08 November 2011

Ane Bosan Ente, MTGW, Minggu, 6 November 2011

Segmen I :

Mulai hari ini dengan keindahan semangat, untuk melihat yang sudah ada sebagai sarana untuk mencapai yang belum ada. Melakukan yang mungkin untuk mencapai yang tadinya tidak mungkin.

Orang yang mengatakan bosan kepada orang lain, sebetulnya mengharapkan pengganti.

Dalam mengganti, kalau kita bijak, artinya ganti diri yang sama menjadi diri yang banyak plusnya, karena kita banyak kurangnya dan bertahan kalau dikritik pasangannya.

Rasa bosan akan datang kalau Anda tidak merencanakan sesuatu yang baru.

Ketertarikan adalah dasar dari marketing. Bukan kualitas produk.

Jangan jadi orang biasa karena orang biasa akan diperlakukan biasa. Lakukan sesuatu yang lain.

Jangan biarkan diri Anda dianggap biasa. Lakukan sesuatu yang menjadikan Anda mengejutkan.

Pribadi yang menarik adalah pribadi yang tidak bisa diduga.


Segmen II :

Jangan berikan alasan untuk membuat orang lain merasa bosan.

Karena Anda akan menjadi sesuatu, hiduplah dengan damai, hidup dengan bahagia.

Karena batas kemampuan, Anda mengeluh, itu salah, karena tidak ada orang lemah.

Jadi bukan kekuatan yang penting, tetapi apa yang dilakukan dengan kekuatan itu.

Kalau Anda merasa lemah, temukan hal-hal yang meledak kalau Anda lakukan dengan kelemahan itu.

Jangan mengeluh kalau belum melakukan semua yang bisa Anda lakukan. Apakah Anda sudah mencoba yang bisa Anda lakukan dalam kelemahan Anda?

Jangan menyiksa diri Anda dengan pendapat yang salah.


Segmen III :

Pribadi yang tertarik kepada dirinya tidak akan merasa bosan dengan apa pun.

Orang yang tertarik pada dirinya sendiri tidak bisa dibuat bosan.

Pembosan adalah orang-orang yang tidak tertarik pada dirinya sendiri, mengeluh tentang dirinya sendiri, membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain, membandingkan kelemahannya dengan kekuatan orang lain, lupa bahwa dia memiliki hal-hal yang tidak dimiliki orang lain, lupa bahwa dia memiliki kekuatan yang tidak dimiliki orang lain.

Katakan sesuatu yang baik kepada diri sendiri dan syukuri bahwa Tuhan telah memberikan diri itu untuk Anda berhasilkan dalam hidup ini.

Jadilah orang yang adil, karena orang-orang yang tidak adil, yang melihat semua orang salah dan dirinya benar tidak mungkin damai, karena orang yang tidak adil pasti tidak mendapatkan keadilan sudut pandang kehidupan ini.

Tidak ada baiknya merasa benar di atas kesedihan pasangan kita.

Takdir dan nasib adalah dua hal yang berbeda.

Nasib itu pilihan. Obatnya adalah ketegasan.

Obat untuk masalah takdir adalah keikhlasan.

Ikhlaslah menerima kalau kita adalah pribadi-pribadi yang menjadi rahmat bagi sesama.

Jadilah orang yang adil, karena orang-orang yang tidak adil pasti tidak mendapatkan keadilan sudut pandang dalam kehidupannya


Segmen IV :

Banyak sekali orang yang sangat sopan di luar keluarganya, tetapi sangat tidak sopan di dalam keluarganya.

Musuh yang penuh hormat lebih baik dari pada sahabat yang tidak sopan.

Musuh yang menghormati kita itu objektif, kalau kita benar, dia setujui. Kalau kita baik bagi orang lain, baik baginya, dia bantu. Tapi sahabat yang kasar, yang tidak sopan, berisiko besar bagi nama baik kita karena dia akan melakukan keburukan dan mengaku teman kita.

Tidak mungkin kita dirugikan dengan berlaku hormat kepada orang lain karena di dalam perlakuan hormat itulah Anda ditenagai oleh hal-hal yang tidak kita ketahui. Jadilah orang yang penuh hormat.

Kita ini tidak spontan lagi. Karena itulah kita tertarik kepada orang yang spontan.

Jadilah pribadi yang spontan. Di dalam rencana Anda tetaplah jadi spontan.


Segmen V :

Kebosanan akan datang ke dalam hubungan yang membiasa. Membiasa biasanya karena tidak ada yang baru dan tidak ada yang baru karena tidak spontan lagi mencoba sesuatu yang tidak rutin.

Ketertarikan terhadap yang baik bagi Anda berdua itu lebih penting daripada ketertarikan Anda terhadap satu sama lain.

Jadi, orang-orang yang jatuh cinta, pastikan bahwa Anda jatuh cinta kepada orang yang punya ketertarikan sama. Jangan sampai Anda hanya tertarik kepada orangnya, lalu setelah menikah keduanya memiliki ketertarikan sendiri.

Yang menarik bagi Anda berdua, di luar diri Anda lebih penting daripada ketertarikan Anda terhadap satu sama lain.

Ane bosan ente itu bukan kepada orang lain tetapi kepada diri sendiri yang membosankan kepada diri sendiri.

Harapan adalah pemanjang umur.

Jadi orang yang ingin pernikahannya panjang harus membangun hubungan yang penuh harapan.

Orang yang ingin dihormati panjang oleh anak-anaknya, harus membuat anak-anaknya tahu orang tuanya berharapan besar.

Siapa pun yang berbicara di lingkungan yang tidak membangun harapan, membosankan.

Karena hubungan Anda dengan diri Anda sendiri harus panjang, berharapan baiklah.

Jangan katakan Ane bosan Ente, kecuali Anda telah menjadikan diri Anda sendiri pribadi yang sangat menarik, karena pribadi yang menarik, yang tertarik pada dirinya sendiri, tidak akan mampu bosan, kepada apa pun,dimana pun dan tentang apa pun.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

05 November 2011

Gubuk Berbayang Istana, MTGW, Minggu, 30 Oktober 2011

Segmen I :

Tugas kita, menjadikan apa pun yang sederhana yang kita miliki sebagai penghebat kehidupan kita.

Imajinasi menentukan apakah yang Anda lihat adalah penderitaan atau potensi.

Anda tidak mungkin melihat sesuatu dengan bersemangat kalau Anda tidak menggunakan imajinasi yang positif.

Bermanfaatlah bagi orang lain.

Orang-orang hebat itu tidak pernah diberitahu tanggung jawab. Mereka melakukan yang menjadi panggilan hati mereka sendiri. Kalau kita sudah beriman, mengapa kita tidak ikhlas.



Segmen II :

Kemiskinan adalah perintah untuk mengkayakan diri. Dan kekayaan adalah perintah untuk mengkayakan sesama.

Damailah dengan kemiskinan karena itu adalah tempat pemberangkatan terbaik yang menjadikan kebaikan itu sangat ikhlas kita terima hanya kalau kita miskin.



Segmen III :

Dalam kehidupan ini tidak ada biasa. Harus ada yang terbaik karena yang biasa diperlakukan seperti tidak penting.

Tidak ada masalah apakah Anda yakin atau tidak dengan diri Anda sendiri, asal yang Anda lakukan meyakinkan orang lain.

Bagi orang jujur, kemiskinan itu sementara. Tapi bagi orang yang tidak jujur, pangkat yang tinggi itu sementara, kekayaan itu sementara.

Jangan benci kekayaan, kekayaan ada dalam rencana kehidupan kita supaya kita menjadi penderma yang memuliakan kehidupan sesama.

Taruhlah seseorang dengan sikap yang baik di sebuah gubuk dan sebentar lagi dia akan mengubahnya menjadi istana.



Segmen IV :

Anak-anak sederhana dari keluarga bersahaja yang terdidik dengan baik oleh orangtuanya yang penuh cinta akan menjadi pribadi-pribadi yang pantas bagi istana dan setelah dia di istana, mengistanakan setiap kehidupan orang. Itulah kepemimpinan.

Harus dikenali bahwa pikiran itu mempunyai bakat kalau sudah terbuka dan menjadi besar, tidak bisa mengecil.

Hanya pikiran kecil yang takut mengupayakan sesuatu yang besar.

Jadilah pribadi yang selalu tertarik untuk lebih tahu.

Perhatikan orang-orang kerdil, selalu merasa sombong di dalam keterbatasan pengetahuannya.

Tidak ada anak muda yang lebih menyedihkan daripada anak muda yang sinis.

Orang sinis itu sifatnya 2 : tidak tahu dan yakin dengan ketidaktahuannya.

Jadikanlah diri Anda bisa. Banyak orang tahu tidak bisa karena menolak mencoba.

Selalulah menjadi pribadi yang tahu, bisa, dan mau. Mudah-mudahan dengannya, Tuhan mentenagai upaya Anda untuk menjadi rahmat bagi sesama.

Lebih baik menjadi orang tua yang sederhana, tapi anaknya hebat daripada orang tua hebat yang anaknya bermasalah.



Segmen V :

Jangan gunakan waktu untuk menunda tindakan.

Jangan impikan istana yang besar itu hanya sebagai impian, tapi mintalah izin Tuhan untuk diberikan uang untuk beli bata pertama.

Syukuri kewenangan Anda untuk menjadi pribadi yang bekerja. Pekerjaan itu adalah penghubung antara impian Anda dengan kemampuan Tuhan untuk merestui sebesar-besarnya doa Anda.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Al Warits, Allah Yang Maha Mewarisi, Kajian Kamis, 27 Oktober 2011, Ust. Jumharudin Lc.

Al Warits artinya peralihan sesuatu kepada sesuatu yang lain.

Waratsa artinya mewarisi baik materi maupun selainnya, baik karena keturunan atau hal lainnya.

Menurut Imam Ghazali, artinya Dia yang kembali kepada-Nya kepemilikan setelah kematian para pemilik.


(yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. (Lalu Allah berfirman), "Milik siapakah kerajaan pada hari ini?" Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan. (QS 40 : 16).

Kekuasaan adalah milik Allah.


Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi Bumi dan semua yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan. (QS 19 : 40).

Semuanya akan kembali ke Allah.


Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (QS 57 : 10)

Peringatan untuk orang yang enggan berinfak. Asal kata infak, nafak artinya terowongan. Jika tidak berinfak maka terowongannya akan tersumbat.


Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian Timur dan bagian Baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun. (QS 7 : 137)

Nabi Musa menjadi pewaris setelah Firaun tenggelam. Penjelasan apa saja yang Allah wariskan.


Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah, dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu. (QS 33 : 27)

Allah mewariskan bumi yang pernah ditinggali.


Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar. (QS 35 : 32)

Kitab diwariskan kepada orang pilihan.


Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata." (QS 27 : 16)

Allah wariskan ilmu.


Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa. (QS 19 : 63)

Surga diwariskan kepada hamba-Nya.



Bentuk jamak

Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS 3 : 180)

Pelit itu buruk. Orang yang memberi adalah orang yang kuat, sedang bahagia, orang yang sedang dalam puncak kekuatan.

Kesibukan membuat kita tidak mendapatkan kenikmatan hening.



Yang dikecam.

Maka setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata, "Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dengan Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti? (QS 7 : 169)

Ganti generasi terima warisan kitab tetapi tidak dapat apa-apa.



Meneladani Al Warits :

1. Hendaknya sumbangkan warisan kepada keluarga yang membutuhkan.

2. Jangan warisan menjadikan keluarga berantakan.

3. Jangan makan harta warisan yang bukan haknya.

Sedangkan kamu memakan harta warisan dengan mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram). QS 89 : 19.

4. Menghiasi diri dengan sifat-sifat ahli surga.

Shalat khusuk; yang tidak bermanfaat ditinggalkan; bekerja memikirkan zakat; menjaga kemaluan kecuali kepada istri; orang yang amanah dan menepati janji, amanah artinya jujur dan kompeten, orang yang tidak kompeten tidak mungkin jujur atau amanah; shalat rutin dijaga yang mewarisi surga Firdaus. (QS 23 : 1-11)



Dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki." Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS 39 : 74)

Perkataan ahli surga.

Semua yang hilang kembali kepada Allah dan akan diwariskan kepada siapa pun yang dikehendaki Allah.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Cinta, End Lagi... End Lagi, MTGW, Minggu, 23 Oktober 2011

Segmen I :

Fokuslah pada orang lain agar dia merasa dicintai.

Kalau hati Anda berisi cinta, jadikan orang yang Anda hadapi merasa dicintai.

Alasan utama dari cinta adalah kesamaan.



Segmen II :

Cinta itu harus memiliki dan menuntut perhatian total.

Yang menenangkan cinta dari kecurigaannya adalah kesetiaan yang panjang dan selalu baru.

Inginkan yang terbaik, terima yang sudah diberikan Tuhan.



Segmen III :

Yang membuat pria mengejar-ngejar wanita adalah daya tarik.

Yang memilih lebih penting dari yang dipilih.

Lukanya hati waktu pisah itu menunjukkan dalamnya cinta.

Nasib itu masalah keputusan.

Lakukanlah hal-hal yang membuat Anda diinginkan.

Yang memilih lebih penting daripada yang dipilih, kalau ada kesalahan memilih, perhatikan kualitas dari yang memilih.



Segmen IV :

Jangan menyiksa orang yang mencintai Anda dengan menjadi penyedih yang pemarah.

Sadarilah bahwa cinta Anda tumbuh dan berubah.

Bangun kehidupan yang penuh cinta.

Cinta pada tahap paling awal adalah sangat fisik dan romantis.



Segmen V :

Apa pun yang berlebihan akan mengurangi.

Cinta yang salah seperti membakar lilin dari 2 sisi.

Kalau di dalam ketegasan itu Anda membuat kesalahan, ketegasan itu lebih mendekatkan Anda kepada kesadaran bahwa Anda membuat kesalahan.

Selama Anda tidak memperbaiki cara untuk memilih orang terutama yang Anda cintai, Anda akan hidup di dalam perasaan tersiksa.

Maka, hadapkanlah wajah Anda dan hati Anda kepada orang-orang yang akan memuliakan Anda dalam pernikahan.

Cinta itu harusnya end sebentar, start lagi dengan pribadi yang sama.


Semoga bermanfaat. Aamiin.