Segmen I :
Dikejar anjing gila adalah perumpamaan untuk menyegerakan hasil dalam hidup.
Hidup kita dinilai dari banyaknya yang sudah kita selesaikan.
Tidak ada kepura-puraan dalam ketergesaan.
Beda antara beban dan kemampuan menghasilkan kekhawatiran.
Kalau beban lebih besar dari kemampuannya, orang khawatir.
Kalau kekhawatiran tidak dikelola maka kekhawatiran menjadi ketakutan.
Bukan kekhawatirannya yang hebat, tetapi apa yang Anda lakukan supaya Anda khawatir untuk hal-hal yang lebih penting.
Orang bisa diukur dari kekhawatirannya.
Menjadi hebat karena terpaksa. Tidak ada orang yang sempat malas, jaim, atau lebay saat dikejar anjing gila.
Segmen II :
Keadaan terdesak karena proyek yang besar, menyebabkan kita bekerja dengan kemampuan penuh, seperti dikejar anjing gila.
Kalau tidak tercapai target pekerjaan, minta maaf. Maafnya orang yang bekerja keras lebih mudah diterima.
Filsafat bebek, anggun di atas air, giat di bawah air.
Segmen III :
Anjurannya, kalau Anda mau dihargai tinggi di pasar, jangan kelihatan sibuk.
Anggunlah dalam mengerjakan hal-hal yang sulit.
Lakukanlah hal-hal yang hampir tidak bisa dilakukan orang lain dengan cara seperti tanpa upaya.
Itu yang menjadikan Anda sangat dihormati.
Jangan mengeluh kalau Anda banyak pekerjaan. Atau mengeluh di depan umum.
Tampillah anggun. Bekerjalah keras, tapi jangan terlihat tersiksa oleh pekerjaan itu.
Keberanian lebih penting daripada kualitas dalam menyelamatkan diri dikejar anjing gila.
Pertemuan yang menakutkan, menyembunyikan hadiah-hadiah terbaik.
Segmen IV :
Rahasia keberhasilan yang sesungguhnya tidak rahasia. Bekerja keras di setiap kesempatan untuk bekerja.
Dalam keterdesakan, kecepatan bertindak lebih penting daripada ketepatan bertindak.
Karena tidak bertindak dalam waktu genting sudah salah.
Kesegeraan dalam bertindak membangun rasa hormat.
Kepemimpinan turun hormatnya karena lamanya penundaan.
Siapa pun yang cepat bertindak, dijadikan pemimpin.
Kita memiliki otot mental yang bisa lebih kuat dengan berjalannya waktu.
Ada orang yang menanggung beban yang besar dan masih dapat berlaku anggun.
Berorientasilah pada hasil, tapi berfokuslah pada proses.
Perlakukan segala sesuatu itu wajar.
Segmen V :
Jika kita mau berhasil dalam hidup :
1. Jaga kesehatan, termasuk kesehatan mental.
Tidak ada keberhasilan yang berarti kalau kita sakit.
2. Belajar dan bekerja keraslah.
3. Beritahu orang lain apa yang kita bisa lakukan.
Bekerja keraslah untuk mencapai kehidupan yang kita inginkan.
Hiduplah dengan sepenuhnya.
Hidup yang penuh tidak mungkin dibangun dengan keberanian yang setengah-setengah dan dengan keberserahan yang separo-separo.
Keberanian yang penuh mengindikasikan tingginya iman.
Keberserahan yang penuh, menandankan tingginya penerimaan Tuhan di hati kita.
Gunakan keseluruhan diri Anda untuk membahagiakan sesama.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar