19 Oktober 2011

Muda dan Galau, MTGW, Minggu, 16 Oktober 2011

Segmen I :

Galau itu wilayah orang muda.

Yang tidak boleh dalam kegalauan itu adalah kegalauan yang berlanjut karena itu bukan sifat asli hati karena sifat asli hati selalu berubah-ubah.

Kegalauan adalah tanda pertumbuhan bagi orang muda, tapi tanda kemandegan bagi yang tua.


Orang tua harus berhati-hati kalau galau karena berarti kemampuannya tidak sesuai dengan beban hidupnya.

Ingat bahwa muda, galau itu wajar, dan Anda tidak akan pernah kehilangan kualitas itu sampai Anda menjadi orang yang mapan. Lalu kegalauan digunakan sebagai tanda untuk memperingatkan bahwa kemampuan kita telah mencapai batasnya. Maka itu perintah kepada Tuhan untuk meminta kekuatan lebih.

Jadi, bagi yang muda, kalau galau itu perintah untuk mendapatkan kejelasan. Bagi yang tua, perintah untuk menambahkan kemampuan.

Salah satu penyebab kegalauan adalah salah berharap. Berharap kepada selain Tuhan.

Selalu ada rezeki di mana pun Anda berada.

Karier itu bukan pekerjaan, bukan tempat, bukan organisasi. Karier itu ada di dalam diri Anda. Kalau Anda pantas dibayar mahal, Anda akan dibayar mahal di mana pun.

Banyak orang membatasi kehebatan dirinya dengan pendapat kecil mengenai dirinya.

Maka orang-orang yang mau sembuh dari penyakit galau harus belajar menghormati dirinya.


Segmen II :

Lebih baik galau karena bingung memilih, daripada damai karena acuh terhadap pertumbuhan.

Mengabaikan keharusan untuk memilih dan menyembunyikannya dalam kesibukan, kebisingan yang menutupi kejelasan logika, bisa berbahaya.

Galau itu adalah kesedihan karena kehilangan atau belum jelasnya pilihan dalam hidup. Itu semua bisa disebabkan oleh berbedanya antara harapan dan kenyataan.

Ada satu jenis orang muda yang paling mudah stres. Imajinasi itu membesarkan kesedihan. Imajinasi membesarkan kegalauan. Kesimpulannya, orang kreatif mudah galau. Karena tidak menyedihkan pun dibayangkan menyedihkan.

Orang-orang yang galau, semakin galau harus semakin sadar kalau dia memiliki kemampuan membayangkan yang hebat sekali.

Banyak orang membayangkan keberhasilan, tapi tidak membayangkan proses keberhasilan, tidak membayangkan penderitaan dari kegagalan. Lalu mengapa Anda menggunakan rahmat yang namanya imajinasi untuk mengecilkan hati Anda sendiri?

Gunakanlah kemampuan Anda untuk membayangkan yang penting bagi kedamaian dan keberhasilan Anda.

Apakah Anda galau untuk sesuatu yang penting? Jangan tangani semua kegalauan. Sebagian besar kegalauan paling baik diabaikan.

Pribadi yang kuat, sedikit yang bisa mengganggunya.

Sebagian besar orang yang galau merasakan kegalauan karena sedang tidak bergaul. Tidak sedang berhadapan dengan orang, menggembirakan orang, mendengarkan nasihat, memuliakan ibundanya.

Orang-orang yang galau itu sedang diam, melihat ke dinding.

Libatkanlah diri Anda dalam pergaulan dengan orang-orang yang kekuatan pribadinya, yang ketertarikannya bagi kehidupan menghapus semua ketertarikan Anda untuk galau. Anda dinilai dari teman-teman Anda.


Segmen III :

Kegalauan adalah masa dimana kita paling membutuhkan kasih sayang karena kasih sayang adalah tenaga yang mendorong bagi kebaikan. Cinta mengharuskan kebaikan.

Yang menyelesaikan kegalauan adalah persahabatan.

Kegalauan adalah getaran yang memungkinkan kita mendorong bergerak menuju sesuatu yang penting.

Yang Anda khawatirkan sekarang ini, akan kecil sekali nanti.

Ingat saja bahwa keberhasilan lebih berpihak kepada Anda, apabila Anda patuh pada perilaku yang baik, tanpa strategi apa pun Anda akan mendewasa, menjadi lebih besar daripada hal-hal yang akan mengganggu Anda.

Kita membutuhkan khawatir untuk tumbuh menjadi kuat daripada yang kita khawatirkan.

Orang yang ikhlas, yang menerima yang tidak bisa diubahnya itu lebih mudah damai. Orang yang tidak ikhlas, yang membiarkan yang bisa diubahnya, tidak diubahnya, bisa lebih damai dan bebas dari galau.

Janganlah menganggap yang lama sebagai kuno, dan yang baru sebagai yang benar.


Segmen IV :

Hati sifat utamanya adalah naik dan turun.

Lakukanlah apa pun yang perlu Anda lakukan dalam perasaan apa pun karena itu yang membangun hormatnya orang.

Orang-orang yang sudah dewasa tahu kegalauan adalah tanggung jawab pribadinya dan tidak perlu disampaikannya kepada orang lain untuk menambah masalah mereka.

Jadilah pribadi yang wajahnya sudah terbentuk. Latihlah hanya untuk bertanggung jawab dari kegalauan diri Anda sendiri.

Yang Anda lakukan bagi kedamaian orang, penting bagi kedamaian Anda.

Kegalauan adalah masa pindah dari sebuah keberhasilan menuju keberhasilan berikutnya.



Segmen V :

Tampillah lebih senior, lebih mapan daripada seharusnya Anda.

Tampillah lebih hebat daripada Anda aslinya karena itu adalah bentuk doa Anda dalam keseharian Anda sehingga Tuhan melihat Anda bahwa Anda bersungguh-sungguh mau menjadi orang yang lebih tinggi.

Tuhan telah menetapkan rezeki bukan pada jumlahnya tetapi pada caranya. Maka gunakanlah cara yang akan menjadikan Anda kaya.

Saya tidak sedang hilang, saya hanya berada di tempat yang belum saya kenal.

Saya tidak bingung, saya hanya sedang banyak pertimbangan.

Jangan rendahkan diri kalau Anda salah.

Bukan galaunya yang menjadi fokus Anda, tetapi membangun pribadi yang santai kalau gagal karena kegagalan adalah kewajaran bagi orang yang sedang mengupayakan keberhasilan.

Jadilah pribadi yang ramah terhadap semua yang mungkin dicoba.

Orang-orang galau adalah orang yang membutuhkan kasih sayang, maka bergaul-lah dengan orang yang penuh kasih sayang, jangan bicara, jangan menempelkan diri pada orang yang suka menilai Anda dari kelemahan, yang suka mengkritik karena sebagian besar orang tidak ikhlas melihat temannya berhasil dan merayakan kegagalan orang.

Orang secara instingtif lebih mudah bereaksi terhadap kesalahan dan penderitaan kita dan merayakannya dalam bentuk gosip dan cerita yang lain dan jarang sekali yang mengatakan, "kegagalanmu sementara, maka masalahmu sementara dan aku melihat di dalam tarikan wajahmu pribadi yang akan memimpin kehidupan yang membanggakan di masa depan.


Kegalauan itu sementara, tapi keberhasilan adalah hak.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

From Galau to Wisdom, MTGW, Minggu, 9 Oktober 2011

Segmen I :

Orang yang gelisah harus melihat bahwa dirinya sedang dalam ketidakseimbangan yang mendorongnya maju.

Perasaan galau adalah tidak damainya seseorang karena belum memiliki kejelasan sedangkan kebijakan adalah kesederhanaan yang membaikkan diri, sesama, dan alam.

Kalau kompleks pasti bukan kebijakan.

Rata-rata orang galau adalah orang yang punya banyak waktu untuk gelisah.

Kita tidak akan pernah merasa stabil.

Anda tidak bisa memilih perasaan yang akan menguasai hati, tetapi Anda bisa memilih tindakan yang Anda lakukan di dalam perasaan itu.

Orang yang galau pasti sering menunda, maka obatnya adalah bersegera.

Orang yang menyegerakan kebaikan, kebaikannya disegerakan.


Segmen II :

Kita memiliki bakat yang hebat sekali untuk menduga bahwa kesulitan di masa depan itu lebih besar daripada kemampuan kita.

Bersegeralah bertindak karena dalam tindakan itu kita belajar hal-hal yang tadinya tidak kita ketahui.

Orang yang tidak tahu tetapi memilih ikhlas bertindak, akan dibuat tahu saat melakukan.

Bersegeralah berupaya justru dengan hal-hal yang Anda khawatirkan.

Banyak orang berubah tanpa membuat orang di sekitarnya tahu bahwa dia telah berubah.


Segmen III :

Rahasia untuk menjadi pribadi yang menonjol adalah berpikir tidak sama dengan kebanyakan orang lain. Karena cara paling cepat untuk menjadi orang biasa adalah menggunakan cara-cara umum.

Yang diajarkan Tuhan, balaslah keburukan dengan kebaikan.

Orang yang disepelekan harus membangun kemampuan yang hebat untuk membalas. Tetapi kita kan orang baik, maka balasannya adalah kebaikan.

Belajarlah bicara tanpa khawatir disetujui atau tidak. Bicaralah dengan sikap bahwa kalau salah, itu sekarang saya yang sedang belajar untuk benar, kalau benar jangan sombong karena itu kebetulan benar.

Itu menyebabkan bukan pergaulannya yang kita pilih, tetapi kita yang dipilih oleh pergaulan-pergaulan baik.

Jangan memberi hadiah untuk orang senang. Berikan kebaikan, karena kebaikan adalah hadiah yang terbaik.

Di masa, dimana orang bingung antara yang benar dan yang tidak, dimana orang-orang kuat justru palsu dan berdusta, justru yang sedikit yang benar itu yang harus didengar.

Tuhan menjanjikan tempat-tempat yang naik, tempat-tempat yang tinggi untuk orang baik.

Kehidupan itu sebuah perjalanan menaiki tangga.

Jika Anda selalu galau berarti Anda sedang diperintahkan untuk naik kelas.


Segmen IV :

Yang galau rata-rata tidak bertindak karena tidak adanya jaminan dia akan pasti berhasil.

Kalau Anda dijamin tidak akan gagal, jadilah pemimpin dunia, pemimpin kemanusiaan, pemimpin yang memajukan kebaikan, pro orang miskin, pro orang sakit, pro pencegahan perusakan lingkungan.

Inginkan yang besar, supaya Tuhan berkepentingan bagi keberhasilan Anda.

Kalau Anda aslinya baja, sadarilah kalau Anda sulit dibentuk, orang-orang di sekitar Anda mengeluh karena Anda sulit berubah.

Orangtua bisa kecil hati terhadap anak yang terlalu keras.

Sambutlah dengan gembira kegalauan hati Anda, sulitnya Anda berubah, karena itu tanda bahwa Anda terbuat dari bahan yang hebat. Tetapi jangan mempersulit kehidupan.

Jadikanlah kegalauan pribad Anda sebagai tenaga untuk mempercepat keberhasilan Anda.


Segmen V :

Pasti atau tidak pasti, yakin atau tidak yakin, mengenai yang engkau kerjakan, pastikanlah engkau mengerjakan dengan sebaik-baiknya. Masa kinimu adalah pembentuk masa depanmu.

Jalan menuju masa depan yang bijak itu adalah melakukan yang harus kita lakukan sebaik-baiknya, berarti terbebas dari pamrih duniawi karena satu-satunya pamrih yang diizinkan adalah pamrih kepada Tuhan.

Pamrih bahwa kita ingin melakukan kebaikan ini hanya dengan nama Tuhan, karena Tuhan, dan untuk Tuhan.

Jalan menuju kebijakan adalah menggunakan apa pun yang ada sebagai sarana untuk mencapai yang tadinya belum ada.

Jangan jadi orang yang temperaturnya ditentukan oleh orang lain. Jangan jadi orang yang kebahagiaannya ditentukan oleh orang lain.

Jangan gunakan pendapat orang lain yang tidak baik sebagai penentu kebahagiaan Anda.

Hanya orang baik yang tertarik kepada hal-hal yang membicarakan kebaikan.

Marilah ikhlas sepenuhnya hidup dalam kebaikan.

Jadikanlah kegalauan pribadi Anda urusan pribadi Anda, simpanlah dia dengan baik di hati Anda, gunakan dia sebagai tenaga untuk mempercepat keberhasilan Anda, yang sudah rindu berhasil semuda mungkin, lalu tampillah dengan sebaik-baiknya wajah, seindah-indahnya suara, semulia-mulianya doa bagi kebaikan bersama, menjadi pribadi yang damai bagi kedamaian orang lain, lalu perhatikan apa yang terjadi.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Antara Cinta dan Benci, MTGW, Minggu, 2 Oktober 2011

Segmen I :

Yang membuat kita minder karena kita merasa kurang pantas untuk dicintai.

Rasa nilai diri.

Tidak ada orang yang di dalam hubungan baik yang dicinta itu tidak dituntut untuk menjadi seperti yang diharapkan yang dicintainya.

Perbedaan antara orang yang dicintai dengan perilakunya membuat kita mencintai orangnya, membenci perilakunya.

Yang mematikan cinta adalah kekasaran.

Kekasaran adalah ketidakpedulian terhadap hak orang untuk merasa baik. Oleh sebab itu kita membenci, itu terjadi saat cinta menurun.

Orang yang disakiti kekasihnya harus sadar bahwa dia sedang jatuh cinta kepada orang kecil. Orang besar itu keinginannya adalah memuliakan hati orang lain. Orang kecil memuliakan dirinya dengan biaya sakit hati orang.

Keindahan masa muda adalah tidak tahu itu tidak mungkin.

Tidak ada hubungan cinta tanpa perbedaan pendapat.


Segmen II :

Kalau tidak ada cinta, kita tidak tumbuh.

Hubungan kasih sayang, kalau tidak ada kekuatan yang menumbuhkan satu sama lain, itu bukan hubungan yang sehat dan pasti bukan cinta, karena cinta pasti menuntut perbaikan.

Anda tidak mungkin mencintai tanpa menuntut, karena ada tuntutan maka ada kontradiksi. Adanya kontradiksi bukanlah tanda ketidakbahagiaan seperti tidak adanya kontradiksi bukanlah tanda kebahagiaan.

Cinta itu tidak boleh melemahkan kita. Cinta dan kekuatan itu harus sama-sama.

Latihlah menuntut kebaikan saat Anda jatuh cinta.

Cinta itu bukan buta, cinta itu membutakan logika.

Cinta itu butuh upaya untuk baik.

Kontradiksi adalah tanda pertumbuhan. Tanpa kontradiksi dalam diri kita dan dalam kehidupan ini, kemanusiaan tidak akan tumbuh.


Segmen III :

Bersama besarnya tuntutan, akan ada kekuatan yang sama untuk menolak.

Siapa yang paling butuh dicintai? Diri kita sendiri.

Yang paling perlu ditenagai adalah diri sendiri.

Cintai diri sendiri. Orang yang tidak mencintai diri sendiri, sulit dibayangkan mencintai orang lain.

Jangan lihat diri sendiri di cermin sebagaimana adanya, tapi sebagaimana bisa jadinya.

Kita harus lihat, kekurangan dan kelebihan sebagai perintah untuk menjadikan kita pribadi yang menyegerakan kebaikan.

Kita membutuhkan pertentangan. Dalam diri dan lingkungan yang menghasilkan gerakan perubahan dan perbaikan.


Segmen IV :

Tujuan dari menjual adalah mendapatkan persetujuan.

Satu kata terpenting yang menandakan persetujuan adalah kata "ya".

Kalau orang bertentangan pendapat, itu pasti karena mencurigai niat.

Angkat orang kepada niat baiknya bagi kehidupan yang membahagiakan.

Salah satu sebab mengapa kita membenci pekerjaan karena kita melihat itu sebagai keharusan yang tidak penting bagi kita.

Pekerjaan adalah alat yang menghebatkan kita. Nikmati pekerjaan karena itu yang mendewasakan kita.

Orang benar atau baik itu ditenagai Tuhan. Kekuatan yang paling ditenagai Tuhan adalah kebaikan, yaitu benar dan santun. Orang baik itu benar dan santun.

Jadilah pribadi yang pengertian kebenarannya mengacu kepada Tuhan Yang Esa.

Kesamaan niat baik menyelesaikan perselisihan.


Segmen V :

Menjadikan diri lebih baik supaya pantas mendapatkan pasangan yang indah.

Sebetulnya tidak ada pilihan perasaan lain kecuali mengisi hati kita dengan cinta. Berkasih sayanglah.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Antara Mimpi dan Kenyataan, MTGW, Minggu, 25 September 2011

Segmen I :

Mimpi yang hebat, yang berdampak besar adalah yang disebut khayalan, yang ditetapkan sebagai impian di dalam proses sadar.

Jadi, orang yang bermimpi dalam kesadarannya, dalam kehidupannya yang penuh bersama sesamanya, itu yang lebih berdampak.

Impian yang penting adalah impian yang kita putuskan sendiri keindahannya di dalam kesadaran kita.

Salah satu ilmu yang melemahkan kehidupan adalah patuh kepada pendapat salah.

Sebagian besar dari kita, kehidupannya diboroskan karena patuh kepada nasihat salah. Sehingga pelajaran paling penting dalam hidup adalah membongkar pelajaran salah.

Salah satu kemampuan yang harus kita bangun adalah kemampuan mengabaikan.

Kita terlalu mendengarkan pendapat orang yang tidak suka melihat kita berhasil, yang tidak berpihak kepada keberhasilan kita, yang tidak syahdu berdoa bahwa kita berhasil.

Sahabatilah orang-orang yang cinta kasih dan perhatiannya seperti ibunda kepada kita. Orang-orang seperti itu peduli sekali atas keberhasilan Anda.

Abaikanlah dengan cara yang santun.

Mimpi yang hebat adalah yang disebut khayalan, yang ditetapkan sebagai impian di dalam proses sadar.



Segmen II :

Khayalan adalah tempat berangkat yang paling indah tapi tempat tinggal yang paling menyiksa.

Khayalan bukan tempat tinggal yang dirancang untuk ditinggali lama. Tapi untuk segera mulai dari situ.

Apa pun yang Anda khayalkan, mulailah.

Yang muda dan yang diangkat adalah yang kelihatan. Maka jadilah pribadi yang tampil.

Kekuatan datang dari upaya. Mulai saja.

Bagaimana caranya mengelola hati? Betul-betul ikhlaskan diri pada pekerjaan yang baik. Tidak menilai diri sendiri dari pendapat atau pilihan orang lain.

Orang yang sibuk membahagiakan dan menguatkan hati orang lain, hatinya dikuatkannya tanpa dia sadari.

Kalau impian Anda besar dan indah, lakukanlah untuk memulainya, karena apabila Anda tidak tahu jalan dan yang Anda lakukan adalah kebaikan, maka kebaikan yang akan mencarikan jalan.



Segmen III :

Orang yang menolak nasihat baik karena menginginkan yang lebih mudah dari itu.

Kalau keberhasilan itu mudah, kita akan melihat semua orang berhasil.

Teori ada karena ada pembuktian.

Kekasih dalam khayalan tidak pernah mematahkan hati. Berarti orang yang jatuh cinta itu, jatuh cinta mengenai khayalannya mengenai orang yang dicintainya.

Hati-hati. Orang yang jatuh cinta jarang sekali jatuh cinta kepada orang itu, tetapi kepada harapannya tentang orang itu.

Belajarlah keindahan dari kecintaan ibu, tetapi juga harus praktis dalam mengharapkan pribadi yang menemani Anda menua seumur hidup, jangan jatuh cinta mengenai konsep kita kepadanya.

Jatuh cinta kepada dia dan yang bisa Anda lakukan berdua untuk membangun kehidupan yang baik.

Orang hebat adalah orang yang berupaya, walaupun kemungkinan berhasilnya kecil.


Segmen IV :

Orang tidak tahu bisa berhasil asal dia tidak tahu kalau hal itu tidak mungkin.

Cara terbaik menyemangati orang adalah menjadi teladan.

Latihlah berpikir cepat mengenai risiko dari tindakan tergesa-gesa.

Sudah coba semuanya? Sudah temui semua orang? Sudah coba semua cara?

Kekuatan pribadi kita hanya sebaik kekuatan kita meminta, bukan berbicara.

Doa adalah permintaan pembuka semua kemungkinan hidup kepada Tuhan, permintaan juga pembuka hati orang kepada kita. Minta.

Cita-cita adalah impian yang bertanggal.

Fokus pada yang bisa kita kerjakan, dengan sebaik-baiknya hati dan cara.

Inginkan yang besar, lakukan yang sederhana, sesegera mungkin dalam kemampuan Anda.

Tugas kita bukan untuk meyakini sesuatu yang tidak mungkin, tetapi melakukan yang bisa kita lakukan untuk membatalkan sesuatu yang tidak mungkin.



Segmen V :

Jadilah pribadi impian.

Karier termulia di muka bumi ini adalah menjadi ibu.

Tidak ramahnya kenyataan dalam hidup kita, menjadikan kita pergi ke impian, bukan sebagai tempat pemberangkat dengan kehebatan itu, sebagian besar dari kita menyelamatkan diri dalam impian.

Impian tidak lagi digunakan untuk tenaga, untuk menghebatkan upaya, tapi digunakan sebagai tempat pelarian.

Siapa pun yang sudah bermimpi, bebaskanlah diri Anda menjadi pribadi yang sudah Anda impikan mencapai yang telah Anda impikan.

Tugas kita bukan untuk berhasil, tugas kita adalah untuk mencoba, karena dalam mencoba itulah kita belajar dan menemukan kesempatan untuk berhasil.

Taruh impian dalam cita-cita yang bertanggal. Lalu kecilkan tanggal-tanggal itu menjadi tanggal-tanggal rencana.

Kita telah diberkati dengan keinginan oleh Tuhan untuk menjadi pribadi yang baik dan membaikkan kehidupan sesama dan melestarikan keindahan alam. Maka marilah kita menemukan tugas dalam kehidupan kita dengan memanjakan keinginan kita dalam kehidupan yang sebenarnya, yang memuliakan kehidupan sesama.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Ash Shabur, Allah SWT Yang Maha Penyabar oleh Ustad Jum.

Allah SWT Yang Maha Penyabar :

1. Allah SWT tidak didorong ketergesaan.

2. Allah SWT menunda sanksi dan hukuman.

3. Allah SWT yang melimpahkan kemampuan bersabar kepada hati hamba-Nya.

Tanpa sabar, nilai kemuliaan akan runtuh.

Nafsu adalah kendaraan kita menuju ke surga atau ke neraka dan remnya adalah sabar.



Dosa seseorang terdiri dari 2 hal :

1. Tidak sabar terhadap sesuatu yang disukainya.

2. Tidak sabar terhadap sesuatu yang tidak disukainya.



Tauladan kesabaran :

1. Apa yang disukai Allah SWT, pastilah aku menyukainya.

2. Kenikmatan pahala telah menghilangkan pedihnya sakit yang aku rasakan.



Orang yang pantas disebut sabar :

"Dia bersabar sampai kesabaran meminta pertolongannya. Orang yang mencintai keabaran itu berkata, "Bersabarlah". (Asy-Syibli).



Tidak hakiki cinta seseorang kepada Allah SWT, apabila dia tidak bersabar atas pukulan-Nya.


Yang benar : Tidak hakiki cinta seseorang kepada Allah SWT, apabila dia tidak menikmati pukulan Allah.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Untung di Balik Sial, MTGW, Minggu, 18 September 2011

Segmen I :

Sial adalah pendapat mengenai keadaan sementara yang tidak kita sukai.

Yang kita sukai selalu yang mudah, yang janji keuntungannya besar, yang paling tidak merepotkan.

Kita memiliki kecenderungan mencari gampangnya saja sehingga keadaan yang sulit kita beri nama keadaan sial.

Kesulitan itu permintaan Tuhan untuk kita sungguh-sungguh. Berarti tanpa kesulitan kita tidak sungguh-sungguh.

Berarti orang yang diberikan kesulitan harus melihat dirinya apakah selama ini aku kurang sungguh-sungguh? Sampai diberikan kesulitan?

Berhatilah jika ada kesulitan, karena itu perintah untuk memperbaiki diri.

Kehati-hatian itu adalah pemberitahuan bahwa kita bisa jadi lebih baik. Berarti kesulitan adalah pemberitahuan adanya sesuatu yang baik.

Sikap kita dalam melihat kesulitan menentukan yang kita lihat. Kalau sikap kita positif, yang kelihatan kemudahan.

Kemudahan yang datang disikapi negatif yang kelihatan kesulitan. Sial hanya masalah pendapat.

Kesempatan baru kelihatan sebagai kesempatan setelah tidak menjadi kesempatan lagi.

Lebih bersemangatlah menghadapi kesulitan karena di balik kesulitan itu hadiahnya lebih baik daripada yang diperebutkan banyak orang.


Segmen II :

Risiko tidak bisa dihindari. Yang bisa dilakukan hanya meminimalkan risiko.

Jangan robohkan pagar sebelum mengerti mengapa pagar itu didirikan.

Manajemen risiko dalam kehidupan adalah mengelola lebih banyak kebaikan daripada keburukan di dalam hidup kita.

Orang baik tidak mengikuti nasihat buruk. Tidak mendengarkan komentar tidak baik.

Aku berpihak pada kebutuhanku untuk menjadi pribadi mandiri maka kalau kau yakini sebagai yang tidak mungkin, izinkan aku mencoba yang aku yakini mungkin.

Jadi, orang yang menghormati pendapatnya, lebih beruntung daripada yang mengikuti pendapat orang yang negatif, yang tidak berpihak kepada kebaikan kita.

Orang yang kecil hatinya akan kecil upayanya dan karena kecilnya, sampai tidak berupaya.

Kenapa keajaiban berpihak kepada yang berani? Karena yang berani sering masuk ke masalah. Padahal Tuhan tidak pernah memberi masalah yang lebih besar dari kemampuan kita menyelesaikan. Berarti, orang berani sering menyelesaikan masalah besar.


Segmen III :

Jangan menduga-duga. Lihat yang Anda hadapi. Perlakukan dengan penuh kesungguhan. Kesalahan kita dalam hubungan dengan orang lain adalah menduga-duga keuntungan yang bisa didapatkan.

Sikap kita kepada setiap orang harus baik karena setiap orang adalah jendela masuknya rezeki.

Hormati yang Anda hadapi, jangan duga apa pun karena pamrih itu hanya ada satu yang boleh, yaitu pamrih kepada Tuhan.

Semua yang kita lakukan dalam hidup ini untuk beruntung.

Sikap yang baik adalah sikap yang mendekatkan kita kepada keberuntungan.


Segmen IV :

Orang-orang yang selama ini menghadapi yang dibencinya dan disebutnya sial, harus lebih bersemangat menembus itu karena jalan terpendek menuju keberhasilan itu melalui hambatan. Karena sebagian besar yang kita sebut hambatan ternyata hilang begitu kita mengambil langkah pertama karena hambatan itu hanya pendapat.

Sistem kebesaran alam ini bergerak bertentangan dengan sistem untung-untungan.

Semua sistem kebesaran alam itu mengembalikan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Cara mengelola keberuntungan adalah menjadikan diri lebih pantas bagi keberuntungan. Tidak ada cara lain.


Segmen V :

Kesulitan itu tidak dibutuhkan kalau kita membiasakan diri menangani kemudahan sebelum menjadi sulit. Semua kesulitan tumbuh dari hal-hal mudah yang kita abaikan.

Lakukanlah sesuatu selagi mudah.

Bagi orang-orang yang tidak mau kesulitan, bersegeralah. Kesegeraan bertindak mencegah hal biasa menjadi kesulitan.

Rahasia mempercepat keberhasilan adalah meminta. Kita kurang meminta.

Orang-orang yang berhasil dalam bisnis karena mengulangi keberhasilannya.

Cara mengulangi keberhasilan adalah tahu persis apa yang dilakukan untuk mendapatkan hasil itu.

Semua hal dalam kehidupan ini adalah penuntun menuju keberuntungan.

Bagaimana kalau kita menerima apa pun yang terjadi, sebagai sesuatu yang memang sudah terjadi, karena kedamaian mudah datang kepada orang yang menerima yang sudah terjadi, dan walaupun yang sudah terjadi tidak baik, kalau diterima sebagai perintah untuk membaikkan diri, maka kita akan menjadi pribadi yang beruntung, apa pun yang dikatakan oleh orang mengenai kita.


Semoga bermanfaat. Aamiin.


Tautan video : http://www.youtube.com/marioteguhtv#p/c/266E78CEB0424720

Loe Gue End, MTGW, Minggu, 11 September 2011.

Segmen I :

Yang penting kesegeraan, bukan kecepatan.

Apa pun yang dikerjakan setengah-setengah, harus dikerjakan dua kali.

Sebetulnya tidak ada orang malas, yang ada adalah orang yang rajin bermalas-malasan.

Akhirilah hal-hal yang menjadikan kita masuk ke dalam keadaan yang sulit.

Sesuatu yang baik selalu dicapai melalui kesulitan. Kesulitan mengalahkan yang buruk.


Segmen II :

Yang kita capai adalah hasil dari pilihan kita. Itu sebabnya kadang-kadang kita dinilai dari yang kita kenakan karena yang kita kenakan itu menunjukkan keputusan terakhir kita.

Keputusan terakhir menunjukkan kualitas terakhir dari kita. Sehingga orang yang berpakaian sembarangan, berbicara sembarangan menunjukkan kualitas terakhir dari kemampuannya dalam memutuskan.

Berarti hati-hati dengan penampilan kita karena itu menunjukkan kualitas pilihan terakhir kita.

Sebelum menikah, pilih yang terbaik. Setelah menikah, terima apa adanya.

Tidak ada masalah antara dua jiwa yang tidak bisa diselesaikan dengan bicara.

Keluhan di keluarga, sebagian besar disebabkan oleh kurangnya bicara. Dan ketidakdamaian jiwa, berasal dari kurangnya bicara orang dengan dirinya sendiri.

Rata-rata, orang yang menyesal itu bicara dulu baru kemudian bicara kepada dirinya. Mulai dari sekarang, sebelum bicara, pikir dampaknya apa.

Selamatkan hati Anda dari penyesalan. Bicara dulu dengan diri, sebelum Anda mengatakan sesuatu.


Segmen III :

Berbaik hatilah bahkan kepada orang yang menyakiti kita. Itu merupakan tanda jiwa yang indah.

Perubahan yang paling baik adalah perubahan yang segera.

Jangan berencana terlalu banyak karena banyak rencana mengambil waktu untuk bertindak.

Semua anak muda yang kemudian berhasil hebat, selalu lebih bersegera daripada temannya.

Tangan yang menggenggam tidak bisa menerima pemberian baru.

Berbaik hati kepada orang yang baik terhadap kita mudah, tapi berbaik hati terhadap orang yang menyakiti kita, itu tanda jiwa yang indah.


Segmen IV :

Sesuatu yang dimulai dengan kesalahan, selalu berakhir dengan keharusan memperbaiki diri.

Sebagian besar di antara kita, tumbuh lebih cepat mengakhiri yang jelek untuk memperbaiki diri daripada memulai yang tidak tahu benar atau tidak.

Jadi, karena kita tumbuh karena kesalahan, cepatlah memulai yang kita pikir baik dulu. Segera. Lalu jangan takut berubah pendapat.

Kebiasaan kita yang paling indah adalah kebiasaan berubah untuk menuju kebaikan.

Upayakan diri Anda, dari setiap kesadaran diri Anda, adalah untuk kebaikan orang yang dekat dengan Anda.

Jadikanlah diri Anda hadiah bagi kebaikan orang lain.

Sulit sekali meninggalkan sesuatu yang baik, yang kecil, untuk kebaikan yang lebih besar.

Lakukan yang baik bagi dirimu, karena kalau tidak, kamu tidak baik bagi siapa pun.

Logika terbaik kita digunakan agar kita sampai pada perasaan terbaik. Jangan terbalik.

Oleh sebab itu, jika orang-orang ingin berpengaruh, itu berpengaruh ke hati, bukan ke pikiran.

Maka, bicaralah ke hati, itu lebih mudah karena dijamin oleh Tuhan. Yang berangkatnya dari hati, sampai di hati.


Segmen V :

Cinta tersiksa oleh pengabaian. Penyepelean itu bentuk pengabaian.

Untuk menyelamatkan kita dari penyepelean, yang membuat kita disepelekan adalah kita diam waktu disepelekan.

Orang-orang yang menghukum orang yang menyepelekannya, tidak disepelekan.

Sikap kita, apakah kita ikhlas disepelekan atau tidak itu menentukan perendahan atau penyepelean yang kita dapat. Caranya, bayangkan diri Anda sebagai pribadi yang lebih besar.

Bayangkan diri Anda sebagai pribadi yang lebih besar, setelah itu Anda akan bereaksi secara alamiah terhadap penyepelean.

Lebih baik kita dilukai dengan kejujuran daripada dihibur dengan janji palsu seumur hidup.

Orang yang hidupnya cemerlang walaupun pendek, umurnya diperpanjang dengan kebaikan yang ditinggalkannya.

Ketegasan untuk pindah dari keadaan yang tidak membahagiakan itu kita butuhkan agar segera kita hidup sepenuhnya dalam kebaikan.

Orang-orang yang mengeluh itu berarti dia sedang menggunakan tanda untuk memperbaiki diri sebagai cara untuk tidak menyukai keadaan yang buruk.

Orang yang mengeluh berarti sedang berada dalam kehidupan yang buruk, dan menggunakan akalnya untuk menyalahkan orang lain, nasib, keadilan Tuhan.

Orang yang ikhlas menerima bahwa yang meninggikan akan ditinggikan, akan meninggalkan hal-hal yang merendahkan, dan berusaha meninggikan diri dan sesamanya.

Ketegasan mengharuskan kita menyegerakan. Semakin segera kita meninggalkan sesuatu yang tidak baik, semakin segera kita masuk ke dalam kehidupan yang lebih baik.

Itu semua karena kita ingin berhasil semuda mungkin, kita ingin berwenang semuda mungkin, sehingga masa tua kita diisi dengan mengajarkan, menyampaikan kebijakan yang menjadikan lebih banyak jiwa muda lain tegas untuk segera memihakkan diri kepada kebaikan.


Semoga bermanfaat. Aamiin.


Tautan video : http://www.metrotvnews.com/metromain/newsprograms/2011/09/11/10022/187/Loe-Gue-End

Because I love You, MTGW, Minggu, 4 September 2011

Segmen I :

Ketegasan tanpa kasih sayang akan dirasakan sebagai kekasaran.

Mengapa Anda harus dicintai?

Hati kita harus dibuat penyayang untuk siapa pun yang kita temui. Akan menyelesaikan banyak masalah.

Tidak ada orang yang disayangi tidak mengerti bahwa dia harus menjadi orang baik. Orang yang lama tidak baik, pasti karena kurang disayangi.


Segmen II :

Kita sulit menjadi baik karena kita telah dilatih untuk mempertahankan ketidakbaikan.

Jika Anda benar mencintainya, apa yang bersedia Anda tinggalkan untuk menggembirakannya?

Kesiapan anak menjadi pribadi yang mencintai dibangun dari umur nol sampai enam tahun.


Segmen III :

Cinta menyediakan ruangan untuk pertumbuhan yang mengagetkan.

Pilihlah pasangan yang melampaui kewajaran dari logikanya. Yang berani menerobos. Yang tidak takut hambatan. Berani meninggalkan hal-hal besar yang disukainya untuk menggembirakan kita.

Kekasih yang tidak hadir, biaya perawatan kasih sayangnya lebih besar.

Tujuan dari cinta adalah kebersamaan, memang bisa kita bersama-sama terpisahkan oleh jarak tetapi upayakan kebersamaan itu dekat.

Cinta itu sifatnya harus memuliakan kita. Harus menaikkan, harus menjadikan kita kuat, harus besar. Yang selain itu bukan cinta.


Segmen IV :

Yang bisa menguji orang untuk dicintai atau tidak itu harus orang yang sangat berkualitas.

Tujuan dari cinta itu menghebatkan kebersamaan. Cintailah seseorang karena yang dijadikannya pada diri Anda.

Cintanya yang membuat dia dibutuhkan.

Tujuan dari cinta itu tidak menghebatkan dia, tidak menghebatkan saya tetapi menghebatkan kebersamaan.


Segmen V :

Orang yang paling penting adalah yang Anda lihat di cermin. Anda sendiri.

Kalau Anda tahu diri Anda mencintai diri sendiri, tidak akan ada yang Anda tidak lakukan untuk menjadikan Anda berdua menjadi pribadi yang membanggakan orang.

Kita tidak bisa mencintai tanpa membenci perilaku yang tidak kita cintai.

Bukan kebencian yang menghancurkan kebencian, kebencian hanya akan membesarkan yang dibencinya. Hanya cinta atau kasih sayang yang menghancurkan kebencian.

Semua cinta diawali dari kegembiraan.

Marilah kita menjadi pribadi yang menularkan kerinduan kepada keindahan dari mencintai, bukan dengan mencintai dengan cara-cara yang menyakiti, tetapi mencintai dengan menjadikan orang yang kita cintai pribadi yang sebesar-besarnya yang bisa dicapainya.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tautan video : http://www.metrotvnews.com/metromain/newsprograms/2011/09/04/9948/187/Because-I-Love-You

Beautiful Soul, MTGW, Minggu, 28 Agustus 2011

Segmen I :

Segala sesuatu ditentukan niatnya.

3 tanda jiwa kita baik : wajah, tutur kata atau bicara (melihat baiknya orang), dan tindakan yang baik.

Tindakan bicara lebih keras dibandingkan wajah dan tutur kata yang baik.

Jiwa yang baik itu utuh dengan wajah, tutur kata, dan tindakan yang sinambung.



Segmen II :

Orang yang sedang kesulitan harus memeriksa kesalahannya agar tidak mengurangi kesalahan yang sama.

Jiwa-jiwa yang baik segera mengenali kebutuhan untuk menjadi baik dan tidak tertambat kemudahan dari keburukan yang palsu.

Orang yang wajahnya baik, tutur katanya baik, dan tindakannya baik akan dipindahkan Tuhan ke tempat yang lebih baik.


Segmen III :

Tidak salah bagimu jika ingin membalas dendam, tapi akan lebih baik bagimu jika memaafkan.

Abaikan jika ada orang yang memfitnah atau menjelek-jelekkan kita.

Orang yang hatinya diisi cinta, pasti lembut. Orang yang hatinya lembut, dilembuti. Orang yang melembuti kita, lebih menyerah.

Orang yang dilembuti memiliki kekuatan untuk berkuasa atas kebaikan dan mencegah keburukan.

Kebaikan yang kau lakukan hanya menjadi kebaikan bagimu, keburukan yang kamu lakukan akan menjadi keburukan bagimu.



Segmen IV :

Jadilah pribadi yang keindahannya itu menemukan cara menyebabkan kebaikan.

Laki-laki takluk kepada wanita yang mengaguminya. Wanita takluk oleh kelembutan.

Orang tidak bisa memulai keindahan di sekitarnya kalau tidak dimulai dari jiwanya yang indah.

Kecewalah. Kalau Anda ramah terhadap kekecewaan, Anda segera bertindak. Karena kekecewaaan itu adalah pemberitahuan.

Tidak ada orang dapat menyebabkan keindahan di sekitarnya kalau tidak dimulai dari jiwanya yang indah.



Segmen V :

Orang yang memusuhi Anda bukan musuh Anda kalau Anda tidak memusuhinya. Orang seperti ini akan dicintai orang baik dan dihormati orang jahat.

Jiwa yang baik atau indah mengantarkan kita kepada akhir dari upaya terbaik kita.

Keajaiban selalu datang pada akhir upaya terbaik. Berlakulah ramah dan sangat dekat kepada Tuhan.

Dan kehidupan yang indah bagi jiwa yang baik yang indah ini adalah awal dari perjalanan menuju surga sehingga surga yang kita sebut surga itu bukan nanti tetapi sudah dimulai dari kehidupan kita di dunia.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Rumus Meraih Ikhlas oleh KH Abdullah Gymnastiar.

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah [98] :5)

Secara bahasa ikhlas berasal dari kata kholasha, khulushon, khalashon berarti murni dan terbebas dari kotoran. Kata ikhlas menunjukkan makna murni, bersih, terbebas dari segala sesuatu yang mencampuri dan mengotorinya. Maksudnya, ikhlas itu mengesampingkan pandangan manusia dengan senantiasa mengarahkan tujuan segala aspek hidupnya hanya kepada Allah SWT.

Di bulan yang mulia ini, semestinya ibadah kita semakin dikuatkan dari hari-hari sebelumnya. Terutama menjelang 10 hari terakhir, di mana terdapat sunnah Rasul SAW dalam mengisinya dengan i’tikaf. Dalam upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT ini, jangan sampai diabaikan perhatian kita terhadap niat di hati atas segala amal perbuatan. Benar-benar harus disertai dengan keikhlasan yang tulus. Mengapa demikian? Karena Allah SWT hanya akan menerima amal seorang hamba jika amal itu disertai ikhlas karena Allah SWT. Berikut ini rumus yang bisa kita jalankan untuk meraih keikhlasan :

1. Jangan ingin dilihat orang lain.

Seringkali ketika ada yang melihat maka ibadahnya lebih khusyuk, namun jika tidak ada maka ibadah biasa saja. Inilah salah satu penyakit riya.


2. Jangan ingin diketahui.

Bila beramal, cukuplah Allah saja yang mengetahui, orang lain tidak perlu tahu. Orang-orang tidak tertarik dengan apa yang kita ceritakan tentang pribadi kita. Buat apa segala diceritakan, lalu mau apa? Mari belajar untuk menahan diri dari amal-amal yang lebih baik dirahasiakan saja.


3. Jangan ingin dipuji.

Dipuji semangat, tidak dipuji patah semangat. Orang yang ikhlas tidak berefek ketika adanya pujian atau cacian. Suatu saat di Malaysia, ada seorang ibu rumah tangga yang tengah shalat dhuha, lalu ada telepon yang masuk, dan yang menerima anaknya. Ibu yang shalat dhuha merasa bangga disampaikan oleh anaknya bahwa ia tengah dhuha. Namun, di sore harinya, ia shalat ashar sangat telat hingga menjelang maghrib, ketika ada telepon masuk, ia pun merasa malu, karena takut dicibir orang karena telat shalat.

Allah Maha Tahu hati kita ke mana-mana, orang yang ikhlas dipuji akan merasa malu, dan ketika ada yang mencaci tidak merasa sedih, karena ia tahu caciannya masih lebih baik daripada dirinya sesungguhnya. Nafsu saja yang membuat senang pujian. Padahal pujian hanya sebatas suara.


4. Jangan ingin dihargai.

Diperlakukan istimewa bisa membuat diri lebih sengsara. Biasanya hal ini terjadi pada mereka yang memiliki jabatan yang tinggi. Padahal, sebaiknya kita tidak sibuk mencari pengakuan orang lain, namun lebih sibuk berusaha mendapatkan penerimaan terhadap kebaikan yang kita lakukan dari Allah.

Keinginan diperlakukan istimewa itu bisa menjadi ketagihan seperti narkoba. Ia tidak mau kehilangan kekuasaannya. Takut kehilangan penghormatan, maka ketika sudah pensiun, muncullah post power syndrome. Rasul SAW yang sempurna ingin diperlukan biasa-biasa saja. Rasul SAW masuk ke mesjid, tidak ada sahabatnya yang berdiri. Rasulullah SAW saat penaklukkan kota Mekah terlihat merunduk kepala beliau, tidak merasa sudah menang, sehingga berlaku sombong. Kalau kita di kantor berlagak sombong, bisa jadi karyawan lain akan mendoakan dirinya dimutasi.


5. Jangan ingin dibalas budi.

Tidak perlu kita berbuat kebaikan kemudian ingin mendapat balas budi, walau hanya ucapan terima kasih. Allah SWT pasti membalas dengan sempurna. Siapa yang menjadi jalan, itu merupakan ujian dari Allah SWT. Tidak bisa berbohong di hadapan Allah, tidak boleh tertarik dari apa pun yang ada di makhluk, mesti lillahi ta’ala.

Sesungguhnya barang siapa yang benar-benar murni tulus pasti tidak akan membutuhkan pengakuan atau penilaian apapun dari selain Allah SWT. Bila kita puas hanya dengan penilaian Allah SWT, niscaya akan sangat tentram hatinya.


Sayyidina Ali r.a berkata, “Seseorang yang lahir dan batinnya, juga ucapan dan amalnya serasi, maka dia telah menunaikan amanah Ilahi serta telah melaksanakan ibadah secara ikhlas”.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Sumber : http://ramadhan.eramuslim.com/rumus-meraih-ikhlas/

Bebas Karena Memaafkan, MTGW, Minggu, 21 Agustus 2011

Segmen I :

Memaafkan menjadikan kita pribadi yang betul-betul bebas.

Banyak orang menjadi tidak bebas hidupnya karena sedang marah.

Logika dari memaafkan : kita lupakan sakitnya, tetapi ingat pelajarannya.

Orang yang mengerti, mudah memaafkan.

Hati adalah pelabuhan dari perasaan, maka janganlah hati Anda, Anda gunakan sebagai pelabuhan dari kemarahan. Putuskan agar hati Anda diisi dengan kasih sayang, cinta.

Tanyakan siapa yang diuntungkan dari kemarahan Anda?

Orang yang ingin wajahnya baik, harus membaikkan hatinya.


Segmen II :

Kemampuan memaafkan ditentukan oleh kualitas kasih sayang kita.

Cara meningkatkan kasih sayang adalah putuskan.

Rasa cinta itu adalah keputusan.

Jika kita mensyaratkan untuk bisa mencintai, itu wajar bukan cinta.

Kemampuan cinta itu teruji saat orang yang harus Anda cintai sulit dicintai.

Cinta yang indah itu tanpa syarat.

Marahlah sebentar, bergembiralah yang lama, dan mencintailah sepanjang hidup.

Marah itu tidak harus kasar.


Segmen III :

Semua kesalahan bisa dimaafkan, tetapi tidak semua kesalahan bebas dari tanggung jawab.

Hatinya besar, tidak ada yang bisa melukainya, karena sebelum salah pun dia sudah memaafkan.

Cinta membuat kita tegas, itu sebabnya ketegasan adalah kasih sayang yang kuat.


Segmen IV :

Orang memaafkan itu terbebas dari hal yang tidak perlu.

Jangan lanjutkan penderitaan, memaafkan itu lebih cepat lebih baik.

Orang-orang cerdas tidak mungkin marah lama. Itu sebabnya memaafkan itu pintu menuju kekuatan.

Memaafkan itu kemampuan yang tumbuh, kualitas dinamis.

Kemampuan kita tumbuh, sehingga masalah-masalah kita mengecil.

Memaafkan tidak ada batasnya.

Hati kita dipermainkan jika kita menyerahkannya bulat-bulat seperti bola. Memberikan hati tidak semuanya.

Kehidupan ini semuanya perilaku Tuhan. Dan Tuhan demikian pengasih sehingga tidak mungkin perilakunya buruk. Sehingga semua yang terjadi, baik kebaikan maupun keburukan itu tujuannya agar kita menjadi baik.

Memaafkan itu kapasitas yang tumbuh, yang pertumbuhannya sesuai dengan kapasitas kita untuk mencintai.


Segmen V :

Orang menyesal ingin dimaafkan.

Orang yang menyesal Tuhan gantikan keburukannya dengan kebaikan.

Dikuranginya kesalahan karena minta maaf mengakibatkan ditambahnya kebaikan. Memaafkan hebat sekali.

Masalah lama tidak akan mengganggu orang baru. Jadilah pribadi yang baru.

Kesalahan itu baik jika kita menyikapinya sebagai pembaru diri. Kesalahan menjadi buruk kalau menjadikan diri kita lemah.

Jika Anda mengasihani diri Anda, beri kesempatan dia untuk tumbuh, maafkan diri. Dari semua orang yang paling membutuhkan maaf, diri Anda sendiri.

Memaafkan adalah pintu menuju kekuatan yang besar. Memaafkan adalah kemampuan Tuhan yang paling kita minta. Maka penuhilah harapan orang yang sudah menyesal atas kesalahannya untuk Anda maafkan. Hukuman apalagi yang dibutuhkan oleh orang yang menyesal (Kahlil Gibran).

Marahi kesalahannya, cintai orangnya.

Mudah-mudahan kita semua menjadi pribadi yang bebas karena memaafkan.


Semoga bermanfaat. Amiin.

Logika Ikhlas, MTGW, Minggu, 14 Agustus 2011

Segmen I :

Hati memiliki pikirannya sendiri.

Jangan ikhlas sebelum terjadi, tapi ikhlas setelah terjadi.

Ikhlas itu akan selalu ada karena akan selalu ada masalah.

Selama kita ingin tumbuh menjadi pribadi yang lebih besar, pasti kita diharuskan ikhlas, karena untuk menjadi pribadi yang besar, Tuhan memberikan masalah.

Masalah adalah anak tangga menuju kebesaran pribadi.

Tuhan memuliakan orang yang memuliakan dirinya.

Banyak orang sedang membangun ingatan yang buruk bagi besok karena tidak menggunakan logika ikhlas yang baik.


Segmen II :

Jangan gunakan bahasa korban karena kita ikhlas menjadi pribadi yang tidak kuat.

Bicara yang gagah pada diri sendiri.

Jangan meratap karena diri sendiri dangan mendengarkan apa yang dikatakan diri sendiri. Respect yourself.

Tidak apa-apa hati tidak ikhlas, asal perilakunya baik. Itu kepalsuan yang baik.

Tidak usah mengharuskan senyum berasal dari hati, biarkanlah hati marah, nanti hati akan mengikuti perilaku wajah Anda.

Yang kita kenakan sangat berpengaruh.

Ubahlah perilaku luar, supaya yang dalam mengikuti.

Orang yang berani bertindak karena ikhlas menerima kemungkinan gagal, akan lebih sering berhasil.


Segmen III :

Ikhlas itu penting untuk menyelesaikan yang sudah terjadi dan meneruskan kehidupan dengan potensi-potensi yang baru.

Tambahkan kata merasa di depan perasaan negatif kita. Misal kita merasa dikhianati.

Kita mungkin memberi alasan untuk dia menyakiti.

Mungkin kita menjadi penyumbang bagi keputusannya yang tidak kita sukai.

Kalau kita ikhlas, kita justru melihat cara-cara memperbaiki diri.

Jadi orang baik itu enak.

Lebih baik mencintai sepenuh hati dan menyerahkan akhir kecintaan kita kepada Tuhan.

Hampir semua keberhasilan kita dalam hidup karena kita bekerja sebaik mungkin dilihat orang.

Keikhlasan itu termasuk menerima bahwa kita tidak mungkin 100% benar, seperti orang tidak mungkin sepenuhnya salah.


Segmen IV :

Banyak orang gagal karena tidak menggunakan kelebihannya, daripada orang yang memiliki banyak kekurangan tapi berfokus pada yang bisa dikerjakannya. Itu ikhlas.

Orang yang melakukan yang bisa dilakukannya, itu orang bersyukur.

Kita dihormati karena menstukuri apa yang bisa kita lakukan lalu menumbuhkannya menjadi kelebihan yang mengindahkan kehidupan orang lain.

Lihat ke diri sendiri, syukuri kelebihan.

Cara mensyukuri kelebihan adalah segera melakukan sesuatu yang bisa kita lakukan.

Hati memiliki kemampuan hebat untuk melupakan.

Jangan sepelekan hati.

Kalau mau melupakan yang buruk, berfokuslah pada yang baik.


Segmen V :

Orang yang sangat mencintai tidak mungkin tidak cemburu.

Cinta harus memiliki.

Tidak mungkin Anda bisa mengelola cemburu itu tanpa logika.

Orang yang merasa cemburu harus sadar bahwa dia sedang kehilangan rasa percaya diri.

Buat dia mengerti tetapi Anda harus tetap percaya diri.

Justru menyatakan bahwa kita sudah ikhlas menandakan bahwa kita belum ikhlas.

Orang ikhlas itu lupa, dia terlalu sibuk melakukan kebaikan.

Ikhlas itu menerima Tuhan dengan segala kebenaran-Nya. Dasar dari semua keikhlasan.

Yang melakukan kebaikan akan mendapatkan kebaikan.

Orang yang beragama seharusnya mudah sekali ikhlas.

Menerima kekurangan adalah awal dari kelebihan.

Kita menjadi lebih kuat karena tampil lebih dari aslinya.

Sehingga kita menjadi pelurus bagi pikiran orang lain, penjernih bagi hati orang lain, dan pengindah bagi perilaku orang lain. Marilah kita membangun kekuatan hidup kita dengan menerima Tuhan beserta seluruh kebenaran-Nya.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

18 Oktober 2011

Ikan yang Tenggelam, MTGW, Minggu, 7 Agustus 2011

Segmen I :

Ikan yang berhenti berenang menolak berlaku sebagaimana difitrahkan.

Kita disebut hidup kalau berupaya.

Banyak orang meyakini yang benar dengan cara yang salah. Tidak melihat haknya berbahagia.

Libatkan diri dalam kehidupan, gagal-lah, karena aku akan diselamatkan lagi.

Jangan menyerah pada kesulitan, sesuatu yang sulit itu hanya masalah waktu. Jangan lihat penderitaannya, lihat naiknya, gembiranya.

Semua masalah jangan dianggap masalah, karena pendapat yang salah tentang hal itu.

Orang kaya yang gagal menukar kegagalannya itu menjadi pengalaman yang bisa dijual.

Kita disebut hidup kalau berupaya dengan berupaya jiwa kita menjadi hidup dan bisa melihat hak kita untuk berbahagia.


Segmen II :

Kita bersedih karena lupa dengan yang sudah kita miliki karena sibuk dengan apa yang belum kita miliki.

Mensyukuri yang sudah kita miliki dan mengupayakan yang belum kita miliki untuk memperkaya kehidupan kita.

Irilah kepada kelebihan orang baik, bersainglah dengan diri sendiri, yang masih malas, suka menunda, meragukan yang kita lakukan, takut dengan masa depan, irilah pada orang-orang ikhlas karena mereka tahu bahwa mereka diberhasilkan, bukan karena dia pandai.

Syukuri apa yang sudah kita miliki sebagai cara untuk mencapai apa yang belum kita miliki.


Segmen III :

Mengalir seperti air tetapi pastikan mempunyai tenaga untuk naik.

Rezeki sudah ada yang mengatur. Tuhan tidak mengatur pada jumlahnya tetapi pada caranya.

Hidup itu abadi, yang sementara hidupnya badan. Jiwa kita abadi.

Orang yang impiannya besar dan tidak dipercaya, itu pujian. Berarti apa yang kita lakukan dan katakan, terlalu senior untuk usia kita sekarang. Jangan kecil hati.

Jangan ajak orang terlibat dalam penderitaannya. Jangan menghibur penderitaan orang untuk menjadikan dia menemukan kenikmatan dari penderitaannya.

Orang yang impiannya besar tetapi tidak dipercaya, dinilai sok tahu, dan sok tua, itu merupakan pujian karena sudah berpikir jauh ke depan.


Segmen IV :

Orang yang berbicara dan ingin didengarkan harus ada nilai dengar. Sesuatu yang didengarkan.

Baca nasihat-nasihat pendek dari orang-orang yang sudah jadi. Mereka menyimpulkan, tidak bicara kompleks tetapi yang dibicarakannya berdampak besar.

Bicara pada waktu yang tepat lebih penting daripada berbicara tepat.

Orang yang hebat adalah seseorang yang jatuh bangun dan jatuh bangun lagi tanpa kehilangan antusiasme.


Segmen V :

Orang yang menggunakan marahnya untuk membaikkan dirinya, menjadi seseorang yang lebih.

Salah satu cara untuk menjadi pribadi yang tidak mudah terluka adalah menjadi pribadi yang terlalu besar untuk dilukai.

Manfaat adalah penggunaan kebaikan kita untuk orang lain.

Selama kita mencari kegunaan untuk diri sendiri, kita belum betul-betul matang. Setelah kta memikirkan cara agar berguna untuk orang maka kita sudah dewasa.

Upaya adalah doa dan tindakan. Upayakan lebih.

Penderitaan adalah perintah memperbaiki diri agar kuat.

Jadilah ikan yang selalu bergerak, jadilah manusia yang selalu berupaya, dan mengambil apa pun yang terjadi. Aroma, sinar, apa pun yang kita sentuh sebagai perintah untuk memperbaiki diri.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

10 Pelajaran Istimewa dari Albert Einstein.

Setiap hari saya mengingatkan diri saya bahwa kehidupan di dalam dan di luar diri saya adalah hasil kerja keras dari orang lain, yang masih hidup dan sudah meninggal, dan saya harus menggunakan diri saya untuk dapat memberikan dengan ukuran yang sama seperti yang telah dan masih saya terima. – Albert Einstein.

Albert Einstein adalah seorang ahli fisika hebat. Dia memecahkan begitu banyak dasar dan persamaan universal yang jauh lebih maju dibandingkan ilmuwan lainnya. Tapi dia juga diingat untuk satu hal lainnya; sebuah kualitas yang membuat orang menyebutnya seorang jenius : kata-katanya. Profesor Einstein adalah seorang filsuf yang benar-benar mengerti hukum sukses dan menjelaskannya seperti dia menjelaskan persamaan. Berikut ini adalah daftar 10 hal dari sekian banyak kata-kata mengagumkan yang telah dikatakannya; 10 kalimat mutiara yang bisa Anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Seseorang yang tidak pernah berbuat salah, tidak pernah mencoba sesuatu yang baru.

Sebagian besar orang tidak mencoba sesuatu yang baru karena mereka takut gagal. Kegagalan adalah sesuatu yang tidak perlu ditakuti. Seringkali seorang pecundang lebih banyak belajar tentang kemenangan dibandingkan seorang pemenang. Kesalahan yang kita lakukan selalu memberi kita kesempatan untuk belajar dan tumbuh.


2. Hanya pendidikan yang tersisa setelah seseorang lupa apa yang telah dipelajarinya di sekolah.

30 tahun dari sekarang, Anda tidak mungkin ingat bab-bab yang telah Anda pelajari di buku sains; Anda hanya mengingat apa yang Anda pelajari dengan cara Anda sendiri. Pelajaran tentang kehidupan akan Anda ingat selamanya. Pendidikan yang sesungguhnya berawal dari dalam diri.


3. Saya seseorang yang dapat mencipta gambar imajinasi saya sendiri. Imajinasi lebih penting dibandingkan pengetahuan. Pengetahuan terbatas. Imajinasi melingkupi dunia.

Saat Anda melihat kembali sudah seberapa jauh manusia datang dari manusia gua hingga menjadi manusia modern, Anda pasti merasakan kekuatan dari imajinasi. Apa yang kita miliki sekarang dibangun dari imajinasi nenek moyang kita. Apa yang akan kita miliki di masa depan, dibangun dari imajinasi kita.


4. Rahasia kreativitas adalah mengetahui bagaimana menyembunyikan sumbernya.

Kreativitas dan keunikan seringkali bergantung sebaik apa Anda menyembunyikan sumbernya. Anda bisa mendapatkan inspirasi dan pengaruh dari orang-orang hebat; tapi saat Anda berada di atas panggung dan seluruh dunia menatap Anda, Anda harus menjadi kekuatan individu yang unik yang mempelajari nilai-nilai berbeda dari orang-orang yang berbeda.


5. Nilai seseorang harus terlihat dari apa yang diberikannya dan bukan dari apa yang dapat diterimanya. Cobalah untuk tidak menjadi seseorang yang sukses, tetapi cobalah menjadi seseorang yang bernilai.

Jika Anda berpikir semua orang hebat di dunia, mereka telah menambah nilai kepada dunia. Anda harus memberi untuk menerima. Saat Anda bermaksud berkontribusi atau menambah nilai kepada dunia, Anda akan dinaikkan ke tingkat kehidupan yang lebih tinggi.


6. Ada dua cara hidup : Anda dapat hidup seperti tidak ada apapun yang ajaib; Anda dapat hidup seperti semua hal ajaib.

Saat tidak ada apapun yang ajaib, Anda akan meningkatkan kekuatan melakukan apa yang Anda inginkan dan Anda tidak terbatasi. Dan saat semua hal ajaib, Anda akan menghargai bahkan hal terindah yang paling kecil di dunia. Berpikir dengan keduanya akan memberikan kehidupan yang produktif dan bahagia untuk Anda.


7. Saat saya melihat diri sendiri dan cara berpikir saya, saya menyimpulkan bahwa saya sangat menghargai fantasi dibandingkan pemikiran abstrak atau positif.

Bermimpi tentang hal-hal besar yang dapat Anda capai adalah kunci ke hidup yang dipenuhi aura positif. Biarkan imajinasi Anda untuk tetap liar dan ciptakan dunia yang Anda inginkan.


8. Untuk menjadi salah satu dari gerombolan domba, seseorang harus menjadi domba itu sendiri.

Jika Anda ingin menjadi seorang pengusaha sukses, Anda harus segera memulai bisnis. Bermimpi menjadi seorang pengusaha, tetapi takut akan konsekuensi, tidak akan membantu. Aturan itu berlaku untuk semua – untuk bisa memenangkan sebuah pertandingan, seseorang harus ikut bermain.


9. Anda harus mempelajari aturan permainan. Lalu Anda harus bermain lebih baik dibandingkan orang lain.

Pelajari aturan permainan Anda dan mulailah bermain sebaik-baiknya. Teruslah bersaing seperti hidup Anda bergantung padanya. Dan setelah beberapa lama, Anda tidak lagi memiliki pesaing kecuali melawan diri Anda sendiri. Saat itulah, lakukan yang terbaik.


10. Yang terpenting adalah jangan berhenti bertanya. Rasa ingin tahu memiliki alasan tersendiri untuk tetap ada.

Orang cerdas selalu bertanya. Tetaplah bertanya pada diri Anda dan orang lain untuk menemukan solusi. Ini akan membantu Anda meningkatkan pengetahuan dan menganalisis pertumbuhan diri Anda di setiap tingkatan kehidupan.


Courtesy of LifeTweak.org

http://www.globalone.tv/profiles/blogs/10-golden-lessons-from-albert

Semoga bermanfaat. Aamiin.

10 Golden Lessons from Albert Einstein.

Every day I remind myself that my inner and outer life are based on the labors of other men, living and dead, and that I must exert myself in order to give in the same measure as I have received and am still receiving - Albert Einstein

Albert Einstein was an amazing physicist. He figured out so many universal principles and equations that he was way ahead of his fellow scientists at any point of time. But he is also remembered for another thing; a quality which made people call him a genius: his words. Prof. Einstein was a philosopher who clearly understood the laws of success and explained them like the way he did with his equations. Here is a list of 10 things out of the numerously wonderful things he had said; 10 golden lessons that you can put to use in your everyday life.

1. A person who never made a mistake never tried anything new.

Most people don’t try new things because of their fear of failure. Failing is not something to be afraid of. It is often the losers who learn more about winning than the winners. Our mistakes always give us opportunities to learn and grow.


2. Education is what remains after one has forgotten what one has learned in school.

30 years from now, you won’t possibly remember what chapters you had in your science book; you’d only remember what you learn on your way. Life lessons stay with you forever. Real education starts from within.


3. I am enough of an artist to draw freely upon my imagination. Imagination is more important than knowledge. Knowledge is limited. Imagination encircles the world.

When you reflect on how far we humans have come from the prehistoric caves to mind-blowing technological advancements, you would feel the power of imagination. What we have now was built from the imagination of our forefathers. What we will have in future will be built from our imagination.


4. The secret to creativity is knowing how to hide your sources.

Creativity and uniqueness often depends on how well you hide your sources. You can get inspired and influenced by other great people; but when you are on stage with the whole world watching, you must become a unique, individual force that learnt different values from different people.


5. The value of a man should be seen in what he gives and not in what he is able to receive. Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value.

If you think of all the top people in the world, they would have added something of value to the world. You must give in order to take. When your purpose is contributing or adding value to the world, you will be elevated to a higher level of living.


6. There are two ways to live: you can live as if nothing is a miracle; you can live as if everything is a miracle.

When nothing is a miracle, you gain the power of doing anything you want and you have no limits. And when everything is a miracle, you stop by to appreciate even the smallest of beautiful things in the world. Thinking both ways will give you a productive and happy life.


7. When I examine myself and my methods of thought, I come to the conclusion that the gift of fantasy has meant more to me than any talent for abstract, positive thinking.

Dreaming about all the great things that you can achieve is the key to a life filled with positivity. Let your imagination run amuck and create the world that you would wish to be in.


8. In order to be an immaculate member of a flock of sheep, one must above all be a sheep oneself.

If you want to become a very successful entrepreneur, you must start a business right away. Wishing to become one, but fearing the consequences will not help. The same applies to everything – in order to win a game, one must above all play the game.


9. You have to learn the rules of the game. And then you have to play better than anyone else.

Learn the rules of your game and start playing it best. Keep competing like your life depended on it. And after a while you will have no one else but you to compete against. At that point, better your best.


10. The important thing is not to stop questioning. Curiosity has its own reason for existing.

Intelligent people ask. Keep questioning yourself and others to find solutions. This will help gain knowledge and analyze your growth in all walks of life.


Courtesy of LifeTweak.org


http://www.globalone.tv/profiles/blogs/10-golden-lessons-from-albert

Semua tentang puasa dari program "Tahukah Anda?"

Puasalah, maka kamu akan sehat.

Dalam satu tahun, manusia perlu waktu untuk menetralisir darah agar sempurna dan baik untuk bisa menjadi manusia yang sehat, dan itu bisa dilakukan dengan berpuasa.

Pengaturan makan harus selalu berpatokan pada 3 J : Jumlah, jadwal, dan jenis.

Jumlah = harus sesuai dengan jumlah porsi makan pada saat tidak berpuasa.

Jadwal = pasti berubah.

Jenis = jenis makanan harus terpilih.

Saat sahur, makanlah makan besar.

Sumber karbohidrat = nasi, roti, kentang, mie. Pilih karbohidrat yang sehat yaitu karbohidrat kompleks = nasi merah, roti gandum.

Saat sahur, makanlah sumber protein, yaitu ikan, ayam, putih telur, tahu, tempe, dan juga jangan lupakan sayuran.

Menjelang imsak, sebaiknya memakan buah dengan seratnya. Seratnya buah banyak di kulitnya. Makan buah dengan kulitnya supaya dengan adanya serat, karbohidrat yang kita makan nanti penyerapannya perlahan.

Karena kalau minum gula, saat imsak, kadar gula dalam darah akan segera melonjak tinggi tapi juga akan segera turun.

Saat kadar gula turun, kita lemas.

Jika makan buah, penyerapannya perlahan. Karena itu, kadar gula naiknya juga perlahan. Turunnya pun akan perlahan.

Maka kebugaran kita akan terjaga.

Pada saat berbuka, kadar gula darah sudah dalam titik terendah, maka harus segera masuk makanan yang mengandung gula supaya kadar gula darah segera naik, tapi jangan pakai gula pasir, sirup, teh manis. Itu tidak sehat, karena semua itu akan merangsang insulin kita bekerja, pankreas bekerja, insulin dikeluarkan, itu tidak bagus.

Kita butuh kadar gula dalam darah naik, tetapi dengan gula yang sehat. Gula yang sehat itu adalah jus buah.

Jus itu hanya sari buah, air saja, sehingga kadar gula darah naiknya cepat, tapi naiknya gula sehat, gula dari buah.

Setelah berbuka dengan jus buah, selesai shalat Maghrib, makan makanan kecil dulu atau silakan makan besar, tapi dengan komposisi lengkap seperti sahur tadi. Makan karbohidrat kompleks = makan nasi merah dengan ikan, ayam tanpa kulit karena kulit ayam kolesterol tinggi. Sayur, buah, shalat tarawih.

Pulang shalat, isi lagi, makanan yang lebih ringan dari makan besar tadi.

Perbanyak minum air putih untuk menggantikan cairan yang hilang saat berpuasa.

Mengkonsumsi madu asli ketika sahur sangat bermanfaat karena madu asli dimetabolisme lambat oleh tubuh sehingga tenaga tetap terjaga.

Saat berbuka sebaiknya tidak berbuka awal dengan es, karena lambbung dalam keadaan panas.

Jika diberi suhu yang ekstrem, bisa mengakibatkan energi tubuh terserap di lambung sehingga tubuh mudah lemas.

Mengajarkan shalat dan puasa, sejak anak usia 7 tahun.

Pendidikan pertama berawal dari rumah. Dari lahir hingga usia 6 tahun.

Ajarkan teladan yang baik, orang tua berpuasa.

Contoh adalah cara mengajar terbaik.

Anak belajar dari pengalaman.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Renungan 1 Menit : Cara untuk Mendaki Gunung oleh Paulo Coelho.

A). Pilih gunung yang ingin Anda daki : jangan perhatikan apa yang orang lain katakan, seperti “gunung yang ini lebih indah” atau “gunung yang ini lebih mudah”. Anda akan menghabiskan banyak energi dan antusiasme untuk mendapatkan tujuan Anda, sehingga hanya Anda-lah yang bertanggung jawab dan yakin dengan apa yang Anda lakukan.

B) Tahu bagaimana mendekatinya : gunung sering dilihat dari jarak yang jauh – indah, menarik, penuh dengan tantangan. Tapi apa yang terjadi saat kita mencoba mendekatinya? Ada banyak jalan, bunga-bunga tumbuh diantara Anda dan tujuan Anda, yang sepertinya terlihat jelas di peta, cukup sulit dalam kehidupan nyata. Jadi, coba semua jalan kecil dan jejak hingga akhirnya suatu hari Anda berdiri di puncak yang Anda ingin raih.

C) Belajar dari seseorang yang sudah mencapai puncak : tak peduli betapapun Anda merasa unik, pasti selalu ada seseorang yang memiliki mimpi yang sama sebelum Anda dan meninggalkan tanda yang bisa membuat perjalanan Anda lebih mudah; tempat-tempat untuk memasang tali, jejak, ranting-ranting yang patah yang membuat perjalanan lebih mudah. Pendakian ini milik Anda, jadi ambil tanggung jawab, tetapi jangan lupa bahwa pengalaman orang lain bisa banyak membantu.

D) Saat dilihat dari dekat, bahaya dapat dikontrol : saat Anda mulai mendaki gunung impian Anda, perhatikan sekeliling. Ada jurang, tentu saja. Ada retakan tidak terlihat di bebatuan gunung. Ada bebatuan yang disemir oleh badai yang sangat licin seperti es. Tetapi jika Anda mengetahui tempat meletakkan setiap langkah Anda, Anda akan mengetahui jebakan dan cara menghindarinya.

E) Pemandangan berubah, jadi nikmatilah : tentu saja, Anda harus memiliki pandangan obyektif – untuk mencapai puncak. Tetapi, saat Anda mendaki, banyak hal yang dapat dilihat, jangan berhenti dulu dan sekali lagi, nikmati pemandangan yang ada di sekitar Anda. Setiap meter yang Anda taklukkan, Anda dapat melihat lebih banyak, jadi gunakanlah untuk menemukan banyak hal yang belum Anda lihat.

F) Hormati tubuh Anda : Anda hanya dapat mendaki gunung jika Anda memberikan perhatian yang dibutuhkan tubuh Anda. Anda memiliki waktu yang telah diberikan oleh kehidupan, sepanjang Anda berjalan tanpa meminta yang tidak dapat diberikan. Jika Anda mendaki terlalu cepat, Anda akan lelah dan menyerah saat mendaki. Jika Anda mendaki terlalu lamban, malam akan datang dan Anda akan tersesat. Nikmati pemandangan, nikmati mata air dingin dan buah yang ditawarkan oleh alam kepada Anda, tetapi tetaplah mendaki.

G) Hargai jiwa Anda : jangan selalu mengulang-ulang kalimat “Saya akan berhasil”. Jiwa Anda telah mengetahui hal itu, yang dibutuhkannya adalah memanfaatkan perjalanan panjang untuk dapat tumbuh, melintasi horison, dan menyentuh langit. Sebuah obsesi sama sekali tidak membantu Anda mencapai impian Anda, dan bahkan menghilangkan rasa menyenangkan dari mendaki. Tapi perhatikan juga : jangan mengatakan “Lebih sulit dari yang saya kira”, karena akan menghilangkan kekuatan di dalam diri Anda.

H) Bersiaplah untuk mendaki satu kilometer lagi : jalan untuk mencapai puncak gunung selalu tampak lebih lama daripada yang Anda kira. Jangan membodohi diri Anda sendiri, momen itu akan tiba saat yang sepertinya sangat dekat ternyata masih sangat jauh. Tapi karena Anda sudah melakukan persiapan, ini bukan masalah.

I) Bahagialah saat Anda mencapai puncak : menangislah, bertepuk tanganlah, berteriaklah ke semua penjuru bahwa Anda berhasil, biarkan angin – angin selalu berhembus di puncak – menjernihkan pikiran Anda, menyegarkan kaki Anda yang lelah dan berkeringat, buka mata Anda, bersihkan debu dari hati Anda. Rasanya sangat nikmat, apa yang telah Anda impikan, visi di kejauhan, saat ini adalah bagian dari hidup Anda, Anda berhasil!

J) Buat sebuah janji : sekarang Anda telah menemukan sebuah kekuatan yang bahkan Anda tidak sadari, katakan sejak saat ini Anda akan selalu menggunakan kekuatan ini. Lebih baik jika juga berjanji untuk menemukan gunung lainnya dan berangkat menuju petualangan selanjutnya.

K) Ceritakan kisah Anda : ya, ceritakan kisah Anda! Berikan contoh. Ceritakan kepada semua orang bahwa semua itu mungkin, dan orang lain akan memiliki keberanian untuk menghadapi gunung mereka sendiri.


Sumber : http://paulocoelhoblog.com/2010/08/11/manual-for-climbing-mountains-3/

Semoga bermanfaat. Aamiin.

1 Minute Reading : Manual for Climbing Mountains, by Paulo Coelho.

A] Choose the mountain you want to climb: don’t pay attention to what other people say, such as “that one’s more beautiful” or “this one’s easier”. You’ll be spending lots of energy and enthusiasm to reach your objective, so you’re the only one responsible and you should be sure of what you’re doing.

B] Know how to get close to it: mountains are often seen from far off – beautiful, interesting, full of challenges. But what happens when we try to draw closer? Roads run all around them, flowers grow between you and your objective, what seemed so clear on the map is tough in real life. So try all the paths and all the tracks until eventually one day you’re standing in front of the top that you yearn to reach.

C] Learn from someone who has already been up there: no matter how unique you feel, there is always someone who has had the same dream before you and ended up leaving marks that can make your journey easier; places to hang the rope, trails, broken branches to make the walking easier. The climb is yours, so is the responsibility, but don’t forget that the experience of others can help a lot.

D] When seen up close, dangers are controllable: when you begin to climb the mountain of your dreams, pay attention to the surroundings. There are cliffs, of course. There are almost imperceptible cracks in the mountain rock. There are stones so polished by storms that they have become as slippery as ice. But if you know where you are placing each footstep, you will notice the traps and how to get around them.

E] The landscape changes, so enjoy it: of course, you have to have an objective in mind – to reach the top. But as you are going up, more things can be seen, and it’s no bother to stop now and again and enjoy the panorama around you. At every meter conquered, you can see a little further, so use this to discover things that you still had not noticed.

F] Respect your body: you can only climb a mountain if you give your body the attention it deserves. You have all the time that life grants you, as long as you walk without demanding what can’t be granted. If you go too fast you will grow tired and give up half way there. If you go too slow, night will fall and you will be lost. Enjoy the scenery, take delight in the cool spring water and the fruit that nature generously offers you, but keep on walking.

G] Respect your soul: don’t keep repeating “I’m going to make it”. Your soul already knows that, what it needs is to use the long journey to be able to grow, stretch along the horizon, touch the sky. An obsession does not help you at all to reach your objective, and even ends up taking the pleasure out of the climb. But pay attention: also, don’t keep saying “it’s harder than I thought”, because that will make you lose your inner strength.

H] Be prepared to climb one kilometer more: the way up to the top of the mountain is always longer than you think. Don’t fool yourself, the moment will arrive when what seemed so near is still very far. But since you were prepared to go beyond, this is not really a problem.

I] Be happy when you reach the top: cry, clap your hands, shout to the four winds that you did it, let the wind – the wind is always blowing up there – purify your mind, refresh your tired and sweaty feet, open your eyes, clean the dust from your heart. It feels so good, what was just a dream before, a distant vision, is now part of your life, you did it!

J] Make a promise: now that you have discovered a force that you were not even aware of, tell yourself that from now on you will use this force for the rest of your days. Preferably, also promise to discover another mountain, and set off on another adventure.

K] Tell your story: yes, tell your story! Give your example. Tell everyone that it’s possible, and other people will then have the courage to face their own mountains.


Taken from : http://paulocoelhoblog.com/2010/08/11/manual-for-climbing-mountains-3/

01 Oktober 2011

Dua orang ibu dengan hp-nya.

Suatu sore sepulang dari kantor, saya melihat seorang ibu sedang mendorong anaknya yang naik sepeda roda 3.

Si ibu sama sekali tidak memperhatikan anaknya, hanya sekadar mendorong sepeda anaknya.

Ya, beliau sedang sibuk ber-sms ria.


Suatu sore sepulang dari kantor, hari yang berbeda tentunya, saya melihat lagi seorang ibu yang sedang menemani anaknya yang bermain jungkat-jungkit.

Si anak duduk di ujung, si ibu juga duduk di ujung satunya lagi, tapi tidak di atas jungkat-jungkit tersebut.

Si ibu memegang ujung jungkat-jungkit dengan satu tangan, dan tangan yang satunya lagi memegang hp, karena beliau sedang berbicara di hp miliknya.


Saya tidak sedang menghakimi kedua ibu tersebut. Saya sedih melihat si anak yang sepertinya tidak mendapatkan perhatian penuh, karena masing-masing ibu sedang sibuk dengan hp-nya.

Saya kembali mengintrospeksi diri, apakah saya juga melakukan hal yang sama terhadap orang-orang di sekitar saya?

Mereka ingin berdiskusi atau berdialog, tetapi saya alpa untuk sekadar menghentikan apa yang sedang saya kerjakan agar saya bisa sepenuhnya berkonsentrasi terhadap teman bicara saya sehingga mereka merasa menjadi orang terpenting di dunia karena saya memperhatikan mereka?

Hmm, masih banyak PR yang harus saya lakukan.

Semoga kita semua bisa menjadi orang yang sepenuhnya memberikan perhatian kepada orang lain. Aamiin.

Kita Harus Belajar, Buku "Dari Pasir Menjadi Mutiara", Jansen Sinamo, Gradien Books.

Kita harus belajar,
bahwa kita tidak dapat memaksa orang lain
bersikap baik pada kita
tapi kita bisa memilih bersikap baik
pada mereka.

Kita harus belajar,
bahwa orang yang berbuat jahat pada kita
adalah orang yang bisa memperkuat
sisi terbaik diri kita.

Kita harus belajar,
bahwa sebaik-baiknya orang lain
mereka pasti pernah melukai perasaan kita
dan untuk itu kita harus memaafkan mereka.

Kita harus belajar,
bahwa mengampuni diri sendiri dan orang lain
tidak saja membebaskan kita dari rasa bersalah
tetapi juga memperbesar hati dan jiwa kita.

Kita harus belajar,
bahwa lingkungan dapat merusak diri kita
tetapi kitalah yang bertanggung jawab penuh
atas semua tindakan kita.

Kita harus belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang kita miliki
tetapi yang penting adalah siapakah kita
sebenarnya
dan untuk apa kita hidup di dunia ini.

Kita harus belajar,
bahwa tak penting apa yang kita alami
yang penting adalah bagaimana kita bersikap
dan bagaimana kita memilih respons.

Kita harus belajar,
bahwa semua jenis penderitaan dan kekecewaan
adalah rahmat yang mengenakan topeng
yang bertujuan untuk membangun diri kita.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

America, The Story of The US, Episode Westward.

AS, bangsa petualang dan penjelajah.

Selalu bergerak maju dan selalu mengatasi masalah, bukan mengabaikannya.

Lemak beruang digunakan sebagai penangkal serangga dan larva lebah sebagai makanan.

Karakter orang AS yang paling menonjol adalah pantang menyerah.

Mereka berjuang dengan gigih, itu tidak mudah, tetapi mereka pantang menyerah.

Rocky Mountains terdiri dari 90 pegunungan, terpisah dengan panjang 4.800 Km.

Percaya diri, tidak takut gagal.

Itu adalah tanah kesempatan. Anda bisa menjadi apa yang Anda inginkan. Anda hanya dibatasi oleh keinginan Anda sendiri.

Aku meninggalkan semua orang yang kuketahui untuk menemukan lagi jati diriku.

Itu adalah esensi impian Amerika. Bawa diri Anda dan cobalah meraih keberhasilan.

Tuhan telah berkehendak bahwa peradaban harus dimulai di tempat ini. Ini adalah kewajiban manusia terhadap sesamanya. Mengubur yang mati.

Mentalitas Barat yaitu mencari, berusaha, dan gagal. Fakta bahwa Anda telah berusaha adalah pengalaman berharga.

Jika kita bekerja keras, kita bisa melakukan apa pun yang kita inginkan. Peluangnya tidak terbatas. - John Legend, musisi.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Bab 2, Ikatan Cinta, Agar Al-Quran Menjadi Teman, Dr. Majdi al-Hilali, Zaman.

Pembangkangan Manusia

Sungguh hebat berita tentang Aku, jin, dan manusia; Aku yang menciptakan, tetapi bukan Aku yang disembah; Aku yang melimpahkan rezeki, tetapi bukan kepada Aku mereka bersyukur; kebaikan-Ku kepada manusia tidak pernah putus, tetapi kejahatan mereka terus berlangsung. Apakah Aku wajib memberi nikmat kepada mereka, padahal Aku sama sekali tidak butuh mereka? Mereka membenci-Ku, marah kepada-Ku, padahal mereka tidak bisa hidup tanpa Aku!

Siapa yang menghadap-Ku, akan Ku-sambut sejak dari jauh. Siapa berpaling dari-Ku, akan Ku-seru dia dari dekat. Siapa meninggalkan sesuatu karena Aku, Ku-beri ia tambahan yang banyak. Siapa menginginkan ridha-Ku, Aku akan berkehendak seperti yang dia kehendaki. Siapa bertindak dengan daya dan kekuatan-Ku, akan Ku-buat besi melunak untuknya.

Ahli zikir berhak duduk bersama-Ku, ahli syukur berhak mendapat tambahan-Ku, ahli taat berhak meraih kemuliaan-Ku, ahli maksiat tidak akan Ku-jauhkan dari rahmat-Ku. Jika bertobat, mereka adalah kekasih-Ku, sebab Aku mencintai orang-orang yang bertobat dan menyucikan diri. Jika menolak bertobat, Aku akan menyucikan mereka; Ku-uji mereka dengan berantai bencana, biar Ku-sucikan mereka dengan beragam aib dan cela.

Siapa memilih-Ku di atas yang lain, Ku-pilih dia di atas yang lain.

Kebaikan di sisi-Ku berlipat sampai sepuluh, tujuh puluh, bahkan berkali-kali lipat. Sedangkan keburukan di sisi-Ku tidak akan berlipat, dan andai disesali dan dimintai ampun kepada-Ku, pasti Ku-ampuni.

Kasih sayang-Ku melampaui amarah-Ku, keramahan-Ku melampaui siksaan-Ku, maaf-Ku melampaui pembalasan-Ku. Aku mengasihi hamba-hamba-Ku jauh melebihi seorang ibu mengasihi anaknya.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Madârij al Sâlîkîn, Ibn al-Qayyim, 1/125, 216.

Mission Possible, MTGW, Minggu, 26 Juni 2011

Segmen I :

Cara terbaik untuk mencapai sesuatu yang tadinya tidak mungkin, segera melakukan yang sekarang mungkin. Karena yang tidak mungkin itu ternyata bergantung pada kelas.

Hidup yang tidak tenang adalah hidup yang isinya adalah kata-kata seandainya.

Yang paling menyiksa adalah sesuatu yang baik tetapi tidak kita lakukan.

Hidup ini isinya pilihan. Seseorang tidak bisa menjadi kuat apabila dia tidak fokus.

Fokus dalam kehidupan akan tercapai apabila kita ikhlas hanya hidup dengan pilihan pertama.

Tidak ada pilihan lain. Lupakan pilihan berikutnya.

Tidak ada pilihan kedua. Yang ada hanya pilihan pertama. Dan yang lain harus Anda lupakan. Janganlah hidup dalam pengandaian mengenai hal-hal yang tidak Anda lakukan.


Segmen II :

Kecewa atau gagal itu nanti.

Orang yang meninggikan atap dari impiannya, akan meningkatkan standarnya, karena dia tidak lagi melihat dirinya biasa.

Begitu kita melihat diri kita sebagaimana bisa jadinya, kita tidak lagi menyepelekan diri kita sekarang, karena orang yang meningkatkan impiannya akan meningkatkan standarnya, dan orang yang meningkatkan standarnya akan menuntut yang terbaik.

Orang yang menuntut yang terbaik, dapat yang terbaik.
Orang yang menuntut apa adanya, dapat apa adanya.

Emosi tidak bisa dikelola, tidak bisa dikendalikan.
Yang bisa kita kendalikan adalah tindakan.

Kita tidak harus beremosi baik untuk bertindak baik, berlaku ramah.

Orang yang damai bukan orang yang tidak punya perasaan.
Orang yang damai itu bisa mendamaikan dirinya.

Kedamaian hati itu tanggung jawab pribadi karena semua kepemimpinan dimulai dari kepemimpinan diri.

Yang menjadikan kita pengkritik itu karena kita menggunakan satu kata : Tapi.

Gunakan kata : dan. Kata Ini yang mengubah kritik kita menjadi harapan.

Mengkritik atasan jangan dilakukan untuk kepentingan pribadi.

Atasan mencintai bawahan yang mengorbankan dirinya untuk melindungi kepentingan atasan. Banyak bawahan menolak perintah karena tidak enak baginya.

Tinggikanlah atap dari impian Anda.


Segmen III :


Pembuka pintu mukjizat di diri kita adalah jika kita berlaku lebih penyayang kepada orang.

Seorang pemimpin dicintai karena kasih sayangnya, tetapi disegani karena tegasnya hukuman.

Kita tidak mungkin menegakkan kebaikan hanya dengan memberi tanpa mengambil kesenangan yang menjadikannya tidak baik.

Ketidaktahuan itu menjadi penyebab utama dari kelemahan hidup.

Orang yang tidak tahu, hidupnya lemah.

Ketidaktahuan yang paling membebaskan kehidupan adalah ketidaktahuan bahwa sesuatu itu tidak mungkin.

Kita telah terdidik untuk tidak mendekati sesuatu yang menurut orang lain tidak mungkin.


Segmen IV :

Lingkungan bisa menjadi penghambat bagi orang-orang biasa.

It's not your size, it's the size of the fight in you.

Keikhlasan menerima kekurangan adalah awal dari kelebihan.

Kepercayaan itu dibangun oleh hal-hal kecil yang dilakukan berulang-ulang sepanjang waktu.

Keramahan melunakkan pukulan.

Citra organisasi ditentukan oleh keselarasan sikap setiap anggotanya.

Semua keberhasilan besar dalam hidup ini dicapai melalui perilaku yang alamiah.


Segmen V :

Jangan jadi orang yang mengganggu kedamaian hati.

Harapan adalah mata untuk melihat yang tidak kelihatan, kekuatan untuk meyakini yang mungkin, ketabahan untuk tetap berjalan setia kepada proses yang baik untuk mencapai kebaikan.

Marilah kita memulai dengan mengabaikan semua pendapat buruk diri kita tentang diri kita sendiri, atau mengabaikan yang mungkin dilakukan orang lain untuk tidak mempercayai, tetapi berlaku sepenuh hati melakukan yang mungkin sekarang kita lakukan untuk mencapai hal-hal yang tadinya kita anggap tidak mungkin.

Kebesaran itu milik Tuhan, maka berlakulah sebagai pribadi yang pantas untuk dibesarkan.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tali Rezeki, MTGW, Minggu, 19 Juni 2011

Segmen I :

Tali rezeki adalah tali yang menghubungkan antara kita dengan pemberi rezeki, yaitu Tuhan.

Syarat pertama untuk dapat rezeki dari Tuhan harus menarik perhatian Tuhan.

Jagalah selalu nama Tuhan agar selalu ada di hati, dan di pikiran dan dalam kesadaran dalam waktu kita bertindak.

Harta utama kita adalah iman. Iman itu kekayaan pertama dan utama.

Kedua, kesehatan.

Ketiga, hati yang bening.

Keempat, pikiran yang jernih.

Kelima, perilaku yang indah, yang baik.

Kalau kita meminta sesuatu belum diberi, kalau kita berprasangka baik kepada Tuhan, itu berarti ada yang belum pantas dari diri kita. Jadilah pribadi yang lebih pantas untuk dimuliakan.


Segmen II :


Komponen tali rezeki :

1. Permintaan.

2. Kepantasan untuk menerima.

3. Menggunakan yang sudah ada sebagai pemungkin.

Pertama, meminta adalah kunci menuju kebahagiaan dan kekayaan yang paling ditelantarkan.

Kemampuan meminta dengan baik kepada manusia mengindikasikan kemampuan berdoa.

Selling is the skill of asking.

Orang yang memperbaiki cara memintanya, sebetulnya memperbaiki rezekinya.

Kedua, banyak orang berlaku tidak pantas untuk diberi.

Ketiga, orang yang mensyukuri yang sudah ada, lalu menggunakannya sebagai pemungkin, lebih mudah diberi.

Syukur itu menjadikan sejelek-jeleknya harta menjadi sebaik-baiknya modal. Jangan keluhkan yang jelek karena yang jelek bisa menjadi yang terbaik kalau itu satu-satunya yang kita miliki.



Segmen III :

Tuhan mencintai yang bekerja keras karena bukti dari iman adalah tindakan.

Tindakan adalah sumber dari rezeki karena yang disebut upaya ada 2 komponen, doa dan tindakan.

Kalau mau perbaiki rezeki, perbaiki tindakan karena kita sudah cukup berdoa.

Anda tidak akan menemukan keindahan kelogisan dari iman kecuali ikhlas menerima Tuhan.


Segmen IV :

Untuk tahu apakah yang diimani kita baik, cek apakah iman kita membebaskan kita untuk menjadi orang yang lebih baik.

Kepada orang yang berbeda pendapat justru kita harus lebih penyayang, supaya dia melihat gunanya menjadi orang baik.

Orang tidak bisa dikatakan beriman sepenuhnya kalau hidupnya tidak teratur.

Orang yang indah itu adalah orang yang membaikkan sesama dan lingkungan alam sekitarnya.



Segmen V :

Orang-orang yang berharap bisnis dari koneksi, berharap koneksinya berlaku tidak adil kepada orang lain.

Kita melihat enaknya orang tidak jujur, tetapi tidak melihat terbakarnya hatinya oleh hal-hal yang tidak baik itu.

Maka bagaimana kalau kita pilih koneksi terbaik dalam hidup ini adalah Tuhan.

Kalau orang tidak berharap Tuhan, dia sebetulnya sedang salah mengerti.

Apabila kita sudah berharap, kita sadari kalau kita agak nakal, datang ke Tuhan kalau kita sedang sedih, dan lupa setelah diselamatkan.

Tugas kita hanya memantaskan diri untuk diberi.

Jadilah pribadi yang bergembira, karena kalau kita jadi apa pun nanti, tapi orang yang perjalanannya gembira ini lebih mudah berhasil.

Karena keberhasilan bukan sampainya, keberhasilan itu kualitas perjalanan.

Yuk kita jadi pribadi yang beriman, yang sehat, yang bening hatinya, jernih pikirannya, dan indah perilakunya.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

The Fear of Failure, Paulo Coelho

Berghs Scool of communication in Stockholm sent me an email to discuss the fear of failure.

And I remember every time I had to present a thesis or a paper, when my schhol asked me to do this, I said, “I have to please my teacher. I had to follow exactly what she or ge taught me.”

That was the wrong approach in my opinion.

So one day I decided to write about things that really touched my heart.

And I remember while I was studying law, that they asked me, I don’t remember exactly what to write the paper for, but I decided to write about Caligula.

The Roman Emperor. And his constant struggle between our good part and our evil part.

And I wrote about Caligula and I said I’m lost.

No body’s going to accept this. I’m going to be, not punished but they are going to give me a very very low degree and it happens exactly the opposite.

They said, “Oh this is quite original.”

And I tell you why I just wrot about Caligula because I was fearing not to follow the teachers instruction.

And at the same time I said I have to break this idea because I have something different to say.

The subject is important but you didn’t really need to follow the guidelines, because the guideline at the end of the day is just to discuss the subject.

So this Caligula paper for me was a turning point and since then my fear of failure, that still exists, because we don’t get rid of this in your lifetime.

But I’m never paralyzed by my fear of failue. I have, but I say,”Ok, I’m doing my best.”

And from that moment that I say I’m doing my best of course I can after sending a new book or a new article or whatever I sent to the publisher or the news paper.

I sit down, I breathe and I say I did my best, I put all my love, I did it with all my heart.

So whether they’re going to like it or not, it is irrelevant, because I liked it. I’m committed to the thing that I did.

And so far nobody has ever refuse it or criticized it.

Because when you put love and enthusiasm into your work, even people didn’t see it, they realize that it is there.

That you did this with all your body and soul.

So what I encourage you to do this. And don’t worry about the fear of failur, it is a human feeling.

The important thing is to move beyond this fear dan to do what you think you should do.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Source : http://paulocoelhoblog.com/2011/06/17/fear-of-failure/

Dikejar Anjing Gila, MTGW, Minggu, 12 Juni 2011.

Segmen I :


Dikejar anjing gila adalah perumpamaan untuk menyegerakan hasil dalam hidup.

Hidup kita dinilai dari banyaknya yang sudah kita selesaikan.

Tidak ada kepura-puraan dalam ketergesaan.

Beda antara beban dan kemampuan menghasilkan kekhawatiran.

Kalau beban lebih besar dari kemampuannya, orang khawatir.

Kalau kekhawatiran tidak dikelola maka kekhawatiran menjadi ketakutan.

Bukan kekhawatirannya yang hebat, tetapi apa yang Anda lakukan supaya Anda khawatir untuk hal-hal yang lebih penting.

Orang bisa diukur dari kekhawatirannya.

Menjadi hebat karena terpaksa. Tidak ada orang yang sempat malas, jaim, atau lebay saat dikejar anjing gila.



Segmen II :

Keadaan terdesak karena proyek yang besar, menyebabkan kita bekerja dengan kemampuan penuh, seperti dikejar anjing gila.

Kalau tidak tercapai target pekerjaan, minta maaf. Maafnya orang yang bekerja keras lebih mudah diterima.

Filsafat bebek, anggun di atas air, giat di bawah air.



Segmen III :


Anjurannya, kalau Anda mau dihargai tinggi di pasar, jangan kelihatan sibuk.

Anggunlah dalam mengerjakan hal-hal yang sulit.

Lakukanlah hal-hal yang hampir tidak bisa dilakukan orang lain dengan cara seperti tanpa upaya.

Itu yang menjadikan Anda sangat dihormati.

Jangan mengeluh kalau Anda banyak pekerjaan. Atau mengeluh di depan umum.

Tampillah anggun. Bekerjalah keras, tapi jangan terlihat tersiksa oleh pekerjaan itu.

Keberanian lebih penting daripada kualitas dalam menyelamatkan diri dikejar anjing gila.

Pertemuan yang menakutkan, menyembunyikan hadiah-hadiah terbaik.



Segmen IV :

Rahasia keberhasilan yang sesungguhnya tidak rahasia. Bekerja keras di setiap kesempatan untuk bekerja.

Dalam keterdesakan, kecepatan bertindak lebih penting daripada ketepatan bertindak.
Karena tidak bertindak dalam waktu genting sudah salah.
Kesegeraan dalam bertindak membangun rasa hormat.

Kepemimpinan turun hormatnya karena lamanya penundaan.
Siapa pun yang cepat bertindak, dijadikan pemimpin.

Kita memiliki otot mental yang bisa lebih kuat dengan berjalannya waktu.
Ada orang yang menanggung beban yang besar dan masih dapat berlaku anggun.

Berorientasilah pada hasil, tapi berfokuslah pada proses.

Perlakukan segala sesuatu itu wajar.


Segmen V :


Jika kita mau berhasil dalam hidup :

1. Jaga kesehatan, termasuk kesehatan mental.

Tidak ada keberhasilan yang berarti kalau kita sakit.

2. Belajar dan bekerja keraslah.

3. Beritahu orang lain apa yang kita bisa lakukan.

Bekerja keraslah untuk mencapai kehidupan yang kita inginkan.

Hiduplah dengan sepenuhnya.
Hidup yang penuh tidak mungkin dibangun dengan keberanian yang setengah-setengah dan dengan keberserahan yang separo-separo.

Keberanian yang penuh mengindikasikan tingginya iman.
Keberserahan yang penuh, menandankan tingginya penerimaan Tuhan di hati kita.

Gunakan keseluruhan diri Anda untuk membahagiakan sesama.

Semoga bermanfaat. Aamiin.