13 September 2010

Marah

Beberapa waktu lalu saya bersama beberapa teman melakukan buka puasa bersama.

Putri teman saya yang berusia 4 tahun ternyata memiliki sifat yang sensitif.

Saat bermain dengan ibunya, saya melihat mereka sambil sesekali tertawa.

Ternyata tawa saya itu dianggap sebagai "penghinaan" oleh putri teman saya.

"Wah, gawat, sampai ngambek". Karena tiba-tiba saja, dia berhenti bermain bersama ibunya, dan dengan marah melempar bola dan menyingkir sambil mengerutkan muka.

Hmm, ternyata saya baru tahu kalau dia agak sensitif dengan tawa orang, yang selalu dianggapnya sebagai "hinaan". Mungkin karena seumur hidupnya berada di luar negeri, yang notabene dia memang berbeda dengan kawan-kawan seumurannya.

Ternyata memang agak sulit ya, membesarkan anak di luar Indonesia. Dan karena ternyata ayahnya suka menggodanya jika dia kesulitan untuk menemukan padanan kata dalam bahasa Indonesia.

Yah, begitulah, memang harus lebih memberikan dorongan pada anak, daripada menggodanya, yang menyebabkannya menjadi rendah diri dan mudah tersinggung.

:)

Tidak ada komentar: