08 Februari 2009

How to be creative part 26 f 26 by Hugh MacLeod

26. Menulis dari hati.

Tidak ada peluru perak. Hanya ada cinta dari Tuhan yang diberikan kepada Anda.

Sebagai penulis profesional, saya tertarik pada bagaimana perbincangan bisa meningkatkan derajat.

Bagaimana komunikasi bisa meningkatkan, x pada kekuatan n, dan sebagainya.

Idealnya, jika Anda di bisnis komunikasi, Anda ingin mengatakan hal yang sama, dengan cara yang sama kepada jutaan audiens seperti yang Anda lakukan pada seorang audiens. Bayangkan kekuatan yang Anda miliki jika Anda berhasil melakukannya.

Tapi sayangnya, tidak begitu caranya.

Anda tidak bisa menyayangi sekelompok orang dengan cara yang sama seperti menyayangi satu orang.

Dan sekelompok orang tidak bisa menyayangi Anda seperti satu orang menyayangi Anda.

Keintiman tidak ada ukurannya. Tidak. Keintiman adalah fenomena orang per orang.

Itu bukan masalah besar. Apakah Anda menulis untuk satu, lima, seribu, sejuta, sepuluh juta orang audiens, hanya ada satu cara untuk benar-benar terhubung. Satu cara yang benar-benar berhasil.

Menulis dari hati.

How to be creative part 25 of 26 by Hugh MacLeod

25. Anda harus menemukan sendiri keahlian Anda.

Lukisan Picasso selalu terlihat seperti Picasso yang melukis. Tulisan Hemingway selalu terdengar seperti Hemingway. Simfoni Beethoven selalu terdengar seperti simfoni Beethoven. Bagian menjadi seorang master adalah belajar menyanyi dengan suara Anda sendiri, bukan suara orang lain.

Tiap seniman mencari momen “A-ha!” besar mereka, apakah mereka seorang master atau bukan.

Saat dimana mereka akhirnya menemukan suara mereka yang sesungguhnya, selamanya.

Untuk saya, saat dimana saya memilih menggambar di belakang kartu nama.

Orang lain, yang lebih terkenal dan terkemuka contohnya adalah Jackson Pollack menemukan lukisan percikan. Atau Robert Ryman menemukan kanvas putih. Andy Warhol menemukan layar sutra. Hunter S. Thompson menemukan Jurnalisme Gonzo. Duchamp menemukan Obyek yang Ditemukan. Jasper Johns menemukan bendera Amerika. Hemingway menemukan ringkasan. James Joyce menemukan prosa aliran kesadaran.

Apakah itu keberuntungan? Mungkin sedikit.

Tapi itu bukan bentuk yang membuat seni hebat. Fakta bahwa entah bagaimana saat bermain dengan hal baru, tiba-tiba mereka menemukan diri mereka sendiri dapat melibatkan diri mereka sepenuhnya ke dalam hal itu.

Saat itulah, hal tersebut menjadi “keahlian” mereka, suara mereka yang sesungguhnya.

Pada hal itulah orang-orang merespons. Rasa kemanusiaan, bukan bentuknya. Suara, bukan bentuknya.

Libatkan diri Anda seutuhnya, dan Anda akan menemukan suara Anda yang sesungguhnya. Tahan diri Anda, maka Anda tidak akan menemukannya. Sesederhana itu.

How to be creative part 23 of 26 by Hugh MacLeod

24. Jangan khawatir tentang menemukan inspirasi. Pada akhirnya akan muncul.

Inspirasi datang mendahului keinginan untuk mencipta, bukan sebaliknya.

Salah satu alasan saya menggambar kartun di belakang kartu nama adalah karena saya dapat dengan mudah membawanya. Tinggal di pusat kota, Anda menghabiskan banyak waktu berjalan kaki di sekitar kota. Saya menginginkan bentuk seni yang sempurna untuk itu.

Jadi, jika saya sedang berjalan-jalan dan tiba-tiba saya ingin menggambar sesuatu. Saya bisa duduk di kursi taman atau kafe terdekat, mengeluarkan kartu nama kosong dari tas saya dan sibuk menggambar. Tanpa gangguan. Mudah. Tidak merepotkan. Saya suka.

Sebelumnya, saat saya menggambar lebih besar, setiap kali saya mendapatkan ide saat berjalan-jalan, saya harus menghentikan apa yang saya lakukan dan kembali ke studio saya saat inspirasi masih ada di kepala saya. 9 dari 10 momen inspirasi terlupakan begitu saja saat saya kembali ke studio, mengubah seluruh kegiatan menjadi sia-sia. Tentu, saya menggambar, tapi selalu seperti menggambar ingatan, bukan sesuatu yang sedang terjadi.

Jika Anda mengatur hidup Anda dengan cara Anda harus mempermasalahkan antara mendapatkan ide dan bekerja, Anda meletakkan kereta di depan kuda. Anda mungkin menciptakan banyak kontraproduktif, “Saya, seniman, harus mencipta, saya harus meninggalkan melodrama turunan. Tidak menarik bagi Anda atau orang lain.”

Anda harus menemukan cara agar bisa dengan mudah memanfaatkan momen-momen inspirasi Anda. Momen-momen itu tidak pernah datang di waktu yang ideal, ataupun berlangsung lama.

Sebaliknya, seharusnya kita juga tidak resah terlalu banyak tentang “hambatan penulis,” “hambatan artis, “ atau semacamnya. Jika Anda memandang kertas kosong dan tidak ada yang datang pada Anda, lakukan saja hal yang lain. Hambatan penulis hanya sebuah gejala perasaan seperti tidak ada yang dapat Anda katakan, dikombinasikan dengan ide yang agak aneh bahwa Anda harus merasa butuh mengatakan sesuatu.

Kenapa? Jika Anda memiliki apa yang ingin dikatakan, katakan saja. Jika tidak, nikmati keheningan saat masih ada. Suara-suara akan segera datang kembali. Sementara itu, sebaiknya Anda kembali menuju ke dunia luas, berpetualang, mengisi kembali sumur Anda. Mencoba mencipta saat Anda tidak ingin seperti berbicara hanya untuk berbicara. Itu tidak benar-benar berbicara, hanya seperti bergumam.

04 Februari 2009

How to be creative part 23 of 26 by Hugh MacLeod

23. Mencemaskan tentang “Untung lawan Seni” adalah hal yang sia-sia.

Anda bisa memperdebatkan tentang “keadaan yang memalukan dari Surat Amerika” hingga sapi-sapi pulang. Mereka mengeluh tentang hal ini di tahun 1950 dan mereka akan mengeluh tentang hal ini juga di tahun 2050.

Ini jalan mulus, dan bukan tempat di mana seseorang akan muncul dengan masukan-masukan baru dan menghancurkan dunia.

Tapi kebayakan orang senang tenggelam di dalamnya karena mencegah mereka melakukan perjalanan ke daerah yang tidak dikenal. Tempat yang aman. Mengizinkan Anda untuk memiliki emosi dan pendapat kuat tanpa risiko untuk diri Anda. Tanpa Anda harus melakukan pekerjaan berat sebenarnya dalam membuat dan menjual sesuatu yang Anda percayai.

Bagi saya, ini bukan mengenai apakah Tom Clancy berhasil menjual banyak buku atau seseorang pemenang hadiah Nobel menjual sangat sedikit. Semua itu hanya sandi rahasia, pengalih perhatian. Bagi saya, ini mengenai apa yang akan Anda lakukan dengan sedikit waktu yang Anda miliki di dunia. Kriteria yang berbeda.

Sejujurnya, bagaimana seseorang dibesarkan dan mengembangkan kedaulatan kreatifnya dengan atau tanpa bantuan dunia, menurut saya adalah subyek yang lebih menarik.

How to be creative part 22 of 26 by Hugh MacLeod

22. Tak ada yang peduli. Lakukan saja sendiri.

Setiap orang terlalu sibuk dengan hidup mereka sendiri untuk peduli tentang buku, lukisan atau naskah drama Anda dan sebagainya, terutama jika Anda belum berhasil menjualnya. Dan orang-orang yang tidak peduli, Anda juga tidak ingin mereka berada dalam hidup Anda.

Membuat perjanjian besar atas karya kreatif adalah ciuman kematian. Hanya itu yang dapat saya katakan untuk hal ini.

How to be creative part 21 of 26 by Hugh MacLeod

21. Menjual lebih sulit dari yang dibayangkan.

Mencairkan produk Anda untuk membuatnya lebih “menjual” semakin membuat orang tidak tertarik.

Bertahun-tahun lalu, saat hampir lulus kuliah, saya memulainya di agensi, mencari pekerjaan pertama saya.

Suatu hari, direktur kreatif menyetujui saya datang untuk menunjukkan padanya porto folio saya. Hore!

Lalu, saya datang ke kantornya dan memperlihatkan karya-karya saya. Karya-karya saya sangat buruk. Semuanya.

Bayangkan yang terburuk, murahan “Saya biasa mencuci dengan Judso tapi sekarang saya mencuci dengan Rinso ektrem lemon”, omong kosong tawar ibu rumah tangga. Hanya saja lebih buruk dari itu.

Direktur kreatif itu seorang yang baik. Anda bisa melihatnya bahwa dia tidak terlalu memperhatikan karya-karya saya, walaupun dia terlalu sopan untuk mengatakannya. Akhirnya, dia mengakui bahwa karya-karya saya tersebut tidak terlalu berguna untuknya.

“Target pasarnya adalah ibu rumah tangga kelas menengah,” kata saya. “Mereka agak konservatif, jadi saya rasa sebaiknya agak direndahkan…”

“Anda bisa menguranginya setelah Anda mendapatkan pekerjaan dan setelah klien mengejar Anda dengan pemukul panas membara dan mengatakan pada Anda untuk menguranginya,” katanya sambil tertawa. “Sebelum hal itu terjadi, tunjukkan pada saya versi yang lebih terang.”

Hal itu tidak saja terjadi di advertising. Tapi terjadi di manapun.

02 Februari 2009

Ho to be creative part 20 of 26 by Hugh MacLeod

20. Pemilihan media tidak relevan.

Kekuatan setiap media juga merupakan kelemahannya. Setiap bentuk media adalah kumpulan kompromi dasar; satu tidak “lebih tinggi” dari yang lain. Sebuah lukisan tidak banyak berperan; hanya tergantung di dinding. Itulah hal yang terbaik dan terburuk dari lukisan. Film menggabungkan suara, gerakan, fotografi, musik, akting. Itulah hal yang terbaik dan terburuk dari film. Prosa hanya menggunakan susunan kata dalam bentuk linear untuk menyampaikan maknanya. Itulah hal yang terbaik dan terburuk dari prosa.

Saat kuliah, jurusan saya Bahasa Inggris. Saya tidak memiliki cita-cita untuk mengajar, atau menulis; itu pelajaran di mana saya selalu bisa mendapatkan nilai tinggi. Juga, saya suka membaca buku dan menulis makalah, jadi semuanya berjalan lancar untuk saya.

Sebagian besar teman-teman saya memilih jurusan Seni, tapi di situlah kesamaan berhenti. Kami tidak pernah benar-benar menghadiri kelas yang sama. Entahlah, kami bertemu di malam hari dan di akhir pekan, tapi saya tidak pernah benar-benar bersosialisasi dengan teman-teman sekelas saya.

Jadi selalu mengejutkan bagi saya untuk bertemu orang-orang yang memilih jurusan seni, film, drama, arsitektur dan sebagainya. Mereka sepertinya hidup di kantung orang lain. Mereka selalu terlihat bekerja, makan, dan tidur bersama. Banyak sekali terjadi ikatan. Banyak kolaborasi. Banyak pergaulan. Banyak perbincangan tentang kesucian dari keahlian mereka.

Kartun hanya membutuhkan satu orang untuk membuatnya. Begitu juga dengan menulis. Tidak dibutuhkan grup pelukan. Jadi sosialisme berdasarkan kesamaan agak aneh buat saya, bahkan menjadi bagian dari itu terlihat sangat mengerikan.

Saat saya berada di tingkat 2, saya mulai mempublikasikan kartun saya, dan bukan saja proyek kuliah. Tiba-tiba mudah bagi saya untuk bertemu gadis-gadis. Saya merasa sangat bahagia, sungguh, tapi hidup berjalan seperti biasanya.

Saya merasa teman-teman saya berpikir bahwa gambar-gambar kartun itu keren, tapi bukan sesuatu yang mempengaruhi pertemanan kami. Hanya sesuatu yang syaa lakukan di satu sisi, seperti bagaimana orang memperbaiki mobil-mobil tua atau memiliki ruang gelap untuk kamera mereka.
Modus operandi saya, dulu, dan masih sampai sekarang, hanya memiliki hidup normal menjadi manusia bodoh biasa, dengan hobi hebat di satu sisi. Bukan sesuatu yang rumit.

Perilaku ini sepertinya aneh untuk anak-anak jurusan seni yang saya temui. Bentuk pilihan seni mirip agama bagi mereka. Sangat serius. Penting. Itu bagian dari identitas mereka, dan bagi mereka keberadaan kemanusiaan bergantung seluruhnya pada kemampuan mereka mengejar mimpi mereka sebagai profesi yang sangat menghasilkan.

Jangan salah mengerti, saya kenal anak-anak jurusan seni yang sangat brilian. Satu atau dua dari mereka, terkenal sekarang. Dan saya dapat mengetahui jika Anda memiliki bakat istimewa, kebutuhan untuk benar-benar mengejarnya menjadi penting.

Tapi, melihat ke masa lalu, saya juga melihat anak-anak aneh yang menikah dengan pilihan rata-rata mereka untuk alasan yang salah. Bukan karena mereka memiliki sesuatu yang sangat unik atau seorang pelamun, tapi karena hal itu keren. Karena hal itu seksi. Karena hal itu modern. Karena hal itu menjadi pembicaraan di pesta-pesta. Karena hal itu lebih mudah daripada memikirkan mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Saya memiliki 2 pandangan. Di satu sisi saya berpikir bagus jika anak-anak bermain-main dengan ambisi yang sangat tinggi, mungkin satu atau dua orang dari mereka akan mencapainya, mungkin satu atau dua orang dapat melewatinya. Itulah cara menjadi diri Anda seutuhnya dan saya rasa menyenangkan.

Di sisi lainnya, saya ingin mengatakan pada anak-anak itu untuk berhati-hati memilih bentuk seni yang sulit untuk alasan yang salah. Anda bisa mengubahnya saat masih muda, tapi tidak jika masa muda Anda sudah berakhir dan “setan” mulai meminta bayaran. Dan itu tidak menyenangkan. Saya sudah sering melihatnya terjadi pada orang-orang yang baik dan sangat menyedihkan melihatnya.