Segmen I :
Ikan yang berhenti berenang menolak berlaku sebagaimana difitrahkan.
Kita disebut hidup kalau berupaya.
Banyak orang meyakini yang benar dengan cara yang salah. Tidak melihat haknya berbahagia.
Libatkan diri dalam kehidupan, gagal-lah, karena aku akan diselamatkan lagi.
Jangan menyerah pada kesulitan, sesuatu yang sulit itu hanya masalah waktu. Jangan lihat penderitaannya, lihat naiknya, gembiranya.
Semua masalah jangan dianggap masalah, karena pendapat yang salah tentang hal itu.
Orang kaya yang gagal menukar kegagalannya itu menjadi pengalaman yang bisa dijual.
Kita disebut hidup kalau berupaya dengan berupaya jiwa kita menjadi hidup dan bisa melihat hak kita untuk berbahagia.
Segmen II :
Kita bersedih karena lupa dengan yang sudah kita miliki karena sibuk dengan apa yang belum kita miliki.
Mensyukuri yang sudah kita miliki dan mengupayakan yang belum kita miliki untuk memperkaya kehidupan kita.
Irilah kepada kelebihan orang baik, bersainglah dengan diri sendiri, yang masih malas, suka menunda, meragukan yang kita lakukan, takut dengan masa depan, irilah pada orang-orang ikhlas karena mereka tahu bahwa mereka diberhasilkan, bukan karena dia pandai.
Syukuri apa yang sudah kita miliki sebagai cara untuk mencapai apa yang belum kita miliki.
Segmen III :
Mengalir seperti air tetapi pastikan mempunyai tenaga untuk naik.
Rezeki sudah ada yang mengatur. Tuhan tidak mengatur pada jumlahnya tetapi pada caranya.
Hidup itu abadi, yang sementara hidupnya badan. Jiwa kita abadi.
Orang yang impiannya besar dan tidak dipercaya, itu pujian. Berarti apa yang kita lakukan dan katakan, terlalu senior untuk usia kita sekarang. Jangan kecil hati.
Jangan ajak orang terlibat dalam penderitaannya. Jangan menghibur penderitaan orang untuk menjadikan dia menemukan kenikmatan dari penderitaannya.
Orang yang impiannya besar tetapi tidak dipercaya, dinilai sok tahu, dan sok tua, itu merupakan pujian karena sudah berpikir jauh ke depan.
Segmen IV :
Orang yang berbicara dan ingin didengarkan harus ada nilai dengar. Sesuatu yang didengarkan.
Baca nasihat-nasihat pendek dari orang-orang yang sudah jadi. Mereka menyimpulkan, tidak bicara kompleks tetapi yang dibicarakannya berdampak besar.
Bicara pada waktu yang tepat lebih penting daripada berbicara tepat.
Orang yang hebat adalah seseorang yang jatuh bangun dan jatuh bangun lagi tanpa kehilangan antusiasme.
Segmen V :
Orang yang menggunakan marahnya untuk membaikkan dirinya, menjadi seseorang yang lebih.
Salah satu cara untuk menjadi pribadi yang tidak mudah terluka adalah menjadi pribadi yang terlalu besar untuk dilukai.
Manfaat adalah penggunaan kebaikan kita untuk orang lain.
Selama kita mencari kegunaan untuk diri sendiri, kita belum betul-betul matang. Setelah kta memikirkan cara agar berguna untuk orang maka kita sudah dewasa.
Upaya adalah doa dan tindakan. Upayakan lebih.
Penderitaan adalah perintah memperbaiki diri agar kuat.
Jadilah ikan yang selalu bergerak, jadilah manusia yang selalu berupaya, dan mengambil apa pun yang terjadi. Aroma, sinar, apa pun yang kita sentuh sebagai perintah untuk memperbaiki diri.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar