Bab kedua ini menjelaskan agar kita lebih mengerti tentang diri kita sendiri. Suara yang ada di dalam kepala kita akan berkomentar, menerjemahkan dan melabeli apa saja yang terjadi pada kita. Untuk mencegah pikiran itu, kita harus hadir sepenuhnya, berkonsentrasi pada apa yang sedang kita lakukan.
Kita cenderung berpikir bahwa kita adalah korban. Itu hanya pikiran-pikiran yang Anda percaya sebagai diri Anda.Itu adalah gambaran mental yang ada di dalam kepala Anda.
Jika Anda sedang sakit, jangan bicarakan penyakit Anda selain kepada dokter Anda. Karena Anda akan semakin merasa sakit. Ada 2 jenis rasa sakit : sakit fisik dan sakit psikologi. Dengan membicarakan penyakit Anda kepada orang lain, Anda hanya akan menambahkan sakit psikologi Anda di atas sakit fisik Anda.
Ego dipengaruhi masa lalu. Ego adalah kekuatan rasa diri yang didasarkan pada konsep mental.
Kita tidak bisa mengidentifikasikan diri kita dengan apa yang kita miliki. Kita tidak bisa membeli persahabatan.
Kita harus bertindak melebihi ego. Kita harus sadar akan adanya ego dan tidak dikuasai oleh ego dengan cara hadir di saat ini, masa yang kita miliki saat ini. Karena ego selalu menginginkan kita berada di tempat lain atau tidak hadir di saat ini.
Semoga bermanfaat.
12 November 2008
Pelajaran Berharga
Beberapa jam sebelum pulang kantor, saya ingin menyimpankan data teman saya yang dititipkan di komputer saya ke komputer lain untuk bisa mendapatkan memori ekstra di mana komputer saya yang sekarang sangat membutuhkannya.
Kaget bukan kepalang, data saya yang di komputer lain tersebut ternyata sudah tidak ada. Dan usut punya usut ternyata, kemarin, saat saya tidak masuk kantor, komputer tersebut diinstall ulang dan hanya data yang di drive c yang dibuatkan kopiannya. Berhubung saya menyimpan data saya di desktop, hilanglah semua hasil kerja saya.
Ya, mau diapakan lagi, nasi sudah jadi bubur. Cuma sedih saja karena saya tidak akan menghilangkan data orang lain yang ada di komputer saya.
Pelajaran : buatlah data Anda yang berjalan, simpan di flash disk, kalaupun tidak, kirimkanlah lewat email pribadi Anda, agar hal yang saya alami tidak Anda alami.
Hhhhh (menghela napas)
Kaget bukan kepalang, data saya yang di komputer lain tersebut ternyata sudah tidak ada. Dan usut punya usut ternyata, kemarin, saat saya tidak masuk kantor, komputer tersebut diinstall ulang dan hanya data yang di drive c yang dibuatkan kopiannya. Berhubung saya menyimpan data saya di desktop, hilanglah semua hasil kerja saya.
Ya, mau diapakan lagi, nasi sudah jadi bubur. Cuma sedih saja karena saya tidak akan menghilangkan data orang lain yang ada di komputer saya.
Pelajaran : buatlah data Anda yang berjalan, simpan di flash disk, kalaupun tidak, kirimkanlah lewat email pribadi Anda, agar hal yang saya alami tidak Anda alami.
Hhhhh (menghela napas)
06 November 2008
A New Earth, Chapter One : Flowering Human Consciousness
Kemarin baru saja melihat siaran Oprah lewat internet membahas buku A New Earth bersama penulisnya Eckhart Tolle. Banyak sekali hal-hal baru, sudut pandang baru yang saya dapatkan dari menyaksikannya. Berikut ini hal-hal yang bisa saya dapatkan dari pembahasan Bab Pertama dari buku tersebut.
Untuk menjadi baik Anda tidak haru menjadi baik tetapi Anda harus menemukan kebaikan di dalam diri Anda sendiri. Yang saya tangkap dari kalimat di atas adalah Anda tidak bisa memaksakan sesuatu di luar hati nurani Anda karena menurut saya hati nurani Anda akan selalu menyuarakan kebaikan.
Oprah mengatakan bahwa dia selalu berdoa agar Tuhan selalu menggunakan dirinya. Menggunakan dirinya untuk kebaikan orang lain. Membuat saya tergugah untuk juga berdoa dan menanyakan kepada diri saya sendiri, apa yang Tuhan ingin saya lakukan untuk orang banyak? Sudahkah saya membuat diri saya berguna untuk orang lain.
Di sini juga dibicarakan untuk mencoba tidak melabeli apapun, bahkan tidak melabeli pepohonan. Dengan begitu kita akan melihat sudut pandang yang baru. Tidak melabeli orang lain agar kita juga tidak dilabeli orang lain.
Mencoba tidak menyalurkan energi negatif kita jika ada sesuatu yang membuat kita kesal atau tidak senang, karena jika energi negatif tersebut menjadi kolektif, maka akan menjadi masalah di dalam masyarakat. Karena itu diperlukan waktu untuk kita berbicara pada diri sendiri, merenungkan hal-hal yang sederhana seperti “Apakah saya masih bernapas?” dan benar-benar merasakannya.
Saat ini kita masih terpaku pada apa yang akan kita lakukan padahal kita belum selesai melakukan satu hal. Misalnya, saat kita masih menggosok gigi kita, kita sudah memikirkan apa yang akan kita lakukan di kantor nanti. Akan lebih baik kita tetap berfokus pada apa yang sedang kita lakukan agar kita benar-benar menikmatinya.
Ego masih mendominasi diri kita apabila kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan tetapi kita masih merasa kurang, tidak bahagia. Kebahagiaan ada di dalam diri Anda dan jangan biarkan apa yang Anda miliki mendefinisikan siapa diri Anda.
Pondasi dari hidup Anda adalah saat ini, misalnya rasa syukur. Temukan tempat penerimaan dalam diri Anda. Bertemanlah dengan saat ini. Pertanyakan kembali hubungan Anda dengan saat ini, apakah penuh dengan negativitas?
Karena apa yang Anda tolak, akan bertahan. Hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menerimanya lalu bertindak.
Pertanyaan lainnya adalah “Apakah Anda hadir saat ini? Apakah saya siap melakukan ini?” Untuk itu hanya khawatirkan diri Anda. Dan bertanyalah pada diri Anda sendiri, “Apa tujuan hidup kita?”
Mungkin ada banyak hal lain yang saya lewatkan tetapi dari uraian saya di atas cukup bagi kita untuk mempertanyakan kembali apa tujuan hidup kita. Akankah kita berhenti bermimpi hanya karena komentar orang yang belum tentu berpihak pada keberhasilan kita? Ataukah kita akan mengorbankan impian besar kita untuk digunakan Tuhan membantu saudara-saudara kita mencapai impian mereka? Semuanya terpulang kepada Anda. Semoga bermanfaat.
Untuk menjadi baik Anda tidak haru menjadi baik tetapi Anda harus menemukan kebaikan di dalam diri Anda sendiri. Yang saya tangkap dari kalimat di atas adalah Anda tidak bisa memaksakan sesuatu di luar hati nurani Anda karena menurut saya hati nurani Anda akan selalu menyuarakan kebaikan.
Oprah mengatakan bahwa dia selalu berdoa agar Tuhan selalu menggunakan dirinya. Menggunakan dirinya untuk kebaikan orang lain. Membuat saya tergugah untuk juga berdoa dan menanyakan kepada diri saya sendiri, apa yang Tuhan ingin saya lakukan untuk orang banyak? Sudahkah saya membuat diri saya berguna untuk orang lain.
Di sini juga dibicarakan untuk mencoba tidak melabeli apapun, bahkan tidak melabeli pepohonan. Dengan begitu kita akan melihat sudut pandang yang baru. Tidak melabeli orang lain agar kita juga tidak dilabeli orang lain.
Mencoba tidak menyalurkan energi negatif kita jika ada sesuatu yang membuat kita kesal atau tidak senang, karena jika energi negatif tersebut menjadi kolektif, maka akan menjadi masalah di dalam masyarakat. Karena itu diperlukan waktu untuk kita berbicara pada diri sendiri, merenungkan hal-hal yang sederhana seperti “Apakah saya masih bernapas?” dan benar-benar merasakannya.
Saat ini kita masih terpaku pada apa yang akan kita lakukan padahal kita belum selesai melakukan satu hal. Misalnya, saat kita masih menggosok gigi kita, kita sudah memikirkan apa yang akan kita lakukan di kantor nanti. Akan lebih baik kita tetap berfokus pada apa yang sedang kita lakukan agar kita benar-benar menikmatinya.
Ego masih mendominasi diri kita apabila kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan tetapi kita masih merasa kurang, tidak bahagia. Kebahagiaan ada di dalam diri Anda dan jangan biarkan apa yang Anda miliki mendefinisikan siapa diri Anda.
Pondasi dari hidup Anda adalah saat ini, misalnya rasa syukur. Temukan tempat penerimaan dalam diri Anda. Bertemanlah dengan saat ini. Pertanyakan kembali hubungan Anda dengan saat ini, apakah penuh dengan negativitas?
Karena apa yang Anda tolak, akan bertahan. Hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menerimanya lalu bertindak.
Pertanyaan lainnya adalah “Apakah Anda hadir saat ini? Apakah saya siap melakukan ini?” Untuk itu hanya khawatirkan diri Anda. Dan bertanyalah pada diri Anda sendiri, “Apa tujuan hidup kita?”
Mungkin ada banyak hal lain yang saya lewatkan tetapi dari uraian saya di atas cukup bagi kita untuk mempertanyakan kembali apa tujuan hidup kita. Akankah kita berhenti bermimpi hanya karena komentar orang yang belum tentu berpihak pada keberhasilan kita? Ataukah kita akan mengorbankan impian besar kita untuk digunakan Tuhan membantu saudara-saudara kita mencapai impian mereka? Semuanya terpulang kepada Anda. Semoga bermanfaat.
05 November 2008
Thinking
Been thinking lately, what have I been doing for the rest of my life?
Not much I guess.Been complaining almost all the way. Just attend a funeral.
Seeing those toombstones, imagining if I am dead, would be a lot of people attend my funeral? And what did I achieve? Have I been useful for others? Have I been good enough to others? Is there anyone that really hates me? Those thoughts really go through my mind. Have I made my parents proud of what I’ve achieved for my whole life?
Yes, made me think to just do what I want to do without procastinating it. Yes, before I lose my breath and can not do anything anymore because I am dead.
Thank you God for letting me have these thoughts.
Not much I guess.Been complaining almost all the way. Just attend a funeral.
Seeing those toombstones, imagining if I am dead, would be a lot of people attend my funeral? And what did I achieve? Have I been useful for others? Have I been good enough to others? Is there anyone that really hates me? Those thoughts really go through my mind. Have I made my parents proud of what I’ve achieved for my whole life?
Yes, made me think to just do what I want to do without procastinating it. Yes, before I lose my breath and can not do anything anymore because I am dead.
Thank you God for letting me have these thoughts.
Langganan:
Postingan (Atom)