Yup, "Minute to Win It" adalah sebuah nama game show, yaitu permainan untuk memenangkan sejumlah uang dengan menyelesaikan satu permainan dalam waktu satu menit. Setiap tahapan yang berhasil dilalui, peserta akan memenangkan sejumlah uang.
Tidak, saya tidak akan membahas terlalu jauh mengenai permainannya tetapi ada satu momen di satu episode yang menginspirasi saya.
Sebuah keluarga, 5 kakak beradik, telah menyelesaikan 9 permainan dengan masih memiliki 3 nyawa untuk menyelesaikan tantangan terakhir yang berhadiah 1 juta dolar Amerika.
Mereka telah memenangkan uang sebesar 500 ribu dolar Amerika dan memutuskan untuk terus bermain dan berharap mendapatkan hadiah 1 juta dolar Amerika itu.
Permainan yang harus dimainkan kali ini adalah memantulkan koin 25 sen dari sebuah meja dan memasukkan koin tersebut ke dalam sebuah botol galon dengan jarak sekitar 5 meter.
Bukan permainan yang mudah, saya pikir bahkan mustahil untuk berhasil memasukkan koin tersebut.
Saat saya menonton, kakak beradik tersebut memilih adik bungsu mereka untuk melakukannya pertama kali.
Kata-kata berikutnya yang membuat saya sangat terinspirasi.
Saudara-saudaranya yang lebih tua berteriak kepada adik bungsu mereka, "Bersenang-senang saja, tidak usah memikirkan uangnya, yang penting kau bersenang-senang."
Si adik bungsu tampak sangat bersemangat dan mencobanya. Walaupun berakhir gagal, begitu juga dengan kedua saudaranya yang lebih tua saat mendapat giliran untuk mencobanya, tetapi mereka tetap mendapatkan uang 500 ribu dolar Amerika mereka.
Ya, bersenang-senang. Walaupun uang 1 juta dolar sebagai taruhannya mereka masih bisa mengatakan untuk selalu bersenang-senang.
Berapa banyak dari kita yang terlalu serius menghadapi hidup sehingga lupa bersenang-senang dan lebih santai dalam menghadapinya. Saya melihatnya sebagai cara untuk tidak terlalu serius, terlalu merencanakan hidup sehingga tidak boleh ada apapun dari rencana kita yang salah dan hidup harus selalu sesuai dengan yang kita rencanakan.
Hidup tidak bisa selalu sesuai dengan harapan kita, tetapi kita selalu bisa menerimanya dengan hati lapang.
Lebih santai yuk teman dalam menghadapi hidup, dengan begitu kita akan memiliki pikiran yang lebih tenang untuk bisa menikmati hidup ini. Aamiin.
20 Juli 2012
YOLO, You Only Live Once, MTGW, Minggu, 15 Juli 2012
Segmen I :
Kita hanya hidup satu kali, maka apapun yang dilakukan setengah-setengah, harus dilakukan dua kali.
Karena kita hanya hidup satu kali, tidak ada kesempatan kedua untuk memperbaiki sikap hidup yang setengah-setengah pada kehidupan yang pertama.
Orang yang tidak pernah gagal pasti sombong. Itu sebabnya kita digagalkan sedikit-sedikit supaya kita tidak sombong.
Berarti orang yang tidak sombong aslinya, akan sedikit gagalnya karena tidak perlu disakitkan hatinya, tidak perlu direndahkan untuk menerima bahwa keberhasilan itu kewenangan Tuhan bukan karena kita pandai.
Mudanya seseorang bukan di badan, tetapi di hati.
Keputusan untuk menjadi muda, itu keputusan kita, untuk hidup sepenuhnya.
Orang-orang yang melemah suaranya karena usia, dikompensasi Tuhan dengan kekuatan wibawa dari pilihan kata yang baik. Orang-orang yang katanya benar telah didengarkan bahkan sebelum dia bicara.
Happiness is a state of balance berarti keseimbangan. Orang-orang yang ikhlas dengan pendapatan kecil tetapi memastikan keluarganya bahagia, lebih mudah tumbuh dalam kekayaan yang tidak terlalu mewah tetapi lebih langgeng daripada orang yang mengabaikan perasaan orang lain untuk menjadi sekaya-kayanya tetapi menderita saat cinta lebih penting baginya daripada uang.
Ikhlaslah menjadi pribadi yang seimbang, daripada yang terlalu cepat berusaha menyenangkan orang lain yang jadinya tidak seimbang.
Keberhasilan itu kewenangan Tuhan, bukan karena kita pandai.
Segmen II :
Anda tidak bisa tampil maksimal tanpa menjadi LEBAY. Orang-orang lebay lebih gayanya, lebih kreativitasnya, lebih kata-katanya, lebih ekspresif.
Tetapi perhatikan semua yang tampil di TV, apakah orang yang pas-pasan? Selalu yang lebih. Selalu yang menurut orang lain yang iri, dia lebay.
Bagi anak muda yang sering dicemooh lebay, katakanlah, "Biar aku lebay, karena rencanaku adalah lebih berhasil daripada orang yang mengatakan aku lebay."
Rasa rindu berarti ada keinginan untuk sampai. Anak-anak paling gampang dibuat rindu. Pertama kali, masukkan rasa senang. Begitu kesenangan ini keluar, mereka merindukannya. Itu sebabnya, bagi ibu, yang bekerja, dalam waktu pendeknya dengan anaknya, penuh dengan kesenangan sehingga anaknya merindukan kehadiran ibunya.
Buatlah anak-anak merindukan sesuatu yang baik. Suruh, perintah, ajak anak-anak melakukan sesuatu saat mereka bergembira.
Mengapa hidup kita tidak penuh kegembiraan untuk merindukan sesuatu yang baik? Mengapa yang kita takuti yang mengkhawatirkan, yang tidak membahagiakan? Jangan buat anak-anak takut dimarahi. Buat anak-anak senang diberitahu, diperbaiki saat mereka melakukan kesalahan karena orangtuanya menegurnya dengan cara yang baik.
Orang yang mementingkan dirinya sendiri tidak pernah dipentingkan oleh orang lain.
Kehadirannya disesalkan. Kelahirannya pun mungkin disesalkan. Padahal kita itu menjadi penting karena kita penting bagi kebaikan orang lain.
Orang yang mementingkan dirinya sendiri tidak mungkin bermanfaat bagi orang lain.
Ada 6 hal yang kita sesali pada jam-jam terakhir kehidupan kita:
1. Kurang dekat dengan Tuhan.
2. Cinta yang tidak kita ungkapkan.
Ungkapkan. Lebih baik ungkapkan ditolak daripada tidak pernah tahu ditolak atau tidak.
Penyesalan bisa kita buat sendiri dengan membayangkan penyesalan lalu berlaku supaya tidak menyesal.
Segmen III :
Jika kita membayangkanpenyesalan menjadikan kita sungguh-sungguh.
Kita dibentuk lebih banyak oleh kesalahan daripada ketepatan. Tepat itu risikonya kita sombong. Salah itu langsung rendah hati memperbaiki diri, menjanjikan kecil memberikan besar. Itu orang yang dididik oleh kesalahan.
Kalau hidup itu bisa diulangi, apakah Anda ingin belajar menangani kesalahan baru?
Lebih baik menangani kesalahan yang sama karena sudah tahu caranya. Kalau baru kita belajar lagi.
Kesalahan yang sama itu penting, hanya lakukanlah kesalahan yang sama lebih awal.
Nikmatilah usia muda kalau salah masih wajar.
Jika hidup bisa diulangi akan melakukan kesalahan yang sama lebih awal agar ada kesalahan baru. Usahakan sebelum umur 32.
Lebih baik terbukti bahwa kita salah daripada ragu seumur hidup tidak tahu benar atau salah.
Lebih baik hidup pendek cemerlang daripada redup sepanjang hidup yang belum tentu panjang.
Tugas kita membantu orang mencapai perubahan. Tetapi kalau dia sulit berubah, jangan mengeluh karena terbukti kita juga sulit berubah. Sering kita menuntut orang berubah padahal kita sendiri sulit berubah. Setiap orang pada akhirnya bertanggung jawab pada hidupnya sendiri. Nasihatkan secukupnya, teruskan kehidupan dengan sangat baik. Mudah-mudahan Anda bisa menjadi teladan baginya, sehingga dia tertarik meninggalkan penikmatan penderitaan menjadi penikmatan kesibukan membangun kehidupan yang baik.
Segmen IV :
Banyak orang bekerja dibayar tidak rela. Baik bekerja atau gajinya tidak rela. Makan siangnya lama, tidak pernah tahu ke mana tetapi kalau gajian selalu ada.
Relawan itu di hatinya. Mengenai bayaran itu pasti. Waktu muda, bangunlah kemampuan, bangunlah bukti.
Dari awal, upayakan Anda menjadi pribadi yang pantas dihargai tinggi. Anda harus mahal karena kalau Anda tidak mahal, pengaruh Anda pada publik yang Anda layani juga kecil.
Nilai Anda dibuktikan dalam kehidupan Anda. Jangan berbicara panjang lebar besar tetapi dari kehidupan kecil.
Bangunlah kehidupan yang besar supaya Anda menjadi orang yang berwibawa.
Tugas kita kepada orangtua adalah membahagiakannya, jangan katakan dia salah. Sebagian besar dari kita pendidikannya akan lebih tinggi daripada orangtua. Tetapi, apakah Anda bisa menjamin anak Anda akan sebaik Anda? Kalau tidak, maka hormatilah orangtua karena orangtua adalah pesaing terberat kita.
Mungkin pendapat salah itu belum sesuai dengan kesukaan Anda. Suka, belum tentu yang Anda butuhkan.
Jadi kalau begitu, patuhi saja, kalau ada yang salah menurut Anda, dengarkan dengan baik, lakukan yang baik. Kalau Anda salah, minta maaf. Kalau Anda betul, katakan, "Betul, Mama", walaupun nasihatnya salah. Tugas kita adalah membahagiakannya.
Seperti itu tujuan Anda kepada anak-anak Anda. Membahagiakan Anda dan menurut pada Anda bahkan pada saat Anda salah? Mereka berlaku baik supaya Anda tidak kecewa.
Apabila Anda mencintai diri Anda lebih baik, Anda tidak akan berlaku kejam kepadanya. Anda akan menghargai kesempatan hidup yang lebih baik hari ini.
Mengharapkan masa lalu yang baik, itu tidak mungkin terjadi. Menilai diri Anda karena masa lalu, itu tidak adil karena kita dinilai dari apa yang kita lakukan hari ini, untuk masa depan.
Cara membangun masa lalu yang menyedihkan adalah hidup menyedihkan hari ini karena besok itu dalam dua hari menjadi kemarin.
Segmen V :
Ada 6 hal yang kita sesali pada jam-jam terakhir kehidupan kita:
3. Maaf yang tidak kita mintakan.
Secepatnya minta maaf sebelum anak-anak kita yang memintakan maaf atas nama kita.
4. Terima kasih yang tidak kita sampaikan.
Banyak-banyaklah berterima kasih.
Memberi sebaiknya berterima kasih. Lebih sakit memberi ditolak daripada minta tidak diberi.
Minta maaflah kepada orang-orang yang kita salahi, kemudian berterima kasihlah kepada semua yang menyebabkan kebahagiaan kita.
Terlambat kalau sudah jadi kepala negara baru belajar jujur. Terlambat setelah menjadi panglima baru belajar tegas.
Pikirkan yang baik. Pikirkan yang penting bagi Anda. Waktu Anda membawa kemarahan tentang orang lain, apakah orang itu tahu Anda marah? Lebih banyak tidak tahu dan kalau tahu peduli gak dengan perasaan kita? Tidak, dia menikmati kemarahan kita.
Bangunlah rezeki yang baik karena hanya orang yang rezekinya buruk yang punya waktu untuk mengurusi pembenci dan hanya orang yang rezekinya buruk yang sempat jadi pembenci.
Kalau kita semua membangun kehidupan yang sejahtera, kita lebih memuliakan kebersamaan. Kok mau menjadi pembenci yang dicatat didendami di masa depan.
Bagaimana caranya tidak memikirkan yang buruk-buruk? Jangan dipikirkan.
Bangunlah rezeki yang baik karena hanya orang yang rezekinya buruk yang sempat jadi pembenci.
Segmen VI :
Jadilah orang baik yang sangat powerful.
Tugas kita pertama kali adalah menjadi orang baik yang pandai, jadi orang baik yang berpengaruh, jadi orang baik yang penderma karena kekayaannya, jadi orang baik yang didengar karena kata-katanya. Jadi orang baik tidak ada pilihan.
Pilihan kita adalah seberapa manfaatnya kita bagi kebaikan sesama.
Orang yang beriman hanya takut kepada Tuhan. Terus memulai rencana mengapa takut? Mengirimkan brosur kenapa takut? Mengirimkan surat lamaran mengapa takut? Katanya hanya takut kepada Tuhan.
Kembalikan rasa takut Anda hanya kepada Tuhan lalu hiduplah betul-betul sebagai jiwa yang ikhlas imannya dengan hanya takut kepada Tuhan dan berani melakukan apapun dan pada siapapun yang selain Tuhan.
Bukankah itu pilihan yang mudah? You only live once.
Ada 6 hal yang kita sesali pada jam-jam terakhir kehidupan kita:
5. Kurangnya waktu dengan keluarga.
6. Risiko yang tidak kita ambil.
Saya hidup sebagai seorang yang kecil yang keberaniannya kecil padahal Tuhannya Maha Besar.
Jadilah sesuatu yang penting karena hidup ini sekali. You only live once.
Segmen VII :
Lebih baik salah dalam keberanian daripada tidak pernah betul dalam keraguan.
Jangan memilih sesuatu karena Anda yakin itu benar. Pilihlah sesuatu yang paling bisa segera Anda lakukan.
Kalau salah perbaiki. Tetapi semua orang yang berhasil selalu karena sabar dalam menghadapi kegagalan.
Orang-orang yang takutnya hanya kepada Tuhan, logisnya dia berani kepada yang selain Tuhan. Berarti orang yang berani itu beriman karena dia menghadapi segala sesuatu selain Tuhan dengan berani dan Tuhan menghadiahi orang yang berani dengan hal-hal yang tidak mungkin dicapainya dengan apapun yang namanya keajaiban. Itu sebabnya orang-orang yang berani sering menerima keajaiban.
Orang-orang yang berani hidupnya lebih besar daripada ukuran kemanusiaannya. Orang-orang berani itu harus Anda. Because you only live once.
Jelas sekali bahwa kehidupan yang tidak dihidupi dengan berani bukan kehidupan orang yang beriman.
Rezeki sudah diatur tetapi bukan satu jumlah tetapi banyak cara.
Karena kita hidup sekali, jangan coba-coba jadi orang biasa. Tidak enak menjadi orang biasa. Hidup ini memang sulit, tetapi jadi orang gagal lebih sulit lagi. Memang lebih mudah mengatakan daripada melakukan maka segera lakukan.
You only live once. Live with courage. Test your luck. Uji keberuntungan Anda. Sudah ber-Tuhan dan Beliau menjamin orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada kekuasaan Tuhan.
Mintalah yang besar, minta didampingi, minta dibantu, minta diberhasilkan, minta dijadikan setenang-tenangnya jiwa yang bermanfaat bagi sebesar-besarnya umat.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Kita hanya hidup satu kali, maka apapun yang dilakukan setengah-setengah, harus dilakukan dua kali.
Karena kita hanya hidup satu kali, tidak ada kesempatan kedua untuk memperbaiki sikap hidup yang setengah-setengah pada kehidupan yang pertama.
Orang yang tidak pernah gagal pasti sombong. Itu sebabnya kita digagalkan sedikit-sedikit supaya kita tidak sombong.
Berarti orang yang tidak sombong aslinya, akan sedikit gagalnya karena tidak perlu disakitkan hatinya, tidak perlu direndahkan untuk menerima bahwa keberhasilan itu kewenangan Tuhan bukan karena kita pandai.
Mudanya seseorang bukan di badan, tetapi di hati.
Keputusan untuk menjadi muda, itu keputusan kita, untuk hidup sepenuhnya.
Orang-orang yang melemah suaranya karena usia, dikompensasi Tuhan dengan kekuatan wibawa dari pilihan kata yang baik. Orang-orang yang katanya benar telah didengarkan bahkan sebelum dia bicara.
Happiness is a state of balance berarti keseimbangan. Orang-orang yang ikhlas dengan pendapatan kecil tetapi memastikan keluarganya bahagia, lebih mudah tumbuh dalam kekayaan yang tidak terlalu mewah tetapi lebih langgeng daripada orang yang mengabaikan perasaan orang lain untuk menjadi sekaya-kayanya tetapi menderita saat cinta lebih penting baginya daripada uang.
Ikhlaslah menjadi pribadi yang seimbang, daripada yang terlalu cepat berusaha menyenangkan orang lain yang jadinya tidak seimbang.
Keberhasilan itu kewenangan Tuhan, bukan karena kita pandai.
Segmen II :
Anda tidak bisa tampil maksimal tanpa menjadi LEBAY. Orang-orang lebay lebih gayanya, lebih kreativitasnya, lebih kata-katanya, lebih ekspresif.
Tetapi perhatikan semua yang tampil di TV, apakah orang yang pas-pasan? Selalu yang lebih. Selalu yang menurut orang lain yang iri, dia lebay.
Bagi anak muda yang sering dicemooh lebay, katakanlah, "Biar aku lebay, karena rencanaku adalah lebih berhasil daripada orang yang mengatakan aku lebay."
Rasa rindu berarti ada keinginan untuk sampai. Anak-anak paling gampang dibuat rindu. Pertama kali, masukkan rasa senang. Begitu kesenangan ini keluar, mereka merindukannya. Itu sebabnya, bagi ibu, yang bekerja, dalam waktu pendeknya dengan anaknya, penuh dengan kesenangan sehingga anaknya merindukan kehadiran ibunya.
Buatlah anak-anak merindukan sesuatu yang baik. Suruh, perintah, ajak anak-anak melakukan sesuatu saat mereka bergembira.
Mengapa hidup kita tidak penuh kegembiraan untuk merindukan sesuatu yang baik? Mengapa yang kita takuti yang mengkhawatirkan, yang tidak membahagiakan? Jangan buat anak-anak takut dimarahi. Buat anak-anak senang diberitahu, diperbaiki saat mereka melakukan kesalahan karena orangtuanya menegurnya dengan cara yang baik.
Orang yang mementingkan dirinya sendiri tidak pernah dipentingkan oleh orang lain.
Kehadirannya disesalkan. Kelahirannya pun mungkin disesalkan. Padahal kita itu menjadi penting karena kita penting bagi kebaikan orang lain.
Orang yang mementingkan dirinya sendiri tidak mungkin bermanfaat bagi orang lain.
Ada 6 hal yang kita sesali pada jam-jam terakhir kehidupan kita:
1. Kurang dekat dengan Tuhan.
2. Cinta yang tidak kita ungkapkan.
Ungkapkan. Lebih baik ungkapkan ditolak daripada tidak pernah tahu ditolak atau tidak.
Penyesalan bisa kita buat sendiri dengan membayangkan penyesalan lalu berlaku supaya tidak menyesal.
Segmen III :
Jika kita membayangkanpenyesalan menjadikan kita sungguh-sungguh.
Kita dibentuk lebih banyak oleh kesalahan daripada ketepatan. Tepat itu risikonya kita sombong. Salah itu langsung rendah hati memperbaiki diri, menjanjikan kecil memberikan besar. Itu orang yang dididik oleh kesalahan.
Kalau hidup itu bisa diulangi, apakah Anda ingin belajar menangani kesalahan baru?
Lebih baik menangani kesalahan yang sama karena sudah tahu caranya. Kalau baru kita belajar lagi.
Kesalahan yang sama itu penting, hanya lakukanlah kesalahan yang sama lebih awal.
Nikmatilah usia muda kalau salah masih wajar.
Jika hidup bisa diulangi akan melakukan kesalahan yang sama lebih awal agar ada kesalahan baru. Usahakan sebelum umur 32.
Lebih baik terbukti bahwa kita salah daripada ragu seumur hidup tidak tahu benar atau salah.
Lebih baik hidup pendek cemerlang daripada redup sepanjang hidup yang belum tentu panjang.
Tugas kita membantu orang mencapai perubahan. Tetapi kalau dia sulit berubah, jangan mengeluh karena terbukti kita juga sulit berubah. Sering kita menuntut orang berubah padahal kita sendiri sulit berubah. Setiap orang pada akhirnya bertanggung jawab pada hidupnya sendiri. Nasihatkan secukupnya, teruskan kehidupan dengan sangat baik. Mudah-mudahan Anda bisa menjadi teladan baginya, sehingga dia tertarik meninggalkan penikmatan penderitaan menjadi penikmatan kesibukan membangun kehidupan yang baik.
Segmen IV :
Banyak orang bekerja dibayar tidak rela. Baik bekerja atau gajinya tidak rela. Makan siangnya lama, tidak pernah tahu ke mana tetapi kalau gajian selalu ada.
Relawan itu di hatinya. Mengenai bayaran itu pasti. Waktu muda, bangunlah kemampuan, bangunlah bukti.
Dari awal, upayakan Anda menjadi pribadi yang pantas dihargai tinggi. Anda harus mahal karena kalau Anda tidak mahal, pengaruh Anda pada publik yang Anda layani juga kecil.
Nilai Anda dibuktikan dalam kehidupan Anda. Jangan berbicara panjang lebar besar tetapi dari kehidupan kecil.
Bangunlah kehidupan yang besar supaya Anda menjadi orang yang berwibawa.
Tugas kita kepada orangtua adalah membahagiakannya, jangan katakan dia salah. Sebagian besar dari kita pendidikannya akan lebih tinggi daripada orangtua. Tetapi, apakah Anda bisa menjamin anak Anda akan sebaik Anda? Kalau tidak, maka hormatilah orangtua karena orangtua adalah pesaing terberat kita.
Mungkin pendapat salah itu belum sesuai dengan kesukaan Anda. Suka, belum tentu yang Anda butuhkan.
Jadi kalau begitu, patuhi saja, kalau ada yang salah menurut Anda, dengarkan dengan baik, lakukan yang baik. Kalau Anda salah, minta maaf. Kalau Anda betul, katakan, "Betul, Mama", walaupun nasihatnya salah. Tugas kita adalah membahagiakannya.
Seperti itu tujuan Anda kepada anak-anak Anda. Membahagiakan Anda dan menurut pada Anda bahkan pada saat Anda salah? Mereka berlaku baik supaya Anda tidak kecewa.
Apabila Anda mencintai diri Anda lebih baik, Anda tidak akan berlaku kejam kepadanya. Anda akan menghargai kesempatan hidup yang lebih baik hari ini.
Mengharapkan masa lalu yang baik, itu tidak mungkin terjadi. Menilai diri Anda karena masa lalu, itu tidak adil karena kita dinilai dari apa yang kita lakukan hari ini, untuk masa depan.
Cara membangun masa lalu yang menyedihkan adalah hidup menyedihkan hari ini karena besok itu dalam dua hari menjadi kemarin.
Segmen V :
Ada 6 hal yang kita sesali pada jam-jam terakhir kehidupan kita:
3. Maaf yang tidak kita mintakan.
Secepatnya minta maaf sebelum anak-anak kita yang memintakan maaf atas nama kita.
4. Terima kasih yang tidak kita sampaikan.
Banyak-banyaklah berterima kasih.
Memberi sebaiknya berterima kasih. Lebih sakit memberi ditolak daripada minta tidak diberi.
Minta maaflah kepada orang-orang yang kita salahi, kemudian berterima kasihlah kepada semua yang menyebabkan kebahagiaan kita.
Terlambat kalau sudah jadi kepala negara baru belajar jujur. Terlambat setelah menjadi panglima baru belajar tegas.
Pikirkan yang baik. Pikirkan yang penting bagi Anda. Waktu Anda membawa kemarahan tentang orang lain, apakah orang itu tahu Anda marah? Lebih banyak tidak tahu dan kalau tahu peduli gak dengan perasaan kita? Tidak, dia menikmati kemarahan kita.
Bangunlah rezeki yang baik karena hanya orang yang rezekinya buruk yang punya waktu untuk mengurusi pembenci dan hanya orang yang rezekinya buruk yang sempat jadi pembenci.
Kalau kita semua membangun kehidupan yang sejahtera, kita lebih memuliakan kebersamaan. Kok mau menjadi pembenci yang dicatat didendami di masa depan.
Bagaimana caranya tidak memikirkan yang buruk-buruk? Jangan dipikirkan.
Bangunlah rezeki yang baik karena hanya orang yang rezekinya buruk yang sempat jadi pembenci.
Segmen VI :
Jadilah orang baik yang sangat powerful.
Tugas kita pertama kali adalah menjadi orang baik yang pandai, jadi orang baik yang berpengaruh, jadi orang baik yang penderma karena kekayaannya, jadi orang baik yang didengar karena kata-katanya. Jadi orang baik tidak ada pilihan.
Pilihan kita adalah seberapa manfaatnya kita bagi kebaikan sesama.
Orang yang beriman hanya takut kepada Tuhan. Terus memulai rencana mengapa takut? Mengirimkan brosur kenapa takut? Mengirimkan surat lamaran mengapa takut? Katanya hanya takut kepada Tuhan.
Kembalikan rasa takut Anda hanya kepada Tuhan lalu hiduplah betul-betul sebagai jiwa yang ikhlas imannya dengan hanya takut kepada Tuhan dan berani melakukan apapun dan pada siapapun yang selain Tuhan.
Bukankah itu pilihan yang mudah? You only live once.
Ada 6 hal yang kita sesali pada jam-jam terakhir kehidupan kita:
5. Kurangnya waktu dengan keluarga.
6. Risiko yang tidak kita ambil.
Saya hidup sebagai seorang yang kecil yang keberaniannya kecil padahal Tuhannya Maha Besar.
Jadilah sesuatu yang penting karena hidup ini sekali. You only live once.
Segmen VII :
Lebih baik salah dalam keberanian daripada tidak pernah betul dalam keraguan.
Jangan memilih sesuatu karena Anda yakin itu benar. Pilihlah sesuatu yang paling bisa segera Anda lakukan.
Kalau salah perbaiki. Tetapi semua orang yang berhasil selalu karena sabar dalam menghadapi kegagalan.
Orang-orang yang takutnya hanya kepada Tuhan, logisnya dia berani kepada yang selain Tuhan. Berarti orang yang berani itu beriman karena dia menghadapi segala sesuatu selain Tuhan dengan berani dan Tuhan menghadiahi orang yang berani dengan hal-hal yang tidak mungkin dicapainya dengan apapun yang namanya keajaiban. Itu sebabnya orang-orang yang berani sering menerima keajaiban.
Orang-orang yang berani hidupnya lebih besar daripada ukuran kemanusiaannya. Orang-orang berani itu harus Anda. Because you only live once.
Jelas sekali bahwa kehidupan yang tidak dihidupi dengan berani bukan kehidupan orang yang beriman.
Rezeki sudah diatur tetapi bukan satu jumlah tetapi banyak cara.
Karena kita hidup sekali, jangan coba-coba jadi orang biasa. Tidak enak menjadi orang biasa. Hidup ini memang sulit, tetapi jadi orang gagal lebih sulit lagi. Memang lebih mudah mengatakan daripada melakukan maka segera lakukan.
You only live once. Live with courage. Test your luck. Uji keberuntungan Anda. Sudah ber-Tuhan dan Beliau menjamin orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada kekuasaan Tuhan.
Mintalah yang besar, minta didampingi, minta dibantu, minta diberhasilkan, minta dijadikan setenang-tenangnya jiwa yang bermanfaat bagi sebesar-besarnya umat.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
16 Juli 2012
Semangat Anak-anak
Hari ini, Senin, 16 Juli 2012, saya melihat beberapa status dari teman saya yang sudah memiliki anak usia sekolah.
Ya, hari ini adalah hari pertama sekolah.
Berbagai status menyatakan bahwa anak-anak kesayangan mereka begitu semangatnya di hari pertama mereka masuk sekolah.
Mengingatkan saya kembali ke masa-masa indah itu. Begitu semangatnya untuk sekolah, tidak bisa tidur, menyiapkan semua keperluan sekolah. Mulai dari tas, buku, kaos kaki, sepatu, hingga baju dan rok sekolah, yang tentunya semuanya baru.
Rasanya tidak ada kekhawatiran tentang apa yang harus dihadapi esok saat akan bersekolah. Yang ada hanya rasa tidak sabar untuk memulai periode baru dalam hidup, periode yang namanya sekolah.
Hal-hal baru sangat menarik untuk anak-anak, tetapi saya ingin tahu ke mana rasa senang atau rasa tertarik atas hal-hal baru di diri kita yang sudah dewasa.
Bukan, saya bukan berbicara tentang benda-benda baru yang kita inginkan, tetapi saya berbicara tentang suasana baru di kantor, misalnya saat kita dipindah ke bagian lain.
Memulai sesuatu yang baru, yang belum kita tahu dan meninggalkan tempat yang sudah nyaman bagi kita akan terasa begitu menakutkan bagi kita yang sudah dewasa.
Ke manakah perginya jiwa kanak-kanak kita yang begitu gembira dengan suasana dan situasi yang baru?
Masing-masing dari kita yang bisa menjawabnya.
Yuk kita kembalikan semangat kanak-kanak kita, untuk selalu menyambut perubahan sebagai kesempatan untuk memulai lagi. Memulai belajar akan hal-hal yang baru sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Aamiin.
Ya, hari ini adalah hari pertama sekolah.
Berbagai status menyatakan bahwa anak-anak kesayangan mereka begitu semangatnya di hari pertama mereka masuk sekolah.
Mengingatkan saya kembali ke masa-masa indah itu. Begitu semangatnya untuk sekolah, tidak bisa tidur, menyiapkan semua keperluan sekolah. Mulai dari tas, buku, kaos kaki, sepatu, hingga baju dan rok sekolah, yang tentunya semuanya baru.
Rasanya tidak ada kekhawatiran tentang apa yang harus dihadapi esok saat akan bersekolah. Yang ada hanya rasa tidak sabar untuk memulai periode baru dalam hidup, periode yang namanya sekolah.
Hal-hal baru sangat menarik untuk anak-anak, tetapi saya ingin tahu ke mana rasa senang atau rasa tertarik atas hal-hal baru di diri kita yang sudah dewasa.
Bukan, saya bukan berbicara tentang benda-benda baru yang kita inginkan, tetapi saya berbicara tentang suasana baru di kantor, misalnya saat kita dipindah ke bagian lain.
Memulai sesuatu yang baru, yang belum kita tahu dan meninggalkan tempat yang sudah nyaman bagi kita akan terasa begitu menakutkan bagi kita yang sudah dewasa.
Ke manakah perginya jiwa kanak-kanak kita yang begitu gembira dengan suasana dan situasi yang baru?
Masing-masing dari kita yang bisa menjawabnya.
Yuk kita kembalikan semangat kanak-kanak kita, untuk selalu menyambut perubahan sebagai kesempatan untuk memulai lagi. Memulai belajar akan hal-hal yang baru sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Aamiin.
14 Juli 2012
From Wedding Ring to Boxing Ring, MTGW, Minggu, 1 Juli 2012
Segmen I :
Cintailah seseorang karena kecantikannya, hanya saja kecantikan itu bukan wajah saja, tapi hatinya, perilakunya.
Perbarui konsep kita mengenai kecantikan, mengenai cinta. Bukan cinta jika mengabaikan semua nasihat baik.
Nasihat mengenai pernikahan paling tidak dibutuhkan sebelum menikah tetapi paling dibutuhkan setelah menikah.
Banyak orang mengabaikan nasihat karena sedang dilumpuhkan oleh cinta. Sebetulnya cinta tidak buta, hanya melumpuhkan logika.
Cara terbaik menghindari pertengkaran dalam pernikahan adalah tidak menikah.
Saat kita jatuh cinta, kita bersiap-siap tampil hanya yang terbaik, pada saat-saat di mana kita tampil terbaik. Persiapan tidak bisa dilakukan setelah menikah. Jadi wajar sekali kalau kekecewaan itu datang setelah pernikahan. Belum lagi pernikahan itu dititipi pesan gengsi orangtua untuk pesta semewah mungkin dengan utang.
Bukan masalah dalam pernikahan yang Anda hindari, tetapi jadilah pribadi yang bahkan lebih lucu, lebih indah, lebih happy karena banyaknya masalah.
Pernikahan itu bukan untuk sempurna-sempurnaan. Pernikahan itu untuk menyempurnakan kedamaian dan kebahagiaan di atas semua masalah.
Segmen II :
Kehidupan ini bukan masalah beban tetapi masalah kita memikulnya. Bukan besarnya beban yang menjadikan masalah, salah cara memikulnya.
Keharusan membangun pernikahan yang indah, itu diharapkan Tuhan. Tetapi kalau kita dalam proses memuliakan wanita itu ada kesalahan, pasti karena caranya.
Kita mudah marah kepada orang yang kita cintai karena banyak dari yang kita harapkan kita anggap sudah dimengertinya.
Ingatlah bahwa orang yang kita cintai itu bukan hanya harus kita cintai tapi dia berhak dicintai.
Sebuah kualitas tidak bisa lepas dari kualitas sebelumnya.
Apabila Anda ingin dilihat penting oleh pasangan Anda, maka jadikanlah dia terpenting bagi Anda.
Segmen III :
Pertengkaran di dalam pernikahan selalu karena adanya salah pilih. Pertama, mungkin karena kita salah pilih orang yang kita nikahi. Atau kita salah memilih cara mencintainya. Lebih sering salah cara mencintainya karena sebaik-baiknya kekasih akan menjadi seburuk-buruknya musuh kalau cara mencintainya salah. Tetapi seburuk-buruknya musuh kalau dicintai bisa menjadi sebaik-baiknya sahabat atau bahkan pasangan hidup.
Jangan kecil hati dengan pilihan kita walaupun dia mengesalkan hati, mengecewakan atau malu-maluin. Apakah Anda mencintainya dengan cara yang menjadikannya menyerahkan diri kepada Anda, bersedia mengubah atau menjadi sebaik-baiknya kekasih bagi Anda.
Mintalah nasihat kepada orang yang sudah pernah mengalaminya.
Orang yang pernikahannya tidak pernah ada masalah itu tidak kelihatan ada masalah. Tidak mungkin ada pernikahan tanpa masalah, sehingga orang yang pernikahannya tidak ada masalah itu hanya kelihatan tidak ada masalah.
Berarti orang-orang ini ahli memisahkan pertengkaran keluarga dengan kebaikan tampil mewakili keluarga. Tampil di depan anak-anak. Anak-anaknya tahu orangtuanya bertengkar tetapi tidak bertengkar dengan cara-cara norak, dengan cara yang saling merendahkan satu sama lain.
Orang yang kelihatan tidak ada masalah berarti pandai. Tanya kepadanya.
Dalam meminta nasihat, sebetulnya kalau kita bijak, kita tidak menilai siapa yang menasihati kita, tetapi kita mengambil yang dikatakannya atau diceritakannya bagi kebaikan kita.
Segmen IV :
Laki-laki yang paling dicintai wanita adalah laki-laki yang meminta maaf walaupun tidak salah.
Laki-laki tidak turun derajatnya hanya karena kita minta maaf walaupun tidak salah.
Tujuan menikah bukan untuk menunjukkan siapa yang benar dan salah tetapi kita ingin membuktikan di hadapan Tuhan bahwa dua makhluk yang sangat berbeda ini bisa membangun kebersamaan yang memuliakan pernikahan.
Persahabatan itu untuk menemukan kegembiraan karena bersama-sama.
Kalau orang menjadi damai dan berbahagia karena bersama-sama, itu namanya sahabat.
Tujuan dari pernikahan adalah bersama-sama sebagai sahabat sampai tua supaya nanti ada anak-anak kecil yang menyebut kita mama dan papa atau eyang putri atau eyang kakung dengan kebanggaan, dengan kemuliaan.
Sebetulnya tidak ada keretakan dalam rumah tangga. Yang ada adalah alasan untuk retak. Perbedaan kebiasaan, perbedaan jam bangun pagi. Karena perbedaan-perbedaan ini kalau digunakan sebagai alasan untuk retak, ada keretakan.
Keretakan dalam pernikahan tidak terjadi kalau kita tidak menjadikan apa pun sebagai alasan.
Untuk itu peganglah ini, dia lebih penting daripada apapun di luar Tuhan.
Pengorbanan untuk membahagiakan kekasih hati kita itu bukan kerugian tetapi hadiah cinta.
Segmen V :
Banyak orang tidak terbuka dengan perasaannya.
Wanita butuh dengar bahwa Anda cinta, bahwa Anda sayang.
Paling susah menikah dengan orang yang tidak terbuka.
Wanita yang cerdik mengumumkan kepemilikan pasangannya di muka umum.
Segmen VI :
Batasan yang Anda yakini menjadi batasan yang nyata.
Orang yang meyakini dirinya tidak bisa akan berperilaku tidak bisa.
Jangan terpaku kepada batasan.
Segmen VII :
Kekecewaan merupakan sebab utama dari mulai menjelasnya perbedaan, keretakan, mentenagai pertengkaran.
Awal dari kekecewaan itu adalah harapan tidak logis sejak masa pacaran.
Jarang sekali orang dalam masa pendekatan itu memperhatikan satu sama lain.
Masing-masing harus mengerti bahwa harapan itu harus disampaikan sebagai permintaan.
Kalau cinta itu penting maka pentingkanlah orang yang Anda cintai. Kalau kebahagiaan Anda penting, bahagiakanlah orang yang Anda cintai. Kalau Anda ingin dikhususkan, khususkanlah dia.
Jangan gunakan tenaga banyak-banyak untuk mengkritik dia yang belum memenuhi standar kita. Beritahu harapan Anda. Tapi berfokuslah menjadikan diri Anda lebih pantas dicintai oleh orang yang lebih berkualitas.
Cegahlah pertengkaran yang menuju kepada perpisahan.
Tujuan pertengkaran Anda harus untuk keharmonisan, untuk sesuai pada tingkat-tingkat yang lebih tinggi.
Jadikan cinta kita kepada wanita atau pria itu sebagai penyatu keindahan dalam pernikahan kita supaya Tuhan mengizinkan dilahirkannya anak-anak yang baik, kemudian cucu-cucu dan yang kemudian menjadi keturunan yang membesarkan kehidupan kita.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Cintailah seseorang karena kecantikannya, hanya saja kecantikan itu bukan wajah saja, tapi hatinya, perilakunya.
Perbarui konsep kita mengenai kecantikan, mengenai cinta. Bukan cinta jika mengabaikan semua nasihat baik.
Nasihat mengenai pernikahan paling tidak dibutuhkan sebelum menikah tetapi paling dibutuhkan setelah menikah.
Banyak orang mengabaikan nasihat karena sedang dilumpuhkan oleh cinta. Sebetulnya cinta tidak buta, hanya melumpuhkan logika.
Cara terbaik menghindari pertengkaran dalam pernikahan adalah tidak menikah.
Saat kita jatuh cinta, kita bersiap-siap tampil hanya yang terbaik, pada saat-saat di mana kita tampil terbaik. Persiapan tidak bisa dilakukan setelah menikah. Jadi wajar sekali kalau kekecewaan itu datang setelah pernikahan. Belum lagi pernikahan itu dititipi pesan gengsi orangtua untuk pesta semewah mungkin dengan utang.
Bukan masalah dalam pernikahan yang Anda hindari, tetapi jadilah pribadi yang bahkan lebih lucu, lebih indah, lebih happy karena banyaknya masalah.
Pernikahan itu bukan untuk sempurna-sempurnaan. Pernikahan itu untuk menyempurnakan kedamaian dan kebahagiaan di atas semua masalah.
Segmen II :
Kehidupan ini bukan masalah beban tetapi masalah kita memikulnya. Bukan besarnya beban yang menjadikan masalah, salah cara memikulnya.
Keharusan membangun pernikahan yang indah, itu diharapkan Tuhan. Tetapi kalau kita dalam proses memuliakan wanita itu ada kesalahan, pasti karena caranya.
Kita mudah marah kepada orang yang kita cintai karena banyak dari yang kita harapkan kita anggap sudah dimengertinya.
Ingatlah bahwa orang yang kita cintai itu bukan hanya harus kita cintai tapi dia berhak dicintai.
Sebuah kualitas tidak bisa lepas dari kualitas sebelumnya.
Apabila Anda ingin dilihat penting oleh pasangan Anda, maka jadikanlah dia terpenting bagi Anda.
Segmen III :
Pertengkaran di dalam pernikahan selalu karena adanya salah pilih. Pertama, mungkin karena kita salah pilih orang yang kita nikahi. Atau kita salah memilih cara mencintainya. Lebih sering salah cara mencintainya karena sebaik-baiknya kekasih akan menjadi seburuk-buruknya musuh kalau cara mencintainya salah. Tetapi seburuk-buruknya musuh kalau dicintai bisa menjadi sebaik-baiknya sahabat atau bahkan pasangan hidup.
Jangan kecil hati dengan pilihan kita walaupun dia mengesalkan hati, mengecewakan atau malu-maluin. Apakah Anda mencintainya dengan cara yang menjadikannya menyerahkan diri kepada Anda, bersedia mengubah atau menjadi sebaik-baiknya kekasih bagi Anda.
Mintalah nasihat kepada orang yang sudah pernah mengalaminya.
Orang yang pernikahannya tidak pernah ada masalah itu tidak kelihatan ada masalah. Tidak mungkin ada pernikahan tanpa masalah, sehingga orang yang pernikahannya tidak ada masalah itu hanya kelihatan tidak ada masalah.
Berarti orang-orang ini ahli memisahkan pertengkaran keluarga dengan kebaikan tampil mewakili keluarga. Tampil di depan anak-anak. Anak-anaknya tahu orangtuanya bertengkar tetapi tidak bertengkar dengan cara-cara norak, dengan cara yang saling merendahkan satu sama lain.
Orang yang kelihatan tidak ada masalah berarti pandai. Tanya kepadanya.
Dalam meminta nasihat, sebetulnya kalau kita bijak, kita tidak menilai siapa yang menasihati kita, tetapi kita mengambil yang dikatakannya atau diceritakannya bagi kebaikan kita.
Segmen IV :
Laki-laki yang paling dicintai wanita adalah laki-laki yang meminta maaf walaupun tidak salah.
Laki-laki tidak turun derajatnya hanya karena kita minta maaf walaupun tidak salah.
Tujuan menikah bukan untuk menunjukkan siapa yang benar dan salah tetapi kita ingin membuktikan di hadapan Tuhan bahwa dua makhluk yang sangat berbeda ini bisa membangun kebersamaan yang memuliakan pernikahan.
Persahabatan itu untuk menemukan kegembiraan karena bersama-sama.
Kalau orang menjadi damai dan berbahagia karena bersama-sama, itu namanya sahabat.
Tujuan dari pernikahan adalah bersama-sama sebagai sahabat sampai tua supaya nanti ada anak-anak kecil yang menyebut kita mama dan papa atau eyang putri atau eyang kakung dengan kebanggaan, dengan kemuliaan.
Sebetulnya tidak ada keretakan dalam rumah tangga. Yang ada adalah alasan untuk retak. Perbedaan kebiasaan, perbedaan jam bangun pagi. Karena perbedaan-perbedaan ini kalau digunakan sebagai alasan untuk retak, ada keretakan.
Keretakan dalam pernikahan tidak terjadi kalau kita tidak menjadikan apa pun sebagai alasan.
Untuk itu peganglah ini, dia lebih penting daripada apapun di luar Tuhan.
Pengorbanan untuk membahagiakan kekasih hati kita itu bukan kerugian tetapi hadiah cinta.
Segmen V :
Banyak orang tidak terbuka dengan perasaannya.
Wanita butuh dengar bahwa Anda cinta, bahwa Anda sayang.
Paling susah menikah dengan orang yang tidak terbuka.
Wanita yang cerdik mengumumkan kepemilikan pasangannya di muka umum.
Segmen VI :
Batasan yang Anda yakini menjadi batasan yang nyata.
Orang yang meyakini dirinya tidak bisa akan berperilaku tidak bisa.
Jangan terpaku kepada batasan.
Segmen VII :
Kekecewaan merupakan sebab utama dari mulai menjelasnya perbedaan, keretakan, mentenagai pertengkaran.
Awal dari kekecewaan itu adalah harapan tidak logis sejak masa pacaran.
Jarang sekali orang dalam masa pendekatan itu memperhatikan satu sama lain.
Masing-masing harus mengerti bahwa harapan itu harus disampaikan sebagai permintaan.
Kalau cinta itu penting maka pentingkanlah orang yang Anda cintai. Kalau kebahagiaan Anda penting, bahagiakanlah orang yang Anda cintai. Kalau Anda ingin dikhususkan, khususkanlah dia.
Jangan gunakan tenaga banyak-banyak untuk mengkritik dia yang belum memenuhi standar kita. Beritahu harapan Anda. Tapi berfokuslah menjadikan diri Anda lebih pantas dicintai oleh orang yang lebih berkualitas.
Cegahlah pertengkaran yang menuju kepada perpisahan.
Tujuan pertengkaran Anda harus untuk keharmonisan, untuk sesuai pada tingkat-tingkat yang lebih tinggi.
Jadikan cinta kita kepada wanita atau pria itu sebagai penyatu keindahan dalam pernikahan kita supaya Tuhan mengizinkan dilahirkannya anak-anak yang baik, kemudian cucu-cucu dan yang kemudian menjadi keturunan yang membesarkan kehidupan kita.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Pesona Maut, MTGW, Minggu, 24 Juni 2012
Segmen I :
Kalau orang menarik bagi orang lain, dia juga menarik kebaikan di orang itu, termasuk menarik rezeki.
Seseorang akan kita sebut mempesona bagi kita kalau di dalam dirinya itu ada hal-hal yang sebetulnya kita impikan.
Seseorang mempesona kalau dia memiliki kualitas-kualitas yang kita inginkan. Jadi kalau orang mau mempesona, dia harus mengerti yang diinginkan orang lain, lalu tampil dengan kualitas yang diinginkan orang lain. Jadi, pesona bisa sangat khusus. Kalau mau tampil mempesona di depan wanita yang kita cintai, pelajari dia. Tahu sekali apa yang membuatnya bahagia. Lalu berlakulah seperti itu atau sebaliknya, jika wanita ingin seorang pria idamannya, jadilah wanita sebagaimana yang diharapkannya.
Pesona adalah kualitas yang ada pada orang lain yang kita rindukan bagi diri kita sendiri.
Pesona yang ditargetkan khusus, misalnya kepada orang tua, apa yang membuat orang tua senang. Banyak anak tidak mengerti apa yang membuat orang tuanya senang. Lalu berlaku yang membuat orang tuanya marah.
Cari dulu daftarnya, ibuku senang kalau apa? Lalu berlakulah dengan satu kualitas yang membuatnya senang.
Lakukan di kantor. Atasan senang kalau anak buahnya tidak banyak bicara, dan menghasilkan. Jadi pesona bagi atasan adalah hasil.
Disempitkan dulu. Cari orang yang selama ini tidak suka kepada Anda, cari yang disukainya lalu berlakulah sepeti itu. Ada yang bertanya, bunglon dong? Ya. Kualitas bunglon telah menjadikannya ada selama ribuan tahun. Kalau bunglon terlalu jelas kelihatan, dia sudah punah.
Jadi kalau begitu, jadilah pribadi yang menyesuaikan diri dengan tuntutan orang lain. Itu tidak jelek.
Orang tertarik kepada orang yang tertarik kepadanya.
Ada keinginan di diri kita untuk menjadi penggembira, menyenangkan orang lain. Berarti orang memperhatikan orang yang memperhatikannya. Sebutkan namanya, orang senang disebut namanya. Tidak ada suara lebih indah daripada nama kita yang disebut oleh orang.
Kalau ada kesempatan membuat orang lebih senang kepada dirinya sendiri, lakukan karena pesona itu membuat orang senang dengan dirinya sendiri.
Seseorang itu mempesona kalau di dalam dirinya ada hal-hal dan kualitas yang kita impikan.
Segmen II :
Semua pesona itu kualitas internal. Penampilan luar itu dampak dari yang ada di dalam.
Hanya orang yang minder tentang sesuatu yang harus tampil berlebihan karena dia khawatir kalau tidak tampil seperti itu tidak diperhatikan dan memang betul. Berarti wanita yang sederhana, bersahaja, itu lebih berfokus pada daya tarik internalnya. Itu sebabnya mereka tidak susah-susah menemukan orang yang mencintainya karena laki-laki itu praktis. Laki-laki itu ingin langsung tahu ini orang baik atau tidak. Karena kehidupan pernikahan itu panjang, dia tidak ingin menikah dengan wanita yang banyak bagasi eksesnya, yang isinya keluhan, ratapan, pembandingan, nanti suaminya dibandingkan dengan orang lain yang lebih mampu, lebih kaya.
Jadi dalam pesona pribadi, yang penting itu yang di dalam. Semakin sederhana seseorang, semakin dia mapan dengan dirinya. Semakin berlebihan seseorang, semakin merasa kurang di dalam.
Tapi, cara untuk melebihkan kebaikan memang harus melebihkan sehingga kadang-kadang kita tampil lebay. Lebay itu tidak jelek ya, lebay itu tanda kelebihan energi, kreativitas, cinta, keberanian. Itu lebay. Banyak orang merasa rendah karena lebay. Lebay itu kelebihan sesuatu dan tidak banyak orang yang hebatpun berani lebay.
Pintu menuju hati laki-laki adalah matanya. Pintu menuju hati wanita adalah telinganya. Itu sebabnya wanita yang mau menarik bagi pria harus menata penampilannya, sehingga enak dilihat dan masuk ke hati.
Wanita itu suka mendengar suara yang baik maka berbicaralah dengan baik.
Wanita harus sangat berhati-hati dengan pria yang berjanji. Oleh sebab karena pintu menuju hati wanita adalah telinganya karena itu wanita rentan dijanjikan janji-janji yang palsu.
Indahkanlah kehidupan Anda dengan tidak gengsi-gengsian lagi. Wanita ingin dipuji, pujilah. Wanita ingin suaminya tertarik, tampillah seindah mungkin, secantik mungkin.
Segmen III :
Dalam pesona maut ini tujuannya agar kita mendapatkan lebih dari yang mudah kita dapatkan.
Kalau orang yang Anda nyatakan cinta menolak, bicara lebih banyak, jual lebih banyak. Sebagian orang kurang mengerti tentang kita karena kita kurang bicara, kurang cerita impian kita, kurang cerita upaya kita.
Waktu jatuh cinta tidak ada orang yang terlihat pandai dan cerdas.
Wanita paling suka pria yang dalam proses menyampaikan cintanya membuat banyak kesalahan.
Wanita suka sekali melihat pria yang kehilangan dirinya dalam proses mencintainya. Berarti itu jujur.
Wanita harus sangat curiga pada laki-laki yang ahli menyatakan cinta karena sudah sering latihan.
Jadi, orang-orang yang berlaku aneh dalam cintanya itu justru dekat di hati.
Tidak ada yang lebih gila dari cinta.
Segmen IV :
Salah satu cara membangun pesona adalah kerjakan apa yang akan menjadikan kita sukses. Wanita menyukai pria yang sukses karena berarti pikiran, hati, dan tindakannya sinkron.
Orang-orang yang berbahagia dan menikmati kehidupan adalah orang yang sangat mempesona.
Yang menjadikan wanita tertarik kepada pria itu bukan kualitasnya tetapi kualitas dalam tindakannya, yang dilakukannya.
Wanita hanya beberapa saat tertarik kepada pria tampan. Ketampanan itu dikalahkan oleh kemapanan karena ketampanan itu hanya kulit wajah yang kebetulan bagus saat muda. Tapi hidup tidak bisa dibayar dengan wajah saja. Itu sebabnya jadilah orang yang berhasil. Kualitas menarik bagi wanita adalah yang kita lakukan dengan kualitas itu.
Tidak usah memiliki kualitas yang hebat. Orang-orang besar, hebat, kaya, mereka memiliki kualitas-kualitas yang biasa, tetapi penggunaannya luar biasa.
Jadi kalau mau menjadi pribadi yang mempesona, syukuri yang sudah ada pada diri Anda, lalu gunakan sebaik-baiknya.
Pesona itu dibentuk. Memang ada orang yang lebih mudah melakukan sesuatu yang menarik perhatian orang lain, tetapi bisa dibangun, bisa dibentuk. Pelajari yang diharapkan oleh orang.
Jadilah pribadi yang memenuhi harapan. Itu sudah pesona. Apapun caranya.
Segmen V :
Orang yang bisa berbicara buruk tentang orang lain akan memburukkan dengan lebih buruk, orang-orang yang putus dari cintanya karena dia pembenci dan tidak ada dendam yang lebih kejam daripada dendam cinta.
Orang-orang yang berbahagia, yang menikmati kehidupan itu mempesona, lalu apa pesona orang yang pembenci?
Tulisan Anda yang memaki di internet itu permanen ada di internet. Orang dengan mudah menemukan kata-kata Anda yang buruk itu saat Anda melamar pekerjaan. Apabila ada yang bisa Anda delete dari komunikasi internet Anda yang tidak baik, delete.
Telah banyak perusahaan didirikan mengumpulkan perilaku buruk online dari orang-orang yang berperilaku buruk.
Cara paling buruk untuk merusak reputasi adalah menjadi pembenci di internet.
Pesona Anda mulai ada dan dikenali orang saat orang mengatakan ooh, biasanya karena Anda melakukan sesuatu.
Wanita paling suka menemukan pria melakukan sesuatu yang tidak lazim.
Yang lebih hebat lagi pesonanya saat orang bilang : wow. Itu kekaguman karena tidak menduga Anda memiliki kualitas itu. Orang yang dikagetkan oleh satu kualitas, biasanya menduga banyak kualitas lain yang belum diketahuinya.
Jadi kalau Anda belum diperhatikan, lakukanlah sesuatu yang membuat orang mengatakan ooh, dan kalau hebat lagi mengatakan wow.
Kalau orang diam yang berjalan adalah dugaan orang. Kata-kata kita kalau tidak berwibawa, lebih baik diam karena orang bodoh yang diam tampil lebih bijak daripada orang sangat terdidik tetapi yang banyak mengeluh.
Daya tarik itu adalah kadang-kadang membiarkan orang lain menduga.
Musuh Anda selalu menduga Anda lebih kuat daripada Anda aslinya.
Pesaing Anda selalu menduga Anda lebih ahli daripada Anda aslinya.
Setiap orang minder. Setiap orang takut dengan komentar orang lain sehingga kenapa Anda ikut-ikut minder?
Mulai sekarang, diam. Bicara hanya kalau memang yang Anda bicarakan bernilai.
Orang yang hanya bicara kalau ada yang salah, akan sangat didengarkan.
Segmen VI :
Yang paling sederhana adalah kesederhanaan yang tidak sederhana dampaknya.
Orang yang mempesona adalah yang tahu yang diharapkan orang lain, lalu menjadikan dirinya pemenuh harapan.
Tuhan akan berbahagia sekali kepada kita kalau kita mengerti yang diharapkan oleh Tuhan dan memenuhi harapan Tuhan.
Yuk kembali ke pribadi yang sederhana, yang tidak berstrategi, yang tidak pelik, yang polos apa adanya, yang percaya bahwa yang memuliakan kita itu Tuhan, bukan orang lain, bukan karena kepalsuan, jadilah pribadi yang sederhana tetapi yang tidak sederhana dampaknya.
Saya haruskan diri saya tertarik kepada orang yang saya hadapi. Banyak orang tidak tertarik karena orang itu tidak menjanjikan keuntungan.
Mulai dari sekarang, itu ilmunya ikhlas, bertemu orang tanpa mengukur dia bisa menguntungkan apa lalu tertarik.
Jangan hindari ketertarikan kepada orang lain, justru tertariklah, tapi jangan kehilangan diri Anda.
Serahkan diri Anda, tetapi jangan kehilangan diri, berarti tetap menjadi pribadi yang anggun, mengagumi.
Segmen VII :
Orang yang hatinya baik mempesona bagi orang baik.
Orang baik diberikan satu kualitas oleh Tuhan untuk juga dibaiki oleh orang jahat. Orang jahat itu kagum kepada orang baik. Sebetulnya orang jahat itu juga iri, juga terpesona pada kebaikan orang yang baik.
Jalur komunikasi pesona itu jalur perasaan.
Kesan dan perasaan itu berbeda. Kesan itu pola pikir. Kesan itu bisa diatur, distrategikan seperti gayanya, bicaranya. Tetapi rasa itu tidak, itu dari hati. Mulai dari sekarang, jangan berfokus pada kesan tetapi pada perasaan baik.
Yuk jadi orang baik. Orang baik itu kehebatannya dijamin Tuhan.
Pesona. Semakin Anda santai, semakin Anda menarik. Bukan yang tegang yang menarik, tetapi yang sangat damai dengan dirinya sendiri.
Yuk jadi pribadi yang damai. Yang dikatakan menjadi diri sendiri adalah jadilah diri Anda yang indah. Tidak ada orang yang gelisah yang bisa menarik. Sabarlah, tidak ada orang marah yang bisa menarik. Memujilah karena tidak ada pembenci yang menarik.
Jadi kalau begitu undangan untuk kembali menjadi pribadi yang baik itu sebetuknya undangan untuk menjadi pribadi yang mempesona, yang menarik dan ini keberhasilan kehidupan.
Sebagai jiwa yang indah, keberhasilan kehidupan Anda adalah waktu Tuhan jatuh cinta kepada Anda.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Kalau orang menarik bagi orang lain, dia juga menarik kebaikan di orang itu, termasuk menarik rezeki.
Seseorang akan kita sebut mempesona bagi kita kalau di dalam dirinya itu ada hal-hal yang sebetulnya kita impikan.
Seseorang mempesona kalau dia memiliki kualitas-kualitas yang kita inginkan. Jadi kalau orang mau mempesona, dia harus mengerti yang diinginkan orang lain, lalu tampil dengan kualitas yang diinginkan orang lain. Jadi, pesona bisa sangat khusus. Kalau mau tampil mempesona di depan wanita yang kita cintai, pelajari dia. Tahu sekali apa yang membuatnya bahagia. Lalu berlakulah seperti itu atau sebaliknya, jika wanita ingin seorang pria idamannya, jadilah wanita sebagaimana yang diharapkannya.
Pesona adalah kualitas yang ada pada orang lain yang kita rindukan bagi diri kita sendiri.
Pesona yang ditargetkan khusus, misalnya kepada orang tua, apa yang membuat orang tua senang. Banyak anak tidak mengerti apa yang membuat orang tuanya senang. Lalu berlaku yang membuat orang tuanya marah.
Cari dulu daftarnya, ibuku senang kalau apa? Lalu berlakulah dengan satu kualitas yang membuatnya senang.
Lakukan di kantor. Atasan senang kalau anak buahnya tidak banyak bicara, dan menghasilkan. Jadi pesona bagi atasan adalah hasil.
Disempitkan dulu. Cari orang yang selama ini tidak suka kepada Anda, cari yang disukainya lalu berlakulah sepeti itu. Ada yang bertanya, bunglon dong? Ya. Kualitas bunglon telah menjadikannya ada selama ribuan tahun. Kalau bunglon terlalu jelas kelihatan, dia sudah punah.
Jadi kalau begitu, jadilah pribadi yang menyesuaikan diri dengan tuntutan orang lain. Itu tidak jelek.
Orang tertarik kepada orang yang tertarik kepadanya.
Ada keinginan di diri kita untuk menjadi penggembira, menyenangkan orang lain. Berarti orang memperhatikan orang yang memperhatikannya. Sebutkan namanya, orang senang disebut namanya. Tidak ada suara lebih indah daripada nama kita yang disebut oleh orang.
Kalau ada kesempatan membuat orang lebih senang kepada dirinya sendiri, lakukan karena pesona itu membuat orang senang dengan dirinya sendiri.
Seseorang itu mempesona kalau di dalam dirinya ada hal-hal dan kualitas yang kita impikan.
Segmen II :
Semua pesona itu kualitas internal. Penampilan luar itu dampak dari yang ada di dalam.
Hanya orang yang minder tentang sesuatu yang harus tampil berlebihan karena dia khawatir kalau tidak tampil seperti itu tidak diperhatikan dan memang betul. Berarti wanita yang sederhana, bersahaja, itu lebih berfokus pada daya tarik internalnya. Itu sebabnya mereka tidak susah-susah menemukan orang yang mencintainya karena laki-laki itu praktis. Laki-laki itu ingin langsung tahu ini orang baik atau tidak. Karena kehidupan pernikahan itu panjang, dia tidak ingin menikah dengan wanita yang banyak bagasi eksesnya, yang isinya keluhan, ratapan, pembandingan, nanti suaminya dibandingkan dengan orang lain yang lebih mampu, lebih kaya.
Jadi dalam pesona pribadi, yang penting itu yang di dalam. Semakin sederhana seseorang, semakin dia mapan dengan dirinya. Semakin berlebihan seseorang, semakin merasa kurang di dalam.
Tapi, cara untuk melebihkan kebaikan memang harus melebihkan sehingga kadang-kadang kita tampil lebay. Lebay itu tidak jelek ya, lebay itu tanda kelebihan energi, kreativitas, cinta, keberanian. Itu lebay. Banyak orang merasa rendah karena lebay. Lebay itu kelebihan sesuatu dan tidak banyak orang yang hebatpun berani lebay.
Pintu menuju hati laki-laki adalah matanya. Pintu menuju hati wanita adalah telinganya. Itu sebabnya wanita yang mau menarik bagi pria harus menata penampilannya, sehingga enak dilihat dan masuk ke hati.
Wanita itu suka mendengar suara yang baik maka berbicaralah dengan baik.
Wanita harus sangat berhati-hati dengan pria yang berjanji. Oleh sebab karena pintu menuju hati wanita adalah telinganya karena itu wanita rentan dijanjikan janji-janji yang palsu.
Indahkanlah kehidupan Anda dengan tidak gengsi-gengsian lagi. Wanita ingin dipuji, pujilah. Wanita ingin suaminya tertarik, tampillah seindah mungkin, secantik mungkin.
Segmen III :
Dalam pesona maut ini tujuannya agar kita mendapatkan lebih dari yang mudah kita dapatkan.
Kalau orang yang Anda nyatakan cinta menolak, bicara lebih banyak, jual lebih banyak. Sebagian orang kurang mengerti tentang kita karena kita kurang bicara, kurang cerita impian kita, kurang cerita upaya kita.
Waktu jatuh cinta tidak ada orang yang terlihat pandai dan cerdas.
Wanita paling suka pria yang dalam proses menyampaikan cintanya membuat banyak kesalahan.
Wanita suka sekali melihat pria yang kehilangan dirinya dalam proses mencintainya. Berarti itu jujur.
Wanita harus sangat curiga pada laki-laki yang ahli menyatakan cinta karena sudah sering latihan.
Jadi, orang-orang yang berlaku aneh dalam cintanya itu justru dekat di hati.
Tidak ada yang lebih gila dari cinta.
Segmen IV :
Salah satu cara membangun pesona adalah kerjakan apa yang akan menjadikan kita sukses. Wanita menyukai pria yang sukses karena berarti pikiran, hati, dan tindakannya sinkron.
Orang-orang yang berbahagia dan menikmati kehidupan adalah orang yang sangat mempesona.
Yang menjadikan wanita tertarik kepada pria itu bukan kualitasnya tetapi kualitas dalam tindakannya, yang dilakukannya.
Wanita hanya beberapa saat tertarik kepada pria tampan. Ketampanan itu dikalahkan oleh kemapanan karena ketampanan itu hanya kulit wajah yang kebetulan bagus saat muda. Tapi hidup tidak bisa dibayar dengan wajah saja. Itu sebabnya jadilah orang yang berhasil. Kualitas menarik bagi wanita adalah yang kita lakukan dengan kualitas itu.
Tidak usah memiliki kualitas yang hebat. Orang-orang besar, hebat, kaya, mereka memiliki kualitas-kualitas yang biasa, tetapi penggunaannya luar biasa.
Jadi kalau mau menjadi pribadi yang mempesona, syukuri yang sudah ada pada diri Anda, lalu gunakan sebaik-baiknya.
Pesona itu dibentuk. Memang ada orang yang lebih mudah melakukan sesuatu yang menarik perhatian orang lain, tetapi bisa dibangun, bisa dibentuk. Pelajari yang diharapkan oleh orang.
Jadilah pribadi yang memenuhi harapan. Itu sudah pesona. Apapun caranya.
Segmen V :
Orang yang bisa berbicara buruk tentang orang lain akan memburukkan dengan lebih buruk, orang-orang yang putus dari cintanya karena dia pembenci dan tidak ada dendam yang lebih kejam daripada dendam cinta.
Orang-orang yang berbahagia, yang menikmati kehidupan itu mempesona, lalu apa pesona orang yang pembenci?
Tulisan Anda yang memaki di internet itu permanen ada di internet. Orang dengan mudah menemukan kata-kata Anda yang buruk itu saat Anda melamar pekerjaan. Apabila ada yang bisa Anda delete dari komunikasi internet Anda yang tidak baik, delete.
Telah banyak perusahaan didirikan mengumpulkan perilaku buruk online dari orang-orang yang berperilaku buruk.
Cara paling buruk untuk merusak reputasi adalah menjadi pembenci di internet.
Pesona Anda mulai ada dan dikenali orang saat orang mengatakan ooh, biasanya karena Anda melakukan sesuatu.
Wanita paling suka menemukan pria melakukan sesuatu yang tidak lazim.
Yang lebih hebat lagi pesonanya saat orang bilang : wow. Itu kekaguman karena tidak menduga Anda memiliki kualitas itu. Orang yang dikagetkan oleh satu kualitas, biasanya menduga banyak kualitas lain yang belum diketahuinya.
Jadi kalau Anda belum diperhatikan, lakukanlah sesuatu yang membuat orang mengatakan ooh, dan kalau hebat lagi mengatakan wow.
Kalau orang diam yang berjalan adalah dugaan orang. Kata-kata kita kalau tidak berwibawa, lebih baik diam karena orang bodoh yang diam tampil lebih bijak daripada orang sangat terdidik tetapi yang banyak mengeluh.
Daya tarik itu adalah kadang-kadang membiarkan orang lain menduga.
Musuh Anda selalu menduga Anda lebih kuat daripada Anda aslinya.
Pesaing Anda selalu menduga Anda lebih ahli daripada Anda aslinya.
Setiap orang minder. Setiap orang takut dengan komentar orang lain sehingga kenapa Anda ikut-ikut minder?
Mulai sekarang, diam. Bicara hanya kalau memang yang Anda bicarakan bernilai.
Orang yang hanya bicara kalau ada yang salah, akan sangat didengarkan.
Segmen VI :
Yang paling sederhana adalah kesederhanaan yang tidak sederhana dampaknya.
Orang yang mempesona adalah yang tahu yang diharapkan orang lain, lalu menjadikan dirinya pemenuh harapan.
Tuhan akan berbahagia sekali kepada kita kalau kita mengerti yang diharapkan oleh Tuhan dan memenuhi harapan Tuhan.
Yuk kembali ke pribadi yang sederhana, yang tidak berstrategi, yang tidak pelik, yang polos apa adanya, yang percaya bahwa yang memuliakan kita itu Tuhan, bukan orang lain, bukan karena kepalsuan, jadilah pribadi yang sederhana tetapi yang tidak sederhana dampaknya.
Saya haruskan diri saya tertarik kepada orang yang saya hadapi. Banyak orang tidak tertarik karena orang itu tidak menjanjikan keuntungan.
Mulai dari sekarang, itu ilmunya ikhlas, bertemu orang tanpa mengukur dia bisa menguntungkan apa lalu tertarik.
Jangan hindari ketertarikan kepada orang lain, justru tertariklah, tapi jangan kehilangan diri Anda.
Serahkan diri Anda, tetapi jangan kehilangan diri, berarti tetap menjadi pribadi yang anggun, mengagumi.
Segmen VII :
Orang yang hatinya baik mempesona bagi orang baik.
Orang baik diberikan satu kualitas oleh Tuhan untuk juga dibaiki oleh orang jahat. Orang jahat itu kagum kepada orang baik. Sebetulnya orang jahat itu juga iri, juga terpesona pada kebaikan orang yang baik.
Jalur komunikasi pesona itu jalur perasaan.
Kesan dan perasaan itu berbeda. Kesan itu pola pikir. Kesan itu bisa diatur, distrategikan seperti gayanya, bicaranya. Tetapi rasa itu tidak, itu dari hati. Mulai dari sekarang, jangan berfokus pada kesan tetapi pada perasaan baik.
Yuk jadi orang baik. Orang baik itu kehebatannya dijamin Tuhan.
Pesona. Semakin Anda santai, semakin Anda menarik. Bukan yang tegang yang menarik, tetapi yang sangat damai dengan dirinya sendiri.
Yuk jadi pribadi yang damai. Yang dikatakan menjadi diri sendiri adalah jadilah diri Anda yang indah. Tidak ada orang yang gelisah yang bisa menarik. Sabarlah, tidak ada orang marah yang bisa menarik. Memujilah karena tidak ada pembenci yang menarik.
Jadi kalau begitu undangan untuk kembali menjadi pribadi yang baik itu sebetuknya undangan untuk menjadi pribadi yang mempesona, yang menarik dan ini keberhasilan kehidupan.
Sebagai jiwa yang indah, keberhasilan kehidupan Anda adalah waktu Tuhan jatuh cinta kepada Anda.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Waktu dan Proses
Yang dibutuhkan sebulir padi untuk tumbuh menjadi beras adalah waktu dan proses.
Tidak mungkin semena-mena atau dalam bahasa kerennya secara instan bisa langsung menjadi beras tanpa disiram, dipelihara dan diberikan pupuk agar tumbuh menjadi padi unggul. Padi unggul yang rasanya enak.
Begitu juga kehidupan kita. Kita harus melalui proses. Tidak ada yang instan. Semuanya harus teruji dengan waktu.
Yuk nikmati prosesnya dan nikmati apa pun yang terjadi kepada kita karena Tuhan tidak mungkin memberikan sesuatu selain tujuannya memuliakan kita.
Tujuan Hidup
Setiap orang memiliki tujuan dalam hidupnya. Mungkin sama, mungkin saja berbeda.
Tetapi yang menjadikan hidup seseorang berarti atau tidak adalah apakah dia berhasil mewujudkan tujuan hidupnya.
Apakah tujuan hidup Anda?
Tujuan hidup saya adalah menjadi orang baik.
Tidak berhenti hanya menjadi orang baik, tetapi menjadi orang baik yang berilmu, yang suka berbagi, membahagiakan orang lain dan menjadi orang baik yang kaya, tidak hanya kaya harta tetapi juga kaya hati.
Aamiin.
02 Juli 2012
Tidak Takut Lagi, MTGW, Minggu, 17 Juni 2012
Segmen I :
Sebagian besar dalam waktu kita, kesadaran kita, kita lebih banyak berkutat dengan rasa takut daripada dalam kegembiraan menyambut kehidupan yang lebih baik.
Pasti ada rahmat dari rasa takut yang belum kita mengerti sehingga kita tidak menyukai rasa takut.
Tidak ada orang tidak takut karena takut itu diciptakan untuk perlindungan kita. Takut itu rahmat. Hanya apapun yang baik kalau digunakan dengan salah menjadi salah. Rasa takut itu melindungi kita dari melakukan kesalahan yang tidak perlu.
Seorang pemberani itu takut sebelum melakukan, selama melakukannya lupa, setelah selesai lebih takut lagi. Pemberani itu mudah dicintai Tuhan karena dia sama penakutnya dengan kita semua. Tetapi dia menggunakan formula ajaib yaitu keberanian adalah rasa takut yang ikhlas bertindak karena dia tahu ada tali yang menghubungkan dirinya dengan Tuhan yang disebut berserah. Sehingga orang takut yang ikhlas dia tahu dia di dalam perlindungan Tuhan. Kalau niatnya baik Tuhan tidak akan menggagalkanku, kecuali ada yang lebih baik bagiku.
Penakut takutnya setiap waktu.
Segmen II :
Saat saya muda saya takut salah maka tidak bertindak, sekarang saya bertindak dengan sebaik-baiknya karena takut salah.
Sikap yang sehat terhadap rasa takut menjadikan kita dibesarkan atau dikerdilkan. Kuncinya adalah apakah Anda bertindak karena rasa takut? Apakah Anda mati tindakannya karena rasa takut? Atau Anda menjadi terbaik tindakannya karena takut gagal? Pilih.
Penghalang pertama bagi seorang profesional yang ingin berbisnis adalah istrinya.
Segmen III :
Sumber pendapatan Anda adalah Anda. Akulah menjadikan diriku dibayar.
Hidup itu bukan untuk ditetapkan pada waktu kita muda dan tidak tahu. Jangan coba-coba menetapkan yang hanya diketahui oleh Tuhan. Tugas kita menjalaninya dengan sabar, dengan tabah, dialami dengan seindah mungkin, rasa takut itu tetap menjadi rasa takut karena tidak dialami. Begitu dialami dia menguap, menjadi bagian dari keberanian kita. Jadi kalau begitu patuh saja kepada kebaikan, jalani, nanti Tuhan yang memilihkan yang menurut Tuhan paling sesuai bagi niat kita sebagai rahmat bagi sesama dan alam.
Segmen IV :
Masa depan tidak otomatis membawa kualitas dari apapun yang terjadi di masa lalu. Masa lalu Anda bukan kualitas otomatis masa depan Anda. Seberantakan apapun masa lalu Anda, masa depan Anda masih bisa dirapikan. MTGW ini ada supaya membantu orang supaya tidak meneruskan sikap yang memberantakkan kehidupan menjadi pemberantak masa depan.
Jadilah pribadi yang hatinya bersih dari dugaan buruk, yang pikirannya bersih dari muslihat yang merugikan orang lain, dan yang tindakannya menggembirakan sesama. Tidak ada orang yang seperti itu yang hidupnya gelap.
Orang yang mau stabil harus mencapai kecepatan tertentu.
Jangan bicara stabilitas kalau Anda tidak bergerak. Tidak ada orang diam yang bisa damai. Semakin Anda cepat bergerak, semakin gangguan perasaan di dunia ini tidak mempan.
Tugas orang tua adalah menyiapkan kecocokan. Orang tua harus memastikan anaknya tidak cocok bagi keburukan. Anak kita harus cocok hanya untuk kebaikan. Orang tua itu harus menyiapkan anak-anaknya bagi sesuatu yang akan membahagiakannya di masa tua.
Segmen V :
Jatuh itu biasa tapi jangan lama berbaring di situ. Berapa banyak dari kita menikmati perasaan sebagai korban.
Tidak apa merasakan berantakan dari waktu ke waktu. Tidak apa, bahkan Tuhan senang melihat kita kehilangan kesombongan, kehilangan PD yang berlebihan lalu meratap seperti digagalkan oleh Tuhan.
Pada saat itulah Tuhan mengatur ulang jigsaw puzzle-nya. Aku terlalu sombong di sini, terlalu yakin di sini, terlalu tergesa, mempercayai orang yang salah, mendengarkan komentar yang tidak ada gunanya. Tidak apa untuk berantakan sekali, dua kali, tetapi pastikan Anda berantakan di depan Tuhan. Jangan berantakan di media sosial.
Kalau begitu, jangan merasa rendah kalau Anda sedang jatuh. Karena, katakan ini, bukan jatuhku yang penting, tapi bangkitku setiap kali aku jatuh.
Yang penting adalah apa yang kita lakukan karena rasa takut itu.
Tidak takut lagi itu karena kita telah meninggalkannya, lebih kuat darinya, mempunyai sistem untuk mencegah terjadinya.
Musuh yang tidak kita takuti betapapun besarnya adalah musuh yang jauh atau musuh yang kita ubah menjadi sahabat.
Takut itu boleh, hanya takutlah untuk sesuatu yang menjadikan kita lebih baik, yang lain katakan aku tidak takut lagi.
Tidak takut lagi berarti orang menjadi mampu. Bukan takutnya yang penting tapi pertumbuhan kemampuan sehingga kita mengatakan tidak takut lagi.
Segmen VI :
Ketakutan karena kelemahan itu karena tidak mensyukuri kekuatan. Orang bersyukur akan melihat kekuatannya. Orang itu kuat bukan berarti karena dia tidak memiliki kelemahan, tetapi karena menggunakan apapun sebagai kekuatan.
Orang-orang yang besar, yang berhasil dalam kehidupan kita bukan orang-orang yang terlengkapi, mereka kadang-kadang bahkan dikurangi, di masa mudanya supaya membangun kekuatan itu di dalam dirinya.
Semangat untuk tidak punya pilihan lain kecuali naik, bukankah itu kekuatan? Maka orang yang bersyukur, banyak yang kelihatan. Yang tadinya kemiskinan dikeluhkan sekarang disyukuri. Tuhanku, ternyata kemiskinan menjadikanku pribadi yang lebih kuat. Jadi marilah kita berterima kasih kepada Tuhan, tetapi jangan lama-lama dimiskinkan supaya kita segera menggunakan kekuatan ini untuk kehidupan sesama.
Orang yang takut masuk ke sesuatu karena takut tidak jujur lagi karena tidak yakin dia bisa bertahan. Bukan lingkungannya, kita.
Kecintaan saya terhadap Tuhan membuat saya takut sekali berlaku tidak jujur.
Janganlah rasa takut Anda untuk tidak berlaku jujur malas memasuki di mana Tuhan bisa memperkaya Anda dengan rezeki yang baik. Masuki. Jadilah orang jujur.
Kejujuran itu tetap penting. Kejujuran itu menjadikan orang-orang baik tumbuh, menjadi sesuatu, membangun sesuatu yang mudah-mudahan berpengaruh kepada kebaikan.
Jangan cegah diri Anda melakukan apapun karena Anda takut ketidakjujuran menguasai Anda. Jadilah pribadi yang lebih kuat dari itu dan katakan, in the name of God, because of God, and for God.
Segmen VII :
Kita ini hidup banyak memikirkan yang belum kita miliki. Dan karena yang belum kita miliki selalu kita anggap lebih baik daripada yang sudah dimiliki, timbul pengeluhan, penyepelean dari yang sedang kita miliki.
Jadi kalau kita ingin kembali ke perasaan yang damai, yang lebih mudah bagi keberanian untuk bersemi adalah mensyukuri yang sudah ada pada kita.
Kenapa nikmat ditambahkan kepada orang yang bersyukur karena banyak orang belum menggunakan yang sudah ada padanya, menginginkan sesuatu yang baru.
Anda hanya membutuhkan diri Anda untuk berhasil. Tidak yang lain-lain.
Kalau ada orang bilang, "Saya dibantu oleh dia". Dia butuh bantuan saya maka dia bantu saya. Jangan pernah minder ya, kalau ada orang membantu Anda. Jangan pernah kehilangan hormat pada diri Anda sendiri. Anda penting. Anda ciptaan Tuhan. Tuhan tidak membuat kesalahan dalam penciptaan.
Tidak takut lagi tidak berarti tidak akan takut untuk tantangan yang lebih besar. Kita mengatakan tidak takut lagi untuk hal-hal yang selama ini menyiksa kita dan mengerdilkan upaya kita.
Yuk kita berfokus kepada yang bisa kita lakukan, bukan pada yang tidak bisa kita lakukan.
Yuk kita juga jangan meresahkan yang sulit. Tetapi, mulai melakukan yang sedang mudah. Semua masalah diciptakan Tuhan mudah pada awalnya, kita memperbesar dan mempersulitnya dengan menunda. Maka cara terbaik untuk menyelesaikan masalah adalah menyelesaikannya seawal mungkin. Itu sebabnya, masalah bukan gangguan tetapi prioritas. Kalau ada masalah segera selesaikan.
Galau itu proses alamiah dari pertumbuhan karena galau adalah jarak antara masa muda yang labil dan masa dewasa yang mapan.
Labil-lah tapi pastikan Anda memenangkan kecepatan baru, melakukan lebih banyak hal, menyapa dengan ramah orang-orang, melakukan hal-hal yang bahkan tidak dibayar, Anda tetap Anda lakukan dengan indah mengapa, Anda mencintai yang Anda lakukan.
Lalu, karena Anda terlalu sibuk hidup dalam keindahan kesegeraan melakukan yang mungkin Anda lakukan, Anda disampaikan oleh Tuhan pada keadaan dan kemampuan yang tadinya Anda pikir tidak mungkin. Lalu Anda berdiri tegak dan gagah dan mengatakan kepada Tuhan, "Terima kasih Tuhan, hari ini aku tidak takut lagi."
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Sebagian besar dalam waktu kita, kesadaran kita, kita lebih banyak berkutat dengan rasa takut daripada dalam kegembiraan menyambut kehidupan yang lebih baik.
Pasti ada rahmat dari rasa takut yang belum kita mengerti sehingga kita tidak menyukai rasa takut.
Tidak ada orang tidak takut karena takut itu diciptakan untuk perlindungan kita. Takut itu rahmat. Hanya apapun yang baik kalau digunakan dengan salah menjadi salah. Rasa takut itu melindungi kita dari melakukan kesalahan yang tidak perlu.
Seorang pemberani itu takut sebelum melakukan, selama melakukannya lupa, setelah selesai lebih takut lagi. Pemberani itu mudah dicintai Tuhan karena dia sama penakutnya dengan kita semua. Tetapi dia menggunakan formula ajaib yaitu keberanian adalah rasa takut yang ikhlas bertindak karena dia tahu ada tali yang menghubungkan dirinya dengan Tuhan yang disebut berserah. Sehingga orang takut yang ikhlas dia tahu dia di dalam perlindungan Tuhan. Kalau niatnya baik Tuhan tidak akan menggagalkanku, kecuali ada yang lebih baik bagiku.
Penakut takutnya setiap waktu.
Segmen II :
Saat saya muda saya takut salah maka tidak bertindak, sekarang saya bertindak dengan sebaik-baiknya karena takut salah.
Sikap yang sehat terhadap rasa takut menjadikan kita dibesarkan atau dikerdilkan. Kuncinya adalah apakah Anda bertindak karena rasa takut? Apakah Anda mati tindakannya karena rasa takut? Atau Anda menjadi terbaik tindakannya karena takut gagal? Pilih.
Penghalang pertama bagi seorang profesional yang ingin berbisnis adalah istrinya.
Segmen III :
Sumber pendapatan Anda adalah Anda. Akulah menjadikan diriku dibayar.
Hidup itu bukan untuk ditetapkan pada waktu kita muda dan tidak tahu. Jangan coba-coba menetapkan yang hanya diketahui oleh Tuhan. Tugas kita menjalaninya dengan sabar, dengan tabah, dialami dengan seindah mungkin, rasa takut itu tetap menjadi rasa takut karena tidak dialami. Begitu dialami dia menguap, menjadi bagian dari keberanian kita. Jadi kalau begitu patuh saja kepada kebaikan, jalani, nanti Tuhan yang memilihkan yang menurut Tuhan paling sesuai bagi niat kita sebagai rahmat bagi sesama dan alam.
Segmen IV :
Masa depan tidak otomatis membawa kualitas dari apapun yang terjadi di masa lalu. Masa lalu Anda bukan kualitas otomatis masa depan Anda. Seberantakan apapun masa lalu Anda, masa depan Anda masih bisa dirapikan. MTGW ini ada supaya membantu orang supaya tidak meneruskan sikap yang memberantakkan kehidupan menjadi pemberantak masa depan.
Jadilah pribadi yang hatinya bersih dari dugaan buruk, yang pikirannya bersih dari muslihat yang merugikan orang lain, dan yang tindakannya menggembirakan sesama. Tidak ada orang yang seperti itu yang hidupnya gelap.
Orang yang mau stabil harus mencapai kecepatan tertentu.
Jangan bicara stabilitas kalau Anda tidak bergerak. Tidak ada orang diam yang bisa damai. Semakin Anda cepat bergerak, semakin gangguan perasaan di dunia ini tidak mempan.
Tugas orang tua adalah menyiapkan kecocokan. Orang tua harus memastikan anaknya tidak cocok bagi keburukan. Anak kita harus cocok hanya untuk kebaikan. Orang tua itu harus menyiapkan anak-anaknya bagi sesuatu yang akan membahagiakannya di masa tua.
Segmen V :
Jatuh itu biasa tapi jangan lama berbaring di situ. Berapa banyak dari kita menikmati perasaan sebagai korban.
Tidak apa merasakan berantakan dari waktu ke waktu. Tidak apa, bahkan Tuhan senang melihat kita kehilangan kesombongan, kehilangan PD yang berlebihan lalu meratap seperti digagalkan oleh Tuhan.
Pada saat itulah Tuhan mengatur ulang jigsaw puzzle-nya. Aku terlalu sombong di sini, terlalu yakin di sini, terlalu tergesa, mempercayai orang yang salah, mendengarkan komentar yang tidak ada gunanya. Tidak apa untuk berantakan sekali, dua kali, tetapi pastikan Anda berantakan di depan Tuhan. Jangan berantakan di media sosial.
Kalau begitu, jangan merasa rendah kalau Anda sedang jatuh. Karena, katakan ini, bukan jatuhku yang penting, tapi bangkitku setiap kali aku jatuh.
Yang penting adalah apa yang kita lakukan karena rasa takut itu.
Tidak takut lagi itu karena kita telah meninggalkannya, lebih kuat darinya, mempunyai sistem untuk mencegah terjadinya.
Musuh yang tidak kita takuti betapapun besarnya adalah musuh yang jauh atau musuh yang kita ubah menjadi sahabat.
Takut itu boleh, hanya takutlah untuk sesuatu yang menjadikan kita lebih baik, yang lain katakan aku tidak takut lagi.
Tidak takut lagi berarti orang menjadi mampu. Bukan takutnya yang penting tapi pertumbuhan kemampuan sehingga kita mengatakan tidak takut lagi.
Segmen VI :
Ketakutan karena kelemahan itu karena tidak mensyukuri kekuatan. Orang bersyukur akan melihat kekuatannya. Orang itu kuat bukan berarti karena dia tidak memiliki kelemahan, tetapi karena menggunakan apapun sebagai kekuatan.
Orang-orang yang besar, yang berhasil dalam kehidupan kita bukan orang-orang yang terlengkapi, mereka kadang-kadang bahkan dikurangi, di masa mudanya supaya membangun kekuatan itu di dalam dirinya.
Semangat untuk tidak punya pilihan lain kecuali naik, bukankah itu kekuatan? Maka orang yang bersyukur, banyak yang kelihatan. Yang tadinya kemiskinan dikeluhkan sekarang disyukuri. Tuhanku, ternyata kemiskinan menjadikanku pribadi yang lebih kuat. Jadi marilah kita berterima kasih kepada Tuhan, tetapi jangan lama-lama dimiskinkan supaya kita segera menggunakan kekuatan ini untuk kehidupan sesama.
Orang yang takut masuk ke sesuatu karena takut tidak jujur lagi karena tidak yakin dia bisa bertahan. Bukan lingkungannya, kita.
Kecintaan saya terhadap Tuhan membuat saya takut sekali berlaku tidak jujur.
Janganlah rasa takut Anda untuk tidak berlaku jujur malas memasuki di mana Tuhan bisa memperkaya Anda dengan rezeki yang baik. Masuki. Jadilah orang jujur.
Kejujuran itu tetap penting. Kejujuran itu menjadikan orang-orang baik tumbuh, menjadi sesuatu, membangun sesuatu yang mudah-mudahan berpengaruh kepada kebaikan.
Jangan cegah diri Anda melakukan apapun karena Anda takut ketidakjujuran menguasai Anda. Jadilah pribadi yang lebih kuat dari itu dan katakan, in the name of God, because of God, and for God.
Segmen VII :
Kita ini hidup banyak memikirkan yang belum kita miliki. Dan karena yang belum kita miliki selalu kita anggap lebih baik daripada yang sudah dimiliki, timbul pengeluhan, penyepelean dari yang sedang kita miliki.
Jadi kalau kita ingin kembali ke perasaan yang damai, yang lebih mudah bagi keberanian untuk bersemi adalah mensyukuri yang sudah ada pada kita.
Kenapa nikmat ditambahkan kepada orang yang bersyukur karena banyak orang belum menggunakan yang sudah ada padanya, menginginkan sesuatu yang baru.
Anda hanya membutuhkan diri Anda untuk berhasil. Tidak yang lain-lain.
Kalau ada orang bilang, "Saya dibantu oleh dia". Dia butuh bantuan saya maka dia bantu saya. Jangan pernah minder ya, kalau ada orang membantu Anda. Jangan pernah kehilangan hormat pada diri Anda sendiri. Anda penting. Anda ciptaan Tuhan. Tuhan tidak membuat kesalahan dalam penciptaan.
Tidak takut lagi tidak berarti tidak akan takut untuk tantangan yang lebih besar. Kita mengatakan tidak takut lagi untuk hal-hal yang selama ini menyiksa kita dan mengerdilkan upaya kita.
Yuk kita berfokus kepada yang bisa kita lakukan, bukan pada yang tidak bisa kita lakukan.
Yuk kita juga jangan meresahkan yang sulit. Tetapi, mulai melakukan yang sedang mudah. Semua masalah diciptakan Tuhan mudah pada awalnya, kita memperbesar dan mempersulitnya dengan menunda. Maka cara terbaik untuk menyelesaikan masalah adalah menyelesaikannya seawal mungkin. Itu sebabnya, masalah bukan gangguan tetapi prioritas. Kalau ada masalah segera selesaikan.
Galau itu proses alamiah dari pertumbuhan karena galau adalah jarak antara masa muda yang labil dan masa dewasa yang mapan.
Labil-lah tapi pastikan Anda memenangkan kecepatan baru, melakukan lebih banyak hal, menyapa dengan ramah orang-orang, melakukan hal-hal yang bahkan tidak dibayar, Anda tetap Anda lakukan dengan indah mengapa, Anda mencintai yang Anda lakukan.
Lalu, karena Anda terlalu sibuk hidup dalam keindahan kesegeraan melakukan yang mungkin Anda lakukan, Anda disampaikan oleh Tuhan pada keadaan dan kemampuan yang tadinya Anda pikir tidak mungkin. Lalu Anda berdiri tegak dan gagah dan mengatakan kepada Tuhan, "Terima kasih Tuhan, hari ini aku tidak takut lagi."
Semoga bermanfaat. Aamiin.
28 Juni 2012
Tidak Mungkin Tapi Bisa, MTGW, Minggu, 10 Juni 2012
Segmen I :
Jangan membutakan diri dan mengatakan bahwa yang tidak mungkin itu tidak ada. Itu hanya bagi Tuhan.
Bagi kita banyak yang tidak mungkin tetapi tidak boleh menghentikan upaya.
Menginginkan bahkan yang tidak mungkin, kalau gagal, tetap lebih tinggi daripada berhasil menginginkan yang rendah.
Jadi bukan masalah tercapai atau tidaknya karena yang kita inginkan adalah mencapai setinggi-tingginya.
Apakah kita membutuhkan persetujuan orang lain untuk merasa bahagia?
Mengapa menunggu persetujuan orang lain untuk berbahagia dan mengapa kita menunggu persetujuan orang lain bahwa rencana kita itu baik atau tidak? Mendengarkan komentar orang-orang tidak baik itu lebih melukai kita daripada melukai mereka.
Cara membahagiakan para pembenci adalah marah dan membenci mereka. Hidup kita terlalu penting.
Aku tak punya waktu membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk mencintai orang yang mencintaiku.
Orangtua paling memiliki keyakinan mengenai hak kita. Jika ibu sudah meyakini hak kita untuk berhasil tetapi tidak mau melepaskan, itu bukan karena tidak percaya tetapi tidak bersedia terpisah dari anak yang dicintainya. Jadi itu tidak mudah. Kita harus melatih ibu agar merasa nyaman berpisah jauh dari beliau karena kita pantas dipercayai, tahu menjaga kehormatan diri.
Tercapai atau tidaknya keinginan itu tidak penting karena yang kita inginkan adalah mencapai yang setinggi-tingginya.
Segmen II :
Orang-orang yang berhasil adalah orang yang sibuk selama menunggu.
Gagal besar. Inginkan yang besar, coba yang besar, lebih terhormat orang gagal karena mencoba sesuatu yang besar.
Persiapan terbaik untuk gagal adalah kesediaan untuk gagal.
Terima bahwa saya akan gagal dan kalau gagal saya move on. Orang yang tidak menerima kemungkinan gagal, galaunya lama. Padahal argo kehidupan berjalan terus. Dia berhenti, meratapi kegagalan. Terima kemungkinan gagal, kalau gagal, terima dengan ikhlas, senyum, move on.
Segmen III :
Jangan turunkan cita-cita, tetap jaga tinggi, tetapi tingkatkan kualitas pribadi supaya pantas bagi cita-cita yang tinggi.
Orang yang tidak punya keinginan tidak akan mengupayakan sesuatu. Padahal upaya adalah pengubah nasib, maka mulailah orang-orang ini tenggelam dalam peratapan nasib buruk.
Salah satu doa yang indah sekali adalah meminta kepada Tuhan untuk tidak membuat kita letih melayani sesama, supaya tetap menginginkan kemampuan yang lebih besar untuk menjadi tornado yang menaikkan kehidupan sesama.
Hormati dirimu maka tak mungkin kata-kata buruk keluar, tak mungkin arah pandanganmu pada yang tidak baik, tidak mungkin kau buka telingamu bagi yang tidak berkah. Hormati dirimu.
Pasti menggagahkan diri, pasti menggunakan pakaian yang baik, pasti melakukan sesuatu yang baik.
Segmen IV :
Masalah-masalah Anda itu bukan Anda. Masalah itu jangan dijadikan Anda. Itu sebabnya banyak orang marah dalam kehidupan ini karena sedang kurang uang, lalu dijadikan identitasnya. Orang yang menolak nasihat biasanya hidupnya tidak baik karena dia menggunakan keburukan hidupnya sebagai identitasnya, makanya marah.
Mulai hari ini pisahkan. Masalah kita itu bukan kita. Kita jauh lebih besar lebih kuat daripada masalah-masalah kita. Tetapi kita tidak mampu lagi menyelesaikan karena kita menyerap masalah sebagai identitas pribadi kita.
Mulai hari ini keluarkan masalah Anda. Sikapilah dengan ramah lalu katakan, "Tuhan tidak akan memberikan masalah ini kepadaku kalau aku sedang tidak ditugaskan untuk memperbaiki diri", karena apapun yang terjadi dalam kehidupan adalah perintah untuk memperbaiki diri.
Masalah ini hadir dan aku dijamin lebih kuat darinya, maka aku gunakan diriku menjadikan dia sebagai cara melihat kehidupan dengan lebih positif. Banyak orang masalahnya lebih besar daripada aku, mengapa aku mengeluh?
Hanya karena aku menyelesaikan masalahku ini, aku siap untuk masalah yang lebih besar.
Kita itu sebetulnya tumbuh dalam pendapat baik orang lain. Kalau pendapat orang lain itu baik dan tumbuh, pendapatan kita tumbuh, pangkat kita naik, posisi kita lebih tinggi.
Banyak orang tidak khawatir mengenai pendapat baik orang lain. Dia tidak peduli mengenai pendapat baik orang lain padahal hidupnya ditentukan oleh bagaimana baiknya orang berpendapat tentangnya. Tapi kita merusak kedamaian dan upaya dengan mendengarkan pendapat buruk orang lain. Pendapat baik kita tidak peduli, pendapat buruk dijadikan perusak tidur.
Orang yang sudah tahu dia harus berhasil, menjadi orang hebat itu, syaratnya, dia mempengaruhi pendapat banyak orang, dia akan memastikan setiap orang yang ditemuinya, berpendapat baik.
Orang-orang yang peduli tentang pendapat orang baik, menjadikan dirinya baik.
Setiap orang sedang menunggu ditemukan. Kalau Anda ditemukan presiden, Anda bisa menjadi panglima. Tapi kalau Anda ditemukan rakyat, Anda menjadi presiden. Itu artinya banyak-banyakan orang yang kita gembirakan.
Mulai dari sekarang, abaikan pendapat buruk. Anda tumbuh dalam pendapat baik orang lain. "Maaf aku belum sempat menangani kecemburuanmu, hatimu yang tidak ramah kepadaku, biarkan aku membahagiakan orang yang baik kepadaku."
Segmen V :
Kesabaran untuk mencoba lagi dengan lebih baik dan kedekatan kepada Tuhan supaya kita mengerti.
Untuk tahu 100% hasil, itu tidak mungkin. Tetapi untuk tahu 100% Anda akan bertindak, itu bisa. Kita terlalu merisaukan urusan Tuhan yang memastikan atau tidak. Yang harus kita pastikan adalah tindakan.
Bagi tugas dengan Tuhan. Tugas kita adalah memastikan tindakan, tugas Tuhan adalah menghadiahi kita dengan kepantasan.
Orang yang kemanfaatannya besar bagi orang banyak, hasilnya tidak masuk akal besarnya karena yang dilakukannya berdampak bagi banyak orang.
Disamping kita melakukan sesuatu, pastikan untuk siapa dan berapa baiknya Anda melakukannya.
Mulai dari sekarang, apakah yang aku lakukan membahagiakan sesamaku?
Dalam pilihan untuk menjadi pribadi yang besar, putuskan untuk menginginkan yang besar, lalu memantaskan diri untuk keberuntungan yang besar.
Berupayalah dengan lebih baik dan menjaga kedekatan dengan Tuhan, supaya kita mengerti.
Segmen VI :
Pernyataan tidak mungkin itu bukan berarti untuk Anda berhasil mencapai yang tidak mungkin. Pernyataan inginkanlah yang tidak mungkin, itu supaya Anda berhasil di bawah yang tidak mungkin.
Tetapkan sesuatu yang tinggi karena yang tidak mungkin itu menjadikan doa kita kepada Tuhan lebih serius. Karena yang tidak mungkin hanya bisa dimungkinkan oleh Yang Maha Memungkinkan, yaitu Tuhan.
Jadi, inginkan yang besar, rencanakan yang logis, lakukan yang sekarang Anda bisa lakukan, itu nasihatnya.
Ironinya dari orang yang takut target tinggi, menargetkan yang kecil, tidak melakukan yang bisa dilakukannya, lalu mengeluhkan nasib.
Jiwa kecintaan Tuhan : tahu yang diupayakannya kecil kemungkinannya berhasil, tetapi tidak menghalanginya bertindak.
Tidak berarti yang tidak mungkin itu boleh membatalkan kebaikan yang bisa kita lakukan.
Inginkan yang besar, rencanakan yang logis, lakukan apapun yang bisa Anda lakukan sekarang.
Segmen VII :
Tidak ada orang bisa disebut berhasil kalau keluarganya tidak bahagia karena karier pertama dan utama adalah keluarga. Tidak ada bangsa bisa dibangun mencapai kesejahteraan, kedamaian, dan kemakmuran kalau keluarganya berantakan.
Lembaga yang namanya keluarga itu adalah lembaga pengembangan sumber daya manusia pertama. Kalau keluarga berantakan maka tidak bisa kita harapkan tawuran di jalanan selesai. Bukankah itu tanda apa yang kita lakukan dalam kemarahan merusak kehidupan kita sendiri.
Tujuan pertama dalam pulang ke rumah adalah untuk damai. Itu sebabnya pesannya jangan bawa apapun yang tidak membahagiakan pulang ke rumah.
Kita tidak pernah tahu batas kalau kita tidak pernah kelewatan.
Kalau kita mau kehidupan kita maksimal, kita melakukan sesuatu yang kelewatan, seperti menginginkan yang tidak mungkin. Banyak dari kita yang tidak disadarinya menginginkan yang tidak mungkin tapi marah kalau dianjurkan menginginkan yang besar.
Yang tidak mungkin itu bukan besar, yang tidak mungkin itu jauh dari yang mungkin kita capai karena perilaku kita belum sesuai. Itu maksud dari tidak mungkin.
Jangan marah kalau dianjurkan untuk mencita-citakan yang tinggi, karena yang kita lakukan itu penentu dari yang mungkin.
Serusak-rusaknya masa lalu, masa depan bisa diperbaiki.
Bahagiakan suara kecil di hati Anda itu, yang mengatakan Anda orang baik, aku tak pantas diperlakukan seperti ini. Aku orang baik, tak harus menjelaskan bahwa aku orang baik. Pelihara suara kecil itu. Itu kekuatan Anda yang namanya suara harapan.
Suara harapan ini sering tersiksa oleh pendapat kita yang tidak mungkin karena kita tidak melakukan yang bisa kita lakukan, yang tidak melihat perilaku Tuhan yang penuh kasih sayang, yang menggagalkan kita pada satu hal supaya kita mendekati hal yang lebih baik, yang kita siksa dengan pengertian yang salah.
Dan suara harapan yang kecil itu, yuk kita pelihara, dengan menjadi pribadi yang tidak sehari sekali yang Anda katakan pada diri Anda sendiri, saya orang yang baik. Lalu, mulailah melakukan hal-hal kecil yang bisa dilakukan oleh orang baik.
Tersenyum, menggembirakan orang dengan cara orang baik. Berdoa, mengupayakan segala sesuatu dengan sikap orang baik lalu menghadapi sebesar-besarnya kesulitan dengan kepercayaan yang menyelesaikan masalah yang besar ini bukan aku tapi Tuhanku.
Saya plus Tuhan sama dengan cukup. Maka, apabila yang kita bicarakan itu tinggi dan besar, dan sepertinya tidak mungkin tetapi melibatkan nama Tuhan, jangan pernah katakan tidak mungkin.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Jangan membutakan diri dan mengatakan bahwa yang tidak mungkin itu tidak ada. Itu hanya bagi Tuhan.
Bagi kita banyak yang tidak mungkin tetapi tidak boleh menghentikan upaya.
Menginginkan bahkan yang tidak mungkin, kalau gagal, tetap lebih tinggi daripada berhasil menginginkan yang rendah.
Jadi bukan masalah tercapai atau tidaknya karena yang kita inginkan adalah mencapai setinggi-tingginya.
Apakah kita membutuhkan persetujuan orang lain untuk merasa bahagia?
Mengapa menunggu persetujuan orang lain untuk berbahagia dan mengapa kita menunggu persetujuan orang lain bahwa rencana kita itu baik atau tidak? Mendengarkan komentar orang-orang tidak baik itu lebih melukai kita daripada melukai mereka.
Cara membahagiakan para pembenci adalah marah dan membenci mereka. Hidup kita terlalu penting.
Aku tak punya waktu membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk mencintai orang yang mencintaiku.
Orangtua paling memiliki keyakinan mengenai hak kita. Jika ibu sudah meyakini hak kita untuk berhasil tetapi tidak mau melepaskan, itu bukan karena tidak percaya tetapi tidak bersedia terpisah dari anak yang dicintainya. Jadi itu tidak mudah. Kita harus melatih ibu agar merasa nyaman berpisah jauh dari beliau karena kita pantas dipercayai, tahu menjaga kehormatan diri.
Tercapai atau tidaknya keinginan itu tidak penting karena yang kita inginkan adalah mencapai yang setinggi-tingginya.
Segmen II :
Orang-orang yang berhasil adalah orang yang sibuk selama menunggu.
Gagal besar. Inginkan yang besar, coba yang besar, lebih terhormat orang gagal karena mencoba sesuatu yang besar.
Persiapan terbaik untuk gagal adalah kesediaan untuk gagal.
Terima bahwa saya akan gagal dan kalau gagal saya move on. Orang yang tidak menerima kemungkinan gagal, galaunya lama. Padahal argo kehidupan berjalan terus. Dia berhenti, meratapi kegagalan. Terima kemungkinan gagal, kalau gagal, terima dengan ikhlas, senyum, move on.
Segmen III :
Jangan turunkan cita-cita, tetap jaga tinggi, tetapi tingkatkan kualitas pribadi supaya pantas bagi cita-cita yang tinggi.
Orang yang tidak punya keinginan tidak akan mengupayakan sesuatu. Padahal upaya adalah pengubah nasib, maka mulailah orang-orang ini tenggelam dalam peratapan nasib buruk.
Salah satu doa yang indah sekali adalah meminta kepada Tuhan untuk tidak membuat kita letih melayani sesama, supaya tetap menginginkan kemampuan yang lebih besar untuk menjadi tornado yang menaikkan kehidupan sesama.
Hormati dirimu maka tak mungkin kata-kata buruk keluar, tak mungkin arah pandanganmu pada yang tidak baik, tidak mungkin kau buka telingamu bagi yang tidak berkah. Hormati dirimu.
Pasti menggagahkan diri, pasti menggunakan pakaian yang baik, pasti melakukan sesuatu yang baik.
Segmen IV :
Masalah-masalah Anda itu bukan Anda. Masalah itu jangan dijadikan Anda. Itu sebabnya banyak orang marah dalam kehidupan ini karena sedang kurang uang, lalu dijadikan identitasnya. Orang yang menolak nasihat biasanya hidupnya tidak baik karena dia menggunakan keburukan hidupnya sebagai identitasnya, makanya marah.
Mulai hari ini pisahkan. Masalah kita itu bukan kita. Kita jauh lebih besar lebih kuat daripada masalah-masalah kita. Tetapi kita tidak mampu lagi menyelesaikan karena kita menyerap masalah sebagai identitas pribadi kita.
Mulai hari ini keluarkan masalah Anda. Sikapilah dengan ramah lalu katakan, "Tuhan tidak akan memberikan masalah ini kepadaku kalau aku sedang tidak ditugaskan untuk memperbaiki diri", karena apapun yang terjadi dalam kehidupan adalah perintah untuk memperbaiki diri.
Masalah ini hadir dan aku dijamin lebih kuat darinya, maka aku gunakan diriku menjadikan dia sebagai cara melihat kehidupan dengan lebih positif. Banyak orang masalahnya lebih besar daripada aku, mengapa aku mengeluh?
Hanya karena aku menyelesaikan masalahku ini, aku siap untuk masalah yang lebih besar.
Kita itu sebetulnya tumbuh dalam pendapat baik orang lain. Kalau pendapat orang lain itu baik dan tumbuh, pendapatan kita tumbuh, pangkat kita naik, posisi kita lebih tinggi.
Banyak orang tidak khawatir mengenai pendapat baik orang lain. Dia tidak peduli mengenai pendapat baik orang lain padahal hidupnya ditentukan oleh bagaimana baiknya orang berpendapat tentangnya. Tapi kita merusak kedamaian dan upaya dengan mendengarkan pendapat buruk orang lain. Pendapat baik kita tidak peduli, pendapat buruk dijadikan perusak tidur.
Orang yang sudah tahu dia harus berhasil, menjadi orang hebat itu, syaratnya, dia mempengaruhi pendapat banyak orang, dia akan memastikan setiap orang yang ditemuinya, berpendapat baik.
Orang-orang yang peduli tentang pendapat orang baik, menjadikan dirinya baik.
Setiap orang sedang menunggu ditemukan. Kalau Anda ditemukan presiden, Anda bisa menjadi panglima. Tapi kalau Anda ditemukan rakyat, Anda menjadi presiden. Itu artinya banyak-banyakan orang yang kita gembirakan.
Mulai dari sekarang, abaikan pendapat buruk. Anda tumbuh dalam pendapat baik orang lain. "Maaf aku belum sempat menangani kecemburuanmu, hatimu yang tidak ramah kepadaku, biarkan aku membahagiakan orang yang baik kepadaku."
Segmen V :
Kesabaran untuk mencoba lagi dengan lebih baik dan kedekatan kepada Tuhan supaya kita mengerti.
Untuk tahu 100% hasil, itu tidak mungkin. Tetapi untuk tahu 100% Anda akan bertindak, itu bisa. Kita terlalu merisaukan urusan Tuhan yang memastikan atau tidak. Yang harus kita pastikan adalah tindakan.
Bagi tugas dengan Tuhan. Tugas kita adalah memastikan tindakan, tugas Tuhan adalah menghadiahi kita dengan kepantasan.
Orang yang kemanfaatannya besar bagi orang banyak, hasilnya tidak masuk akal besarnya karena yang dilakukannya berdampak bagi banyak orang.
Disamping kita melakukan sesuatu, pastikan untuk siapa dan berapa baiknya Anda melakukannya.
Mulai dari sekarang, apakah yang aku lakukan membahagiakan sesamaku?
Dalam pilihan untuk menjadi pribadi yang besar, putuskan untuk menginginkan yang besar, lalu memantaskan diri untuk keberuntungan yang besar.
Berupayalah dengan lebih baik dan menjaga kedekatan dengan Tuhan, supaya kita mengerti.
Segmen VI :
Pernyataan tidak mungkin itu bukan berarti untuk Anda berhasil mencapai yang tidak mungkin. Pernyataan inginkanlah yang tidak mungkin, itu supaya Anda berhasil di bawah yang tidak mungkin.
Tetapkan sesuatu yang tinggi karena yang tidak mungkin itu menjadikan doa kita kepada Tuhan lebih serius. Karena yang tidak mungkin hanya bisa dimungkinkan oleh Yang Maha Memungkinkan, yaitu Tuhan.
Jadi, inginkan yang besar, rencanakan yang logis, lakukan yang sekarang Anda bisa lakukan, itu nasihatnya.
Ironinya dari orang yang takut target tinggi, menargetkan yang kecil, tidak melakukan yang bisa dilakukannya, lalu mengeluhkan nasib.
Jiwa kecintaan Tuhan : tahu yang diupayakannya kecil kemungkinannya berhasil, tetapi tidak menghalanginya bertindak.
Tidak berarti yang tidak mungkin itu boleh membatalkan kebaikan yang bisa kita lakukan.
Inginkan yang besar, rencanakan yang logis, lakukan apapun yang bisa Anda lakukan sekarang.
Segmen VII :
Tidak ada orang bisa disebut berhasil kalau keluarganya tidak bahagia karena karier pertama dan utama adalah keluarga. Tidak ada bangsa bisa dibangun mencapai kesejahteraan, kedamaian, dan kemakmuran kalau keluarganya berantakan.
Lembaga yang namanya keluarga itu adalah lembaga pengembangan sumber daya manusia pertama. Kalau keluarga berantakan maka tidak bisa kita harapkan tawuran di jalanan selesai. Bukankah itu tanda apa yang kita lakukan dalam kemarahan merusak kehidupan kita sendiri.
Tujuan pertama dalam pulang ke rumah adalah untuk damai. Itu sebabnya pesannya jangan bawa apapun yang tidak membahagiakan pulang ke rumah.
Kita tidak pernah tahu batas kalau kita tidak pernah kelewatan.
Kalau kita mau kehidupan kita maksimal, kita melakukan sesuatu yang kelewatan, seperti menginginkan yang tidak mungkin. Banyak dari kita yang tidak disadarinya menginginkan yang tidak mungkin tapi marah kalau dianjurkan menginginkan yang besar.
Yang tidak mungkin itu bukan besar, yang tidak mungkin itu jauh dari yang mungkin kita capai karena perilaku kita belum sesuai. Itu maksud dari tidak mungkin.
Jangan marah kalau dianjurkan untuk mencita-citakan yang tinggi, karena yang kita lakukan itu penentu dari yang mungkin.
Serusak-rusaknya masa lalu, masa depan bisa diperbaiki.
Bahagiakan suara kecil di hati Anda itu, yang mengatakan Anda orang baik, aku tak pantas diperlakukan seperti ini. Aku orang baik, tak harus menjelaskan bahwa aku orang baik. Pelihara suara kecil itu. Itu kekuatan Anda yang namanya suara harapan.
Suara harapan ini sering tersiksa oleh pendapat kita yang tidak mungkin karena kita tidak melakukan yang bisa kita lakukan, yang tidak melihat perilaku Tuhan yang penuh kasih sayang, yang menggagalkan kita pada satu hal supaya kita mendekati hal yang lebih baik, yang kita siksa dengan pengertian yang salah.
Dan suara harapan yang kecil itu, yuk kita pelihara, dengan menjadi pribadi yang tidak sehari sekali yang Anda katakan pada diri Anda sendiri, saya orang yang baik. Lalu, mulailah melakukan hal-hal kecil yang bisa dilakukan oleh orang baik.
Tersenyum, menggembirakan orang dengan cara orang baik. Berdoa, mengupayakan segala sesuatu dengan sikap orang baik lalu menghadapi sebesar-besarnya kesulitan dengan kepercayaan yang menyelesaikan masalah yang besar ini bukan aku tapi Tuhanku.
Saya plus Tuhan sama dengan cukup. Maka, apabila yang kita bicarakan itu tinggi dan besar, dan sepertinya tidak mungkin tetapi melibatkan nama Tuhan, jangan pernah katakan tidak mungkin.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Move On, MTGW, Minggu, 3 Juni 2012
Segmen I :
Ada dorongan kuat sekali agar Anda menjadi berhasil. Lebih besar sebetulnya kekuatan Anda untuk berhasil daripada gagal. Mengapa melambankan kehidupan di dalam kesedihan?
Pendapat paling penting dalam kehidupan ini adalah pendapat kita sendiri. Pendapat orang lain itu tidak masalah.
Yang Anda katakan kepada diri sendiri itu menjadi hal yang paling Anda percaya karena telinga ini sangat percaya kepada mulut yang paling dekat. Mulut kita sendiri.
Jangan pernah bicara merendahkan diri sendiri. Ajari orang untuk menghormati diri sendiri dengan bicara hanya baik tentang diri sendiri.
Percayalah pada hukum bahwa kalau aku baik, kehidupanku baik, termasuk pasangan yang baik bagiku.
Tuhan itu mempertemukan kita dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat.
Impian Anda itu tidak bisa mati, mengapa Anda melambankan kehidupan di dalam kesedihan.
Segmen II :
Banyak orang tidak mau keluar dari derita karena itu derita cinta karena dia tadi menikmati keindahan dari rasa cinta.
Apa yang kita lihat di pikiran kita, itu menentukan sensitivitas kita pada yang kita lihat.
Pendapat Anda tentang diri Anda itu menentukan gambar yang Anda lihat.
Keinginan, visi, impian, semuanya dijaga agar tetap hidup supaya upaya Anda betul-betul kuat menuju kepada yang Anda inginkan.
Banyak orang membuat keputusan salah dalam kesedihan. Jadi waktu Anda sedih jangan buat keputusan. Waktu Anda marah jangan buat keputusan. Jauhilah beberapa langkah.
Kenapa saya jadikan hidup saya rusak hanya karena orang lain yang jelek. Saya tidak gunakan standar orang lain yang rendah untuk melukai kehidupan saya.
Segmen III :
Move on itu bukan hanya asal ganti, move on itu naik, bukan pada level yang sama.
Kalau kita memperbaiki diri, Tuhan pasti memperbaiki dia, apakah dia orang yang sama atau orang yang diganti, itu biarlah keputusan Tuhan. Itu indah sekali, orang yang melihat segala sesuatu sebagai perintah untuk memperbaiki diri. Itu orang yang ikhlas sekali.
Segala sesuatu adalah perintah pada kita untuk memperbaiki diri termasuk pengkhianatan, termasuk kegagalan dalam bisnis, dalam karier atau apapun.
Segmen IV :
Tidak ada yang lebih sulit selain membangun pernikahan yang harmonis karena yang harus dikalahkan adalah gengsi, kesombongan, keinginan untuk menang di atas orang lain.
Kesediaan untuk mengalah bagi kebahagiaan pasangan kita itu tidak untuk sembarang orang. Tetapi itulah cara mencintai, adalah menjadikan kebahagiaan dia yang kita cintai sebagai tujuan keberadaan kita.
Kebahagiaan adalah masalah pilihan, keputusan untuk orang kuat seperti kita.
Indah sekali rasanya menjadi orang yang mengalah untuk kebahagiaan orang yang kita cintai.
Anak-anak yang menyepelekan doa orang tuanya karena jauh dari orang tuanya. Orang tuanya lebih sibuk membangun hal-hal lain daripada anak-anaknya.
Anak-anak harus dari awal diberitahu mereka kecintaan.
Kasih sayang itu dididikkan. Kasih sayang itu tidak otomatis karena anak kita tetapi dididikkan.
Kekasih yang memiliki keterikatan batin dengan masa lalunya, itu bom waktu. Jangan main-main dengan kehidupan yang berisiko.
Jika kau mau hidup denganku, bersihkan keterikatanmu dengan masa lalumu atau aku takkan menjadi bagian dari masa depanmu.
Segmen V :
Tidak ada orang selesai bekerja keras. Tidak ada orang berada di puncak kerja keras.
Moving on yang anggun, tidak melukai orang yang melukaimu karena insting pertama kali adalah melukai orang yang melukai kita lalu kita sama jeleknya dengan orang yang kita benci. Hati-hati dengan kebencian karena Anda menjadi sebaik orang yang Anda benci.
Memaafkan adalah balas dendam yang mematikan dendam.
Tidak ada lagi panas di hatiku, aku ingin meneruskan kehidupanku dengan baik. Engkau adalah contoh orang yang digunakan oleh Tuhan untuk mendewasakanku. Biar aku menjadi pribadi yang menarik bagi orang-orang yang lebih baik.
Tuhan tidak akan memasukkan kita ke dalam satu masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Ada orang yang masalah tidak selesai-selesai karena tidak menyelesaikan masalah waktu masalah itu masih mudah. Kita membiarkan masalah itu tumbuh lebih besar dari kemampuan kita, sampai untuk selamat kita membutuhkan pertolongan banyak orang.
Tetapi ada jaminan kalau kita bisa menyelesaikannya melalui silaturahmi, pergaulan yang baik, pertolongan dari orang yang baik.
Masalah tidak akan pernah selesai.
Kegagalan itu bukan musuh mental Anda, tetapi partner pertumbuhan Anda.
Jangan benci masalah. Masalah itu prioritas, itu yang harus diselesaikan. Jangan lakukan hal lain kalau ada masalah. Kalau tidak, masalah itu akan merampas semua kemampuan Anda nanti waktu dia menjadi terlalu besar.
Segmen VI :
Moving on termasuk dalam karier.
Tegaslah mengganti sikap dan cara yang menjadikanmu tidak dihargai. Atau pindahkanlah dirimu ke tempat yang lebih menghargaimu.
Sejarah dunia ini diubah oleh orang-orang yang keras kepala pada hal-hal yang baik.
Jangan merendahkan diri dengan gaji yang rendah karena itu sama dengan memberitahu bahwa dia salah menghargai kita rendah padahal dia akan menjawab, pantasmu segitu.
Cara keluar yang paling baik adalah menjadi karyawan yang paling dibutuhkan.
Tumbuhlah menjadi pribadi yang sedikit sekali perusahaan yang mampu membayar Anda.
Jadilah orang yang hebat sekali di tempat yang tidak Anda sukai. Kalau Anda menunggu hebat di tempat yang Anda sukai, siapapun bisa. Tetapi kita berbeda, kita yang terpilih.
Jadi orang paling hebat di tempat orang tidak menghargai kita, setelah itu orang lain akan tahu kita hebat sekali, bahkan di tempat yang menghina kita, kita hebat, bayangkan keinginan orang untuk mempekerjakan Anda.
Jangan berlaku seperti Anda tidak penting bagi Tuhan. Hargai diri Anda. Just move on.
Perasaan menyesali kesalahan itu tanda bahwa kita menjadi orang yang lebih baik daripada dulu yang mampu melakukan kesalahan. Itu bukan pemberitahuan bahwa Anda orang jelek, itu pemberitahuan Anda lebih baik.
Segmen VII :
Bersyukurlah kalau dikhianati sekarang karena pengkhianatanmu adalah penyelamatanku.
Orang yang dikhianati itu sedang diselamatkan oleh Tuhan. Sebagian orang memang diusir dari pergaulan dengan kita karena dia hanya akan membawa keburukan.
Kita digagalkan karena Tuhan sangat sayang kepada kita. Kita itu tidak mengerti itu tidak baik karena kita pikir itu baik.
Bersyukurlah dikhianati sekarang. Memang luka lalu katakan, tidak apa kau khianati aku sekarang, tapi kepedihan yang kutelan sekarang akan menganggunkanku menyaksikanmu menyesal nanti.
Tidak ada kesalahan atau kegagalan yang bisa melambankan kehidupan kita kalau kita ikhlas memperbaiki diri.
Apakah Tuhan Maha Penyayang? Jadi apakah ada yang dilakukan-Nya yang menjahati kita?
Apakah Tuhan Maha Mengetahui? Jadi Tuhan tahu keburukan akan terjadi pada kita? Kalau diizinkan terjadi, apakah itu karena kekejaman atau kasih sayang?
Apakah ada niat Tuhan selain untuk kebaikan kita? Semua yang terjadi untuk kebaikan kita.
Apakah sebetulnya pengkhianatan itu baik? Baik. Sulit dimengerti tetapi itu baik. Kalau tidak sulit, hadiah yang kita dapatkan tidak mungkin baik.
Kalau sesuatu yang kita lakukan mudah, hasilnya tidak mungkin besar.
Kehidupan itu memang sulit. Jangan mempersulit dengan mengeluh dan menyalahkan orang lain. Ambil tanggung jawab pribadi.
Kesuksesanku adalah tanggung jawab pribadiku. Ini hidupku, ini keputusanku.
Akulah penentu keberhasilan diriku sendiri, semuanya berhenti di sini. Ini tanggung jawabku.
Saya putuskan kalau salah saya telan, saya teruskan, saya lakukan lagi, saya ikhlas memulai lagi, bukan memulai, memulai lagi, bukan jatuhku yang penting, tapi bangkitku setiap kali aku jatuh. Move on.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Ada dorongan kuat sekali agar Anda menjadi berhasil. Lebih besar sebetulnya kekuatan Anda untuk berhasil daripada gagal. Mengapa melambankan kehidupan di dalam kesedihan?
Pendapat paling penting dalam kehidupan ini adalah pendapat kita sendiri. Pendapat orang lain itu tidak masalah.
Yang Anda katakan kepada diri sendiri itu menjadi hal yang paling Anda percaya karena telinga ini sangat percaya kepada mulut yang paling dekat. Mulut kita sendiri.
Jangan pernah bicara merendahkan diri sendiri. Ajari orang untuk menghormati diri sendiri dengan bicara hanya baik tentang diri sendiri.
Percayalah pada hukum bahwa kalau aku baik, kehidupanku baik, termasuk pasangan yang baik bagiku.
Tuhan itu mempertemukan kita dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat.
Impian Anda itu tidak bisa mati, mengapa Anda melambankan kehidupan di dalam kesedihan.
Segmen II :
Banyak orang tidak mau keluar dari derita karena itu derita cinta karena dia tadi menikmati keindahan dari rasa cinta.
Apa yang kita lihat di pikiran kita, itu menentukan sensitivitas kita pada yang kita lihat.
Pendapat Anda tentang diri Anda itu menentukan gambar yang Anda lihat.
Keinginan, visi, impian, semuanya dijaga agar tetap hidup supaya upaya Anda betul-betul kuat menuju kepada yang Anda inginkan.
Banyak orang membuat keputusan salah dalam kesedihan. Jadi waktu Anda sedih jangan buat keputusan. Waktu Anda marah jangan buat keputusan. Jauhilah beberapa langkah.
Kenapa saya jadikan hidup saya rusak hanya karena orang lain yang jelek. Saya tidak gunakan standar orang lain yang rendah untuk melukai kehidupan saya.
Segmen III :
Move on itu bukan hanya asal ganti, move on itu naik, bukan pada level yang sama.
Kalau kita memperbaiki diri, Tuhan pasti memperbaiki dia, apakah dia orang yang sama atau orang yang diganti, itu biarlah keputusan Tuhan. Itu indah sekali, orang yang melihat segala sesuatu sebagai perintah untuk memperbaiki diri. Itu orang yang ikhlas sekali.
Segala sesuatu adalah perintah pada kita untuk memperbaiki diri termasuk pengkhianatan, termasuk kegagalan dalam bisnis, dalam karier atau apapun.
Segmen IV :
Tidak ada yang lebih sulit selain membangun pernikahan yang harmonis karena yang harus dikalahkan adalah gengsi, kesombongan, keinginan untuk menang di atas orang lain.
Kesediaan untuk mengalah bagi kebahagiaan pasangan kita itu tidak untuk sembarang orang. Tetapi itulah cara mencintai, adalah menjadikan kebahagiaan dia yang kita cintai sebagai tujuan keberadaan kita.
Kebahagiaan adalah masalah pilihan, keputusan untuk orang kuat seperti kita.
Indah sekali rasanya menjadi orang yang mengalah untuk kebahagiaan orang yang kita cintai.
Anak-anak yang menyepelekan doa orang tuanya karena jauh dari orang tuanya. Orang tuanya lebih sibuk membangun hal-hal lain daripada anak-anaknya.
Anak-anak harus dari awal diberitahu mereka kecintaan.
Kasih sayang itu dididikkan. Kasih sayang itu tidak otomatis karena anak kita tetapi dididikkan.
Kekasih yang memiliki keterikatan batin dengan masa lalunya, itu bom waktu. Jangan main-main dengan kehidupan yang berisiko.
Jika kau mau hidup denganku, bersihkan keterikatanmu dengan masa lalumu atau aku takkan menjadi bagian dari masa depanmu.
Segmen V :
Tidak ada orang selesai bekerja keras. Tidak ada orang berada di puncak kerja keras.
Moving on yang anggun, tidak melukai orang yang melukaimu karena insting pertama kali adalah melukai orang yang melukai kita lalu kita sama jeleknya dengan orang yang kita benci. Hati-hati dengan kebencian karena Anda menjadi sebaik orang yang Anda benci.
Memaafkan adalah balas dendam yang mematikan dendam.
Tidak ada lagi panas di hatiku, aku ingin meneruskan kehidupanku dengan baik. Engkau adalah contoh orang yang digunakan oleh Tuhan untuk mendewasakanku. Biar aku menjadi pribadi yang menarik bagi orang-orang yang lebih baik.
Tuhan tidak akan memasukkan kita ke dalam satu masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Ada orang yang masalah tidak selesai-selesai karena tidak menyelesaikan masalah waktu masalah itu masih mudah. Kita membiarkan masalah itu tumbuh lebih besar dari kemampuan kita, sampai untuk selamat kita membutuhkan pertolongan banyak orang.
Tetapi ada jaminan kalau kita bisa menyelesaikannya melalui silaturahmi, pergaulan yang baik, pertolongan dari orang yang baik.
Masalah tidak akan pernah selesai.
Kegagalan itu bukan musuh mental Anda, tetapi partner pertumbuhan Anda.
Jangan benci masalah. Masalah itu prioritas, itu yang harus diselesaikan. Jangan lakukan hal lain kalau ada masalah. Kalau tidak, masalah itu akan merampas semua kemampuan Anda nanti waktu dia menjadi terlalu besar.
Segmen VI :
Moving on termasuk dalam karier.
Tegaslah mengganti sikap dan cara yang menjadikanmu tidak dihargai. Atau pindahkanlah dirimu ke tempat yang lebih menghargaimu.
Sejarah dunia ini diubah oleh orang-orang yang keras kepala pada hal-hal yang baik.
Jangan merendahkan diri dengan gaji yang rendah karena itu sama dengan memberitahu bahwa dia salah menghargai kita rendah padahal dia akan menjawab, pantasmu segitu.
Cara keluar yang paling baik adalah menjadi karyawan yang paling dibutuhkan.
Tumbuhlah menjadi pribadi yang sedikit sekali perusahaan yang mampu membayar Anda.
Jadilah orang yang hebat sekali di tempat yang tidak Anda sukai. Kalau Anda menunggu hebat di tempat yang Anda sukai, siapapun bisa. Tetapi kita berbeda, kita yang terpilih.
Jadi orang paling hebat di tempat orang tidak menghargai kita, setelah itu orang lain akan tahu kita hebat sekali, bahkan di tempat yang menghina kita, kita hebat, bayangkan keinginan orang untuk mempekerjakan Anda.
Jangan berlaku seperti Anda tidak penting bagi Tuhan. Hargai diri Anda. Just move on.
Perasaan menyesali kesalahan itu tanda bahwa kita menjadi orang yang lebih baik daripada dulu yang mampu melakukan kesalahan. Itu bukan pemberitahuan bahwa Anda orang jelek, itu pemberitahuan Anda lebih baik.
Segmen VII :
Bersyukurlah kalau dikhianati sekarang karena pengkhianatanmu adalah penyelamatanku.
Orang yang dikhianati itu sedang diselamatkan oleh Tuhan. Sebagian orang memang diusir dari pergaulan dengan kita karena dia hanya akan membawa keburukan.
Kita digagalkan karena Tuhan sangat sayang kepada kita. Kita itu tidak mengerti itu tidak baik karena kita pikir itu baik.
Bersyukurlah dikhianati sekarang. Memang luka lalu katakan, tidak apa kau khianati aku sekarang, tapi kepedihan yang kutelan sekarang akan menganggunkanku menyaksikanmu menyesal nanti.
Tidak ada kesalahan atau kegagalan yang bisa melambankan kehidupan kita kalau kita ikhlas memperbaiki diri.
Apakah Tuhan Maha Penyayang? Jadi apakah ada yang dilakukan-Nya yang menjahati kita?
Apakah Tuhan Maha Mengetahui? Jadi Tuhan tahu keburukan akan terjadi pada kita? Kalau diizinkan terjadi, apakah itu karena kekejaman atau kasih sayang?
Apakah ada niat Tuhan selain untuk kebaikan kita? Semua yang terjadi untuk kebaikan kita.
Apakah sebetulnya pengkhianatan itu baik? Baik. Sulit dimengerti tetapi itu baik. Kalau tidak sulit, hadiah yang kita dapatkan tidak mungkin baik.
Kalau sesuatu yang kita lakukan mudah, hasilnya tidak mungkin besar.
Kehidupan itu memang sulit. Jangan mempersulit dengan mengeluh dan menyalahkan orang lain. Ambil tanggung jawab pribadi.
Kesuksesanku adalah tanggung jawab pribadiku. Ini hidupku, ini keputusanku.
Akulah penentu keberhasilan diriku sendiri, semuanya berhenti di sini. Ini tanggung jawabku.
Saya putuskan kalau salah saya telan, saya teruskan, saya lakukan lagi, saya ikhlas memulai lagi, bukan memulai, memulai lagi, bukan jatuhku yang penting, tapi bangkitku setiap kali aku jatuh. Move on.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
27 Juni 2012
From Batam with Love, Janganlah Berhenti Berharap, MTGW, Minggu, 27 Mei 2012
Segmen I :
Banyak dari kita mensyaratkan kebahagiaan pada yang kita miliki sehingga sebelum kita memilikinya, kita tidak bahagia.
Kesederhanaan dalam berharap untuk berfokus kepada yang bisa kita lakukan, untuk menjadi pemantas bagi pemberian yang kita harapkan dari Tuhan, supaya kita tetap tabah, tetap bertahan di dalam keberanian yang sabar, di dalam kebahagiaan yang penuh kesyukuran, karena kita diberikan izin untuk memulai kehidupan yang lebih baik hari ini, yang tidak lagi terbebani penyesalan-penyesalan masa lalu, karena hari ini adalah awal dari sisa masa depan kita.
Marilah kita tidak lagi mengeluhkan kurangnya bantuan orang lain, tidak lagi mengeluhkan kesulitan yang ada tetapi menjadikan kita pribadi yang tetap berharap karena kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah lebih baik daripada yang telah kita lakukan di masa lalu.
Yang kita lakukan tidak boleh tidak ada gambar besar di masa depan.
Kalau orang ingin tumbuh besar, harus menghindari yang bisa dilakukan orang lain. Jangan lakukan yang bisa dilakukan orang lain.
Orang-orang yang ingin tidak letih pada berharap harus sibuk dalam melakukan sesuatu yang menjadikan impiannya nyata. Cara terbaik untuk sampai pada impian adalah sibuk selama menunggu. Kita semua menunggu menjadi pribadi yang mapan, yang mandiri, yang kuat, yang lebih besar kemampuannya daripada kewajiban-kewajiban kehidupan.
Orang yang bersungguh-sungguh menjadikan harapannya sebuah kenyataan yang produktif, bisa menjadikan seseorang bahkan lebih mampu daripada apabila dia mengharapkan pendapatan dari yang dibayarkan oleh orang lain.
Itu sebabnya kita tidak punya hak untuk letih dalam berharap karena masih banyak yang bisa kita lakukan dalam hidup ini.
Segmen II :
Tidak ada orang yang bisa mengeluh kalau melihat dirinya sebagai modal.
Kalau mau rezekinya baik, yang ramah.
Tandanya orang disayangi Tuhan, disayangi orang lain. Tandanya disukai Tuhan, disukai orang. Tandanya kita mudah dapat rezeki, gampang dibantu orang.
Kalau tahu modalnya diri, tindakan bisnis yang pertama kali adalah "minta".
Orang beli bukan karena butuh karena ingin.
Kalau orang dagang ingin rezekinya baik, harus pintar buat orang lain ingin.
Orang itu ingin barang dagangannya kalau suka orangnya.
Tugas kita itu untuk hidup bahagia.
Segmen III :
Orang kalau ingin memperbaiki rezeki, kuncinya satu, perbaiki diri.
Berdoa yang paling manjur bukan untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain karena berdoa untuk orang lain itu sangat ikhlas.
Percaya saja bahwa tidak ada cara mencapai kebaikan kecuali jalan kebaikan.
Cara menunggu yang paling baik itu sibuk. Jangan putus dari berharap. Kalau ada orang putus harapan itu karena berhenti berharap.
Hati yang kosong dari harapan, masuk kesedihan. Hati yang penuh harapan tidak sempat sedih.
Orang lain mudah beli pada orang yang terbuka.
Yang membatalkan rezeki : sombong ke istri.
Tuhan tidak sampai hati membuat orang yang hatinya baik, lama-lama susah.
Cara terbaik untuk memulai adalah memulai, jangan menunggu!
Segmen IV :
Orang itu kalau mau beli harus beli rasa yakin kita karena yang pertama kali dibeli itu orangnya.
Dibeli itu, dalam istilah biasa, disukai. Orang yang disukai gampang dibeli.
Kedekatan kita dengan pelanggan itu penting. Orang mempunyai kecenderungan membeli dari teman.
Harus ada rasa percaya diri kalau yang kita jual itu, bukan lebih baik, bukan jelek, tapi sesuai. Tidak ada istilah mahal atau murah, sesuai.
Kalau orang ingin menjual sesuatu harus memperlihatkan keinginan untuk dibeli. Banyak orang berdagang mengeluhkan tidak laku seharian tetapi tidak berperilaku yang menunjukkan ia ingin dibeli.
Orang-orang yang ingin dibeli membangun pertemanan yang baik dengan orang yang lalu lalang di depan tokonya tanpa harus menjadi kenal atau menjadi sahabat lama.
Kalau kita berdagang yang kesehariannya bertemu banyak orang, pastikan kita menguasai seni bersahabat dengan cepat. Orang mempunyai kecenderungan membeli dari orang yang dikenalnya, dari orang yang ramah, dari orang yang dipercayainya.
Jadi apabila kita sudah meminta rezeki yang besar kepada Tuhan, kita harus menunjukkan kepantasan untuk menerima besar, dengan cara menjadi pribadi yang disukai oleh orang lain.
Segmen V :
Siapapun yang ingin berbisnis apapun, jangan pikirkan uangnya karena pasti dapat. Pikirkan apa yang kita lakukan supaya bermanfaat bagi sesama. Tujuan kita adalah memperbesar manfaat.
Berbisnis amanah adalah bukan memikirkan uangnya tetapi memikirkan berapa banyak orang bisa baik, untung, sehat.
Tujuan dari kita bekerja adalah tumbuh menjadi orang yang gajinya terlalu besar untuk perusahaan itu sampai harus pindah ke perusahaan yang lebih besar.
Sebagian dari kita bekerja hanya untuk menua.
Alasan kenapa orang tidak mau cita-citanya besar, tidak sabar.
Raut wajah orang yang keinginannya besar itu berbeda.
Berbisnis yang amanah itu memikirkan bagaimana orang bisa baik dan beruntung.
Segmen VI :
Berdoa yang sesuai dengan kemampuan itu salah. Kalau berdoa sesuai dengan kemampuan itu bukan Tuhan yang kasih, teman.
Yang menjadikan anak kita pemenang jika dari kecil sudah diajarkan tidak mau kalah. Nomor satu datang di sekolah, nomor satu mandi. Jadi anak harus dilatih tidak mau kalah, kompetitif.
Jadikan anak kita mencintai kejujuran. Orang jujur itu rezekinya baik. Orang jujur itu masalahnya sudah selesai bahkan sebelum masalahnya datang.
Latihlah anak kita menjadi anak yang bangga, jujur, dan bekerja keras.
Mulai dari sekarang jangan khawatir rezeki kita kurang, rezeki kita langsung dari Tuhan. Baik saja sama orang.
Banyak orang hidupnya tidak punya proyek, hanya mengeluh dari hari ke hari.
Setiap orang berhak meminta apapun yang dimintanya dari Tuhan, dan tidak boleh membatasi ukuran dari permintaannya, karena Tuhan-lah yang mampu memenuhi permintaan yang sepertinya tidak masuk akal bagi orang lain.
Tugas kita adalah melakukan yang mungkin kita lakukan, dalam kesyukuran yang indah, supaya kita mencapai yang tadinya kita rasakan tidak mungkin.
Tugas kita bukan untuk mengeluhkan besarnya beban, tugas kita adalah untuk ikhlas melakukan yang sekarang bisa kita lakukan, yang berada dalam kemampuan kita.
Setelah itu, hiduplah dengan fokus kepada menjadikan diri semanfaat mungkin, bukan uang yang dicari karena uang pasti dapat karena pelayanan kita terhadap sesama, maka marilah kita menemukan cara-cara menggembirakan, membaikkan kehidupan sesama, supaya kita dirawat dalam sebaik-baiknya kesejahteraan.
Kesempurnaan adalah kesederhanaan yang disyukuri.
Segmen VII :
Sesuatu yang dilakukan secara setengah-setengah, itu harus dilakukan dua kali.
Waktu itu menuntut kita untuk tegas sekali berfokus karena banyak orang menginginkan banyak hal, membagi waktunya untuk banyak hal.
Menginginkan banyak hal itu bagus tetapi berhasil di satu keinginan itu yang memungkinkan kita mendapatkan semua keinginan.
Orang tidak harus berhasil pada semua hal. Cari satu yang paling kita cintai, yang membuat kita bangun pagi-pagi, bekerja paling lama, lupa makan, lupa istirahat, pikirannya hanya itu, belajar hanya itu, fokus hanya itu. Itu lebih mudah berhasil.
Sesuatu yang diperlakukan tidak penting, tidak mungkin menjadikan kita penting.
Kehidupan ini hanya seindah kesungguhan kita untuk mengindahkannya. Kehidupan ini memang tidak mudah, sebetulnya sulit, tetapi hanya terasa lebih mudah jika kita menjadi pribadi yang lebih kuat.
Kesungguhan untuk menggunakan yang sederhana, yang sudah ada pada kita, jauh lebih penting daripada modal apapun, karena tidak ada modal yang cukup bagi orang-orang yang tidak mensyukuri kesederhanaan yang ada padanya karena sebetulnya kesempurnaan adalah kesederhanaan yang disyukuri.
Apabila kita ikhlas menggunakan apapun yang ada dalam diri kita, menggunakan hubungan baik dengan orang lain yang menjadikan kita pribadi yang disukai, hingga orang berhubungan dan membeli dari kita, menjadikan kita sahabat, pengisi kekurangan di dalam hidup mereka, kita akan dikuatkan dalam kehidupan yang lebih damai, lebih sejahtera yang sesuai dengan harapan kita.
Memang tidak semuanya akan menjadi seperti yang kita harapkan, tetapi apabila kita ikhlas, tidak letih berharap, bekerja dalam kejujuran dan pengabdian kepada Tuhan, bagi kebahagiaan sesama, tahu-tahu kita bisa sampai pada keadaan yang bahkan lebih indah daripada yang kita harapkan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Banyak dari kita mensyaratkan kebahagiaan pada yang kita miliki sehingga sebelum kita memilikinya, kita tidak bahagia.
Kesederhanaan dalam berharap untuk berfokus kepada yang bisa kita lakukan, untuk menjadi pemantas bagi pemberian yang kita harapkan dari Tuhan, supaya kita tetap tabah, tetap bertahan di dalam keberanian yang sabar, di dalam kebahagiaan yang penuh kesyukuran, karena kita diberikan izin untuk memulai kehidupan yang lebih baik hari ini, yang tidak lagi terbebani penyesalan-penyesalan masa lalu, karena hari ini adalah awal dari sisa masa depan kita.
Marilah kita tidak lagi mengeluhkan kurangnya bantuan orang lain, tidak lagi mengeluhkan kesulitan yang ada tetapi menjadikan kita pribadi yang tetap berharap karena kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah lebih baik daripada yang telah kita lakukan di masa lalu.
Yang kita lakukan tidak boleh tidak ada gambar besar di masa depan.
Kalau orang ingin tumbuh besar, harus menghindari yang bisa dilakukan orang lain. Jangan lakukan yang bisa dilakukan orang lain.
Orang-orang yang ingin tidak letih pada berharap harus sibuk dalam melakukan sesuatu yang menjadikan impiannya nyata. Cara terbaik untuk sampai pada impian adalah sibuk selama menunggu. Kita semua menunggu menjadi pribadi yang mapan, yang mandiri, yang kuat, yang lebih besar kemampuannya daripada kewajiban-kewajiban kehidupan.
Orang yang bersungguh-sungguh menjadikan harapannya sebuah kenyataan yang produktif, bisa menjadikan seseorang bahkan lebih mampu daripada apabila dia mengharapkan pendapatan dari yang dibayarkan oleh orang lain.
Itu sebabnya kita tidak punya hak untuk letih dalam berharap karena masih banyak yang bisa kita lakukan dalam hidup ini.
Segmen II :
Tidak ada orang yang bisa mengeluh kalau melihat dirinya sebagai modal.
Kalau mau rezekinya baik, yang ramah.
Tandanya orang disayangi Tuhan, disayangi orang lain. Tandanya disukai Tuhan, disukai orang. Tandanya kita mudah dapat rezeki, gampang dibantu orang.
Kalau tahu modalnya diri, tindakan bisnis yang pertama kali adalah "minta".
Orang beli bukan karena butuh karena ingin.
Kalau orang dagang ingin rezekinya baik, harus pintar buat orang lain ingin.
Orang itu ingin barang dagangannya kalau suka orangnya.
Tugas kita itu untuk hidup bahagia.
Segmen III :
Orang kalau ingin memperbaiki rezeki, kuncinya satu, perbaiki diri.
Berdoa yang paling manjur bukan untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain karena berdoa untuk orang lain itu sangat ikhlas.
Percaya saja bahwa tidak ada cara mencapai kebaikan kecuali jalan kebaikan.
Cara menunggu yang paling baik itu sibuk. Jangan putus dari berharap. Kalau ada orang putus harapan itu karena berhenti berharap.
Hati yang kosong dari harapan, masuk kesedihan. Hati yang penuh harapan tidak sempat sedih.
Orang lain mudah beli pada orang yang terbuka.
Yang membatalkan rezeki : sombong ke istri.
Tuhan tidak sampai hati membuat orang yang hatinya baik, lama-lama susah.
Cara terbaik untuk memulai adalah memulai, jangan menunggu!
Segmen IV :
Orang itu kalau mau beli harus beli rasa yakin kita karena yang pertama kali dibeli itu orangnya.
Dibeli itu, dalam istilah biasa, disukai. Orang yang disukai gampang dibeli.
Kedekatan kita dengan pelanggan itu penting. Orang mempunyai kecenderungan membeli dari teman.
Harus ada rasa percaya diri kalau yang kita jual itu, bukan lebih baik, bukan jelek, tapi sesuai. Tidak ada istilah mahal atau murah, sesuai.
Kalau orang ingin menjual sesuatu harus memperlihatkan keinginan untuk dibeli. Banyak orang berdagang mengeluhkan tidak laku seharian tetapi tidak berperilaku yang menunjukkan ia ingin dibeli.
Orang-orang yang ingin dibeli membangun pertemanan yang baik dengan orang yang lalu lalang di depan tokonya tanpa harus menjadi kenal atau menjadi sahabat lama.
Kalau kita berdagang yang kesehariannya bertemu banyak orang, pastikan kita menguasai seni bersahabat dengan cepat. Orang mempunyai kecenderungan membeli dari orang yang dikenalnya, dari orang yang ramah, dari orang yang dipercayainya.
Jadi apabila kita sudah meminta rezeki yang besar kepada Tuhan, kita harus menunjukkan kepantasan untuk menerima besar, dengan cara menjadi pribadi yang disukai oleh orang lain.
Segmen V :
Siapapun yang ingin berbisnis apapun, jangan pikirkan uangnya karena pasti dapat. Pikirkan apa yang kita lakukan supaya bermanfaat bagi sesama. Tujuan kita adalah memperbesar manfaat.
Berbisnis amanah adalah bukan memikirkan uangnya tetapi memikirkan berapa banyak orang bisa baik, untung, sehat.
Tujuan dari kita bekerja adalah tumbuh menjadi orang yang gajinya terlalu besar untuk perusahaan itu sampai harus pindah ke perusahaan yang lebih besar.
Sebagian dari kita bekerja hanya untuk menua.
Alasan kenapa orang tidak mau cita-citanya besar, tidak sabar.
Raut wajah orang yang keinginannya besar itu berbeda.
Berbisnis yang amanah itu memikirkan bagaimana orang bisa baik dan beruntung.
Segmen VI :
Berdoa yang sesuai dengan kemampuan itu salah. Kalau berdoa sesuai dengan kemampuan itu bukan Tuhan yang kasih, teman.
Yang menjadikan anak kita pemenang jika dari kecil sudah diajarkan tidak mau kalah. Nomor satu datang di sekolah, nomor satu mandi. Jadi anak harus dilatih tidak mau kalah, kompetitif.
Jadikan anak kita mencintai kejujuran. Orang jujur itu rezekinya baik. Orang jujur itu masalahnya sudah selesai bahkan sebelum masalahnya datang.
Latihlah anak kita menjadi anak yang bangga, jujur, dan bekerja keras.
Mulai dari sekarang jangan khawatir rezeki kita kurang, rezeki kita langsung dari Tuhan. Baik saja sama orang.
Banyak orang hidupnya tidak punya proyek, hanya mengeluh dari hari ke hari.
Setiap orang berhak meminta apapun yang dimintanya dari Tuhan, dan tidak boleh membatasi ukuran dari permintaannya, karena Tuhan-lah yang mampu memenuhi permintaan yang sepertinya tidak masuk akal bagi orang lain.
Tugas kita adalah melakukan yang mungkin kita lakukan, dalam kesyukuran yang indah, supaya kita mencapai yang tadinya kita rasakan tidak mungkin.
Tugas kita bukan untuk mengeluhkan besarnya beban, tugas kita adalah untuk ikhlas melakukan yang sekarang bisa kita lakukan, yang berada dalam kemampuan kita.
Setelah itu, hiduplah dengan fokus kepada menjadikan diri semanfaat mungkin, bukan uang yang dicari karena uang pasti dapat karena pelayanan kita terhadap sesama, maka marilah kita menemukan cara-cara menggembirakan, membaikkan kehidupan sesama, supaya kita dirawat dalam sebaik-baiknya kesejahteraan.
Kesempurnaan adalah kesederhanaan yang disyukuri.
Segmen VII :
Sesuatu yang dilakukan secara setengah-setengah, itu harus dilakukan dua kali.
Waktu itu menuntut kita untuk tegas sekali berfokus karena banyak orang menginginkan banyak hal, membagi waktunya untuk banyak hal.
Menginginkan banyak hal itu bagus tetapi berhasil di satu keinginan itu yang memungkinkan kita mendapatkan semua keinginan.
Orang tidak harus berhasil pada semua hal. Cari satu yang paling kita cintai, yang membuat kita bangun pagi-pagi, bekerja paling lama, lupa makan, lupa istirahat, pikirannya hanya itu, belajar hanya itu, fokus hanya itu. Itu lebih mudah berhasil.
Sesuatu yang diperlakukan tidak penting, tidak mungkin menjadikan kita penting.
Kehidupan ini hanya seindah kesungguhan kita untuk mengindahkannya. Kehidupan ini memang tidak mudah, sebetulnya sulit, tetapi hanya terasa lebih mudah jika kita menjadi pribadi yang lebih kuat.
Kesungguhan untuk menggunakan yang sederhana, yang sudah ada pada kita, jauh lebih penting daripada modal apapun, karena tidak ada modal yang cukup bagi orang-orang yang tidak mensyukuri kesederhanaan yang ada padanya karena sebetulnya kesempurnaan adalah kesederhanaan yang disyukuri.
Apabila kita ikhlas menggunakan apapun yang ada dalam diri kita, menggunakan hubungan baik dengan orang lain yang menjadikan kita pribadi yang disukai, hingga orang berhubungan dan membeli dari kita, menjadikan kita sahabat, pengisi kekurangan di dalam hidup mereka, kita akan dikuatkan dalam kehidupan yang lebih damai, lebih sejahtera yang sesuai dengan harapan kita.
Memang tidak semuanya akan menjadi seperti yang kita harapkan, tetapi apabila kita ikhlas, tidak letih berharap, bekerja dalam kejujuran dan pengabdian kepada Tuhan, bagi kebahagiaan sesama, tahu-tahu kita bisa sampai pada keadaan yang bahkan lebih indah daripada yang kita harapkan.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Bad Boy Keren, MTGW, Minggu, 20 Mei 2012
Segmen I :
Kita mau membangun pribadi yang tidak membiasakan keadaan.
Bad boy ini gelisah karena dia tidak menyukai yang mapan, yang tidak ada perubahan. Orang-orang ini sering dikatakan sok tahu karena sudah melihat yang lebih baik.
Orang yang bosan dengan keadaan yang sama, pasti karena sudah melihat sesuatu yang lebih baik di dalam bayangannya.
Orang ini memiliki visionary, dan memiliki bahan baku untuk menjadi pemimpin karena setiap pemimpin visionary.
Seni yang paling hebat dari pemimpin adalah kemampuan melihat sesuatu yang belum jelas bagi orang lain. Tapi sudah dilihatnya dengan jelas dari keyakinannya.
Bad boy ini tipe yang mengabaikan pendapat orang lain. Dia percaya sekali dengan yang dilihatnya dan dia lambat menghormati orang. Sifat itu memang ada pada dirinya supaya dia berguru kepada yang paling hebat. Bukan karena dia sombong dan membuang orang lain.
Bad boy tidak disiksa oleh keraguannya sendiri. Kita tidak bisa menjadi bad boy kalau pertanyaan-pertanyaan asli dari hati kita. Tidak boleh. Kita itu mempertanyakan keyakinan orang tentang yang tidak boleh, tidak bisa, sudah pernah coba, gagal. Itu karena yang mencoba bukan aku.
Orang, sangat takut gagal.
Bad boy tidak takut gagal, karena kalau dia gagal, tidak ada orang yang gagal karena hanya dia yang mencoba.
Seorang bad boy tidak mempermasalahkan pendapat orang lain karena dia katakan, pendapat yang paling penting dalam hidupku adalah pendapat baikku tentang diriku sendiri. Orang yang pemberani seperti ini, akan mengutamakan apapun yang menurutnya penting, baik, bahkan kalau itu harus menegakkan kebenaran bagi satu orang yang berisiko dia tidak disukai banyak orang.
Yang disebut hebat itu juga berkenaan dengan waktu. Banyak sekali yang hebat belum diterima karena waktunya belum sesuai. Kita itu menunggu waktu dimana kita sesuai bagi penilaian hebat. Itu sebabnya bersabarlah bagi pribadi yang berani, yang hebat, yang tegak, yang tidak biasa.
Kalau anak buah gagah, anak buah berani, itu untuk keuntungan atasannya.
Jangan batasi kebaikan yang Anda lakukan karena itu membatasi kebesaran yang bisa Anda capai.
Segmen II :
Semua bad boy adalah pengkhayal aktif. Pengkhayal pasif adalah pelamun.
Bad boy pengkhayal yang khayalannya diupayakannya menjadi kenyataan. Itu sebabnya dia disebut penerobos.
Dia tersiksa sekali waktu jadi anak buah karena atasan-atasannya mau aman, tidak mau berubah, yang penting aku pensiun selamat.
Orang-orang tua tidak cocok bagi bad boy karena orang tua sudah lebih berorientasi pada yang aman. Bad boy sangat berorientasi kepada kesempatan.
Orang-orang yang memelihara keinginannya untuk membangun kesempatan, tidak pernah tua, apapun pangkatnya, apapun usianya.
Sebagian besar kenalakan anak-anak kita bisa dilihat bibitnya dari kita. Ibu harus melihat anak ibu sebagai panglima yang belum jadi.
Bagi seorang bad boy kata mengabaikan itu lebih penting daripada menurut.
Sebetulnya kemampuan untuk berbahagia adalah kemampuan mengabaikan. Berapa banyak di antara Anda yang tidak berbahagia karena mengisi pikiran dan perasaan dengan hal-hal yang tidak perlu?
Kalau kita tegas dan bisa mengabaikan yang tidak perlu, yang ada di pikiran dan hati hanya yang penting-penting.
Bad boy itu praktis hidupnya karena dia mengabaikan banyak hal termasuk orangtuanya, teman-temannya, guru-gurunya. Maka pada masa muda bad boy, dia menderita sekali. Tetapi penderitaannya itu yang membesarkan relung hatinya, yang menjadikan dia mampu menerima penderitaan banyak orang, bukan hanya penderitaannya sendiri.
Yuk, jadi orang yang membuat orang lain membongkar peraturan karena ingin menaruh Anda di tempat yang tinggi, karena Anda penting bagi mereka.
Seorang bad boy itu pengkhayal yang khayalannya diupayakan menjadi kenyataan.
Segmen III :
Yang dicari adalah orang yang pemberani. Bukan dia menghindari yang negatif karena dia takut terpengaruh, tetapi dia mendekatinya itu karena dia memiliki ion-ion positif yang akan mengubah lingkungan yang negatif.
Seorang bad boy tidak takut masuk kemanapun karena aku yang mengubah.
Napoleon mengatakan, bukan lingkungan yang mempengaruhi aku, aku yang mempengaruhi lingkungan.
Di organisasi ada 2 orang penting, manager dan leader.
Tugas utama pemimpin adalah menentukan arah, lalu membangun semangat orang lain dan organisasinya untuk pergi ke sana. Itu saja tugasnya. Ia tidak harus pandai.
Tugas manager, dia harus membangun keteraturan. Tugas keduanya adalah membangun kepatuhan kepada keteraturan itu.
Anak-anak nakal selalu kelebihan energi.
The real bad boy tidak takut kemanapun karena dia yang membuat lingkungannya.
Segmen IV :
Keinginan kita untuk besar itu sering dikontrol oleh pendapat kita mengenai pendapat orang lain.
Orang yang berupaya menjadi pribadi yang hebat, yang merasa kurang diperlakukan. Saya tidak seharusnya di sini. Saya seharusnya lebih tinggi. Saya lebih mampu daripada ini. Orang-orang yang bad boy ini terlihat dari ekspresifnya dia mengeluarkan pendapat. Perhatikan, apakah ada bad boy yang pendiam?
Bad boy, pertama, dia ekspresif. Yang dipikirkan, yang dirasakannya dekat sekali dengan yang dikatakannya.
Kedua, dia suka mengabaikan pendapat orang lain tetapi tidak damai jika seseorang tidak sependapat dengan dia. Itu sebabnya dia juga persuasif. Dia ingin orang setuju dengan dia.
Bad boy itu memang attractive sekali karena dia itu memang tidak lazim, tidak malu menjadi tidak sama dengan orang lain. Dia menemukan keindahan menjadikan dirinya dikomentari karena orang yang dikomentari jelek itu orang yang diperhatikan.
Para pembenci itu orang yang paling memperhatikan kita.
Bad boy tahu awal dia menjadi populer adalah tidak disukai. Karena orang yang tidak disukai, diperhatikan. Lalu di dalam perhatian itu ditemukan nilai-nilai hebatnya.
Jangan takuti bad boynya, takuti bahwa Anda tertarik kepada orang tidak baik.
Orang-orang yang hebat itu selalu adalah senjata yang sedang dibidikkan ke arah yang tidak baik. Itu sebabnya, ambil kecenderungan alamiah kita yang ingin berbakti. Senakal-nakalnya, sekeras-kerasnya, sesombong-sombongnya orang, ada kecenderungan alamiah untuk berbakti.
Ada kecenderungan alamiah orang untuk berbakti kepada sesuatu, yang salah kepada tokoh-tokoh yang tidak jujur, yang benar, kepada orang-orang yang akan memanfaatkannya bagi kebaikan.
Kita sebagai bad boy yang hebat, pilih orang hebat yang kita jadikan acuan karena bekerja untuk siapa bisa lebih penting daripada pekerjaannya.
Seorang bad boy yang masih mudah harus mengabdikan dirinya kepada pribadi yang kuat, yang jujur, yang bisa mengarahkannya kepada sesuatu yang berguna.
Segmen V :
Seorang bad boy melihat sesuatu yang lebih besar dari yang dilihatnya. Itu sebabnya dia menjadi orang besar karena setiap kali dia melihat ke cermin, dia tidak melihat anak muda, dia melihat anak muda ini bisa jadi apa.
Orang-orang yang lambat hidupnya melihat ke cermin sebagai orang yang pantas dikeluhkan.
Gunakan kemampuan melihat sesuatu yang besar itu untuk membuat orang tertarik kepada Anda. Jangan suka mengeluh karena mengeluh itu mengajak orang lain untuk melihat jeleknya keadaan di masa depan.
Pengaruh seorang bad boy datang dari harapan baik orang lain dari dirinya sendiri.
Kekuatan kita ada pada harapan baik orang lain tentang dirinya.
Pemimpin itu tugasnya membangun harapan baik. Bad boy itu kekuatannya ada pada harapan baik orang lain dan dibangunnya. Anda bisa. Bagaimana caranya? Saya belum tahu karena ini jalan hidup Anda sendiri tapi mari lakukan bersama.
Kesan adalah realita pertama yang dilihat oleh orang lain. Apakah itu realita? Bukan. Jadi, kita itu harus membangun kesan. Setiap orang harus membangun kesan baik.
Yang terbaik adalah anak muda yang patuh pada orangtua, taat beribadah, rajin belajar, merencanakan masa depan yang baik lalu melihat gadis-gadis kecil itu tertarik kepada siapa? Kepada bad boy. Baiklah, ini semua adalah urusan dalam negeriku, aku di luar tampil seperti bad boy.
Lakukan sesuatu yang memang menarik bagi orang lain, jangan korbankan kenyataan asli untuk membangun kesan yang sementara.
Kita semua muda dan tumbuh. Yang penting adalah menjadi sesuatu yang hebat di masa depan. Jadi tumbuhlah. Kesan itu adalah sesuatu yang bisa ditumbuhkan, maka tumbuhlah bersama kesan baik.
Segmen VI :
Kita lebih peka kepada yang tidak baik. Itu sebabnya, pelukaan masa lalu itu lebih lama bersama kita daripada pembahagiaan masa lalu.
Kita tidak bisa melupakan cinta pertama karena itu pertama kalinya kita merasa spesial.
Kita ini terlalu lama harus benar sehingga takut salah. Orang yang takut salah, tidak pernah benar.
Bad boy tidak takut salah. Jadi sering benar.
Berapa tahun kita gunakan untuk melambat dalam keluhan?
Orang-orang yang gelisah itu baik. Kegelisahan itu adalah ketidaknyamanan hati yang dipasang oleh Tuhan supaya kita menginginkan perubahan dan bergerak. Syukuri kegelisahan seperti kita harus mensyukuri masalah.
Masalah adalah rahmat yang belum kita ketahui gunanya.
Segmen VII :
Persiapan yang paling penting itu bukan supaya kita tidak jatuh, tetapi supaya kita melenting lebih tinggi setiap kali kita jatuh.
Sebagian besar dari kita diperhatikan atasan hanya kalau membuat kesalahan.
Sebagian kesalahan itu adalah kesempatan untuk lebih dikenal. Mengapa kita takut salah padahal Tuhan tidak mungkin masukkan kita dalam kesalahan kecuali untuk kemuliaan kita, dan tidak kita dimasukkan dalam masalah kecuali kita mampu menyelesaikannya.
Para pemimpin kita memiliki sikap keperwiraan bukan setelah mereka menjadi perwira. Mereka memiliki sikap itu sejak bayi.
Satu sifat yang sangat indah pada bad boy adalah dia lebih tertarik untuk berhasil daripada takut gagal.
Apapun yang Anda impikan, tulis, tempelkan tanggal. Semakin tidak mungkin, semakin itu undangan bagi Tuhan untuk turut campur karena campur tangan Tuhan dimulai pada batas kemampuan terbaik kita. Waktu kita berupaya sebaik mungkin dan sudah tidak mampu, doanya bukan Tuhanku aku menyerah, tetapi Tuhanku sekarang tugas-Mu meneruskan yang tak bisa kulakukan. Itu bad boy yang sesungguhnya. Bukan yang mengeluh semuanya sulit.
Karena bagi orang yang pesimis, semuanya sulit, bagi orang yang malas, semuanya tidak mudah, tapi bagi bad boy keren, kalau itu kau katakan tidak mungkin karena yang mencoba bukan aku. Apabila itu sulit, tidak berarti tidak bisa kulakukan karena bad boy keren mencapai yang tidak mungkin dicapai oleh orang lain dengan melakukan yang sekarang mungkin dilakukannya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Kita mau membangun pribadi yang tidak membiasakan keadaan.
Bad boy ini gelisah karena dia tidak menyukai yang mapan, yang tidak ada perubahan. Orang-orang ini sering dikatakan sok tahu karena sudah melihat yang lebih baik.
Orang yang bosan dengan keadaan yang sama, pasti karena sudah melihat sesuatu yang lebih baik di dalam bayangannya.
Orang ini memiliki visionary, dan memiliki bahan baku untuk menjadi pemimpin karena setiap pemimpin visionary.
Seni yang paling hebat dari pemimpin adalah kemampuan melihat sesuatu yang belum jelas bagi orang lain. Tapi sudah dilihatnya dengan jelas dari keyakinannya.
Bad boy ini tipe yang mengabaikan pendapat orang lain. Dia percaya sekali dengan yang dilihatnya dan dia lambat menghormati orang. Sifat itu memang ada pada dirinya supaya dia berguru kepada yang paling hebat. Bukan karena dia sombong dan membuang orang lain.
Bad boy tidak disiksa oleh keraguannya sendiri. Kita tidak bisa menjadi bad boy kalau pertanyaan-pertanyaan asli dari hati kita. Tidak boleh. Kita itu mempertanyakan keyakinan orang tentang yang tidak boleh, tidak bisa, sudah pernah coba, gagal. Itu karena yang mencoba bukan aku.
Orang, sangat takut gagal.
Bad boy tidak takut gagal, karena kalau dia gagal, tidak ada orang yang gagal karena hanya dia yang mencoba.
Seorang bad boy tidak mempermasalahkan pendapat orang lain karena dia katakan, pendapat yang paling penting dalam hidupku adalah pendapat baikku tentang diriku sendiri. Orang yang pemberani seperti ini, akan mengutamakan apapun yang menurutnya penting, baik, bahkan kalau itu harus menegakkan kebenaran bagi satu orang yang berisiko dia tidak disukai banyak orang.
Yang disebut hebat itu juga berkenaan dengan waktu. Banyak sekali yang hebat belum diterima karena waktunya belum sesuai. Kita itu menunggu waktu dimana kita sesuai bagi penilaian hebat. Itu sebabnya bersabarlah bagi pribadi yang berani, yang hebat, yang tegak, yang tidak biasa.
Kalau anak buah gagah, anak buah berani, itu untuk keuntungan atasannya.
Jangan batasi kebaikan yang Anda lakukan karena itu membatasi kebesaran yang bisa Anda capai.
Segmen II :
Semua bad boy adalah pengkhayal aktif. Pengkhayal pasif adalah pelamun.
Bad boy pengkhayal yang khayalannya diupayakannya menjadi kenyataan. Itu sebabnya dia disebut penerobos.
Dia tersiksa sekali waktu jadi anak buah karena atasan-atasannya mau aman, tidak mau berubah, yang penting aku pensiun selamat.
Orang-orang tua tidak cocok bagi bad boy karena orang tua sudah lebih berorientasi pada yang aman. Bad boy sangat berorientasi kepada kesempatan.
Orang-orang yang memelihara keinginannya untuk membangun kesempatan, tidak pernah tua, apapun pangkatnya, apapun usianya.
Sebagian besar kenalakan anak-anak kita bisa dilihat bibitnya dari kita. Ibu harus melihat anak ibu sebagai panglima yang belum jadi.
Bagi seorang bad boy kata mengabaikan itu lebih penting daripada menurut.
Sebetulnya kemampuan untuk berbahagia adalah kemampuan mengabaikan. Berapa banyak di antara Anda yang tidak berbahagia karena mengisi pikiran dan perasaan dengan hal-hal yang tidak perlu?
Kalau kita tegas dan bisa mengabaikan yang tidak perlu, yang ada di pikiran dan hati hanya yang penting-penting.
Bad boy itu praktis hidupnya karena dia mengabaikan banyak hal termasuk orangtuanya, teman-temannya, guru-gurunya. Maka pada masa muda bad boy, dia menderita sekali. Tetapi penderitaannya itu yang membesarkan relung hatinya, yang menjadikan dia mampu menerima penderitaan banyak orang, bukan hanya penderitaannya sendiri.
Yuk, jadi orang yang membuat orang lain membongkar peraturan karena ingin menaruh Anda di tempat yang tinggi, karena Anda penting bagi mereka.
Seorang bad boy itu pengkhayal yang khayalannya diupayakan menjadi kenyataan.
Segmen III :
Yang dicari adalah orang yang pemberani. Bukan dia menghindari yang negatif karena dia takut terpengaruh, tetapi dia mendekatinya itu karena dia memiliki ion-ion positif yang akan mengubah lingkungan yang negatif.
Seorang bad boy tidak takut masuk kemanapun karena aku yang mengubah.
Napoleon mengatakan, bukan lingkungan yang mempengaruhi aku, aku yang mempengaruhi lingkungan.
Di organisasi ada 2 orang penting, manager dan leader.
Tugas utama pemimpin adalah menentukan arah, lalu membangun semangat orang lain dan organisasinya untuk pergi ke sana. Itu saja tugasnya. Ia tidak harus pandai.
Tugas manager, dia harus membangun keteraturan. Tugas keduanya adalah membangun kepatuhan kepada keteraturan itu.
Anak-anak nakal selalu kelebihan energi.
The real bad boy tidak takut kemanapun karena dia yang membuat lingkungannya.
Segmen IV :
Keinginan kita untuk besar itu sering dikontrol oleh pendapat kita mengenai pendapat orang lain.
Orang yang berupaya menjadi pribadi yang hebat, yang merasa kurang diperlakukan. Saya tidak seharusnya di sini. Saya seharusnya lebih tinggi. Saya lebih mampu daripada ini. Orang-orang yang bad boy ini terlihat dari ekspresifnya dia mengeluarkan pendapat. Perhatikan, apakah ada bad boy yang pendiam?
Bad boy, pertama, dia ekspresif. Yang dipikirkan, yang dirasakannya dekat sekali dengan yang dikatakannya.
Kedua, dia suka mengabaikan pendapat orang lain tetapi tidak damai jika seseorang tidak sependapat dengan dia. Itu sebabnya dia juga persuasif. Dia ingin orang setuju dengan dia.
Bad boy itu memang attractive sekali karena dia itu memang tidak lazim, tidak malu menjadi tidak sama dengan orang lain. Dia menemukan keindahan menjadikan dirinya dikomentari karena orang yang dikomentari jelek itu orang yang diperhatikan.
Para pembenci itu orang yang paling memperhatikan kita.
Bad boy tahu awal dia menjadi populer adalah tidak disukai. Karena orang yang tidak disukai, diperhatikan. Lalu di dalam perhatian itu ditemukan nilai-nilai hebatnya.
Jangan takuti bad boynya, takuti bahwa Anda tertarik kepada orang tidak baik.
Orang-orang yang hebat itu selalu adalah senjata yang sedang dibidikkan ke arah yang tidak baik. Itu sebabnya, ambil kecenderungan alamiah kita yang ingin berbakti. Senakal-nakalnya, sekeras-kerasnya, sesombong-sombongnya orang, ada kecenderungan alamiah untuk berbakti.
Ada kecenderungan alamiah orang untuk berbakti kepada sesuatu, yang salah kepada tokoh-tokoh yang tidak jujur, yang benar, kepada orang-orang yang akan memanfaatkannya bagi kebaikan.
Kita sebagai bad boy yang hebat, pilih orang hebat yang kita jadikan acuan karena bekerja untuk siapa bisa lebih penting daripada pekerjaannya.
Seorang bad boy yang masih mudah harus mengabdikan dirinya kepada pribadi yang kuat, yang jujur, yang bisa mengarahkannya kepada sesuatu yang berguna.
Segmen V :
Seorang bad boy melihat sesuatu yang lebih besar dari yang dilihatnya. Itu sebabnya dia menjadi orang besar karena setiap kali dia melihat ke cermin, dia tidak melihat anak muda, dia melihat anak muda ini bisa jadi apa.
Orang-orang yang lambat hidupnya melihat ke cermin sebagai orang yang pantas dikeluhkan.
Gunakan kemampuan melihat sesuatu yang besar itu untuk membuat orang tertarik kepada Anda. Jangan suka mengeluh karena mengeluh itu mengajak orang lain untuk melihat jeleknya keadaan di masa depan.
Pengaruh seorang bad boy datang dari harapan baik orang lain dari dirinya sendiri.
Kekuatan kita ada pada harapan baik orang lain tentang dirinya.
Pemimpin itu tugasnya membangun harapan baik. Bad boy itu kekuatannya ada pada harapan baik orang lain dan dibangunnya. Anda bisa. Bagaimana caranya? Saya belum tahu karena ini jalan hidup Anda sendiri tapi mari lakukan bersama.
Kesan adalah realita pertama yang dilihat oleh orang lain. Apakah itu realita? Bukan. Jadi, kita itu harus membangun kesan. Setiap orang harus membangun kesan baik.
Yang terbaik adalah anak muda yang patuh pada orangtua, taat beribadah, rajin belajar, merencanakan masa depan yang baik lalu melihat gadis-gadis kecil itu tertarik kepada siapa? Kepada bad boy. Baiklah, ini semua adalah urusan dalam negeriku, aku di luar tampil seperti bad boy.
Lakukan sesuatu yang memang menarik bagi orang lain, jangan korbankan kenyataan asli untuk membangun kesan yang sementara.
Kita semua muda dan tumbuh. Yang penting adalah menjadi sesuatu yang hebat di masa depan. Jadi tumbuhlah. Kesan itu adalah sesuatu yang bisa ditumbuhkan, maka tumbuhlah bersama kesan baik.
Segmen VI :
Kita lebih peka kepada yang tidak baik. Itu sebabnya, pelukaan masa lalu itu lebih lama bersama kita daripada pembahagiaan masa lalu.
Kita tidak bisa melupakan cinta pertama karena itu pertama kalinya kita merasa spesial.
Kita ini terlalu lama harus benar sehingga takut salah. Orang yang takut salah, tidak pernah benar.
Bad boy tidak takut salah. Jadi sering benar.
Berapa tahun kita gunakan untuk melambat dalam keluhan?
Orang-orang yang gelisah itu baik. Kegelisahan itu adalah ketidaknyamanan hati yang dipasang oleh Tuhan supaya kita menginginkan perubahan dan bergerak. Syukuri kegelisahan seperti kita harus mensyukuri masalah.
Masalah adalah rahmat yang belum kita ketahui gunanya.
Segmen VII :
Persiapan yang paling penting itu bukan supaya kita tidak jatuh, tetapi supaya kita melenting lebih tinggi setiap kali kita jatuh.
Sebagian besar dari kita diperhatikan atasan hanya kalau membuat kesalahan.
Sebagian kesalahan itu adalah kesempatan untuk lebih dikenal. Mengapa kita takut salah padahal Tuhan tidak mungkin masukkan kita dalam kesalahan kecuali untuk kemuliaan kita, dan tidak kita dimasukkan dalam masalah kecuali kita mampu menyelesaikannya.
Para pemimpin kita memiliki sikap keperwiraan bukan setelah mereka menjadi perwira. Mereka memiliki sikap itu sejak bayi.
Satu sifat yang sangat indah pada bad boy adalah dia lebih tertarik untuk berhasil daripada takut gagal.
Apapun yang Anda impikan, tulis, tempelkan tanggal. Semakin tidak mungkin, semakin itu undangan bagi Tuhan untuk turut campur karena campur tangan Tuhan dimulai pada batas kemampuan terbaik kita. Waktu kita berupaya sebaik mungkin dan sudah tidak mampu, doanya bukan Tuhanku aku menyerah, tetapi Tuhanku sekarang tugas-Mu meneruskan yang tak bisa kulakukan. Itu bad boy yang sesungguhnya. Bukan yang mengeluh semuanya sulit.
Karena bagi orang yang pesimis, semuanya sulit, bagi orang yang malas, semuanya tidak mudah, tapi bagi bad boy keren, kalau itu kau katakan tidak mungkin karena yang mencoba bukan aku. Apabila itu sulit, tidak berarti tidak bisa kulakukan karena bad boy keren mencapai yang tidak mungkin dicapai oleh orang lain dengan melakukan yang sekarang mungkin dilakukannya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
25 Juni 2012
Memperbaiki Rezeki, MTGW, Minggu, 13 Mei 2012
Segmen I :
4 konsep utama :
1. Semua uang adalah uang Tuhan.
2. Kepantasan.
Orang yang meminta harus pantas diberi.
3. Kita mau naik kelas, naik kelas kepantasan karena kelas pemberian yang kita minta lebih tinggi.
4. Hidup ini lari maraton bukan lari 100 meter siapa yang paling cepat, ini panjang-panjangan ketahanan kebaikan.
Tuhan Maha Memungkinkan. Mungkin tidak orang yang tidak pantas diberi sesuatu yang besar?
Mungkin. Maka, seninya adalah mencari hal-hal yang memungkinkan Tuhan membesarkan kita daripada ukuran kita sendiri.
Oleh karena itu, banyak dari kita terlalu menakar kemampuan Tuhan. Kemampuan Tuhan besar sekali, jangan batasi.
Kekayaan itu harus. Jangan sampai orang jahat yang kaya, menggunakan kekayaannya untuk menistai orang baik. Yuk jadi orang baik yang kaya.
Orang miskin yang nanti kalau kaya jadi orang baik, tidak mungkin dibuat kaya. Yang namanya rezeki berubah menjadi berkah kalau penggunaannya indah. Jadi, kepantasan untuk diberi itu termasuk kepantasan setelah menerima. Bersyukur itu berarti menggunakan uang Tuhan untuk kebaikan.
Segmen II :
Kita itu harus bagi tugas yang jelas sekali antara kita dengan Tuhan. Tugas kita untuk meminta dan tugas Tuhan untuk memberi. Meminta disebut tugas karena diperintahkan oleh Tuhan untuk berdoa. Jadi, kewajiban kita adalah untuk meminta.
Upaya = doa + tindakan.
Dari semua permintaan, yang paling indah itu yang tidak dikatakan. Permintaan yang paling kuat adalah yang tidak dikatakan tetapi dalam tindakan. Itu sebabnya doa yang paling indah adalah doa dalam bentuk kehidupan.
Orang yang hidupnya berdoa. Bangun pagi karena dia tahu bahwa rezeki harus segera dijemput. Meramahkan diri, senyum karena tahu penghormatan itu penting bagi hati sesama. Menyimpan uang orang dengan amanah.
Doa yang paling kuat, yang paling didengar itu dalam bentuk kehidupan.
Segmen III :
Pejabat itu orang amanah bukan orang kaya. Yang diberhasilkan menjadi orang tidak jujur itu orang yang dibiarkan karena sudah dilarang tetapi tetap maksa.
Kita itu dilahirkan suci. Kalau kita sama sekali tidak terkotori oleh kesalahan dan dosa, apakah rencana kebesaran hidup kita terjadi? Ya. Tapi dengan menuanya diri, kesucian waktu kita lahir batal sehingga yang menjadi hak kita waktu kita dewasa, tertunda.
Itulah sebabnya kenapa Tuhan bilang kita itu banyak-banyaklah minta maaf, supaya kita kembali kepada kesucian waktu kita dilahirkan. Dan karena kita batal terus dalam memperbaiki diri, diberikan masa-masa untuk memperbaiki diri supaya kembali ke fitrahnya.
Berarti, meminta maaf kepada manusia dan Tuhan, mengembalikan kepantasan kepada kita untuk dimuliakan sebagai sesuci-sucinya jiwa.
Segmen IV :
Kalau Anda melakukan hal-hal yang sama, Anda akan menjadi orang yang sama. Jadi, kalau kita mau ada perubahan, kita harus melakukan sesuatu yang lain, termasuk pilihan kata. Penghormatan terhadap sumber rezeki tidak boleh dikecilkan.
Sikap yang menyebabkan kita masuk ke kehidupan yang lemah tidak bisa digunakan sebagai sikap yang menguatkan kehidupan. Perbaharui kualitas sikap, hormati diri sendiri. Tuhan memberikan kita modal yaitu diri kita. Semua orang yang berhasil adalah orang yang menggunakan apa yang ada dalam dirinya dengan sebaik-baiknya.
Saya tidak mengajarkan kebencian tapi seandainya kalau ada benci satu hal, bencilah kerata-rataan. Jangan pernah katakan "hanya", "biasa", "kebetulan".
Kenapa menasihati orang itu sulit? Karena Tuhan ingin kita pantas menasihati sehingga orang yang memberikan nasihat diminta dengan penuh kasih oleh Tuhan untuk merasakan nasihatnya sendiri.
Marah itu adalah kesempatan untuk bersabar. Banyak orang memaki kemarahan padahal kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan diri. Kapan lagi Anda bersabar kalau tidak marah?
Orang kaya tidak boleh sombong karena dia dikayakan. Jangan menafikan peran Tuhan. Itu sombong sekali.
Sedang dikayakan maka periharalah kebaikanmu supaya lama kaya.
Sedang digagalkan maka perbaikilah kesabaranmu, ketulusanmu, kejujuranmu supaya tidak lama-lama gagal.
Jika kita benar-benar mengerti menerima ikhlas kekuatan Tuhan hampir tidak ada ilmu yang tidak bisa diambil dari keimanan.
Kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan diri kita.
Segmen V :
Tuhan itu kadang-kadang mengusir kita dari satu tempat dengan cara membuat kita gelisah di situ.
Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan kalau dia bukan ikhlas menerima kekurangan tetapi ikhlas bertindak melebihkan dirinya supaya dia pantas bagi penghargaan yang lebih tinggi.
Ambil risiko, Tuhan menghargai orang yang berani melakukan sesuatu yang mengandung risiko karena percaya bahwa Tuhan akan merawat orang yang percaya kepada-Nya.
Untuk setiap jiwa, Tuhan sudah punya rencana. Pernikahan itu indah karena di dalam penyatuan ini, rencana Tuhan akan menjadi utuh.
Abaikan yang tidak membahagiakan Tuhan. Apapun yang ingin Anda lakukan tanya, apakah ini akan membahagiakan Tuhanku? Kalau tidak, komentar apapun dari orang lain tidak penting. Mereka sementara dalam hidupku. Aku permanen dalam hubunganku dengan Tuhan.
Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan oleh Tuhan.
Segmen VI :
Sebagian besar sudah tahu jawabannya, yang membuat dia sepertinya tidak tahu karena tidak mau bertindak. Padahal tindakan itu separo dari doa. Doa + tindakan = upaya.
Tindakan yang menjadi kehidupan yang baik adalah doa yang terbaik. Orang yang sudah tidak "berdoa" karena kehidupannya adalah doa, dia bisa mendapat yang tidak dimintanya.
Jadi jangan terlalu terpaku kepada permintaan yang kita minta. Ada hal-hal yang lebih penting yang bisa diberikan Tuhan yang tidak kita minta kalau kita bertindak yang pantas menerima yang tidak kita minta.
Kita sudah tahu pertanyaan-pertanyaan kehidupan, kita itu hanya belum bertindak. Jadi kelihatannya seperti tidak tahu.
Lalu sebagian orang hidupnya hanya bertanya. Dijawab, tidak bertindak.
Kita itu kita pikir bisa lalu minta dihargai seperti yang kita pikir kita bisa. Atasan kita membayar kita dari yang sudah kita lakukan. Penghargaan orang lain itu dari yang sudah kita lakukan, bukan yang kita pikir bisa.
Kekurangan diterima untuk memperbaiki diri. Yuk kita membuktikan kepantasan untuk diberi. Bukan bertanya-tanya mengapa belum diberi. Kuncinya, bersyukur.
Upaya penentu kebaikan nasib. Jadi orang yang merasa nasibnya tidak baik, harus memeriksa upayanya.
Setiap orang berhak atas sebaik-baiknya kehidupan hanya kalau dia ikhlas berupaya.
Penghargaan orang lain itu dari yang sudah kita lakukan.
Segmen VII :
Sudut pandang. Kadang-kadang kita melihat kehidupan itu seperti tidak enak karena kita mengarahkan pandangan kita kepada hal-hal yang menyedihkan. Itu sebabnya, jagalah pergaulan yang baik. Dengarkan yang baik-baik. Baca yang baik-baik. Mudah-mudahan dengan itu, kita tidak hanya sudut pandangnya baik, di manapun kita melihat dibaikkan karena bagi mata yang ikhlas membaikkan kehidupan, sampahpun indah karena dia bisa menggali rezeki yang besar dari pengelolaan sampah.
Tidak semua orang yang bersekolah menjadi terpelajar. Dan tidak semua orang yang mengenyam pendidikan terdidik.
Belajarnya lama tetapi tidak digunakan untuk kebaikannya. Batas dari pengetahuan adalah pengetahuan terbaik. Gunakan. Bukan dikeluhkan, disepelekan, untuk memprotes Tuhan yang tidak memberikan izin kepada kita untuk belajar yang lain.
Penggunaan ilmu lebih penting daripada ilmu. Mempekerjakan orang berpendidikan, itu lebih penting daripada pendidikan karena banyak orang terdidik tidak mempekerjakan dirinya sendiri.
Itu sebabnya bagi kita yang muda-muda kalau mau karier Anda cemerlang, jangan berpikir hanya untuk bekerja, berpikirlah untuk mempekerjakan orang lain. Itu yang menjadikan kemampuan Anda berlipat-lipat sejumlah orang yang Anda pekerjakan.
Berdoa saja sudah indah. Apalagi hidup dalam keindahan doa.
Banyak di antara yang kita terima sekarang, yang kita nikmati adalah hal-hal yang tidak pernah kita minta.
Tuhan mengetahui hal-hal yang lebih baik daripada kita. Jadi mungkin permintaan itu hanya karena diperintahkan, minta saja, soal yang diberi apa betul-betul sebaiknya kita serahkan kepada Yang Maha Mengetahui.
Kalau permintaan yang baik adalah kehidupan yang baik, maka mulai hari ini kalau kita mau memperbaiki rezeki karena kehidupan ini yang panjang, tidak mungkin kita bisa tahan lari cepat 100 meter hari, perpanjanglah napas Anda dengan sikap yang lembut kepada sesama.
Kelembutan hati Anda, memanjangkan daya tahan Anda di dalam menghadapi kehidupan yang tidak mudah ini.
Mulai dari sekarang ambil tanggung jawab pribadi, gunakan kehidupan sebagai doa, gunakan kebaikan orang lain sebagai tanggung jawab kita, dan mudah-mudahan, jiwa-jiwa kita yang ikhlas membahagiakan sesama, dirawat kebahagiaannya oleh Tuhan Yang Maha Penyayang.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
4 konsep utama :
1. Semua uang adalah uang Tuhan.
2. Kepantasan.
Orang yang meminta harus pantas diberi.
3. Kita mau naik kelas, naik kelas kepantasan karena kelas pemberian yang kita minta lebih tinggi.
4. Hidup ini lari maraton bukan lari 100 meter siapa yang paling cepat, ini panjang-panjangan ketahanan kebaikan.
Tuhan Maha Memungkinkan. Mungkin tidak orang yang tidak pantas diberi sesuatu yang besar?
Mungkin. Maka, seninya adalah mencari hal-hal yang memungkinkan Tuhan membesarkan kita daripada ukuran kita sendiri.
Oleh karena itu, banyak dari kita terlalu menakar kemampuan Tuhan. Kemampuan Tuhan besar sekali, jangan batasi.
Kekayaan itu harus. Jangan sampai orang jahat yang kaya, menggunakan kekayaannya untuk menistai orang baik. Yuk jadi orang baik yang kaya.
Orang miskin yang nanti kalau kaya jadi orang baik, tidak mungkin dibuat kaya. Yang namanya rezeki berubah menjadi berkah kalau penggunaannya indah. Jadi, kepantasan untuk diberi itu termasuk kepantasan setelah menerima. Bersyukur itu berarti menggunakan uang Tuhan untuk kebaikan.
Segmen II :
Kita itu harus bagi tugas yang jelas sekali antara kita dengan Tuhan. Tugas kita untuk meminta dan tugas Tuhan untuk memberi. Meminta disebut tugas karena diperintahkan oleh Tuhan untuk berdoa. Jadi, kewajiban kita adalah untuk meminta.
Upaya = doa + tindakan.
Dari semua permintaan, yang paling indah itu yang tidak dikatakan. Permintaan yang paling kuat adalah yang tidak dikatakan tetapi dalam tindakan. Itu sebabnya doa yang paling indah adalah doa dalam bentuk kehidupan.
Orang yang hidupnya berdoa. Bangun pagi karena dia tahu bahwa rezeki harus segera dijemput. Meramahkan diri, senyum karena tahu penghormatan itu penting bagi hati sesama. Menyimpan uang orang dengan amanah.
Doa yang paling kuat, yang paling didengar itu dalam bentuk kehidupan.
Segmen III :
Pejabat itu orang amanah bukan orang kaya. Yang diberhasilkan menjadi orang tidak jujur itu orang yang dibiarkan karena sudah dilarang tetapi tetap maksa.
Kita itu dilahirkan suci. Kalau kita sama sekali tidak terkotori oleh kesalahan dan dosa, apakah rencana kebesaran hidup kita terjadi? Ya. Tapi dengan menuanya diri, kesucian waktu kita lahir batal sehingga yang menjadi hak kita waktu kita dewasa, tertunda.
Itulah sebabnya kenapa Tuhan bilang kita itu banyak-banyaklah minta maaf, supaya kita kembali kepada kesucian waktu kita dilahirkan. Dan karena kita batal terus dalam memperbaiki diri, diberikan masa-masa untuk memperbaiki diri supaya kembali ke fitrahnya.
Berarti, meminta maaf kepada manusia dan Tuhan, mengembalikan kepantasan kepada kita untuk dimuliakan sebagai sesuci-sucinya jiwa.
Segmen IV :
Kalau Anda melakukan hal-hal yang sama, Anda akan menjadi orang yang sama. Jadi, kalau kita mau ada perubahan, kita harus melakukan sesuatu yang lain, termasuk pilihan kata. Penghormatan terhadap sumber rezeki tidak boleh dikecilkan.
Sikap yang menyebabkan kita masuk ke kehidupan yang lemah tidak bisa digunakan sebagai sikap yang menguatkan kehidupan. Perbaharui kualitas sikap, hormati diri sendiri. Tuhan memberikan kita modal yaitu diri kita. Semua orang yang berhasil adalah orang yang menggunakan apa yang ada dalam dirinya dengan sebaik-baiknya.
Saya tidak mengajarkan kebencian tapi seandainya kalau ada benci satu hal, bencilah kerata-rataan. Jangan pernah katakan "hanya", "biasa", "kebetulan".
Kenapa menasihati orang itu sulit? Karena Tuhan ingin kita pantas menasihati sehingga orang yang memberikan nasihat diminta dengan penuh kasih oleh Tuhan untuk merasakan nasihatnya sendiri.
Marah itu adalah kesempatan untuk bersabar. Banyak orang memaki kemarahan padahal kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan diri. Kapan lagi Anda bersabar kalau tidak marah?
Orang kaya tidak boleh sombong karena dia dikayakan. Jangan menafikan peran Tuhan. Itu sombong sekali.
Sedang dikayakan maka periharalah kebaikanmu supaya lama kaya.
Sedang digagalkan maka perbaikilah kesabaranmu, ketulusanmu, kejujuranmu supaya tidak lama-lama gagal.
Jika kita benar-benar mengerti menerima ikhlas kekuatan Tuhan hampir tidak ada ilmu yang tidak bisa diambil dari keimanan.
Kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan diri kita.
Segmen V :
Tuhan itu kadang-kadang mengusir kita dari satu tempat dengan cara membuat kita gelisah di situ.
Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan kalau dia bukan ikhlas menerima kekurangan tetapi ikhlas bertindak melebihkan dirinya supaya dia pantas bagi penghargaan yang lebih tinggi.
Ambil risiko, Tuhan menghargai orang yang berani melakukan sesuatu yang mengandung risiko karena percaya bahwa Tuhan akan merawat orang yang percaya kepada-Nya.
Untuk setiap jiwa, Tuhan sudah punya rencana. Pernikahan itu indah karena di dalam penyatuan ini, rencana Tuhan akan menjadi utuh.
Abaikan yang tidak membahagiakan Tuhan. Apapun yang ingin Anda lakukan tanya, apakah ini akan membahagiakan Tuhanku? Kalau tidak, komentar apapun dari orang lain tidak penting. Mereka sementara dalam hidupku. Aku permanen dalam hubunganku dengan Tuhan.
Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan oleh Tuhan.
Segmen VI :
Sebagian besar sudah tahu jawabannya, yang membuat dia sepertinya tidak tahu karena tidak mau bertindak. Padahal tindakan itu separo dari doa. Doa + tindakan = upaya.
Tindakan yang menjadi kehidupan yang baik adalah doa yang terbaik. Orang yang sudah tidak "berdoa" karena kehidupannya adalah doa, dia bisa mendapat yang tidak dimintanya.
Jadi jangan terlalu terpaku kepada permintaan yang kita minta. Ada hal-hal yang lebih penting yang bisa diberikan Tuhan yang tidak kita minta kalau kita bertindak yang pantas menerima yang tidak kita minta.
Kita sudah tahu pertanyaan-pertanyaan kehidupan, kita itu hanya belum bertindak. Jadi kelihatannya seperti tidak tahu.
Lalu sebagian orang hidupnya hanya bertanya. Dijawab, tidak bertindak.
Kita itu kita pikir bisa lalu minta dihargai seperti yang kita pikir kita bisa. Atasan kita membayar kita dari yang sudah kita lakukan. Penghargaan orang lain itu dari yang sudah kita lakukan, bukan yang kita pikir bisa.
Kekurangan diterima untuk memperbaiki diri. Yuk kita membuktikan kepantasan untuk diberi. Bukan bertanya-tanya mengapa belum diberi. Kuncinya, bersyukur.
Upaya penentu kebaikan nasib. Jadi orang yang merasa nasibnya tidak baik, harus memeriksa upayanya.
Setiap orang berhak atas sebaik-baiknya kehidupan hanya kalau dia ikhlas berupaya.
Penghargaan orang lain itu dari yang sudah kita lakukan.
Segmen VII :
Sudut pandang. Kadang-kadang kita melihat kehidupan itu seperti tidak enak karena kita mengarahkan pandangan kita kepada hal-hal yang menyedihkan. Itu sebabnya, jagalah pergaulan yang baik. Dengarkan yang baik-baik. Baca yang baik-baik. Mudah-mudahan dengan itu, kita tidak hanya sudut pandangnya baik, di manapun kita melihat dibaikkan karena bagi mata yang ikhlas membaikkan kehidupan, sampahpun indah karena dia bisa menggali rezeki yang besar dari pengelolaan sampah.
Tidak semua orang yang bersekolah menjadi terpelajar. Dan tidak semua orang yang mengenyam pendidikan terdidik.
Belajarnya lama tetapi tidak digunakan untuk kebaikannya. Batas dari pengetahuan adalah pengetahuan terbaik. Gunakan. Bukan dikeluhkan, disepelekan, untuk memprotes Tuhan yang tidak memberikan izin kepada kita untuk belajar yang lain.
Penggunaan ilmu lebih penting daripada ilmu. Mempekerjakan orang berpendidikan, itu lebih penting daripada pendidikan karena banyak orang terdidik tidak mempekerjakan dirinya sendiri.
Itu sebabnya bagi kita yang muda-muda kalau mau karier Anda cemerlang, jangan berpikir hanya untuk bekerja, berpikirlah untuk mempekerjakan orang lain. Itu yang menjadikan kemampuan Anda berlipat-lipat sejumlah orang yang Anda pekerjakan.
Berdoa saja sudah indah. Apalagi hidup dalam keindahan doa.
Banyak di antara yang kita terima sekarang, yang kita nikmati adalah hal-hal yang tidak pernah kita minta.
Tuhan mengetahui hal-hal yang lebih baik daripada kita. Jadi mungkin permintaan itu hanya karena diperintahkan, minta saja, soal yang diberi apa betul-betul sebaiknya kita serahkan kepada Yang Maha Mengetahui.
Kalau permintaan yang baik adalah kehidupan yang baik, maka mulai hari ini kalau kita mau memperbaiki rezeki karena kehidupan ini yang panjang, tidak mungkin kita bisa tahan lari cepat 100 meter hari, perpanjanglah napas Anda dengan sikap yang lembut kepada sesama.
Kelembutan hati Anda, memanjangkan daya tahan Anda di dalam menghadapi kehidupan yang tidak mudah ini.
Mulai dari sekarang ambil tanggung jawab pribadi, gunakan kehidupan sebagai doa, gunakan kebaikan orang lain sebagai tanggung jawab kita, dan mudah-mudahan, jiwa-jiwa kita yang ikhlas membahagiakan sesama, dirawat kebahagiaannya oleh Tuhan Yang Maha Penyayang.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Ojo Ndeso, MTGW, Minggu, 6 Mei 2012
Segmen I :
Sebetulnya upaya kita adalah agar tampil lebih gagah daripada perasaan kita.
Tidak ada orang kelas kehidupannya bisa baik, bisa naik kalau kelas pribadinya tidak naik.
4 hal pokok dalam program ini :
1. Kelas pribadi.
2. Kerinduan kita untuk menjadi pribadi yang hidupnya baik.
3. Daya tarik.
4. Rencana pembesaran diri.
Ada 2 jenis Ndeso : lucu dan norak.
Ndeso lucu : culun; polos; kuper; kagetan; cepat mengusulkan sesuatu salah. Dia tidak tahu tetapi dia berusaha menyumbangkan bantuan.
Orang-orang seperti ini menerima batas pengetahuan sebagai pengetahuan terbaik.
Ndeso norak : menganggap kekayaan adalah pemulia diri; tahu tapi tidak menggunakan pengetahuan; menganggap orang lain bodoh; merasa boleh berlaku salah karena berkuasa; berlaku palsu padahal ketahuan palsu dan tidak malu ketahuan palsu, berkata dia jujur.
Setiap orang merasa kurang dari orang lain, berarti setiap orang sama perasaannya dengan kita, jadi kalau begitu tidak perlu minder karena setiap orang merasa minder.
Segmen II :
Orang-orang yang dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga miskin itu lebih siap mentalnya untuk menjadi orang yang menghadapi kesulitan daripada anak orang kaya. Anak-anak orang kaya lebih mudah bersedih.
Orang yang tidak tahu kemiskinan lebih polos hidupnya, tidak menilai dirinya sebagai kurang. Banyak dari kita membatasi pergaulan. Tidak berani mendekat karena tidak pantas.
Janganlah pendapat mengenai kekurangan kita membatasi hak kita untuk menjadi sebebas-bebasnya pribadi. Itu yang disebut pribadi yang berkelas.
Yang berkelas itu mempunyai jiwa yang berkelas.
Orang-orang yang sudah miskin, yuk bersahabatlah dengan perasaan kurang itu supaya kalau kita tumbuh nanti, mengangkat orang dari kekurangannya.
Ndeso itu perilaku. Kelas pribadi yang mengakibatkan dia berperilaku ndeso yang disebut ndeso. Bukan uang, bukan harta, bukan pendidikan. Itu sebabnya bergaullah.
Ndeso bukan karena kelas ekonomi atau pendidikan, melainkan karena perilaku.
Segmen III :
Jangan pernah ada kesombongan dari orang yang pernah menjabat dan mengatakan calonnya tidak bisa mengalahkan dia karena dia pejabat sekarang. Dulu dia bukan apa-apa sehingga bisa dikalahkan oleh siapapun yang sekarang bukan apa-apa. Itu juga perilaku ndeso.
Ada berkah di dalam ketidaktahuan.
Jangan mengejar pendidikan tinggi kalau Anda belum menjadi hebat dengan pendidikan yang sekarang. Tidak ada gunanya pendidikan tinggi bagi orang yang penakut.
Nikmati ketidaktahuan Anda, gunakan itu untuk memajukan diri.
Segmen IV :
Banyak di antara kita demikian terpengaruh oleh pendapat orang tentang diri kita tetapi mengabaikan pendapat orang tua yang lebih mencintai kita. Tetapi pendapat orang yang menghina kita itu penting.
Orang-orang yang menghina Anda apakah akan menyantuni keluarga Anda kalau Anda gagal?
Katakan kepada para pembenci itu : "Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk untuk mencintai orang yang mencintaiku."
Jadi, abaikan orang-orang yang tidak penting bagi keberhasilan Anda. Pendapatnya tidak penting, abaikan. Kita itu terlalu sibuk mengisi kesadaran kita dengan kesadaran buruk. Kalau begitu yuk isi kesadaran dengan yang lebih penting.
Itu sebabnya kita harus selalu mengingat Tuhan supaya hanya nilai kebaikan yang menjadi isi dari pikiran kita.
Mulai dari sekarang, yang tidak penting, satu kata : ABAIKAN.
Tuhan itu tidak salah memberikan modal kepada kita, kita saja yang salah menggunakannya.
Bukan standar untuk memenuhi kepandaian, kepantasan, penampilan keren yang ditetapkan oleh orang lain.
Apapun adanya, kekurangan kelemahannya, kalau Anda tampil yakin dengan kekurangan itu, orang akan belajar melihat keindahan di dalam kekurangan Anda.
Segmen V :
Apa kesempatan Anda mengubah orang lain padahal Anda sendiri sulit berubah? Siapa yang lebih ndeso?
Pada akhirnya, setiap orang hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dan pada akhirnya itu dimulai sekarang, yaitu bertanggungjawablah bagi kebaikan Anda sendiri.
Di setiap kelompok pasti ada TOP DOG, bosnya, yang komentarnya ditakuti yang kecil-kecil. Di dalam pergaulan seperti apapun ada top dog. Dan banyak orang-orang kecil yang pintar yang sebetulnya tahu pergaulannya salah, mau keluar, takut dikomentari orang ini. Hati-hati. Cara terbaik adalah break away. Tahu-tahu betul-betul pergi.
Kadang-kadang kita harus berani breaking away supaya kita betul-betul bebas dari pengaruh yang selama ini mengelisahkan kita. Kehidupan ini hanya sekali, jalan ke depan, jangan kembali lagi. Yuk kita menuju ke yang lebih baik.
Semua bayi itu ndeso, hanya kelebihan mereka disayangi. Kalau kita penyayang, tidak ada orang ndeso. Hanya tinggal diberitahu.
Jika kita penyayang, maka tidak ada orang yang kita anggap ndeso.
Segmen VI :
Kemiskinan bukan penentu derajat. Kemiskinan itu adalah kekurangan sementara. Kejujuran adalah penentu derajat. Orang miskin yang jujur, sudah kaya sebelum kaya. Hanya tinggal waktu dia kaya harta tetapi kaya jiwa karena kejujurannya.
Orang kaya yang tidak jujur, sebetulnya miskin di dalam kekayaannya. Sebagai jiwa dia rendah sekali.
Jangan kaitkan ndeso dengan kurangnya kesempatan untuk maju. Jangan kaitkan kemiskinan dengan rendahnya derajat. Damailah sebagai jiwa yang baik. Itu saja.
Tugas kita itu menjadi orang yang baik dulu. Orang berhasil itu orang baik.
Di desa banyak orang baik. Banyak orang desa yang tidak tahu menjadi orang jahat karena tidak ada cara. Di kota, kesempatan kita untuk menjadi orang jahat banyak sekali.
Tidak ada apa-apa di desa atau di kota, yang ada adalah kebutuhan kita untuk menjadi jiwa yang damai.
Pertanyaan "why me" adalah pertanyaan semua jiwa. Kenapa saya lain? Awalnya kenapa aku yang dikurangkan, sekarang, kenapa aku yang dilebihkan?
Pertanyaan "Why me" harus tetap dipelihara. Awalnya sebagai perasaan kurang, kedua adalah perasaan untuk melebihkan kebaikan kepada sesama.
Tidak ada ndeso permanen kecuali Anda yang menjadikannya permanen.
Nikmati batasan. Jangan ingin mencapai yang di luar batas, padahal yang di dalam batas belum Anda gunakan.
Jangan terlalu ingin ilmu, kalau yang sekarang belum digunakan. Anda hanya akan menjadi orang yang sangat berilmu, yang ndeso sekali karena belum menggunakan ilmu yang paling sederhana.
Segmen VII :
Sebagian besar masalah anak-anak adalah karena mereka kurang dipuji. Orang tua lebih cepat memarahi daripada memuji. Lebih sering berkata jangan daripada bagus. Anak-anak kita akan tumbuh dengan bebas kalau orang tua lebih memuji. Biasakan tepuk tangan.
Jadilah super lebay, pastikan orang terpuji. Kalau Anda dikenal sebagai orang yang memuji dengan norak, Anda akan dicari kalau orang membutuhkan dukungan. Jangan sampai anak Anda mencari orang lain waktu dia membutuhkan dukungan.
Di dunia manusia yang menarik itu harus yang laki-laki karena dia harus menarik wanita yang terbaik. Dia mau anaknya dan keturunannya dibesarkan dari bibit yang super. Dia titipkan anak-anaknya, pengelolaan rumahnya, termasuk nama baiknya kepada wanita itu, maka dia harus sangat menarik. Bukan wanita yang harus sangat menarik, laki-laki, supaya wanita-wanita yang hebat itu menemukan laki-laki yang hebat, menurunkan anak-anak yang hebat supaya bangsa ini cerdas-cerdas, pintar-pintar, moralnya baik.
Mulai dari manapun termasuk dari menjadi ndeso, asal kita tumbuh menjadi jiwa yang baik, jiwa yang jujur, yang amanah, menggunakan yang sudah ada, untuk mencapai yang belum ada, melakukan yang mungkin kita lakukan, untuk mencapai yang tadinya kita rasakan tidak mungkin.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Sebetulnya upaya kita adalah agar tampil lebih gagah daripada perasaan kita.
Tidak ada orang kelas kehidupannya bisa baik, bisa naik kalau kelas pribadinya tidak naik.
4 hal pokok dalam program ini :
1. Kelas pribadi.
2. Kerinduan kita untuk menjadi pribadi yang hidupnya baik.
3. Daya tarik.
4. Rencana pembesaran diri.
Ada 2 jenis Ndeso : lucu dan norak.
Ndeso lucu : culun; polos; kuper; kagetan; cepat mengusulkan sesuatu salah. Dia tidak tahu tetapi dia berusaha menyumbangkan bantuan.
Orang-orang seperti ini menerima batas pengetahuan sebagai pengetahuan terbaik.
Ndeso norak : menganggap kekayaan adalah pemulia diri; tahu tapi tidak menggunakan pengetahuan; menganggap orang lain bodoh; merasa boleh berlaku salah karena berkuasa; berlaku palsu padahal ketahuan palsu dan tidak malu ketahuan palsu, berkata dia jujur.
Setiap orang merasa kurang dari orang lain, berarti setiap orang sama perasaannya dengan kita, jadi kalau begitu tidak perlu minder karena setiap orang merasa minder.
Segmen II :
Orang-orang yang dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga miskin itu lebih siap mentalnya untuk menjadi orang yang menghadapi kesulitan daripada anak orang kaya. Anak-anak orang kaya lebih mudah bersedih.
Orang yang tidak tahu kemiskinan lebih polos hidupnya, tidak menilai dirinya sebagai kurang. Banyak dari kita membatasi pergaulan. Tidak berani mendekat karena tidak pantas.
Janganlah pendapat mengenai kekurangan kita membatasi hak kita untuk menjadi sebebas-bebasnya pribadi. Itu yang disebut pribadi yang berkelas.
Yang berkelas itu mempunyai jiwa yang berkelas.
Orang-orang yang sudah miskin, yuk bersahabatlah dengan perasaan kurang itu supaya kalau kita tumbuh nanti, mengangkat orang dari kekurangannya.
Ndeso itu perilaku. Kelas pribadi yang mengakibatkan dia berperilaku ndeso yang disebut ndeso. Bukan uang, bukan harta, bukan pendidikan. Itu sebabnya bergaullah.
Ndeso bukan karena kelas ekonomi atau pendidikan, melainkan karena perilaku.
Segmen III :
Jangan pernah ada kesombongan dari orang yang pernah menjabat dan mengatakan calonnya tidak bisa mengalahkan dia karena dia pejabat sekarang. Dulu dia bukan apa-apa sehingga bisa dikalahkan oleh siapapun yang sekarang bukan apa-apa. Itu juga perilaku ndeso.
Ada berkah di dalam ketidaktahuan.
Jangan mengejar pendidikan tinggi kalau Anda belum menjadi hebat dengan pendidikan yang sekarang. Tidak ada gunanya pendidikan tinggi bagi orang yang penakut.
Nikmati ketidaktahuan Anda, gunakan itu untuk memajukan diri.
Segmen IV :
Banyak di antara kita demikian terpengaruh oleh pendapat orang tentang diri kita tetapi mengabaikan pendapat orang tua yang lebih mencintai kita. Tetapi pendapat orang yang menghina kita itu penting.
Orang-orang yang menghina Anda apakah akan menyantuni keluarga Anda kalau Anda gagal?
Katakan kepada para pembenci itu : "Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk untuk mencintai orang yang mencintaiku."
Jadi, abaikan orang-orang yang tidak penting bagi keberhasilan Anda. Pendapatnya tidak penting, abaikan. Kita itu terlalu sibuk mengisi kesadaran kita dengan kesadaran buruk. Kalau begitu yuk isi kesadaran dengan yang lebih penting.
Itu sebabnya kita harus selalu mengingat Tuhan supaya hanya nilai kebaikan yang menjadi isi dari pikiran kita.
Mulai dari sekarang, yang tidak penting, satu kata : ABAIKAN.
Tuhan itu tidak salah memberikan modal kepada kita, kita saja yang salah menggunakannya.
Bukan standar untuk memenuhi kepandaian, kepantasan, penampilan keren yang ditetapkan oleh orang lain.
Apapun adanya, kekurangan kelemahannya, kalau Anda tampil yakin dengan kekurangan itu, orang akan belajar melihat keindahan di dalam kekurangan Anda.
Segmen V :
Apa kesempatan Anda mengubah orang lain padahal Anda sendiri sulit berubah? Siapa yang lebih ndeso?
Pada akhirnya, setiap orang hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dan pada akhirnya itu dimulai sekarang, yaitu bertanggungjawablah bagi kebaikan Anda sendiri.
Di setiap kelompok pasti ada TOP DOG, bosnya, yang komentarnya ditakuti yang kecil-kecil. Di dalam pergaulan seperti apapun ada top dog. Dan banyak orang-orang kecil yang pintar yang sebetulnya tahu pergaulannya salah, mau keluar, takut dikomentari orang ini. Hati-hati. Cara terbaik adalah break away. Tahu-tahu betul-betul pergi.
Kadang-kadang kita harus berani breaking away supaya kita betul-betul bebas dari pengaruh yang selama ini mengelisahkan kita. Kehidupan ini hanya sekali, jalan ke depan, jangan kembali lagi. Yuk kita menuju ke yang lebih baik.
Semua bayi itu ndeso, hanya kelebihan mereka disayangi. Kalau kita penyayang, tidak ada orang ndeso. Hanya tinggal diberitahu.
Jika kita penyayang, maka tidak ada orang yang kita anggap ndeso.
Segmen VI :
Kemiskinan bukan penentu derajat. Kemiskinan itu adalah kekurangan sementara. Kejujuran adalah penentu derajat. Orang miskin yang jujur, sudah kaya sebelum kaya. Hanya tinggal waktu dia kaya harta tetapi kaya jiwa karena kejujurannya.
Orang kaya yang tidak jujur, sebetulnya miskin di dalam kekayaannya. Sebagai jiwa dia rendah sekali.
Jangan kaitkan ndeso dengan kurangnya kesempatan untuk maju. Jangan kaitkan kemiskinan dengan rendahnya derajat. Damailah sebagai jiwa yang baik. Itu saja.
Tugas kita itu menjadi orang yang baik dulu. Orang berhasil itu orang baik.
Di desa banyak orang baik. Banyak orang desa yang tidak tahu menjadi orang jahat karena tidak ada cara. Di kota, kesempatan kita untuk menjadi orang jahat banyak sekali.
Tidak ada apa-apa di desa atau di kota, yang ada adalah kebutuhan kita untuk menjadi jiwa yang damai.
Pertanyaan "why me" adalah pertanyaan semua jiwa. Kenapa saya lain? Awalnya kenapa aku yang dikurangkan, sekarang, kenapa aku yang dilebihkan?
Pertanyaan "Why me" harus tetap dipelihara. Awalnya sebagai perasaan kurang, kedua adalah perasaan untuk melebihkan kebaikan kepada sesama.
Tidak ada ndeso permanen kecuali Anda yang menjadikannya permanen.
Nikmati batasan. Jangan ingin mencapai yang di luar batas, padahal yang di dalam batas belum Anda gunakan.
Jangan terlalu ingin ilmu, kalau yang sekarang belum digunakan. Anda hanya akan menjadi orang yang sangat berilmu, yang ndeso sekali karena belum menggunakan ilmu yang paling sederhana.
Segmen VII :
Sebagian besar masalah anak-anak adalah karena mereka kurang dipuji. Orang tua lebih cepat memarahi daripada memuji. Lebih sering berkata jangan daripada bagus. Anak-anak kita akan tumbuh dengan bebas kalau orang tua lebih memuji. Biasakan tepuk tangan.
Jadilah super lebay, pastikan orang terpuji. Kalau Anda dikenal sebagai orang yang memuji dengan norak, Anda akan dicari kalau orang membutuhkan dukungan. Jangan sampai anak Anda mencari orang lain waktu dia membutuhkan dukungan.
Di dunia manusia yang menarik itu harus yang laki-laki karena dia harus menarik wanita yang terbaik. Dia mau anaknya dan keturunannya dibesarkan dari bibit yang super. Dia titipkan anak-anaknya, pengelolaan rumahnya, termasuk nama baiknya kepada wanita itu, maka dia harus sangat menarik. Bukan wanita yang harus sangat menarik, laki-laki, supaya wanita-wanita yang hebat itu menemukan laki-laki yang hebat, menurunkan anak-anak yang hebat supaya bangsa ini cerdas-cerdas, pintar-pintar, moralnya baik.
Mulai dari manapun termasuk dari menjadi ndeso, asal kita tumbuh menjadi jiwa yang baik, jiwa yang jujur, yang amanah, menggunakan yang sudah ada, untuk mencapai yang belum ada, melakukan yang mungkin kita lakukan, untuk mencapai yang tadinya kita rasakan tidak mungkin.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)

