19 Oktober 2011

Antara Cinta dan Benci, MTGW, Minggu, 2 Oktober 2011

Segmen I :

Yang membuat kita minder karena kita merasa kurang pantas untuk dicintai.

Rasa nilai diri.

Tidak ada orang yang di dalam hubungan baik yang dicinta itu tidak dituntut untuk menjadi seperti yang diharapkan yang dicintainya.

Perbedaan antara orang yang dicintai dengan perilakunya membuat kita mencintai orangnya, membenci perilakunya.

Yang mematikan cinta adalah kekasaran.

Kekasaran adalah ketidakpedulian terhadap hak orang untuk merasa baik. Oleh sebab itu kita membenci, itu terjadi saat cinta menurun.

Orang yang disakiti kekasihnya harus sadar bahwa dia sedang jatuh cinta kepada orang kecil. Orang besar itu keinginannya adalah memuliakan hati orang lain. Orang kecil memuliakan dirinya dengan biaya sakit hati orang.

Keindahan masa muda adalah tidak tahu itu tidak mungkin.

Tidak ada hubungan cinta tanpa perbedaan pendapat.


Segmen II :

Kalau tidak ada cinta, kita tidak tumbuh.

Hubungan kasih sayang, kalau tidak ada kekuatan yang menumbuhkan satu sama lain, itu bukan hubungan yang sehat dan pasti bukan cinta, karena cinta pasti menuntut perbaikan.

Anda tidak mungkin mencintai tanpa menuntut, karena ada tuntutan maka ada kontradiksi. Adanya kontradiksi bukanlah tanda ketidakbahagiaan seperti tidak adanya kontradiksi bukanlah tanda kebahagiaan.

Cinta itu tidak boleh melemahkan kita. Cinta dan kekuatan itu harus sama-sama.

Latihlah menuntut kebaikan saat Anda jatuh cinta.

Cinta itu bukan buta, cinta itu membutakan logika.

Cinta itu butuh upaya untuk baik.

Kontradiksi adalah tanda pertumbuhan. Tanpa kontradiksi dalam diri kita dan dalam kehidupan ini, kemanusiaan tidak akan tumbuh.


Segmen III :

Bersama besarnya tuntutan, akan ada kekuatan yang sama untuk menolak.

Siapa yang paling butuh dicintai? Diri kita sendiri.

Yang paling perlu ditenagai adalah diri sendiri.

Cintai diri sendiri. Orang yang tidak mencintai diri sendiri, sulit dibayangkan mencintai orang lain.

Jangan lihat diri sendiri di cermin sebagaimana adanya, tapi sebagaimana bisa jadinya.

Kita harus lihat, kekurangan dan kelebihan sebagai perintah untuk menjadikan kita pribadi yang menyegerakan kebaikan.

Kita membutuhkan pertentangan. Dalam diri dan lingkungan yang menghasilkan gerakan perubahan dan perbaikan.


Segmen IV :

Tujuan dari menjual adalah mendapatkan persetujuan.

Satu kata terpenting yang menandakan persetujuan adalah kata "ya".

Kalau orang bertentangan pendapat, itu pasti karena mencurigai niat.

Angkat orang kepada niat baiknya bagi kehidupan yang membahagiakan.

Salah satu sebab mengapa kita membenci pekerjaan karena kita melihat itu sebagai keharusan yang tidak penting bagi kita.

Pekerjaan adalah alat yang menghebatkan kita. Nikmati pekerjaan karena itu yang mendewasakan kita.

Orang benar atau baik itu ditenagai Tuhan. Kekuatan yang paling ditenagai Tuhan adalah kebaikan, yaitu benar dan santun. Orang baik itu benar dan santun.

Jadilah pribadi yang pengertian kebenarannya mengacu kepada Tuhan Yang Esa.

Kesamaan niat baik menyelesaikan perselisihan.


Segmen V :

Menjadikan diri lebih baik supaya pantas mendapatkan pasangan yang indah.

Sebetulnya tidak ada pilihan perasaan lain kecuali mengisi hati kita dengan cinta. Berkasih sayanglah.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: