21 Oktober 2010

Seorang anak duduk di pinggir jalan

Tadi pagi saat berangkat ke kantor, saya melihat seorang anak duduk di pinggir jalan dengan tangan kiri memegang plastik berisi kerupuk yang sudah setengah kosong dan tangan kanan yang masih memegang kerupuk yang sudah setengah dimakan.

Wajahnya cerah. Menikmati kerupuk sambil menikmati lalu lintas yang lalu lalang di hadapannya.

Walaupun saya hanya melihatnya beberapa detik, saya cukup merasakan kebahagiaannya.

Sebagai seorang yang bukan lagi anak-anak, terlintas di pikiran saya, mengapa begitu banyak syarat yang harus saya penuhi sebelum bisa merasa bahagia?

Begitu banyak yang harus saya miliki sebelum bisa merasa bahagia?

Mengapa begitu rumit hanya untuk merasa bahagia?

Kembali ke masa kanak-kanak, dimana kehidupan belum begitu rumit, hal sesederhana itu pun bisa membuat anak-anak bahagia.

Coba menyederhanakan diri yuk, supaya tidak perlu banyak hal sebelum merasa bahagia.

:)

Tidak ada komentar: