28 Agustus 2010

Pilihan

Beberapa waktu lalu, saat sedang berbincang dengan teman, saya tersadar saat dia mengatakan bahwa hal yang saya lakukan adalah pilihan saya.

Masih belum benar-benar sadar, saya mengatakan bahwa yang saya lakukan adalah apa yang harus saya lakukan, dan saya merasa bahwa itu bukanlah sebuah pilihan.

Teman saya mengatakan, ya, mungkin saja itu yang harus kamu lakukan, tetapi pada akhirnya kamulah yang memutuskan untuk melakukannya atau tidak dan itu merupakan pilihan. Dan jika kamu melakukannya, itulah pilihanmu.

Hmm, memang pada awalnya sulit menerima bahwa itu adalah sebuah pilihan. Mungkin karena sudah terbiasa dengan keharusan untuk melakukan, kita tidak melihatnya sebagai pilihan. Pilihan untuk tidak melakukannya, misalnya.

Ya, hidup itu berisi pilihan dan sudah seharusnya kita bisa berbesar hati dengan konsekuensi apapun yang datang bersama pilihan itu.

:)

Tidak ada komentar: