01 Oktober 2011

Sibuk Selama Menunggu, MTGW, Minggu, 29 Mei 2011

Segmen I :

Sebetulnya setiap orang di antara kita akan diselamatkan kalau mengupayakan penyelamatan dirinya, akan ditinggikan kalau dia mengupayakan ketinggian dirinya, maka kesibukan kita harus lurus dengan yang kita minta pada Tuhan. Dan apa pun yang kita minta, kita tahu akan diberikan maka tenanglah.

Semangat itu bukan tingginya, bukan besarnya, semangat itu yang penting pemeliharaannya.

Jangan bergantung penyemangatan pada orang.

Semuanya sedang menunggu. Tapi kebaikan selalu menyukai orang-orang yang menyibukkan dirinya dengan hal-hal baik saat mereka menunggu.


Segmen II :

Gelisah itu tanda bahwa tempat Anda sekarang tidak cocok.

Kita sering dikagetkan oleh perubahan, padahal perubahan itu tidak kelihatan.

Kegelisahan itu peringatan bahwa kita tidak cukup baik.

Kalau begitu segeralah sibuk.

Bersyukur itu harus. Mengupayakan yang lebih baik itu tidak apa-apa.

Kesyukuran bisa tumbuh.

Jadilah pribadi yang tidak konfrontatif karena jika kita menjadi pribadi yang konfrontatif yang kita tolak termasuk kebaikan yang akan disampaikan kepada kita.

Kita sering dikagetkan oleh perubahan karena dalam keseharian kita tidak ada yang kelihatan berubah. Tetapi, tiba-tiba semuanya menjadi lain.


Segmen III :

Risiko adalah pemanis upaya. Yang menjadikan kita hebat itu karena ada kesulitan.

Niatkan untuk membantu orang lain mencapai kehidupan yang lebih baik.

Orang yang memperbaiki niatnya, akan terperbaiki kehidupannya.

Jangan hanya doing more, but not doing better. Hanya melakukan lebih banyak, tetapi tidak melakukan dengan lebih baik.



Segmen IV :


Kita ditunggu menjadi sebaik janji-janji kita.

Yang hebat adalah orang yang menyegerakan tindakan.

Sesungguhnya kita bisa diuntungkan oleh dua hal :

1. Perbaikan pada diri kita.

2. Kesulitan pada pesaing kita untuk berubah.



Segmen V :


Orang yang pantas bagi jabatannya tidak bisa naik. Yang bisa naik adalah orang-orang yang sudah tidak pantas lagi.

Jadi kesibukan kita dalam kehidupan ini adalah menjadi tidak pantas bagi kehidupan kita sekarang, tidak pantas diperlakukan seperti sekarang.

Sehingga kita bisa pantas untuk tempat-tempat yang naik.

Tidak mungkin itu hanya masalah pendapat.

Bentuk terbaik dari rencana adalah tindakan. Bertindak itu lebih mudah daripada bicara.

Bentuk pertama dari tindakan adalah hubungi orang.

Walaupun malas, segeralah lakukan sesuatu.

Orang lain itu malas. Belum tentu melakukan yang kita lakukan.

Ambil keuntungan dari memberanikan diri dan dari lambatnya orang lain.

The true competition is not against others but against yourself. – Confusius

Waktu kita sibuk selama kita menunggu, yang kita bangun adalah kebesaran, kualitas yang kita bangun di dalam nama kita.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: