Apa sih sebenarnya identitas diri? Apakah hanya sekadar nama, tempat tanggal lahir atau alamat kita yang ada di KTP misalnya?
Apa yang membuat kita berbeda dari orang lain? Baik secara fisik ataupun karakter.
Siapa yang paling berperan dalam pembentukan identitas diri kita? Orang tuakah? Temankah? Atau lingkungankah?
Apakah dengan nyamannya keadaan di rumah akan membuat kita cukup kuat menghadapi kritikan dari orang sekitar kita, misal teman atau rekan kerja?
Hmm, dari pengalaman yang saya alami, nyamannya kita di rumah tidak bisa mempersiapkan mental untuk menghadapi betapa kerasnya kritikan yang akan kita terima dari lingkungan baru kita.
Persiapan mental untuk menerima berbagai kritikan harus disiapkan dari rumah. Orangtua sejak awal seharusnya mempersiapkan mental anak untuk bisa mengerti bahwa yang terjadi di rumah tidak akan sama dengan yang akan mereka hadapi di luar sana.
Di rumah mungkin digunakan bahasa yang santun. Tetapi berbeda dengan yang ada di luar, karena setiap keluarga mendidik anaknya dengan cara berbeda. Ada yang dengan teriakan, dengan cacian, ataupun juga ada yang dengan kasih sayang.
Dengan adanya persiapan mental, anak tidak akan terguncang, sekiranya menemukan sesuatu yang tidak mereka temui di rumah. Mereka akan terbiasa dengan perbedaan dan akan tetap memiliki apa yang menjadi identitas diri mereka dengan apa yang diterapkan oleh orangtua mereka di rumah. Menjadikan rumah sebagai tempat teraman bagi mereka dan tidak mencari orang lain selain keluarga untuk merasa nyaman dan diterima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar