Segmen I :
Hati memiliki pikirannya sendiri.
Jangan ikhlas sebelum terjadi, tapi ikhlas setelah terjadi.
Ikhlas itu akan selalu ada karena akan selalu ada masalah.
Selama kita ingin tumbuh menjadi pribadi yang lebih besar, pasti kita diharuskan ikhlas, karena untuk menjadi pribadi yang besar, Tuhan memberikan masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kebesaran pribadi.
Tuhan memuliakan orang yang memuliakan dirinya.
Banyak orang sedang membangun ingatan yang buruk bagi besok karena tidak menggunakan logika ikhlas yang baik.
Segmen II :
Jangan gunakan bahasa korban karena kita ikhlas menjadi pribadi yang tidak kuat.
Bicara yang gagah pada diri sendiri.
Jangan meratap karena diri sendiri dangan mendengarkan apa yang dikatakan diri sendiri. Respect yourself.
Tidak apa-apa hati tidak ikhlas, asal perilakunya baik. Itu kepalsuan yang baik.
Tidak usah mengharuskan senyum berasal dari hati, biarkanlah hati marah, nanti hati akan mengikuti perilaku wajah Anda.
Yang kita kenakan sangat berpengaruh.
Ubahlah perilaku luar, supaya yang dalam mengikuti.
Orang yang berani bertindak karena ikhlas menerima kemungkinan gagal, akan lebih sering berhasil.
Segmen III :
Ikhlas itu penting untuk menyelesaikan yang sudah terjadi dan meneruskan kehidupan dengan potensi-potensi yang baru.
Tambahkan kata merasa di depan perasaan negatif kita. Misal kita merasa dikhianati.
Kita mungkin memberi alasan untuk dia menyakiti.
Mungkin kita menjadi penyumbang bagi keputusannya yang tidak kita sukai.
Kalau kita ikhlas, kita justru melihat cara-cara memperbaiki diri.
Jadi orang baik itu enak.
Lebih baik mencintai sepenuh hati dan menyerahkan akhir kecintaan kita kepada Tuhan.
Hampir semua keberhasilan kita dalam hidup karena kita bekerja sebaik mungkin dilihat orang.
Keikhlasan itu termasuk menerima bahwa kita tidak mungkin 100% benar, seperti orang tidak mungkin sepenuhnya salah.
Segmen IV :
Banyak orang gagal karena tidak menggunakan kelebihannya, daripada orang yang memiliki banyak kekurangan tapi berfokus pada yang bisa dikerjakannya. Itu ikhlas.
Orang yang melakukan yang bisa dilakukannya, itu orang bersyukur.
Kita dihormati karena menstukuri apa yang bisa kita lakukan lalu menumbuhkannya menjadi kelebihan yang mengindahkan kehidupan orang lain.
Lihat ke diri sendiri, syukuri kelebihan.
Cara mensyukuri kelebihan adalah segera melakukan sesuatu yang bisa kita lakukan.
Hati memiliki kemampuan hebat untuk melupakan.
Jangan sepelekan hati.
Kalau mau melupakan yang buruk, berfokuslah pada yang baik.
Segmen V :
Orang yang sangat mencintai tidak mungkin tidak cemburu.
Cinta harus memiliki.
Tidak mungkin Anda bisa mengelola cemburu itu tanpa logika.
Orang yang merasa cemburu harus sadar bahwa dia sedang kehilangan rasa percaya diri.
Buat dia mengerti tetapi Anda harus tetap percaya diri.
Justru menyatakan bahwa kita sudah ikhlas menandakan bahwa kita belum ikhlas.
Orang ikhlas itu lupa, dia terlalu sibuk melakukan kebaikan.
Ikhlas itu menerima Tuhan dengan segala kebenaran-Nya. Dasar dari semua keikhlasan.
Yang melakukan kebaikan akan mendapatkan kebaikan.
Orang yang beragama seharusnya mudah sekali ikhlas.
Menerima kekurangan adalah awal dari kelebihan.
Kita menjadi lebih kuat karena tampil lebih dari aslinya.
Sehingga kita menjadi pelurus bagi pikiran orang lain, penjernih bagi hati orang lain, dan pengindah bagi perilaku orang lain. Marilah kita membangun kekuatan hidup kita dengan menerima Tuhan beserta seluruh kebenaran-Nya.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar