24 Maret 2012

Good Name is Forever, MTGW, Minggu, 4 Maret 2012

Segmen I :

Hanya terkenal tidak sama dengan bernama baik. Terkenal punya batas waktu tetapi bernama baik tidak karena kebaikan tidak memiliki batas masa berlaku.

Hanya manusia yang memiliki peraturan perundangan mengenai pelanggaran hukum yang punya batas waktu, setelah beberapa tahun tidak bisa dituntut.

Keburukan bagaimanapun kecilnya juga tidak punya batas waktu. Itu akan dihitung.

Nama baik dan keburukan itu abadi.

Tugas kita adalah menjadi sebaik-baik pribadi sehingga kekita bertemu dengan Tuhan nanti, Tuhan menyambutnya, "Wahai jiwa yang tenang, sini, karena kau telah patuh kepada-Ku seumur hidumu."

Sebetulnya urutan untuk membangun nama baik itu memang dimulai dari kualitas. Jadi pastikan Anda mempunyai sebuah kualitas lalu bangun jumlah orang yang mengenal kualitas itu, yang namanya reputasi.

Reputasi adalah dikenal luas sebagai orang yang mampu melakukan sesuatu dan setelah beberapa saat reputasi itu dihormati.

Reputasi yang dihormati disebut kredibilitas. Kredibilitas adalah reputasi yang mahal. Anda tidak mungkin tidak dibayar tapi dipercayakan tugas-tugas yang besar.

Kalau ingin terkenal, bangunlah kualitas supaya yang dikenal adalah kualitasnya.

Jangan kecil hati jika Anda sementara dikenal tidak baik. Pernah melakukan yang salah. Pernah bergaul dengan orang-orang tertentu.

Sahabatkanlah diri Anda dengan orang-orang baik, lakukanlah sesuatu yang baik, sehingga jika Anda nanti mempunyai kesalahan akan dimaafkan karena kebaikan Anda jauh lebih penting bagi mereka daripada mengingat kesalahan masa lalu yang dilakukan waktu muda yang tidak tahu apa yang baik dan yang tidak.

Bangunlah kualitas pribadi yang akan tetap menarik sepanjang usia Anda.


Segmen II :


Para pembenci akan membenci apa pun yang akan Anda jelaskan kepadanya karena mereka telah menerima tugas dari setan untuk mengganggu kedamaian sesama.

Mudah-mudahan mereka segera menyadari bahwa tidak ada orang yang bisa mereka rendahkan karena Tuhanlah yang membaikkan nama. Tidak ada apa dan siapa pun bisa menurunkan derajat siapa pun kalau Tuhan mau meninggikannya.

Jadi, orang yang melakukan keburukan dengan harapan menurunkan derajat orang, yang terkena dirinya sendiri.

Sadarilah bahwa yang membaikkan nama itu Tuhan. Tanda bahwa Tuhan senang kita melakukan kebaikan, orang lain dibuat menyukai kita.

Tanda bahwa Anda menyampaikan kebenaran, ada orang yang bersungguh-sungguh berusaha membatalkan kebenaran Anda.

Ketegangan menjaga citra menunjukkan ketidakjujuran.

Ribuan orang tiap tahun jatuh miskin karena takut kelihatan miskin. Karena takut miskin yang dilakukannya adalah berhutang. Kalau hutang tidak cukup, korupsi.

Orang-orang yang terlalu hati-hati dengan citra, pasti ada ketidakjujuran yang disembunyikannya. Damailah dengan kebenaran yang kita yakini.

Seni mengerti kehidupan itu membedakan antara yang tidak dan yang belum dari jawaban Tuhan atas permintaan kita.

Banyak orang yang sebelum sukses berhenti. Tetapi ada orang yang sudah harus ditinggalkannya, masih dipertahankannya.

Seni kehidupan membutuhkan keheningan di hati untuk mengerti Tuhan mengatakan tidak atau belum. Kalau tidak, segera ganti.

Satu-satunya jalan untuk mencapai nama baik adalah kebaikan.


Segmen III :


Untuk uang yang bisa Anda dapat dengan tidak jujur, ada uang yang bisa didapat dengan jujur.

Perjalanan naik untuk sepenuhnya ikhlas itu sulit, itu tidak berarti untuk dihindari tetapi untuk dicoba.

Nama baik dibangun oleh rasa syukur dan pilihan atas kebaikan yang Anda sebabkan bagi kehidupan sesama.


Segmen IV :


Lebih baik saya mulia dan tidak berkuasa karena sebetulnya kemuliaan adalah kekuasaan yang sejati. Orang miskin yang mulia lebih dihormati daripada seorang raja yang tidak jujur.

Jangan kesalahan dan ketidakjujuran yang dilakukan orang banyak mengubah standar kita mengenai yang benar.

Percayalah bahwa pemilik rezeki itu Tuhan, jangan menghambakan diri kepada ketidakjujuran karena takut dibayar kurang. Kekayaan orang jujur dijamin Tuhan.

Lihatlah kesedihan kita sebagai sesuatu yang sementara.

Kehidupan ini adalah penyiapan. Hati kita tidak mungkin bisa menampung penderitaan banyak orang kalau tidak pernah dilubangi dengan penderitaan sehingga orang-orang yang bisa menjadi penasihat, menjadi orangtua asuh, menjadi pendiri sekolah, selalu berasal dari kehidupan yang menyayat hati.

Jadi, menangislah sebentar, merataplah sebentar, tetapi pastikan Anda menjadi pribadi yang meratap dalam perjalanan naik. Jangan lakukan apa pun dalam kesedihan Anda, untuk menjadikan Anda lebih pantas untuk kesedihan yang lebih besar. Be good.

Orang yang tidak menyukai Anda, kecil kemungkinan menyukai Anda. Jangan berharapan palsu bahwa mereka akan berpendapat baik. Biarkan saja.

Jangan gunakan tenaga kehidupan Anda untuk mengurusi orang yang pendapatnya buruk yang mungkin memang bakatnya. Mengapa Anda tidak berfokus, gunakan waktu dan tenaga Anda pada orang-orang yang mencintai Anda yang membutuhkan penggembiraan dari Anda.

Tugas kita adalah memperbanyak jumlah orang yang bersyukur karena bersahabat dengan kita. Jangan pedulikan para pembenci karena pembenci akan membenci apa pun yang Anda lakukan. Mereka sendiri mungkin malu karena mereka tidak mungkin membenci orang yang lebih jelek dari mereka. Haters membenci orang-orang baik.

Tanda bahwa nama Anda baik di hadapan Tuhan, Anda hidup dalam keiklhlasan dan kesyukuran.


Segmen V :


Waktu usia kehidupan kita berhenti, usia kebaikan kita tidak. Oleh karena itu Tuhan mengatakan kepada orang baik, namanya dielu-elukan oleh kaum setelahnya.

Hanya memimpikan dan merencanakan kebaikan tidak membangun nama baik. Nama baik itu dibangun melalui tindakan.

Mungkin kita terlalu berfokus pada jeleknya kehidupan. Memang kehidupan itu sulit tetapi juga menyenangkan. Kenapa berfokus pada kesulitannya? Hidup ini tidak untuk difokuskan kesulitannya, tetapi diupayakan pemudahannya.

Keindahan kehidupan itu justru dibangun saat kita berupaya mengatasi kesulitan.

Berhenti berfokus dan meratapi hal-hal yang sementara jeleknya. Berhati-hatilah dengan yang permanen jeleknya. Melanggar tuntunan Tuhan, melukai hati orang-orang yang mencintai kita, melukai hati orang-orang yang mempercayakan tugas kepada kita.

Mulai hari ini ikhlaslah menerima bahwa Tuhan yang membaikkan nama. Jangan tegang mengenai pendapat orang lain, teganglah jika Anda tidak bersungguh-sungguh menjadi orang baik.

Dua kualitas hati yang memuliakan kita : ikhlas dan bersyukur.

Apa pun yang terjadi adalah keadaan yang menuntun kepada kebaikan kalau kita memilih yang baik. Bahkan kebaikan akan menuntun kepada keburukan kalau kita bereaksi buruk.

Pendidikan itu tidak bisa dipaksakan kepada pikiran yang tidak bergembira.

Jadilah pribadi yang menyenangkan.

Kehidupan ini indah kalau kita memilih keindahan.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: