04 April 2012

Al Ghaniyy wa Al Mughni,Kajian Kamis, 22 Maret 2012, Ust. Jumharuddin Lc

1. Secara kebahasaan berarti kecukupan, baik menyangkut harta maupun selainnya.

2. Suara.


Allah akan memberikan kecukupan. (QS 9:28)

Menikahlah dan Allah akan berikan kekayaan. Kalau tidak menikah, harus jaga diri.

(QS 24:32-33)


Kekayaan dalam Al-Qur’an dan Hadits :

Hartamu tidak bisa melindungimu / tidak bisa berikan kecukupan bagiku. (QS 69:28)

HR Bukhari : kekayaan bukanlah yang disebabkan banyak harta, tetapi kaya yang sebenarnya adalah kaya jiwa.

Akan Kami kayakan. (QS 93:8)

Jika memilih kehidupan dunia, ceraikan. Kaya jiwa bukan kaya harta. (QS 33:28)



Al Ghaniyy :

1. Imam Ghazali : ”Dia yang tidak punya hubungan selain-Nya, tidak dalam zat maupun dalam sifat-Nya, bahkan Dia Maha Suci dalam segala macam kebutuhan ketergantungan.

Kita harus merasa diberi karena kita muslim yang taat. (Jangan merasa kalau kita memberikan sesuatu kepada Allah karena kita menjadi muslim yang taat)

Allah pakai kita untuk menyampaikan ayat-ayat-Nya, walaupun sebenarnya tidak harus kita yang digunakan-Nya.


2. Yang sebenar-benarnya kaya adalah yang tidak butuh kepada sesuatu.


Jangan banyak kebutuhan kepada orang lain maka kita bisa merasa kaya.

Mintalah kepada manusia maka kau akan menjadi tawanannya. Berbuat baiklah kepada orang lain maka kau akan menjadi tuannya. Merasa cukuplah dari manusia maka kau akan sama dengannya.

Hai manusia, kalian semua fakir kepada Allah, butuh Allah. Hanya Allah Yang Maha Cukup. (QS 35:15)

Wajib haji bagi yang mampu. Jika mampu tidak haji, kafir. (QS 3:97)

Siapa yang bersungguh-sungguh, baik, semua itu untuk kita. (QS 29:6)


Meneladani Al Ganiyy :

1. Mandiri. Hendaknya mampu berdiri sendiri, tidak menghajatkan bantuan orang lain, bahkan kalaupun dia perlu, dia tidak mengulurkan tangan bantuan demi kehormatan dirinya. (QS 2:273)

2. Berusaha memperoleh kekayaan sebanyak mungkin. Hanya saja harus disadari bahwa kekayaan materi ibarat lingkaran 180°. Kekayaan materi adalah kemampuan mencapai lingkaran bulat itu, sedang bulatnya lingkaran itu adalah hasil kepuasaan hati setelah usaha maksimal. (Yang kita butuhkan tidak banyak, tetapi yang kita inginkan lebih banyak)

3. Selalu terpuji dalam sifat dan kadar jenis pemberiannya, tidak bosan / menggerutu dengan berulangnya permintaan, serta memiliki rasa kasih sayang kepada setiap yang butuh.


Semua kita bisa kaya ketika kita tidak punya kebutuhan kepada manusia.

Orang kaya adalah orang yang tidak butuh keculai hanya pada Allah dan apa yang ada pada Allah jauh lebih menenangkan daripada apa yang ada pada manusia.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Hak-hak seorang ibu dari buku Keutamaan Birrul Walidayn oleh Ibrahim al-Hazimiy, Qisthi Press

Kalau saja engkau tahu, hak ibumu itu besar sekali.

Nak! Banyaknya anak baginya tidaklah jadi persoalan.

Hampir tiap malam dia terjaga, tak nyenyak tidur
menahan beratnya kandunganmu.

Namun, cintanya kepadamu,
membuatnya hanya merintih dan menghela napas.

Ketika melahirkan,
kamu tidak tahu bagaimana sakit yang dia derita.

Saking gelisahnya (memikirkan keselamatanmu),
dia tidak ingat apapun.

(Setelah engkau lahir) tidak jarang dia membersihkan
kotoranmu dengan tangan kanannya.

Tidur beralaskan apapun tidak jadi soal,
asalkan engkau mendapat tempat tidur yang empuk.

Dia layani sendiri semua permintaanmu,
dan dari payudaranya,
kamu dapatkan minuman yang lezat.

Semasa kamu kecil, seringkali dia lapar
dan malah memberikan makanannya kepadamu.

Dia sangat menyayangimu.

Namun ketika kamu sudah besar,
kamu lupa dan menyia-nyiakannya.

Kamu sibuk dengan urusanmu sendiri.

Dia terabaikan.

Oh orang yang punya akal
tapi mengikuti hawa nafsunya!

Oh orang yang punya mata lahir tapi buta mata hatinya!

Pintalah doa-nya (ibu) sebanyak-banyaknya.

Sebab kamu sangat membutuhkan doa darinya.

Menantu dan Mertua, MTGW, Minggu, 1 April 2012

Segmen 1 :

Menjadi pribadi yang mudah disetujui itu adalah kelihatan masa depannya pada penampilannya hari ini.

Jadikan diri Anda sebagai penduga kecemerlangan masa depan.

Anak muda yang tampilannya, pilihan kata-katanya, kecemerlangan wajahnya mengindikasikan kecemerlangan masa depan, dipercaya banyak orang.


Segmen II :

Yang menjadikan kedekatan itu tidak mengganggu adalah cinta.

Berarti yang namanya terlalu dekat itu sudah melewati batas nyaman bagi orang yang tidak disenangi.

Jangan jadikan keburukan masa lalu sebagai penduga kebaikan masa depan.

Orang-orang yang memulai kehidupan di masa depan yang sulit adalah orang-orang yang memulai cara-caranya di masa lalu, yang telah membuatnya hari ini kesulitan.

Bagaimanapun kelamnya masa lalumu, masa depanmu masih suci.


Segmen III :


Kesabaran dalam menerima kesulitan itu harus untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, bukan untuk menyesuaikan diri dengan kelemahan hidup.

Kemiskinan bukan rendahnya derajat, orang-orang miskin sangat dekat dengan Tuhan.

Keamanahan kepemimpinan sulit untuk melekat kepada hati yang tidak lengkap, yang tidak dilubangi oleh kesedihan dan penderitaan untuk dibesarkan supaya bisa menampung kesedihan sesamanya.

Untuk setiap kekurangan, ada kelebihan. Tapi kita melihat kelebihan orang lebih jelas, dan kekurangan diri sendiri lebih jelas. Kalau belum kelihatan kelebihan kita, itu hanya masalah waktu. Jadi damailah.


Segmen IV :

Ada ketidaksesuaian persepsi antara orangtua dan anak. Persepsi orang tua adalah anak-anak tidak pernah dewasa. Anak-anak menganggap orang tua kuno. Ketidaksesuain ini yang membuat bicara tidak nyambung.

Kalau orangtua menasihati sesuatu yang baik, turuti. Jangan bantah.

Kalau orangtua menasihatkan sesuatu yang tidak baik, memilih menantu karena utang budi misalnya, juga jangan dibantah, tapi lakukan yang baik menurut Anda.

Lindungi perasaan mulia di hati orangtua, jangan ditolak.

Cinta yang baru seharusnya mengabaikan segala sesuatu. Cinta itu bukan hanya gila, cinta itu juga tidak tahu malu.

Kalau sudah diputuskan kita akan menua bersama-sama dengan seseorang, berbahagialah bersamanya.

Tuhan membuat kita melihat keindahan dari apapun, yang bahkan dilihat tidak baik oleh orang apabila kita mencintainya.

Pinggirkan semua masalah dan lihat satu sama lain sebagai hadiah terbaik.


Segmen V :

Jatuh cinta tidak membutuhkan uang. Tapi kelanjutan dari jatuh cinta dalam pernikahan bisa tidak murah. Maka siapkan karena ada dalam diri kita dorongan untuk mandiri dan tidak suka dibanding-bandingkan.

Mertua jangan dilihat negatifnya. Mertua itu melindungi kepentingan anaknya.

Kita memiliki kecenderungan melihat masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari. Masalah adalah rahmat yang belum kita ketahui kegunaannya.

Kita melihat kelemahan sebagai penderitaan. Kelemahan adalah kekuatan yang belum diketahui gunanya.

Kalau Anda selalu membuat kesalahan, bergembiralah. Menikahlah dengan pria atau wanita yang logis.

Banyak orang tidak melihat maksud Tuhan. Kalau maksud Tuhan gampang dilihat, Beliau tidak bisa disebut Tuhan. Tuhan itu yang memiliki keajaiban, yang gaib, yang maksudnya sangat lembut, yang tidak bisa dimengerti kecuali dengan hati yang ikhlas. Marilah kita ikhlas melihat masalah sebagai perintah untuk menguatkan diri.

Orang sulit, ngomelan, sulit disayangi. Membutuhkan orang sangat penyayang untuk menyayanginya.

