Segmen I :
Kita sekarang sedang hidup di wilayah keberanian. Orang-orang yang mengeluh dalam hidupnya, sedang mengeluh di wilayah yang aman. Mungkin saja ada hal-hal besar dan baik di balik rasa takut kita.
Jangan sampai kita meninggalkan kehidupan ini sebagai pribadi yang belum terpakai.
Rencananya dalam kehidupan ini kita dipakai untuk apa?
Takut perlu untuk keselamatan.
Sebagian anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa yang masih membawa rasa takut bayinya. Rasa takut untuk sukses itu adalah rasa takut melakukan hal-hal yang salah, yaitu dosa.
Rasa takut itu sebagian untuk kita selamat dan sebagian untuk kita berhasil, dan harus berani mendekati kesalahan, karena dibalik kesalahan ada keberhasilan.
Segmen II :
Emosi tidak mungkin tidak ada pada diri kita, jadi sebetulnya yang kita takuti adalah emosi yang negatif.
Orang-orang kuat sangat emosional, emosi yang positif, bukan yang negatif.
Orang berani sangat bertenaga.
Emosi yang paling besar mengatasi ketakutan adalah cinta, kasih sayang.
Keberanian adalah sesuatu yang landasannya cinta, keharusan untuk menjadi sesuatu yang memuliakan kehidupan orang lain, keluarga atau bahkan ciptaan Tuhan yang lain.
Jadilah orang yang berani, loncatlah dengan satu lompatan besar.
Sebagian orang mencari sesuatu yang sudah dimilikinya di tempat-tempat yang tidak ada isi kebahagiaan itu. Ada insting di dalam diri kita untuk kembali ke rumah.
Jadilah orang yang berani, loncatlah dengan satu lompatan besar, jika berada dalam kesulitan, teruskan, jangan berhenti, kita akan sampai asal Anda berjalan.
Segmen III :
Orang-orang yang melakukan hal yang biasa, karena sudah bisa. Sesuatu yang biasa bisa dilakukan banyak orang dan disebutnya sebagai rata-rata. Yang rata-rata biasanya digaji biasa. Yang menjadikan kita tidak bahagia karena kita ingin hidup yang luar biasa dan tidak bisa dibiayai dengan penghormatan yang biasa.
Sesuatu yang belum bisa menurut Anda, mengapa tidak dicoba?
Kalau kita menolak sesuatu bukan karena kita belum bisa.
Lebih baik gagal mencoba daripada berhasil, tapi tidak membuktikan apapun.
Aku dilahirkan untuk bergerak dan dirancang untuk gerakan maju maka lebih baik bagiku jatuh dan pecah dalam gerakan daripada membusuk dalam kebekuan.
Malu itu tergantung dari kesadaran Anda mengenai yang buruk. Kalau yang kita lakukan tidak buruk, tidak usah merasa malu.
Jangan tolak pekerjaan yang Anda belum bisa. Buktikan.
Waktu kita melakukan sesuatu yang baru, besar, dan berisiko, biasanya kita merasa takut. Kalau takut ada 2 pilihan, lari atau dilawan.
Orang-orang ketakutan menemukan dirinya yang baru, yaitu kecepatan larinya atau keterpaksaannya melawan. Jadi rasa takut itu indah sekali. Anda menjadi terbaik saat Anda takut, kenapa tidak digunakan untuk melakukan sesuatu yang bertenaga. Be afraid and be super.
Segmen IV :
Jadilah orang yang kebaikannya penting sekali bagi banyak orang sehingga kita diambil alih menjadi anak buah Tuhan.
Kalau yang Anda lakukan penting bagi banyak orang, tidak ada satu manusia cukup besar untuk memimpin Anda.
Jangan jadikan pendapat kecil orang lain mengecilkan kita.
Tidak ada orang yang sepenuhnya damai bisa berhasil. Jangan haruskan kedamaian sebagai syarat untuk berhasil. Sebagian kedamaian itu Anda temukan karena Anda bergerak terlalu cepat. Orang yang sempat melihat kotoran di sepatunya, sedang tidak lari. Orang yang lari cepat tidak memikirkan apa pun kecuali cepat sampai.
Kadang-kadang cara terbaik untuk mendapat persetujuan adalah membuat orang terpaksa menyetujui.
Jangan persetujuan orang menjadi halangan bagi kehebatan Anda, bahkan nanti kalau Anda berhasil, semua orang yang tidak setuju kepada Anda akan beruntung karena keberhasilan Anda.
Jangan hidup menjadi pribadi yang tidak terpakai, gunakan diri Anda untuk membuktikan bahwa Anda bisa, dan satu-satu cara melakukannya.
Segmen V :
Be your better self. Jadilah orang yang lebih baik.
Anda jadi lebih berani apabila Anda bersegera.
Orang berani itu berada di wilayah yang ditakutinya, itu sebabnya dia dibilang berani.
Keberanian juga harus smart, bahwa kita tahu kita juga akan selamat, kita sudah melakukan hal-hal yang perlu kita lakukan.
Hadiah bagi orang yang takut, dan memasuki wilayah yang ditakutinya, dia menjadi diri terbaiknya. Maka dari itu masukilah wilayah-wilayah yang kita takuti dengan cara bersegera.
Orang yang bersegera akan punya banyak hal dalam hidupnya yang namanya tindakan. Orang-orang yang bersegera dan banyak melakukan sampai ke wilayah-wilayah yang ditakuti orang lain.
Jangan hidup menjadi pribadi yang tidak terpakai, gunakan diri Anda untuk membuktikan bahwa Anda bisa, dan satu-satu cara melakukannya.
Kita itu pandai berjanji, tidak bersungguh-sungguh melaksanakan.
Apabila Anda berani, ikhlaslah bersegera berani dalam sekecil-kecilnya rencana. Tuhan tersenyum haru menyaksikan orang yang tidak mampu tapi bersegera melakukan dan mensyukuri pekerjaan kecil, lalu Tuhan katakan, banyak orang besar tidak amanah di tugas besar, ini ada orang kecil amanah sekali. Maka, kata Tuhan, Aku Yang Maha Kuasa, Aku yang memiliki ilmu maka Aku mampukan dia untuk menjadi jiwa sederhana yang ditolong banyak orang untuk memperbaiki kehidupan sesama.
Jadi bagaimana kalau hari ini kita tidak memikirkan seberapa besar atau kecilnya risiko, banyak atau tidaknya orang yang menghujat kita kalau kita gagal...
Bersegeralah ikhlas melakukan sesuatu yang harus Anda lakukan. Dan itu, jurang yang harus dilompati dengan satu lompatan yang tiga loncatan itu, itu menjadi kecil apabila Anda sedang takut, karena justru sedang takut itulah Anda menjadi diri Anda yang terbaik. Be Afraid and Be Your Best.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar