24 Maret 2012

Why So Serious, MTGW, Minggu, 4 Desember 2011

Segmen I :

Hidup ini harus menyenangkan.

Kadang-kadang kita terlalu serius terlalu awal. Jangan terlalu terikat pada satu pendapat terlalu awal sehingga kita membuang orang yang tidak sependapat, menganggap orang yang berpendapat lain sebagai orang yang salah, atau memusuhi orang-orang benar yang tidak mengerti.

Jadilah orang yang ikhlas belajar dulu. Lalu, betul-betul berpendapat solid setelah Anda membuktikan bahwa itu penting. Sebelum itu, semua orang penting. Kasih sayang itu penting.

Jadilah anak muda yang pemurah dan penyayang karena kita mau tumbuh menjadi pribadi yang kuat nanti di masa depan.

Kritik itu untuk kebaikan kita dan orang harus sangat jujur untuk memberi tahu kekurangan kita.

Kritik itu baik. Harus dibutuhkan orang yang sangat memusuhi kita atau sangat baik untuk memberitahukan kebutuhan kita untuk memperbaiki diri.

Hidup ini harus menyenangkan, seriusnya menyenangkan, dan menyenangkan dengan cara serius.


Segmen II :

Istri kalau mau damai, jangan terlalu serius tentang rencana suami.

Suami harus serius mengenai harapan istrinya, istri harus lebih santai mengenai harapan suaminya.

Banyak orang terlalu tegang dalam kehidupan padahal hidup itu sesungguhnya fun. Lihatlah hidup ini dengan santai bukan mengabaikannya.


Segmen III :

Cari penolakan. Dengan mencari penolakan, Anda menemui semua orang karena tidak takut lagi, Anda terbuka sekali.

Orang yang sering ditolak dan sering ramah, dia melihat dan dia menerapkan konsep keikhlasan. Yang menjadikan aku berhasil bukan karena aku pandai, tetapi karena Tuhan mencintai perilaku aku yang ikhlas menggembirakan sesamaku.

Anak-anak hidupnya bermain, hormati mainan mereka.

Kalau kita tidak menghormatinya mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa yang masih main-main tentang kehidupannya.


Segmen IV :


Orang-orang yang terlalu serius tidak pernah kreatif.

Yang menghebatkan kita itu bukan kita pribadi, kepandaian, atau siapa pun, Tuhan, yang merestui kebaikan kita terhadap sesama.

Kalau mau jadi serius, jadi pribadi yang amanah dalam memikirkan dan bekerja demi kebaikan bersama.

Orang serius itu banyak mempertimbangkan yang tidak mungkin.

Apabila semuanya tidak pasti, berarti apapun mungkin.

Jangan iri dengan orang santai tapi berhasil karena orang-orang itu telah menyiapkan diri.

Jadi kalau mau santai dalam kehidupan, siapkan diri.

Hukumnya : orang yang malas waktu muda, akan disuruh bekerja keras waktu tua.

Orang yang gemar belanja dengan uang hutang waktu muda, akan dipaksa minta-minta sebelum tua. Kalau mau santai, siap-siap. Dan dalam persiapan Anda, don't be too serious.

Waktu berpihak kepada kita apabila kita mengisi di dalam kebaikan, dan akan menjadi musuh kita apabila kita santa sekali di dalam waktu.


Segmen V :

Cinta yang betul-betul jujur tidak punya sejarah keberhasilan.

Orang tidak pernah menjadi manusia yang lengkap apabila dia hanya bisa serius atau hanya bisa bercanda.

Pemimpin harus introspeksi jika rakyat mempercayai kabar burung tapi mencemooh berita resmi.

Kehidupan ini sebetulnya tidak ada pilihan lain, harus kita terima bukan sebagai penderitaan tetapi sebagai tempat menikmati rahmat Tuhan.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: