01 Oktober 2011

Tali Rezeki, MTGW, Minggu, 19 Juni 2011

Segmen I :

Tali rezeki adalah tali yang menghubungkan antara kita dengan pemberi rezeki, yaitu Tuhan.

Syarat pertama untuk dapat rezeki dari Tuhan harus menarik perhatian Tuhan.

Jagalah selalu nama Tuhan agar selalu ada di hati, dan di pikiran dan dalam kesadaran dalam waktu kita bertindak.

Harta utama kita adalah iman. Iman itu kekayaan pertama dan utama.

Kedua, kesehatan.

Ketiga, hati yang bening.

Keempat, pikiran yang jernih.

Kelima, perilaku yang indah, yang baik.

Kalau kita meminta sesuatu belum diberi, kalau kita berprasangka baik kepada Tuhan, itu berarti ada yang belum pantas dari diri kita. Jadilah pribadi yang lebih pantas untuk dimuliakan.


Segmen II :


Komponen tali rezeki :

1. Permintaan.

2. Kepantasan untuk menerima.

3. Menggunakan yang sudah ada sebagai pemungkin.

Pertama, meminta adalah kunci menuju kebahagiaan dan kekayaan yang paling ditelantarkan.

Kemampuan meminta dengan baik kepada manusia mengindikasikan kemampuan berdoa.

Selling is the skill of asking.

Orang yang memperbaiki cara memintanya, sebetulnya memperbaiki rezekinya.

Kedua, banyak orang berlaku tidak pantas untuk diberi.

Ketiga, orang yang mensyukuri yang sudah ada, lalu menggunakannya sebagai pemungkin, lebih mudah diberi.

Syukur itu menjadikan sejelek-jeleknya harta menjadi sebaik-baiknya modal. Jangan keluhkan yang jelek karena yang jelek bisa menjadi yang terbaik kalau itu satu-satunya yang kita miliki.



Segmen III :

Tuhan mencintai yang bekerja keras karena bukti dari iman adalah tindakan.

Tindakan adalah sumber dari rezeki karena yang disebut upaya ada 2 komponen, doa dan tindakan.

Kalau mau perbaiki rezeki, perbaiki tindakan karena kita sudah cukup berdoa.

Anda tidak akan menemukan keindahan kelogisan dari iman kecuali ikhlas menerima Tuhan.


Segmen IV :

Untuk tahu apakah yang diimani kita baik, cek apakah iman kita membebaskan kita untuk menjadi orang yang lebih baik.

Kepada orang yang berbeda pendapat justru kita harus lebih penyayang, supaya dia melihat gunanya menjadi orang baik.

Orang tidak bisa dikatakan beriman sepenuhnya kalau hidupnya tidak teratur.

Orang yang indah itu adalah orang yang membaikkan sesama dan lingkungan alam sekitarnya.



Segmen V :

Orang-orang yang berharap bisnis dari koneksi, berharap koneksinya berlaku tidak adil kepada orang lain.

Kita melihat enaknya orang tidak jujur, tetapi tidak melihat terbakarnya hatinya oleh hal-hal yang tidak baik itu.

Maka bagaimana kalau kita pilih koneksi terbaik dalam hidup ini adalah Tuhan.

Kalau orang tidak berharap Tuhan, dia sebetulnya sedang salah mengerti.

Apabila kita sudah berharap, kita sadari kalau kita agak nakal, datang ke Tuhan kalau kita sedang sedih, dan lupa setelah diselamatkan.

Tugas kita hanya memantaskan diri untuk diberi.

Jadilah pribadi yang bergembira, karena kalau kita jadi apa pun nanti, tapi orang yang perjalanannya gembira ini lebih mudah berhasil.

Karena keberhasilan bukan sampainya, keberhasilan itu kualitas perjalanan.

Yuk kita jadi pribadi yang beriman, yang sehat, yang bening hatinya, jernih pikirannya, dan indah perilakunya.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: