Sudah hampir sebulan terakhir, teman kantor saya mengeluhkan berbagai hal. Dari divisi lain yang mendapatkan berbagai fasilitas, bos yang memberi pekerjaan tetapi kurang puas dengan pekerjaan yang dilakukan teman saya, hingga urusan gaji yang dijanjian akan naik.
Saya hanya bisa mendengarkan keluhannya, mencoba menenangkannya dan mengingat kembali, bahwa 5 tahun lalu, saya juga merasakan hal yang sama yang dia rasakan saat ini. Dari pekerjaan yang tidak dihargai, tidak mengerti apa yang atasan inginkan hingga teman yang sudah saya anggap sahabat mengkhianati saya.
Ada satu kejadian yang membuat saya akhirnya sadar bahwa sayalah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi pada saya saat itu. Teman curhat saya bertanya kepada saya, apa yang saya inginkan? Di tempatkan dengan atasan seperti ini, mengeluh, ditempatkan dengan atasan seperti itu, mengeluh, apakah saya sudah mengirimkan lamaran ke kantor lain? Saya jawab belum. Teman saya bertanya lagi, kalau begitu bagaimana keadaan kamu bisa lebih baik kalau tidak mengubahnya.
Akhirnya saya sadar. Untuk tidak hanya mengeluh karena mengeluh saja tidak akan menyelesaikan masalah. Kalau Anda mengeluh, dimanapun Anda bekerja dan bagaimanapun keadaannya, Anda akan tetap mengeluh. Apalagi dengan mengatakan bahwa Anda akan bekerja lebih baik jika keadaannya lebih baik. Jika Anda mensyaratkan, berarti selama itu Anda tidak akan bergerak dari keadaan Anda sekarang. Untuk naik kelas, Anda harus melakukan lebih dari yang diharapkan dari orang lain.
Semoga tulisan ini cukup membuat Anda merenungkan kembali apa yang harus Anda perbaiki dari diri Anda sendiri sebelum mensyaratkan sesuatu.
28 Januari 2008
27 Januari 2008
Belajar dari pasangan penjual sayur
Kurang lebih 5 tahun lalu, Yanti memulai bisnis sayur kelilingnya.
Kurang lebih 1 tahun kemudian dia bertemu dengan pria yang kemudian menjadi suaminya.
Lalu mereka berdua saling bahu membahu mengembangkan bisnis mereka dan mereka dikaruniai seorang putri.
Baru-baru ini, kurang lebih satu bulan, ibu saya memberitahukan saya bahwa pasangan itu membeli sebuah mobil seharga 90 juta rupiah untuk dijadikan angkutan kota dengan cicilan 2,5 juta rupiah per bulan.
Bukan itu saja, pasangan ini juga menyekolahkan putri semata wayang mereka ke sebuah playgroup dengan biaya spp per bulannya sebesar 400 ribu rupiah. Angka yang cukup fantastis bahkan untuk seorang pegawai kantoran.
Salut, untuk pasangan penjual sayur itu, berani bertindak dan tidak hanya menggantungkan penghasilannya dengan menjual sayur tetapi juga mengembangkan bisnisnya ke bisnis angkutan kota.
Semoga kisah nyata ini dapat memberikan inspirasi kepada kita semua, untuk tidak hanya bermimpi besar, tetapi usaha kita juga harus besar agar mimpi itu terwujud.
Kurang lebih 1 tahun kemudian dia bertemu dengan pria yang kemudian menjadi suaminya.
Lalu mereka berdua saling bahu membahu mengembangkan bisnis mereka dan mereka dikaruniai seorang putri.
Baru-baru ini, kurang lebih satu bulan, ibu saya memberitahukan saya bahwa pasangan itu membeli sebuah mobil seharga 90 juta rupiah untuk dijadikan angkutan kota dengan cicilan 2,5 juta rupiah per bulan.
