30 Januari 2009

How to be creative part 19 of 26 by Hugh MacLeod

19. Bernyanyilah dengan suara Anda sendiri.

Picassso tidak ahli mewarnai. Turner tidak dapat menggambar manusia. Keahlian gambar formal Saul Steinberg mengerikan. T.S Eliot memiliki pekerjaan purna waktu. Henry Miller tidak bisa menulis dengan seimbang. Bob Dylan tidak bisa menyanyi atau bermain gitar.

Tapi hal itu tidak menghentikan mereka, bukan?

Jadi, saya rasa pertanyaan berikutnya adalah “Kenapa tidak?”

Entahlah. Kenapa?

How to be creative part 18 of 26 by Hugh MacLeod

18. Hindari geng pendingin air.

Mereka bermaksud baik, tapi pada akhirnya mereka hanya akan menghalangi.

Dulu saat saya bekerja sebagai pemula di sebuah perusahaan iklan terkenal, saya sangat terganggu dengan geng pendingin air yang selalu mengganggu saya. Geng pendingin air adalah istilah saya untuk apa yang masih diizinkan di industri tersebut saat itu. Sekelompok orang kreatif kelas dua, waktu berlalu dan mereka menjual berdasarkan tanggal, ditekan oleh Direktur Kreatif untuk sisa-sisa ide yang mereka miliki, hingga tiba waktunya untuk memecat mereka dengan biaya sangat murah. Terlalu banyak bolak-balik ke pendingin air dan sering kembali dalam keadaan mabuk setelah makan siang. Bekerja lembur dan di akhir pekan untuk keuntungan yang membosankan. Diperas, diperas, diperas…

Saya ingat beberapa minggu dimana seseorang dapat dengan mudah menghabiskan satu setengah jam per hari, mendengarkan Ted mengeluh.

Dulu Ted memiliki jendela di ruangannya tapi sekarang dia berada kubikel sejak rapat bencana dengan klien X. Dia akan berkunjung ke kubikelku setidaknya satu kali sehari dan memulainya. Mengeluh, mengeluh, mengeluh… tentang, entahlah… bagaimana Josh-si-anak-emas penulis buruk dan benar-benar penipu… atau bagaimana mereka memilih Nona-kecil-bercelana-ketat tetapi bukan dia, “walaupun begitu saya adalah yang terbaik dan setiap orang di sana mengetahuinya.”

Seperti yang saya katakan, terserahlah.

Tidak habis-habisnya… Yak Yak Yak… Oi vey! Ted, saya menyukaimu, kau pria hebat, tapi diamlah…

Meninjau kembali, contoh Ted yang membuat pelajaran pedas bagi saya – saat itu ketika saya masih terlalu muda dan naif untuk belajar – bahwa mungkin kantor Anda penuh dengan penghargaan Clios dan One Show, dan karier Anda mungkin masih ada di lubang kloset.

Jangan salah mengerti – karier saya di sana benar-benar kacau. Ini bukan masalah orang yang berkuasa mencibir orang yang tidak berkuasa. Ini orang yang lebih berkuasa mencibir orang yang tidak berkuasa.

Saya sedang makan siang bersama rekan kerja saya, John, yang usianya sama dengan saya. Makan makanan Thailand di restoran dekat kantor kami.

“Saya harus keluar dari perusahaan ini,” kata saya.

“Kukira kau menyukai pekerjaanmu,” kata John.

“Benar,” kata saya. “Tapi satu-satunya alasan mereka menyukai saya berada di sana adalah karena saya masih muda dan murah. Jika saya tidak keduanya, maka saya dalam masalah.”

“Seperti Ted,” kata John.

“Ya… dia dan geng pendingin air.”

“Geng pendingin air,” John tertawa.

Kami menertawakan pendahulu kami yang malang dan tidak beruntung. Sejujurnya kami tidak bersimpati. Mungkin saat itu kehidupan mereka seperti neraka, tetapi mereka telah mengalami masa keemasan. Mereka telah memenangkan penghargaan mereka, terbang ke Bahama untuk syuting iklan tisu toilet dengan aktor terkenal. Tidak seperti pegawai muda. John dan saya baru saja menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi kami dan masih harus berjuang di industri yang kami masuki dengan semangat dan harapan seperti orang yang masih hidup.

Kami telah menjual beberapa iklan surat kabar, beberapa majalah, tapi untuk televisi masih belum bisa dicapai. Sejauh ini, perusahaan dimana kami bekerja belum mengizinkan kami untuk bersinar. Apakah ini salah kami atau mereka? Mungkin salah keduanya, tapi saat itu memang salah mereka! Tentu saja, semuanya salah mereka saat Anda berusia 24 tahun.

Sekitar setahun kemudian, saya berhenti bekerja. John tetap bertahan di perusahaan, untuk entah alasannya, lalu 5 tahun kemudian menikah, lalu tak berapa lama lahirlah anak pertamanya. Dengan keluarga yang harus ditanggung, dia tidak boleh dipecat. Direktur Kreatif mengetahui hal ini dan mulai menekan.

“Kau tidak keberatan bekerja akhir pekan ini, John, bukan begitu? Bagus. Aku tahu kau tak keberatan. Kita semua tahu besarnya ketergantungan tim ini padamu untuk mengantarkannya di saat waktu yang genting – karena itulah kami sangat menghargaimu, John, bukan begitu?”

Terakhir kali saya melihat John, dia masih bekerja di perusahan periklanan kecil untuk gaji kecil. Ternyata perusahaan periklanan besar memecatnya sekitar seminggu setelah ulang tahun yang kedua anaknya.

Kami masih berada di restoran Thailand yang sama, makan siang untuk bernostalgia. Kami bersenang-senang, bicara tentang berbagai macam hal. Percakapan yang hebat, dirusak oleh fakta bahwa saya tidak bisa menghilangkan kata “pendingin air” dari kepala saya…

29 Januari 2009

How to be creative part 17 of 26 by Hugh MacLeod

17. Kebaikan bisa dibeli. Semangat tidak.

Orang yang bisa mengubah dunia hanyalah orang yang mau. Dan tidak semua orang mau.

Manusia memiliki sesuatu yang saya sebut “gen marah”. Bagian dari psikis kita itulah yang membuat kita sama sekali sangat tidak puas, tidak peduli betapa baiknya nasib baik tersenyum pada kita.

Hal itu ada alasannya. Kembali ke masa purbakala, menjadi marah membuat kita menjadi rajin, ke luar dari gua menuju tundra memburu mamot, untuk dijadikan makan malam. Itu mekanisme bertahan hidup. Dulu sangat berguna, begitu juga sekarang.

Itu gen marah yang sama yang membuat kita ingin menciptakan sesuatu – menggambar, sonata biola, perusahaan pengepakan daging, situs internet. Gen yang sama yang menggiring kita menemukan cara membuat api, roda, busur dan anak panah, memasang pipa ledeng, komputer, dan daftarnya tidak akan ada habisnya.

Bagian dari mengerti kebutuhan kreatif adalah mengerti bahwa hal itu adalah yang utama. Ingin mengubah dunia bukanlah panggilan yang mulia; itu panggilan utama.

Kita mengira bahwa kita “menyediakan sistem logistik superior yang terpadu” atau “membantu Amerika untuk benar-benar terasa segar”. Bahkan kita marah dan ingin keluar dari gua dan membunuh mamot.

Bisnis Anda mengizinkan atau tidak mengizinkan Anda untuk memburu mamot. Tentu saja, seperti banyak pekerjaan kerah putih yang ada saat ini, Anda mungkin saja ditawarkan uang dalam jumlah banyak untuk duduk di bagian sudut gua kantor dan berpura-pura berburu. Menyedihkan. Yang lebih menyedihkan adalah Anda setuju menerima uangnya.

28 Januari 2009

How to be creative part 16 of 26 by Hugh MacLeod

16. Dunia berubah.

Beberapa orang sangat menyukainya, yang lain tidak. Jika Anda ingin dapat terus berbelanja 5 tahun ke depan, saya sarankan untuk mendengarkan orang-orang yang pertama dan hindari yang kedua. Hanya 2 sen milik saya.

Pekerjaan saat ini Anda mungkin hanya berharga 50% dari 10 tahun lalu. Dan siapa yang tahu? Mungkin tidak akan ada lagi dalam waktu 5-10 tahun.

Kita semua menyaksikan model bisnis tradisional di industri saya, periklanan, mulai menurun sekitar 10 tahun lalu. Reaksi pertama kami adalah “bekerja lebih keras.”

Tidak berhasil. Orang-orang diberhentikan dalam jumlah ribuan. Di luar sana dunia sangat kejam.

Kita mengira menjadi berbakat akan menyelamatkan kita. Kita mengira bekerja lembur dan akhir pekan akan menyelamatkan kita. Tidak.

Kita mengira internet dan semua hal besar, media baru, dan barang-barang berteknologi canggih akan menyelamatkan kita. Kita mengira itu akan mengisi lubang untuk jalan keluar yang lebih intelektual yang kita tawarkan ke klien kita. Tidak.

Terserahlah. Tidak peduli bagaimana dunia berubah, tidak peduli teknologi baru, model bisnis dan arsitektur sosial yang semakin mengerucut, satu hal “Kenyataan Baru” yang tidak dapat diambil dari Anda adalah kepercayaan.

Orang-orang yang Anda percayai dan sebaliknya, inilah yang akan memberi makan Anda dan membayar uang kuliah anak Anda. Tidak ada yang lain.

Ini benar jika Anda adalah seorang seniman, penulis, dokter, pengacara, bankir atau bartender, berhenti mencemaskan teknologi. Mulailah mencemaskan orang yang mempercayai Anda.

Untuk bisa mengarahkan “Kenyataan Baru”, Anda harus kreatif – tidak hanya dalam pekerjaan Anda, tapi dalam semua hal. Cara Anda memandang dunia harus lebih subur dan original. Dan ini tidak hanya benar untuk seniman, penulis, sutradara kreatif, dan CEO, ini benar untuk siapapun. Tukang sapu, resepsionis, dan juga supir bus. Permainan baru saja dimulai.

Cara lama sudah mati. Dan Anda membutuhkan orang di sekitar Anda yang setuju.

Itu berarti bergaul dengan orang kreatif, orang aneh, orang visioner, lebih banyak lagi. Pikirkan apa yang mereka butuhkan dan meresponnya dengan baik. Tidak peduli industri apa yang kita bicarakan – arsitektur, periklanan, petrokimia – mereka ada di sekitar kita, mereka mudah sekali ditemukan jika Anda berusaha, jika Anda memiliki sesuatu yang berharga untuk ditukarkan. Hindari orang-orang yang membosankan; hindari orang-orang yang hanya bermain aman. Mereka tidak lagi bisa membantu Anda. Model yang stabil tidak bisa lagi menawarkan stabilitas. Mereka telah punah.

How to be creative part 15 of 26 by Hugh Macleod

15. Hal terpenting yang dapat dipelajari secara profesional oleh seorang yang kreatif adalah membuat garis batas jelas yang memisahkan apa yang ingin dan tidak ingin Anda lakukan.

Seni akan menderita saat orang lain mulai membayar. Semakin Anda membutuhkan uang, semakin banyak orang yang mengatur apa yang harus Anda lakukan. Semakin sedikit kontrol Anda. Semakin banyak omong kosong yang harus Anda telan. Semakin sengsara Anda. Sadari ini dan rencanakanlah dengan baik.

Baru-baru ini, saya mengetahui Chris Ware, berada di urutan 2 atau 3 teratas kartunis yang dihargai di dunia, menjelaskan profesinya sebagai “tidak menghasilkan”.

Jika orang yang berada di puncak tangga yang ingin Anda naiki menjelaskan pemandangan dari atas sebagai “tidak menghasilkan”, maka khawatirlah.

Saya mengenal Chris saat kuliah, di Universitas Texas. Lalu, di tahun 1990, saya melihatnya di sekitar Taman Wicker di Chicago, lingkungan yang sangat mendukung seni, saat dia menyelesaikan gelar masternya dari Institut Seni, dan saya bekerja sebagai copywriter Junior di Leo Burnett. Kami belum begitu dekat, tapi hubungan pertemanan kami cukup baik. Dia pria yang baik. Sangat pintar.

Jadi saya mengamatinya bertahun-tahun dari Sarjana Seni yang berbakat, menjadi kartunis yang terkenal. Tentu saja senang melihatnya, menambah semangat saat orang yang Anda kenal berhak menjadi terkenal. Dan juga sangat membantu bagi saya melihat langsung kenyataan menjadi kartunis profesional, baik ataupun buruk. Menyenangkan melihat potret-potret kenyataan.

Contoh darinya sangat jelas bagi saya sekitar 5-10 tahun lalu saat saya sampai pada titik di mana gambar kartun saya sangat bagus dan saya mempertimbangkan untuk melakukannya secara profesional. Saya melihat pasar, melihat kehidupan yang dimiliki Chris dan orang-orang seprofesinya, melihat orang-orang di bisnis untuk mengambil kesempatan, melihat dunia yang memperdayakan sebagian besar penerbit kartun tinggal dan berpikir, rasanya tidak.

Kalau dipertimbangkan lagi, saya memikirkan satu dari alasan utama syaa tetap bekerja di periklanan karena mendengar “ubah iklan itu” membuat saya marah daripada “ubah kartun itu”. Walaupun orang yang berkompromi harus membuat iklan seringkali hebat sekali, banyak yang harus Anda tanggapi secara personal. Itu produk mereka, uang mereka, jadi lebih mudah untuk menjaga batasan yang sehat. Dengan kartun, saya menemukan hal itu tidak mungkin.

Hal terpenting yang dapat dipelajari secara profesional oleh seorang yang kreatif adalah membuat garis batas jelas yang memisahkan apa yang ingin dan tidak ingin Anda lakukan. Itu garis yang membatasi kedaulatan, yang menegaskan daerah kreatif khusus Anda. Omong kosong yang apa yang ingin dan tak ingin Anda lakukan. Apa yang ingin dan tidak ingin Anda lakukan. Apa yang ingin dan tidak ingin Anda lepaskan kendalinya. Konsekuensi apa yang ingin dan tidak ingin Anda ambil. Setiap orang berbeda. Setiap orang memiliki garis batas tersendiri. Setiap orang memiliki teori seks dan uang tersendiri.

Saat saya melihat seseorang “menderita untuk karya seni mereka”, biasanya adalah kasus dimana mereka tidak tahu dimana garis batas itu, tidak tahu dimana kedaulatan berada.

Entah bagaimana dia mengira produser yang culas itu tidak akan membuatnya membunuh filmnya dengan menulis kembali. Entah bagaimana dia mengira pemilik galeri adalah pebisnis yang andal. Entah bagaimana dia mengira bahwa penerbit akan mendorong novel barunya dengan baik. Entah bagaimana dia mengira kapitalis spekulasi akan lebih santun tentang aliran dana awal. Entah bagaimana dia mengira bahwa CEO akan mendukung awal marketing baru.

Tahu memberi garis batas adalah seperti mengenal diri Anda sendiri, seperti mengenali sahabat Anda. Beberapa orang lebih baik dari yang lainnya. Hidup itu tidak adil.

How to be creative part 14 of 26 by Hugh Macleod

14. Mati muda, terlalu dibesar-besarkan.

Saya melihat banyak anak muda yang memilih rute “menggunakan narkoba untuk membuatnya menjadi seniman” selama bertahun-tahun. Pilihan yang tidak pintar, efektif, sehat ataupun berakhir bahagia.

Sebuah kisah biasa : seorang anak yang membaca tentang Charlie Parker, Jimmy Hendrix, atau Charles Bukowsky dan entah bagaimana contoh mereka yang puitis tapi cacat memberikan izin yang dihabiskan satu dekade berikutnya untuk terbenam dalam muntah metaforisnya sendiri.

Tentu saja, semakin tua Anda, semakin banyak kesulitan dari kebodohan ini yang Anda temui. Semakin banyak waktu yang merusak hidup mereka. Mereka terlihat semakin menyedihkan. Dan semakin tidak hebatlah karya yang mereka tampilkan untuk “pengalaman hebat” dan “wawasan istimewa” mereka.

Semakin cerdas dan berbakat seorang seniman, semakin kecil dia akan memilih rute ini. Tentu, dia mungkin sedikit melakukan kesalahan saat masih muda dan bodoh, tapi dia akan bergerak lebih cepat dari yang lainnya.

Tapi seorang anak hanya berpikir bahwa itu hanya bakat, dia hanya berpikir tentang potensi. Dia menganggap remeh peran waktu, disiplin dan stamina. Tentu, seperti Bukowski, mereka pengecualian. Tapi karena itulah kita menyukai kisah-kisah mereka saat kita masih muda. Karena kisah mereka adalah pengecualian. Dan setiap anak dengan gitar, pulpen, kuas atau ide untuk bisnis baru ingin menjadi pengecualian. Setiap anak meremehkan lawan, dan terlalu berharap pada kesempatan. Setiap anak adalah pecundang untuk ide yang diharapkan terlaksana tanpa harus bekerja keras mewujudkannya. Jadi bar-bar di Hollywood Barat dan New York yang terisi penuh orang-orang yang membuang kehidupan mereka dan hampir putus asa untuk menemukan jalan pintas, atau apapun. Dan banyak dari mereka bahkan tidak muda lagi; rencana B mereka telah terhapus dengan vodka bertahun-tahun lalu.

Sementara pesaing mereka di rumah, sedang bekerja keras.

21 Januari 2009

How to be creative part 13 of 26 by Hugh Macleod

13. Jangan pernah membandingkan apa yang Anda miliki dalam diri Anda dengan penampilan luar yang dimiliki orang lain.

Semakin Anda melatih bakat Anda, Anda semakin tidak bingung dengan imbalan secara spiritual atau sebaliknya. Bahkan jika jalan Anda tidak menghasilkan uang atau meningkatkan karier Anda, masih berharga untuk diteruskan.

Saat saya berusia 16 atau 17 tahun di Edinburgh, saya tidak begitu mengenal pria yang memiliki toko dengan nama “Cinders” di Jl. St. Stephen. Toko ini spesialisasi memperbaiki perapian antik.

Modus operandi Toko Cinder sangat sederhana. Beli cerobong asap Georgia dan Victoria yang asli dari rumah-rumah tua, tidak dipelihara seharga 10 sen, perbaiki di toko dengan bijaksana, jual kembali dengan keuntungan sangat besar.

Saat itu saya penasaran sekali tentang bagaimana orang bertahan hidup (masih sampai saat ini). Jadi suatu hari, saat duduk di serambi tokonya, saya berbicara dengannya.

Pria itu menceritakan titik terhebat dari usahanya – pencarian ke rumah-rumah tua, keahlian, hubungan dengan pelanggan, dan tentu saja keuntungan.

Pria itu sepertinya cukup bangga dengan pekerjaannya. Dari caranya menjelaskannya sepertinya dia menyukai perdagangan dan bisa hidup layak. Saat itu Skotlandia masih harus melewati sedikit resesi; jumlah pengangguran tinggi, ekonomi sulit; saya rasa untuk seorang hippie yang sudah tua, keadaan mungkin lebih buruk.

Beberapa anak mengatakan, “Saat saya dewasa, saya ingin menjadi tukang reparasi perapian!” Itu bukan bisnis paling menjanjikan di seluruh dunia. Saya menanyakan padanya bagaimana dia bisa memulai bisnis itu.

“Dulu saya pedagang barang antik,” katanya. “Orang yang menghabiskan banyak uang untuk membeli barang antik sepertinya juga menghabiskan banyak uang untuk memperbaiki rumah mereka. Jadi saya mendapatkan ide dengan hanya berbincang dengan orang-orang di toko saya. Terlalu banyak pedagang barang antik di Edinburgh, jadi saya mencari cara lebih mudah untuk bertahan hidup.”

Seperti pekerjaan terbaik di dunia, terjadi begitu saja.

“Beberapa perapian memang benar-benar indah,” kata saya. “Pasti sulit untuk mengaturnya.”

“Tidak,” katanya (dan bagian ini yang paling saya ingat). “Maksud saya, saya menyukainya, tapi karena memakan banyak tempat – perapian itu sangat besar dan mengambil banyak tempat – saya senang bisa menyingkirkannya setelah terjual. Saya hanya ingin perapian itu keluar dari toko saya secepatnya dan mendapatkan uang. Menjualnya sangat mudah bagi saya. Tidak seperti barang-barang antik. Saya selalu menyukai barang antik, jadi saya selalu jatuh cinta dengan stok yang ada, saya selalu ingin memiliki barang-barang terbaik saya. Saya selalu memberikan harga terlalu tinggi secara tidak sadar agar barang-barang itu tidak terjual.”

Menjadi muda dan idealis, saya mengatakan padanya bahwa saya pikir saya sedikit sedih. Mengapa memilih menjual “barang tidak bernilai” (misal : perapian) saat Anda bisa menghasilkan uang dengan menjual yang benar-benar Anda suka (misal : barang-barang antik?) Tentu Anda lebih senang melakukan pekerjaan yang kedua.

“Aturan pertama dalam bisnis,” katanya sambil tertawa kecil karena keluguan saya, “adalah jangan pernah menjual yang Anda cintai. Jika tidak, Anda seperti menjual anak-anak Anda sendiri.”

15 tahun kemudian, saya berada di sebuah bar di New York. Seorang teman dari teman saya melihat gambar kartun saya. Dia menanyakan pada saya apakah saya akan menerbitkannya. Saya katakan padanya tidak. Saya mengatakan padanya bahwa itu hanya sebuah hobi. Saya mengatakannya tentang pekerjaan periklanan saya.

“Sobat, kenapa Anda bekerja di periklanan?” katanya, menunjuk ke porto folio saya.

“Seharusnya Anda melakukan ini. Galeri dan sejenisnya.”

“Periklanan sama dengan perapian,” kata saya, berbicara ke gelas.

“Apa?”

“Lupakan saja.”

How to be creative part 12 of 26 by Hugh Macleod

12. Jika Anda menerima rasa sakit, rasa sakit itu tidak bisa melukai Anda.

Rasa sakit saat memang harus berkorban selalu lebih melukai Anda dari yang Anda bayangkan. Saya tahu. Menyebalkan. Seperti yang dikatakan, melakukan sesuatu yang sangat kreatif adalah salah satu pengalaman hebat yang bisa orang miliki, saat ini atau di masa depan. Jika Anda berhasil, maka sangat berharga. Bahkan, jika Anda tidak berhasil, Anda akan mendapatkan hal-hal yang luar biasa, gaib, dan bernilai. Tidak melakukannya saat Anda tahu Anda memiliki kesempatan – itu lebih menyakitkan daripada gagal.

Sejujurnya, saya rasa Anda lebih baik melakukan sesuatu dengan asumsi bahwa Anda tidak akan mendapatkan ganjaran, bahwa hal itu tidak akan dipuji, bahwa hal itu tidak berharga untuk dilakukan.

Keuntungan dari sudut pandang ini adalah, tentu saja, jika ada sesuatu yang baik dari hal itu, maka itu adalah bonus.

Yang kedua, semakin tidak terlihat dan besar keuntungan itu, dengan menghancurkan semua harapan duniawi dan kemajuan sosial dari tindakan kreatif, Anda akhirnya hanya memiliki satu pertanyaan yang harus dijawab :

Apakah Anda akan membuat hal ini ada atau tidak?

Dan setelah Anda dapat menjawab dengan sejujurnya, sisanya akan mudah.

How to be creative part 11 of 26 by Hugh Macleod

11. Jangan mencoba terlihat beda di keramaian, coba hindari keramaian.

Rencana Anda untuk memperkenalkan pekerjaan Anda harus seasli mungkin. Pekerjaan itu harus menciptakan pasar yang benar-benar baru. Tidak ada hasilnya jika mencoba melakukan hal yang sama seperti 250.000 orang lainnya, menunggu sebuah keajaiban. Semua model bisnis salah. Cari yang baru.

Saya sudah sering melihatnya. Sebut saja Ted. Seorang anak laki-laki di kota besar, baru turun dari bus, ingin menjadi orang terkenal : artis, penulis, musisi, sutradara film, dan sebagainya. Dia sangat bersemangat, penuh ide. Lalu Anda bertemu lagi dengannya 5 atau 10 tahun kemudian, dan dia masih menjadi pelayan di restoran yang sama. Dia bukan lagi anak laki-laki. Tapi dia sama sekali belum mendekati mimpinya.

Suaranya masih menantang seperti dulu, tapi ada kehampaan di dalam kata-katanya yang sebelumnya tidak ada.

Ya, Ted mungkin memilih jalan yang pasti. Menulis novel, ditemukan, menerbitkan buku laris, menjual hak film, pensiun kaya dalam 5 tahun. Atau apalah.

Jangan cemas bahwa mungkin ada 3 juta novelis, aktor, musisi, penulis lainnya dengan rencana yang sama. Tapi tentu saja, Ted istimewa. Tentu saja keberuntungannya akhirnya akan menantang kesempatan. Tentu saja. Itulah yang dia selalu katakan pada Anda, saat dia mengisi kembali gelas Anda.

Apakah Anda memiliki rencana yang sama? Jika ya, saya prihatin.

Saat saya memulai bisnis kartun kartu nama, saya beruntung; saat itu saya sudah memiliki pekerjaan baik yang saya suka dengan gaji cukup baik di New York. Ide berhenti bekerja untuk bergabung dengan kaum Bohemia tidak pernah terpikir oleh saya. Apa, meninggalkan Manhattan untuk Brooklyn? Ha. Tidak mungkin. Saya hanya melakukannya untuk menyenangkan diri saya di malam hari, untuk mengizinkan diri saya melakukan sesuatu di bar selama saya menunggu pasangan kencan saya.

Tidak ada insentif komersial atau agenda lebih besar dari apa yang saya lakukan. Jika saya ingin menggambar di belakang kartu nama bukan di media “yang tepat”, saya bisa. Jika saya ingin menggunakan hanya 4 huruf, saya bisa. Jika saya ingin menyingkirkan format kiasan standar dan menggambar abstrak gila, saya bisa. Tidak ada media atau eksekutif penerbit yang harus saya buat bahagia. Dan bahkan lebih baik lagi, tidak ada pola dasar gaya hidup artis yang harus disesuaikan.

Memberikan kebebasan pada saya. Kebebasan itu sangat berharga.

Pertanyakan seberapa bebaskah Anda. Teruslah pertanyakan tentang hal itu.

Kebebasan itulah yang akan mengantarkan ke tempat yang Anda inginkan. Kepercayaan yang buta dalam mitos yang angkuh hanya akan menghalangi Anda.

Apakah rencana Anda unik? Apakah orang lain melakukannya? Kalau begitu saya antusias. Sedikit takut, mungkin, tapi antusias.

07 Januari 2009

How to be creative part 10 of 26 by Hugh Macleod

10. Semakin berbakat seseorang, semakin sedikit peralatan yang dibutuhkannya.

Bertemu dengan seseorang yang menuliskan karya terbesarnya di balik menu tidak membuat saya terkejut. Bertemu dengan seseorang yang menuliskan karya terbesarnya dengan pena Cartier perak di atas meja tulis antik di SoHo akan sangat mengejutkan saya.

Abraham Lincoln menulis “The Gettysburg Address” di atas kertas biasa yang dia minta dari seorang teman di mana dia tinggal menumpang.

James Joyce menulis dengan pensil dan buku catatan yang sederhana. Orang lain yang mengetikkannya, setelah beberapa waktu.

Van Gogh jarang melukis dengan lebih dari enam warna di paletnya.

Saya menggambar di belakang kartu nama.

Tidak ada hubungan antara kreativitas dan kepemilikan alat. Tidak ada.

Sebenarnya, saat si seniman berkonsentrasi dengan karyanya, dan mulai berhasil, jumlah alatnya cenderung semakin sedikit. Dia tahu apa yang dia inginkan. Menghabiskan energi mental pada barang membuang-buang waktu. Seniman adalah orang yang sedang dalam sebuah misi. Dia memiliki batas waktu. Dia memiliki klien kaya yang selalu mengawasinya. Hal terakhir yang ingin dia habiskan adalah waktu tiga minggu untuk belajar menggunakan bor pembuat alur yang tidak dia butuhkan.

Peralatan yang mahal hanya memberikan satu pilar lagi yang harus disembunyikan.

Karena itu begitu banyak sutradara seni kelas dua dengan komputer Macintosh yang canggih.

Karena itu begitu banyak penulis penjiplak dengan laptop tercanggih.

Karena itu begitu banyak fotografer tidak ahli dengan kamera digital tercanggih.

Karena itu begitu banyak pelukis tidak terkenal dengan studio mewah di kawasan elit.

Bersembunyi di belakang pilar, semuanya.

Pilar tidak membantu, mereka menghalangi. Semakin besar pilarnya, semakin Anda bergantung kepadanya secara psikologis, semakin pilar itu menghalangi Anda.

Dan hal ini juga berlaku pada bisnis.

Karena begitu banyak bisnis gagal dengan kantor mewah.

Karena itu begitu banyak pebisnis gagal yang menghabiskan banyak uang membeli jas mahal dan keanggotaan yacht yang sangat mahal.

Sekali lagi, bersembunyi di belakang pilar.

Orang-orang sukses, artis dan non-artis, sangat ahli mengenali pilar. Mereka sangat ahli melakukannya tanpa pilar tersebut. Bahkan, sekali mereka melihat pilar, mereka langsung menyingkirkannya.

Manajemen pilar yang baik adalah salah satu bakat berharga yang dapat Anda miliki di bumi. Jika Anda memilikinya, saya iri. Jika tidak, saya kasihan pada Anda.

Tentu saja, tidak ada orang yang sempurna. Kita semua memiliki pilar masing-masing. Kita sepertinya membutuhkan pilar-pilar tersebut. Anda tidak akan pernah terlepas dari pilar. Begitu juga saya.

Yang bisa kita lakukan hanyalah terus bertanya, “Apakah ini sebuah pilar?” setiap aspek dari bisnis, keahlian, alasan kita untuk hidup, dan sebagainya, dan mulailah dari situ. Semakin kita bertanya, semakin baik kita mengenali pilar, semakin cepat pilar tersebut hilang.

Bertanya. Terus bertanya. Lalu tanya lagi. Berhentilah bertanya dan Anda mati.

How to be creative part 9 of 26 by Hugh Macleod

9. Setiap orang memiliki Gunung Himalaya pribadi yang mereka tempatkan di bumi untuk mereka daki.

Anda mungkin tidak akan pernah sampai puncaknya, untuk itu Anda dimaafkan. Tapi jika Anda tidak melakukan satu kali usaha serius untuk melampaui daerah salju, bertahun-tahun kemudian Anda akan menemukan diri Anda terbaring di akhir hidup, dan Anda akan merasa kehampaan.

Gunung Himalaya metafora tidak harus dalam bentuk “Seni”. Untuk beberapa orang, ya, mungkin saja berupa novel atau lukisan. Tapi Seni hanya satu dari beberapa jalan untuk menaiki gunung. Untuk orang lain, jalan itu mungkin lebih lazim. Menghasilkan jutaan dolar, membentuk keluarga, memiliki cabang Burger King di tiga negara bagian, membangun model pesawat dengan ukuran sangat besar, dan daftarnya tidak ada habisnya.

Terserah. Mari kita bicara tentang Anda sekarang. Gunung Anda. Gunung Himalaya pribadi Anda. Ya, itu. Tepat sekali.

Katakan saja Anda belum pernah mendakinya. Apa Anda punya masalah dengan hal itu? Tidak bisakah Anda mengatakan pada diri Anda sendiri, “Lupakan, aku juga tak pernah benar-benar menginginkannya,” dan malah ingin mengoleksi perangko?

Anda bisa mencobanya. Tapi saya tidak mempercayai Anda. Saya rasa Anda tidak suka jika tidak mencoba mendakinya. Dan saya rasa Anda setuju dengan saya. Jika tidak, Anda tidak akan membaca hingga sejauh ini.

Sepertinya Anda harus mendaki gunung yang menakutkan ini. Atasilah.

Saran saya? Anda tidak membutuhkan saran saya. Sungguh. Saran terbaik yang dapat saya berikan adalah :

“Akui bahwa Gunung Himalaya Pribadi Anda ada. Itu sudah setengah perjuangan.”

Dan Anda telah berhasil melakukannya. Sungguh. Kalau tidak, sekali lagi, Anda tidak akan membaca hingga sejauh ini. Berjuanglah.

06 Januari 2009

How to be creative part 8 of 26 by Hugh Macleod

8. Perusahaan yang menekan kreativitas tidak lagi bisa bersaing dengan perusahaan yang mendorong kreativitas.

Atau Anda pun tidak bisa menekan bawahan Anda untuk jadi jenius.

Sejak perusahaan modern dan berpusat pada ilmu pengetahuan dibuat di pertengahan abad ke-20, kreativitas telah dikorbankan untuk memuluskan kepentingan “Pemain tim”.
Cukup adil. Makin banyak uang yang dihasilkan dengan cara itu, karena itulah mereka melakukannya.

Hanya ada satu masalah. Pemain tim tidak cukup baik membuat nilai mereka sendiri. Mereka tidak bisa berdiri sendiri, mereka membutuhkan tim untuk bisa eksis.

Jadi sekarang perusahaan terombang-ambing dengan pemikir yang tidak bisa berdiri sendiri.

“Entahlah. Menurutmu bagaimana?”
“Entahlah. Menurutmu bagaimana?”
“Entahlah. Menurutmu bagaimana?”
“Entahlah. Menurutmu bagaimana?”

Dan seterusnya.

Menciptakan kuantitas aktif untuk ekonomi yang kurang memiliki pemikiran original tapi diberikan ganjaran besar menciptakan lingkungan parasit yang subur untuk berkembang biak. Dan itulah yang terjadi. Jadi sekarang kita memiliki jutaan manusia berjuang di Barat, berteman baik dengan presentasi Powerpoint, merayakan kreativitas orang lain.

Apa yang terjadi dengan ekologi, saat tingkat parasit mencapai tingkat kritis?

Ekologi mati.

Jika Anda kreatif, jika Anda bisa berpikir mandiri, jika Anda orang yang pandai berbicara, jika Anda bisa mengatasi takut merasa bersalah, maka perusahaan Anda membutuhkan Anda lebih dari sebelumnya. Dan sekarang perusahaan Anda tidak bisa lagi berpura-pura bahwa itu bukanlah sebuah masalah.

Jadi, bersihkan debu dari terompet Anda dan mulai meniupkannya. Tepat.

Akan tetapi, jika Anda tidak terlalu kreatif, berarti Anda dalam masalah. Dan tidak ada kata-kata populer atau paradigma baru yang bisa membantu Anda. Mereka mungkin tidak mengatakannya di sekolah bisnis, tapi orang suka melihat dinosaurus mati.

How to be creative part 7 of 26 by Hugh Macleod

7. Pertahankan Pekerjaan Anda.

Saya tidak mengatakan ini untuk alasan biasa, misalnya karena saya rasa ide Anda akan gagal. Saya mengatakannya karena untuk berhenti bekerja selalu merupakan konflik yang saya sebut “Teori Seks dan Uang.”

Teori Seks dan Uang : Orang kreatif biasanya memiliki 2 jenis pekerjaan. Satu, pekerjaan seksi dan kreatif. Yang kedua, pekerjaan untuk membayar tagihan. Kadangkala pekerjaan tersebut meliputi keduanya, tapi tidak sering. Keduanya selalu dominan. Tidak bisa dimengerti.

Contoh yang baik adalah Phil, teman saya, seorang fotografer asal New York. Dia melakukan tindakan-tindakan gila untuk majalah indipenden – gratis, tapi mengizinkannya membuat portofolio. Lalu dia membuat katalog. Tidak terlalu menyenangkan tapi bisa membayar tagihannya.

Contoh lain adalah Martin Amis. Dia menulis novel “serius”, tapi dia harus memiliki penghasilan tambahan dengan menulis beberapa artikel untuk koran London (royalti novel sangat minim – bahkan untuk penulis best seller seperti Amis)

Atau aktor. Satu tahun Travolta akan menjadi aktor hebat seperti Pulp Fiction (“seks”), lalu tahun berikutnya dia menjadi mata-mata bodoh. (“Uang”)

Atau pelukis. Anda menghabiskan waktu satu bulan untuk melukis lukisan biru karena itu adalah warna yang dibeli oleh kolektor selebriti musim ini (“Uang”), Anda menghabiskan waktu bulan berikutnya melukis lukisan merah karena Anda tidak menyukai warna biru dan menyukai warna merah. (“Seks”)

Atau orang aneh. Anda menghabiskan hari kerja Anda menulis kode untuk perusahaan kecil (“Uang”), lalu Anda menghabiskan waktu di malam hari dan akhir pekan menulis permainan komputer yang anarki dan aneh yang menyenangkan teman Anda (“Seks”).

Itulah seni menyeimbangkan kebutuhan untuk menjadikan kehidupan yang baik sementara masih menjaga kebebasan berkreativitas. Modus operandi saya adalah kekosongan yang terbuka lebar (“Seks”), dipadukan dengan pekerjaan sehari-hari saya (“Uang”)

Saya berpikir tentang seorang penulis muda yang harus bekerja sebagai pelayan untuk membayar tagihan, walaupun tulisannya tampil di majalah yang gaul dan keren.. yang bermimpi suatu hari hidupnya tidak terbagi dengan begitu kejamnya.

Sejalan dengan waktu, kata “kejam” akan berlalu, tapi tidak dengan “terbagi”. Kalimat dualitas ini akan selalu berperan. Tidak akan bisa dimengerti.

Segera setelah Anda menerima hal ini, maksud saya benar-benar menerimanya, untuk beberapa alasan karier Anda akan bergerak lebih cepat. Saya tidak tahu mengapa hal ini terjadi. Individu itu sendiri yang menolak untuk menggantungkan hidup mereka seperti ini – yang hanya ingin memulai Hari Pertama dengan berhenti dari pekerjaan mereka dan langsung ingin menjadi penulis best seller, ya, mereka tidak pernah berhasil.

Itulah yang disebut “Teori Seks dan Uang”. Taruh di bawah bantal Anda.

How to be creative part 6 of 26 by Hugh Macleod

6. Setiap orang terlahir berbakat; setiap orang diberikan sekotak krayon di Taman Kanak-kanak.

Dan saat Anda mencapai pubersitas mereka mengambil krayon tersebut dan menggantikannya dengan buku aljabar dan sebagainya. Lalu tiba-tiba tersadar bahwa kumbang kreatif hanya suara kecil yang mengatakan pada Anda, “Saya menginginkan kembali krayon saya.”

Anda memiliki keinginan besar untuk melakukan sesuatu. Menulis naskah drama, melukis, menulis buku, mengubah resep brownis Anda menjadi bisnis, dan sebagainya. Anda tidak tahu darimana keinginan itu; hampir seperti datang begitu saja di depan pintu rumah Anda, tidak diundang. Hingga saat ini Anda cukup bahagia bergantung pada pekerjaan Anda yang sesungguhnya, menjadi orang biasa… hingga saat ini.

Anda tidak tahu apakah Anda ahli atau tidak, tapi Anda pikir Anda mampu. Dan ide tersebut membuat Anda takut. Masalahnya, bahkan jika Anda ahli, Anda sama sekali tidak tahu tentang bisnis tersebut. Anda tidak kenal penerbit atau agen atau hal lainnya. Anda memiliki seorang teman yang sepupunya tinggal di Kalifornia yang tahu tentang bisnis ini, tapi Anda sudah beberapa tahun ini tidak berbicara dengan teman Anda…

Lagipula, jika Anda menulis buku, bagaimana jika Anda tidak menemukan penerbit? Jika Anda menulis naskah drama, bagaimana jika Anda tidak bisa menemukan seorang produser? Dan bagaimana jika produser itu ternyata jahat? Anda selalu bekerja keras selama hidup Anda; Anda akan tersakiti jika Anda mempercayakan semua kerja keras Anda kepada sesuatu yang tidak ada hasilnya…

Itu bukan suara yang menginginkan krayon Anda kembali. Itu suara di luar, suara dewasa Anda, suara membosankan yang mencoba menemukan cara agar suara meminta krayon tersebut untuk diam.

Suara kecil Anda tidak ingin Anda menjual sesuatu. Suara kecil Anda ingin Anda membuat sesuatu. Itu perbedaan besar. Suara kecil Anda tidak peduli pada penerbit atau produser Hollywood.

Lakukan dan buat sesuatu. Buat sesuatu yang istimewa. Buat sesuatu yang hebat yang akan membuat orang lain yang melihatnya terkagum-kagum.

Jika Anda mencoba membuat sesuatu hanya agar cocok dengan pandangan tidak seragam dari pasar yang hipotetis, Anda akan gagal. Jika Anda membuat sesuatu yang istimewa, kuat, dan jujur, Anda akan berhasil.

Suara kecil tidak muncul karena Anda memutuskan membutuhkan lebih banyak uang atau Anda ingin bergabung dengan bintang film. Suara kecil Anda kembali karena jiwa Anda bergantung padanya. Ada sesuatu yang belum Anda katakan, sesuatu yang belum Anda lakukan, sinar yang harus dinyalakan, dan harus dipelihara. Sekarang.

Jadi Anda harus mendengarkan suara kecil Anda atau dia akan mati… membawa diri Anda bersamanya.

Benda itu hanyalah krayon. Anda tidak takut kepada krayon saat di Taman Kanak-kanak, mengapa takut sekarang?

02 Januari 2009

How to be creative part 5 of 26 by Hugh Macleod

5. Anda bertanggung jawab untuk pengalaman Anda sendiri.

Tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan pada Anda apa yang Anda lakukan adalah sesuatu yang baik, berarti dan berharga. Semakin sulit jalannya, semakin Anda sendirian.

Setiap orang kreatif mencari “ide besar”. Ide yang akan melontarkan mereka dari ketidak jelasan menuju tempat paling tinggi yang sangat jelas.

Ide yang disukasi semua orang.

Ide yang membuat mereka diundang di semua pesta yang tepat, secara metafora atau sebaliknya.

Jadi biasanya Anda bertanya pada diri Anda sendiri, jika dan akhirnya Anda mendapatkan “ide besar”, setelah bertahun-tahun bekerja keras, bergulat dan ragu, bagaimana Anda tahu bahwa inilah “ide besar” yang Anda cari?

Jawaban : Anda tidak tahu.

Tidak ada bengkak yang hebat dari kemenangan ekstensial. Bukan seperti itu kejadiannya.

Yang Anda miliki hanyalah suara di dalam hati yang mengatakan, “Ini benar-benar bodoh. Ini benar-benar dungu. Benar-benar membuang-buang waktu. Tapi saya akan tetap melakukannya.”

Dan Anda melakukannya.

Ide lapis kedua seperti pembengkakan. Biarkan hidup lebih lama.

01 Januari 2009

How to be creative part 4 of 26 by Hugh Macleod

4. Jika rencana bisnis Anda bergantung pada tiba-tiba “ditemukan”-nya Anda oleh seseorang yang hebat, rencana Anda mungkin akan gagal.

Tidak ada seorang pun yang tiba-tiba menemukan sesuatu. Segala sesuatunya dibentuk sedikit demi sedikit dan penuh derita.

Saya ditawarkan untuk menerbitkan buku beberapa tahun lalu. Saya tolak. Penerbit tersebut mengirimkan kontrak kepada saya. Saya mempelajarinya.

Hmmm…

Menghubungi kembali penerbit tersebut. Menanyakan beberapa hal di kontrak. Tidak pernah mendapat kabar dari mereka. Perjanjian batal.

Penerbit itu penerbit ternama. Anda mungkin pernah mendengarnya.

Mereka berpikir saya seperti orang lain yang mereka wakili – lapar, putus asa dan akan menandatangani apapun.

Mereka ingin memiliki saya, tidak peduli betapapun hebatnya pekerjaan yang mereka lakukan.

Itulah masalah beberapa penerbit besar. Mereka menginginkan 110% dari Anda, tapi mereka tidak melakukan hal yang sama untuk Anda. Bagi mereka, penulis hanyalah satu mie lagi di mangkuk pasta yang besar.

Model bisnis mereka hanyalah untuk melemparkan pasta ke dinding, dan melihat siapa yang lengket. Mie yang jatuh ke lantai akan dilupakan.

Penerbit hanya perantara. Hanya itu. Jika penulis dapat lebih sering mengingatnya, mereka akan menyelamatkan diri mereka dari kejengkelan.

Lagipula, saya bisa melihat kekosongan yang terbuka lebar menjadi sebuah produk suatu hari. Buku, dan t-shirt. Saya rasa saya bisa menghasilkan banyak uang, jika dikelola dengan benar. Tapi saya tidak takut untuk menghindarinya jika orang yang menawarkan penuh omong kosong. Saya telah memiliki jalan sendiri. Belum lagi karier kedua yang cukup baik.

Saya rasa kekosongan yang terbuka lebar sebagai ide produk tidak bisa dihindarkan, dalam pelaksanaannya. Awasi ruang ini.