Tadi pagi saat berangkat ke kantor, saya melihat seorang anak duduk di pinggir jalan dengan tangan kiri memegang plastik berisi kerupuk yang sudah setengah kosong dan tangan kanan yang masih memegang kerupuk yang sudah setengah dimakan.
Wajahnya cerah. Menikmati kerupuk sambil menikmati lalu lintas yang lalu lalang di hadapannya.
Walaupun saya hanya melihatnya beberapa detik, saya cukup merasakan kebahagiaannya.
Sebagai seorang yang bukan lagi anak-anak, terlintas di pikiran saya, mengapa begitu banyak syarat yang harus saya penuhi sebelum bisa merasa bahagia?
Begitu banyak yang harus saya miliki sebelum bisa merasa bahagia?
Mengapa begitu rumit hanya untuk merasa bahagia?
Kembali ke masa kanak-kanak, dimana kehidupan belum begitu rumit, hal sesederhana itu pun bisa membuat anak-anak bahagia.
Coba menyederhanakan diri yuk, supaya tidak perlu banyak hal sebelum merasa bahagia.
:)
21 Oktober 2010
17 Oktober 2010
Gamang
Baru kemarin mengirimkan terjemahan artikel dan keesokan harinya artikel tersebut langsung dimuat di website.
Ada sedikit rasa gamang karena sepertinya terjemahan artikel itu tidak diperiksa oleh editor, yang nota bene bahasa asingnya lebih tinggi dibandingkan saya.
Satu hal lagi yang memacu saya untuk terus berkarya bahwa orang yang meminta saya menerjemahkan sudah percaya sepenuhnya atas terjemahan saya.
Waktunya untuk terus belajar agar semakin ahli dalam bahasa asing dan waktunya untuk terus berkarya, dengan menerjemahkan berbagai artikel yang dapat menambah pengetahuan orang banyak.
Mudahkan jalanku ya, Tuhan. Amin.
:)
Ada sedikit rasa gamang karena sepertinya terjemahan artikel itu tidak diperiksa oleh editor, yang nota bene bahasa asingnya lebih tinggi dibandingkan saya.
Satu hal lagi yang memacu saya untuk terus berkarya bahwa orang yang meminta saya menerjemahkan sudah percaya sepenuhnya atas terjemahan saya.
Waktunya untuk terus belajar agar semakin ahli dalam bahasa asing dan waktunya untuk terus berkarya, dengan menerjemahkan berbagai artikel yang dapat menambah pengetahuan orang banyak.
Mudahkan jalanku ya, Tuhan. Amin.
:)
16 Oktober 2010
Zona nyaman
Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Tidak ada di dalam hidup ini yang tidak berubah.
Akan tetapi, reaksi kita terhadap perubahan sangat bergantung ke seberapa nyaman kita berada di zona nyaman.
Baru saja terjadi perombakan struktur di tempat saya bekerja. Salah satu departemen ditiadakan dan personilnya dilebur ke departemen lain. Perubahan besar-besaran tentunya yang dirasakan rekan kerja saya tersebut.
Beliau yang masuk ke departemen saya bertanya banyak soal dinamika kerja di departemen saya. Menimbang-nimbang perubahan yang akan dialaminya di departemen yang baru. Keluar dari zona nyamannya.
Beliau mengatakan apa saja yang akan dilakukan dan tidak bisa dilakukannya di departemen yang baru dengan alasan, beliau sudah nyaman dengan pekerjaan yang dilakukan sebelumnya, yang cocok dengan kompetensinya dan yang tercantum di kontrak kerja.
Saya hanya bisa melihatnya sebagai reaksi dari seseorang yang harus mengalami perubahan setelah bekerja di tempat yang sama, melakukan hal yang sama kurang lebih 3 tahun. Pastinya ada perasaan gamang untuk menjalani perubahan kerja, akan tetapi sudah seharusnya sebagai pekerja, kita memberikan yang terbaik kepada perusahaan, dimanapun kita ditempatkan.
Hitung-hitung mendapatkan pengalaman baru, melakukan hal yang baru, dan mencoba zona nyaman baru.
:)
Akan tetapi, reaksi kita terhadap perubahan sangat bergantung ke seberapa nyaman kita berada di zona nyaman.
Baru saja terjadi perombakan struktur di tempat saya bekerja. Salah satu departemen ditiadakan dan personilnya dilebur ke departemen lain. Perubahan besar-besaran tentunya yang dirasakan rekan kerja saya tersebut.
Beliau yang masuk ke departemen saya bertanya banyak soal dinamika kerja di departemen saya. Menimbang-nimbang perubahan yang akan dialaminya di departemen yang baru. Keluar dari zona nyamannya.
Beliau mengatakan apa saja yang akan dilakukan dan tidak bisa dilakukannya di departemen yang baru dengan alasan, beliau sudah nyaman dengan pekerjaan yang dilakukan sebelumnya, yang cocok dengan kompetensinya dan yang tercantum di kontrak kerja.
Saya hanya bisa melihatnya sebagai reaksi dari seseorang yang harus mengalami perubahan setelah bekerja di tempat yang sama, melakukan hal yang sama kurang lebih 3 tahun. Pastinya ada perasaan gamang untuk menjalani perubahan kerja, akan tetapi sudah seharusnya sebagai pekerja, kita memberikan yang terbaik kepada perusahaan, dimanapun kita ditempatkan.
Hitung-hitung mendapatkan pengalaman baru, melakukan hal yang baru, dan mencoba zona nyaman baru.
:)
Menunda
Entah berapa banyak judul tulisan saya yang berjudul menunda.
Masih terasa penyesalan. Terjemahan yang bisa diselesaikan dengan hanya waktu beberapa jam, baru saja diselesaikan. Dan waktunya, beberapa bulan. Sebenarnya bisa dengan cepat dilakukan sekiranya ada keinginan kuat untuk menyelesaikannya.
Dan yang membuat sedih adalah terjemahan itu akan banyak membantu orang lebih mengerti tentang sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya.
Baiklah, waktunya berkarya lebih banyak tanpa menunda-nunda tentunya.
:)
Masih terasa penyesalan. Terjemahan yang bisa diselesaikan dengan hanya waktu beberapa jam, baru saja diselesaikan. Dan waktunya, beberapa bulan. Sebenarnya bisa dengan cepat dilakukan sekiranya ada keinginan kuat untuk menyelesaikannya.
Dan yang membuat sedih adalah terjemahan itu akan banyak membantu orang lebih mengerti tentang sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya.
Baiklah, waktunya berkarya lebih banyak tanpa menunda-nunda tentunya.
:)
Menyesal
Yup, itulah yang saya rasakan atas eksperimen yang saya lakukan dengan menghilangkan data tanggal ulang tahun di jejaring sosial lainnya, karena menghilangkan kesempatan teman-teman baik saya untuk dapat mengucapkan selamat ulang tahun.
Penyesalan lainnya adalah tidak berani mengucapkan ulang tahun kepada teman saya karena terlalu mempertimbangkan situasi kurang nyaman yang saat ini sedang berlangsung. Sedangkan teman saya lainnya tetap mengucapkan selamat ulang tahun.
Pelajaran yang saya dapatkan adalah jangan mengorbankan kepentingan orang baik yang lebih banyak kita miliki dan jika memang perbuatan yang kita lakukan baik, janganlah terlalu memikirkan konsekuensinya.
:)
Penyesalan lainnya adalah tidak berani mengucapkan ulang tahun kepada teman saya karena terlalu mempertimbangkan situasi kurang nyaman yang saat ini sedang berlangsung. Sedangkan teman saya lainnya tetap mengucapkan selamat ulang tahun.
