01 Oktober 2011

Kemilau Cahaya Negeri Ginseng, Metro Files, Sabtu, 4 Juni 2011.

Park Jung Hee, presiden Korea Selatan, membangun Korea dan rakyat menyumbang tenaga.

Demi kemakmuran Korea, digalakkan pembaruan desa.

1956, usai Perang Korea, masyarakat kekurangan pangan.

Kebijakan pemerintah membangun sektor industri sebagai dasar pengembangan ekonomi.

Korea berkembang dari masyarakat pertanian menjadi masyarakat industri berbasis ekonomi.

Dalam waktu 50 tahun, dari pendapatan perkapita US$ 100 menjadi US$ 19.000.

Pikiran dan tenaga kami terfokus ke teknologi karena miskin sumber daya alam.

Perhatian pemerintah di sektor pendidikan, pembangunan SDM, dan investasi agresif pada penelitian dan pengembangan adalah kunci keberhasilan Korea Selatan.

Sejak nenek moyang sangat haus pendidikan. Mengembangkan bidang pendidikan setinggi-tingginya. Masa awal, Park Jung Hee menaikkan gaji guru setinggi mungkin. Jika pendidikan hidup, semuanya bisa hidup.

Di Korea, orang tua kurangi makan untuk pendidikan anaknya. Menjual sapi yang dipakai untuk pertanian untuk membiayai pendidikan anaknya. Sikap itu ada sejak dulu. Sangat mementingkan pendidikan. Orangnya maju, ekonomi maju, hubungan internasional mulai baik.

Para ekonom dunia menganalisis bahwa ada banyak unsur kemajuan Korea, tapi unsur terpenting adalah pendidikan.

Dulu rakyat Korea suka produk luar negeri, tapi kualitas barang lokal makin bagus, orang pilih produk sendiri.

Ekonomi Korea dimulai dari nol, sejak awal pinjam uang dan tempat. Dana dari luar negeri. Dana dipinjamkan pemerintah ke pengusaha. Para pengusaha yang mengembangkan perekonomian nasional.

Korea negara dengan kekuatan ekonomi ke-15 di dunia dan ke-4 di Asia setelah Jepang, Cina dan India.

Demokrasi bisa mendukung ekonomi dan kreativitas jika kesejahteraan juga ikut membaik.

Kebebasan pers ada dan pemerintah terbuka terhadap kritikan dari rakyat.

Supremasi hukum benar ditegakkan tanpa pandang bulu. Presiden Korea juga dijatuhi hukuman karena melakukan korupsi.

Birokrasi parlemen dan pemerintah Korea relatif bersih dari korupsi dan kolusi.

Korea adalah pengekspor barang manufaktur berteknologi tinggi.

Ekonomi Korea yang paling dasar terdiri dari :

1. Konstruksi.

2. Industri mobil.

3. Industri kimia.

Tiga pilar yang sangat penting.

Kebijakan ekonomi Korea berdasarkan 3 pilar tersebut dan pertahanan.

Di tahun 1974, Hyundai mampu mendesain dan memproduksi sendiri mobil Hyundai Pony. Sebelumnya mengadopsi mesin dari Jepang, desain kendaraan dari Italia. 2 tahun kemudian memproduksi sendiri dan mengekspor kendaraan untuk pertama kalinya ke Ekuador.

Strategi jangka panjang ingin menembus pangsa pasar global.

Kantor utama berada di Korea Selatan, kantor cabang tersebar di Amerika Serikat, Brasil, Cina dan India.

Krisis global datang, perusahaan Korea merasakan dampak dan mengalami kebangkrutan.

Seluruh rakyat aktif untuk menghidupkan ekonomi nasional.

Ikut mengumpulkan emas selama 3 bulan, sejumlah 2,5 milyar dolar Amerika.

Hyundai peduli teknologi tinggi ramah lingkungan dan menghabiskan jutaan dolar untuk riset pengembangan dan produk kendaraan hybrid.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Videonya dapat dilihat di http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2011/06/04/8949/157/Kemilau-Cahaya-Negeri-Ginseng

Tidak ada komentar: