01 Oktober 2011

Dua orang ibu dengan hp-nya.

Suatu sore sepulang dari kantor, saya melihat seorang ibu sedang mendorong anaknya yang naik sepeda roda 3.

Si ibu sama sekali tidak memperhatikan anaknya, hanya sekadar mendorong sepeda anaknya.

Ya, beliau sedang sibuk ber-sms ria.


Suatu sore sepulang dari kantor, hari yang berbeda tentunya, saya melihat lagi seorang ibu yang sedang menemani anaknya yang bermain jungkat-jungkit.

Si anak duduk di ujung, si ibu juga duduk di ujung satunya lagi, tapi tidak di atas jungkat-jungkit tersebut.

Si ibu memegang ujung jungkat-jungkit dengan satu tangan, dan tangan yang satunya lagi memegang hp, karena beliau sedang berbicara di hp miliknya.


Saya tidak sedang menghakimi kedua ibu tersebut. Saya sedih melihat si anak yang sepertinya tidak mendapatkan perhatian penuh, karena masing-masing ibu sedang sibuk dengan hp-nya.

Saya kembali mengintrospeksi diri, apakah saya juga melakukan hal yang sama terhadap orang-orang di sekitar saya?

Mereka ingin berdiskusi atau berdialog, tetapi saya alpa untuk sekadar menghentikan apa yang sedang saya kerjakan agar saya bisa sepenuhnya berkonsentrasi terhadap teman bicara saya sehingga mereka merasa menjadi orang terpenting di dunia karena saya memperhatikan mereka?

Hmm, masih banyak PR yang harus saya lakukan.

Semoga kita semua bisa menjadi orang yang sepenuhnya memberikan perhatian kepada orang lain. Aamiin.

Tidak ada komentar: