri masalah.
Masalah adalah rahmat yang belum kita ketahui gunanya.
Segmen VII :
Persiapan yang paling penting itu bukan supaya kita tidak jatuh, tetapi supaya kita melenting lebih tinggi setiap kali kita jatuh.
Sebagian besar dari kita diperhatikan atasan hanya kalau membuat kesalahan.
Sebagian kesalahan itu adalah kesempatan untuk lebih dikenal. Mengapa kita takut salah padahal Tuhan tidak mungkin masukkan kita dalam kesalahan kecuali untuk kemuliaan kita, dan tidak kita dimasukkan dalam masalah kecuali kita mampu menyelesaikannya.
Para pemimpin kita memiliki sikap keperwiraan bukan setelah mereka menjadi perwira. Mereka memiliki sikap itu sejak bayi.
Satu sifat yang sangat indah pada bad boy adalah dia lebih tertarik untuk berhasil daripada takut gagal.
Apapun yang Anda impikan, tulis, tempelkan tanggal. Semakin tidak mungkin, semakin itu undangan bagi Tuhan untuk turut campur karena campur tangan Tuhan dimulai pada batas kemampuan terbaik kita. Waktu kita berupaya sebaik mungkin dan sudah tidak mampu, doanya bukan Tuhanku aku menyerah, tetapi Tuhanku sekarang tugas-Mu meneruskan yang tak bisa kulakukan. Itu bad boy yang sesungguhnya. Bukan yang mengeluh semuanya sulit.
Karena bagi orang yang pesimis, semuanya sulit, bagi orang yang malas, semuanya tidak mudah, tapi bagi bad boy keren, kalau itu kau katakan tidak mungkin karena yang mencoba bukan aku. Apabila itu sulit, tidak berarti tidak bisa kulakukan karena bad boy keren mencapai yang tidak mungkin dicapai oleh orang lain dengan melakukan yang sekarang mungkin dilakukannya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Kita mau membangun pribadi yang tidak membiasakan keadaan.
Bad boy ini gelisah karena dia tidak menyukai yang mapan, yang tidak ada perubahan. Orang-orang ini sering dikatakan sok tahu karena sudah melihat yang lebih baik.
Orang yang bosan dengan keadaan yang sama, pasti karena sudah melihat sesuatu yang lebih baik di dalam bayangannya.
Orang ini memiliki visionary, dan memiliki bahan baku untuk menjadi pemimpin karena setiap pemimpin visionary.
Seni yang paling hebat dari pemimpin adalah kemampuan melihat sesuatu yang belum jelas bagi orang lain. Tapi sudah dilihatnya dengan jelas dari keyakinannya.
Bad boy ini tipe yang mengabaikan pendapat orang lain. Dia percaya sekali dengan yang dilihatnya dan dia lambat menghormati orang. Sifat itu memang ada pada dirinya supaya dia berguru kepada yang paling hebat. Bukan karena dia sombong dan membuang orang lain.
Bad boy tidak disiksa oleh keraguannya sendiri. Kita tidak bisa menjadi bad boy kalau pertanyaan-pertanyaan asli dari hati kita. Tidak boleh. Kita itu mempertanyakan keyakinan orang tentang yang tidak boleh, tidak bisa, sudah pernah coba, gagal. Itu karena yang mencoba bukan aku.
Orang, sangat takut gagal.
Bad boy tidak takut gagal, karena kalau dia gagal, tidak ada orang yang gagal karena hanya dia yang mencoba.
Seorang bad boy tidak mempermasalahkan pendapat orang lain karena dia katakan, pendapat yang paling penting dalam hidupku adalah pendapat baikku tentang diriku sendiri. Orang yang pemberani seperti ini, akan mengutamakan apapun yang menurutnya penting, baik, bahkan kalau itu harus menegakkan kebenaran bagi satu orang yang berisiko dia tidak disukai banyak orang.
Yang disebut hebat itu juga berkenaan dengan waktu. Banyak sekali yang hebat belum diterima karena waktunya belum sesuai. Kita itu menunggu waktu dimana kita sesuai bagi penilaian hebat. Itu sebabnya bersabarlah bagi pribadi yang berani, yang hebat, yang tegak, yang tidak biasa.
Kalau anak buah gagah, anak buah berani, itu untuk keuntungan atasannya.
Jangan batasi kebaikan yang Anda lakukan karena itu membatasi kebesaran yang bisa Anda capai.
Segmen II :
Semua bad boy adalah pengkhayal aktif. Pengkhayal pasif adalah pelamun.
Bad boy pengkhayal yang khayalannya diupayakannya menjadi kenyataan. Itu sebabnya dia disebut penerobos.
Dia tersiksa sekali waktu jadi anak buah karena atasan-atasannya mau aman, tidak mau berubah, yang penting aku pensiun selamat.
Orang-orang tua tidak cocok bagi bad boy karena orang tua sudah lebih berorientasi pada yang aman. Bad boy sangat berorientasi kepada kesempatan.
Orang-orang yang memelihara keinginannya untuk membangun kesempatan, tidak pernah tua, apapun pangkatnya, apapun usianya.
Sebagian besar kenalakan anak-anak kita bisa dilihat bibitnya dari kita. Ibu harus melihat anak ibu sebagai panglima yang belum jadi.
Bagi seorang bad boy kata mengabaikan itu lebih penting daripada menurut.
Sebetulnya kemampuan untuk berbahagia adalah kemampuan mengabaikan. Berapa banyak di antara Anda yang tidak berbahagia karena mengisi pikiran dan perasaan dengan hal-hal yang tidak perlu?
Kalau kita tegas dan bisa mengabaikan yang tidak perlu, yang ada di pikiran dan hati hanya yang penting-penting.
Bad boy itu praktis hidupnya karena dia mengabaikan banyak hal termasuk orangtuanya, teman-temannya, guru-gurunya. Maka pada masa muda bad boy, dia menderita sekali. Tetapi penderitaannya itu yang membesarkan relung hatinya, yang menjadikan dia mampu menerima penderitaan banyak orang, bukan hanya penderitaannya sendiri.
Yuk, jadi orang yang membuat orang lain membongkar peraturan karena ingin menaruh Anda di tempat yang tinggi, karena Anda penting bagi mereka.
Seorang bad boy itu pengkhayal yang khayalannya diupayakan menjadi kenyataan.
Segmen III :
Yang dicari adalah orang yang pemberani. Bukan dia menghindari yang negatif karena dia takut terpengaruh, tetapi dia mendekatinya itu karena dia memiliki ion-ion positif yang akan mengubah lingkungan yang negatif.
Seorang bad boy tidak takut masuk kemanapun karena aku yang mengubah.
Napoleon mengatakan, bukan lingkungan yang mempengaruhi aku, aku yang mempengaruhi lingkungan.
Di organisasi ada 2 orang penting, manager dan leader.
Tugas utama pemimpin adalah menentukan arah, lalu membangun semangat orang lain dan organisasinya untuk pergi ke sana. Itu saja tugasnya. Ia tidak harus pandai.
Tugas manager, dia harus membangun keteraturan. Tugas keduanya adalah membangun kepatuhan kepada keteraturan itu.
Anak-anak nakal selalu kelebihan energi.
The real bad boy tidak takut kemanapun karena dia yang membuat lingkungannya.
Segmen IV :
Keinginan kita untuk besar itu sering dikontrol oleh pendapat kita mengenai pendapat orang lain.
Orang yang berupaya menjadi pribadi yang hebat, yang merasa kurang diperlakukan. Saya tidak seharusnya di sini. Saya seharusnya lebih tinggi. Saya lebih mampu daripada ini. Orang-orang yang bad boy ini terlihat dari ekspresifnya dia mengeluarkan pendapat. Perhatikan, apakah ada bad boy yang pendiam?
Bad boy, pertama, dia ekspresif. Yang dipikirkan, yang dirasakannya dekat sekali dengan yang dikatakannya.
Kedua, dia suka mengabaikan pendapat orang lain tetapi tidak damai jika seseorang tidak sependapat dengan dia. Itu sebabnya dia juga persuasif. Dia ingin orang setuju dengan dia.
Bad boy itu memang attractive sekali karena dia itu memang tidak lazim, tidak malu menjadi tidak sama dengan orang lain. Dia menemukan keindahan menjadikan dirinya dikomentari karena orang yang dikomentari jelek itu orang yang diperhatikan.
Para pembenci itu orang yang paling memperhatikan kita.
Bad boy tahu awal dia menjadi populer adalah tidak disukai. Karena orang yang tidak disukai, diperhatikan. Lalu di dalam perhatian itu ditemukan nilai-nilai hebatnya.
Jangan takuti bad boynya, takuti bahwa Anda tertarik kepada orang tidak baik.
Orang-orang yang hebat itu selalu adalah senjata yang sedang dibidikkan ke arah yang tidak baik. Itu sebabnya, ambil kecenderungan alamiah kita yang ingin berbakti. Senakal-nakalnya, sekeras-kerasnya, sesombong-sombongnya orang, ada kecenderungan alamiah untuk berbakti.
Ada kecenderungan alamiah orang untuk berbakti kepada sesuatu, yang salah kepada tokoh-tokoh yang tidak jujur, yang benar, kepada orang-orang yang akan memanfaatkannya bagi kebaikan.
Kita sebagai bad boy yang hebat, pilih orang hebat yang kita jadikan acuan karena bekerja untuk siapa bisa lebih penting daripada pekerjaannya.
Seorang bad boy yang masih mudah harus mengabdikan dirinya kepada pribadi yang kuat, yang jujur, yang bisa mengarahkannya kepada sesuatu yang berguna.
Segmen V :
Seorang bad boy melihat sesuatu yang lebih besar dari yang dilihatnya. Itu sebabnya dia menjadi orang besar karena setiap kali dia melihat ke cermin, dia tidak melihat anak muda, dia melihat anak muda ini bisa jadi apa.
Orang-orang yang lambat hidupnya melihat ke cermin sebagai orang yang pantas dikeluhkan.
Gunakan kemampuan melihat sesuatu yang besar itu untuk membuat orang tertarik kepada Anda. Jangan suka mengeluh karena mengeluh itu mengajak orang lain untuk melihat jeleknya keadaan di masa depan.
Pengaruh seorang bad boy datang dari harapan baik orang lain dari dirinya sendiri.
Kekuatan kita ada pada harapan baik orang lain tentang dirinya.
Pemimpin itu tugasnya membangun harapan baik. Bad boy itu kekuatannya ada pada harapan baik orang lain dan dibangunnya. Anda bisa. Bagaimana caranya? Saya belum tahu karena ini jalan hidup Anda sendiri tapi mari lakukan bersama.
Kesan adalah realita pertama yang dilihat oleh orang lain. Apakah itu realita? Bukan. Jadi, kita itu harus membangun kesan. Setiap orang harus membangun kesan baik.
Yang terbaik adalah anak muda yang patuh pada orangtua, taat beribadah, rajin belajar, merencanakan masa depan yang baik lalu melihat gadis-gadis kecil itu tertarik kepada siapa? Kepada bad boy. Baiklah, ini semua adalah urusan dalam negeriku, aku di luar tampil seperti bad boy.
Lakukan sesuatu yang memang menarik bagi orang lain, jangan korbankan kenyataan asli untuk membangun kesan yang sementara.
Kita semua muda dan tumbuh. Yang penting adalah menjadi sesuatu yang hebat di masa depan. Jadi tumbuhlah. Kesan itu adalah sesuatu yang bisa ditumbuhkan, maka tumbuhlah bersama kesan baik.
Segmen VI :
Kita lebih peka kepada yang tidak baik. Itu sebabnya, pelukaan masa lalu itu lebih lama bersama kita daripada pembahagiaan masa lalu.
Kita tidak bisa melupakan cinta pertama karena itu pertama kalinya kita merasa spesial.
Kita ini terlalu lama harus benar sehingga takut salah. Orang yang takut salah, tidak pernah benar.
Bad boy tidak takut salah. Jadi sering benar.
Berapa tahun kita gunakan untuk melambat dalam keluhan?
Orang-orang yang gelisah itu baik. Kegelisahan itu adalah ketidaknyamanan hati yang dipasang oleh Tuhan supaya kita menginginkan perubahan dan bergerak. Syukuri kegelisahan seperti kita harus mensyukuri masalah.
Masalah adalah rahmat yang belum kita ketahui gunanya.
Segmen VII :
Persiapan yang paling penting itu bukan supaya kita tidak jatuh, tetapi supaya kita melenting lebih tinggi setiap kali kita jatuh.
Sebagian besar dari kita diperhatikan atasan hanya kalau membuat kesalahan.
Sebagian kesalahan itu adalah kesempatan untuk lebih dikenal. Mengapa kita takut salah padahal Tuhan tidak mungkin masukkan kita dalam kesalahan kecuali untuk kemuliaan kita, dan tidak kita dimasukkan dalam masalah kecuali kita mampu menyelesaikannya.
Para pemimpin kita memiliki sikap keperwiraan bukan setelah mereka menjadi perwira. Mereka memiliki sikap itu sejak bayi.
Satu sifat yang sangat indah pada bad boy adalah dia lebih tertarik untuk berhasil daripada takut gagal.
Apapun yang Anda impikan, tulis, tempelkan tanggal. Semakin tidak mungkin, semakin itu undangan bagi Tuhan untuk turut campur karena campur tangan Tuhan dimulai pada batas kemampuan terbaik kita. Waktu kita berupaya sebaik mungkin dan sudah tidak mampu, doanya bukan Tuhanku aku menyerah, tetapi Tuhanku sekarang tugas-Mu meneruskan yang tak bisa kulakukan. Itu bad boy yang sesungguhnya. Bukan yang mengeluh semuanya sulit.
Karena bagi orang yang pesimis, semuanya sulit, bagi orang yang malas, semuanya tidak mudah, tapi bagi bad boy keren, kalau itu kau katakan tidak mungkin karena yang mencoba bukan aku. Apabila itu sulit, tidak berarti tidak bisa kulakukan karena bad boy keren mencapai yang tidak mungkin dicapai oleh orang lain dengan melakukan yang sekarang mungkin dilakukannya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
25 Juni 2012
Memperbaiki Rezeki, MTGW, Minggu, 13 Mei 2012
Segmen I :
4 konsep utama :
1. Semua uang adalah uang Tuhan.
2. Kepantasan.
Orang yang meminta harus pantas diberi.
3. Kita mau naik kelas, naik kelas kepantasan karena kelas pemberian yang kita minta lebih tinggi.
4. Hidup ini lari maraton bukan lari 100 meter siapa yang paling cepat, ini panjang-panjangan ketahanan kebaikan.
Tuhan Maha Memungkinkan. Mungkin tidak orang yang tidak pantas diberi sesuatu yang besar?
Mungkin. Maka, seninya adalah mencari hal-hal yang memungkinkan Tuhan membesarkan kita daripada ukuran kita sendiri.
Oleh karena itu, banyak dari kita terlalu menakar kemampuan Tuhan. Kemampuan Tuhan besar sekali, jangan batasi.
Kekayaan itu harus. Jangan sampai orang jahat yang kaya, menggunakan kekayaannya untuk menistai orang baik. Yuk jadi orang baik yang kaya.
Orang miskin yang nanti kalau kaya jadi orang baik, tidak mungkin dibuat kaya. Yang namanya rezeki berubah menjadi berkah kalau penggunaannya indah. Jadi, kepantasan untuk diberi itu termasuk kepantasan setelah menerima. Bersyukur itu berarti menggunakan uang Tuhan untuk kebaikan.
Segmen II :
Kita itu harus bagi tugas yang jelas sekali antara kita dengan Tuhan. Tugas kita untuk meminta dan tugas Tuhan untuk memberi. Meminta disebut tugas karena diperintahkan oleh Tuhan untuk berdoa. Jadi, kewajiban kita adalah untuk meminta.
Upaya = doa + tindakan.
Dari semua permintaan, yang paling indah itu yang tidak dikatakan. Permintaan yang paling kuat adalah yang tidak dikatakan tetapi dalam tindakan. Itu sebabnya doa yang paling indah adalah doa dalam bentuk kehidupan.
Orang yang hidupnya berdoa. Bangun pagi karena dia tahu bahwa rezeki harus segera dijemput. Meramahkan diri, senyum karena tahu penghormatan itu penting bagi hati sesama. Menyimpan uang orang dengan amanah.
Doa yang paling kuat, yang paling didengar itu dalam bentuk kehidupan.
Segmen III :
Pejabat itu orang amanah bukan orang kaya. Yang diberhasilkan menjadi orang tidak jujur itu orang yang dibiarkan karena sudah dilarang tetapi tetap maksa.
Kita itu dilahirkan suci. Kalau kita sama sekali tidak terkotori oleh kesalahan dan dosa, apakah rencana kebesaran hidup kita terjadi? Ya. Tapi dengan menuanya diri, kesucian waktu kita lahir batal sehingga yang menjadi hak kita waktu kita dewasa, tertunda.
Itulah sebabnya kenapa Tuhan bilang kita itu banyak-banyaklah minta maaf, supaya kita kembali kepada kesucian waktu kita dilahirkan. Dan karena kita batal terus dalam memperbaiki diri, diberikan masa-masa untuk memperbaiki diri supaya kembali ke fitrahnya.
Berarti, meminta maaf kepada manusia dan Tuhan, mengembalikan kepantasan kepada kita untuk dimuliakan sebagai sesuci-sucinya jiwa.
Segmen IV :
Kalau Anda melakukan hal-hal yang sama, Anda akan menjadi orang yang sama. Jadi, kalau kita mau ada perubahan, kita harus melakukan sesuatu yang lain, termasuk pilihan kata. Penghormatan terhadap sumber rezeki tidak boleh dikecilkan.
Sikap yang menyebabkan kita masuk ke kehidupan yang lemah tidak bisa digunakan sebagai sikap yang menguatkan kehidupan. Perbaharui kualitas sikap, hormati diri sendiri. Tuhan memberikan kita modal yaitu diri kita. Semua orang yang berhasil adalah orang yang menggunakan apa yang ada dalam dirinya dengan sebaik-baiknya.
Saya tidak mengajarkan kebencian tapi seandainya kalau ada benci satu hal, bencilah kerata-rataan. Jangan pernah katakan "hanya", "biasa", "kebetulan".
Kenapa menasihati orang itu sulit? Karena Tuhan ingin kita pantas menasihati sehingga orang yang memberikan nasihat diminta dengan penuh kasih oleh Tuhan untuk merasakan nasihatnya sendiri.
Marah itu adalah kesempatan untuk bersabar. Banyak orang memaki kemarahan padahal kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan diri. Kapan lagi Anda bersabar kalau tidak marah?
Orang kaya tidak boleh sombong karena dia dikayakan. Jangan menafikan peran Tuhan. Itu sombong sekali.
Sedang dikayakan maka periharalah kebaikanmu supaya lama kaya.
Sedang digagalkan maka perbaikilah kesabaranmu, ketulusanmu, kejujuranmu supaya tidak lama-lama gagal.
Jika kita benar-benar mengerti menerima ikhlas kekuatan Tuhan hampir tidak ada ilmu yang tidak bisa diambil dari keimanan.
Kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan diri kita.
Segmen V :
Tuhan itu kadang-kadang mengusir kita dari satu tempat dengan cara membuat kita gelisah di situ.
Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan kalau dia bukan ikhlas menerima kekurangan tetapi ikhlas bertindak melebihkan dirinya supaya dia pantas bagi penghargaan yang lebih tinggi.
Ambil risiko, Tuhan menghargai orang yang berani melakukan sesuatu yang mengandung risiko karena percaya bahwa Tuhan akan merawat orang yang percaya kepada-Nya.
Untuk setiap jiwa, Tuhan sudah punya rencana. Pernikahan itu indah karena di dalam penyatuan ini, rencana Tuhan akan menjadi utuh.
Abaikan yang tidak membahagiakan Tuhan. Apapun yang ingin Anda lakukan tanya, apakah ini akan membahagiakan Tuhanku? Kalau tidak, komentar apapun dari orang lain tidak penting. Mereka sementara dalam hidupku. Aku permanen dalam hubunganku dengan Tuhan.
Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan oleh Tuhan.
Segmen VI :
Sebagian besar sudah tahu jawabannya, yang membuat dia sepertinya tidak tahu karena tidak mau bertindak. Padahal tindakan itu separo dari doa. Doa + tindakan = upaya.
Tindakan yang menjadi kehidupan yang baik adalah doa yang terbaik. Orang yang sudah tidak "berdoa" karena kehidupannya adalah doa, dia bisa mendapat yang tidak dimintanya.
Jadi jangan terlalu terpaku kepada permintaan yang kita minta. Ada hal-hal yang lebih penting yang bisa diberikan Tuhan yang tidak kita minta kalau kita bertindak yang pantas menerima yang tidak kita minta.
Kita sudah tahu pertanyaan-pertanyaan kehidupan, kita itu hanya belum bertindak. Jadi kelihatannya seperti tidak tahu.
Lalu sebagian orang hidupnya hanya bertanya. Dijawab, tidak bertindak.
Kita itu kita pikir bisa lalu minta dihargai seperti yang kita pikir kita bisa. Atasan kita membayar kita dari yang sudah kita lakukan. Penghargaan orang lain itu dari yang sudah kita lakukan, bukan yang kita pikir bisa.
Kekurangan diterima untuk memperbaiki diri. Yuk kita membuktikan kepantasan untuk diberi. Bukan bertanya-tanya mengapa belum diberi. Kuncinya, bersyukur.
Upaya penentu kebaikan nasib. Jadi orang yang merasa nasibnya tidak baik, harus memeriksa upayanya.
Setiap orang berhak atas sebaik-baiknya kehidupan hanya kalau dia ikhlas berupaya.
Penghargaan orang lain itu dari yang sudah kita lakukan.
Segmen VII :
Sudut pandang. Kadang-kadang kita melihat kehidupan itu seperti tidak enak karena kita mengarahkan pandangan kita kepada hal-hal yang menyedihkan. Itu sebabnya, jagalah pergaulan yang baik. Dengarkan yang baik-baik. Baca yang baik-baik. Mudah-mudahan dengan itu, kita tidak hanya sudut pandangnya baik, di manapun kita melihat dibaikkan karena bagi mata yang ikhlas membaikkan kehidupan, sampahpun indah karena dia bisa menggali rezeki yang besar dari pengelolaan sampah.
Tidak semua orang yang bersekolah menjadi terpelajar. Dan tidak semua orang yang mengenyam pendidikan terdidik.
Belajarnya lama tetapi tidak digunakan untuk kebaikannya. Batas dari pengetahuan adalah pengetahuan terbaik. Gunakan. Bukan dikeluhkan, disepelekan, untuk memprotes Tuhan yang tidak memberikan izin kepada kita untuk belajar yang lain.
Penggunaan ilmu lebih penting daripada ilmu. Mempekerjakan orang berpendidikan, itu lebih penting daripada pendidikan karena banyak orang terdidik tidak mempekerjakan dirinya sendiri.
Itu sebabnya bagi kita yang muda-muda kalau mau karier Anda cemerlang, jangan berpikir hanya untuk bekerja, berpikirlah untuk mempekerjakan orang lain. Itu yang menjadikan kemampuan Anda berlipat-lipat sejumlah orang yang Anda pekerjakan.
Berdoa saja sudah indah. Apalagi hidup dalam keindahan doa.
Banyak di antara yang kita terima sekarang, yang kita nikmati adalah hal-hal yang tidak pernah kita minta.
Tuhan mengetahui hal-hal yang lebih baik daripada kita. Jadi mungkin permintaan itu hanya karena diperintahkan, minta saja, soal yang diberi apa betul-betul sebaiknya kita serahkan kepada Yang Maha Mengetahui.
Kalau permintaan yang baik adalah kehidupan yang baik, maka mulai hari ini kalau kita mau memperbaiki rezeki karena kehidupan ini yang panjang, tidak mungkin kita bisa tahan lari cepat 100 meter hari, perpanjanglah napas Anda dengan sikap yang lembut kepada sesama.
Kelembutan hati Anda, memanjangkan daya tahan Anda di dalam menghadapi kehidupan yang tidak mudah ini.
Mulai dari sekarang ambil tanggung jawab pribadi, gunakan kehidupan sebagai doa, gunakan kebaikan orang lain sebagai tanggung jawab kita, dan mudah-mudahan, jiwa-jiwa kita yang ikhlas membahagiakan sesama, dirawat kebahagiaannya oleh Tuhan Yang Maha Penyayang.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
4 konsep utama :
1. Semua uang adalah uang Tuhan.
2. Kepantasan.
Orang yang meminta harus pantas diberi.
3. Kita mau naik kelas, naik kelas kepantasan karena kelas pemberian yang kita minta lebih tinggi.
4. Hidup ini lari maraton bukan lari 100 meter siapa yang paling cepat, ini panjang-panjangan ketahanan kebaikan.
Tuhan Maha Memungkinkan. Mungkin tidak orang yang tidak pantas diberi sesuatu yang besar?
Mungkin. Maka, seninya adalah mencari hal-hal yang memungkinkan Tuhan membesarkan kita daripada ukuran kita sendiri.
Oleh karena itu, banyak dari kita terlalu menakar kemampuan Tuhan. Kemampuan Tuhan besar sekali, jangan batasi.
Kekayaan itu harus. Jangan sampai orang jahat yang kaya, menggunakan kekayaannya untuk menistai orang baik. Yuk jadi orang baik yang kaya.
Orang miskin yang nanti kalau kaya jadi orang baik, tidak mungkin dibuat kaya. Yang namanya rezeki berubah menjadi berkah kalau penggunaannya indah. Jadi, kepantasan untuk diberi itu termasuk kepantasan setelah menerima. Bersyukur itu berarti menggunakan uang Tuhan untuk kebaikan.
Segmen II :
Kita itu harus bagi tugas yang jelas sekali antara kita dengan Tuhan. Tugas kita untuk meminta dan tugas Tuhan untuk memberi. Meminta disebut tugas karena diperintahkan oleh Tuhan untuk berdoa. Jadi, kewajiban kita adalah untuk meminta.
Upaya = doa + tindakan.
Dari semua permintaan, yang paling indah itu yang tidak dikatakan. Permintaan yang paling kuat adalah yang tidak dikatakan tetapi dalam tindakan. Itu sebabnya doa yang paling indah adalah doa dalam bentuk kehidupan.
Orang yang hidupnya berdoa. Bangun pagi karena dia tahu bahwa rezeki harus segera dijemput. Meramahkan diri, senyum karena tahu penghormatan itu penting bagi hati sesama. Menyimpan uang orang dengan amanah.
Doa yang paling kuat, yang paling didengar itu dalam bentuk kehidupan.
Segmen III :
Pejabat itu orang amanah bukan orang kaya. Yang diberhasilkan menjadi orang tidak jujur itu orang yang dibiarkan karena sudah dilarang tetapi tetap maksa.
Kita itu dilahirkan suci. Kalau kita sama sekali tidak terkotori oleh kesalahan dan dosa, apakah rencana kebesaran hidup kita terjadi? Ya. Tapi dengan menuanya diri, kesucian waktu kita lahir batal sehingga yang menjadi hak kita waktu kita dewasa, tertunda.
Itulah sebabnya kenapa Tuhan bilang kita itu banyak-banyaklah minta maaf, supaya kita kembali kepada kesucian waktu kita dilahirkan. Dan karena kita batal terus dalam memperbaiki diri, diberikan masa-masa untuk memperbaiki diri supaya kembali ke fitrahnya.
Berarti, meminta maaf kepada manusia dan Tuhan, mengembalikan kepantasan kepada kita untuk dimuliakan sebagai sesuci-sucinya jiwa.
Segmen IV :
Kalau Anda melakukan hal-hal yang sama, Anda akan menjadi orang yang sama. Jadi, kalau kita mau ada perubahan, kita harus melakukan sesuatu yang lain, termasuk pilihan kata. Penghormatan terhadap sumber rezeki tidak boleh dikecilkan.
Sikap yang menyebabkan kita masuk ke kehidupan yang lemah tidak bisa digunakan sebagai sikap yang menguatkan kehidupan. Perbaharui kualitas sikap, hormati diri sendiri. Tuhan memberikan kita modal yaitu diri kita. Semua orang yang berhasil adalah orang yang menggunakan apa yang ada dalam dirinya dengan sebaik-baiknya.
Saya tidak mengajarkan kebencian tapi seandainya kalau ada benci satu hal, bencilah kerata-rataan. Jangan pernah katakan "hanya", "biasa", "kebetulan".
Kenapa menasihati orang itu sulit? Karena Tuhan ingin kita pantas menasihati sehingga orang yang memberikan nasihat diminta dengan penuh kasih oleh Tuhan untuk merasakan nasihatnya sendiri.
Marah itu adalah kesempatan untuk bersabar. Banyak orang memaki kemarahan padahal kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan diri. Kapan lagi Anda bersabar kalau tidak marah?
Orang kaya tidak boleh sombong karena dia dikayakan. Jangan menafikan peran Tuhan. Itu sombong sekali.
Sedang dikayakan maka periharalah kebaikanmu supaya lama kaya.
Sedang digagalkan maka perbaikilah kesabaranmu, ketulusanmu, kejujuranmu supaya tidak lama-lama gagal.
Jika kita benar-benar mengerti menerima ikhlas kekuatan Tuhan hampir tidak ada ilmu yang tidak bisa diambil dari keimanan.
Kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan diri kita.
Segmen V :
Tuhan itu kadang-kadang mengusir kita dari satu tempat dengan cara membuat kita gelisah di situ.
Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan kalau dia bukan ikhlas menerima kekurangan tetapi ikhlas bertindak melebihkan dirinya supaya dia pantas bagi penghargaan yang lebih tinggi.
Ambil risiko, Tuhan menghargai orang yang berani melakukan sesuatu yang mengandung risiko karena percaya bahwa Tuhan akan merawat orang yang percaya kepada-Nya.
Untuk setiap jiwa, Tuhan sudah punya rencana. Pernikahan itu indah karena di dalam penyatuan ini, rencana Tuhan akan menjadi utuh.
Abaikan yang tidak membahagiakan Tuhan. Apapun yang ingin Anda lakukan tanya, apakah ini akan membahagiakan Tuhanku? Kalau tidak, komentar apapun dari orang lain tidak penting. Mereka sementara dalam hidupku. Aku permanen dalam hubunganku dengan Tuhan.
Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan oleh Tuhan.
Segmen VI :
Sebagian besar sudah tahu jawabannya, yang membuat dia sepertinya tidak tahu karena tidak mau bertindak. Padahal tindakan itu separo dari doa. Doa + tindakan = upaya.
Tindakan yang menjadi kehidupan yang baik adalah doa yang terbaik. Orang yang sudah tidak "berdoa" karena kehidupannya adalah doa, dia bisa mendapat yang tidak dimintanya.
Jadi jangan terlalu terpaku kepada permintaan yang kita minta. Ada hal-hal yang lebih penting yang bisa diberikan Tuhan yang tidak kita minta kalau kita bertindak yang pantas menerima yang tidak kita minta.
Kita sudah tahu pertanyaan-pertanyaan kehidupan, kita itu hanya belum bertindak. Jadi kelihatannya seperti tidak tahu.
Lalu sebagian orang hidupnya hanya bertanya. Dijawab, tidak bertindak.
Kita itu kita pikir bisa lalu minta dihargai seperti yang kita pikir kita bisa. Atasan kita membayar kita dari yang sudah kita lakukan. Penghargaan orang lain itu dari yang sudah kita lakukan, bukan yang kita pikir bisa.
Kekurangan diterima untuk memperbaiki diri. Yuk kita membuktikan kepantasan untuk diberi. Bukan bertanya-tanya mengapa belum diberi. Kuncinya, bersyukur.
Upaya penentu kebaikan nasib. Jadi orang yang merasa nasibnya tidak baik, harus memeriksa upayanya.
Setiap orang berhak atas sebaik-baiknya kehidupan hanya kalau dia ikhlas berupaya.
Penghargaan orang lain itu dari yang sudah kita lakukan.
Segmen VII :
Sudut pandang. Kadang-kadang kita melihat kehidupan itu seperti tidak enak karena kita mengarahkan pandangan kita kepada hal-hal yang menyedihkan. Itu sebabnya, jagalah pergaulan yang baik. Dengarkan yang baik-baik. Baca yang baik-baik. Mudah-mudahan dengan itu, kita tidak hanya sudut pandangnya baik, di manapun kita melihat dibaikkan karena bagi mata yang ikhlas membaikkan kehidupan, sampahpun indah karena dia bisa menggali rezeki yang besar dari pengelolaan sampah.
Tidak semua orang yang bersekolah menjadi terpelajar. Dan tidak semua orang yang mengenyam pendidikan terdidik.
Belajarnya lama tetapi tidak digunakan untuk kebaikannya. Batas dari pengetahuan adalah pengetahuan terbaik. Gunakan. Bukan dikeluhkan, disepelekan, untuk memprotes Tuhan yang tidak memberikan izin kepada kita untuk belajar yang lain.
Penggunaan ilmu lebih penting daripada ilmu. Mempekerjakan orang berpendidikan, itu lebih penting daripada pendidikan karena banyak orang terdidik tidak mempekerjakan dirinya sendiri.
Itu sebabnya bagi kita yang muda-muda kalau mau karier Anda cemerlang, jangan berpikir hanya untuk bekerja, berpikirlah untuk mempekerjakan orang lain. Itu yang menjadikan kemampuan Anda berlipat-lipat sejumlah orang yang Anda pekerjakan.
Berdoa saja sudah indah. Apalagi hidup dalam keindahan doa.
Banyak di antara yang kita terima sekarang, yang kita nikmati adalah hal-hal yang tidak pernah kita minta.
Tuhan mengetahui hal-hal yang lebih baik daripada kita. Jadi mungkin permintaan itu hanya karena diperintahkan, minta saja, soal yang diberi apa betul-betul sebaiknya kita serahkan kepada Yang Maha Mengetahui.
Kalau permintaan yang baik adalah kehidupan yang baik, maka mulai hari ini kalau kita mau memperbaiki rezeki karena kehidupan ini yang panjang, tidak mungkin kita bisa tahan lari cepat 100 meter hari, perpanjanglah napas Anda dengan sikap yang lembut kepada sesama.
Kelembutan hati Anda, memanjangkan daya tahan Anda di dalam menghadapi kehidupan yang tidak mudah ini.
Mulai dari sekarang ambil tanggung jawab pribadi, gunakan kehidupan sebagai doa, gunakan kebaikan orang lain sebagai tanggung jawab kita, dan mudah-mudahan, jiwa-jiwa kita yang ikhlas membahagiakan sesama, dirawat kebahagiaannya oleh Tuhan Yang Maha Penyayang.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Ojo Ndeso, MTGW, Minggu, 6 Mei 2012
Segmen I :
Sebetulnya upaya kita adalah agar tampil lebih gagah daripada perasaan kita.
Tidak ada orang kelas kehidupannya bisa baik, bisa naik kalau kelas pribadinya tidak naik.
4 hal pokok dalam program ini :
1. Kelas pribadi.
2. Kerinduan kita untuk menjadi pribadi yang hidupnya baik.
3. Daya tarik.
4. Rencana pembesaran diri.
Ada 2 jenis Ndeso : lucu dan norak.
Ndeso lucu : culun; polos; kuper; kagetan; cepat mengusulkan sesuatu salah. Dia tidak tahu tetapi dia berusaha menyumbangkan bantuan.
Orang-orang seperti ini menerima batas pengetahuan sebagai pengetahuan terbaik.
Ndeso norak : menganggap kekayaan adalah pemulia diri; tahu tapi tidak menggunakan pengetahuan; menganggap orang lain bodoh; merasa boleh berlaku salah karena berkuasa; berlaku palsu padahal ketahuan palsu dan tidak malu ketahuan palsu, berkata dia jujur.
Setiap orang merasa kurang dari orang lain, berarti setiap orang sama perasaannya dengan kita, jadi kalau begitu tidak perlu minder karena setiap orang merasa minder.
Segmen II :
Orang-orang yang dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga miskin itu lebih siap mentalnya untuk menjadi orang yang menghadapi kesulitan daripada anak orang kaya. Anak-anak orang kaya lebih mudah bersedih.
Orang yang tidak tahu kemiskinan lebih polos hidupnya, tidak menilai dirinya sebagai kurang. Banyak dari kita membatasi pergaulan. Tidak berani mendekat karena tidak pantas.
Janganlah pendapat mengenai kekurangan kita membatasi hak kita untuk menjadi sebebas-bebasnya pribadi. Itu yang disebut pribadi yang berkelas.
Yang berkelas itu mempunyai jiwa yang berkelas.
Orang-orang yang sudah miskin, yuk bersahabatlah dengan perasaan kurang itu supaya kalau kita tumbuh nanti, mengangkat orang dari kekurangannya.
Ndeso itu perilaku. Kelas pribadi yang mengakibatkan dia berperilaku ndeso yang disebut ndeso. Bukan uang, bukan harta, bukan pendidikan. Itu sebabnya bergaullah.
Ndeso bukan karena kelas ekonomi atau pendidikan, melainkan karena perilaku.
Segmen III :
Jangan pernah ada kesombongan dari orang yang pernah menjabat dan mengatakan calonnya tidak bisa mengalahkan dia karena dia pejabat sekarang. Dulu dia bukan apa-apa sehingga bisa dikalahkan oleh siapapun yang sekarang bukan apa-apa. Itu juga perilaku ndeso.
Ada berkah di dalam ketidaktahuan.
Jangan mengejar pendidikan tinggi kalau Anda belum menjadi hebat dengan pendidikan yang sekarang. Tidak ada gunanya pendidikan tinggi bagi orang yang penakut.
Nikmati ketidaktahuan Anda, gunakan itu untuk memajukan diri.
Segmen IV :
Banyak di antara kita demikian terpengaruh oleh pendapat orang tentang diri kita tetapi mengabaikan pendapat orang tua yang lebih mencintai kita. Tetapi pendapat orang yang menghina kita itu penting.
Orang-orang yang menghina Anda apakah akan menyantuni keluarga Anda kalau Anda gagal?
Katakan kepada para pembenci itu : "Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk untuk mencintai orang yang mencintaiku."
Jadi, abaikan orang-orang yang tidak penting bagi keberhasilan Anda. Pendapatnya tidak penting, abaikan. Kita itu terlalu sibuk mengisi kesadaran kita dengan kesadaran buruk. Kalau begitu yuk isi kesadaran dengan yang lebih penting.
Itu sebabnya kita harus selalu mengingat Tuhan supaya hanya nilai kebaikan yang menjadi isi dari pikiran kita.
Mulai dari sekarang, yang tidak penting, satu kata : ABAIKAN.
Tuhan itu tidak salah memberikan modal kepada kita, kita saja yang salah menggunakannya.
Bukan standar untuk memenuhi kepandaian, kepantasan, penampilan keren yang ditetapkan oleh orang lain.
Apapun adanya, kekurangan kelemahannya, kalau Anda tampil yakin dengan kekurangan itu, orang akan belajar melihat keindahan di dalam kekurangan Anda.
Segmen V :
Apa kesempatan Anda mengubah orang lain padahal Anda sendiri sulit berubah? Siapa yang lebih ndeso?
Pada akhirnya, setiap orang hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dan pada akhirnya itu dimulai sekarang, yaitu bertanggungjawablah bagi kebaikan Anda sendiri.
Di setiap kelompok pasti ada TOP DOG, bosnya, yang komentarnya ditakuti yang kecil-kecil. Di dalam pergaulan seperti apapun ada top dog. Dan banyak orang-orang kecil yang pintar yang sebetulnya tahu pergaulannya salah, mau keluar, takut dikomentari orang ini. Hati-hati. Cara terbaik adalah break away. Tahu-tahu betul-betul pergi.
Kadang-kadang kita harus berani breaking away supaya kita betul-betul bebas dari pengaruh yang selama ini mengelisahkan kita. Kehidupan ini hanya sekali, jalan ke depan, jangan kembali lagi. Yuk kita menuju ke yang lebih baik.
Semua bayi itu ndeso, hanya kelebihan mereka disayangi. Kalau kita penyayang, tidak ada orang ndeso. Hanya tinggal diberitahu.
Jika kita penyayang, maka tidak ada orang yang kita anggap ndeso.
Segmen VI :
Kemiskinan bukan penentu derajat. Kemiskinan itu adalah kekurangan sementara. Kejujuran adalah penentu derajat. Orang miskin yang jujur, sudah kaya sebelum kaya. Hanya tinggal waktu dia kaya harta tetapi kaya jiwa karena kejujurannya.
Orang kaya yang tidak jujur, sebetulnya miskin di dalam kekayaannya. Sebagai jiwa dia rendah sekali.
Jangan kaitkan ndeso dengan kurangnya kesempatan untuk maju. Jangan kaitkan kemiskinan dengan rendahnya derajat. Damailah sebagai jiwa yang baik. Itu saja.
Tugas kita itu menjadi orang yang baik dulu. Orang berhasil itu orang baik.
Di desa banyak orang baik. Banyak orang desa yang tidak tahu menjadi orang jahat karena tidak ada cara. Di kota, kesempatan kita untuk menjadi orang jahat banyak sekali.
Tidak ada apa-apa di desa atau di kota, yang ada adalah kebutuhan kita untuk menjadi jiwa yang damai.
Pertanyaan "why me" adalah pertanyaan semua jiwa. Kenapa saya lain? Awalnya kenapa aku yang dikurangkan, sekarang, kenapa aku yang dilebihkan?
Pertanyaan "Why me" harus tetap dipelihara. Awalnya sebagai perasaan kurang, kedua adalah perasaan untuk melebihkan kebaikan kepada sesama.
Tidak ada ndeso permanen kecuali Anda yang menjadikannya permanen.
Nikmati batasan. Jangan ingin mencapai yang di luar batas, padahal yang di dalam batas belum Anda gunakan.
Jangan terlalu ingin ilmu, kalau yang sekarang belum digunakan. Anda hanya akan menjadi orang yang sangat berilmu, yang ndeso sekali karena belum menggunakan ilmu yang paling sederhana.
Segmen VII :
Sebagian besar masalah anak-anak adalah karena mereka kurang dipuji. Orang tua lebih cepat memarahi daripada memuji. Lebih sering berkata jangan daripada bagus. Anak-anak kita akan tumbuh dengan bebas kalau orang tua lebih memuji. Biasakan tepuk tangan.
Jadilah super lebay, pastikan orang terpuji. Kalau Anda dikenal sebagai orang yang memuji dengan norak, Anda akan dicari kalau orang membutuhkan dukungan. Jangan sampai anak Anda mencari orang lain waktu dia membutuhkan dukungan.
Di dunia manusia yang menarik itu harus yang laki-laki karena dia harus menarik wanita yang terbaik. Dia mau anaknya dan keturunannya dibesarkan dari bibit yang super. Dia titipkan anak-anaknya, pengelolaan rumahnya, termasuk nama baiknya kepada wanita itu, maka dia harus sangat menarik. Bukan wanita yang harus sangat menarik, laki-laki, supaya wanita-wanita yang hebat itu menemukan laki-laki yang hebat, menurunkan anak-anak yang hebat supaya bangsa ini cerdas-cerdas, pintar-pintar, moralnya baik.
Mulai dari manapun termasuk dari menjadi ndeso, asal kita tumbuh menjadi jiwa yang baik, jiwa yang jujur, yang amanah, menggunakan yang sudah ada, untuk mencapai yang belum ada, melakukan yang mungkin kita lakukan, untuk mencapai yang tadinya kita rasakan tidak mungkin.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Sebetulnya upaya kita adalah agar tampil lebih gagah daripada perasaan kita.
Tidak ada orang kelas kehidupannya bisa baik, bisa naik kalau kelas pribadinya tidak naik.
4 hal pokok dalam program ini :
1. Kelas pribadi.
2. Kerinduan kita untuk menjadi pribadi yang hidupnya baik.
3. Daya tarik.
4. Rencana pembesaran diri.
Ada 2 jenis Ndeso : lucu dan norak.
Ndeso lucu : culun; polos; kuper; kagetan; cepat mengusulkan sesuatu salah. Dia tidak tahu tetapi dia berusaha menyumbangkan bantuan.
Orang-orang seperti ini menerima batas pengetahuan sebagai pengetahuan terbaik.
Ndeso norak : menganggap kekayaan adalah pemulia diri; tahu tapi tidak menggunakan pengetahuan; menganggap orang lain bodoh; merasa boleh berlaku salah karena berkuasa; berlaku palsu padahal ketahuan palsu dan tidak malu ketahuan palsu, berkata dia jujur.
Setiap orang merasa kurang dari orang lain, berarti setiap orang sama perasaannya dengan kita, jadi kalau begitu tidak perlu minder karena setiap orang merasa minder.
Segmen II :
Orang-orang yang dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga miskin itu lebih siap mentalnya untuk menjadi orang yang menghadapi kesulitan daripada anak orang kaya. Anak-anak orang kaya lebih mudah bersedih.
Orang yang tidak tahu kemiskinan lebih polos hidupnya, tidak menilai dirinya sebagai kurang. Banyak dari kita membatasi pergaulan. Tidak berani mendekat karena tidak pantas.
Janganlah pendapat mengenai kekurangan kita membatasi hak kita untuk menjadi sebebas-bebasnya pribadi. Itu yang disebut pribadi yang berkelas.
Yang berkelas itu mempunyai jiwa yang berkelas.
Orang-orang yang sudah miskin, yuk bersahabatlah dengan perasaan kurang itu supaya kalau kita tumbuh nanti, mengangkat orang dari kekurangannya.
Ndeso itu perilaku. Kelas pribadi yang mengakibatkan dia berperilaku ndeso yang disebut ndeso. Bukan uang, bukan harta, bukan pendidikan. Itu sebabnya bergaullah.
Ndeso bukan karena kelas ekonomi atau pendidikan, melainkan karena perilaku.
Segmen III :
Jangan pernah ada kesombongan dari orang yang pernah menjabat dan mengatakan calonnya tidak bisa mengalahkan dia karena dia pejabat sekarang. Dulu dia bukan apa-apa sehingga bisa dikalahkan oleh siapapun yang sekarang bukan apa-apa. Itu juga perilaku ndeso.
Ada berkah di dalam ketidaktahuan.
Jangan mengejar pendidikan tinggi kalau Anda belum menjadi hebat dengan pendidikan yang sekarang. Tidak ada gunanya pendidikan tinggi bagi orang yang penakut.
Nikmati ketidaktahuan Anda, gunakan itu untuk memajukan diri.
Segmen IV :
Banyak di antara kita demikian terpengaruh oleh pendapat orang tentang diri kita tetapi mengabaikan pendapat orang tua yang lebih mencintai kita. Tetapi pendapat orang yang menghina kita itu penting.
Orang-orang yang menghina Anda apakah akan menyantuni keluarga Anda kalau Anda gagal?
Katakan kepada para pembenci itu : "Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk untuk mencintai orang yang mencintaiku."
Jadi, abaikan orang-orang yang tidak penting bagi keberhasilan Anda. Pendapatnya tidak penting, abaikan. Kita itu terlalu sibuk mengisi kesadaran kita dengan kesadaran buruk. Kalau begitu yuk isi kesadaran dengan yang lebih penting.
Itu sebabnya kita harus selalu mengingat Tuhan supaya hanya nilai kebaikan yang menjadi isi dari pikiran kita.
Mulai dari sekarang, yang tidak penting, satu kata : ABAIKAN.
Tuhan itu tidak salah memberikan modal kepada kita, kita saja yang salah menggunakannya.
Bukan standar untuk memenuhi kepandaian, kepantasan, penampilan keren yang ditetapkan oleh orang lain.
Apapun adanya, kekurangan kelemahannya, kalau Anda tampil yakin dengan kekurangan itu, orang akan belajar melihat keindahan di dalam kekurangan Anda.
Segmen V :
Apa kesempatan Anda mengubah orang lain padahal Anda sendiri sulit berubah? Siapa yang lebih ndeso?
Pada akhirnya, setiap orang hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dan pada akhirnya itu dimulai sekarang, yaitu bertanggungjawablah bagi kebaikan Anda sendiri.
Di setiap kelompok pasti ada TOP DOG, bosnya, yang komentarnya ditakuti yang kecil-kecil. Di dalam pergaulan seperti apapun ada top dog. Dan banyak orang-orang kecil yang pintar yang sebetulnya tahu pergaulannya salah, mau keluar, takut dikomentari orang ini. Hati-hati. Cara terbaik adalah break away. Tahu-tahu betul-betul pergi.
Kadang-kadang kita harus berani breaking away supaya kita betul-betul bebas dari pengaruh yang selama ini mengelisahkan kita. Kehidupan ini hanya sekali, jalan ke depan, jangan kembali lagi. Yuk kita menuju ke yang lebih baik.
Semua bayi itu ndeso, hanya kelebihan mereka disayangi. Kalau kita penyayang, tidak ada orang ndeso. Hanya tinggal diberitahu.
Jika kita penyayang, maka tidak ada orang yang kita anggap ndeso.
Segmen VI :
Kemiskinan bukan penentu derajat. Kemiskinan itu adalah kekurangan sementara. Kejujuran adalah penentu derajat. Orang miskin yang jujur, sudah kaya sebelum kaya. Hanya tinggal waktu dia kaya harta tetapi kaya jiwa karena kejujurannya.
Orang kaya yang tidak jujur, sebetulnya miskin di dalam kekayaannya. Sebagai jiwa dia rendah sekali.
Jangan kaitkan ndeso dengan kurangnya kesempatan untuk maju. Jangan kaitkan kemiskinan dengan rendahnya derajat. Damailah sebagai jiwa yang baik. Itu saja.
Tugas kita itu menjadi orang yang baik dulu. Orang berhasil itu orang baik.
Di desa banyak orang baik. Banyak orang desa yang tidak tahu menjadi orang jahat karena tidak ada cara. Di kota, kesempatan kita untuk menjadi orang jahat banyak sekali.
Tidak ada apa-apa di desa atau di kota, yang ada adalah kebutuhan kita untuk menjadi jiwa yang damai.
Pertanyaan "why me" adalah pertanyaan semua jiwa. Kenapa saya lain? Awalnya kenapa aku yang dikurangkan, sekarang, kenapa aku yang dilebihkan?
Pertanyaan "Why me" harus tetap dipelihara. Awalnya sebagai perasaan kurang, kedua adalah perasaan untuk melebihkan kebaikan kepada sesama.
Tidak ada ndeso permanen kecuali Anda yang menjadikannya permanen.
Nikmati batasan. Jangan ingin mencapai yang di luar batas, padahal yang di dalam batas belum Anda gunakan.
Jangan terlalu ingin ilmu, kalau yang sekarang belum digunakan. Anda hanya akan menjadi orang yang sangat berilmu, yang ndeso sekali karena belum menggunakan ilmu yang paling sederhana.
Segmen VII :
Sebagian besar masalah anak-anak adalah karena mereka kurang dipuji. Orang tua lebih cepat memarahi daripada memuji. Lebih sering berkata jangan daripada bagus. Anak-anak kita akan tumbuh dengan bebas kalau orang tua lebih memuji. Biasakan tepuk tangan.
Jadilah super lebay, pastikan orang terpuji. Kalau Anda dikenal sebagai orang yang memuji dengan norak, Anda akan dicari kalau orang membutuhkan dukungan. Jangan sampai anak Anda mencari orang lain waktu dia membutuhkan dukungan.
Di dunia manusia yang menarik itu harus yang laki-laki karena dia harus menarik wanita yang terbaik. Dia mau anaknya dan keturunannya dibesarkan dari bibit yang super. Dia titipkan anak-anaknya, pengelolaan rumahnya, termasuk nama baiknya kepada wanita itu, maka dia harus sangat menarik. Bukan wanita yang harus sangat menarik, laki-laki, supaya wanita-wanita yang hebat itu menemukan laki-laki yang hebat, menurunkan anak-anak yang hebat supaya bangsa ini cerdas-cerdas, pintar-pintar, moralnya baik.
Mulai dari manapun termasuk dari menjadi ndeso, asal kita tumbuh menjadi jiwa yang baik, jiwa yang jujur, yang amanah, menggunakan yang sudah ada, untuk mencapai yang belum ada, melakukan yang mungkin kita lakukan, untuk mencapai yang tadinya kita rasakan tidak mungkin.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Wanitaku Penghebatku, MTGW, Minggu, 22 April 2012
Segmen I :
Indikator terbaik mengenai wanita untuk kita adalah kita. Jangan menuntut wanita yang hebat kalau Anda sendiri tidak pantas untuk wanita yang hebat.
Bahasa adalah pembeda kelas, maka hati-hatilah.
Berhentilah bertanya-tanya mengenai wanita Anda, mulailah untuk memastikan bahwa Anda pantas dicintai oleh sehebat-hebatnya wanita.
Jangan tuntut sesuatu yang tidak Anda bangun di diri.
Banyak orang menuntut kasih sayang dengan cara yang membuat orang lain marah.
Bagaimana kalau mulai hari ini kita tidak menuntut tetapi meneladankan?
Dalam menjalin sebuah hubungan, jangan menuntut sesuatu yang tidak Anda bangun di diri sendiri.
Segmen II :
Lebih penting menarik daripada cantik karena orang menarik tidak perlu cantik, yang cantik belum tentu menarik.
Menarik itu ada di hati, cantik itu standar yang ditetapkan oleh orang lain yang dididikkan kepada kita sejak kecil.
Jadi menarik itu sangat pribadi. Kalau Anda membangun diri yang menarik, Anda akan menarik orang tertentu.
Wanita menarik adalah wanita yang menarik pria untuk maju, lebih baik daripada dirinya, tumbuh, menguat, menghebat.
Itu sebabnya orang jatuh cinta karena dia merasa lebih baik.
Wanita itu harus di depan karena wanita sebagai pembuka jalan.
Lelaki hebat di depan wanita melunak bukan karena dia lunak, dia menikmati perasaan menyerah kepada seseorang yang dicintainya. Wanita yang hebat bagi seorang pria adalah yang mengetahui semua kelemahan prianya tetapi tidak merendahkan prianya. Lalu menggunakan apapun yang ada di prianya itu sebagai alat untuk membuatnya bangga.
Sebagian besar suami kurang dipuji, kurang dikagumi, sering dibanding-bandingkan dengan suami lain yang lebih hebat.
Pria yang akan menjadi pembesar tidak mungkin tertarik kepada wanita yang tidak bisa membesarkannya.
Seseorang yang berbakat menjadi raja tidak mungkin tertarik kepada wanita yang tidak berbakat menjadi permaisuri. Marilah kita masing-masing saling mengkelaskan diri yang pantas bagi pilihan kita.
Segmen III :
Selalu pria yang mau wanita menerima apa adanya, khawatir mengenai masa depannya. Demikian juga wanita. Wanita yang mengatakan aku mau pria yang menerima aku apa adanya, berarti bersedia menerima laki-laki seadanya. Berarti dia takut menuntut karena takut yang dituntutnya pergi sehingga dia mengumumkan aku mau apa adanya.
Penghormatan kepada kelas diri, itu yang mengangkat kelas kita. Kelas itu sekarang dan sementara sedangkan masa depan itu dalam proses.
Tujuan dari semua keberhasilan adalah pulang ke rumah dalam perasaan damai.
Segmen IV :
Cemburu itu tanda bahwa cinta harus memiliki. Cemburu itu karena ada ancaman bahwa yang kita cintai mau diambil.
Bagi wanita ketampanan itu sebentar daya tariknya, yang lebih penting adalah kemapanan.
Segmen V :
Tidak mungkin Anda menemukan pria yang sempurna tanpa Anda yang menjadikannya sempurna.
Wanita itu penghebat, jadi jangan harapkan pria yang sudah jadi. Pria yang sudah jadi sudah diambil orang.
Wanita itu investor masa depan. Wanita itu menilai potensi.
Wanita itu harus bisa melihat di balik penampilan, mampu membaca di balik yang tertulis.
Wanita harus mencari pria yang ikhlas untuk dinasihatinya. Berarti wanita itu harus sangat dipercaya bahwa apapun yang dimintanya dari prianya, untuk kebaikan prianya.
Laki-laki kadang-kadang ingin menjadi pribadi yang damai.
Wanita yang cerdik tidak akan tertarik kepada pria yang kayanya karena orangtuanya.
Kita tidak boleh jatuh cinta kepada orang yang cocoknya hanya sebentar.
Bergaullah, dekatkanlah Anda dengan wanita hebat, biar ditolak, diabaikan, atau diacuhkan. Lakukanlah sesuatu yang aneh supaya dilihat, tetapi pastikanlah Anda dalam pertumbuhan itu, streslah karena diabaikan, streslah karena ditolak, yang menarik bagi wanita-wanita yang hebat.
Dan ini hebatnya, wanita-wanita itu akan menghebatkan Anda.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Indikator terbaik mengenai wanita untuk kita adalah kita. Jangan menuntut wanita yang hebat kalau Anda sendiri tidak pantas untuk wanita yang hebat.
Bahasa adalah pembeda kelas, maka hati-hatilah.
Berhentilah bertanya-tanya mengenai wanita Anda, mulailah untuk memastikan bahwa Anda pantas dicintai oleh sehebat-hebatnya wanita.
Jangan tuntut sesuatu yang tidak Anda bangun di diri.
Banyak orang menuntut kasih sayang dengan cara yang membuat orang lain marah.
Bagaimana kalau mulai hari ini kita tidak menuntut tetapi meneladankan?
Dalam menjalin sebuah hubungan, jangan menuntut sesuatu yang tidak Anda bangun di diri sendiri.
Segmen II :
Lebih penting menarik daripada cantik karena orang menarik tidak perlu cantik, yang cantik belum tentu menarik.
Menarik itu ada di hati, cantik itu standar yang ditetapkan oleh orang lain yang dididikkan kepada kita sejak kecil.
Jadi menarik itu sangat pribadi. Kalau Anda membangun diri yang menarik, Anda akan menarik orang tertentu.
Wanita menarik adalah wanita yang menarik pria untuk maju, lebih baik daripada dirinya, tumbuh, menguat, menghebat.
Itu sebabnya orang jatuh cinta karena dia merasa lebih baik.
Wanita itu harus di depan karena wanita sebagai pembuka jalan.
Lelaki hebat di depan wanita melunak bukan karena dia lunak, dia menikmati perasaan menyerah kepada seseorang yang dicintainya. Wanita yang hebat bagi seorang pria adalah yang mengetahui semua kelemahan prianya tetapi tidak merendahkan prianya. Lalu menggunakan apapun yang ada di prianya itu sebagai alat untuk membuatnya bangga.
Sebagian besar suami kurang dipuji, kurang dikagumi, sering dibanding-bandingkan dengan suami lain yang lebih hebat.
Pria yang akan menjadi pembesar tidak mungkin tertarik kepada wanita yang tidak bisa membesarkannya.
Seseorang yang berbakat menjadi raja tidak mungkin tertarik kepada wanita yang tidak berbakat menjadi permaisuri. Marilah kita masing-masing saling mengkelaskan diri yang pantas bagi pilihan kita.
Segmen III :
Selalu pria yang mau wanita menerima apa adanya, khawatir mengenai masa depannya. Demikian juga wanita. Wanita yang mengatakan aku mau pria yang menerima aku apa adanya, berarti bersedia menerima laki-laki seadanya. Berarti dia takut menuntut karena takut yang dituntutnya pergi sehingga dia mengumumkan aku mau apa adanya.
Penghormatan kepada kelas diri, itu yang mengangkat kelas kita. Kelas itu sekarang dan sementara sedangkan masa depan itu dalam proses.
Tujuan dari semua keberhasilan adalah pulang ke rumah dalam perasaan damai.
Segmen IV :
Cemburu itu tanda bahwa cinta harus memiliki. Cemburu itu karena ada ancaman bahwa yang kita cintai mau diambil.
Bagi wanita ketampanan itu sebentar daya tariknya, yang lebih penting adalah kemapanan.
Segmen V :
Tidak mungkin Anda menemukan pria yang sempurna tanpa Anda yang menjadikannya sempurna.
Wanita itu penghebat, jadi jangan harapkan pria yang sudah jadi. Pria yang sudah jadi sudah diambil orang.
Wanita itu investor masa depan. Wanita itu menilai potensi.
Wanita itu harus bisa melihat di balik penampilan, mampu membaca di balik yang tertulis.
Wanita harus mencari pria yang ikhlas untuk dinasihatinya. Berarti wanita itu harus sangat dipercaya bahwa apapun yang dimintanya dari prianya, untuk kebaikan prianya.
Laki-laki kadang-kadang ingin menjadi pribadi yang damai.
Wanita yang cerdik tidak akan tertarik kepada pria yang kayanya karena orangtuanya.
Kita tidak boleh jatuh cinta kepada orang yang cocoknya hanya sebentar.
Bergaullah, dekatkanlah Anda dengan wanita hebat, biar ditolak, diabaikan, atau diacuhkan. Lakukanlah sesuatu yang aneh supaya dilihat, tetapi pastikanlah Anda dalam pertumbuhan itu, streslah karena diabaikan, streslah karena ditolak, yang menarik bagi wanita-wanita yang hebat.
Dan ini hebatnya, wanita-wanita itu akan menghebatkan Anda.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Doiku Lowbat, MTGW, Minggu, 15 April 2012
Segmen I :
Ada sebenarnya orang-orang yang sangat bertenaga tetapi bergaul dengan orang perusak hati, yang menemukan kesenangan dengan menghina orang.
Sebetulnya tidak ada orang yang bisa bosan tentang kehidupan kalau dia tidak bosan tentang dirinya sendiri. Orang yang tertarik pada dirinya sendiri tidak bisa dibosankan oleh apa pun karena dia sedang asyik dengan dirinya, mimpinya, rencana-rencananya.
Ada orang yang tidak bergerak dalam kekhawatirannya sehingga tidak kelihatan seperti hidup.
Orang-orang lowbat itu sebetulnya tidak lowbat karena kalau kita sentuh hal tertentu marahnya sangat hebat. Jadi kalau begitu, orang-orang yang bisa marah itu, mengapa demikian lemah, karena memilih, biasanya, untuk mengasihani dirinya sendiri. Berapa banyak sebenarnya, orang kalau sedang bersedih itu sedang mengasihani dirinya sendiri?
Itu sebabnya, orang-orang yang sedang mengurusi dirinya sendiri lebih mudah bersedih karena yang dilihatnya adalah kekurangannya.
Oleh karena itu orang yang mau hebat dan kuat harus sangat sibuk memikirkan kebaikan untuk orang lain.
Keletihan, kegalauan, dan kesedihan apapun dapat dikalahkan dengan keinginan kita untuk menjadi secemerlang-cemerlangnya jiwa.
Segmen II :
Orang yang masuk dalam kesulitan harus tahu apa yang menyebabkannya masuk ke dalam kesulitan karena dia harus keluar.
Berapa banyak orang hari ini yang sedang mengeluh, sedang marah pada keadaannya, yang tahu mengapa dia lemah ekonominya, mengapa dia disingkirkan, mengapa dia dihina, mengapa dia direndahkan, mengapa dia tidak disukai? Sebagian besar tidak tahu. Itu sebabnya mereka menua dengan perasaan yang sama, marah karena tidak ikhlas melihat diri sendiri sebagai sebab perlakuan orang lain. Kita selalu menyalahkan orang lain.
Orang-orang yang tenaganya keluar harus tahu mengapa.
1. Mengkhawatirkan yang bukan urusannya.
2. Meragukan seharusnya yang diyakini. Meyakini yang seharusnya ditinggalkan.
3. Mendahulukan yang seharusnya diakhirkan. Mengakhirkan yang paling penting.
Itu kebiasaan banyak di antara kita. Menganggap yang dekat bisa disepelekan; anak, suami, ibu.
Kalau Anda sedang lowbat periksalah apakah Anda sedang menggunakan power Anda untuk hal-hal yang tidak ada gunanya.
Nama itu alamat dalam kehidupan kita, alamat ditujukannya kebaikan, termasuk kemarahan orang kalau kita tidak amanah.
Pribadi yang baik, yang penampilannya mewakili hati yang baik itu, semua pujian, penghormatan, kasih sayang itu ada di nama.
Segmen III :
Cinta itu konsep sementara yang sangat gila, dan kemudian harus turun menjadi sayang, kalau tidak menjadi ketidakpedulian.
Orang yang menuntut yang terbaik, dapat yang terbaik.
Jodoh memang dipilihkan oleh Tuhan yang sesuai dengan Anda pada saat itu. Kalau Anda menghebatkan diri, dipilihkan yang hebat.
Jodoh memang dipilihkan oleh Tuhan, kalau Anda menghebatkan diri akan dipilihkan jodoh yang hebat.
Segmen IV :
Jangan bawa hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan di rumah.
Kalau Tuhan berkenan, Anda tidak bekerja pun Anda bisa kaya. Masalahnya Tuhan tidak suka orang tidak bekerja. Jadi harus bekerja.
Orang anggun adalah orang yang mengabaikan urusan kecil karena tujuannya besar.
Betapa sia-sianya perhatian kita, menggunakan hati yang kuat ini untuk disedih-sedihkan untuk urusan yang tidak ada gunanya. Yang praktis, yang tidak penting tinggalkan. Yang kecil, tinggalkan. Urusan Anda besar.
Kalau saya melambatkan diri mengurusi hal yang kecil-kecil, kapan saya tumbuh dan diberikan tugas oleh Tuhan untuk urusan yang besar?
Jangan jadi orang lemah. Sebagian besar orang sebenarnya butuh dikagetkan dengan kalimat itu.
Semua orang yang merasa tidak berguna karena sedang tidak melakukan sesuatu yang berguna. Lakukan sesuatu.
Segmen V :
Orang nganggur bukan tidak ada pekerjaan, orang nganggur itu punya banyak waktu untuk melakukan sesuatu yang disukainya.
Banyak orang sedang sibuk, nganggur, tidak melakukan apa pun. Banyak orang yang merasa lemah karena tidak ada yang dilakukannya. Salah.
Keinginan adalah rahmat dari Tuhan yang tidak bisa Anda karang.
Bukan keinginan yang menyebabkan derita, tetapi tidak cukupnya tindakan dalam keinginan itu.
Kebahagiaan itu datang bukan karena Anda merencanakan kehebatan, tetapi karena Anda ikhlas melakukan sesuatu yang kecil, yang penting.
Orang yang melakukan sesuatu, timbul kekuatannya. Kekuatan Anda itu dibangun melalui pekerjaan. Jadi, pekerjaan bukan untuk menggaji Anda.
Bangun kekuatan, kemandirian melalui pekerjaan Anda.
Kebahagiaan itu perasaan hasil dari kekuatan. Orang kuat itu gampang bahagia.
Bangun kebahagiaan melalui kekuatan.
Tidak ada kebahagiaan dalam kelemahan, jangan menerima kemiskinan sebagai nasib, kemiskinan adalah keadaan sementara, tetapi mengeluh, menyalahkan kehidupan, dan menghujat para penasihat, itu yang menjadikan kemiskinan permanen, bukan hanya kemiskinan hidup, tapi kemiskinan jiwa.
Jangan lagi berlama-lama dalam kelemahan hidup, putuskan sesuatu, lebih baik salah keras, daripada betul tidak kedengaran.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Ada sebenarnya orang-orang yang sangat bertenaga tetapi bergaul dengan orang perusak hati, yang menemukan kesenangan dengan menghina orang.
Sebetulnya tidak ada orang yang bisa bosan tentang kehidupan kalau dia tidak bosan tentang dirinya sendiri. Orang yang tertarik pada dirinya sendiri tidak bisa dibosankan oleh apa pun karena dia sedang asyik dengan dirinya, mimpinya, rencana-rencananya.
Ada orang yang tidak bergerak dalam kekhawatirannya sehingga tidak kelihatan seperti hidup.
Orang-orang lowbat itu sebetulnya tidak lowbat karena kalau kita sentuh hal tertentu marahnya sangat hebat. Jadi kalau begitu, orang-orang yang bisa marah itu, mengapa demikian lemah, karena memilih, biasanya, untuk mengasihani dirinya sendiri. Berapa banyak sebenarnya, orang kalau sedang bersedih itu sedang mengasihani dirinya sendiri?
Itu sebabnya, orang-orang yang sedang mengurusi dirinya sendiri lebih mudah bersedih karena yang dilihatnya adalah kekurangannya.
Oleh karena itu orang yang mau hebat dan kuat harus sangat sibuk memikirkan kebaikan untuk orang lain.
Keletihan, kegalauan, dan kesedihan apapun dapat dikalahkan dengan keinginan kita untuk menjadi secemerlang-cemerlangnya jiwa.
Segmen II :
Orang yang masuk dalam kesulitan harus tahu apa yang menyebabkannya masuk ke dalam kesulitan karena dia harus keluar.
Berapa banyak orang hari ini yang sedang mengeluh, sedang marah pada keadaannya, yang tahu mengapa dia lemah ekonominya, mengapa dia disingkirkan, mengapa dia dihina, mengapa dia direndahkan, mengapa dia tidak disukai? Sebagian besar tidak tahu. Itu sebabnya mereka menua dengan perasaan yang sama, marah karena tidak ikhlas melihat diri sendiri sebagai sebab perlakuan orang lain. Kita selalu menyalahkan orang lain.
Orang-orang yang tenaganya keluar harus tahu mengapa.
1. Mengkhawatirkan yang bukan urusannya.
2. Meragukan seharusnya yang diyakini. Meyakini yang seharusnya ditinggalkan.
3. Mendahulukan yang seharusnya diakhirkan. Mengakhirkan yang paling penting.
Itu kebiasaan banyak di antara kita. Menganggap yang dekat bisa disepelekan; anak, suami, ibu.
Kalau Anda sedang lowbat periksalah apakah Anda sedang menggunakan power Anda untuk hal-hal yang tidak ada gunanya.
Nama itu alamat dalam kehidupan kita, alamat ditujukannya kebaikan, termasuk kemarahan orang kalau kita tidak amanah.
Pribadi yang baik, yang penampilannya mewakili hati yang baik itu, semua pujian, penghormatan, kasih sayang itu ada di nama.
Segmen III :
Cinta itu konsep sementara yang sangat gila, dan kemudian harus turun menjadi sayang, kalau tidak menjadi ketidakpedulian.
Orang yang menuntut yang terbaik, dapat yang terbaik.
Jodoh memang dipilihkan oleh Tuhan yang sesuai dengan Anda pada saat itu. Kalau Anda menghebatkan diri, dipilihkan yang hebat.
Jodoh memang dipilihkan oleh Tuhan, kalau Anda menghebatkan diri akan dipilihkan jodoh yang hebat.
Segmen IV :
Jangan bawa hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan di rumah.
Kalau Tuhan berkenan, Anda tidak bekerja pun Anda bisa kaya. Masalahnya Tuhan tidak suka orang tidak bekerja. Jadi harus bekerja.
Orang anggun adalah orang yang mengabaikan urusan kecil karena tujuannya besar.
Betapa sia-sianya perhatian kita, menggunakan hati yang kuat ini untuk disedih-sedihkan untuk urusan yang tidak ada gunanya. Yang praktis, yang tidak penting tinggalkan. Yang kecil, tinggalkan. Urusan Anda besar.
Kalau saya melambatkan diri mengurusi hal yang kecil-kecil, kapan saya tumbuh dan diberikan tugas oleh Tuhan untuk urusan yang besar?
Jangan jadi orang lemah. Sebagian besar orang sebenarnya butuh dikagetkan dengan kalimat itu.
Semua orang yang merasa tidak berguna karena sedang tidak melakukan sesuatu yang berguna. Lakukan sesuatu.
Segmen V :
Orang nganggur bukan tidak ada pekerjaan, orang nganggur itu punya banyak waktu untuk melakukan sesuatu yang disukainya.
Banyak orang sedang sibuk, nganggur, tidak melakukan apa pun. Banyak orang yang merasa lemah karena tidak ada yang dilakukannya. Salah.
Keinginan adalah rahmat dari Tuhan yang tidak bisa Anda karang.
Bukan keinginan yang menyebabkan derita, tetapi tidak cukupnya tindakan dalam keinginan itu.
Kebahagiaan itu datang bukan karena Anda merencanakan kehebatan, tetapi karena Anda ikhlas melakukan sesuatu yang kecil, yang penting.
Orang yang melakukan sesuatu, timbul kekuatannya. Kekuatan Anda itu dibangun melalui pekerjaan. Jadi, pekerjaan bukan untuk menggaji Anda.
Bangun kekuatan, kemandirian melalui pekerjaan Anda.
Kebahagiaan itu perasaan hasil dari kekuatan. Orang kuat itu gampang bahagia.
Bangun kebahagiaan melalui kekuatan.
Tidak ada kebahagiaan dalam kelemahan, jangan menerima kemiskinan sebagai nasib, kemiskinan adalah keadaan sementara, tetapi mengeluh, menyalahkan kehidupan, dan menghujat para penasihat, itu yang menjadikan kemiskinan permanen, bukan hanya kemiskinan hidup, tapi kemiskinan jiwa.
Jangan lagi berlama-lama dalam kelemahan hidup, putuskan sesuatu, lebih baik salah keras, daripada betul tidak kedengaran.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Justice for the Poor, MTGW, Minggu, 8 April 2012
Segmen I :
Tunas yang nanti tumbuh menjadi keadilan itu tumbuhnya dari hati yang baik. Tidak ada orang jahat bisa adil.
Tetapi kalau mau belajar keadilan, belajarlah dari pemimpin yang penjahat. Para pemimpin penjahat tidak berani berlaku tidak adil karena anak buahnya penjahat.
Yang aman itu pemimpinnya orang baik. Tidak amanah, berdusta, bermuslihat untuk ngakali orang banyak, masih dimaafkan oleh orang banyak karena yang dipimpinnya orang baik. Itu sebabnya orang baik tidak boleh salah memilih pemimpin. Pilihlah yang hatinya baik, sehingga kita tidak letih-letih meminta orang yang tidak berbakat untuk adil untuk adil. Kalau orang baik tidak usah kita beritahu untuk adil. Sudah alamiahnya adil.
Bertarunglah selama mungkin, tapi jangan lupa hidup. Kadang Tuhan menunjukkan cara kita melihat kehidupan yang lebih besar dengan menutup jalan yang lebih sempit yang selama ini kita pikir di situ tempat rezeki.
Sesuatu yang benar itu tidak pernah salah, hanya belum bisa diterima karena yang berkuasa sedang belum baik.
Khalifah yang sebetulnya tidak hanya hadir dan berlaku adil terhadap sesama, kepada binatang, tumbuhan, dan batupun berlaku sama, karena yang diharapkan rahmat bagi sesama.
Segmen II :
Keadilan Tuhan itu tidak sama seperti keadilan kita sebagai manusia. Contohnya, Tuhan itu Maha Adil, tapi melebihkan keadilan-Nya kepada orang yang melebihkan keberserahan.
Sebenarnya konsep keadilan adalah lebihkan. Jangan menakar.
Jadi kalau untuk kebaikan, anjurannya adalah lebihkan. Tidak mungkin akan ada rugi kalau orang lain untung.
Anjurannya, apabila Anda sedang benar, jangan terlalu berani, apabila sedang salah, jangan terlalu takut karena kita ber-Tuhan, ada perlindungan.
Iman itu logis sekali, kalau kita gunakan dengan baik tidak ada pilihan lain kecuali damai. Kita itu terlalu berharap kepada selain Tuhan sehingga kalau hak kita dinistai, kita harus mempertahankannya takut kita tidak baik hidupnya.
Berpihaklah kepada yang baik untuk diri kita sendiri.
Konsep keadilan dan kebaikan adalah lebihkanlah, karena tidak mungkin Anda rugi kalau orang lain untung.
Segmen III :
Hukum itu buta tetapi kebutaan hukum itu harus dilaksanakan dulu supaya tidak ada interpretasi yang mengubah peraturan. Dilaksanakan dulu setelah itu baru mata hatinya pemimpin memutuskan.
Sense of justice tidak bisa diakali karena aslinya dari Tuhan.
Jangan hanya memberikan banyak untuk disukai pada kelompok sendiril, menghukum keras supaya ditakuti kepada lawan. Jadilah pribadi yang berdiri di atas semua kepentingan bagi kebaikan sesama.
Pemimpin adalah cerminan masyarakatnya. Kalau Anda mengeluhkan ketidakamanahan pemimpin karena yang memilih adalah masyarakat yang tidak amanah. Tidak mungkin kita tertarik kepada orang yang tidak mirip dengan kita.
Penegakan keadilan pertama yang bisa kita lakukan adalah tidak memilih pemimpin yang tidak adil.
Segmen IV :
Orang yang cerdas akan dikalahkan orang yang pandai kalau dia tidak belajar karena kepandaian fungsi belajar. Kebijakan itu fungsi pengalaman. Itu sebabnya, orang yang lebih tua diharapkan membuat keputusan yang lebih bijak.
Bijak itu tidak selalu harus menyenangkan semua orang tetapi baik bagi semua orang.
Bagaimana kita bisa diperlakukan dengan adil jika kita belum adil kepada Tuhan?
Tuhanku aku takut sekali memikirkan yang tidak baik, merasakan yang tidak baik karena Engkau Maha Tahu.
Hati adalah tempat dimana doa Anda berangkat, janganlah kotori dengan akal-akal muslihat, dendam, dan curiga.
Segmen V :
Segala sesuatu yang terjadi sudah ada dalam pengetahuan Tuhan, dan apabila terjadi sudah diketahui dan diizinkan, dan karena Tuhan Maha Penyayang, terjadinya apa pun karena alasan kasih sayang sehingga tidak ada fitnah atau apapun berkah atau hadiah, yang bukan berkah.
Tidak ada apapun yang bukan berkah karena datangnya diizinkan Tuhan.
Cara melihat maksud baik Tuhan adalah melihat baiknya, kita itu melihat buruknya, melihat dirugikannya kita.
Kapan sih kita bisa tegas kalau kita tidak marah? Krisis adalah alasan terbaik untuk perubahan karena orang tegas.
Jadilah orang yang setia kepada kebaikan diri saja karena perlindungan Tuhan itu adalah kesaksian yang paling benar. Mari kita kembali kepada keberserahan kita kepada Tuhan. Tuhan itu Maha Adil tetapi melebihkan keadilan kepada orang yang melebihkan keberserahan.
Kalau Anda bisa ubah, ubah. Kalau tidak bisa ubah, sikap kita mengenai keadaan itu jangan menjadi seorang yang bersikap sebagai korban. Kita semua pelaku dengan peran yang seimbang.
Keberhasilan itu jangan dilihat dihalangi oleh orang karena tidak ada yang bisa dihalangi orang kalau Tuhan mau memuliakan, dan tidak ada yang bisa mencegah kalau Tuhan ingin menghinakan seseorang.
Lihat kehidupan sebagai sesuatu yang mengalir, yang tidak harus selesai dalam kehidupan kita, yang dilanjutkan oleh keturunan kita.
Lihat segala sesuatu dengan alasan di belakangnya, mudah-mudahan dengan itu, kita memang sakit hati, marah, kecewa, dan mungkin agak kehilangan kesantunan dalam kemarahan kita, tapi yuk kita kembali kepada yang benar, supaya mudah bagi sistemnya Tuhan, untuk menjadikan kita pribadi-pribadi yang mulia, karena kemuliaan pantas bagi orang yang hati, pikiran, dan tindakannya benar.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tunas yang nanti tumbuh menjadi keadilan itu tumbuhnya dari hati yang baik. Tidak ada orang jahat bisa adil.
Tetapi kalau mau belajar keadilan, belajarlah dari pemimpin yang penjahat. Para pemimpin penjahat tidak berani berlaku tidak adil karena anak buahnya penjahat.
Yang aman itu pemimpinnya orang baik. Tidak amanah, berdusta, bermuslihat untuk ngakali orang banyak, masih dimaafkan oleh orang banyak karena yang dipimpinnya orang baik. Itu sebabnya orang baik tidak boleh salah memilih pemimpin. Pilihlah yang hatinya baik, sehingga kita tidak letih-letih meminta orang yang tidak berbakat untuk adil untuk adil. Kalau orang baik tidak usah kita beritahu untuk adil. Sudah alamiahnya adil.
Bertarunglah selama mungkin, tapi jangan lupa hidup. Kadang Tuhan menunjukkan cara kita melihat kehidupan yang lebih besar dengan menutup jalan yang lebih sempit yang selama ini kita pikir di situ tempat rezeki.
Sesuatu yang benar itu tidak pernah salah, hanya belum bisa diterima karena yang berkuasa sedang belum baik.
Khalifah yang sebetulnya tidak hanya hadir dan berlaku adil terhadap sesama, kepada binatang, tumbuhan, dan batupun berlaku sama, karena yang diharapkan rahmat bagi sesama.
Segmen II :
Keadilan Tuhan itu tidak sama seperti keadilan kita sebagai manusia. Contohnya, Tuhan itu Maha Adil, tapi melebihkan keadilan-Nya kepada orang yang melebihkan keberserahan.
Sebenarnya konsep keadilan adalah lebihkan. Jangan menakar.
Jadi kalau untuk kebaikan, anjurannya adalah lebihkan. Tidak mungkin akan ada rugi kalau orang lain untung.
Anjurannya, apabila Anda sedang benar, jangan terlalu berani, apabila sedang salah, jangan terlalu takut karena kita ber-Tuhan, ada perlindungan.
Iman itu logis sekali, kalau kita gunakan dengan baik tidak ada pilihan lain kecuali damai. Kita itu terlalu berharap kepada selain Tuhan sehingga kalau hak kita dinistai, kita harus mempertahankannya takut kita tidak baik hidupnya.
Berpihaklah kepada yang baik untuk diri kita sendiri.
Konsep keadilan dan kebaikan adalah lebihkanlah, karena tidak mungkin Anda rugi kalau orang lain untung.
Segmen III :
Hukum itu buta tetapi kebutaan hukum itu harus dilaksanakan dulu supaya tidak ada interpretasi yang mengubah peraturan. Dilaksanakan dulu setelah itu baru mata hatinya pemimpin memutuskan.
Sense of justice tidak bisa diakali karena aslinya dari Tuhan.
Jangan hanya memberikan banyak untuk disukai pada kelompok sendiril, menghukum keras supaya ditakuti kepada lawan. Jadilah pribadi yang berdiri di atas semua kepentingan bagi kebaikan sesama.
Pemimpin adalah cerminan masyarakatnya. Kalau Anda mengeluhkan ketidakamanahan pemimpin karena yang memilih adalah masyarakat yang tidak amanah. Tidak mungkin kita tertarik kepada orang yang tidak mirip dengan kita.
Penegakan keadilan pertama yang bisa kita lakukan adalah tidak memilih pemimpin yang tidak adil.
Segmen IV :
Orang yang cerdas akan dikalahkan orang yang pandai kalau dia tidak belajar karena kepandaian fungsi belajar. Kebijakan itu fungsi pengalaman. Itu sebabnya, orang yang lebih tua diharapkan membuat keputusan yang lebih bijak.
Bijak itu tidak selalu harus menyenangkan semua orang tetapi baik bagi semua orang.
Bagaimana kita bisa diperlakukan dengan adil jika kita belum adil kepada Tuhan?
Tuhanku aku takut sekali memikirkan yang tidak baik, merasakan yang tidak baik karena Engkau Maha Tahu.
Hati adalah tempat dimana doa Anda berangkat, janganlah kotori dengan akal-akal muslihat, dendam, dan curiga.
Segmen V :
Segala sesuatu yang terjadi sudah ada dalam pengetahuan Tuhan, dan apabila terjadi sudah diketahui dan diizinkan, dan karena Tuhan Maha Penyayang, terjadinya apa pun karena alasan kasih sayang sehingga tidak ada fitnah atau apapun berkah atau hadiah, yang bukan berkah.
Tidak ada apapun yang bukan berkah karena datangnya diizinkan Tuhan.
Cara melihat maksud baik Tuhan adalah melihat baiknya, kita itu melihat buruknya, melihat dirugikannya kita.
Kapan sih kita bisa tegas kalau kita tidak marah? Krisis adalah alasan terbaik untuk perubahan karena orang tegas.
Jadilah orang yang setia kepada kebaikan diri saja karena perlindungan Tuhan itu adalah kesaksian yang paling benar. Mari kita kembali kepada keberserahan kita kepada Tuhan. Tuhan itu Maha Adil tetapi melebihkan keadilan kepada orang yang melebihkan keberserahan.
Kalau Anda bisa ubah, ubah. Kalau tidak bisa ubah, sikap kita mengenai keadaan itu jangan menjadi seorang yang bersikap sebagai korban. Kita semua pelaku dengan peran yang seimbang.
Keberhasilan itu jangan dilihat dihalangi oleh orang karena tidak ada yang bisa dihalangi orang kalau Tuhan mau memuliakan, dan tidak ada yang bisa mencegah kalau Tuhan ingin menghinakan seseorang.
Lihat kehidupan sebagai sesuatu yang mengalir, yang tidak harus selesai dalam kehidupan kita, yang dilanjutkan oleh keturunan kita.
Lihat segala sesuatu dengan alasan di belakangnya, mudah-mudahan dengan itu, kita memang sakit hati, marah, kecewa, dan mungkin agak kehilangan kesantunan dalam kemarahan kita, tapi yuk kita kembali kepada yang benar, supaya mudah bagi sistemnya Tuhan, untuk menjadikan kita pribadi-pribadi yang mulia, karena kemuliaan pantas bagi orang yang hati, pikiran, dan tindakannya benar.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
16 Juni 2012
Can You Spot the Cat?
15 Juni 2012
Bunga di Sore Hari

Untuk foto yang satu ini, saya ambil saat pulang dari kantor dan setelah baru saja turun hujan.
Foto ini sebagai pengingat untuk selalu bersyukur untuk hal kecil yang kita anggap remah dan selalu luangkan waktu untuk melihat keindahan alam di sekitar kita yang sudah dianugerahkan Allah SWT kepada kita.
Yuk jadi pribadi yang lebih perhatian terhadap hal kecil yang tadinya kita anggap remeh. Dengan begitu kita akan selalu berbahagia. Aamiin.
14 Juni 2012
My lazy Cat
Kucing yang satu ini memang pemalas.
Dia hanya akan bersuara kalau lapar dan meminta makan.
Mungkin karena sudah terbiasa mendapatkan makanan sejak dia masih kecil hingga dia tidak tahu bagaimana caranya mencari makanan sendiri.
Tetapi justru kemanjaannya itu yang membuat saya sering merasa gemas untuk mengelus-elusnya. :)
Langganan:
Postingan (Atom)

