Segmen I :
Laki-laki itu sangat menarik apabila dia berhasil dalam beberapa sisi di kehidupannya.
Seseorang seyogyanya bisa diduga arah perjalanannya dari yang ditampilkannya. 90% dampak pribadi Anda itu adalah dari penampilan.
Sesuatu yang dikatakan dengan yakin lebih mudah diyakini daripada kebenaran yang dikatakan dengan lemah.
Pribadi yang sukses bagi wanita adalah yang sukses akhlak, ekonomi, sosial.
Jangan pura-pura mengenai uang. Tuhan tidak suka mendengar orang menasihati dirinya dengan kelemahan.
Sebagai pribadi harus shalih dan mentransfer keshalihan pribadi menjadi keshalihan sosial.
Galau bukan penghalang keberhasilan. Galau adalah getaran yang menjadikan kita bergerak.
Jelaslah mengenai yang Anda inginkan, ke mana Anda akan melangkah. Jangan takut lambat, takutlah tidak melangkah.
Lambat tidak apa-apa, asal maju. Semua pergerakan dalam kehidupan ini mendekati keberhasilan. Hanya orang yang berhenti dan mundur yang gagal. Selama kita bisa maju, maju.
Laki-laki yang sukses, paling menarik bagi wanita, sukses akhlak, ekonomi, dan sosial.
Segmen II :
Bagi pria, wanita yang bersih yang seksi. Diri, kata-kata, dan perilakunya bersih.
Wanita yang hebat sekali membuat pria merasa lebih pandai darinya. Wanita tidak suka membuat pacarnya atau suaminya merasa berada di bawah dia. Wanita cerdas menjadikan pasangannya merasa pintar, merasa paling hebat tetapi dikuasainya total.
Pria dan wanita yang membangun kualitas yang baik itu menjadikan kebersamaannya betul-betul pasangan yang dibuat di surga.
Tidak ada orang tidak lebih sukses. Tetapi lebih banyak orang yang pasti jatuh.
Jadi kalau ada orang mengkritik dengarkan. Seseorang diizinkan Tuhan untuk merendahkan kita karena ada maksudnya.
Tidak ada perendahan yang bisa terjadi pada kita kalau tidak diizinkan Tuhan.
Jika ada seseorang yang menghina kita artinya ada sesuatu di diri kita yang pantas dihina. Belum tentu kejelekan, tetapi itu peringatan untuk kita memperbaiki diri. Banyak di antara kita marah.
Hanya orang kecil yang sakit dipukul orang kecil. Hanya orang bodoh marah dikatakan bodoh.
Kalau orang damai, dipukul tidak terasa karena dia ikut bersama pukulannya.
Yang menjadikan Anda terhina itu karena Anda melawan penghinaan. Orang yang dihina marah itu punya bibit minder.
Jadi sangat mengherankan kalau orang menolak nasihat orang lain yang bahkan disampaikan melalui penghinaan.
Orang-orang yang tidak akan membantu Anda kalau Anda gagal, jangan dengarkan.
Clean is sexy. Wanita yang bersih, paling menarik bagi lelaki. Bersih pada diri, kata-kata, dan perilaku.
Segmen III :
Hidup ini sebuah petualangan yang berani. Kalau tidak berani untuk apa hidup? Dan kehidupan yang tidak berani tidak enak dihidupi.
Kita terlalu sibuk membangun daya tarik tanpa menyadari bahwa kita juga membatalkan daya tarik.
Segmen IV :
Seyogyanya laki-laki itu the winner. Kodratnya, tuntutannya begitu.
Kalau wanita itu hebat, tugasnya adalah membangun semangat penghebatan dirinya kepada suaminya atau membantu menghebatkan.
Ada wanita yang berhasil di luar keluarganya dan ada wanita yang berhasil memberhasilkan keluarganya.
Keberhasilan yang paling manis adalah mencapai yang dikatakan oleh orang lain sebagai tidak mungkin.
Segmen V :
Setiap dari kita sedang menunggu.
Orang bisa dilihat dari yang ditunggunya. Orang itu penting, tidak penting dilihat dari yang ditunggunya. Dia orang penting kalau yang ditunggunya penting, berdampak baik bagi banyak orang.
Jangan tunggu hal-hal yang kecil, yang biasa.
Keberhasilan itu datang kepada yang sibuk selama menunggu.
Mengeluh adalah mengumumkan kelemahan hidup.
Visi kita besar, hidup kita besar, selama menunggu, sibuklah.
Damailah dengan keindahan pribadi Anda sendiri.
Banyak di antara kita membangun daya tarik sambil membatalkan daya tarik.
Tidak usah membangun daya tarik. Hilangkan saja pembatal daya tarik, seperti berbicara kasar, menduga yang buruk, menyalahkan orang lain atas kelemahan hidup. Hilangkan itu, otomatis kita menjadi pribadi yang menarik.
Keberhasilan paling indah dalam hidup ini adalah apabila Tuhan jatuh cinta kepada kita karena kita demikian ikhlas sehingga kita tidak lagi memiliki diri sendiri, tetapi memiliki semua yang dimiliki Tuhan. Maksudnya, matahari untuk kita nikmati tanpa perlu minta sertifikat atas nama kita.
Orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Tuhan telah kehilangan dirinya, tapi memiliki semua keindahan yang dimiliki Tuhan.
Yuk kita menjadi diri yang sangat seksi dengan cara menjadi pribadi yang berhasil secara akhlak, ekonomi, dan sosial. Dan wanita yang bersih dalam diri, dalam kata-kata, dan perilaku supaya kehidupan kita yang memang tidak mudah ini, tapi kalau kita membangun kemampuan yang baik terasa tidak sulit.
Kita menjadi pribadi yang sangat lemah kalau hanya mendoakan bagi kemudahan. Jangan minta beban yang ringan, tapi minta pundak yang kuat.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
24 Maret 2012
Masih Banyak Bulan Pada Akhir Uang, MTGW, Minggu, 11 Maret 2012
Segmen I :
Berhemat tidak akan membantu kalau pendapatan kita kecil.
Kemampuan berhemat itu bahaya. Membuat kita tidak sadar bahwa pendapatan kita kurang.
Upaya menghemat yang hebat itu tidak sadar kurangnya pendapatan. Jadi harusnya perhatian kita adalah pada meningkatkan pendapatan.
Yang harus naik nilainya adalah diri kita. Yang harus mahal itu kita.
Dihargai itu tidak bisa lepas dari uang. Kalau Anda dihargai, Anda dibuat sejahtera karena telah bekerja untuk menghasilkan keuntungan bagi pemilik dan organisasi.
Kurangnya bayaran di satu tempat adalah tanda ada besarnya kemungkinan di tempat lain. Tuhan itu rezekinya tersebar di muka bumi tapi kita demikian tidak percaya bahwa Tuhan itu akan menyejahterakan kita di tempat lain sampai kita menerima perendahan, penghinaan, penyiksaan di tempat yang membayar kecil.
Kalau kita hanya berharap kepada Tuhan, di mana pun kita akan beruntung.
Janganlah menjadi orang yang berfokus pada masalah, buka mata dan hati Anda pada kemungkinan yang lebih baik.
Segmen II :
Tidak ada seseorang bisa berhasil dengan utuh kalau dia tidak pernah miskin, karena kemiskinan adalah pembentuk keutuhan karakter.
Orang yang berfokus, yang bingung soal nasib, sulit keluar dari nasib buruk. Tapi orang yang tidak memusingkan nasib, justru bernasib baik karena berupaya memenuhi syarat bernasib baik.
Kemiskinan bukan penderitaan. Kemiskinan itu pujian dari Tuhan bahwa kamu sedang disiapkan untuk kepemimpinan yang lebih amanah di masa depan.
Kita kalau tidak dituntut, tidak maksimal. Kalau tidak ada yang menuntut, Tuhan berikan kemiskinan, kekurangan, fitnah supaya kita tersudut dan mulai berlaku lebih kuat.
Jangan lagi Anda mengkritik wanita itu matre, itu memang diharuskan dalam keberadaan dirinya sebagai pemasti kehebatan pria.
Segmen III :
Tahayul adalah sesuatu yang diyakini berdasar tetapi tidak ada di dalam formula kebenaran Tuhan.
Tahayul paling parah yang menjangkiti masyarakat Indonesia adalah keyakinan bahwa rasa aman, jaminan itu ada di dalam pekerjaan. Tidak ada jaminan di dalam pekerjaan.
Jaminan yang sesungguhnya ada pada kepantasan Anda untuk berezeki baik, kalau Anda pantas berezeki baik, Anda akan baik rezekinya.
Kita harus kembali kepada yang seharusnya, yaitu iman.
Iman itu benar, dijamin kebenarannya oleh Tuhan, telah terbukti benar, yaitu menjadi pribadi yang pantas bagi rezeki yang baik.
Menjadi pribadi yang diterima, disukai, dan dipercaya akan dipercayakan kekayaan-kekayaan besar.
Niatkan berhemat itu sementara. Siapa pun sekarang yang sedang berhemat harus bersungguh-sungguh melakukan penghematan sebagai penyelamatan sementara karena berhemat adalah tanda kurangnya jumlah pendapatan dibandingkan keharusan.
Keharusan kehidupan ini tidak bisa diabaikan, jadilah pribadi yang lebih mampu.
Segmen IV :
Orang lebih takut kepada kehidupan dibandingkan daripada kematian.
Pantas kita gelisah di dalam kehidupan karena kita memperlakukan kehidupan seperti penjara, batasan, lantai di bawah dongkrak. Sangat tidak enak.
Hadiahkan diri Anda bagi keuntungan orang lain.
Banyak orang hidup dengan setengah-setengah tetapi mengharapkan kesejahteraan yang utuh.
Mengapa kita tidak memilih hidup yang sepenuhnya sehingga kita tidak bisa disalahkan.
Orang yang diterima dan disukai oleh lingkungannya, dan dipercayai akan dipercayakan kekayaan-kekayaan besar.
Segmen V :
Yang dilihat orang tentang Anda, itu adalah harga Anda.
Jangan menunjukkan ada luka, tersiksa oleh keadaan.
Orang belajar menghormati Anda dari yang Anda lakukan ke diri sendiri.
Jarang sekali orang mewarisi kekayaan dan kepemimpinan. Tetapi orang-orang yang tumbuh dengan citra diri yang hebat, itu yang menjadi orang besar di masa depan.
Masa depan pasti tidak sama dengan hari ini dan masa depan lebih mahal daripada hari ini sehingga orang yang menolak menjadikan dirinya lebih mampu, akan lebih menderita di masa depan.
Jadi pertanyaannya adalah apakah keluahan Anda itu karena rendahnya penghormatan atau karena rendahnya kemampuan?
Yang lebih baik adalah rendahnya penghormatan karena kemampuan kita tinggi kita mengeluh. "Kok gak ngerti diuntungkan ya?", "Kok gak ngerti saya berbakti ya?" Itu orang hebat.
Tetapi kalau Anda mengeluh itu sebenarnya karena kurangnya kemampuan.
Kalau dinasihati untuk meningkatkan kemampuan, ambil nasihatnya. Jangan lama-lama karena kehidupan ini berjalan dan tidak menunggu orang yang tidak mampu.
Tidak mampu itu bukan warisan, bukan keturunan. Kemampuan itu adalah hasil upaya pribadi.
Kualitas hidupmu adalah tanggung jawabmu.
Jadilah pribadi yang bergerak, karena life is movement, kehidupan ini gerakan, bukan diam lalu bertanya-tanya mengapa hidup lewat.
Mulai dari sekarang terjunkan diri, hadiahkan diri Anda kepada orang lain sebagai penguntung. Bahagiakan keluarga, janjikan kemuliaan tetapi untuk sementara disayangi dulu.
Pastikan istri Anda itu semulia-mulianya di dalam pernikahan Anda. Pastikan anak Anda sebahagia-bahagianya dalam keluarga Anda karena Anda adalah kepala keluarga, anak muda laki-laki yang akan menjadi pemimpin yang menyejahterakan keluarganya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Berhemat tidak akan membantu kalau pendapatan kita kecil.
Kemampuan berhemat itu bahaya. Membuat kita tidak sadar bahwa pendapatan kita kurang.
Upaya menghemat yang hebat itu tidak sadar kurangnya pendapatan. Jadi harusnya perhatian kita adalah pada meningkatkan pendapatan.
Yang harus naik nilainya adalah diri kita. Yang harus mahal itu kita.
Dihargai itu tidak bisa lepas dari uang. Kalau Anda dihargai, Anda dibuat sejahtera karena telah bekerja untuk menghasilkan keuntungan bagi pemilik dan organisasi.
Kurangnya bayaran di satu tempat adalah tanda ada besarnya kemungkinan di tempat lain. Tuhan itu rezekinya tersebar di muka bumi tapi kita demikian tidak percaya bahwa Tuhan itu akan menyejahterakan kita di tempat lain sampai kita menerima perendahan, penghinaan, penyiksaan di tempat yang membayar kecil.
Kalau kita hanya berharap kepada Tuhan, di mana pun kita akan beruntung.
Janganlah menjadi orang yang berfokus pada masalah, buka mata dan hati Anda pada kemungkinan yang lebih baik.
Segmen II :
Tidak ada seseorang bisa berhasil dengan utuh kalau dia tidak pernah miskin, karena kemiskinan adalah pembentuk keutuhan karakter.
Orang yang berfokus, yang bingung soal nasib, sulit keluar dari nasib buruk. Tapi orang yang tidak memusingkan nasib, justru bernasib baik karena berupaya memenuhi syarat bernasib baik.
Kemiskinan bukan penderitaan. Kemiskinan itu pujian dari Tuhan bahwa kamu sedang disiapkan untuk kepemimpinan yang lebih amanah di masa depan.
Kita kalau tidak dituntut, tidak maksimal. Kalau tidak ada yang menuntut, Tuhan berikan kemiskinan, kekurangan, fitnah supaya kita tersudut dan mulai berlaku lebih kuat.
Jangan lagi Anda mengkritik wanita itu matre, itu memang diharuskan dalam keberadaan dirinya sebagai pemasti kehebatan pria.
Segmen III :
Tahayul adalah sesuatu yang diyakini berdasar tetapi tidak ada di dalam formula kebenaran Tuhan.
Tahayul paling parah yang menjangkiti masyarakat Indonesia adalah keyakinan bahwa rasa aman, jaminan itu ada di dalam pekerjaan. Tidak ada jaminan di dalam pekerjaan.
Jaminan yang sesungguhnya ada pada kepantasan Anda untuk berezeki baik, kalau Anda pantas berezeki baik, Anda akan baik rezekinya.
Kita harus kembali kepada yang seharusnya, yaitu iman.
Iman itu benar, dijamin kebenarannya oleh Tuhan, telah terbukti benar, yaitu menjadi pribadi yang pantas bagi rezeki yang baik.
Menjadi pribadi yang diterima, disukai, dan dipercaya akan dipercayakan kekayaan-kekayaan besar.
Niatkan berhemat itu sementara. Siapa pun sekarang yang sedang berhemat harus bersungguh-sungguh melakukan penghematan sebagai penyelamatan sementara karena berhemat adalah tanda kurangnya jumlah pendapatan dibandingkan keharusan.
Keharusan kehidupan ini tidak bisa diabaikan, jadilah pribadi yang lebih mampu.
Segmen IV :
Orang lebih takut kepada kehidupan dibandingkan daripada kematian.
Pantas kita gelisah di dalam kehidupan karena kita memperlakukan kehidupan seperti penjara, batasan, lantai di bawah dongkrak. Sangat tidak enak.
Hadiahkan diri Anda bagi keuntungan orang lain.
Banyak orang hidup dengan setengah-setengah tetapi mengharapkan kesejahteraan yang utuh.
Mengapa kita tidak memilih hidup yang sepenuhnya sehingga kita tidak bisa disalahkan.
Orang yang diterima dan disukai oleh lingkungannya, dan dipercayai akan dipercayakan kekayaan-kekayaan besar.
Segmen V :
Yang dilihat orang tentang Anda, itu adalah harga Anda.
Jangan menunjukkan ada luka, tersiksa oleh keadaan.
Orang belajar menghormati Anda dari yang Anda lakukan ke diri sendiri.
Jarang sekali orang mewarisi kekayaan dan kepemimpinan. Tetapi orang-orang yang tumbuh dengan citra diri yang hebat, itu yang menjadi orang besar di masa depan.
Masa depan pasti tidak sama dengan hari ini dan masa depan lebih mahal daripada hari ini sehingga orang yang menolak menjadikan dirinya lebih mampu, akan lebih menderita di masa depan.
Jadi pertanyaannya adalah apakah keluahan Anda itu karena rendahnya penghormatan atau karena rendahnya kemampuan?
Yang lebih baik adalah rendahnya penghormatan karena kemampuan kita tinggi kita mengeluh. "Kok gak ngerti diuntungkan ya?", "Kok gak ngerti saya berbakti ya?" Itu orang hebat.
Tetapi kalau Anda mengeluh itu sebenarnya karena kurangnya kemampuan.
Kalau dinasihati untuk meningkatkan kemampuan, ambil nasihatnya. Jangan lama-lama karena kehidupan ini berjalan dan tidak menunggu orang yang tidak mampu.
Tidak mampu itu bukan warisan, bukan keturunan. Kemampuan itu adalah hasil upaya pribadi.
Kualitas hidupmu adalah tanggung jawabmu.
Jadilah pribadi yang bergerak, karena life is movement, kehidupan ini gerakan, bukan diam lalu bertanya-tanya mengapa hidup lewat.
Mulai dari sekarang terjunkan diri, hadiahkan diri Anda kepada orang lain sebagai penguntung. Bahagiakan keluarga, janjikan kemuliaan tetapi untuk sementara disayangi dulu.
Pastikan istri Anda itu semulia-mulianya di dalam pernikahan Anda. Pastikan anak Anda sebahagia-bahagianya dalam keluarga Anda karena Anda adalah kepala keluarga, anak muda laki-laki yang akan menjadi pemimpin yang menyejahterakan keluarganya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Good Name is Forever, MTGW, Minggu, 4 Maret 2012
Segmen I :
Hanya terkenal tidak sama dengan bernama baik. Terkenal punya batas waktu tetapi bernama baik tidak karena kebaikan tidak memiliki batas masa berlaku.
Hanya manusia yang memiliki peraturan perundangan mengenai pelanggaran hukum yang punya batas waktu, setelah beberapa tahun tidak bisa dituntut.
Keburukan bagaimanapun kecilnya juga tidak punya batas waktu. Itu akan dihitung.
Nama baik dan keburukan itu abadi.
Tugas kita adalah menjadi sebaik-baik pribadi sehingga kekita bertemu dengan Tuhan nanti, Tuhan menyambutnya, "Wahai jiwa yang tenang, sini, karena kau telah patuh kepada-Ku seumur hidumu."
Sebetulnya urutan untuk membangun nama baik itu memang dimulai dari kualitas. Jadi pastikan Anda mempunyai sebuah kualitas lalu bangun jumlah orang yang mengenal kualitas itu, yang namanya reputasi.
Reputasi adalah dikenal luas sebagai orang yang mampu melakukan sesuatu dan setelah beberapa saat reputasi itu dihormati.
Reputasi yang dihormati disebut kredibilitas. Kredibilitas adalah reputasi yang mahal. Anda tidak mungkin tidak dibayar tapi dipercayakan tugas-tugas yang besar.
Kalau ingin terkenal, bangunlah kualitas supaya yang dikenal adalah kualitasnya.
Jangan kecil hati jika Anda sementara dikenal tidak baik. Pernah melakukan yang salah. Pernah bergaul dengan orang-orang tertentu.
Sahabatkanlah diri Anda dengan orang-orang baik, lakukanlah sesuatu yang baik, sehingga jika Anda nanti mempunyai kesalahan akan dimaafkan karena kebaikan Anda jauh lebih penting bagi mereka daripada mengingat kesalahan masa lalu yang dilakukan waktu muda yang tidak tahu apa yang baik dan yang tidak.
Bangunlah kualitas pribadi yang akan tetap menarik sepanjang usia Anda.
Segmen II :
Para pembenci akan membenci apa pun yang akan Anda jelaskan kepadanya karena mereka telah menerima tugas dari setan untuk mengganggu kedamaian sesama.
Mudah-mudahan mereka segera menyadari bahwa tidak ada orang yang bisa mereka rendahkan karena Tuhanlah yang membaikkan nama. Tidak ada apa dan siapa pun bisa menurunkan derajat siapa pun kalau Tuhan mau meninggikannya.
Jadi, orang yang melakukan keburukan dengan harapan menurunkan derajat orang, yang terkena dirinya sendiri.
Sadarilah bahwa yang membaikkan nama itu Tuhan. Tanda bahwa Tuhan senang kita melakukan kebaikan, orang lain dibuat menyukai kita.
Tanda bahwa Anda menyampaikan kebenaran, ada orang yang bersungguh-sungguh berusaha membatalkan kebenaran Anda.
Ketegangan menjaga citra menunjukkan ketidakjujuran.
Ribuan orang tiap tahun jatuh miskin karena takut kelihatan miskin. Karena takut miskin yang dilakukannya adalah berhutang. Kalau hutang tidak cukup, korupsi.
Orang-orang yang terlalu hati-hati dengan citra, pasti ada ketidakjujuran yang disembunyikannya. Damailah dengan kebenaran yang kita yakini.
Seni mengerti kehidupan itu membedakan antara yang tidak dan yang belum dari jawaban Tuhan atas permintaan kita.
Banyak orang yang sebelum sukses berhenti. Tetapi ada orang yang sudah harus ditinggalkannya, masih dipertahankannya.
Seni kehidupan membutuhkan keheningan di hati untuk mengerti Tuhan mengatakan tidak atau belum. Kalau tidak, segera ganti.
Satu-satunya jalan untuk mencapai nama baik adalah kebaikan.
Segmen III :
Untuk uang yang bisa Anda dapat dengan tidak jujur, ada uang yang bisa didapat dengan jujur.
Perjalanan naik untuk sepenuhnya ikhlas itu sulit, itu tidak berarti untuk dihindari tetapi untuk dicoba.
Nama baik dibangun oleh rasa syukur dan pilihan atas kebaikan yang Anda sebabkan bagi kehidupan sesama.
Segmen IV :
Lebih baik saya mulia dan tidak berkuasa karena sebetulnya kemuliaan adalah kekuasaan yang sejati. Orang miskin yang mulia lebih dihormati daripada seorang raja yang tidak jujur.
Jangan kesalahan dan ketidakjujuran yang dilakukan orang banyak mengubah standar kita mengenai yang benar.
Percayalah bahwa pemilik rezeki itu Tuhan, jangan menghambakan diri kepada ketidakjujuran karena takut dibayar kurang. Kekayaan orang jujur dijamin Tuhan.
Lihatlah kesedihan kita sebagai sesuatu yang sementara.
Kehidupan ini adalah penyiapan. Hati kita tidak mungkin bisa menampung penderitaan banyak orang kalau tidak pernah dilubangi dengan penderitaan sehingga orang-orang yang bisa menjadi penasihat, menjadi orangtua asuh, menjadi pendiri sekolah, selalu berasal dari kehidupan yang menyayat hati.
Jadi, menangislah sebentar, merataplah sebentar, tetapi pastikan Anda menjadi pribadi yang meratap dalam perjalanan naik. Jangan lakukan apa pun dalam kesedihan Anda, untuk menjadikan Anda lebih pantas untuk kesedihan yang lebih besar. Be good.
Orang yang tidak menyukai Anda, kecil kemungkinan menyukai Anda. Jangan berharapan palsu bahwa mereka akan berpendapat baik. Biarkan saja.
Jangan gunakan tenaga kehidupan Anda untuk mengurusi orang yang pendapatnya buruk yang mungkin memang bakatnya. Mengapa Anda tidak berfokus, gunakan waktu dan tenaga Anda pada orang-orang yang mencintai Anda yang membutuhkan penggembiraan dari Anda.
Tugas kita adalah memperbanyak jumlah orang yang bersyukur karena bersahabat dengan kita. Jangan pedulikan para pembenci karena pembenci akan membenci apa pun yang Anda lakukan. Mereka sendiri mungkin malu karena mereka tidak mungkin membenci orang yang lebih jelek dari mereka. Haters membenci orang-orang baik.
Tanda bahwa nama Anda baik di hadapan Tuhan, Anda hidup dalam keiklhlasan dan kesyukuran.
Segmen V :
Waktu usia kehidupan kita berhenti, usia kebaikan kita tidak. Oleh karena itu Tuhan mengatakan kepada orang baik, namanya dielu-elukan oleh kaum setelahnya.
Hanya memimpikan dan merencanakan kebaikan tidak membangun nama baik. Nama baik itu dibangun melalui tindakan.
Mungkin kita terlalu berfokus pada jeleknya kehidupan. Memang kehidupan itu sulit tetapi juga menyenangkan. Kenapa berfokus pada kesulitannya? Hidup ini tidak untuk difokuskan kesulitannya, tetapi diupayakan pemudahannya.
Keindahan kehidupan itu justru dibangun saat kita berupaya mengatasi kesulitan.
Berhenti berfokus dan meratapi hal-hal yang sementara jeleknya. Berhati-hatilah dengan yang permanen jeleknya. Melanggar tuntunan Tuhan, melukai hati orang-orang yang mencintai kita, melukai hati orang-orang yang mempercayakan tugas kepada kita.
Mulai hari ini ikhlaslah menerima bahwa Tuhan yang membaikkan nama. Jangan tegang mengenai pendapat orang lain, teganglah jika Anda tidak bersungguh-sungguh menjadi orang baik.
Dua kualitas hati yang memuliakan kita : ikhlas dan bersyukur.
Apa pun yang terjadi adalah keadaan yang menuntun kepada kebaikan kalau kita memilih yang baik. Bahkan kebaikan akan menuntun kepada keburukan kalau kita bereaksi buruk.
Pendidikan itu tidak bisa dipaksakan kepada pikiran yang tidak bergembira.
Jadilah pribadi yang menyenangkan.
Kehidupan ini indah kalau kita memilih keindahan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Hanya terkenal tidak sama dengan bernama baik. Terkenal punya batas waktu tetapi bernama baik tidak karena kebaikan tidak memiliki batas masa berlaku.
Hanya manusia yang memiliki peraturan perundangan mengenai pelanggaran hukum yang punya batas waktu, setelah beberapa tahun tidak bisa dituntut.
Keburukan bagaimanapun kecilnya juga tidak punya batas waktu. Itu akan dihitung.
Nama baik dan keburukan itu abadi.
Tugas kita adalah menjadi sebaik-baik pribadi sehingga kekita bertemu dengan Tuhan nanti, Tuhan menyambutnya, "Wahai jiwa yang tenang, sini, karena kau telah patuh kepada-Ku seumur hidumu."
Sebetulnya urutan untuk membangun nama baik itu memang dimulai dari kualitas. Jadi pastikan Anda mempunyai sebuah kualitas lalu bangun jumlah orang yang mengenal kualitas itu, yang namanya reputasi.
Reputasi adalah dikenal luas sebagai orang yang mampu melakukan sesuatu dan setelah beberapa saat reputasi itu dihormati.
Reputasi yang dihormati disebut kredibilitas. Kredibilitas adalah reputasi yang mahal. Anda tidak mungkin tidak dibayar tapi dipercayakan tugas-tugas yang besar.
Kalau ingin terkenal, bangunlah kualitas supaya yang dikenal adalah kualitasnya.
Jangan kecil hati jika Anda sementara dikenal tidak baik. Pernah melakukan yang salah. Pernah bergaul dengan orang-orang tertentu.
Sahabatkanlah diri Anda dengan orang-orang baik, lakukanlah sesuatu yang baik, sehingga jika Anda nanti mempunyai kesalahan akan dimaafkan karena kebaikan Anda jauh lebih penting bagi mereka daripada mengingat kesalahan masa lalu yang dilakukan waktu muda yang tidak tahu apa yang baik dan yang tidak.
Bangunlah kualitas pribadi yang akan tetap menarik sepanjang usia Anda.
Segmen II :
Para pembenci akan membenci apa pun yang akan Anda jelaskan kepadanya karena mereka telah menerima tugas dari setan untuk mengganggu kedamaian sesama.
Mudah-mudahan mereka segera menyadari bahwa tidak ada orang yang bisa mereka rendahkan karena Tuhanlah yang membaikkan nama. Tidak ada apa dan siapa pun bisa menurunkan derajat siapa pun kalau Tuhan mau meninggikannya.
Jadi, orang yang melakukan keburukan dengan harapan menurunkan derajat orang, yang terkena dirinya sendiri.
Sadarilah bahwa yang membaikkan nama itu Tuhan. Tanda bahwa Tuhan senang kita melakukan kebaikan, orang lain dibuat menyukai kita.
Tanda bahwa Anda menyampaikan kebenaran, ada orang yang bersungguh-sungguh berusaha membatalkan kebenaran Anda.
Ketegangan menjaga citra menunjukkan ketidakjujuran.
Ribuan orang tiap tahun jatuh miskin karena takut kelihatan miskin. Karena takut miskin yang dilakukannya adalah berhutang. Kalau hutang tidak cukup, korupsi.
Orang-orang yang terlalu hati-hati dengan citra, pasti ada ketidakjujuran yang disembunyikannya. Damailah dengan kebenaran yang kita yakini.
Seni mengerti kehidupan itu membedakan antara yang tidak dan yang belum dari jawaban Tuhan atas permintaan kita.
Banyak orang yang sebelum sukses berhenti. Tetapi ada orang yang sudah harus ditinggalkannya, masih dipertahankannya.
Seni kehidupan membutuhkan keheningan di hati untuk mengerti Tuhan mengatakan tidak atau belum. Kalau tidak, segera ganti.
Satu-satunya jalan untuk mencapai nama baik adalah kebaikan.
Segmen III :
Untuk uang yang bisa Anda dapat dengan tidak jujur, ada uang yang bisa didapat dengan jujur.
Perjalanan naik untuk sepenuhnya ikhlas itu sulit, itu tidak berarti untuk dihindari tetapi untuk dicoba.
Nama baik dibangun oleh rasa syukur dan pilihan atas kebaikan yang Anda sebabkan bagi kehidupan sesama.
Segmen IV :
Lebih baik saya mulia dan tidak berkuasa karena sebetulnya kemuliaan adalah kekuasaan yang sejati. Orang miskin yang mulia lebih dihormati daripada seorang raja yang tidak jujur.
Jangan kesalahan dan ketidakjujuran yang dilakukan orang banyak mengubah standar kita mengenai yang benar.
Percayalah bahwa pemilik rezeki itu Tuhan, jangan menghambakan diri kepada ketidakjujuran karena takut dibayar kurang. Kekayaan orang jujur dijamin Tuhan.
Lihatlah kesedihan kita sebagai sesuatu yang sementara.
Kehidupan ini adalah penyiapan. Hati kita tidak mungkin bisa menampung penderitaan banyak orang kalau tidak pernah dilubangi dengan penderitaan sehingga orang-orang yang bisa menjadi penasihat, menjadi orangtua asuh, menjadi pendiri sekolah, selalu berasal dari kehidupan yang menyayat hati.
Jadi, menangislah sebentar, merataplah sebentar, tetapi pastikan Anda menjadi pribadi yang meratap dalam perjalanan naik. Jangan lakukan apa pun dalam kesedihan Anda, untuk menjadikan Anda lebih pantas untuk kesedihan yang lebih besar. Be good.
Orang yang tidak menyukai Anda, kecil kemungkinan menyukai Anda. Jangan berharapan palsu bahwa mereka akan berpendapat baik. Biarkan saja.
Jangan gunakan tenaga kehidupan Anda untuk mengurusi orang yang pendapatnya buruk yang mungkin memang bakatnya. Mengapa Anda tidak berfokus, gunakan waktu dan tenaga Anda pada orang-orang yang mencintai Anda yang membutuhkan penggembiraan dari Anda.
Tugas kita adalah memperbanyak jumlah orang yang bersyukur karena bersahabat dengan kita. Jangan pedulikan para pembenci karena pembenci akan membenci apa pun yang Anda lakukan. Mereka sendiri mungkin malu karena mereka tidak mungkin membenci orang yang lebih jelek dari mereka. Haters membenci orang-orang baik.
Tanda bahwa nama Anda baik di hadapan Tuhan, Anda hidup dalam keiklhlasan dan kesyukuran.
Segmen V :
Waktu usia kehidupan kita berhenti, usia kebaikan kita tidak. Oleh karena itu Tuhan mengatakan kepada orang baik, namanya dielu-elukan oleh kaum setelahnya.
Hanya memimpikan dan merencanakan kebaikan tidak membangun nama baik. Nama baik itu dibangun melalui tindakan.
Mungkin kita terlalu berfokus pada jeleknya kehidupan. Memang kehidupan itu sulit tetapi juga menyenangkan. Kenapa berfokus pada kesulitannya? Hidup ini tidak untuk difokuskan kesulitannya, tetapi diupayakan pemudahannya.
Keindahan kehidupan itu justru dibangun saat kita berupaya mengatasi kesulitan.
Berhenti berfokus dan meratapi hal-hal yang sementara jeleknya. Berhati-hatilah dengan yang permanen jeleknya. Melanggar tuntunan Tuhan, melukai hati orang-orang yang mencintai kita, melukai hati orang-orang yang mempercayakan tugas kepada kita.
Mulai hari ini ikhlaslah menerima bahwa Tuhan yang membaikkan nama. Jangan tegang mengenai pendapat orang lain, teganglah jika Anda tidak bersungguh-sungguh menjadi orang baik.
Dua kualitas hati yang memuliakan kita : ikhlas dan bersyukur.
Apa pun yang terjadi adalah keadaan yang menuntun kepada kebaikan kalau kita memilih yang baik. Bahkan kebaikan akan menuntun kepada keburukan kalau kita bereaksi buruk.
Pendidikan itu tidak bisa dipaksakan kepada pikiran yang tidak bergembira.
Jadilah pribadi yang menyenangkan.
Kehidupan ini indah kalau kita memilih keindahan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Capek Deh, MTGW, Minggu, 26 Februari 2012
Segmen I :
Tugas kita bukan mengubah orang. Tugas kita hanya menyampaikan kebaikan, peran untuk mengubah orang adalah peran Tuhan.
Orang-orang yang berhasil selalu tampil lebih pandai, lebih berani, lebih yakin daripada aslinya. Orang-orang berhasil itu selalu mengawali hidupnya dari rasa takut, rasa minder, rasa tidak berhak, tetapi dia harus berhasil maka dia tampil gagah.
Penampilan berperan sekali bagi keberhasilan.
Kesan kita berkelas mengakibatkan perlakuan berkelas.
Segmen II :
Kita cepat marah kepada orang yang kita anggap sudah tahu harapan kita. Berarti orang lebih cepat marah kepada keluarga karena keluarga diharapkan tahu. Itu sebabnya kita harus berhati-hati marah kepada keluarga.
Cara paling baik untuk berespon adalah menyiapkan respon sebelum tertuduh : senyum.
Respon yang paling aman adalah senyum. Orang yang senyum itu powerful karena dia tidak khawatir dengan kekuatannya. Orang marah, itu terancam.
Orang yang sudah tersenyum sehari-hari, mudah sekali tampil kuat.
Jadilah pribadi yang dikenal tersenyum, karena senyum Anda menunjukkan kekuatan yang Anda damai karena memilikinya.
Segmen III :
The fear of OFFENDING is greater than the fear of DEATH. Kita itu mementingkan kekhawatiran melukai perasaan orang sampai bersedia hidup tidak ada gunanya mengurusi orang yang mempersulit hidupnya sendiri.
Pada akhirnya setiap orang bertanggung jawab atas kualitas hidupnya sendiri sehingga bantulah dengan batasan kepentingan kita supaya kita tidak mengurangi hak orang lain yang lebih mudah dibantu.
Tugas kita bukan memasukkan masalah orang lain ke hati kita lalu menjadi sama sedihnya, sama marahnya dengan orang lain, tetapi meneladankan keanggunan jiwa yang gagah walaupun ada masalah.
Bersikaplah sebesar harapanmu nanti sehingga masalahmu hari ini kelihatan kecil.
Segmen IV :
Orang baik bisa cantik, bisa bersahaja, tetapi kecantikannya ada pada kesahajaannya.
Jadilah wanita yang cantik itu ada pada kesahajaannya.
Kecantikan wanita itu bukan pada yang kelihatan, tetapi pada yang dilakukannya kepada orang lain.
Setiap orang memiliki standar.
Bergaul itu memilih karena kalau tidak kita akan ikut dalam citra teman-teman kita yang tidak baik. Dengan memilih kita menemukan kekuatan dalam kebersamaan.
Bergaullah, pilihlah dalam standar yang tinggi.
Kalau ada orang yang bercandanya merendahkan, jangan tertawa karena itu menunjukkan Anda menyetujui perendahan terhadap orang lain.
Bergaullah degan standar yang tinggi, hormati orang yang belum mengerti, jangan ikut menikmati humor-humor mereka yang merendahkan sesama.
Kalau wanita menjadikan kita pribadi yang lebih dekat kepada surga, itu secantik-cantiknya wanita.
Segmen V :
Orang yang paling membosankan, yang paling meletihkan Anda adalah orang yang bosan dengan dirinya sendiri.
Bantulah orang melihat keindahan dari penciptaannya. Tuhan tidak menciptakan barang rusak. Tidak menciptakan produk cacat. Bantu orang meyakini keindahan dari penciptaannya.
Kalau kita ingin menjadi pribadi yang menarik, jadilah orang yang kalau orang menemui kita, dia mensyukuri kehidupannya, senang menjadi dirinya karena kehidupan ini berat, membebani hati.
Orang-orang hebat tidak membuat anak buah merasa kecil dan dia merasa hebat. Orang besar yang sesungguhnya membantu anak buahnya bisa menjadi orang besar.
Kalau ingin menjadi pribadi yang menarik, bantu orang-orang yang bosan dengan dirinya untuk melihat keindahan dari penciptaan dirinya.
Apa pun yang Anda lihat sebagai membosankan, lihat diri Anda sendiri karena tidak ada orang yang lebih membosankan daripada orang yang bosan dengan dirinya, perbaiki ketertarikan Anda dengan diri Anda sendiri, kepada diri Anda sendiri, lalu hadapi semua yang Anda lakukan dengan ketertarikan seperti itu baru.
Life is good, life is beautiful, sehingga kata capek deh tidak mempan kepada kita.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tugas kita bukan mengubah orang. Tugas kita hanya menyampaikan kebaikan, peran untuk mengubah orang adalah peran Tuhan.
Orang-orang yang berhasil selalu tampil lebih pandai, lebih berani, lebih yakin daripada aslinya. Orang-orang berhasil itu selalu mengawali hidupnya dari rasa takut, rasa minder, rasa tidak berhak, tetapi dia harus berhasil maka dia tampil gagah.
Penampilan berperan sekali bagi keberhasilan.
Kesan kita berkelas mengakibatkan perlakuan berkelas.
Segmen II :
Kita cepat marah kepada orang yang kita anggap sudah tahu harapan kita. Berarti orang lebih cepat marah kepada keluarga karena keluarga diharapkan tahu. Itu sebabnya kita harus berhati-hati marah kepada keluarga.
Cara paling baik untuk berespon adalah menyiapkan respon sebelum tertuduh : senyum.
Respon yang paling aman adalah senyum. Orang yang senyum itu powerful karena dia tidak khawatir dengan kekuatannya. Orang marah, itu terancam.
Orang yang sudah tersenyum sehari-hari, mudah sekali tampil kuat.
Jadilah pribadi yang dikenal tersenyum, karena senyum Anda menunjukkan kekuatan yang Anda damai karena memilikinya.
Segmen III :
The fear of OFFENDING is greater than the fear of DEATH. Kita itu mementingkan kekhawatiran melukai perasaan orang sampai bersedia hidup tidak ada gunanya mengurusi orang yang mempersulit hidupnya sendiri.
Pada akhirnya setiap orang bertanggung jawab atas kualitas hidupnya sendiri sehingga bantulah dengan batasan kepentingan kita supaya kita tidak mengurangi hak orang lain yang lebih mudah dibantu.
Tugas kita bukan memasukkan masalah orang lain ke hati kita lalu menjadi sama sedihnya, sama marahnya dengan orang lain, tetapi meneladankan keanggunan jiwa yang gagah walaupun ada masalah.
Bersikaplah sebesar harapanmu nanti sehingga masalahmu hari ini kelihatan kecil.
Segmen IV :
Orang baik bisa cantik, bisa bersahaja, tetapi kecantikannya ada pada kesahajaannya.
Jadilah wanita yang cantik itu ada pada kesahajaannya.
Kecantikan wanita itu bukan pada yang kelihatan, tetapi pada yang dilakukannya kepada orang lain.
Setiap orang memiliki standar.
Bergaul itu memilih karena kalau tidak kita akan ikut dalam citra teman-teman kita yang tidak baik. Dengan memilih kita menemukan kekuatan dalam kebersamaan.
Bergaullah, pilihlah dalam standar yang tinggi.
Kalau ada orang yang bercandanya merendahkan, jangan tertawa karena itu menunjukkan Anda menyetujui perendahan terhadap orang lain.
Bergaullah degan standar yang tinggi, hormati orang yang belum mengerti, jangan ikut menikmati humor-humor mereka yang merendahkan sesama.
Kalau wanita menjadikan kita pribadi yang lebih dekat kepada surga, itu secantik-cantiknya wanita.
Segmen V :
Orang yang paling membosankan, yang paling meletihkan Anda adalah orang yang bosan dengan dirinya sendiri.
Bantulah orang melihat keindahan dari penciptaannya. Tuhan tidak menciptakan barang rusak. Tidak menciptakan produk cacat. Bantu orang meyakini keindahan dari penciptaannya.
Kalau kita ingin menjadi pribadi yang menarik, jadilah orang yang kalau orang menemui kita, dia mensyukuri kehidupannya, senang menjadi dirinya karena kehidupan ini berat, membebani hati.
Orang-orang hebat tidak membuat anak buah merasa kecil dan dia merasa hebat. Orang besar yang sesungguhnya membantu anak buahnya bisa menjadi orang besar.
Kalau ingin menjadi pribadi yang menarik, bantu orang-orang yang bosan dengan dirinya untuk melihat keindahan dari penciptaan dirinya.
Apa pun yang Anda lihat sebagai membosankan, lihat diri Anda sendiri karena tidak ada orang yang lebih membosankan daripada orang yang bosan dengan dirinya, perbaiki ketertarikan Anda dengan diri Anda sendiri, kepada diri Anda sendiri, lalu hadapi semua yang Anda lakukan dengan ketertarikan seperti itu baru.
Life is good, life is beautiful, sehingga kata capek deh tidak mempan kepada kita.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Please be My Baby, MTGW, Minggu, 19 Februari 2012
Segmen I :
Hidup ini tidak lengkap kalau kita tidak mempunyai 3 hal : tujuan untuk hidup, orang yang dicintai, sesuatu yang dilakukan.
Orang disebut mencintai kalau yang dicintainya salah pun dia bilang, "Bukan maksudnya kok". Yang meminta jauh lebih penting daripada yang diminta untuk menjadi kekasih.
Wanita itu makhluk yang sangat praktis. Dia ingin mencintai Anda sepenuh hati dan sebebas-bebasnya tanpa khawatir mengenai uang dan harta.
Jangan jadi pria yang tidak pantas dimuliakan oleh wanita hebat.
The important thing for me is to love you. The important thing for you is to love me. And the most important thing for us is to love each other.
Segmen II :
Bukan menerima sebagaimana adanya dan tidak tumbuh, tetapi sebagai awal dari pertumbuhan.
Banyak pernikahan rusak karena ingin menyenangkan orang lain dengan tidak menjadi dirinya sendiri.
Jadilah kekasih bagi keluarga kita.
Kalau Anda melihat laki-laki sebagaimana dia sekarang, itu perilaku anak-anak. Wanita itu melihat seseorang sebagai potensinya di masa depan.
Pria itu jadi karena dijadikan wanitanya.
Tumbuhkanlah kebaikan Anda sehingga yang sesuai bagi Anda adalah seseorang yang lebih baik.
Segmen III :
Sebagian orang tidak tahu persis untuk apa dia hidup sehingga hidupnya mencoba-coba dan meraba-raba. Lebih baik salah tegas sekarang supaya segera bisa diperbaiki.
Kehidupan pernikahan yang lebih langgeng karena melihat bersama-sama ke satu arah.
Syarat pertama untuk menjadi sebaik-baiknya manusia adalah menjadi terbaik dalam yang Anda lakukan.
Seseorang terbaik bagi Anda kalau dia menjadikan Anda terbaik.
Perusahaan seharusnya menjadikan Anda lebih mahal, lebih mampu, lebih mandiri.
Segmen IV :
Sesungguhnya, orang yang tidak bisa melupakan kekasih yang meninggalkannya, sesungguhnya sedang memberikan pujian kepada dirinya karena dia tidak bisa melupakan bagaimana dirinya menjadi pribadi yang lebih baik saat mencintai orang itu.
Aku dulu mencintaimu jadi orang baik. Jadi sebetulnya yang melukai kita itu bukan dia. Kenangan saat kita menjadi orang baik saat mencintainya.
Salah satu peran cinta dalam kehidupan adalah menunjukkan kepada Anda pribadi terindah Anda.
Kalau mau diterima oleh orang banyak berlakulah pemurah dan penyayang.
Segmen V :
Kekuatan terbesar dari pribadi yang baik adalah kasih sayangnya orang sehingga orang tidak mampu melukai.
Jangan sepelekan orang yang menyayangi kita, seperti orang tua.
Kekuatan terbesar yang mencegah keburukan adalah kasih sayang orang itu kepada kita.
Jadilah pribadi yang dicintai sehingga orang lain tidak mampu melakukan sesuatu kecuali mengizinkan yang baik-baik.
Orang tua karena cintanya tidak menenangkan dirinya untuk menenangkan yang dicintainya.
Lihatlah diri sendiri sebagai pribadi yang harus dicintai bayi.
Lebih penting tentang orang yang meminta, daripada yang dimintanya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Hidup ini tidak lengkap kalau kita tidak mempunyai 3 hal : tujuan untuk hidup, orang yang dicintai, sesuatu yang dilakukan.
Orang disebut mencintai kalau yang dicintainya salah pun dia bilang, "Bukan maksudnya kok". Yang meminta jauh lebih penting daripada yang diminta untuk menjadi kekasih.
Wanita itu makhluk yang sangat praktis. Dia ingin mencintai Anda sepenuh hati dan sebebas-bebasnya tanpa khawatir mengenai uang dan harta.
Jangan jadi pria yang tidak pantas dimuliakan oleh wanita hebat.
The important thing for me is to love you. The important thing for you is to love me. And the most important thing for us is to love each other.
Segmen II :
Bukan menerima sebagaimana adanya dan tidak tumbuh, tetapi sebagai awal dari pertumbuhan.
Banyak pernikahan rusak karena ingin menyenangkan orang lain dengan tidak menjadi dirinya sendiri.
Jadilah kekasih bagi keluarga kita.
Kalau Anda melihat laki-laki sebagaimana dia sekarang, itu perilaku anak-anak. Wanita itu melihat seseorang sebagai potensinya di masa depan.
Pria itu jadi karena dijadikan wanitanya.
Tumbuhkanlah kebaikan Anda sehingga yang sesuai bagi Anda adalah seseorang yang lebih baik.
Segmen III :
Sebagian orang tidak tahu persis untuk apa dia hidup sehingga hidupnya mencoba-coba dan meraba-raba. Lebih baik salah tegas sekarang supaya segera bisa diperbaiki.
Kehidupan pernikahan yang lebih langgeng karena melihat bersama-sama ke satu arah.
Syarat pertama untuk menjadi sebaik-baiknya manusia adalah menjadi terbaik dalam yang Anda lakukan.
Seseorang terbaik bagi Anda kalau dia menjadikan Anda terbaik.
Perusahaan seharusnya menjadikan Anda lebih mahal, lebih mampu, lebih mandiri.
Segmen IV :
Sesungguhnya, orang yang tidak bisa melupakan kekasih yang meninggalkannya, sesungguhnya sedang memberikan pujian kepada dirinya karena dia tidak bisa melupakan bagaimana dirinya menjadi pribadi yang lebih baik saat mencintai orang itu.
Aku dulu mencintaimu jadi orang baik. Jadi sebetulnya yang melukai kita itu bukan dia. Kenangan saat kita menjadi orang baik saat mencintainya.
Salah satu peran cinta dalam kehidupan adalah menunjukkan kepada Anda pribadi terindah Anda.
Kalau mau diterima oleh orang banyak berlakulah pemurah dan penyayang.
Segmen V :
Kekuatan terbesar dari pribadi yang baik adalah kasih sayangnya orang sehingga orang tidak mampu melukai.
Jangan sepelekan orang yang menyayangi kita, seperti orang tua.
Kekuatan terbesar yang mencegah keburukan adalah kasih sayang orang itu kepada kita.
Jadilah pribadi yang dicintai sehingga orang lain tidak mampu melakukan sesuatu kecuali mengizinkan yang baik-baik.
Orang tua karena cintanya tidak menenangkan dirinya untuk menenangkan yang dicintainya.
Lihatlah diri sendiri sebagai pribadi yang harus dicintai bayi.
Lebih penting tentang orang yang meminta, daripada yang dimintanya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Magnet Rezeki, MTGW, Minggu, 12 Februari 2012
Segmen I :
Rezeki bukan hanya uang.
Ubah konsep mencari rezeki menjadi konsep menyebabkan datangnya rezeki.
Orang gengsian kalau tersiksa dengan gengsinya tetapi membangun daya tarik karena dia benci datang akan menjadi marketer yang menarik orang ke dirinya.
Perbesar orang-orang yang tertarik pada nilai kita.
Dalam rezeki, bukan banyak-banyakan tapi berkah-berkahan.
Anda tertarik kepada orang yang tertarik kepada Anda.
Segmen II :
Kita ini hidup dengan ketakutan ditolak.
Mulai hari ini, hapus halangan mental yang demikian takut ditolak diubah menjadi keyakinan bahwa orang yang kita temui senang bertemu dengan kita.
Rezeki itu diberikan kepada yang berharap.
Berharaplah mulai dari sekarang Anda disukai, diterima, dan dibagikan kesempatan untuk berezeki baik.
Ilmu adalah cara untuk mencapai sesuatu yang lebih baik.
Rezeki itu menempel pada kepantasan untuk berezeki baik.
Kepandaian yang digunakan untuk kebaikan bersama pantas berezeki baik.
Wajah yang digunakan untuk mendamaikan hati sesamanya pantas berezeki baik.
Suara yang baik, yang pengasih, kemudian pilihan kata yang menenangkan hati sesama pantas berezeki baik.
Bergaul di tempat yang baik, memakan rezeki yang baik pantas berezeki baik.
Jadi, bukan apa pun yang membuat orang berezeki baik, tetapi kepantasan.
Jadilah orang yang berilmu, yang mampu menggunakan ilmu, yang baik lalu beredarlah!
Magnet rezeki itu mendekatkan diri pada yang bisa ditariknya.
Baliklah kekhawatiran ditolak menjadi perasaan akan didukung oleh orang lain.
Segmen III :
Tiga kekayaan yang utama :
1. Iman. Kekayaan yang pertama dan utama.
2. Jiwa yang damai.
3. Kemanfaatan bagi sesama.
Yang paling penting dalam hidup kita adalah kekayaan. Perbaruhilah pengertian mengenai kekayaan sehingga rakyat kita tidak membenci orang kaya.
Rezeki tidak ke mana-mana maka datangi.
Orang harus hebat dalam karier, dalam kemandirian finansial supaya lebih banyak yang bisa didermakannya.
Kalau mau berezeki baik pegang hukumnya bahwa yang menyebabkan keuntungan akan diuntungkan. Orang yang mengeluhkan rezekinya harus tanya berapa besar aku untungkan orang lain, kalau tidak, pantas kita mengeluh.
Jadilah keuntungan bagi orang lain, bukan beban atau biaya bagi mereka.
Segmen IV :
Menuntut yang terbaik yang menjadikan Anda terbaik karena orang yang menuntut yang terbaik akan menolak yang tidak baik.
Orang-orang yang menuntut yang terbaik akan memiliki segala sesuatu yang terbaik yang bisa diupayakannya sekarang.
Mengapa kalau Anda bisa menuntut yang terbaik menerima apa adanya? Lalu mengeluh karena yang apa adanya kurang.
Mulai dari sekarang tuntut diri sendiri sebaik-baiknya.
Karena Anda jiwa kecintaan Tuhan Yang Maha Kaya, Anda tidak mungkin oleh Tuhan ditaruh berdiri selain di atas kekayaan.
Kepantasan berezeki baik itu ada di dalam diri kita.
Tuhan berpihak kepada orang yang ikhlas menggunakan dirinya sebagai modal pertama dan terbaiknya.
Anda disebut pemimpin karena Anda menghasilkan yang luar biasa dari orang-orang biasa, dari alat-alat, dan sarana biasa.
Orang kecil, lemah, yang mengeluhkan kurangnya sarana.
Pemimpin itu mengajak orang lain memasuki masa depan yang baik, bukan membuat mereka gelisah, galau karena ketidaktegasan, kelemahan, atau ketidakjujurannya.
Ajaklah orang lain memasuki masa depan bersama Anda.
Segmen V :
Orang yang menarik bagi orang lain rezekinya baik.
Apa pun yang Anda inginkan harus menjadi fokus Anda.
Kadang-kadang kita tidak tahu bahwa kita sudah berkualitas sekali tapi belum tahu caranya minta.
Doa yang paling manjur adalah doa bukan untuk kita.
Orang yang lupa tentang kebaikan dirinya karena mengupayakan kebaikan sesamanya, kebaikannya menjadi urusan langsung Tuhan.
Fakta bahwa Anda masih mengeluh, Anda belum mengambil tanggung jawab penuh atas hidup Anda sendiri.
Dalam menjadi magnet rezeki, jadilah pribadi yang super, mengambil tanggung jawab sepenuhnya bagi keberhasilan Anda, tidak menyalahkan siapa pun karena hubungan Anda langsung dengan Tuhan. Tidak ada siapa, apa, dan keadaan apa pun yang menghalangi Anda dari berezeki baik.
Jagalah kedekatan dengan Tuhan lalu katakan, "Kalau saya dengan Tuhan, siapa yang bisa menahanku?" Maka jadilah pribadi yang menarik bagi orang lain karena Anda menjanjika keuntungan, dan dengan berjalannya waktu, betul-betul Anda menyampaikan keuntungan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Rezeki bukan hanya uang.
Ubah konsep mencari rezeki menjadi konsep menyebabkan datangnya rezeki.
Orang gengsian kalau tersiksa dengan gengsinya tetapi membangun daya tarik karena dia benci datang akan menjadi marketer yang menarik orang ke dirinya.
Perbesar orang-orang yang tertarik pada nilai kita.
Dalam rezeki, bukan banyak-banyakan tapi berkah-berkahan.
Anda tertarik kepada orang yang tertarik kepada Anda.
Segmen II :
Kita ini hidup dengan ketakutan ditolak.
Mulai hari ini, hapus halangan mental yang demikian takut ditolak diubah menjadi keyakinan bahwa orang yang kita temui senang bertemu dengan kita.
Rezeki itu diberikan kepada yang berharap.
Berharaplah mulai dari sekarang Anda disukai, diterima, dan dibagikan kesempatan untuk berezeki baik.
Ilmu adalah cara untuk mencapai sesuatu yang lebih baik.
Rezeki itu menempel pada kepantasan untuk berezeki baik.
Kepandaian yang digunakan untuk kebaikan bersama pantas berezeki baik.
Wajah yang digunakan untuk mendamaikan hati sesamanya pantas berezeki baik.
Suara yang baik, yang pengasih, kemudian pilihan kata yang menenangkan hati sesama pantas berezeki baik.
Bergaul di tempat yang baik, memakan rezeki yang baik pantas berezeki baik.
Jadi, bukan apa pun yang membuat orang berezeki baik, tetapi kepantasan.
Jadilah orang yang berilmu, yang mampu menggunakan ilmu, yang baik lalu beredarlah!
Magnet rezeki itu mendekatkan diri pada yang bisa ditariknya.
Baliklah kekhawatiran ditolak menjadi perasaan akan didukung oleh orang lain.
Segmen III :
Tiga kekayaan yang utama :
1. Iman. Kekayaan yang pertama dan utama.
2. Jiwa yang damai.
3. Kemanfaatan bagi sesama.
Yang paling penting dalam hidup kita adalah kekayaan. Perbaruhilah pengertian mengenai kekayaan sehingga rakyat kita tidak membenci orang kaya.
Rezeki tidak ke mana-mana maka datangi.
Orang harus hebat dalam karier, dalam kemandirian finansial supaya lebih banyak yang bisa didermakannya.
Kalau mau berezeki baik pegang hukumnya bahwa yang menyebabkan keuntungan akan diuntungkan. Orang yang mengeluhkan rezekinya harus tanya berapa besar aku untungkan orang lain, kalau tidak, pantas kita mengeluh.
Jadilah keuntungan bagi orang lain, bukan beban atau biaya bagi mereka.
Segmen IV :
Menuntut yang terbaik yang menjadikan Anda terbaik karena orang yang menuntut yang terbaik akan menolak yang tidak baik.
Orang-orang yang menuntut yang terbaik akan memiliki segala sesuatu yang terbaik yang bisa diupayakannya sekarang.
Mengapa kalau Anda bisa menuntut yang terbaik menerima apa adanya? Lalu mengeluh karena yang apa adanya kurang.
Mulai dari sekarang tuntut diri sendiri sebaik-baiknya.
Karena Anda jiwa kecintaan Tuhan Yang Maha Kaya, Anda tidak mungkin oleh Tuhan ditaruh berdiri selain di atas kekayaan.
Kepantasan berezeki baik itu ada di dalam diri kita.
Tuhan berpihak kepada orang yang ikhlas menggunakan dirinya sebagai modal pertama dan terbaiknya.
Anda disebut pemimpin karena Anda menghasilkan yang luar biasa dari orang-orang biasa, dari alat-alat, dan sarana biasa.
Orang kecil, lemah, yang mengeluhkan kurangnya sarana.
Pemimpin itu mengajak orang lain memasuki masa depan yang baik, bukan membuat mereka gelisah, galau karena ketidaktegasan, kelemahan, atau ketidakjujurannya.
Ajaklah orang lain memasuki masa depan bersama Anda.
Segmen V :
Orang yang menarik bagi orang lain rezekinya baik.
Apa pun yang Anda inginkan harus menjadi fokus Anda.
Kadang-kadang kita tidak tahu bahwa kita sudah berkualitas sekali tapi belum tahu caranya minta.
Doa yang paling manjur adalah doa bukan untuk kita.
Orang yang lupa tentang kebaikan dirinya karena mengupayakan kebaikan sesamanya, kebaikannya menjadi urusan langsung Tuhan.
Fakta bahwa Anda masih mengeluh, Anda belum mengambil tanggung jawab penuh atas hidup Anda sendiri.
Dalam menjadi magnet rezeki, jadilah pribadi yang super, mengambil tanggung jawab sepenuhnya bagi keberhasilan Anda, tidak menyalahkan siapa pun karena hubungan Anda langsung dengan Tuhan. Tidak ada siapa, apa, dan keadaan apa pun yang menghalangi Anda dari berezeki baik.
Jagalah kedekatan dengan Tuhan lalu katakan, "Kalau saya dengan Tuhan, siapa yang bisa menahanku?" Maka jadilah pribadi yang menarik bagi orang lain karena Anda menjanjika keuntungan, dan dengan berjalannya waktu, betul-betul Anda menyampaikan keuntungan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Muka Tebal, Hati Suci, MTGW, Minggu, 5 Februari 2012
Segmen I :
Kulit pertama yang kita gunakan untuk menghadapi dunia adalah kulit wajah.
Bagian yang harus menghadapi kehidupan itu harus sangat kuat.
Menebalkan kulit wajah bukan sesuatu yang buruk.
Hadapi kehidupan dengan berani.
Iman tidak bisa lepas dari ikhlas.
Kalau hati kita baik, gunakan wajah kita untuk tidak menghalangi hak kita untuk berhasil.
Orang yang memfitnah, yang mencemooh itu sedang melakukan keburukan kepada dirinya sendiri. Seharusnya kita tidak marah dan mendoakan agar keburukan tidak terjadi kepadanya.
Memaafkan memuliakan supaya orang yang menjelekkan kita, tidak terkena kejelekannya sendiri. Itu dibutuhkan keberanian.
Segmen II :
Rasa malu itu pembuka karena kita malu melakukan yang buruk, terbuka kepada yang baik.
Malu sebagai pencegah, malu yang baik, mencegah melakukan yang buruk.
Ada malu yang pengerdil. Berhak dan wajib untuk bertemu tetapi tidak bertemu karena rasa malu.
Tampil saja.
Keberhasilan lebih baik dari komentar apa pun dari orang lain.
Melupakan adalah kata yang sia-sia. Anda tidak mungkin bisa melupakan karena untuk melupakan Anda harus ingat dulu.
Orang yang sedang berupaya melupakan sesuatu yang buruk, sedang memperkuat yang buruk di dalam pikirannya.
Cara untuk lupa adalah dilupakan oleh sesuatu yang lebih menarik.
Fitnah hanya mengena kepada orang yang diizinkan oleh Tuhan kena.
Tugas kita bukan menunjukkan bahwa kita pantas difitnah.
Orang benar tidak harus menjelaskan dia benar.
Tampil yang anggun kalau difitnah.
Hati adalah wajah jiwa. Kulit muka adalah wajah hati.
Segmen III :
Semakin Anda sulit memulai harus semakin tahu ada yang baik, yang Anda sedang dicegah. Jadi tugasnya? Memulai.
Memulai tidak harus pandai.
Kalau Anda tidak tahu cara melakukannya tapi Anda mulai, Anda akan diberi tahu saat melakukannya. Itu jaminan Tuhan.
Kalau prosesnya susah, itu saat Anda sendiri. Setiap kali Anda merasa tidak tabah, sulit, banyak masalah dalam proses, Anda butuh teman karena orang yang bekerja sama, dua-duanya dapat lebih.
Biasanya yang bertahan sedikit lebih lama itu yang menang.
Awal sulit tanda ada yang baik sedang dicegah. Proses yang sulit berarti butuh bantuan. Akhir yang harus Anda selesaikan, Anda butuh penyelesaian dari Tuhan.
Kehidupan adalah maraton yang terdiri dari lari cepat pendek-pendek 100 meteran. Maraton membutuhkan stamina untuk bertahan.
Orang-orang yang ingin berhasil harus punya stamina karena kehidupan ini maraton.
Tapi kalau mau menang, dia harus juara di lari cepat. Harus cepat selesaikan. Jadi yang diperlukan adalah kecepatan dan stamina. Cepatlah dan bertahanlah lebih lama.
Orang yang memalingkan wajah dari kesulitan kehidupan, sedang merisikokan sisi terlunak dari tubuhnya.
Segmen IV :
Orang yang memalingkan wajah dari kesulitan yang dihadapkan ke kesulitan kulit yang lemah.
Kenapa orang yang lari dari kesulitan makin menderita, itu penjelasannya.
Keberanian yang tidak logis disebut kebodohan.
Sistem kehidupan itu dirancang Tuhan agar kita berhasil. Orang-orang takut itu tidak percaya.
Kehidupan adalah sebuah maraton yang terdiri dari rangkaian lari cepat yang pendek-pendek.
Segmen V :
Jangan penolakan orang lain menjadi tenaga untuk memaksakan keputusan salah.
Lari tidak menyelesaikan masalah. Hadapi! Masalah yang Anda hindari akan datang lagi sebagai masalah yang lebih besar.
Kehidupan yang tidak berani bukan kehidupan yang menarik.
Tidak ada orang besar yang bisa bertahan besar kalau dia penakut.
Orang yang pemberani akan diangkat oleh orang-orang yang membutuhkan keberanian.
Jadilah orang yang tegas dalam konsep Anda mengenai kebaikan, jangan sampai orang jahat, buruk, dan korup menemukan cara yang baik untuk mempresentasikan keburukan.
Malu urusan kecil dan sementara, keberhasilanku di masa depan lebih penting.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Kulit pertama yang kita gunakan untuk menghadapi dunia adalah kulit wajah.
Bagian yang harus menghadapi kehidupan itu harus sangat kuat.
Menebalkan kulit wajah bukan sesuatu yang buruk.
Hadapi kehidupan dengan berani.
Iman tidak bisa lepas dari ikhlas.
Kalau hati kita baik, gunakan wajah kita untuk tidak menghalangi hak kita untuk berhasil.
Orang yang memfitnah, yang mencemooh itu sedang melakukan keburukan kepada dirinya sendiri. Seharusnya kita tidak marah dan mendoakan agar keburukan tidak terjadi kepadanya.
Memaafkan memuliakan supaya orang yang menjelekkan kita, tidak terkena kejelekannya sendiri. Itu dibutuhkan keberanian.
Segmen II :
Rasa malu itu pembuka karena kita malu melakukan yang buruk, terbuka kepada yang baik.
Malu sebagai pencegah, malu yang baik, mencegah melakukan yang buruk.
Ada malu yang pengerdil. Berhak dan wajib untuk bertemu tetapi tidak bertemu karena rasa malu.
Tampil saja.
Keberhasilan lebih baik dari komentar apa pun dari orang lain.
Melupakan adalah kata yang sia-sia. Anda tidak mungkin bisa melupakan karena untuk melupakan Anda harus ingat dulu.
Orang yang sedang berupaya melupakan sesuatu yang buruk, sedang memperkuat yang buruk di dalam pikirannya.
Cara untuk lupa adalah dilupakan oleh sesuatu yang lebih menarik.
Fitnah hanya mengena kepada orang yang diizinkan oleh Tuhan kena.
Tugas kita bukan menunjukkan bahwa kita pantas difitnah.
Orang benar tidak harus menjelaskan dia benar.
Tampil yang anggun kalau difitnah.
Hati adalah wajah jiwa. Kulit muka adalah wajah hati.
Segmen III :
Semakin Anda sulit memulai harus semakin tahu ada yang baik, yang Anda sedang dicegah. Jadi tugasnya? Memulai.
Memulai tidak harus pandai.
Kalau Anda tidak tahu cara melakukannya tapi Anda mulai, Anda akan diberi tahu saat melakukannya. Itu jaminan Tuhan.
Kalau prosesnya susah, itu saat Anda sendiri. Setiap kali Anda merasa tidak tabah, sulit, banyak masalah dalam proses, Anda butuh teman karena orang yang bekerja sama, dua-duanya dapat lebih.
Biasanya yang bertahan sedikit lebih lama itu yang menang.
Awal sulit tanda ada yang baik sedang dicegah. Proses yang sulit berarti butuh bantuan. Akhir yang harus Anda selesaikan, Anda butuh penyelesaian dari Tuhan.
Kehidupan adalah maraton yang terdiri dari lari cepat pendek-pendek 100 meteran. Maraton membutuhkan stamina untuk bertahan.
Orang-orang yang ingin berhasil harus punya stamina karena kehidupan ini maraton.
Tapi kalau mau menang, dia harus juara di lari cepat. Harus cepat selesaikan. Jadi yang diperlukan adalah kecepatan dan stamina. Cepatlah dan bertahanlah lebih lama.
Orang yang memalingkan wajah dari kesulitan kehidupan, sedang merisikokan sisi terlunak dari tubuhnya.
Segmen IV :
Orang yang memalingkan wajah dari kesulitan yang dihadapkan ke kesulitan kulit yang lemah.
Kenapa orang yang lari dari kesulitan makin menderita, itu penjelasannya.
Keberanian yang tidak logis disebut kebodohan.
Sistem kehidupan itu dirancang Tuhan agar kita berhasil. Orang-orang takut itu tidak percaya.
Kehidupan adalah sebuah maraton yang terdiri dari rangkaian lari cepat yang pendek-pendek.
Segmen V :
Jangan penolakan orang lain menjadi tenaga untuk memaksakan keputusan salah.
Lari tidak menyelesaikan masalah. Hadapi! Masalah yang Anda hindari akan datang lagi sebagai masalah yang lebih besar.
Kehidupan yang tidak berani bukan kehidupan yang menarik.
Tidak ada orang besar yang bisa bertahan besar kalau dia penakut.
Orang yang pemberani akan diangkat oleh orang-orang yang membutuhkan keberanian.
Jadilah orang yang tegas dalam konsep Anda mengenai kebaikan, jangan sampai orang jahat, buruk, dan korup menemukan cara yang baik untuk mempresentasikan keburukan.
Malu urusan kecil dan sementara, keberhasilanku di masa depan lebih penting.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Golden Dragon, MTGW, Minggu, 29 Januari 2012
Segmen I :
Banyak orang menanti perubahan itu kalau sesuai atau kalau ingat.
Kita ingat janji-janji kita menjelang tahun baru.
Target itu dibuat untuk dilampaui, bukan dicapai karena mencapai target itu menjadikan kita rata-rata karena setiap orang ingin mencapai target.
Tetapkan target yang tinggi, yang tidak mungkin Anda capai kalau Anda tidak menjadi orang baru.
Kita disebut pintar jika kita lebih tua secara mental daripada badannya.
Kita tidak boleh menetapkan target yang sesuai dengan usia kita.
Usia mental, usia sosial dan usia ekonomi harus lebih tinggi daripada usia badan kita.
Segmen II :
Ambisi itu baik, yang menjadikannya tidak baik kalau ambisi kita dilihat oleh orang lain membahayakan mereka.
Orang-orang yang tidak disukai ambisinya, dari awal adalah orang yang semena-mena dalam pergaulannya.
Ambisi itu adalah keinginan yang sangat kuat untuk menjadi unik atau satu-satunya, untuk menjadi yang terbaik, untuk kedudukan, untuk kekayaan dan kekuasaan.
Anda tidak mungkin menginginkan yang tidak Anda inginkan.
Para pemenang telah sampai secara mental.
Apa pun yang Anda inginkan, ambisi itu telah sampai secara mental.
Kehidupan ini sulit. Siapa orang pertama yang harus menghibur Anda? Diri kita sendiri.
Sampaikanlah secara mental Anda di garis finish, lalu bawa badan Anda ke sana.
Di tahun Naga ini, pegang 3 hal :
1. Honor, kemuliaan.
Tidak ada orang pantas bagi kedudukan tinggi tanpa kemuliaan. Setia kepada yang baik bagi orang lain, bagi diri.
2. Courage, keberanian.
Ukuran keberanian menentukan ukuran kehidupan Anda.
3. Service, pelayanan.
Kemuliaan Anda, keberanian Anda adalah untuk memajukan kebaikan bagi kemanusiaan. Selain itu, tidak relevan.
Jadikanlah diri Anda, ilmu dan kekayaan Anda sebagai rahmat bagi sesama.
Segmen III :
Ambisi belum tentu menjadi obsesi, belum menjadi perampokan, penguasaan, dan penjajahan mental.
Ambisi adalah obsesi mental yang selalu Anda ingat mau sampai di mana. Tidak bisa orang berambisi lalu lupa, santai, menunda, malas, tidak disiplin.
Seseorang yang berambisi mentalnya sadar sekali dia akan sampai di mana karena dia sudah sampai hanya tinggal badan dan kehidupannya yang belum dibawanya.
Jadi orang yang terobsesi itu fokus sekali kepada apa yang akan menjadikannya berhasil.
Dalam ilmu perang Musashi mengajarkan mengeluhkan senjata adalah awal dari kekalahan.
Mengeluhkan diri Anda adalah awal dari kekalahan.
Berapa banyak di antara kita yang berfokus pada kekurangannya, kelemahannya sampai lupa mengenali kelebihannya.
Para juara tidak mengeluhkan kelemahan. Para juara berfokus pada yang bisa dilakukannya.
Dalam kehidupan ini, keberanian itu sudah separo kemenangan.
Orang-orang yang berani hadir di tempat yang dihindari orang lain sehingga dia kelihatan sebagai satu-satunya.
Keberanian itu sudah separo kemenangan, lakukan sesuatu yang selama ini Anda takuti, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Segmen IV :
Banyak di antara kita memimpikan sesuatu kemudian lupa bahwa dia pernah memimpikan itu. Jangan khawatir. Mimpi tidak bisa hilang. Mimpi mewujud dalam bentuk hobi. Itu cara Tuhan memelihara impian karena impian itu pesan Tuhan bahwa kita bukan orang biasa.
Bila Anda sudah memimpikan sesuatu yang besar, lihatlah kesukaan-kesukaan Anda sebagai manifestasi yang lebih nyata dari impian. Itu sebabnya orang lebih mudah berhasil pada sesuatu yang disukainya.
Jangan sepelekan hobi karena hobi membuat Anda terobsesi. Orang-orang seperti itu lebih mudah berhasil.
Hiduplah dengan kecintaan yang membuat Anda tidak tidur untuk belajar, lupa makan, tidak istirahat. Pantas Anda mudah berhasil karena yang Anda lakukan datang dari hati.
Alat tukar uang itu yang Anda berikan kepada orang lain supaya ditukari uang.
Orang yang tidak tahu apa yang bisa ditukarkannya untuk mendapatkan uang akan seumur hidup bertanya-tanya mengapa hidupnya rata-rata. Temukan!
Jangan kecil hati mengenai kemampuan kita untuk menjadi pribadi yang berhasil karena kita sudah pasti punya alat tukar uang. Lalu, jumlah manusia yang ada di Bumi ini adalah tanda adanya pengali. Tuhan itu Maha Penyayang.
Impikanlah sesuatu yang besar, lihatlah kesukaan-kesukaan Anda sebagai manifestasi yang lebih nyata dari impian.
Segmen V :
Pastikan setiap waktu Anda mendapatkan sesuatu yang lebih. Kalau tidak ada yang lebih dari yang Anda lakukan, periksa.
Syarat satu-satunya awal pekerjaan yang memberhasilkan Anda kebahagiaan. Kalau Anda tidak berbahagia di pekerjaan Anda, itu harus berhati-hati. Karena orang yang berhasil itu mengawali keberhasilannya dengan kebahagiaan.
Jangan syaratkan kebahagiaan. Jadilah pribadi yang berbahagia karena keberhasilan itu perjalanan.
Orang yang hidupnya bahagia dari hari ke hari itu berhasil.
Jadi, bukan sampainya, tetapi kualitas dari perjalanan. Mulai dari sekarang, berbahagialah dulu di keluarga.
Kehidupan ini tidak mudah. Menjadi diri kita sendiri itu tidak mudah.
Mari kita menjadi pribadi yang gagah, yang berani, kita tahu bahwa banyak sekali cobaan, cabaran yang harus kita hadapi. Tepuk pundak Anda sendiri, bukan karena kesombongan, tapi karena Anda membutuhkan sahabat yang baik, yang namanya diri sendiri, yang percaya bahwa keberhasilan adalah hak.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Banyak orang menanti perubahan itu kalau sesuai atau kalau ingat.
Kita ingat janji-janji kita menjelang tahun baru.
Target itu dibuat untuk dilampaui, bukan dicapai karena mencapai target itu menjadikan kita rata-rata karena setiap orang ingin mencapai target.
Tetapkan target yang tinggi, yang tidak mungkin Anda capai kalau Anda tidak menjadi orang baru.
Kita disebut pintar jika kita lebih tua secara mental daripada badannya.
Kita tidak boleh menetapkan target yang sesuai dengan usia kita.
Usia mental, usia sosial dan usia ekonomi harus lebih tinggi daripada usia badan kita.
Segmen II :
Ambisi itu baik, yang menjadikannya tidak baik kalau ambisi kita dilihat oleh orang lain membahayakan mereka.
Orang-orang yang tidak disukai ambisinya, dari awal adalah orang yang semena-mena dalam pergaulannya.
Ambisi itu adalah keinginan yang sangat kuat untuk menjadi unik atau satu-satunya, untuk menjadi yang terbaik, untuk kedudukan, untuk kekayaan dan kekuasaan.
Anda tidak mungkin menginginkan yang tidak Anda inginkan.
Para pemenang telah sampai secara mental.
Apa pun yang Anda inginkan, ambisi itu telah sampai secara mental.
Kehidupan ini sulit. Siapa orang pertama yang harus menghibur Anda? Diri kita sendiri.
Sampaikanlah secara mental Anda di garis finish, lalu bawa badan Anda ke sana.
Di tahun Naga ini, pegang 3 hal :
1. Honor, kemuliaan.
Tidak ada orang pantas bagi kedudukan tinggi tanpa kemuliaan. Setia kepada yang baik bagi orang lain, bagi diri.
2. Courage, keberanian.
Ukuran keberanian menentukan ukuran kehidupan Anda.
3. Service, pelayanan.
Kemuliaan Anda, keberanian Anda adalah untuk memajukan kebaikan bagi kemanusiaan. Selain itu, tidak relevan.
Jadikanlah diri Anda, ilmu dan kekayaan Anda sebagai rahmat bagi sesama.
Segmen III :
Ambisi belum tentu menjadi obsesi, belum menjadi perampokan, penguasaan, dan penjajahan mental.
Ambisi adalah obsesi mental yang selalu Anda ingat mau sampai di mana. Tidak bisa orang berambisi lalu lupa, santai, menunda, malas, tidak disiplin.
Seseorang yang berambisi mentalnya sadar sekali dia akan sampai di mana karena dia sudah sampai hanya tinggal badan dan kehidupannya yang belum dibawanya.
Jadi orang yang terobsesi itu fokus sekali kepada apa yang akan menjadikannya berhasil.
Dalam ilmu perang Musashi mengajarkan mengeluhkan senjata adalah awal dari kekalahan.
Mengeluhkan diri Anda adalah awal dari kekalahan.
Berapa banyak di antara kita yang berfokus pada kekurangannya, kelemahannya sampai lupa mengenali kelebihannya.
Para juara tidak mengeluhkan kelemahan. Para juara berfokus pada yang bisa dilakukannya.
Dalam kehidupan ini, keberanian itu sudah separo kemenangan.
Orang-orang yang berani hadir di tempat yang dihindari orang lain sehingga dia kelihatan sebagai satu-satunya.
Keberanian itu sudah separo kemenangan, lakukan sesuatu yang selama ini Anda takuti, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Segmen IV :
Banyak di antara kita memimpikan sesuatu kemudian lupa bahwa dia pernah memimpikan itu. Jangan khawatir. Mimpi tidak bisa hilang. Mimpi mewujud dalam bentuk hobi. Itu cara Tuhan memelihara impian karena impian itu pesan Tuhan bahwa kita bukan orang biasa.
Bila Anda sudah memimpikan sesuatu yang besar, lihatlah kesukaan-kesukaan Anda sebagai manifestasi yang lebih nyata dari impian. Itu sebabnya orang lebih mudah berhasil pada sesuatu yang disukainya.
Jangan sepelekan hobi karena hobi membuat Anda terobsesi. Orang-orang seperti itu lebih mudah berhasil.
Hiduplah dengan kecintaan yang membuat Anda tidak tidur untuk belajar, lupa makan, tidak istirahat. Pantas Anda mudah berhasil karena yang Anda lakukan datang dari hati.
Alat tukar uang itu yang Anda berikan kepada orang lain supaya ditukari uang.
Orang yang tidak tahu apa yang bisa ditukarkannya untuk mendapatkan uang akan seumur hidup bertanya-tanya mengapa hidupnya rata-rata. Temukan!
Jangan kecil hati mengenai kemampuan kita untuk menjadi pribadi yang berhasil karena kita sudah pasti punya alat tukar uang. Lalu, jumlah manusia yang ada di Bumi ini adalah tanda adanya pengali. Tuhan itu Maha Penyayang.
Impikanlah sesuatu yang besar, lihatlah kesukaan-kesukaan Anda sebagai manifestasi yang lebih nyata dari impian.
Segmen V :
Pastikan setiap waktu Anda mendapatkan sesuatu yang lebih. Kalau tidak ada yang lebih dari yang Anda lakukan, periksa.
Syarat satu-satunya awal pekerjaan yang memberhasilkan Anda kebahagiaan. Kalau Anda tidak berbahagia di pekerjaan Anda, itu harus berhati-hati. Karena orang yang berhasil itu mengawali keberhasilannya dengan kebahagiaan.
Jangan syaratkan kebahagiaan. Jadilah pribadi yang berbahagia karena keberhasilan itu perjalanan.
Orang yang hidupnya bahagia dari hari ke hari itu berhasil.
Jadi, bukan sampainya, tetapi kualitas dari perjalanan. Mulai dari sekarang, berbahagialah dulu di keluarga.
Kehidupan ini tidak mudah. Menjadi diri kita sendiri itu tidak mudah.
Mari kita menjadi pribadi yang gagah, yang berani, kita tahu bahwa banyak sekali cobaan, cabaran yang harus kita hadapi. Tepuk pundak Anda sendiri, bukan karena kesombongan, tapi karena Anda membutuhkan sahabat yang baik, yang namanya diri sendiri, yang percaya bahwa keberhasilan adalah hak.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Andi Lau, Antara Dilema dan Galau, MTGW, Minggu, 22 Januari 2012
Segmen I :
Dilema ada yang konstruktif dan destruktif.
Dalam kegalauan, dalam gamangnya rasa karena tidak adanya kepastian kadang-kadang membuat kita meleset dalam kehidupan.
Dilema itu terjadi karena kita memiliki pilihan-pilihan yang seimbang. Pilihan yang seimbang ini tidak bisa kita ambil salah satunya, tanpa mengabaikan yang lain, padahal dua-duanya penting.
Yang menjadikan kita tersiksa sehingga kita menjadi gamang karena banyak dari kita hanya berharap tanpa melakukan sesuatu, berharap tanpa bertindak, dan bermimpi tanpa bekerja.
Obat terbaik bagi penyakit hati apa pun adalah kesibukan. Orang yang sibuk tidak sempat mengeluh.
Bagaimana pun aktivitas badan itu penting.
Jangan batasi Tuhan dengan membatasi sumber pendapatan. Keberanian itu tanda dari iman. Kalau kita beriman, kita berani.
Dilema adalah pilihan yang seimbang pentingnya, tapi tidak bisa dilakukan salah satunya, tanpa mengabaikan yang lain.
Segmen II :
Kegalauan Anda mengenai penilaian tentang diri Anda itu hanya sudut pandang karena Anda melihat sudut yang menggalaukan. Alihkan sudut pandang Anda. Kalau yang Anda lihat baik, Anda akan berpersepsi baik tentang kehidupan. Dan mudah-mudahan dengannya lebih bersemangat.
Kalau Anda merasa galau, ubah tenaganya dari menikmati kesedihan, meratapi ketidakberuntungan menjadi "aku harusnya bisa", "aku mau seperti itu".
Gelisah itu mengindikasikan ketidaksabaran untuk meninggalkan satu keadaan. Kegalauan itu memperpanjang keluhan.
Sudut pandang, yang Anda lihat menentukan persepsi Anda tentang kehidupan.
Segmen III :
Tidak ada pekerjaan yang membosankan kalau orangnya tertarik kepada dirinya. Di mana pun dia bekerja, kalau dia tertarik kepada dirinya, pekerjaan ini adalah sarana untuk mencapai kemampuan yang lebih besar.
Masa depan itu bukan masa depannya pekerjaan. Masa depan itu masa depan pribadi kita.
Pilih pekerjaan yang membayar. Anda bekerja kepada orang lain tanpa bayaran itu setelah mampu.
Bagaimana Anda menasihatkan keberhasilan kalau Anda sendiri belum berhasil?
Jadilah bukti dari keefektifan pendapat Anda sendiri. Orang yang bisa lantang mengutarakan pendapat harus sudah membuktikan pendapat itu dalam kehidupannya.
Jadilah pribadi yang berhasil dulu. Sebetulnya, di dalam proses itu pun Anda sudah melayani banyak orang.
Anak yang tidak menghayati cinta ibunya, sulit menghayati cinta orang lain, sulit memberikan cinta karena cinta tidak bisa dipaksakan. Cinta datang kepada orang yang pantas untuk mencintai dan dicintai.
Jadilah pribadi dengan cita-cita yang tinggi dengan cara hidup yang pantas dicintai oleh sebaik-baiknya belahan jiwa.
Jangan pisahkan cinta dan cita-cita, hiduplah sebagai pribadi yang pantas dicintai oleh seindah-indahnya belahan jiwa.
A little off is ok, but not for ten years.
Segmen IV :
Sebagian dari kita tidak mensyukuri keberadaan satu sama lain sehingga lebih mementingkan siapa yang benar dan siapa yang salah bukan kedua-duanya membenarkan keadaan.
Pada akhirnya, setiap orang hanya bertanggung jawab tentang dirinya sendiri.
Salah sedikit itu tidak apa-apa, bagi anak muda, tapi jangan sepuluh tahun. Segeralah berubah. Jangan gunakan pengaruh-pengaruh yang tidak baik untuk kita.
Rasa takut kita untuk salah lebih sering menjadikan kita salah daripada betul. Orang yang tidak takut salah lebih sering betul dan waktu salah pun dia tertawa.
Buatlah banyak kesalahan bukan untuk niat merugikan orang lain karena kesalahan yang merugikan orang lain itu dosa. Tetapi salah untuk proses menjadi benar, itu terpuji. Lebih mulia orang yang melakukan kesalahan daripada orang yang betul tetapi tidak pernah mencoba. Orang yang betul tapi tidak pernah mencoba itu tidak ada, selalu salah.
Lebih baik mendekati kesalahan daripada menjauhi kesalahan karena benar dan salah itu dekat tempatnya, hanya bolak baliknya koin.
Lawan dari bersyukur bukanlah tidak bersyukur, tapi sinis.
Segmen V :
Orang tidak bersyukur mungkin bukan niatnya tidak bersyukur tetapi dia tidak tahu sehingga begitu diingatkan dia langsung beryukur.
Lawan dari syukur adalah sinis. Hati-hati dengan sinis. Orang sinis tahu benar disinisi. Orang sinis menolak masuk ke wilayah terang, dia berada di wilayah gelap, membenci kegelapan, tapi menghujat cahaya.
Nasihat untuk kebaikan kita itu ada dalam jangkauan kita.
Jangan menggunakan kelemahan hidup untuk menghujat orang lain karena itu sama dengan mempermanenkan penderitaan.
Yang tidak Anda ketahui akan melukai Anda. Orang yang tidak tahu menderita karena orang yang tidak tahu sudut pandangnya terbatas. Sudut pandang yang terbatas mengakibatkan dia hanya melihat yang jelek-jelek padahal kehidupan ini indah. Kehidupan memang tidak mudah tetapi itu filter. Kehidupan itu membuat kita harus bekerja keras untuk menjadi pribadi yang pantas dimuliakan.
Dilema, utamanya dua, penderitaan karena disiplin atau penderitaan karena penyesalan. Apabila Anda tidak disiplin, Anda akan menderita dalam penyesalan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Dilema ada yang konstruktif dan destruktif.
Dalam kegalauan, dalam gamangnya rasa karena tidak adanya kepastian kadang-kadang membuat kita meleset dalam kehidupan.
Dilema itu terjadi karena kita memiliki pilihan-pilihan yang seimbang. Pilihan yang seimbang ini tidak bisa kita ambil salah satunya, tanpa mengabaikan yang lain, padahal dua-duanya penting.
Yang menjadikan kita tersiksa sehingga kita menjadi gamang karena banyak dari kita hanya berharap tanpa melakukan sesuatu, berharap tanpa bertindak, dan bermimpi tanpa bekerja.
Obat terbaik bagi penyakit hati apa pun adalah kesibukan. Orang yang sibuk tidak sempat mengeluh.
Bagaimana pun aktivitas badan itu penting.
Jangan batasi Tuhan dengan membatasi sumber pendapatan. Keberanian itu tanda dari iman. Kalau kita beriman, kita berani.
Dilema adalah pilihan yang seimbang pentingnya, tapi tidak bisa dilakukan salah satunya, tanpa mengabaikan yang lain.
Segmen II :
Kegalauan Anda mengenai penilaian tentang diri Anda itu hanya sudut pandang karena Anda melihat sudut yang menggalaukan. Alihkan sudut pandang Anda. Kalau yang Anda lihat baik, Anda akan berpersepsi baik tentang kehidupan. Dan mudah-mudahan dengannya lebih bersemangat.
Kalau Anda merasa galau, ubah tenaganya dari menikmati kesedihan, meratapi ketidakberuntungan menjadi "aku harusnya bisa", "aku mau seperti itu".
Gelisah itu mengindikasikan ketidaksabaran untuk meninggalkan satu keadaan. Kegalauan itu memperpanjang keluhan.
Sudut pandang, yang Anda lihat menentukan persepsi Anda tentang kehidupan.
Segmen III :
Tidak ada pekerjaan yang membosankan kalau orangnya tertarik kepada dirinya. Di mana pun dia bekerja, kalau dia tertarik kepada dirinya, pekerjaan ini adalah sarana untuk mencapai kemampuan yang lebih besar.
Masa depan itu bukan masa depannya pekerjaan. Masa depan itu masa depan pribadi kita.
Pilih pekerjaan yang membayar. Anda bekerja kepada orang lain tanpa bayaran itu setelah mampu.
Bagaimana Anda menasihatkan keberhasilan kalau Anda sendiri belum berhasil?
Jadilah bukti dari keefektifan pendapat Anda sendiri. Orang yang bisa lantang mengutarakan pendapat harus sudah membuktikan pendapat itu dalam kehidupannya.
Jadilah pribadi yang berhasil dulu. Sebetulnya, di dalam proses itu pun Anda sudah melayani banyak orang.
Anak yang tidak menghayati cinta ibunya, sulit menghayati cinta orang lain, sulit memberikan cinta karena cinta tidak bisa dipaksakan. Cinta datang kepada orang yang pantas untuk mencintai dan dicintai.
Jadilah pribadi dengan cita-cita yang tinggi dengan cara hidup yang pantas dicintai oleh sebaik-baiknya belahan jiwa.
Jangan pisahkan cinta dan cita-cita, hiduplah sebagai pribadi yang pantas dicintai oleh seindah-indahnya belahan jiwa.
A little off is ok, but not for ten years.
Segmen IV :
Sebagian dari kita tidak mensyukuri keberadaan satu sama lain sehingga lebih mementingkan siapa yang benar dan siapa yang salah bukan kedua-duanya membenarkan keadaan.
Pada akhirnya, setiap orang hanya bertanggung jawab tentang dirinya sendiri.
Salah sedikit itu tidak apa-apa, bagi anak muda, tapi jangan sepuluh tahun. Segeralah berubah. Jangan gunakan pengaruh-pengaruh yang tidak baik untuk kita.
Rasa takut kita untuk salah lebih sering menjadikan kita salah daripada betul. Orang yang tidak takut salah lebih sering betul dan waktu salah pun dia tertawa.
Buatlah banyak kesalahan bukan untuk niat merugikan orang lain karena kesalahan yang merugikan orang lain itu dosa. Tetapi salah untuk proses menjadi benar, itu terpuji. Lebih mulia orang yang melakukan kesalahan daripada orang yang betul tetapi tidak pernah mencoba. Orang yang betul tapi tidak pernah mencoba itu tidak ada, selalu salah.
Lebih baik mendekati kesalahan daripada menjauhi kesalahan karena benar dan salah itu dekat tempatnya, hanya bolak baliknya koin.
Lawan dari bersyukur bukanlah tidak bersyukur, tapi sinis.
Segmen V :
Orang tidak bersyukur mungkin bukan niatnya tidak bersyukur tetapi dia tidak tahu sehingga begitu diingatkan dia langsung beryukur.
Lawan dari syukur adalah sinis. Hati-hati dengan sinis. Orang sinis tahu benar disinisi. Orang sinis menolak masuk ke wilayah terang, dia berada di wilayah gelap, membenci kegelapan, tapi menghujat cahaya.
Nasihat untuk kebaikan kita itu ada dalam jangkauan kita.
Jangan menggunakan kelemahan hidup untuk menghujat orang lain karena itu sama dengan mempermanenkan penderitaan.
Yang tidak Anda ketahui akan melukai Anda. Orang yang tidak tahu menderita karena orang yang tidak tahu sudut pandangnya terbatas. Sudut pandang yang terbatas mengakibatkan dia hanya melihat yang jelek-jelek padahal kehidupan ini indah. Kehidupan memang tidak mudah tetapi itu filter. Kehidupan itu membuat kita harus bekerja keras untuk menjadi pribadi yang pantas dimuliakan.
Dilema, utamanya dua, penderitaan karena disiplin atau penderitaan karena penyesalan. Apabila Anda tidak disiplin, Anda akan menderita dalam penyesalan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Mendeteksi Cinta Palsu, MTGW, 15 Januari 2012
Segmen I :
Sulit mendeteksi cinta palsu karena orang yang sedang jatuh cinta logikanya lumpuh.
Manusia itu seorang pemilih yang harus memilih keseluruhan hidupnya.
Satu-satunya kegagalan dalam hidup adalah kegagalan memilih padahal kita berlatih memilih seumur hidup tetapi paling tidak ahli memilih. Kita harus sangat khawatir dalam ketepatan kita memilih.
Tanda-tanda mendeteksi cinta :
1. Cinta adalah penghormatan : cinta yang asli perilakunya penuh hormat.
Orang yang sedang jatuh cinta sulit dinasihati karena orang yang sedang jatuh cinta hanya mengharapkan yang baik, tapi tidak pernah menyiapkan diri bagi kesalahan memilih.
Segmen II :
2. Persiapan terbaik untuk tidak salah saat jatuh cinta adalah sebelum jatuh cinta.
Untuk tahu cinta seseorang itu palsu, kita harus membiasakan diri dengan cinta yang asli di keluarga.
Pelajarilah cinta sebelum Anda dibutakan oleh cinta.
Orang yang sedang dalam pendekatan yang menyiksa tidak bisa tegas karena satu hal, yaitu kedekatan fisik. Cocok tidak cocok kalau dekat sulit menjauh, sulit pisah.
Kedekatan fisik pada cinta yang tidak sesuai itu berbahaya. Jadi harus menjauh.
Ketegasan menjauhkan diri dari cinta yang tidak cocok penting sekali kalau masa depan Anda yang panjang itu harus damai.
Kita tidak bisa menjadi pembesar tanpa kasih sayang. Orang-orang yang mencintai keindahan bagi dirinya dan sesama, akan menjadi pribadi yang amanah.
Segmen III :
Cinta itu banyak gelisahnya baik sebelum atau sesudah menikah. Itu bukan salahnya cinta tetapi salahnya orang yang punya hati yang tidak meningkatkan kualitas dirinya setiap kali ada sakit hati.
Sakit hati itu adalah pemberitahuan untuk memperbaiki diri, jadi pelajarilah setiap kali Anda sakit hati.
Berlatih untuk berhasil dalam hubungan cinta, latihannya dilakukan sebelum jatuh cinta.
Anda mudah tertipu kalau kebaikan hati Anda sendiri melemahkan ketegasan Anda.
Cinta adalah penghormatan kalau dia mencintai Anda, tidak mungkin dia berlaku tidak hormat.
Segmen IV :
Kagum itu memuliakan kualitasnya, iri dengan bagusnya, rindu untuk menjadi seperti itu, tetapi kekaguman itu hanya menaruh sesuatu di tempat yang indah.
Kalau cinta harus memiliki, karena itu Anda menderita kalau dia sudah dimiliki orang lain.
Di dalam rasa cinta ada rasa kagum. Tapi kagum yang untuk bersama aku lah kamu, membangun keluarga, jadilah kau ayah dari anak-anakku.
Cinta harus memiliki, dan akan hebat sekali jika apa yang Anda cintai sekaligus Anda kagumi.
Dilihat pergaulannya, tidak mungkin orang baik bergaul dengan orang buruk.
Lihat cara dia memperlakukan 3 orang, pria idaman Anda berlaku hormat kepada orangtua, jangan pilih laki-laki yang berlaku kasar kepada orangtua.
Lihat bagaimana dia memperlakukan wanita. Laki-laki yang tertawa mengenai bercandaan jorok, jangan Anda pilih karena dia menikmati perendahan wanita. Hati-hati dengan pria yang bercandaannya jorok karena bagi dia yang lucu adalah yang tidak baik padahal orang dilihat dari yang ditertawainya.
Perhatikan bagaimana dia memperlakukan anak kecil.
Segmen V :
Jangan lama-lama salah dalam kehidupan ini. Jangan berfokus kepada orang jelek. Banyak sekali orang membicarakan buruknya hidup karena keputusannya sendiri. Tidak berlatih keluar dari kesulitan yang disebabkannya.
Orang yang mengeluhkan hidupnya, sebetulnya sedang mengeluhkan kualitas cara dia memilih karena kalau dia pandai memilih, dia tidak akan mengeluhkan pekerjaannya, tentang bisnisnya.
Ikhlaslah mendekati kesalahan. Orang-orang yang takut salah, akan menghindari benar. Itu sebabnya orang yang berhasil tidak takut gagal.
Mendeteksi cinta palsu bukan berarti menjauhi cinta.
Gagahlah dalam mendekati koin yang namanya kehidupan, yang di dalamnya ada kemungkinan salah dan kemungkinan benar, tapi kan kita sudah berlatih, sudah sekolah, sudah mendengarkan nasihat orangtua, sudah berdoa, sudah meminta kepada Tuhan agar saat jatuh, benar.
Kalau kebetulan salah yang kita lakukan adalah lempar lagi.
Jadilah orang yang tegas. Lebih baik salah segera, agar segera memperbaiki, supaya hidup kita cemerlang walaupun pendek, daripada hidup redup seumur hidup yang belum tentu panjang.
Cinta membijakkan orang bodoh dan membodohkan orang bijak.
Pilihan. Bukan keindahan asyik masyuknya seseorang yang sedang jatuh cinta tetapi berpikir panjang mengenai mengapa kita harus ada dalam kehidupan ini.
Kehidupan ini bukan hanya merasa enak saja karena sebagian penderitaan perlu.
Sebagian penderitaan adalah jalan naik, sebagian kesenangan adalah jalan turun. Jadilah pribadi yang berpihak kepada yang baik bagi diri. Baikkanlah hati dan diri, apabila Anda ingin berhak bagi cinta yang lebih baik.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Sulit mendeteksi cinta palsu karena orang yang sedang jatuh cinta logikanya lumpuh.
Manusia itu seorang pemilih yang harus memilih keseluruhan hidupnya.
Satu-satunya kegagalan dalam hidup adalah kegagalan memilih padahal kita berlatih memilih seumur hidup tetapi paling tidak ahli memilih. Kita harus sangat khawatir dalam ketepatan kita memilih.
Tanda-tanda mendeteksi cinta :
1. Cinta adalah penghormatan : cinta yang asli perilakunya penuh hormat.
Orang yang sedang jatuh cinta sulit dinasihati karena orang yang sedang jatuh cinta hanya mengharapkan yang baik, tapi tidak pernah menyiapkan diri bagi kesalahan memilih.
Segmen II :
2. Persiapan terbaik untuk tidak salah saat jatuh cinta adalah sebelum jatuh cinta.
Untuk tahu cinta seseorang itu palsu, kita harus membiasakan diri dengan cinta yang asli di keluarga.
Pelajarilah cinta sebelum Anda dibutakan oleh cinta.
Orang yang sedang dalam pendekatan yang menyiksa tidak bisa tegas karena satu hal, yaitu kedekatan fisik. Cocok tidak cocok kalau dekat sulit menjauh, sulit pisah.
Kedekatan fisik pada cinta yang tidak sesuai itu berbahaya. Jadi harus menjauh.
Ketegasan menjauhkan diri dari cinta yang tidak cocok penting sekali kalau masa depan Anda yang panjang itu harus damai.
Kita tidak bisa menjadi pembesar tanpa kasih sayang. Orang-orang yang mencintai keindahan bagi dirinya dan sesama, akan menjadi pribadi yang amanah.
Segmen III :
Cinta itu banyak gelisahnya baik sebelum atau sesudah menikah. Itu bukan salahnya cinta tetapi salahnya orang yang punya hati yang tidak meningkatkan kualitas dirinya setiap kali ada sakit hati.
Sakit hati itu adalah pemberitahuan untuk memperbaiki diri, jadi pelajarilah setiap kali Anda sakit hati.
Berlatih untuk berhasil dalam hubungan cinta, latihannya dilakukan sebelum jatuh cinta.
Anda mudah tertipu kalau kebaikan hati Anda sendiri melemahkan ketegasan Anda.
Cinta adalah penghormatan kalau dia mencintai Anda, tidak mungkin dia berlaku tidak hormat.
Segmen IV :
Kagum itu memuliakan kualitasnya, iri dengan bagusnya, rindu untuk menjadi seperti itu, tetapi kekaguman itu hanya menaruh sesuatu di tempat yang indah.
Kalau cinta harus memiliki, karena itu Anda menderita kalau dia sudah dimiliki orang lain.
Di dalam rasa cinta ada rasa kagum. Tapi kagum yang untuk bersama aku lah kamu, membangun keluarga, jadilah kau ayah dari anak-anakku.
Cinta harus memiliki, dan akan hebat sekali jika apa yang Anda cintai sekaligus Anda kagumi.
Dilihat pergaulannya, tidak mungkin orang baik bergaul dengan orang buruk.
Lihat cara dia memperlakukan 3 orang, pria idaman Anda berlaku hormat kepada orangtua, jangan pilih laki-laki yang berlaku kasar kepada orangtua.
Lihat bagaimana dia memperlakukan wanita. Laki-laki yang tertawa mengenai bercandaan jorok, jangan Anda pilih karena dia menikmati perendahan wanita. Hati-hati dengan pria yang bercandaannya jorok karena bagi dia yang lucu adalah yang tidak baik padahal orang dilihat dari yang ditertawainya.
Perhatikan bagaimana dia memperlakukan anak kecil.
Segmen V :
Jangan lama-lama salah dalam kehidupan ini. Jangan berfokus kepada orang jelek. Banyak sekali orang membicarakan buruknya hidup karena keputusannya sendiri. Tidak berlatih keluar dari kesulitan yang disebabkannya.
Orang yang mengeluhkan hidupnya, sebetulnya sedang mengeluhkan kualitas cara dia memilih karena kalau dia pandai memilih, dia tidak akan mengeluhkan pekerjaannya, tentang bisnisnya.
Ikhlaslah mendekati kesalahan. Orang-orang yang takut salah, akan menghindari benar. Itu sebabnya orang yang berhasil tidak takut gagal.
Mendeteksi cinta palsu bukan berarti menjauhi cinta.
Gagahlah dalam mendekati koin yang namanya kehidupan, yang di dalamnya ada kemungkinan salah dan kemungkinan benar, tapi kan kita sudah berlatih, sudah sekolah, sudah mendengarkan nasihat orangtua, sudah berdoa, sudah meminta kepada Tuhan agar saat jatuh, benar.
Kalau kebetulan salah yang kita lakukan adalah lempar lagi.
Jadilah orang yang tegas. Lebih baik salah segera, agar segera memperbaiki, supaya hidup kita cemerlang walaupun pendek, daripada hidup redup seumur hidup yang belum tentu panjang.
Cinta membijakkan orang bodoh dan membodohkan orang bijak.
Pilihan. Bukan keindahan asyik masyuknya seseorang yang sedang jatuh cinta tetapi berpikir panjang mengenai mengapa kita harus ada dalam kehidupan ini.
Kehidupan ini bukan hanya merasa enak saja karena sebagian penderitaan perlu.
Sebagian penderitaan adalah jalan naik, sebagian kesenangan adalah jalan turun. Jadilah pribadi yang berpihak kepada yang baik bagi diri. Baikkanlah hati dan diri, apabila Anda ingin berhak bagi cinta yang lebih baik.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Aku Ingin Kaya, MTGW, Minggu, 8 Januari 2012
Segmen I :
Kekayaan pribadi tidak mejadi bernilai apabila dia bukan menjadi kenikmatan bagi sesama.
Yang menjadikan kita membatasi diri adalah terutama karena kita membenci kekayaan. Orang-orang yang membenci kekayaan biasanya orang-orang yang perlu memperbaiki kemampuannya.
Paradigma adalah peta berpikir. Mulai saat ini peta berpikir harus lurus menuju kekayaan, bukan karena kita ingin melebihkan diri di atas orang lain, tapi karena ingin menjadikan diri berguna bagi orang lain.
Mindset itu cara kita menata apa yang kita izinkan, kita setujui atau tidak. Banyak orang yang di dalam dirinya yang boleh adalah yang merusak kesehatannya, nama baiknya, menjauhkan orang baik, yang menjadikan dia lebih dekat kepada keburukan. Ada orang yang mengatakan tidak. Tetapi yang ditolak adalah yang baik bagi dirinya. Bisa dibayangkan kualitas kehidupan dari orang ini?
Sudut pandang. Dunia yang sama dilihat oleh orang yang sudut pandangnya berbeda, berbeda.
Yang menjadi fokus kita, tumbuh.
Yang terakhir adalah obsesi.
Segmen II :
Tidak semua harta adalah kekayaan. Tetapi kekayaan selalu harta. Kekayaan milik orang baik.
Seorang yang jahat, korup hanya bisa punya harta yang bukan kekayaan tetapi tanda dari besarnya hukuman yang sedang ditangguhkan.
Jangan iri terhadap orang yang berharta karena ketidakjujuran. Irilah dengan orang miskin yang ikhlas, bersyukur dengan keadaannya dan sedang mendidik anak-anaknya yang akan menjadi orang kaya yang amanah. Perbaiki konsep kita mengenai kekayaan.
Orang malas adalah orang yang rajin bermalas-malasan. Sebetulnya setiap orang mampu rajin.
Orang yang mudah kaya melihat segala sesuatu bisa dijual.
Jadi, setelah paradigma, mindset, sudut pandang, fokus, dan obsesinya betul, yang kita butuhkan adalah tubuh yang patuh. Tubuh yang patuh pada hati dan pikiran yang baik.
Sebetulnya tidak ada badan yang rajin atau malas, hanya tinggal badan Anda patuh atau tidak.
Segmen III :
Untuk semua kemudahan hidup yang kita inginkan, kita diharuskan mampu melampaui kesulitan karena hukum dalam kehidupan ini, kepantasan. Yang pantas yang dapat.
Hukumnya, kepantasan mendahului keberhasilan.
Banyak orang ingin menjadi sesuatu dalam hidup tidak tahu caranya.
Rezeki hanya berkenaan dengan dua hal, yang Anda lakukan dan orang yang mengenal Anda.
Jangan persulit orang menemukan Anda karena yang Anda lakukan, dan orang yang mengenal Anda dijadikan oleh Tuhan jalan lewatnya rezeki.
Segmen IV :
Kekayaan itu bukan hanya punyanya tetapi cara mengenakannya.
Orang berharta yang tidak tahu caranya mengenakan hartanya, seperti orang bukan kaya.
Orang yang tidak berharta yang tahu merk paling mahal bukan di tas, telepon, laptop. Merk yang termahal adalah nama baik. Syukuri diri Anda.
Jangan lukai hati anak-anak dengan mengatakan bahwa mereka tidak berhak menjadi seseorang yang besar. Paling kasihan anak yang tidak menemukan pahlawan pada figur ayah dan ibunya karena anak itu tumbuh berbahagia dan kuat apabila ada orang tua yang bersedia jongkok di sebelahnya dan mengatakan, "Kamu bisa". Kalau Anda belum bisa menghebatkan anak-anak Anda, paling tidak jangan lukai mereka. Kasihi.
Orang yang sudah demikian ikhlasnya menerima bahwa dirinya bukan apa-apa, sudah ada di tempat terbaik untuk mulai dijadikan sesuatu.
Orang yang sudah demikian sedih sampai tidak merasa menjadi apa-apa adalah orang yang kerendahan hatinya paling indah.
Segmen V :
Anda tidak pernah betul-betul siap karena kalau Anda siap, itu bukan sesuatu yang hebat. Kalau Anda siap, itu sesuatu yang rutin, yang sudah Anda bisa. Padahal rezeki Tuhan yang besar itu berada di tempat-tempat di mana kita belum bisa.
Jangan mengeluh tentang kesiapan.
Jangan terlalu khawatir mengenai kesempatan.
Persiapan terbaik adalah diri Anda. Tugas Anda adalah meminta orang lain mempekerjakan Anda. Jangan tolak pekerjaan sulit karena itu belum tahu dan semua rezeki baik ada di tempat yang kita belum tahu.
Kesempatan sudah Anda miliki. Kesempatan itu sudah ada di Anda.
Kalau mau diperjakan oleh orang hebat, belajar.
Setiap orang dari kita sedang menunggu ditemukan.
Kekayaan yang kita sebut sebagai kekayaan hati itu adalah kesalihan.
Ada 2 macam kesalihan : kesalihan pribadi. Dan ini yang biasanya orang banggakan atau syukuri sebagai kekayaan hati. Kesalihan ini menjadi indah sekali apabila menjadi kesalihan sosial. Apabila kekayaan Anda berdampak bagi perbaikan kualitas hidup orang lain.
Jadilah orang berilmu, supaya ilmunya membukakan pengertian kepada sesama. Jadilah orang kaya sehingga berderma, memberdayakan pendidikan dan kesehatan dan kebaikan hidup bagi sesama. Jadilah manusia yang dihadiahkan oleh Tuhan bagi kebahagiaan sesama karena Anda kaya sebagai pribadi dan sebagai rahmat bagi sesama.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Kekayaan pribadi tidak mejadi bernilai apabila dia bukan menjadi kenikmatan bagi sesama.
Yang menjadikan kita membatasi diri adalah terutama karena kita membenci kekayaan. Orang-orang yang membenci kekayaan biasanya orang-orang yang perlu memperbaiki kemampuannya.
Paradigma adalah peta berpikir. Mulai saat ini peta berpikir harus lurus menuju kekayaan, bukan karena kita ingin melebihkan diri di atas orang lain, tapi karena ingin menjadikan diri berguna bagi orang lain.
Mindset itu cara kita menata apa yang kita izinkan, kita setujui atau tidak. Banyak orang yang di dalam dirinya yang boleh adalah yang merusak kesehatannya, nama baiknya, menjauhkan orang baik, yang menjadikan dia lebih dekat kepada keburukan. Ada orang yang mengatakan tidak. Tetapi yang ditolak adalah yang baik bagi dirinya. Bisa dibayangkan kualitas kehidupan dari orang ini?
Sudut pandang. Dunia yang sama dilihat oleh orang yang sudut pandangnya berbeda, berbeda.
Yang menjadi fokus kita, tumbuh.
Yang terakhir adalah obsesi.
Segmen II :
Tidak semua harta adalah kekayaan. Tetapi kekayaan selalu harta. Kekayaan milik orang baik.
Seorang yang jahat, korup hanya bisa punya harta yang bukan kekayaan tetapi tanda dari besarnya hukuman yang sedang ditangguhkan.
Jangan iri terhadap orang yang berharta karena ketidakjujuran. Irilah dengan orang miskin yang ikhlas, bersyukur dengan keadaannya dan sedang mendidik anak-anaknya yang akan menjadi orang kaya yang amanah. Perbaiki konsep kita mengenai kekayaan.
Orang malas adalah orang yang rajin bermalas-malasan. Sebetulnya setiap orang mampu rajin.
Orang yang mudah kaya melihat segala sesuatu bisa dijual.
Jadi, setelah paradigma, mindset, sudut pandang, fokus, dan obsesinya betul, yang kita butuhkan adalah tubuh yang patuh. Tubuh yang patuh pada hati dan pikiran yang baik.
Sebetulnya tidak ada badan yang rajin atau malas, hanya tinggal badan Anda patuh atau tidak.
Segmen III :
Untuk semua kemudahan hidup yang kita inginkan, kita diharuskan mampu melampaui kesulitan karena hukum dalam kehidupan ini, kepantasan. Yang pantas yang dapat.
Hukumnya, kepantasan mendahului keberhasilan.
Banyak orang ingin menjadi sesuatu dalam hidup tidak tahu caranya.
Rezeki hanya berkenaan dengan dua hal, yang Anda lakukan dan orang yang mengenal Anda.
Jangan persulit orang menemukan Anda karena yang Anda lakukan, dan orang yang mengenal Anda dijadikan oleh Tuhan jalan lewatnya rezeki.
Segmen IV :
Kekayaan itu bukan hanya punyanya tetapi cara mengenakannya.
Orang berharta yang tidak tahu caranya mengenakan hartanya, seperti orang bukan kaya.
Orang yang tidak berharta yang tahu merk paling mahal bukan di tas, telepon, laptop. Merk yang termahal adalah nama baik. Syukuri diri Anda.
Jangan lukai hati anak-anak dengan mengatakan bahwa mereka tidak berhak menjadi seseorang yang besar. Paling kasihan anak yang tidak menemukan pahlawan pada figur ayah dan ibunya karena anak itu tumbuh berbahagia dan kuat apabila ada orang tua yang bersedia jongkok di sebelahnya dan mengatakan, "Kamu bisa". Kalau Anda belum bisa menghebatkan anak-anak Anda, paling tidak jangan lukai mereka. Kasihi.
Orang yang sudah demikian ikhlasnya menerima bahwa dirinya bukan apa-apa, sudah ada di tempat terbaik untuk mulai dijadikan sesuatu.
Orang yang sudah demikian sedih sampai tidak merasa menjadi apa-apa adalah orang yang kerendahan hatinya paling indah.
Segmen V :
Anda tidak pernah betul-betul siap karena kalau Anda siap, itu bukan sesuatu yang hebat. Kalau Anda siap, itu sesuatu yang rutin, yang sudah Anda bisa. Padahal rezeki Tuhan yang besar itu berada di tempat-tempat di mana kita belum bisa.
Jangan mengeluh tentang kesiapan.
Jangan terlalu khawatir mengenai kesempatan.
Persiapan terbaik adalah diri Anda. Tugas Anda adalah meminta orang lain mempekerjakan Anda. Jangan tolak pekerjaan sulit karena itu belum tahu dan semua rezeki baik ada di tempat yang kita belum tahu.
Kesempatan sudah Anda miliki. Kesempatan itu sudah ada di Anda.
Kalau mau diperjakan oleh orang hebat, belajar.
Setiap orang dari kita sedang menunggu ditemukan.
Kekayaan yang kita sebut sebagai kekayaan hati itu adalah kesalihan.
Ada 2 macam kesalihan : kesalihan pribadi. Dan ini yang biasanya orang banggakan atau syukuri sebagai kekayaan hati. Kesalihan ini menjadi indah sekali apabila menjadi kesalihan sosial. Apabila kekayaan Anda berdampak bagi perbaikan kualitas hidup orang lain.
Jadilah orang berilmu, supaya ilmunya membukakan pengertian kepada sesama. Jadilah orang kaya sehingga berderma, memberdayakan pendidikan dan kesehatan dan kebaikan hidup bagi sesama. Jadilah manusia yang dihadiahkan oleh Tuhan bagi kebahagiaan sesama karena Anda kaya sebagai pribadi dan sebagai rahmat bagi sesama.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Uji Nyali, MTGW, Minggu, 1 Januari 2012
Segmen I :
Kita sekarang sedang hidup di wilayah keberanian. Orang-orang yang mengeluh dalam hidupnya, sedang mengeluh di wilayah yang aman. Mungkin saja ada hal-hal besar dan baik di balik rasa takut kita.
Jangan sampai kita meninggalkan kehidupan ini sebagai pribadi yang belum terpakai.
Rencananya dalam kehidupan ini kita dipakai untuk apa?
Takut perlu untuk keselamatan.
Sebagian anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa yang masih membawa rasa takut bayinya. Rasa takut untuk sukses itu adalah rasa takut melakukan hal-hal yang salah, yaitu dosa.
Rasa takut itu sebagian untuk kita selamat dan sebagian untuk kita berhasil, dan harus berani mendekati kesalahan, karena dibalik kesalahan ada keberhasilan.
Segmen II :
Emosi tidak mungkin tidak ada pada diri kita, jadi sebetulnya yang kita takuti adalah emosi yang negatif.
Orang-orang kuat sangat emosional, emosi yang positif, bukan yang negatif.
Orang berani sangat bertenaga.
Emosi yang paling besar mengatasi ketakutan adalah cinta, kasih sayang.
Keberanian adalah sesuatu yang landasannya cinta, keharusan untuk menjadi sesuatu yang memuliakan kehidupan orang lain, keluarga atau bahkan ciptaan Tuhan yang lain.
Jadilah orang yang berani, loncatlah dengan satu lompatan besar.
Sebagian orang mencari sesuatu yang sudah dimilikinya di tempat-tempat yang tidak ada isi kebahagiaan itu. Ada insting di dalam diri kita untuk kembali ke rumah.
Jadilah orang yang berani, loncatlah dengan satu lompatan besar, jika berada dalam kesulitan, teruskan, jangan berhenti, kita akan sampai asal Anda berjalan.
Segmen III :
Orang-orang yang melakukan hal yang biasa, karena sudah bisa. Sesuatu yang biasa bisa dilakukan banyak orang dan disebutnya sebagai rata-rata. Yang rata-rata biasanya digaji biasa. Yang menjadikan kita tidak bahagia karena kita ingin hidup yang luar biasa dan tidak bisa dibiayai dengan penghormatan yang biasa.
Sesuatu yang belum bisa menurut Anda, mengapa tidak dicoba?
Kalau kita menolak sesuatu bukan karena kita belum bisa.
Lebih baik gagal mencoba daripada berhasil, tapi tidak membuktikan apapun.
Aku dilahirkan untuk bergerak dan dirancang untuk gerakan maju maka lebih baik bagiku jatuh dan pecah dalam gerakan daripada membusuk dalam kebekuan.
Malu itu tergantung dari kesadaran Anda mengenai yang buruk. Kalau yang kita lakukan tidak buruk, tidak usah merasa malu.
Jangan tolak pekerjaan yang Anda belum bisa. Buktikan.
Waktu kita melakukan sesuatu yang baru, besar, dan berisiko, biasanya kita merasa takut. Kalau takut ada 2 pilihan, lari atau dilawan.
Orang-orang ketakutan menemukan dirinya yang baru, yaitu kecepatan larinya atau keterpaksaannya melawan. Jadi rasa takut itu indah sekali. Anda menjadi terbaik saat Anda takut, kenapa tidak digunakan untuk melakukan sesuatu yang bertenaga. Be afraid and be super.
Segmen IV :
Jadilah orang yang kebaikannya penting sekali bagi banyak orang sehingga kita diambil alih menjadi anak buah Tuhan.
Kalau yang Anda lakukan penting bagi banyak orang, tidak ada satu manusia cukup besar untuk memimpin Anda.
Jangan jadikan pendapat kecil orang lain mengecilkan kita.
Tidak ada orang yang sepenuhnya damai bisa berhasil. Jangan haruskan kedamaian sebagai syarat untuk berhasil. Sebagian kedamaian itu Anda temukan karena Anda bergerak terlalu cepat. Orang yang sempat melihat kotoran di sepatunya, sedang tidak lari. Orang yang lari cepat tidak memikirkan apa pun kecuali cepat sampai.
Kadang-kadang cara terbaik untuk mendapat persetujuan adalah membuat orang terpaksa menyetujui.
Jangan persetujuan orang menjadi halangan bagi kehebatan Anda, bahkan nanti kalau Anda berhasil, semua orang yang tidak setuju kepada Anda akan beruntung karena keberhasilan Anda.
Jangan hidup menjadi pribadi yang tidak terpakai, gunakan diri Anda untuk membuktikan bahwa Anda bisa, dan satu-satu cara melakukannya.
Segmen V :
Be your better self. Jadilah orang yang lebih baik.
Anda jadi lebih berani apabila Anda bersegera.
Orang berani itu berada di wilayah yang ditakutinya, itu sebabnya dia dibilang berani.
Keberanian juga harus smart, bahwa kita tahu kita juga akan selamat, kita sudah melakukan hal-hal yang perlu kita lakukan.
Hadiah bagi orang yang takut, dan memasuki wilayah yang ditakutinya, dia menjadi diri terbaiknya. Maka dari itu masukilah wilayah-wilayah yang kita takuti dengan cara bersegera.
Orang yang bersegera akan punya banyak hal dalam hidupnya yang namanya tindakan. Orang-orang yang bersegera dan banyak melakukan sampai ke wilayah-wilayah yang ditakuti orang lain.
Jangan hidup menjadi pribadi yang tidak terpakai, gunakan diri Anda untuk membuktikan bahwa Anda bisa, dan satu-satu cara melakukannya.
Kita itu pandai berjanji, tidak bersungguh-sungguh melaksanakan.
Apabila Anda berani, ikhlaslah bersegera berani dalam sekecil-kecilnya rencana. Tuhan tersenyum haru menyaksikan orang yang tidak mampu tapi bersegera melakukan dan mensyukuri pekerjaan kecil, lalu Tuhan katakan, banyak orang besar tidak amanah di tugas besar, ini ada orang kecil amanah sekali. Maka, kata Tuhan, Aku Yang Maha Kuasa, Aku yang memiliki ilmu maka Aku mampukan dia untuk menjadi jiwa sederhana yang ditolong banyak orang untuk memperbaiki kehidupan sesama.
Jadi bagaimana kalau hari ini kita tidak memikirkan seberapa besar atau kecilnya risiko, banyak atau tidaknya orang yang menghujat kita kalau kita gagal...
Bersegeralah ikhlas melakukan sesuatu yang harus Anda lakukan. Dan itu, jurang yang harus dilompati dengan satu lompatan yang tiga loncatan itu, itu menjadi kecil apabila Anda sedang takut, karena justru sedang takut itulah Anda menjadi diri Anda yang terbaik. Be Afraid and Be Your Best.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Kita sekarang sedang hidup di wilayah keberanian. Orang-orang yang mengeluh dalam hidupnya, sedang mengeluh di wilayah yang aman. Mungkin saja ada hal-hal besar dan baik di balik rasa takut kita.
Jangan sampai kita meninggalkan kehidupan ini sebagai pribadi yang belum terpakai.
Rencananya dalam kehidupan ini kita dipakai untuk apa?
Takut perlu untuk keselamatan.
Sebagian anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa yang masih membawa rasa takut bayinya. Rasa takut untuk sukses itu adalah rasa takut melakukan hal-hal yang salah, yaitu dosa.
Rasa takut itu sebagian untuk kita selamat dan sebagian untuk kita berhasil, dan harus berani mendekati kesalahan, karena dibalik kesalahan ada keberhasilan.
Segmen II :
Emosi tidak mungkin tidak ada pada diri kita, jadi sebetulnya yang kita takuti adalah emosi yang negatif.
Orang-orang kuat sangat emosional, emosi yang positif, bukan yang negatif.
Orang berani sangat bertenaga.
Emosi yang paling besar mengatasi ketakutan adalah cinta, kasih sayang.
Keberanian adalah sesuatu yang landasannya cinta, keharusan untuk menjadi sesuatu yang memuliakan kehidupan orang lain, keluarga atau bahkan ciptaan Tuhan yang lain.
Jadilah orang yang berani, loncatlah dengan satu lompatan besar.
Sebagian orang mencari sesuatu yang sudah dimilikinya di tempat-tempat yang tidak ada isi kebahagiaan itu. Ada insting di dalam diri kita untuk kembali ke rumah.
Jadilah orang yang berani, loncatlah dengan satu lompatan besar, jika berada dalam kesulitan, teruskan, jangan berhenti, kita akan sampai asal Anda berjalan.
Segmen III :
Orang-orang yang melakukan hal yang biasa, karena sudah bisa. Sesuatu yang biasa bisa dilakukan banyak orang dan disebutnya sebagai rata-rata. Yang rata-rata biasanya digaji biasa. Yang menjadikan kita tidak bahagia karena kita ingin hidup yang luar biasa dan tidak bisa dibiayai dengan penghormatan yang biasa.
Sesuatu yang belum bisa menurut Anda, mengapa tidak dicoba?
Kalau kita menolak sesuatu bukan karena kita belum bisa.
Lebih baik gagal mencoba daripada berhasil, tapi tidak membuktikan apapun.
Aku dilahirkan untuk bergerak dan dirancang untuk gerakan maju maka lebih baik bagiku jatuh dan pecah dalam gerakan daripada membusuk dalam kebekuan.
Malu itu tergantung dari kesadaran Anda mengenai yang buruk. Kalau yang kita lakukan tidak buruk, tidak usah merasa malu.
Jangan tolak pekerjaan yang Anda belum bisa. Buktikan.
Waktu kita melakukan sesuatu yang baru, besar, dan berisiko, biasanya kita merasa takut. Kalau takut ada 2 pilihan, lari atau dilawan.
Orang-orang ketakutan menemukan dirinya yang baru, yaitu kecepatan larinya atau keterpaksaannya melawan. Jadi rasa takut itu indah sekali. Anda menjadi terbaik saat Anda takut, kenapa tidak digunakan untuk melakukan sesuatu yang bertenaga. Be afraid and be super.
Segmen IV :
Jadilah orang yang kebaikannya penting sekali bagi banyak orang sehingga kita diambil alih menjadi anak buah Tuhan.
Kalau yang Anda lakukan penting bagi banyak orang, tidak ada satu manusia cukup besar untuk memimpin Anda.
Jangan jadikan pendapat kecil orang lain mengecilkan kita.
Tidak ada orang yang sepenuhnya damai bisa berhasil. Jangan haruskan kedamaian sebagai syarat untuk berhasil. Sebagian kedamaian itu Anda temukan karena Anda bergerak terlalu cepat. Orang yang sempat melihat kotoran di sepatunya, sedang tidak lari. Orang yang lari cepat tidak memikirkan apa pun kecuali cepat sampai.
Kadang-kadang cara terbaik untuk mendapat persetujuan adalah membuat orang terpaksa menyetujui.
Jangan persetujuan orang menjadi halangan bagi kehebatan Anda, bahkan nanti kalau Anda berhasil, semua orang yang tidak setuju kepada Anda akan beruntung karena keberhasilan Anda.
Jangan hidup menjadi pribadi yang tidak terpakai, gunakan diri Anda untuk membuktikan bahwa Anda bisa, dan satu-satu cara melakukannya.
Segmen V :
Be your better self. Jadilah orang yang lebih baik.
Anda jadi lebih berani apabila Anda bersegera.
Orang berani itu berada di wilayah yang ditakutinya, itu sebabnya dia dibilang berani.
Keberanian juga harus smart, bahwa kita tahu kita juga akan selamat, kita sudah melakukan hal-hal yang perlu kita lakukan.
Hadiah bagi orang yang takut, dan memasuki wilayah yang ditakutinya, dia menjadi diri terbaiknya. Maka dari itu masukilah wilayah-wilayah yang kita takuti dengan cara bersegera.
Orang yang bersegera akan punya banyak hal dalam hidupnya yang namanya tindakan. Orang-orang yang bersegera dan banyak melakukan sampai ke wilayah-wilayah yang ditakuti orang lain.
Jangan hidup menjadi pribadi yang tidak terpakai, gunakan diri Anda untuk membuktikan bahwa Anda bisa, dan satu-satu cara melakukannya.
Kita itu pandai berjanji, tidak bersungguh-sungguh melaksanakan.
Apabila Anda berani, ikhlaslah bersegera berani dalam sekecil-kecilnya rencana. Tuhan tersenyum haru menyaksikan orang yang tidak mampu tapi bersegera melakukan dan mensyukuri pekerjaan kecil, lalu Tuhan katakan, banyak orang besar tidak amanah di tugas besar, ini ada orang kecil amanah sekali. Maka, kata Tuhan, Aku Yang Maha Kuasa, Aku yang memiliki ilmu maka Aku mampukan dia untuk menjadi jiwa sederhana yang ditolong banyak orang untuk memperbaiki kehidupan sesama.
Jadi bagaimana kalau hari ini kita tidak memikirkan seberapa besar atau kecilnya risiko, banyak atau tidaknya orang yang menghujat kita kalau kita gagal...
Bersegeralah ikhlas melakukan sesuatu yang harus Anda lakukan. Dan itu, jurang yang harus dilompati dengan satu lompatan yang tiga loncatan itu, itu menjadi kecil apabila Anda sedang takut, karena justru sedang takut itulah Anda menjadi diri Anda yang terbaik. Be Afraid and Be Your Best.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Jangan Marah, Balas! MTGW, Minggu, 25 Desember 2011
Segmen I :
Pembalasan dendam yang terbaik adalah sukses.
Banyak orang marah dan ingin membalas dendam hanya dalam kehidupan yang lemah, yang mengkritik, yang mendengki, yang mengeluh. Tetapi orang-orang super seperti kita marah, lalu menjadikan diri kita hidup yang berhasil karena itu cara yang baik untuk membuktikan kepada orang lain, kita tidak serendah yang mereka kira. Dan mereka sebetulnya sangat rugi apabila mereka tidak bersahabat dengan kita.
Orang yang sibuk merencanakan pembalasan jadi orang sukses. Jadi gunakan tenaga dari kemarahan itu. Jangan tidak marah.
Marah, seperti segala sesuatu yang dirahmatkan oleh Tuhan, itu untuk kebaikan kalau kita tahu caranya menggunakan. Bahkan kasih sayang yang salah ditaruh, juga salah. Itu sebabnya kalau kita sudah beriman, harus berilmu.
Rencana hebat, menjadikan kehidupan kita hebat.
Kemarahan orang banyak digunakan untuk melemahkan dirinya. Tidak ada orang yang tidak bisa marah. Yang ada adalah orang yang tidak mengerti dia dihina. Dan dia tidak menganggap itu hinaan. Kalau orang-orang yang marah lalu menggunakan kemarahan itu untuk melubangi dinding hatinya, orang itu akan terbakar sendiri.
Salah satu cara terbaik untuk membalas dendam adalah memaafkan.
Kalau ada orang menyakiti hati Anda, kalau Anda melukainya sampai hatinya berdarah-darah, Anda menjadi sama jeleknya.
Memaafkan itu memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk memperbaiki orang yang jahat kepada kita.
Segmen II :
Kita tidak mungkin marah kepada orang yang tidak kita pedulikan. Yang paling membuat kita marah adalah orang-orang yang kita sayangi. Semakin kita sayangi, semakin kita marah. Karena hukumnya, tidak mungkin Anda mencintai tanpa menuntut.
Jangan marah balik jika kita dimarahi oleh orang yang kita cintai.
Orang-orang lemah harus dibuat marah sebelum dia berlaku tegas. Orang-orang tegas tidak perlu marah untuk berlaku tegas. Orang-orang tegas membutuhkan kasih sayang di hati. Orang tegas yang asli itu penyayang.
Seorang pemimpin yang penyayang tidak perlu disindir, tidak perlu dicemooh untuk berlaku tegas karena orang yang menyayangi orang lain akan mendahulukan kebaikan.
Jangan menunggu marah untuk berlaku tegas. Gunakan kasih sayang di hati Anda untuk berlaku tegas karena marah yang menjadikan orang tegas biasanya menjadikan dia kasar.
Sebetulnya kita tidak punya ketegasan untuk segera menasihatkan kebaikan.
Orang-orang yang anggun kalau marah tidak kelihatan dari wajah dan kata-katanya tapi jelas tindakannya.
Jangan menunggu marah untuk berlaku tegas, tapi gunakanlah kasih sayang di hati Anda untuk berlaku tegas.
Segmen III :
Pembalasan setimpal yang terbaik adalah yang tidak pernah dilaksanakan.
Marah itu rahmat, cara kita menggunakannyalah yang menjadikan kita bisa salah atau bahkan menjadi mulia karenanya.
Segmen IV :
Marah itu wajar dan sering sekali sekita tidak mengerti bahwa kita memang pantas dimarahi. Kita yang menyebabkan dimarahi.
Sekarang setiap kali orang memarahi kita, cek dulu apakah kita memang pantas untuk dimarahi, dan apabila kita tidak pantas dimarahi, berarti orang itu membutuhkan kasih sayang karena tidak mungkin orang yang mencintai kita memarahi kita kalau kita tidak salah.
Memaafkan adalah membatalkan rencana untuk membalas tetapi ingat akan kesalahannya.
Kalau kita tidak memutuskan mengganti cara kita mempercayai orang, kita akan tetap mempercayai orang yang salah.
Kehidupan ini yang paling baik adalah menghentikan yang memburukkan kita, memulai yang baik.
Segmen V :
Kualitas hati menentukan kualitas hidup. Kualitas hati ditentukan oleh kualitas pikiran. Orang yang pikirannya baik, hatinya mudah baik, mudah damai, mudah mengerti.
Cara terbaik untuk membalas dendam kepada orang yang mencuri kekasih kita adalah mengikhlaskan kebersamaan mereka berdua karena jika dia kekasih yang baik, dia tidak akan mengkhianati Anda.
Sehingga orang yang mencuri kekasih Anda, sebetulnya mencuri seorang pengkhianat. Lalu mengapa Anda bersedih dan memburukkan kehidupan Anda sendiri karena menyayangkan, menyesali perginya seseorang yang tidak baik.
Damaikanlah hati Anda, pengkhianatan adalah cara yang tidak enak rasanya untuk menyelamatkan Anda. Karena cara yang baik tidak Anda mengerti.
Pikiran bisa mengelola hati. Itu sebabnya iman saja tidak cukup. Sekolahlah dengan baik. Jangan sepelekan pendidikan. Tetaplah menjadi pribadi yang beriman dan meneladankan kebijakan karena luasnya ilmu.
Marah itu sikap. Sikap adalah sudut pandang kita untuk satu keadaan. Apabila sikap ini menjadi kebiasaan, sikap ini menjadi sifat. Kenapa sifat itu sulit diubah, karena sifat adalah sikap yang digunakan berulang-ulang. Sehingga orang yang ingin memperbaiki sikap, harus berulang-ulang melakukan sesuatu yang baru.
Orang-orang besar tidak pernah menyibukkan diri dengan dendam. Dendam, marah, dengki, hasud itu urusan orang kecil. Orang besar sibuk meneruskan kehidupan dengan sebaik-baiknya.
Hidup itu adalah satu urutan keputusan.
Putuskan jadi orang besar. Sibukkan diri Anda untuk meneruskan kehidupan dengan sebaik-baiknya apapun yang dilakukan orang kepada Anda.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Pembalasan dendam yang terbaik adalah sukses.
Banyak orang marah dan ingin membalas dendam hanya dalam kehidupan yang lemah, yang mengkritik, yang mendengki, yang mengeluh. Tetapi orang-orang super seperti kita marah, lalu menjadikan diri kita hidup yang berhasil karena itu cara yang baik untuk membuktikan kepada orang lain, kita tidak serendah yang mereka kira. Dan mereka sebetulnya sangat rugi apabila mereka tidak bersahabat dengan kita.
Orang yang sibuk merencanakan pembalasan jadi orang sukses. Jadi gunakan tenaga dari kemarahan itu. Jangan tidak marah.
Marah, seperti segala sesuatu yang dirahmatkan oleh Tuhan, itu untuk kebaikan kalau kita tahu caranya menggunakan. Bahkan kasih sayang yang salah ditaruh, juga salah. Itu sebabnya kalau kita sudah beriman, harus berilmu.
Rencana hebat, menjadikan kehidupan kita hebat.
Kemarahan orang banyak digunakan untuk melemahkan dirinya. Tidak ada orang yang tidak bisa marah. Yang ada adalah orang yang tidak mengerti dia dihina. Dan dia tidak menganggap itu hinaan. Kalau orang-orang yang marah lalu menggunakan kemarahan itu untuk melubangi dinding hatinya, orang itu akan terbakar sendiri.
Salah satu cara terbaik untuk membalas dendam adalah memaafkan.
Kalau ada orang menyakiti hati Anda, kalau Anda melukainya sampai hatinya berdarah-darah, Anda menjadi sama jeleknya.
Memaafkan itu memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk memperbaiki orang yang jahat kepada kita.
Segmen II :
Kita tidak mungkin marah kepada orang yang tidak kita pedulikan. Yang paling membuat kita marah adalah orang-orang yang kita sayangi. Semakin kita sayangi, semakin kita marah. Karena hukumnya, tidak mungkin Anda mencintai tanpa menuntut.
Jangan marah balik jika kita dimarahi oleh orang yang kita cintai.
Orang-orang lemah harus dibuat marah sebelum dia berlaku tegas. Orang-orang tegas tidak perlu marah untuk berlaku tegas. Orang-orang tegas membutuhkan kasih sayang di hati. Orang tegas yang asli itu penyayang.
Seorang pemimpin yang penyayang tidak perlu disindir, tidak perlu dicemooh untuk berlaku tegas karena orang yang menyayangi orang lain akan mendahulukan kebaikan.
Jangan menunggu marah untuk berlaku tegas. Gunakan kasih sayang di hati Anda untuk berlaku tegas karena marah yang menjadikan orang tegas biasanya menjadikan dia kasar.
Sebetulnya kita tidak punya ketegasan untuk segera menasihatkan kebaikan.
Orang-orang yang anggun kalau marah tidak kelihatan dari wajah dan kata-katanya tapi jelas tindakannya.
Jangan menunggu marah untuk berlaku tegas, tapi gunakanlah kasih sayang di hati Anda untuk berlaku tegas.
Segmen III :
Pembalasan setimpal yang terbaik adalah yang tidak pernah dilaksanakan.
Marah itu rahmat, cara kita menggunakannyalah yang menjadikan kita bisa salah atau bahkan menjadi mulia karenanya.
Segmen IV :
Marah itu wajar dan sering sekali sekita tidak mengerti bahwa kita memang pantas dimarahi. Kita yang menyebabkan dimarahi.
Sekarang setiap kali orang memarahi kita, cek dulu apakah kita memang pantas untuk dimarahi, dan apabila kita tidak pantas dimarahi, berarti orang itu membutuhkan kasih sayang karena tidak mungkin orang yang mencintai kita memarahi kita kalau kita tidak salah.
Memaafkan adalah membatalkan rencana untuk membalas tetapi ingat akan kesalahannya.
Kalau kita tidak memutuskan mengganti cara kita mempercayai orang, kita akan tetap mempercayai orang yang salah.
Kehidupan ini yang paling baik adalah menghentikan yang memburukkan kita, memulai yang baik.
Segmen V :
Kualitas hati menentukan kualitas hidup. Kualitas hati ditentukan oleh kualitas pikiran. Orang yang pikirannya baik, hatinya mudah baik, mudah damai, mudah mengerti.
Cara terbaik untuk membalas dendam kepada orang yang mencuri kekasih kita adalah mengikhlaskan kebersamaan mereka berdua karena jika dia kekasih yang baik, dia tidak akan mengkhianati Anda.
Sehingga orang yang mencuri kekasih Anda, sebetulnya mencuri seorang pengkhianat. Lalu mengapa Anda bersedih dan memburukkan kehidupan Anda sendiri karena menyayangkan, menyesali perginya seseorang yang tidak baik.
Damaikanlah hati Anda, pengkhianatan adalah cara yang tidak enak rasanya untuk menyelamatkan Anda. Karena cara yang baik tidak Anda mengerti.
Pikiran bisa mengelola hati. Itu sebabnya iman saja tidak cukup. Sekolahlah dengan baik. Jangan sepelekan pendidikan. Tetaplah menjadi pribadi yang beriman dan meneladankan kebijakan karena luasnya ilmu.
Marah itu sikap. Sikap adalah sudut pandang kita untuk satu keadaan. Apabila sikap ini menjadi kebiasaan, sikap ini menjadi sifat. Kenapa sifat itu sulit diubah, karena sifat adalah sikap yang digunakan berulang-ulang. Sehingga orang yang ingin memperbaiki sikap, harus berulang-ulang melakukan sesuatu yang baru.
Orang-orang besar tidak pernah menyibukkan diri dengan dendam. Dendam, marah, dengki, hasud itu urusan orang kecil. Orang besar sibuk meneruskan kehidupan dengan sebaik-baiknya.
Hidup itu adalah satu urutan keputusan.
Putuskan jadi orang besar. Sibukkan diri Anda untuk meneruskan kehidupan dengan sebaik-baiknya apapun yang dilakukan orang kepada Anda.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Ubud yang Damai, MTGW, Minggu, 18 Desember 2011
Segmen I :
Kedamaian hidup tidak untuk dicari, kedamaian hidup itu untuk dikembangkan karena tempatnya damai itu di hati. Sebetulnya orang sudah punya tempat untuk damai di hatinya dan paling baik tempat untuk mengembangkan kebaikan hati itu di rumah.
Orang yang damai hatinya, maka rezekinya akan baik.
Untuk mengembangkan bisnis, jual sesuatu yang akan dibeli orang. Dan apa yang membuat kita dipilih.
Segmen II :
Rezeki sebetulnya tidak ada hubungannya dengan kepandaian. Tetapi orang pandai lebih mudah beruntung.
Yang menentukan rezeki itu kebaikan hati, orang yang hatinya baik rezekinya selalu baik.
Tanda hati yang baik adalah dekat dengan Tuhan.
Kita belum tentu berhasil dengan apa yang kita lakukan, tetapi harus kita lakukan.
Sesederhana apa pun pekerjaannya, lihat nilai bagi orang lain.
Segmen III :
Setiap orang yang menyebut nama Tuhan berulang-ulang, hatinya bergetar dengan kebaikan, dan hati yang bergetar dengan kebaikan menarik rezeki.
Sifat utama dari kehidupan ini adalah berlangsung. Kita keluhkan, kita alami, kita jalani atau apa pun, kehidupan ini berlangsung. Mudah atau sulit, berlangsung. Jadi tugas utama kita adalah menjalaninya. Menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Yang artinya, baik bagi orang lain. Karena tidak ada yang kita lakukan yang kalau tidak baik bagi orang lain, akan baik bagi kita.
Karena kehidupan ini panjang dan kita harus menjalaninya, marilah kita jalani dengan hati yang baik, yang terhubungkan selalu dengan Tuhan, yang mendoakan bagi kebaikan bersama dan kesejahteraan keluarga kita.
Rezeki berlaku ramah kepada orang yang ramah.
Kita semua memang sedang menunggu rezeki, tetapi apabila kita bisa sedikit memaksa rezeki memperhatikan kita, mampir waktu dia lewat atau membuat rezeki duduk dan ramah bersama kita, bahwa rezeki berlaku ramah kepada orang yang ramah.
Jadi apa pun yang kita kerjakan, mudah atau sulit, bagaimana kalau mulai hari ini kita menjadi pribadi yang ramah? Karena apabila kita ramah dan tidak ada orang yang membeli pun, kita telah mudah-mudahan berbahagia karena menjadi pribadi yang lebih baik. Ramahlah.
Segmen IV :
Kita tidak bisa besar kalau melihat diri kita sebagai pion. Pion itu tidak bisa berubah.
Orang tidak bisa menjadi pemimpin tanpa menginginkan yang besar.
Kehidupan yang sesungguhnya adalah memimpin orang lain.
Menjadi diri yang baik, jujur dan ahli, ini sementara, tidak boleh lama-lama.
Hidup itu harus hebat, kuat, luas, besar, dan bermanfaat. Yang sederhana itu sikapnya.
Banyak sekali orang bekerja tanpa melihat untuk meninggalkan pekerjaannya dan menjadi orang yang lebih besar dan mempekerjakan lebih banyak orang.
Anjurannya, jangan hanya bekerja untuk menyelesaikan, bekerjalah untuk segera menyelesaikan yang sebaik-baiknya agar bisa tinggalkan untuk orang lain karena Anda ingin meneruskan kehidupan dengan peran yang lebih besar, yang lebih penting bagi orang lain.
Jadilah orang yang bukan hanya bekerja, tetapi pikirkanlah cara untuk mempekerjakan orang lain, sehingga Anda menjadi pemimpin bagi pembaikan kehidupan sesama. Kalau bisa, lebih banyak orang lain.
Dalam kehidupan, kita tidak bisa memberi sesuatu yang tidak kita miliki.
Orang yang baik hati tidak perlu punya sebelum memberi karena dia tidak punya tetapi kalau mau memberi, diberikan sesuatu untuk memberi oleh Tuhan.
Segmen V :
Kuncinya, kalau yang kita lakukan tidak berguna di masa depan, tinggalkan. Ketegasan yang tidak dimiliki banyak orang.
Kehidupan yang baik akan menjadi penyebab kehidupan baik di masa depan, atau bahkan bagi keturunan.
Tujuan hidup kita sama sekali bukan untuk berbahagia, tetapi untuk menjadi sebab bagi kebahagiaan. Hanya karena kita menyebabkan kebahagiaan kepada orang lain, maka kita mendapatkan hadiah dari kebahagiaan itu sendiri.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Kedamaian hidup tidak untuk dicari, kedamaian hidup itu untuk dikembangkan karena tempatnya damai itu di hati. Sebetulnya orang sudah punya tempat untuk damai di hatinya dan paling baik tempat untuk mengembangkan kebaikan hati itu di rumah.
Orang yang damai hatinya, maka rezekinya akan baik.
Untuk mengembangkan bisnis, jual sesuatu yang akan dibeli orang. Dan apa yang membuat kita dipilih.
Segmen II :
Rezeki sebetulnya tidak ada hubungannya dengan kepandaian. Tetapi orang pandai lebih mudah beruntung.
Yang menentukan rezeki itu kebaikan hati, orang yang hatinya baik rezekinya selalu baik.
Tanda hati yang baik adalah dekat dengan Tuhan.
Kita belum tentu berhasil dengan apa yang kita lakukan, tetapi harus kita lakukan.
Sesederhana apa pun pekerjaannya, lihat nilai bagi orang lain.
Segmen III :
Setiap orang yang menyebut nama Tuhan berulang-ulang, hatinya bergetar dengan kebaikan, dan hati yang bergetar dengan kebaikan menarik rezeki.
Sifat utama dari kehidupan ini adalah berlangsung. Kita keluhkan, kita alami, kita jalani atau apa pun, kehidupan ini berlangsung. Mudah atau sulit, berlangsung. Jadi tugas utama kita adalah menjalaninya. Menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Yang artinya, baik bagi orang lain. Karena tidak ada yang kita lakukan yang kalau tidak baik bagi orang lain, akan baik bagi kita.
Karena kehidupan ini panjang dan kita harus menjalaninya, marilah kita jalani dengan hati yang baik, yang terhubungkan selalu dengan Tuhan, yang mendoakan bagi kebaikan bersama dan kesejahteraan keluarga kita.
Rezeki berlaku ramah kepada orang yang ramah.
Kita semua memang sedang menunggu rezeki, tetapi apabila kita bisa sedikit memaksa rezeki memperhatikan kita, mampir waktu dia lewat atau membuat rezeki duduk dan ramah bersama kita, bahwa rezeki berlaku ramah kepada orang yang ramah.
Jadi apa pun yang kita kerjakan, mudah atau sulit, bagaimana kalau mulai hari ini kita menjadi pribadi yang ramah? Karena apabila kita ramah dan tidak ada orang yang membeli pun, kita telah mudah-mudahan berbahagia karena menjadi pribadi yang lebih baik. Ramahlah.
Segmen IV :
Kita tidak bisa besar kalau melihat diri kita sebagai pion. Pion itu tidak bisa berubah.
Orang tidak bisa menjadi pemimpin tanpa menginginkan yang besar.
Kehidupan yang sesungguhnya adalah memimpin orang lain.
Menjadi diri yang baik, jujur dan ahli, ini sementara, tidak boleh lama-lama.
Hidup itu harus hebat, kuat, luas, besar, dan bermanfaat. Yang sederhana itu sikapnya.
Banyak sekali orang bekerja tanpa melihat untuk meninggalkan pekerjaannya dan menjadi orang yang lebih besar dan mempekerjakan lebih banyak orang.
Anjurannya, jangan hanya bekerja untuk menyelesaikan, bekerjalah untuk segera menyelesaikan yang sebaik-baiknya agar bisa tinggalkan untuk orang lain karena Anda ingin meneruskan kehidupan dengan peran yang lebih besar, yang lebih penting bagi orang lain.
Jadilah orang yang bukan hanya bekerja, tetapi pikirkanlah cara untuk mempekerjakan orang lain, sehingga Anda menjadi pemimpin bagi pembaikan kehidupan sesama. Kalau bisa, lebih banyak orang lain.
Dalam kehidupan, kita tidak bisa memberi sesuatu yang tidak kita miliki.
Orang yang baik hati tidak perlu punya sebelum memberi karena dia tidak punya tetapi kalau mau memberi, diberikan sesuatu untuk memberi oleh Tuhan.
Segmen V :
Kuncinya, kalau yang kita lakukan tidak berguna di masa depan, tinggalkan. Ketegasan yang tidak dimiliki banyak orang.
Kehidupan yang baik akan menjadi penyebab kehidupan baik di masa depan, atau bahkan bagi keturunan.
Tujuan hidup kita sama sekali bukan untuk berbahagia, tetapi untuk menjadi sebab bagi kebahagiaan. Hanya karena kita menyebabkan kebahagiaan kepada orang lain, maka kita mendapatkan hadiah dari kebahagiaan itu sendiri.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Putus atau Lanjut? MTGW, Minggu, 11 Desember 2011
Segmen I :
Seharusnya meninggalkan sesuatu yang buruk itu logis dan mudah.
Biasanya kita mempersulit diri karena ada 2 pertimbangan, gengsi dan ada kenikmatan di dalam keburukan yang sekarang.
Putuskanlah mengganti sesuatu yang serius seperti pernikahan, kalau semua jalan sudah dicoba.
Kesulitan dalam kehidupan ini dan masalah-masalahnya, dimaksudkan agar hanya yang terbaik yang mengendap menjadi sifat Anda.
Segmen II :
Orang yang disebut kuat karena persiapannya dan orang yang lebih kuat adalah orang yang berimprovisasi.
Orang yang bisa berimprovisasi pasti orang-orang yang bisa bebas dari keharusan-keharusan yang kaku.
Menyesuaikan diri dengan keadaan baru itu tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak tegas, yang lambat, yang penakut.
Salahlah sebanyak mungkin, karena semua kesalahan itu menyiapkan Anda pada keberhasilan yang besar.
Sebagian besar di antara kita belum membuka kemungkinan hidupnya karena tidak berani meminta.
Segmen III :
Salah satu keindahan dari keberhasilan adalah berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya diragukan orang lain.
Segmen IV :
Lakukan yang baik bagimu, atau engkau tidak baik untuk siapapun.
Segmen V :
Kalau kita tidak memelihara kedekatan dengan Tuhan, hati-hati dengan kata hati Anda.
Putuskanlah untuk menjadi orang yang mesra karena orang mesra itu tidak ada pintu antara hati dan tubuhnya.
Ketegasan adalah kekejaman untuk kebaikan. Orang tegas harus kejam kepada dirinya sendiri yang terikat kepada kenikmatan dari sesuatu yang buruk. Tetapi banyak orang yang tidak berani berlaku kejam.
Jangan menerima hal-hal yang tidak maksimal dari yang bisa Anda capai. Putuskan sekarang, untuk kebaikan Anda.
Putus atau lanjut, putuskan untuk kebaikan, dan apabila yang mau dilanjutkan itu keburukan jangan katakan lanjutkan, melanjutkan kepalsuan, keburukan kelemahan hidup, bukan pilihan hidup yang baik, putuskan yang baik.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Seharusnya meninggalkan sesuatu yang buruk itu logis dan mudah.
Biasanya kita mempersulit diri karena ada 2 pertimbangan, gengsi dan ada kenikmatan di dalam keburukan yang sekarang.
Putuskanlah mengganti sesuatu yang serius seperti pernikahan, kalau semua jalan sudah dicoba.
Kesulitan dalam kehidupan ini dan masalah-masalahnya, dimaksudkan agar hanya yang terbaik yang mengendap menjadi sifat Anda.
Segmen II :
Orang yang disebut kuat karena persiapannya dan orang yang lebih kuat adalah orang yang berimprovisasi.
Orang yang bisa berimprovisasi pasti orang-orang yang bisa bebas dari keharusan-keharusan yang kaku.
Menyesuaikan diri dengan keadaan baru itu tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak tegas, yang lambat, yang penakut.
Salahlah sebanyak mungkin, karena semua kesalahan itu menyiapkan Anda pada keberhasilan yang besar.
Sebagian besar di antara kita belum membuka kemungkinan hidupnya karena tidak berani meminta.
Segmen III :
Salah satu keindahan dari keberhasilan adalah berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya diragukan orang lain.
Segmen IV :
Lakukan yang baik bagimu, atau engkau tidak baik untuk siapapun.
Segmen V :
Kalau kita tidak memelihara kedekatan dengan Tuhan, hati-hati dengan kata hati Anda.
Putuskanlah untuk menjadi orang yang mesra karena orang mesra itu tidak ada pintu antara hati dan tubuhnya.
Ketegasan adalah kekejaman untuk kebaikan. Orang tegas harus kejam kepada dirinya sendiri yang terikat kepada kenikmatan dari sesuatu yang buruk. Tetapi banyak orang yang tidak berani berlaku kejam.
Jangan menerima hal-hal yang tidak maksimal dari yang bisa Anda capai. Putuskan sekarang, untuk kebaikan Anda.
Putus atau lanjut, putuskan untuk kebaikan, dan apabila yang mau dilanjutkan itu keburukan jangan katakan lanjutkan, melanjutkan kepalsuan, keburukan kelemahan hidup, bukan pilihan hidup yang baik, putuskan yang baik.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Karakter Ibadurrahman, Surat Al-Furqan (25) : 63-77
Karakter Ibadurrahman, Surat Al-Furqan (25) : 63-77 :
1. Tawadhu : tidak sombong dan menghadapi orang bodoh dengan kata-kata baik.
Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata menghina), mereka mengucapkan, "Salam". (Surat Al-Furqan : 63)
2. Menghidupkan malam dengan ibadah : melaluinya dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri. (Surat Al-Furqan : 64)
3. Memohon dihindarkan dari adzab jahannam.
Dan orang-orang yang berkata, " Ya, Tuhan Kami, jauhkanlah azab Jahannam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal," (Surat Al-Furqan : 65)
sungguh, Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (Surat Al-Furqan : 66)
4. Tidak kikir dan tidak berlebihan.
Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar. (Surat Al-Furqan : 67)
5. Menjauhi dosa besar. Pangkal dari dosa besar : syirik, membunuh, dan berzina.
dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat. (Surat Al-Furqan : 68)
Orang yang melakukan zina akan terhina baik di dunia maupun di akhirat.
(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, (Surat Al-Furqan : 69)
kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Surat Al-Furqan : 70)
Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. (Surat Al-Furqan : 71)
6. Tidak memberikan kesaksian palsu dan menjaga kehormatan diri.
Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya, (Surat Al-Furqan : 72)
7. Perhatian terhadap ayat-ayat Allah.
dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta, (Surat Al-Furqan : 73)
8. Mendambakan keluarga dan keturunan yang menyejukkan hati.
Dan orang-orang yang berkata, "Ya, Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (Surat Al-Furqan : 74)
9. Ganjaran untuk ibadurrahman :
Dibalas dengan martabat tinggi di dalam surga karena kesabaran mereka dan disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.
Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam. (Surat Al-Furqan : 75)
Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. (Surat Al-Furqan : 76)
Orang mukmin tidak boleh rendah diri karena harta atau tampilan fisik.
Semua yang dilakukan ibadurrahman membutuhkan kesabaran.
Jenis-jenis kesabaran :
a. Kesabaran dalam ketaatan.
b. Kesabaran dalam menjauhi larangan Allah.
c. Kesabaran ketika mendapatkan musibah.
10. Balasan terhadap yang tidak mengindahkan tuntunan Allah.
Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), "Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu)" (Surat Al-Furqan : 77)
Jadikanlah perjalanan hidup kita sebagai refleksi kecintaan kita kepada Allah SWT agar kita tidak takut akan kematian dan bertemu dengan Allah SWT.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
1. Tawadhu : tidak sombong dan menghadapi orang bodoh dengan kata-kata baik.
Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata menghina), mereka mengucapkan, "Salam". (Surat Al-Furqan : 63)
2. Menghidupkan malam dengan ibadah : melaluinya dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri. (Surat Al-Furqan : 64)
3. Memohon dihindarkan dari adzab jahannam.
Dan orang-orang yang berkata, " Ya, Tuhan Kami, jauhkanlah azab Jahannam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal," (Surat Al-Furqan : 65)
sungguh, Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (Surat Al-Furqan : 66)
4. Tidak kikir dan tidak berlebihan.
Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar. (Surat Al-Furqan : 67)
5. Menjauhi dosa besar. Pangkal dari dosa besar : syirik, membunuh, dan berzina.
dan orang-orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat. (Surat Al-Furqan : 68)
Orang yang melakukan zina akan terhina baik di dunia maupun di akhirat.
(yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, (Surat Al-Furqan : 69)
kecuali orang-orang yang bertobat dan beriman dan mengerjakan kebajikan; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebaikan. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Surat Al-Furqan : 70)
Dan barang siapa bertobat dan mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya. (Surat Al-Furqan : 71)
6. Tidak memberikan kesaksian palsu dan menjaga kehormatan diri.
Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan dirinya, (Surat Al-Furqan : 72)
7. Perhatian terhadap ayat-ayat Allah.
dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidak bersikap sebagai orang-orang yang tuli dan buta, (Surat Al-Furqan : 73)
8. Mendambakan keluarga dan keturunan yang menyejukkan hati.
Dan orang-orang yang berkata, "Ya, Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa." (Surat Al-Furqan : 74)
9. Ganjaran untuk ibadurrahman :
Dibalas dengan martabat tinggi di dalam surga karena kesabaran mereka dan disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.
Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi (dalam surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam. (Surat Al-Furqan : 75)
Mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. (Surat Al-Furqan : 76)
Orang mukmin tidak boleh rendah diri karena harta atau tampilan fisik.
Semua yang dilakukan ibadurrahman membutuhkan kesabaran.
Jenis-jenis kesabaran :
a. Kesabaran dalam ketaatan.
b. Kesabaran dalam menjauhi larangan Allah.
c. Kesabaran ketika mendapatkan musibah.
10. Balasan terhadap yang tidak mengindahkan tuntunan Allah.
Katakanlah (Muhammad, kepada orang-orang musyrik), "Tuhanku tidak akan mengindahkan kamu, kalau tidak karena ibadahmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal sungguh, kamu telah mendustakan-Nya? Karena itu, kelak (azab) pasti (menimpamu)" (Surat Al-Furqan : 77)
Jadikanlah perjalanan hidup kita sebagai refleksi kecintaan kita kepada Allah SWT agar kita tidak takut akan kematian dan bertemu dengan Allah SWT.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Why So Serious, MTGW, Minggu, 4 Desember 2011
Segmen I :
Hidup ini harus menyenangkan.
Kadang-kadang kita terlalu serius terlalu awal. Jangan terlalu terikat pada satu pendapat terlalu awal sehingga kita membuang orang yang tidak sependapat, menganggap orang yang berpendapat lain sebagai orang yang salah, atau memusuhi orang-orang benar yang tidak mengerti.
Jadilah orang yang ikhlas belajar dulu. Lalu, betul-betul berpendapat solid setelah Anda membuktikan bahwa itu penting. Sebelum itu, semua orang penting. Kasih sayang itu penting.
Jadilah anak muda yang pemurah dan penyayang karena kita mau tumbuh menjadi pribadi yang kuat nanti di masa depan.
Kritik itu untuk kebaikan kita dan orang harus sangat jujur untuk memberi tahu kekurangan kita.
Kritik itu baik. Harus dibutuhkan orang yang sangat memusuhi kita atau sangat baik untuk memberitahukan kebutuhan kita untuk memperbaiki diri.
Hidup ini harus menyenangkan, seriusnya menyenangkan, dan menyenangkan dengan cara serius.
Segmen II :
Istri kalau mau damai, jangan terlalu serius tentang rencana suami.
Suami harus serius mengenai harapan istrinya, istri harus lebih santai mengenai harapan suaminya.
Banyak orang terlalu tegang dalam kehidupan padahal hidup itu sesungguhnya fun. Lihatlah hidup ini dengan santai bukan mengabaikannya.
Segmen III :
Cari penolakan. Dengan mencari penolakan, Anda menemui semua orang karena tidak takut lagi, Anda terbuka sekali.
Orang yang sering ditolak dan sering ramah, dia melihat dan dia menerapkan konsep keikhlasan. Yang menjadikan aku berhasil bukan karena aku pandai, tetapi karena Tuhan mencintai perilaku aku yang ikhlas menggembirakan sesamaku.
Anak-anak hidupnya bermain, hormati mainan mereka.
Kalau kita tidak menghormatinya mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa yang masih main-main tentang kehidupannya.
Segmen IV :
Orang-orang yang terlalu serius tidak pernah kreatif.
Yang menghebatkan kita itu bukan kita pribadi, kepandaian, atau siapa pun, Tuhan, yang merestui kebaikan kita terhadap sesama.
Kalau mau jadi serius, jadi pribadi yang amanah dalam memikirkan dan bekerja demi kebaikan bersama.
Orang serius itu banyak mempertimbangkan yang tidak mungkin.
Apabila semuanya tidak pasti, berarti apapun mungkin.
Jangan iri dengan orang santai tapi berhasil karena orang-orang itu telah menyiapkan diri.
Jadi kalau mau santai dalam kehidupan, siapkan diri.
Hukumnya : orang yang malas waktu muda, akan disuruh bekerja keras waktu tua.
Orang yang gemar belanja dengan uang hutang waktu muda, akan dipaksa minta-minta sebelum tua. Kalau mau santai, siap-siap. Dan dalam persiapan Anda, don't be too serious.
Waktu berpihak kepada kita apabila kita mengisi di dalam kebaikan, dan akan menjadi musuh kita apabila kita santa sekali di dalam waktu.
Segmen V :
Cinta yang betul-betul jujur tidak punya sejarah keberhasilan.
Orang tidak pernah menjadi manusia yang lengkap apabila dia hanya bisa serius atau hanya bisa bercanda.
Pemimpin harus introspeksi jika rakyat mempercayai kabar burung tapi mencemooh berita resmi.
Kehidupan ini sebetulnya tidak ada pilihan lain, harus kita terima bukan sebagai penderitaan tetapi sebagai tempat menikmati rahmat Tuhan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Hidup ini harus menyenangkan.
Kadang-kadang kita terlalu serius terlalu awal. Jangan terlalu terikat pada satu pendapat terlalu awal sehingga kita membuang orang yang tidak sependapat, menganggap orang yang berpendapat lain sebagai orang yang salah, atau memusuhi orang-orang benar yang tidak mengerti.
Jadilah orang yang ikhlas belajar dulu. Lalu, betul-betul berpendapat solid setelah Anda membuktikan bahwa itu penting. Sebelum itu, semua orang penting. Kasih sayang itu penting.
Jadilah anak muda yang pemurah dan penyayang karena kita mau tumbuh menjadi pribadi yang kuat nanti di masa depan.
Kritik itu untuk kebaikan kita dan orang harus sangat jujur untuk memberi tahu kekurangan kita.
Kritik itu baik. Harus dibutuhkan orang yang sangat memusuhi kita atau sangat baik untuk memberitahukan kebutuhan kita untuk memperbaiki diri.
Hidup ini harus menyenangkan, seriusnya menyenangkan, dan menyenangkan dengan cara serius.
Segmen II :
Istri kalau mau damai, jangan terlalu serius tentang rencana suami.
Suami harus serius mengenai harapan istrinya, istri harus lebih santai mengenai harapan suaminya.
Banyak orang terlalu tegang dalam kehidupan padahal hidup itu sesungguhnya fun. Lihatlah hidup ini dengan santai bukan mengabaikannya.
Segmen III :
Cari penolakan. Dengan mencari penolakan, Anda menemui semua orang karena tidak takut lagi, Anda terbuka sekali.
Orang yang sering ditolak dan sering ramah, dia melihat dan dia menerapkan konsep keikhlasan. Yang menjadikan aku berhasil bukan karena aku pandai, tetapi karena Tuhan mencintai perilaku aku yang ikhlas menggembirakan sesamaku.
Anak-anak hidupnya bermain, hormati mainan mereka.
Kalau kita tidak menghormatinya mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa yang masih main-main tentang kehidupannya.
Segmen IV :
Orang-orang yang terlalu serius tidak pernah kreatif.
Yang menghebatkan kita itu bukan kita pribadi, kepandaian, atau siapa pun, Tuhan, yang merestui kebaikan kita terhadap sesama.
Kalau mau jadi serius, jadi pribadi yang amanah dalam memikirkan dan bekerja demi kebaikan bersama.
Orang serius itu banyak mempertimbangkan yang tidak mungkin.
Apabila semuanya tidak pasti, berarti apapun mungkin.
Jangan iri dengan orang santai tapi berhasil karena orang-orang itu telah menyiapkan diri.
Jadi kalau mau santai dalam kehidupan, siapkan diri.
Hukumnya : orang yang malas waktu muda, akan disuruh bekerja keras waktu tua.
Orang yang gemar belanja dengan uang hutang waktu muda, akan dipaksa minta-minta sebelum tua. Kalau mau santai, siap-siap. Dan dalam persiapan Anda, don't be too serious.
Waktu berpihak kepada kita apabila kita mengisi di dalam kebaikan, dan akan menjadi musuh kita apabila kita santa sekali di dalam waktu.
Segmen V :
Cinta yang betul-betul jujur tidak punya sejarah keberhasilan.
Orang tidak pernah menjadi manusia yang lengkap apabila dia hanya bisa serius atau hanya bisa bercanda.
Pemimpin harus introspeksi jika rakyat mempercayai kabar burung tapi mencemooh berita resmi.
Kehidupan ini sebetulnya tidak ada pilihan lain, harus kita terima bukan sebagai penderitaan tetapi sebagai tempat menikmati rahmat Tuhan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
The Cracked Jar by Paulo Coelho
An Indian legend tells of a man who carried water to his village every day, in two large jars tied to the ends of a wooden pole, which he balanced on his back.
One of the jars was older than the other, and had some small cracks; every time the man covered the distance to his house, half of the water was lost.
The younger jar was always very proud of its performance, safe in the knowledge that it was up to the mission it had been made for, while the other jar was mortified with shame at only fulfilling half of its allotted task.
It was so ashamed that one day, while the man got ready to fetch water from the well, it decided to speak to him:
– I want to apologize, but because of the many years of service, you are only able to deliver half of my load, and quench half of the thirst which awaits you at your home.
The man smiled, and said:
– When we return, observe carefully the path.
And so it did. And the jar noticed that, on its side, many flowers and plants grew.
– See how nature is more lovely on your side? – commented the man. – I always knew you were cracked, and decided to make use of this fact.
‘I planted flowers and vegetables, and you have always watered them.
‘I have picked many roses to decorate my house with, I have fed my children with lettuce, cabbage and onions.
‘If you were not as you are, how could I have done that?
“All of us, at some point, grow old and start to acquire other qualities. We can always make the most of each one of these new qualities and obtain a good result.”
One of the jars was older than the other, and had some small cracks; every time the man covered the distance to his house, half of the water was lost.
The younger jar was always very proud of its performance, safe in the knowledge that it was up to the mission it had been made for, while the other jar was mortified with shame at only fulfilling half of its allotted task.
It was so ashamed that one day, while the man got ready to fetch water from the well, it decided to speak to him:
– I want to apologize, but because of the many years of service, you are only able to deliver half of my load, and quench half of the thirst which awaits you at your home.
The man smiled, and said:
– When we return, observe carefully the path.
And so it did. And the jar noticed that, on its side, many flowers and plants grew.
– See how nature is more lovely on your side? – commented the man. – I always knew you were cracked, and decided to make use of this fact.
‘I planted flowers and vegetables, and you have always watered them.
‘I have picked many roses to decorate my house with, I have fed my children with lettuce, cabbage and onions.
‘If you were not as you are, how could I have done that?
“All of us, at some point, grow old and start to acquire other qualities. We can always make the most of each one of these new qualities and obtain a good result.”
Ten Plus One, MTGW, Rabu, 23 November 2011
Segmen I :
Kita harus mencapai tingkat tertinggi dari yang mungkin kita capai.
Jangan mengeluh sebelum kita mencapai tingkat tertinggi dari kemampuan kita.
Kalau mau sakit, sakitlah yang hebat.
Bekerja keraslah mencapai tingkat yang tinggi bahkan sampai sakit. Lalu belajar bahwa itu tidak baik sehingga lain kali kita mencapai tingkat hasil yang tinggi tanpa menjadi sakit.
Kalau kita bekerja, hidup, tidak untuk yang terbaik dalam apa yang kita lakukan, terus mau jadi apa? Karena cara umum untuk menjadi orang biasa adalah melakukan yang dilakukan kebanyakan orang. Dan Anda bukan kebanyakan orang. Anda tetapkan bahwa Anda adalah orang yang terpilih. Saya memilihkan diri saya bagi tugas-tugas yang penting.
Segmen II :
Orang yang paling meletihkan adalah orang yang meminta nasihat setelah dinasihati mengatakan bahwa masalahnya tidak akan terselesaikan.
Tidak ada lembaga yang lebih penting daripada keluarga. Tugas pertama kita adalah menjadi pemimpin yang seberhasil-berhasilnya di dalam keluarga.
Kepemimpinan sesungguhnya itu di keluarga. Lalu kita buktikan kepemimpinan itu menjadikan kita pantas untuk memikul beban-beban tugas langit.
Dahlan Iskan
Semua orang dilahirkan dengan rasa takut tetapi hanya orang-orang yang bisa mengatasi rasa takut itulah yang akan sukses. Membuat orang memiliki percaya diri karena sudah mengatasi rasa takut. Sukses tahap pertama.
Yang tidak sama adalah kesempatan.
Percaya diri juga merupakan suatu ancaman karena kalau terlalu percaya diri juga bisa berbahaya. Seseorang yang bisa mengatasi perasaan terlalu percaya diri maka dia mencapai sukses tahap kedua.
Keberanian yang utama adalah ikhlas.
Setelah mengatasi perasaan terlalu percaya diri maka dia akan memiliki kekuatan.
Rahasia keberhasilan tidak pernah kompleks. Sangat sederhana. Yang kompleks itu upaya kita meninggalkan kebiasaan buruk yang menjadikan pribadi-pribadi yang tidak ikhlas.
Ikhlas itu harus ikhlas baik. Orang yang mengatakan ikhlas itu sulit karena dia sedang ikhlas ke hal yang buruk.
Keajaiban berpihak pada yang berani.
Keberhasilan itu berada di balik halangan.
Keberhasilan itu tidak terletak di depan perjalanan tetapi setelah kita telaten melaksanakannya.
Dan ternyata, kebijakan dari orang-orang yang besar itu bukan karena mereka berhasil, pelajaran utama dalam kehidupan itu adalah belajar membongkar pelajaran salah yang dibuktikan tidak benar oleh kegagalan.
Hadapi kegagalan seindah Anda menghadapi keberhasilan.
Segmen III :
Jiwa-jiwa yang hebat adalah jiwa yang selalu disiksa oleh kontradiksi antara kepastian dan ketidakpastian, antara keyakinan dan keraguan, antara keteraturan dan kekacauan, antara keberhasilan dan kegagalan.
Orang hebat menaruh dirinya dikemungkinan gagal yang besar, itu sebabnya mereka berhasil besar.
Pepeng
Jiwa anak-anak harus selalu dihidupkan.
Sakit badan kalau dikelola tidak akan sampai sakit di hati.
Tidak ada yang dilakukan Tuhan itu salah.
Kalau kita berhenti memprotes kekurangan yang kita anggap kekurangan itu, lalu menerima itu sebagai keadaan terbaik, kita akan mulai sibuk menjadikan diri kita bermanfaat bagi sesama.
Segmen IV :
Semangat bekerja tidak lebih penting daripada semangat mempekerjakan. Orang yang bekerjanya dengan niat untuk mempekerjakan orang lain tidak lama akan menjadi pemimpin, tidak lama kemudian akan menjadi pemilik.
Sebagian besar kita hanya berhenti di semangat bekerja.
Bersemangatlah mempekerjakan karena tugas pertama Anda adalah mempekerjakan diri sendiri.
"Aku pagi ini mempekerjakan diriku untuk menyelesaikan rencana pertamaku hari ini." Tidak akan ada keluhan karena segera setelah ini, rencanaku adalah mempekerjakan orang lain.
Semangat mempekerjakan lebih penting daripada semangat bekerja.
Kerja keras termasuk belajar dengan keras.
Tidak ada keberhasilan yang mudah. Semua membutuhkan kesabaran.
Keberhasilan bukan pada sampainya, tapi berangkat dari mana yang menjadikan kita kagum kepada orang-orang yang berhasil.
Segmen V :
Kesetiaan terhadap pasangan itu tanda kemampuan seseorang untuk mengabdi kepada kebaikan.
Segmen VI :
Guru itu adalah gerbang menuju kekayaan dunia.
Pelajaran Anda tidak lebih penting daripada Anda. Jangan mencoba mengajarkan sesuatu yang menarik dengan menjadi pribadi yang tidak menarik.
Tugas pertama dari seorang guru adalah menjadikannya pribadi menarik.
Lihat diri Anda sebagai pribadi yang harus menjadi orang yang membuat orang tertarik melalui Anda menuju dunia.
Kenali hal-hal yang menjadikan Anda dibayar.
Segmen VII :
Keberhasilan itu tidak pernah selesai dan kegagalan pun bukan final karena semua hanya sementara.
Kesedihanku ini akan berlalu.
Keberhasilan bukan sampainya, keberhasilan adalah kualitas perjalanannya.
Segmen VIII :
Pekerjaan-pekerjaan hebat adalah yang hasilnya selalu berada dalam ketidakpastian. Pekerjaan yang pasti biasanya kecil hasilnya.
Tuhan berperan dalam upaya besar.
Hadiahkan diri Anda bagi penggunaan Tuhan.
Minta sesuatu yang besar. Lakukan sesuatu yang besar. Coba sesuatu yang besar. Berdoalah dan bersabarlah untuk hasil yang besar.
Manusia memiliki kemampuan hebat untuk menyesuaikan diri.
Jadilah pribadi yang tidak takut mendekati hal-hal yang berbahaya.
Jangan jadi pribadi biasa, karena Anda akan dilakukan biasa.
Jadilah pribadi yang betul-betul mencapai batas dari kemampuan Anda yang sepuluh, lalu tambahkanlah satu niat untuk membijakkan diri.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Kita harus mencapai tingkat tertinggi dari yang mungkin kita capai.
Jangan mengeluh sebelum kita mencapai tingkat tertinggi dari kemampuan kita.
Kalau mau sakit, sakitlah yang hebat.
Bekerja keraslah mencapai tingkat yang tinggi bahkan sampai sakit. Lalu belajar bahwa itu tidak baik sehingga lain kali kita mencapai tingkat hasil yang tinggi tanpa menjadi sakit.
Kalau kita bekerja, hidup, tidak untuk yang terbaik dalam apa yang kita lakukan, terus mau jadi apa? Karena cara umum untuk menjadi orang biasa adalah melakukan yang dilakukan kebanyakan orang. Dan Anda bukan kebanyakan orang. Anda tetapkan bahwa Anda adalah orang yang terpilih. Saya memilihkan diri saya bagi tugas-tugas yang penting.
Segmen II :
Orang yang paling meletihkan adalah orang yang meminta nasihat setelah dinasihati mengatakan bahwa masalahnya tidak akan terselesaikan.
Tidak ada lembaga yang lebih penting daripada keluarga. Tugas pertama kita adalah menjadi pemimpin yang seberhasil-berhasilnya di dalam keluarga.
Kepemimpinan sesungguhnya itu di keluarga. Lalu kita buktikan kepemimpinan itu menjadikan kita pantas untuk memikul beban-beban tugas langit.
Dahlan Iskan
Semua orang dilahirkan dengan rasa takut tetapi hanya orang-orang yang bisa mengatasi rasa takut itulah yang akan sukses. Membuat orang memiliki percaya diri karena sudah mengatasi rasa takut. Sukses tahap pertama.
Yang tidak sama adalah kesempatan.
Percaya diri juga merupakan suatu ancaman karena kalau terlalu percaya diri juga bisa berbahaya. Seseorang yang bisa mengatasi perasaan terlalu percaya diri maka dia mencapai sukses tahap kedua.
Keberanian yang utama adalah ikhlas.
Setelah mengatasi perasaan terlalu percaya diri maka dia akan memiliki kekuatan.
Rahasia keberhasilan tidak pernah kompleks. Sangat sederhana. Yang kompleks itu upaya kita meninggalkan kebiasaan buruk yang menjadikan pribadi-pribadi yang tidak ikhlas.
Ikhlas itu harus ikhlas baik. Orang yang mengatakan ikhlas itu sulit karena dia sedang ikhlas ke hal yang buruk.
Keajaiban berpihak pada yang berani.
Keberhasilan itu berada di balik halangan.
Keberhasilan itu tidak terletak di depan perjalanan tetapi setelah kita telaten melaksanakannya.
Dan ternyata, kebijakan dari orang-orang yang besar itu bukan karena mereka berhasil, pelajaran utama dalam kehidupan itu adalah belajar membongkar pelajaran salah yang dibuktikan tidak benar oleh kegagalan.
Hadapi kegagalan seindah Anda menghadapi keberhasilan.
Segmen III :
Jiwa-jiwa yang hebat adalah jiwa yang selalu disiksa oleh kontradiksi antara kepastian dan ketidakpastian, antara keyakinan dan keraguan, antara keteraturan dan kekacauan, antara keberhasilan dan kegagalan.
Orang hebat menaruh dirinya dikemungkinan gagal yang besar, itu sebabnya mereka berhasil besar.
Pepeng
Jiwa anak-anak harus selalu dihidupkan.
Sakit badan kalau dikelola tidak akan sampai sakit di hati.
Tidak ada yang dilakukan Tuhan itu salah.
Kalau kita berhenti memprotes kekurangan yang kita anggap kekurangan itu, lalu menerima itu sebagai keadaan terbaik, kita akan mulai sibuk menjadikan diri kita bermanfaat bagi sesama.
Segmen IV :
Semangat bekerja tidak lebih penting daripada semangat mempekerjakan. Orang yang bekerjanya dengan niat untuk mempekerjakan orang lain tidak lama akan menjadi pemimpin, tidak lama kemudian akan menjadi pemilik.
Sebagian besar kita hanya berhenti di semangat bekerja.
Bersemangatlah mempekerjakan karena tugas pertama Anda adalah mempekerjakan diri sendiri.
"Aku pagi ini mempekerjakan diriku untuk menyelesaikan rencana pertamaku hari ini." Tidak akan ada keluhan karena segera setelah ini, rencanaku adalah mempekerjakan orang lain.
Semangat mempekerjakan lebih penting daripada semangat bekerja.
Kerja keras termasuk belajar dengan keras.
Tidak ada keberhasilan yang mudah. Semua membutuhkan kesabaran.
Keberhasilan bukan pada sampainya, tapi berangkat dari mana yang menjadikan kita kagum kepada orang-orang yang berhasil.
Segmen V :
Kesetiaan terhadap pasangan itu tanda kemampuan seseorang untuk mengabdi kepada kebaikan.
Segmen VI :
Guru itu adalah gerbang menuju kekayaan dunia.
Pelajaran Anda tidak lebih penting daripada Anda. Jangan mencoba mengajarkan sesuatu yang menarik dengan menjadi pribadi yang tidak menarik.
Tugas pertama dari seorang guru adalah menjadikannya pribadi menarik.
Lihat diri Anda sebagai pribadi yang harus menjadi orang yang membuat orang tertarik melalui Anda menuju dunia.
Kenali hal-hal yang menjadikan Anda dibayar.
Segmen VII :
Keberhasilan itu tidak pernah selesai dan kegagalan pun bukan final karena semua hanya sementara.
Kesedihanku ini akan berlalu.
Keberhasilan bukan sampainya, keberhasilan adalah kualitas perjalanannya.
Segmen VIII :
Pekerjaan-pekerjaan hebat adalah yang hasilnya selalu berada dalam ketidakpastian. Pekerjaan yang pasti biasanya kecil hasilnya.
Tuhan berperan dalam upaya besar.
Hadiahkan diri Anda bagi penggunaan Tuhan.
Minta sesuatu yang besar. Lakukan sesuatu yang besar. Coba sesuatu yang besar. Berdoalah dan bersabarlah untuk hasil yang besar.
Manusia memiliki kemampuan hebat untuk menyesuaikan diri.
Jadilah pribadi yang tidak takut mendekati hal-hal yang berbahaya.
Jangan jadi pribadi biasa, karena Anda akan dilakukan biasa.
Jadilah pribadi yang betul-betul mencapai batas dari kemampuan Anda yang sepuluh, lalu tambahkanlah satu niat untuk membijakkan diri.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Cintaku Berat Diongkos, MTGW, Minggu, 27 November 2011
Segmen I :
Tidak ada kehidupan yang baik yang tidak mengorbankan sesuatu yang besar.
Hakekat dari cinta itu menumbuhkan.
Kalau Anda sudah melihat guna, dampak, peran wanita bagi Anda sebagai pria, Anda akan benar-benar berfokus padanya.
Wanita paling mencintai pria yang menjadikannya wanita yang lengkap, damai, terhormat, dimuliakan karena banyak wanita tidak menyadari peran pria bagi penghebatan kehidupannya.
Segmen II :
Meninggalkan keburukan bukan pengorbanan. Itu berkah.
Pengorbanan adalah meninggalkan kebaikan untuk mencapai kebaikan yang lebih besar.
Kebaikan yang lebih besar adalah kebaikan yang bermanfaat untuk lebih banyak orang.
Bukan yang kita miliki, bukan yang kita simpan yang menjadikan kita hebat, tetapi yang dengan ikhlas kita sediakan bagi kebaikan sesama.
Segmen III :
Yang Anda lakukan hari ini merupakan indikasi dari kebesaran masa depan.
Orang dihormati bukan karena apa yang dikatakannya berkualitas atau benar, tetapi ketegasannya. Karena orang yang tegas, walaupun salah, akan cepat dibenarkan.
Untuk cinta, jangan murah-murahan.
Cintaku berat diongkos bukan sebuah keburukan. Memang cinta harus berat diongkos, kalau tidak, orang itu tidak begitu penting.
Segmen IV :
Tuhan menginginkan semua yang ada dalam kehidupan itu sebagai persembahan, bahkan kesedihan.
Kekasih harapannya adalah jadikan cintaku sebagai pembahagia jiwamu.
Kekasih kita akan sangat berbahagia kalau melihat kita berbahagia karenanya.
Cara untuk menghadiahkan diri kepada kekasih adalah tampil ceria.
Hubungan yang tidak dipelihara akan memburuk.
Dalam cinta, hukum untuk memenangkan kesetiaan adalah kesetiaan.
Kalau hati Anda berisi cinta, jadikan orang yang Anda hadapi merasa dicintai.
Segmen V :
Sebetulnya pengorbanan itu tidak ada.
Pengorbanan adalah ketetapan yang tegas pada satu hal yang mengakibatkan semua yang mungkin tampil sebagai pilihan lenyap. Orang-orang yang tersiksa setelah memilih masih tetap melihat apa yang dibuangnya. Teruskan kehidupan dengan tegas karena Anda memilih satu hal. Kalau Anda salah, Anda akan dibetulkan oleh Tuhan, karena tugas Anda adalah memilih sesuatu berdasarkan kebenaran Tuhan.
Kadang-kadang kita harus izinkan orang untuk melakukan sesuatu untuk kita walaupun kita mampu.
Kesalahan menghitung hanya datang kepada orang yang menghitung.
Korbankan apa pun untuk menjadi belahan jiwa bagi belahan jiwa Anda, korbankan apa pun untuk Anda menjadi permaisuri di keluarga Anda, atau menjadi raja di keluarga Anda, korbankan apa pun tapi jangan kebenaran.
Pribadi yang setia kepada yang benar mungkin tidak kaya raya tetapi damai.
Biaya utama dari melakukan kebaikan adalah sebetulnya keikhlasan untuk menjadi orang baik dan kalau keikhlasan itu dilihat sebagai hadiah sebetulnya tidak ada biaya. Bagi jiwa yang ikhlas kebaikan itu indah.
Cinta yang mulia memang harus berbiaya tinggi.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada kehidupan yang baik yang tidak mengorbankan sesuatu yang besar.
Hakekat dari cinta itu menumbuhkan.
Kalau Anda sudah melihat guna, dampak, peran wanita bagi Anda sebagai pria, Anda akan benar-benar berfokus padanya.
Wanita paling mencintai pria yang menjadikannya wanita yang lengkap, damai, terhormat, dimuliakan karena banyak wanita tidak menyadari peran pria bagi penghebatan kehidupannya.
Segmen II :
Meninggalkan keburukan bukan pengorbanan. Itu berkah.
Pengorbanan adalah meninggalkan kebaikan untuk mencapai kebaikan yang lebih besar.
Kebaikan yang lebih besar adalah kebaikan yang bermanfaat untuk lebih banyak orang.
Bukan yang kita miliki, bukan yang kita simpan yang menjadikan kita hebat, tetapi yang dengan ikhlas kita sediakan bagi kebaikan sesama.
Segmen III :
Yang Anda lakukan hari ini merupakan indikasi dari kebesaran masa depan.
Orang dihormati bukan karena apa yang dikatakannya berkualitas atau benar, tetapi ketegasannya. Karena orang yang tegas, walaupun salah, akan cepat dibenarkan.
Untuk cinta, jangan murah-murahan.
Cintaku berat diongkos bukan sebuah keburukan. Memang cinta harus berat diongkos, kalau tidak, orang itu tidak begitu penting.
Segmen IV :
Tuhan menginginkan semua yang ada dalam kehidupan itu sebagai persembahan, bahkan kesedihan.
Kekasih harapannya adalah jadikan cintaku sebagai pembahagia jiwamu.
Kekasih kita akan sangat berbahagia kalau melihat kita berbahagia karenanya.
Cara untuk menghadiahkan diri kepada kekasih adalah tampil ceria.
Hubungan yang tidak dipelihara akan memburuk.
Dalam cinta, hukum untuk memenangkan kesetiaan adalah kesetiaan.
Kalau hati Anda berisi cinta, jadikan orang yang Anda hadapi merasa dicintai.
Segmen V :
Sebetulnya pengorbanan itu tidak ada.
Pengorbanan adalah ketetapan yang tegas pada satu hal yang mengakibatkan semua yang mungkin tampil sebagai pilihan lenyap. Orang-orang yang tersiksa setelah memilih masih tetap melihat apa yang dibuangnya. Teruskan kehidupan dengan tegas karena Anda memilih satu hal. Kalau Anda salah, Anda akan dibetulkan oleh Tuhan, karena tugas Anda adalah memilih sesuatu berdasarkan kebenaran Tuhan.
Kadang-kadang kita harus izinkan orang untuk melakukan sesuatu untuk kita walaupun kita mampu.
Kesalahan menghitung hanya datang kepada orang yang menghitung.
Korbankan apa pun untuk menjadi belahan jiwa bagi belahan jiwa Anda, korbankan apa pun untuk Anda menjadi permaisuri di keluarga Anda, atau menjadi raja di keluarga Anda, korbankan apa pun tapi jangan kebenaran.
Pribadi yang setia kepada yang benar mungkin tidak kaya raya tetapi damai.
Biaya utama dari melakukan kebaikan adalah sebetulnya keikhlasan untuk menjadi orang baik dan kalau keikhlasan itu dilihat sebagai hadiah sebetulnya tidak ada biaya. Bagi jiwa yang ikhlas kebaikan itu indah.
Cinta yang mulia memang harus berbiaya tinggi.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)