Pelajaran yang saya dapatkan adalah jangan mengorbankan kepentingan orang baik yang lebih banyak kita miliki dan jika memang perbuatan yang kita lakukan baik, janganlah terlalu memikirkan konsekuensinya.
:)
05 Oktober 2010
Ulang tahun
Saya mencoba melakukan eksperimen untuk mengetahui apakah kita benar-benar mengingat ulang tahun seseorang tanpa diingatkan oleh perangkat canggih yang kita miliki?
Seminggu lalu, saya menghilangkan informasi tanggal lahir saya di salah satu jejaring sosial.
Hasilnya, hari ini, ada seorang teman yang mengucapkan selamat ulang tahun di depan teman-teman saya lainnya dan mengakhiri eksperimen saya.
Akhirnya semua orang mengucapkan selamat ulang tahun. Sepertinya beliau mengingat ulang tahun saya karena beliau juga lahir di bulan yang sama.
Kemudian, datanglah ucapan selamat ulang tahun dari teman saya di jejaring sosial yang saya miliki. Selidik punya selidik, ternyata beliau memiliki reminder yang notabene merupakan alat canggih yang kita miliki sekarang. Kemudian, datanglah ucapan-ucapan selamat lainnya.
Bukannya tidak bersyukur dengan memiliki teman yang masih mengingat ulang tahun kita, tetapi akan sangat berarti bila memang hari ulang tahun kita benar-benar diingat oleh orang lain.
Happy b-day... :D
Seminggu lalu, saya menghilangkan informasi tanggal lahir saya di salah satu jejaring sosial.
Hasilnya, hari ini, ada seorang teman yang mengucapkan selamat ulang tahun di depan teman-teman saya lainnya dan mengakhiri eksperimen saya.
Akhirnya semua orang mengucapkan selamat ulang tahun. Sepertinya beliau mengingat ulang tahun saya karena beliau juga lahir di bulan yang sama.
Kemudian, datanglah ucapan selamat ulang tahun dari teman saya di jejaring sosial yang saya miliki. Selidik punya selidik, ternyata beliau memiliki reminder yang notabene merupakan alat canggih yang kita miliki sekarang. Kemudian, datanglah ucapan-ucapan selamat lainnya.
Bukannya tidak bersyukur dengan memiliki teman yang masih mengingat ulang tahun kita, tetapi akan sangat berarti bila memang hari ulang tahun kita benar-benar diingat oleh orang lain.
Happy b-day... :D
04 Oktober 2010
Sama
Betapa membosankan dunia ini jika diisi oleh setiap individu
yang bersifat sama, berwarna kulit sama, berambut sama,
dan hal lainnya yang sama.
Maka akan lebih baik jika kita menghargai perbedaan.
Mempelajari hal yang berbeda dari yang ada di dalam diri kita.
Begitu banyak hal berbeda di dalam diri kita,
mengapa kita ingin disamakan dengan orang lain?
Lelah sekali menghadapi hidup dimana orang lain
selalu menyamakan diri kita dengan dirinya,
sementara seumur hidup kita berusaha berbeda dari orang lain,
karena setiap dari kita dibesarkan di lingkungan keluarga yang berbeda.
:(
yang bersifat sama, berwarna kulit sama, berambut sama,
dan hal lainnya yang sama.
Maka akan lebih baik jika kita menghargai perbedaan.
Mempelajari hal yang berbeda dari yang ada di dalam diri kita.
Begitu banyak hal berbeda di dalam diri kita,
mengapa kita ingin disamakan dengan orang lain?
Lelah sekali menghadapi hidup dimana orang lain
selalu menyamakan diri kita dengan dirinya,
sementara seumur hidup kita berusaha berbeda dari orang lain,
karena setiap dari kita dibesarkan di lingkungan keluarga yang berbeda.
:(
Label
Entah, untuk kata yang satu itu, saya memiliki kesan negatif.
Mungkin karena disekeliling saya sudah terbiasa
dengan melabeli seseorang tanpa sedikitpun rasa ingin tahu,
benarkah orang ini memiliki sifat seperti itu,
dan seringkali hanya berdasarkan satu kejadian semata.
Mungkin hal itupun saya lakukan terhadap orang lain,
walaupun saat ini saya berusaha memiliki pikiran terbuka,
dengan tidak hanya berdasarkan satu kejadian semata,
tetapi mengujinya beberapa kali
dan di masa depan pun akan saya berikan kesempatan,
karena saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi
diantara waktu saat saya tidak bersosialisasi dengannya.
Alangkah indahnya dunia andai semua orang bisa memberikan kesempatan kedua
dan kesekian kalinya, kepada orang lain.
:)
Mungkin karena disekeliling saya sudah terbiasa
dengan melabeli seseorang tanpa sedikitpun rasa ingin tahu,
benarkah orang ini memiliki sifat seperti itu,
dan seringkali hanya berdasarkan satu kejadian semata.
Mungkin hal itupun saya lakukan terhadap orang lain,
walaupun saat ini saya berusaha memiliki pikiran terbuka,
dengan tidak hanya berdasarkan satu kejadian semata,
tetapi mengujinya beberapa kali
dan di masa depan pun akan saya berikan kesempatan,
karena saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi
diantara waktu saat saya tidak bersosialisasi dengannya.
Alangkah indahnya dunia andai semua orang bisa memberikan kesempatan kedua
dan kesekian kalinya, kepada orang lain.
:)
02 Oktober 2010
Melebihkan
Memang sudah merupakan tugas kita untuk melakukan apa yang telah ditugaskan.
Apalagi kalau menyangkut pekerjaan, sudah sepantasnya kita melakukannya dengan sebaik mungkin yang bisa kita lakukan.
Sulit untuk melakukannya sudah pasti, apalagi jika atasan tidak melihat kerja keras yang kita lakukan untuk menyelesaikan tugas yang sudah diberikan, dan hanya melihat kekurangan dari yang kita lakukan.
Hmmm, apakah dengan keadaan itu kita masih mau melebihkan kerja yang sudah seharusnya kita lakukan?
Sampai saat ini saya belum bisa mengatakan ya, masih harus menata hati dan diri ini agar bisa melebihkan yang bisa saya lebihkan untuk tempat saya bekerja.
Mencoba menyukai apa yang sudah seharusnya saya sukai, karena bekerja dengan keluhan dari pekerjaan yang memang tidak kita sukai akan menambahkan beban yang seharusnya tidak kita hadapi.
Mari benahi diri dan hati kita untuk mendapatkan kebahagiaan berhasil menyelesaikan sesuatu di dunia ini agar saat ditanya, kita dapat menjawabnya dengan mudah, karena kita memang sudah berkarya saat masih hidup di dunia ini.
Mudahkan langkah kami, Tuhan. Amin. :)
Apalagi kalau menyangkut pekerjaan, sudah sepantasnya kita melakukannya dengan sebaik mungkin yang bisa kita lakukan.
Sulit untuk melakukannya sudah pasti, apalagi jika atasan tidak melihat kerja keras yang kita lakukan untuk menyelesaikan tugas yang sudah diberikan, dan hanya melihat kekurangan dari yang kita lakukan.
Hmmm, apakah dengan keadaan itu kita masih mau melebihkan kerja yang sudah seharusnya kita lakukan?
Sampai saat ini saya belum bisa mengatakan ya, masih harus menata hati dan diri ini agar bisa melebihkan yang bisa saya lebihkan untuk tempat saya bekerja.
Mencoba menyukai apa yang sudah seharusnya saya sukai, karena bekerja dengan keluhan dari pekerjaan yang memang tidak kita sukai akan menambahkan beban yang seharusnya tidak kita hadapi.
Mari benahi diri dan hati kita untuk mendapatkan kebahagiaan berhasil menyelesaikan sesuatu di dunia ini agar saat ditanya, kita dapat menjawabnya dengan mudah, karena kita memang sudah berkarya saat masih hidup di dunia ini.
Mudahkan langkah kami, Tuhan. Amin. :)
Rush over things
Ever feel that life is standing still?
You just wanna fast forward your life so you can know what the future lies in front of you?
I guess everybody think that once.
But now, I don't really wanna rush over things.
Wanna enjoy what God brings to me. Just not too worry over everything.
Relax, cause everyone will face the same thing in their life.
So, enjoy your life as it is. Don't become too worry over everything.
Enjoy. :)
You just wanna fast forward your life so you can know what the future lies in front of you?
I guess everybody think that once.
But now, I don't really wanna rush over things.
Wanna enjoy what God brings to me. Just not too worry over everything.
Relax, cause everyone will face the same thing in their life.
So, enjoy your life as it is. Don't become too worry over everything.
Enjoy. :)
01 Oktober 2010
Memaksa
Setiap orang pasti tidak akan suka dipaksa.
Tetapi bagaimana rasanya memaksa anak kita sendiri untuk meminum obat karena dia sakit.
Teman kantor saya mengalami kesulitan untuk membuat putri kecilnya meminum obat.
Terbiasa dengan meminum herbal, beliau mengatakan kepada putrinya bahwa obat adalah racun.
Akan tetapi perkataan tersebut menjadi perangkap karena saat putrinya mengalami panas cukup tinggi, maka putri kecilnya harus meminum obat.
Butuh sekitar 2 jam untuk membuat putri kecilnya meminum obat. Lucu sekali mendengarkan cerita bagaimana putri kecilnya menunda meminum obat dengan berbagai cara yang dijadikan ritual. Dari berpura-pura batuk, badan yang terasa gatal ataupun cara lainnya.
Dibutuhkan ke"tega"an dari si ayah agar putrinya bisa meminum obat agar dapat sembuh.
Teringat kembali peristiwa yang juga saya alami saat saya masih kecil.
Terima kasih, Bapak, sekarang aku tahu kalau semua itu baik untukku.
Love you so much. :)
Tetapi bagaimana rasanya memaksa anak kita sendiri untuk meminum obat karena dia sakit.
Teman kantor saya mengalami kesulitan untuk membuat putri kecilnya meminum obat.
Terbiasa dengan meminum herbal, beliau mengatakan kepada putrinya bahwa obat adalah racun.
Akan tetapi perkataan tersebut menjadi perangkap karena saat putrinya mengalami panas cukup tinggi, maka putri kecilnya harus meminum obat.
Butuh sekitar 2 jam untuk membuat putri kecilnya meminum obat. Lucu sekali mendengarkan cerita bagaimana putri kecilnya menunda meminum obat dengan berbagai cara yang dijadikan ritual. Dari berpura-pura batuk, badan yang terasa gatal ataupun cara lainnya.
Dibutuhkan ke"tega"an dari si ayah agar putrinya bisa meminum obat agar dapat sembuh.
Teringat kembali peristiwa yang juga saya alami saat saya masih kecil.
Terima kasih, Bapak, sekarang aku tahu kalau semua itu baik untukku.
Love you so much. :)
30 September 2010
Meminjam, tetapi lupa mengembalikan.
Sudah beberapa pulpen milik saya dipinjam oleh beberapa rekan kerja saya.
Dan hasilnya, sampai saat ini pulpen-pulpen tersebut belum kembali.
Bukan hanya pulpen, tetapi benda-benda lain yang dipinjam, kadang tidak kembali kecuali diminta.
Apakah memang seperti itu keadaannya sekarang?
Sesuatu yang dipinjam harus diminta terlebih dahulu sebelum barang itu kembali kepada pemiliknya?
Tetapi dengan meminjamkan benda atau buku milik saya, saya menjadi tahu, orang-orang yang dapat menjaga amanah.
Sebuah hadiah yang sangat menyenangkan, dapat mengenal orang-orang yang memiliki sifat yang sama : mengembalikan benda yang dipinjam seperti saat benda itu dipinjam.
:D
Dan hasilnya, sampai saat ini pulpen-pulpen tersebut belum kembali.
Bukan hanya pulpen, tetapi benda-benda lain yang dipinjam, kadang tidak kembali kecuali diminta.
Apakah memang seperti itu keadaannya sekarang?
Sesuatu yang dipinjam harus diminta terlebih dahulu sebelum barang itu kembali kepada pemiliknya?
Tetapi dengan meminjamkan benda atau buku milik saya, saya menjadi tahu, orang-orang yang dapat menjaga amanah.
Sebuah hadiah yang sangat menyenangkan, dapat mengenal orang-orang yang memiliki sifat yang sama : mengembalikan benda yang dipinjam seperti saat benda itu dipinjam.
:D
29 September 2010
Kecewa
It's easier said than done.
Ya, begitulah. Memang lebih mudah untuk mengucapkannya daripada melakukannya.
Itu yang saya rasakan saat ini.
Terutama setelah berjanji untuk terus menulis setiap hari.
Kadang kalah dengan kemalasan, rasa jenuh, letih, tidak tahu apa yang mau ditulis.
Ya, sudah, tulis saja yang saya rasakan saat ini.
Kecewa, ya, kepada diri sendiri karena saya tidak melaksanakan yang sudah saya jadikan janji.
Terima kasih teman, karena dirimu benar-benar berkomitmen untuk melakukannya.
Membuatku ikut tersemangati.
Mungkin tulisan saat ini belum sepenuhnya menginspirasi. Tetapi dengan banyak latihan semoga semuanya dapat tercapai.
Amin.
So help me, God.
Ya, begitulah. Memang lebih mudah untuk mengucapkannya daripada melakukannya.
Itu yang saya rasakan saat ini.
Terutama setelah berjanji untuk terus menulis setiap hari.
Kadang kalah dengan kemalasan, rasa jenuh, letih, tidak tahu apa yang mau ditulis.
Ya, sudah, tulis saja yang saya rasakan saat ini.
Kecewa, ya, kepada diri sendiri karena saya tidak melaksanakan yang sudah saya jadikan janji.
Terima kasih teman, karena dirimu benar-benar berkomitmen untuk melakukannya.
Membuatku ikut tersemangati.
Mungkin tulisan saat ini belum sepenuhnya menginspirasi. Tetapi dengan banyak latihan semoga semuanya dapat tercapai.
Amin.
So help me, God.
Privasi
Sebenarnya apa sih privasi itu?
Menurut saya, privasi adalah ruang yang dibutuhkan seseorang untuk memiliki sesuatu ataupun waktu yang memang untuk dirinya sendiri.
Beberapa tahun lalu, saat akan reunian, teman kuliah saya melihat hp baru milik saya dan ingin melihat fiturnya. Saya tanpa prasangka apa pun, kemudian mengizinkannya untuk melihat hp saya. Akan tetapi, ternyata dia melihat sms yang masuk ke hp saya tanpa seizin saya. Wah, apakah memang lumrah ya, melihat sesuatu yang sangat pribadi di hp orang lain?
Beberapa waktu lalu terjadi suatu peristiwa yang kembali mengejutkan saya.
Teman kantor saya telah mengambil sebuah majalah, yang memang notabene milik kantor, dari laci meja kerja saya tanpa sepengetahuan saya. Yang membuat heran, si pelaku dengan santainya memberitahukan saya bahwa dia mengambil majalah tersebut dan menanyakan kenapa saya tidak membawa majalah itu untuk dibaca.
Dan kejadian lainnya baru saja terjadi tadi. Teman saya melihat hp saya yang ada di meja dan mencoba membukanya. Dia mengatakan tidak akan membaca sms di hp saya. Saya berpikir dia hanya akan melihat aplikasi yang ada di hp saya.
Ternyata tanpa sepengetahuan saya, dia membuka folder foto dan mulai melihat foto-foto. Lalu bertanya di mana foto ini diambil. Saya yang berada di dekatnya terperanjat. Kok bisa ya, seseorang dengan bebasnya mengutak-atik hp tanpa izin pemiliknya dulu. Apakah karena saya ada di sana jadi dia pikir dia boleh mengutak-atik hp saya tanpa izin saya?
Apakah memang hal itu sudah lumrah atau memang saya berharap terlalu tinggi agar setiap orang menghargai privasi saya? :(
Menurut saya, privasi adalah ruang yang dibutuhkan seseorang untuk memiliki sesuatu ataupun waktu yang memang untuk dirinya sendiri.
Beberapa tahun lalu, saat akan reunian, teman kuliah saya melihat hp baru milik saya dan ingin melihat fiturnya. Saya tanpa prasangka apa pun, kemudian mengizinkannya untuk melihat hp saya. Akan tetapi, ternyata dia melihat sms yang masuk ke hp saya tanpa seizin saya. Wah, apakah memang lumrah ya, melihat sesuatu yang sangat pribadi di hp orang lain?
Beberapa waktu lalu terjadi suatu peristiwa yang kembali mengejutkan saya.
Teman kantor saya telah mengambil sebuah majalah, yang memang notabene milik kantor, dari laci meja kerja saya tanpa sepengetahuan saya. Yang membuat heran, si pelaku dengan santainya memberitahukan saya bahwa dia mengambil majalah tersebut dan menanyakan kenapa saya tidak membawa majalah itu untuk dibaca.
Dan kejadian lainnya baru saja terjadi tadi. Teman saya melihat hp saya yang ada di meja dan mencoba membukanya. Dia mengatakan tidak akan membaca sms di hp saya. Saya berpikir dia hanya akan melihat aplikasi yang ada di hp saya.
Ternyata tanpa sepengetahuan saya, dia membuka folder foto dan mulai melihat foto-foto. Lalu bertanya di mana foto ini diambil. Saya yang berada di dekatnya terperanjat. Kok bisa ya, seseorang dengan bebasnya mengutak-atik hp tanpa izin pemiliknya dulu. Apakah karena saya ada di sana jadi dia pikir dia boleh mengutak-atik hp saya tanpa izin saya?
Apakah memang hal itu sudah lumrah atau memang saya berharap terlalu tinggi agar setiap orang menghargai privasi saya? :(
13 September 2010
Marah
Beberapa waktu lalu saya bersama beberapa teman melakukan buka puasa bersama.
Putri teman saya yang berusia 4 tahun ternyata memiliki sifat yang sensitif.
Saat bermain dengan ibunya, saya melihat mereka sambil sesekali tertawa.
Ternyata tawa saya itu dianggap sebagai "penghinaan" oleh putri teman saya.
"Wah, gawat, sampai ngambek". Karena tiba-tiba saja, dia berhenti bermain bersama ibunya, dan dengan marah melempar bola dan menyingkir sambil mengerutkan muka.
Hmm, ternyata saya baru tahu kalau dia agak sensitif dengan tawa orang, yang selalu dianggapnya sebagai "hinaan". Mungkin karena seumur hidupnya berada di luar negeri, yang notabene dia memang berbeda dengan kawan-kawan seumurannya.
Ternyata memang agak sulit ya, membesarkan anak di luar Indonesia. Dan karena ternyata ayahnya suka menggodanya jika dia kesulitan untuk menemukan padanan kata dalam bahasa Indonesia.
Yah, begitulah, memang harus lebih memberikan dorongan pada anak, daripada menggodanya, yang menyebabkannya menjadi rendah diri dan mudah tersinggung.
:)
Putri teman saya yang berusia 4 tahun ternyata memiliki sifat yang sensitif.
Saat bermain dengan ibunya, saya melihat mereka sambil sesekali tertawa.
Ternyata tawa saya itu dianggap sebagai "penghinaan" oleh putri teman saya.
"Wah, gawat, sampai ngambek". Karena tiba-tiba saja, dia berhenti bermain bersama ibunya, dan dengan marah melempar bola dan menyingkir sambil mengerutkan muka.
Hmm, ternyata saya baru tahu kalau dia agak sensitif dengan tawa orang, yang selalu dianggapnya sebagai "hinaan". Mungkin karena seumur hidupnya berada di luar negeri, yang notabene dia memang berbeda dengan kawan-kawan seumurannya.
Ternyata memang agak sulit ya, membesarkan anak di luar Indonesia. Dan karena ternyata ayahnya suka menggodanya jika dia kesulitan untuk menemukan padanan kata dalam bahasa Indonesia.
Yah, begitulah, memang harus lebih memberikan dorongan pada anak, daripada menggodanya, yang menyebabkannya menjadi rendah diri dan mudah tersinggung.
:)
11 September 2010
My life is only for You
It strikes me most when I look at my life for the past 8 years.
I feel like I haven't achieve anything. Feel so empty inside.
Feel so boring with life, people around me.
Have no purpose in life.
Guess what, I forgot that I live in this world because of You.
And I should dedicate my life only to You.
Because when I dedicate my life to You, I will find the right path,
to help others, in my own way of course.
I love You so, God.
:)
I feel like I haven't achieve anything. Feel so empty inside.
Feel so boring with life, people around me.
Have no purpose in life.
Guess what, I forgot that I live in this world because of You.
And I should dedicate my life only to You.
Because when I dedicate my life to You, I will find the right path,
to help others, in my own way of course.
I love You so, God.
:)
09 September 2010
New Feeling
In this festive day, I thank You, God.
You gave me a chance to have this month of forgiveness,
month full of happiness.
The month where I can really close to You.
Really want to do all the things that You want me to do.
I know that You know what is best for me.
But be patient, because I can be so stubborn sometimes.
After this holy month, I hope I can be better person You want me to be.
More patient, more forgiven, and more excited with my job and life.
Thank You, for the new feeling I have right now.
Happy with my family. Have a good job. And hope will settle down, in the near future.
Amin.
:)
You gave me a chance to have this month of forgiveness,
month full of happiness.
The month where I can really close to You.
Really want to do all the things that You want me to do.
I know that You know what is best for me.
But be patient, because I can be so stubborn sometimes.
After this holy month, I hope I can be better person You want me to be.
More patient, more forgiven, and more excited with my job and life.
Thank You, for the new feeling I have right now.
Happy with my family. Have a good job. And hope will settle down, in the near future.
Amin.
:)
Hi
Conversation on line.
Me : Hi.
My Friend : Hello. I am sorry but I was planning only to be in front of PC for 10 minutes.
Me : That's okay. I was only want to say hi to you.
My friend : Okay, thanks.
Maybe this kind of reason that made me so hard to start a new conversation with someone who is on line. Feel the "rejection".
Oh well, maybe it's only the feeling.
Cheers up. Plenty of things to do instead of feeling blue.
:)
Me : Hi.
My Friend : Hello. I am sorry but I was planning only to be in front of PC for 10 minutes.
Me : That's okay. I was only want to say hi to you.
My friend : Okay, thanks.
Maybe this kind of reason that made me so hard to start a new conversation with someone who is on line. Feel the "rejection".
Oh well, maybe it's only the feeling.
Cheers up. Plenty of things to do instead of feeling blue.
:)
07 September 2010
Bosan
Sudah sekitar 2 bulan, saya merasa bosan dengan apa yang menjadi pekerjaan saya.
Merasa melakukan sesuatu yang bisa dibilang tidak terlalu menarik, tidak terlalu penting dan yang mungkin menjadikannya sangat membosankan adalah melakukan hal yang sama dan dipaksa tidak kreatif.
Otak saya cenderung mengatakan bahwa hal ini sangat membosankan dan setiap hari harus melakukannya membuat saya merasa mengambil dosis racun yang membuat diri ini menjadi orang yang sangat membosankan dan penuh keluhan.
Ternyata selama ini saya masih kurang memasukkan Tuhan dalam segala kegiatan yang saya lakukan. Ya, Tuhan. Untuk siapa lagi kita hidup di dunia ini selain untuk selalu mengabdi pada-Nya. Kita dilahirkan di dunia ini, pasti ada alasannya. Dan memang alasan itu harus kita cari dengan mencoba mengetahuinya dengan apa yang kita lakukan di dunia. Salah satunya dengan mencari apa yang kita suka lakukan. Sekiranya kita masih belum suka melakukan pekerjaan yang sedang kita lakukan ini, masukkanlah Tuhan dalam apa yang kita kerjakan. Dengan melibatkan Tuhan di dalamnya, maka kita akan selalu berjalan di jalan Tuhan.
Saya pun masih dalam tahap berusaha melakukannya. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk selalu berada tetap di jalan Tuhan. Amin.
:)
Merasa melakukan sesuatu yang bisa dibilang tidak terlalu menarik, tidak terlalu penting dan yang mungkin menjadikannya sangat membosankan adalah melakukan hal yang sama dan dipaksa tidak kreatif.
Otak saya cenderung mengatakan bahwa hal ini sangat membosankan dan setiap hari harus melakukannya membuat saya merasa mengambil dosis racun yang membuat diri ini menjadi orang yang sangat membosankan dan penuh keluhan.
Ternyata selama ini saya masih kurang memasukkan Tuhan dalam segala kegiatan yang saya lakukan. Ya, Tuhan. Untuk siapa lagi kita hidup di dunia ini selain untuk selalu mengabdi pada-Nya. Kita dilahirkan di dunia ini, pasti ada alasannya. Dan memang alasan itu harus kita cari dengan mencoba mengetahuinya dengan apa yang kita lakukan di dunia. Salah satunya dengan mencari apa yang kita suka lakukan. Sekiranya kita masih belum suka melakukan pekerjaan yang sedang kita lakukan ini, masukkanlah Tuhan dalam apa yang kita kerjakan. Dengan melibatkan Tuhan di dalamnya, maka kita akan selalu berjalan di jalan Tuhan.
Saya pun masih dalam tahap berusaha melakukannya. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk selalu berada tetap di jalan Tuhan. Amin.
:)
06 September 2010
I forget to have fun
Been really tired with work.
Don't really know exactly why.
So caught up with what I really don't like.
With people shows no respect.
But I am the one who should be blamed.
This is my life. Not theirs.
And I should have meaningful life.
Life that God's love.
Yes, it's been a long time that I have no fun, with what I do.
What I do love to do.
Just need to put in a little fun with what I have to do.
So I wouldn't forget to really have fun with my life.
:)
Don't really know exactly why.
So caught up with what I really don't like.
With people shows no respect.
But I am the one who should be blamed.
This is my life. Not theirs.
And I should have meaningful life.
Life that God's love.
Yes, it's been a long time that I have no fun, with what I do.
What I do love to do.
Just need to put in a little fun with what I have to do.
So I wouldn't forget to really have fun with my life.
:)
04 September 2010
Keep It to Myself
The urge to say something right after something happened to you is so natural to do.
But, ever think that anyone beside you really want to listen to whatever you want to say?
Nope. I am certain the answer is no.
No one really bother to listen to your complaints.
So, I rather keep it to myself, not to complaint, not to say anything bad about others and certainly do not want to hear negative thoughts either.
I try my best. So remind me and tell me if what I say is really negative and offended you.
Peace. ;)
But, ever think that anyone beside you really want to listen to whatever you want to say?
Nope. I am certain the answer is no.
No one really bother to listen to your complaints.
So, I rather keep it to myself, not to complaint, not to say anything bad about others and certainly do not want to hear negative thoughts either.
I try my best. So remind me and tell me if what I say is really negative and offended you.
Peace. ;)
Is it a yes or a no? I completely don't know yet.
Part of me want to say no, but the other part of me want to say yes.
The no part says it's difficult, you can't do it, you will be exhausted.
The yes part says no, you really should do it, it's good for you.
Well, the answer is yes, I'll do it even it's exhausting, difficult and seems impossible to do.
I only need to get used to what's new. It seems easy for other people cause they already do it like a zillion time and years ago. It's new for me. Just have to get used to it and search the new things to do.
Just embrace the chance to do new things. I won't regret it.
Semangat!!!!!!!
The no part says it's difficult, you can't do it, you will be exhausted.
The yes part says no, you really should do it, it's good for you.
Well, the answer is yes, I'll do it even it's exhausting, difficult and seems impossible to do.
I only need to get used to what's new. It seems easy for other people cause they already do it like a zillion time and years ago. It's new for me. Just have to get used to it and search the new things to do.
Just embrace the chance to do new things. I won't regret it.
Semangat!!!!!!!
03 September 2010
Berharap pada Manusia
Setiap orang pasti pernah berharap. Entah berharap kepada orang lain atau kepada diri sendiri.
Akhir-akhir ini saya banyak diliputi kekecewaan akibat berharap terlalu tinggi pada makhluk yang bernama manusia.
Ya, memang saya yang salah, karena saya menilai orang dari standar yang saya tetapkan untuk diri saya sendiri.
Ternyata, tiap orang memiliki standarnya sendiri, dan mungkin saja berada jauh di bawah standar yang saya tetapkan.
Orang lain mungkin tidak akan terlalu mempersoalkan sekiranya buku yang dipinjam, dikembalikan dalam keadaan rusak atau lecek.
Tidak menghiraukan misalnya tupper ware yang mereka pinjam, dikembalikan dalam keadaan kotor dan tidak dibersihkan.
Tidak mengembalikan barang-barang yang dipinjam ke tempat semula, sebagaimana sebelum dipinjamkan.
Ya, saya belajar banyak untuk tidak berharap terlalu tinggi kepada manusia, karena setiap manusia dibesarkan di keluarga yang berbeda.
Lebih baik tidak terlalu berharap tinggi kepada manusia lain, akan tetapi menuntut yang terbaik dari yang bisa saya lakukan.
Mudah-mudahan bisa berhasil. Amin. :)
Akhir-akhir ini saya banyak diliputi kekecewaan akibat berharap terlalu tinggi pada makhluk yang bernama manusia.
Ya, memang saya yang salah, karena saya menilai orang dari standar yang saya tetapkan untuk diri saya sendiri.
Ternyata, tiap orang memiliki standarnya sendiri, dan mungkin saja berada jauh di bawah standar yang saya tetapkan.
Orang lain mungkin tidak akan terlalu mempersoalkan sekiranya buku yang dipinjam, dikembalikan dalam keadaan rusak atau lecek.
Tidak menghiraukan misalnya tupper ware yang mereka pinjam, dikembalikan dalam keadaan kotor dan tidak dibersihkan.
Tidak mengembalikan barang-barang yang dipinjam ke tempat semula, sebagaimana sebelum dipinjamkan.
Ya, saya belajar banyak untuk tidak berharap terlalu tinggi kepada manusia, karena setiap manusia dibesarkan di keluarga yang berbeda.
Lebih baik tidak terlalu berharap tinggi kepada manusia lain, akan tetapi menuntut yang terbaik dari yang bisa saya lakukan.
Mudah-mudahan bisa berhasil. Amin. :)
02 September 2010
Pemimpin dan atasan
Apakah hakekatnya perbedaan antara pemimpin dan atasan?
Definisi yang akan saya berikan ini adalah berdasarkan pendapat saya pribadi.
Pemimpin adalah seseorang yang berada di puncak pimpinan tetapi bertindak sebagai pelayan untuk kepentingan orang banyak dan dapat memberikan inspirasi atau menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Sedangkan atasan adalah seseorang yang berada di puncak pimpinan hanya saja senang sekali untuk dilayani, hanya memberikan perintah, tidak peduli dengan proses dan hanya terpaku pada hasil.
Hmm, sepertinya lebih banyak atasan dibandingan pemimpin ya?
Anda termasuk yang manakah? Saya harap Anda termasuk yang menjadi pemimpin. Walaupun saat ini Anda belum menjadi pemimpin, setidaknya Anda sudah menjadi pemimpin bagi diri Anda sendiri.
Selamat berjuang menjadi pemimpin dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Amin. :)
Definisi yang akan saya berikan ini adalah berdasarkan pendapat saya pribadi.
Pemimpin adalah seseorang yang berada di puncak pimpinan tetapi bertindak sebagai pelayan untuk kepentingan orang banyak dan dapat memberikan inspirasi atau menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Sedangkan atasan adalah seseorang yang berada di puncak pimpinan hanya saja senang sekali untuk dilayani, hanya memberikan perintah, tidak peduli dengan proses dan hanya terpaku pada hasil.
Hmm, sepertinya lebih banyak atasan dibandingan pemimpin ya?
Anda termasuk yang manakah? Saya harap Anda termasuk yang menjadi pemimpin. Walaupun saat ini Anda belum menjadi pemimpin, setidaknya Anda sudah menjadi pemimpin bagi diri Anda sendiri.
Selamat berjuang menjadi pemimpin dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Amin. :)
01 September 2010
Informasi
Dikatakan bahwa yang memegang informasi adalah dia yang memegang kekuasaan.
Mungkin itu yang menyebabkan seseorang enggan berbagi informasi kepada orang lain.
Tetapi, apakah memang itu yang seharusnya dilakukan jika kita berada di perusahaan yang sama.
Mungkin mereka yang enggan berbagi informasi merasa jika dia berbagi informasi maka kemungkinan kariernya akan terhambat, dan orang yang mereka berikan informasi akan mendahului mereka.
Bagaimana mungkin perusahaan akan dapat maju dengan kondisi seperti itu. Sulit sekali membayangkan kemajuan yang dapat diperoleh sekiranya pemimpin sangat pelit memberikan informasi kepada anak buahnya. Dan mana mungkin anak buahnya dapat setia kepada atasannya.
Dibutuhkan kearifan dari seseorang untuk selalu berbagi informasi karena dengan berbagi informasi malah akan memberikan kemajuan bagi kita bersama.
Dengan begitu, perusahaan tempat kita bekerjapun tentu akan menerima dampaknya. Dan kitapun akan mendapatkan keuntungannya.
Semangat!!
Mungkin itu yang menyebabkan seseorang enggan berbagi informasi kepada orang lain.
Tetapi, apakah memang itu yang seharusnya dilakukan jika kita berada di perusahaan yang sama.
Mungkin mereka yang enggan berbagi informasi merasa jika dia berbagi informasi maka kemungkinan kariernya akan terhambat, dan orang yang mereka berikan informasi akan mendahului mereka.
Bagaimana mungkin perusahaan akan dapat maju dengan kondisi seperti itu. Sulit sekali membayangkan kemajuan yang dapat diperoleh sekiranya pemimpin sangat pelit memberikan informasi kepada anak buahnya. Dan mana mungkin anak buahnya dapat setia kepada atasannya.
Dibutuhkan kearifan dari seseorang untuk selalu berbagi informasi karena dengan berbagi informasi malah akan memberikan kemajuan bagi kita bersama.
Dengan begitu, perusahaan tempat kita bekerjapun tentu akan menerima dampaknya. Dan kitapun akan mendapatkan keuntungannya.
Semangat!!
31 Agustus 2010
Sekarang
"Yuk, kita pergi sekarang."
Kata "sekarang" pada kalimat di atas ternyata memiliki makna yang berbeda dari apa yang ada di dalam pikiran saya dan teman-teman saya.
Kata "sekarang" menurut saya, berarti saat ini juga atau detik ini juga setelah kata itu diucapkan.
Lain halnya dengan teman-teman saya. "Sekarang" bisa berarti 5 hingga 30 menit lagi.
Kenapa? Karena setelah kata itu diucapkan, akan ada tindakan pendahuluan sebelum kami akhirnya benar-benar pergi atau berangkat.
Mulai dari harus ke toilet, memakai sepatu, menyelesaikan pekerjaan yang sedikit lagi selesai, menunggu teman yang harus ke toilet, menunggu teman yang ingin menitipkan sesuatu, ataupun sejuta kegiatan lainnya. (agak berlebihan ya)
Setelah beberapa kali kejadian "sekarang" akhirnya saya bisa lebih tidak terburu-buru sekiranya teman saya mengatakan "sekarang".
Karena "sekarang" mereka bisa berarti 5 hingga 30 menit lagi. :)
Kata "sekarang" pada kalimat di atas ternyata memiliki makna yang berbeda dari apa yang ada di dalam pikiran saya dan teman-teman saya.
Kata "sekarang" menurut saya, berarti saat ini juga atau detik ini juga setelah kata itu diucapkan.
Lain halnya dengan teman-teman saya. "Sekarang" bisa berarti 5 hingga 30 menit lagi.
Kenapa? Karena setelah kata itu diucapkan, akan ada tindakan pendahuluan sebelum kami akhirnya benar-benar pergi atau berangkat.
Mulai dari harus ke toilet, memakai sepatu, menyelesaikan pekerjaan yang sedikit lagi selesai, menunggu teman yang harus ke toilet, menunggu teman yang ingin menitipkan sesuatu, ataupun sejuta kegiatan lainnya. (agak berlebihan ya)
Setelah beberapa kali kejadian "sekarang" akhirnya saya bisa lebih tidak terburu-buru sekiranya teman saya mengatakan "sekarang".
Karena "sekarang" mereka bisa berarti 5 hingga 30 menit lagi. :)
30 Agustus 2010
Maaf
Kata yang satu ini memang sepertinya sangat sulit dikatakan atau dicamkan di dalam hati jika kita merasa tersakiti atau tidak diperlakukan semestinya.
Mungkin kita seringkali merasakan bahwa yang kita lakukan sudah yang terbaik, dan tidak seharusnya kita diperlakukan semena-mena hingga kita menuntut orang tersebut meminta maaf.
Kita tidak akan berhenti membuat orang tersebut merasa bersalah hingga akhirnya meminta maaf kepada kita.
Tetapi kenyataannya hubungan kita dengan orang tersebut semakin tidak baik, karena kita memperlakukan orang itu dengan kasar hanya karena kita menginginkan kata maaf yang bisa dibilang tidak mungkin dikatakannya.
Untuk itu, akan lebih baik kita memberikan maaf kepada orang itu, karena memang cara pikir dan sudut pandang setiap orang terhadap sesuatu memang tidak akan pernah sama.
Karena dengan memberikan maaf, hati kita akan damai.
Mudah dikatakan, sulit dilakukan. Saya bahkan sampai saat ini masih berusaha keras untuk mewujudkannya. Memberi maaf kepada orang lain.
So help me God.
:)
Mungkin kita seringkali merasakan bahwa yang kita lakukan sudah yang terbaik, dan tidak seharusnya kita diperlakukan semena-mena hingga kita menuntut orang tersebut meminta maaf.
Kita tidak akan berhenti membuat orang tersebut merasa bersalah hingga akhirnya meminta maaf kepada kita.
Tetapi kenyataannya hubungan kita dengan orang tersebut semakin tidak baik, karena kita memperlakukan orang itu dengan kasar hanya karena kita menginginkan kata maaf yang bisa dibilang tidak mungkin dikatakannya.
Untuk itu, akan lebih baik kita memberikan maaf kepada orang itu, karena memang cara pikir dan sudut pandang setiap orang terhadap sesuatu memang tidak akan pernah sama.
Karena dengan memberikan maaf, hati kita akan damai.
Mudah dikatakan, sulit dilakukan. Saya bahkan sampai saat ini masih berusaha keras untuk mewujudkannya. Memberi maaf kepada orang lain.
So help me God.
:)
29 Agustus 2010
Kata
Kata-kata yang teruntai dengan sangat baik bisa menjadikan diri kita terinspirasi dan menjadi bersemangat.
Kata-kata lainnya mungkin dapat dengan mudah menjadikan kita sedih, marah ataupun kecewa.
Semuanya bergantung dari apa yang kita rangkaikan. Satu kata dengan kata yang lain.
Memilih kata-kata memang sebuah seni. Orang mungkin memiliki dan mengetahui jumlah kosa kata yang sama. Tetapi tidak mungkin satu orang dapat menggunakan kata yang diketahui sama persis.
Yuk, menuliskan kata-kata di dalam untaian yang indah dan menjadikan inspirasi bagi orang lain, daripada menuliskan untaian kata-kata yang mungkin menyakiti perasaan orang lain.
:)
Kata-kata lainnya mungkin dapat dengan mudah menjadikan kita sedih, marah ataupun kecewa.
Semuanya bergantung dari apa yang kita rangkaikan. Satu kata dengan kata yang lain.
Memilih kata-kata memang sebuah seni. Orang mungkin memiliki dan mengetahui jumlah kosa kata yang sama. Tetapi tidak mungkin satu orang dapat menggunakan kata yang diketahui sama persis.
Yuk, menuliskan kata-kata di dalam untaian yang indah dan menjadikan inspirasi bagi orang lain, daripada menuliskan untaian kata-kata yang mungkin menyakiti perasaan orang lain.
:)
28 Agustus 2010
Pilihan
Beberapa waktu lalu, saat sedang berbincang dengan teman, saya tersadar saat dia mengatakan bahwa hal yang saya lakukan adalah pilihan saya.
Masih belum benar-benar sadar, saya mengatakan bahwa yang saya lakukan adalah apa yang harus saya lakukan, dan saya merasa bahwa itu bukanlah sebuah pilihan.
Teman saya mengatakan, ya, mungkin saja itu yang harus kamu lakukan, tetapi pada akhirnya kamulah yang memutuskan untuk melakukannya atau tidak dan itu merupakan pilihan. Dan jika kamu melakukannya, itulah pilihanmu.
Hmm, memang pada awalnya sulit menerima bahwa itu adalah sebuah pilihan. Mungkin karena sudah terbiasa dengan keharusan untuk melakukan, kita tidak melihatnya sebagai pilihan. Pilihan untuk tidak melakukannya, misalnya.
Ya, hidup itu berisi pilihan dan sudah seharusnya kita bisa berbesar hati dengan konsekuensi apapun yang datang bersama pilihan itu.
:)
Masih belum benar-benar sadar, saya mengatakan bahwa yang saya lakukan adalah apa yang harus saya lakukan, dan saya merasa bahwa itu bukanlah sebuah pilihan.
Teman saya mengatakan, ya, mungkin saja itu yang harus kamu lakukan, tetapi pada akhirnya kamulah yang memutuskan untuk melakukannya atau tidak dan itu merupakan pilihan. Dan jika kamu melakukannya, itulah pilihanmu.
Hmm, memang pada awalnya sulit menerima bahwa itu adalah sebuah pilihan. Mungkin karena sudah terbiasa dengan keharusan untuk melakukan, kita tidak melihatnya sebagai pilihan. Pilihan untuk tidak melakukannya, misalnya.
Ya, hidup itu berisi pilihan dan sudah seharusnya kita bisa berbesar hati dengan konsekuensi apapun yang datang bersama pilihan itu.
:)
Komentar
Untuk yang satu ini saya belajar banyak.
Terkadang saya mengatakan sesuatu yang menurut saya biasa saja.
Ternyata, komentar yang keluar dari teman-teman saya merupakan sesuatu yang tidak saya perkirakan sebelumnya.
Dari kejadian tersebut, saya belajar, lebih baik untuk tidak mengatakan sesuatu apabila kita tidak siap dengan komentar yang akan dikeluarkan oleh orang lain.
Karena setiap orang memiliki pandangan dan pemikiran yang berbeda dengan kita.
Dan akan baik jika kita mengatakan apa yang menjadi perasaan kita karena orang tidak bisa membaca pikiran kita. :)
Terkadang saya mengatakan sesuatu yang menurut saya biasa saja.
Ternyata, komentar yang keluar dari teman-teman saya merupakan sesuatu yang tidak saya perkirakan sebelumnya.
Dari kejadian tersebut, saya belajar, lebih baik untuk tidak mengatakan sesuatu apabila kita tidak siap dengan komentar yang akan dikeluarkan oleh orang lain.
Karena setiap orang memiliki pandangan dan pemikiran yang berbeda dengan kita.
Dan akan baik jika kita mengatakan apa yang menjadi perasaan kita karena orang tidak bisa membaca pikiran kita. :)
26 Agustus 2010
Belajar
Terjadi beberapa hari lalu.
Saya bertanya kepada rekan saya. Kok tidak ikut pelatihan?
Pelatihannya sudah tahu, tentang rating, sharing dan semua yang berkaitan dengan penghitungan program.
Jadi ya, gak usah ikut lagi karena sudah tahu.
Owh. Jadi kalau sudah tahu tidak belajar lagi?
Ya, mungkin itu jawaban masuk akal bagi semua orang yang sudah mengetahui materi yang akan diajarkan.
Tetapi entah mengapa, hari itu saya berpikir. Apakah kita bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda jika ilmu yang sama diajarkan oleh orang yang berbeda?
Apakah kita bisa mendapatkan sudut pandang baru atau masukan baru yang bisa membuat kita melihat dari sudut pandang baru?
Memang semuanya tergantung pada banyak hal. Pengajar, materi yang diajarkan bahkan dari diri kita sendiri, apakah kita siap menerima informasi baru walaupun kita sudah memiliki informasi tentang hal tersebut sebelumnya?
Entahlah. Tetapi tidak ada salahnya mencoba belajar hal yang sama dari sumber yang berbeda. Mungkin saja, kita mendapatkan ilmu baru.
Insya Allah. :)
Saya bertanya kepada rekan saya. Kok tidak ikut pelatihan?
Pelatihannya sudah tahu, tentang rating, sharing dan semua yang berkaitan dengan penghitungan program.
Jadi ya, gak usah ikut lagi karena sudah tahu.
Owh. Jadi kalau sudah tahu tidak belajar lagi?
Ya, mungkin itu jawaban masuk akal bagi semua orang yang sudah mengetahui materi yang akan diajarkan.
Tetapi entah mengapa, hari itu saya berpikir. Apakah kita bisa mendapatkan sesuatu yang berbeda jika ilmu yang sama diajarkan oleh orang yang berbeda?
Apakah kita bisa mendapatkan sudut pandang baru atau masukan baru yang bisa membuat kita melihat dari sudut pandang baru?
Memang semuanya tergantung pada banyak hal. Pengajar, materi yang diajarkan bahkan dari diri kita sendiri, apakah kita siap menerima informasi baru walaupun kita sudah memiliki informasi tentang hal tersebut sebelumnya?
Entahlah. Tetapi tidak ada salahnya mencoba belajar hal yang sama dari sumber yang berbeda. Mungkin saja, kita mendapatkan ilmu baru.
Insya Allah. :)
25 Agustus 2010
Bright Side
Always see the bright side of everything that happened to you.
Cause God let it happened to you to make you a better person.
Be tough.
And make God smiles at you cause you are grateful.
And try hard to remember God in every good things you do.
You will see that nothing you can't handle if you walk with God.
:)
Cause God let it happened to you to make you a better person.
Be tough.
And make God smiles at you cause you are grateful.
And try hard to remember God in every good things you do.
You will see that nothing you can't handle if you walk with God.
:)
23 Agustus 2010
Mistakes
Well, what can I say. We all do make mistakes.
People around us may not like them. And criticize us.
That we have to take. All the critics.
But the most important thing is how we forgive ourselves for doing the mistakes.
And get over the guilty feeling.
Learn from the mistakes we made.
And try to not do the same mistake in the future.
Please get over the guilt, I am begging you.
:)
People around us may not like them. And criticize us.
That we have to take. All the critics.
But the most important thing is how we forgive ourselves for doing the mistakes.
And get over the guilty feeling.
Learn from the mistakes we made.
And try to not do the same mistake in the future.
Please get over the guilt, I am begging you.
:)
Perubahan.
Seberapa baikkah kita menerima perubahan? Baik kecil ataupun besar.
Mungkin kita mulai dengan yang kecil. Sebagai manusia, kita memiliki pola tertentu dalam mengerjakan sesuatu, misalnya pola kerja kita.
Ada yang memulai kerja dengan membuat teh terlebih dahulu sebelum bisa bekerja. Atau melakukan apapun yang sudah menjadi rutinitas.
Karena sudah terbiasa dengan pola yang ada, perubahan kecil pun mungkin akan membuat hari kita menjadi tidak menyenangkan.
Orang yang lupa mengembalikan barang yang dipinjamnya saat kita membutuhkan barang itu, atau tidak mengembalikannya ke tempat semula.
Yah, tidak semua orang memiliki prinsip ataupun pandangan yang sama dengan kita.
Waktunya melihat perubahan yang kecil sebagai perubahan kecil dan tidak terlalu terganggu dengan perubahan kecil itu. :)
Mungkin kita mulai dengan yang kecil. Sebagai manusia, kita memiliki pola tertentu dalam mengerjakan sesuatu, misalnya pola kerja kita.
Ada yang memulai kerja dengan membuat teh terlebih dahulu sebelum bisa bekerja. Atau melakukan apapun yang sudah menjadi rutinitas.
Karena sudah terbiasa dengan pola yang ada, perubahan kecil pun mungkin akan membuat hari kita menjadi tidak menyenangkan.
Orang yang lupa mengembalikan barang yang dipinjamnya saat kita membutuhkan barang itu, atau tidak mengembalikannya ke tempat semula.
Yah, tidak semua orang memiliki prinsip ataupun pandangan yang sama dengan kita.
Waktunya melihat perubahan yang kecil sebagai perubahan kecil dan tidak terlalu terganggu dengan perubahan kecil itu. :)
21 Agustus 2010
Identitas Diri
Apa sih sebenarnya identitas diri? Apakah hanya sekadar nama, tempat tanggal lahir atau alamat kita yang ada di KTP misalnya?
Apa yang membuat kita berbeda dari orang lain? Baik secara fisik ataupun karakter.
Siapa yang paling berperan dalam pembentukan identitas diri kita? Orang tuakah? Temankah? Atau lingkungankah?
Apakah dengan nyamannya keadaan di rumah akan membuat kita cukup kuat menghadapi kritikan dari orang sekitar kita, misal teman atau rekan kerja?
Hmm, dari pengalaman yang saya alami, nyamannya kita di rumah tidak bisa mempersiapkan mental untuk menghadapi betapa kerasnya kritikan yang akan kita terima dari lingkungan baru kita.
Persiapan mental untuk menerima berbagai kritikan harus disiapkan dari rumah. Orangtua sejak awal seharusnya mempersiapkan mental anak untuk bisa mengerti bahwa yang terjadi di rumah tidak akan sama dengan yang akan mereka hadapi di luar sana.
Di rumah mungkin digunakan bahasa yang santun. Tetapi berbeda dengan yang ada di luar, karena setiap keluarga mendidik anaknya dengan cara berbeda. Ada yang dengan teriakan, dengan cacian, ataupun juga ada yang dengan kasih sayang.
Dengan adanya persiapan mental, anak tidak akan terguncang, sekiranya menemukan sesuatu yang tidak mereka temui di rumah. Mereka akan terbiasa dengan perbedaan dan akan tetap memiliki apa yang menjadi identitas diri mereka dengan apa yang diterapkan oleh orangtua mereka di rumah. Menjadikan rumah sebagai tempat teraman bagi mereka dan tidak mencari orang lain selain keluarga untuk merasa nyaman dan diterima.
Apa yang membuat kita berbeda dari orang lain? Baik secara fisik ataupun karakter.
Siapa yang paling berperan dalam pembentukan identitas diri kita? Orang tuakah? Temankah? Atau lingkungankah?
Apakah dengan nyamannya keadaan di rumah akan membuat kita cukup kuat menghadapi kritikan dari orang sekitar kita, misal teman atau rekan kerja?
Hmm, dari pengalaman yang saya alami, nyamannya kita di rumah tidak bisa mempersiapkan mental untuk menghadapi betapa kerasnya kritikan yang akan kita terima dari lingkungan baru kita.
Persiapan mental untuk menerima berbagai kritikan harus disiapkan dari rumah. Orangtua sejak awal seharusnya mempersiapkan mental anak untuk bisa mengerti bahwa yang terjadi di rumah tidak akan sama dengan yang akan mereka hadapi di luar sana.
Di rumah mungkin digunakan bahasa yang santun. Tetapi berbeda dengan yang ada di luar, karena setiap keluarga mendidik anaknya dengan cara berbeda. Ada yang dengan teriakan, dengan cacian, ataupun juga ada yang dengan kasih sayang.
Dengan adanya persiapan mental, anak tidak akan terguncang, sekiranya menemukan sesuatu yang tidak mereka temui di rumah. Mereka akan terbiasa dengan perbedaan dan akan tetap memiliki apa yang menjadi identitas diri mereka dengan apa yang diterapkan oleh orangtua mereka di rumah. Menjadikan rumah sebagai tempat teraman bagi mereka dan tidak mencari orang lain selain keluarga untuk merasa nyaman dan diterima.
Langganan:
Postingan (Atom)