Yang hebat itu yang bisa menerima kekurangan orang lain. Lalu tumbuh dan katakan rendahku sekarang, kurangku sekarang, lemahku sekarang karena aku masih muda. Sediakan sedikit waktu bagiku, setelah itu kalian akan bangga denganku.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Super Bete! MTGW, Minggu, 25 Maret 2012

Segmen I :

Banyak orang bukan tidak tahu caranya tampil baik, tetapi sikapnya mematikan daya tariknya.


Sumber bete :

1. Tidak mampu memikul beban.

Kurangnya kemampuan dibandingkan dengan beban kehidupan itu membuat orang stres.

Hati-hati dengan kemampuan. Orang-orang yang kemampuannya besar tidak stres.


2. Kita disiksa oleh ketidakpastian hidup.

Orang yang kuat orang yang punya banyak pilihan.

Yang gampang marah tidak punya pilihan. Hanya pekerjaan itu. Hanya teman yang itu.

3. Kita sering kecewa.

Harapan dan kenyataan beda.

Keinginan adalah hak. Yang menjadi sumber penderitaan adalah ketidakmampuan memenuhi keinginan.

4. Low level of fun.

Orang kalau mau tahan terhadap ketidakpastian kehidupan, kurangnya kemampuan, have fun. Life is not easy but full of fun.

Sebetulnya bete tidak berarah. Yang menjadikannya berarah itu marah.


Segmen II :

Ciri-ciri orang bete :


1. Bingung.

2. Merasa tidak mapan, ada komponen minder.

3. Cepat marah dan kalau marah lama.

4. Awal dari bete adalah perasaan tidak berdaya. Setelah tahu dia tidak berdaya, merasa tidak mampu, dia masuk ke dalam perasaan paling dasar dari orang bete, sedih. Lalu meratapi kehidupan. Menyalahkan segala sesuatu.

Akhirnya tenggelam dalam self-pity.

Tidak ada orang yang lebih lemah daripada orang yang mengasihani dirinya sendiri.

Cara terbaik melindungi orang lain adalah menyingkirkan diri Anda waktu Anda tidak bisa menjadi sahabat yang baik bagi orang lain.

Cara termudah untuk menyingkirkan diri adalah diam. Karena orang yang diam, itu seperti tidak ada.

Tidak ada orang dewasa, yang ada adalah orang yang pandai mengendalikan dirinya.


Segmen III :

Anda tidak bisa kekurangan dengan melebihkan orang lain karena tugas kita hanya melewatkan rezeki orang lain.

Orang yang menjadikan diri dan kehidupannya sebagai lewatnya rezeki, dia akan juga diberikan rezeki yang baik.


Segmen IV :


Kemarahan itu powerful. Yang dianjurkan dari jangan marah adalah jangan menggunakan rasa marah untuk merusak hubungan dan merendahkan diri.

Tapi orang-orang yang marahnya anggun, diam, tersenyum, melambatkan gerakan.

Kedewasaan bukan masalah usia, tetapi masalah pengendalian diri.


Segmen V :


Orang-orang yang peka mudah kasihan kepada orang lain dan mudah tersinggung.

Kita tidak mungkin mudah tersinggung kalau tidak punya bibit minder.

Jangan izinkan kekurangan Anda melukai rasa hormat Anda karena kekurangan itu keputusan Tuhan.

Aku kurangi kamu di satu hal agar kamu melihat kelebihanmu di hal yang lain lalu syukurilah.

Jadi orang yang tidak punya bibit minder tidak bisa tersinggung.

Yuk lebih percaya diri dengan menghormati hak kita untuk menjadi sebaik-baiknya manusia bukan karena kurang tetapi karena mendayagunakan kelebihan.

Banyak orang menuntut kasih sayang dengan cara merusak kasih sayang.

Berfokuslah kepada yang membahagiakan.

Keburukan dikirimkan ke rumah kita untuk berlabuh di hati.

Orang yang hatinya baik kehidupannya baik.

Peliharalah hati, karena orang yang memelihara hati memelihara kualitas kehidupannya.

Perasaan bete adalah getaran yang menjadi berarah kalau kita menggunakannya dengani emosi ekstrem yang lain.

Banyak orang disebut emosian karena menggunakan emosi ekstrem yang negatif. Marah, menghujat, mencemooh, merendahkan orang. Emosi yang positif, memuliakan orang, memaafkan orang, meninggikan, memuji orang, membesarkan hati sesama. Yuk kita jadi orang Indonesia yang emosinya positif.


Semoga bermanfaat. Aamiin.