Bukan itu saja, pasangan ini juga menyekolahkan putri semata wayang mereka ke sebuah playgroup dengan biaya spp per bulannya sebesar 400 ribu rupiah. Angka yang cukup fantastis bahkan untuk seorang pegawai kantoran.
Salut, untuk pasangan penjual sayur itu, berani bertindak dan tidak hanya menggantungkan penghasilannya dengan menjual sayur tetapi juga mengembangkan bisnisnya ke bisnis angkutan kota.
Semoga kisah nyata ini dapat memberikan inspirasi kepada kita semua, untuk tidak hanya bermimpi besar, tetapi usaha kita juga harus besar agar mimpi itu terwujud.
24 Januari 2008
The reason i use the title the power of your thought
Akhirnya setelah lama tertunda, mungkin memang karena menunda, tercipta juga blog ini.
Terima kasih kepada Dina Fatimah yang telah memberikan semangat kepada saya untuk membuat blog dan berkeinginan untuk membacanya.
Kekuatan pikiran manusia sangat hebat, bahkan bisa membuat orang itu yakin dengan pikirannya sendiri walaupun tidak sepenuhnya benar. Orang bisa yakin atas apa yang ada di pikirannya dan menggagalkan dirinya untuk mencapai apa yang sebenarnya bisa dicapainya.
Kejadian sama yang terjadi pada dua orang yang berbeda akan memiliki dampak yang berbeda jika keduanya menghadapi kejadian itu dengan cara yang berbeda.
Misal, orang pertama menghadapi kejadian buruk dengan cara yang buruk dan menganggap dirinya sial. Mungkin sepanjang hari dia akan menemukan dirinya dalam posisi sial. Dan orang yang kedua menghadapi kejadian buruk dengan cara baik, akan belajar dari kejadian buruk itu dan mengambil pelajaran agar tidak terjadi lagi pada dirinya.
Manusia memang memiliki kecenderungan untuk menyalahkan orang lain, lebih mudah menyalahkan orang lain, akan tetapi jika kita menyalahkan orang lain, kita tidak akan pernah dapat tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana.
Karena itu, bijaksanalah dengan pikiran Anda, karena Anda tidak tahu seberapa kuat pikiran Anda yang bisa menjadikan Anda gagal atau sukses.
Semua pemikiran yang saya tulis terinspirasi dari Pak Mario Teguh. Terima kasih Pak Mario karena telah menjadi inspirasi saya.
Terima kasih kepada Dina Fatimah yang telah memberikan semangat kepada saya untuk membuat blog dan berkeinginan untuk membacanya.
Kekuatan pikiran manusia sangat hebat, bahkan bisa membuat orang itu yakin dengan pikirannya sendiri walaupun tidak sepenuhnya benar. Orang bisa yakin atas apa yang ada di pikirannya dan menggagalkan dirinya untuk mencapai apa yang sebenarnya bisa dicapainya.
Kejadian sama yang terjadi pada dua orang yang berbeda akan memiliki dampak yang berbeda jika keduanya menghadapi kejadian itu dengan cara yang berbeda.
Misal, orang pertama menghadapi kejadian buruk dengan cara yang buruk dan menganggap dirinya sial. Mungkin sepanjang hari dia akan menemukan dirinya dalam posisi sial. Dan orang yang kedua menghadapi kejadian buruk dengan cara baik, akan belajar dari kejadian buruk itu dan mengambil pelajaran agar tidak terjadi lagi pada dirinya.
Manusia memang memiliki kecenderungan untuk menyalahkan orang lain, lebih mudah menyalahkan orang lain, akan tetapi jika kita menyalahkan orang lain, kita tidak akan pernah dapat tumbuh menjadi pribadi yang bijaksana.
Karena itu, bijaksanalah dengan pikiran Anda, karena Anda tidak tahu seberapa kuat pikiran Anda yang bisa menjadikan Anda gagal atau sukses.
Semua pemikiran yang saya tulis terinspirasi dari Pak Mario Teguh. Terima kasih Pak Mario karena telah menjadi inspirasi saya.
Langganan:
Postingan (Atom)