24 Maret 2012

Magnet Rezeki, MTGW, Minggu, 12 Februari 2012

Segmen I :

Rezeki bukan hanya uang.

Ubah konsep mencari rezeki menjadi konsep menyebabkan datangnya rezeki.

Orang gengsian kalau tersiksa dengan gengsinya tetapi membangun daya tarik karena dia benci datang akan menjadi marketer yang menarik orang ke dirinya.

Perbesar orang-orang yang tertarik pada nilai kita.

Dalam rezeki, bukan banyak-banyakan tapi berkah-berkahan.

Anda tertarik kepada orang yang tertarik kepada Anda.


Segmen II :


Kita ini hidup dengan ketakutan ditolak.

Mulai hari ini, hapus halangan mental yang demikian takut ditolak diubah menjadi keyakinan bahwa orang yang kita temui senang bertemu dengan kita.

Rezeki itu diberikan kepada yang berharap.

Berharaplah mulai dari sekarang Anda disukai, diterima, dan dibagikan kesempatan untuk berezeki baik.

Ilmu adalah cara untuk mencapai sesuatu yang lebih baik.

Rezeki itu menempel pada kepantasan untuk berezeki baik.
Kepandaian yang digunakan untuk kebaikan bersama pantas berezeki baik.
Wajah yang digunakan untuk mendamaikan hati sesamanya pantas berezeki baik.
Suara yang baik, yang pengasih, kemudian pilihan kata yang menenangkan hati sesama pantas berezeki baik.
Bergaul di tempat yang baik, memakan rezeki yang baik pantas berezeki baik.

Jadi, bukan apa pun yang membuat orang berezeki baik, tetapi kepantasan.

Jadilah orang yang berilmu, yang mampu menggunakan ilmu, yang baik lalu beredarlah!

Magnet rezeki itu mendekatkan diri pada yang bisa ditariknya.

Baliklah kekhawatiran ditolak menjadi perasaan akan didukung oleh orang lain.


Segmen III :

Tiga kekayaan yang utama :


1. Iman. Kekayaan yang pertama dan utama.

2. Jiwa yang damai.

3. Kemanfaatan bagi sesama.

Yang paling penting dalam hidup kita adalah kekayaan. Perbaruhilah pengertian mengenai kekayaan sehingga rakyat kita tidak membenci orang kaya.

Rezeki tidak ke mana-mana maka datangi.

Orang harus hebat dalam karier, dalam kemandirian finansial supaya lebih banyak yang bisa didermakannya.

Kalau mau berezeki baik pegang hukumnya bahwa yang menyebabkan keuntungan akan diuntungkan. Orang yang mengeluhkan rezekinya harus tanya berapa besar aku untungkan orang lain, kalau tidak, pantas kita mengeluh.

Jadilah keuntungan bagi orang lain, bukan beban atau biaya bagi mereka.


Segmen IV :


Menuntut yang terbaik yang menjadikan Anda terbaik karena orang yang menuntut yang terbaik akan menolak yang tidak baik.

Orang-orang yang menuntut yang terbaik akan memiliki segala sesuatu yang terbaik yang bisa diupayakannya sekarang.

Mengapa kalau Anda bisa menuntut yang terbaik menerima apa adanya? Lalu mengeluh karena yang apa adanya kurang.

Mulai dari sekarang tuntut diri sendiri sebaik-baiknya.

Karena Anda jiwa kecintaan Tuhan Yang Maha Kaya, Anda tidak mungkin oleh Tuhan ditaruh berdiri selain di atas kekayaan.

Kepantasan berezeki baik itu ada di dalam diri kita.

Tuhan berpihak kepada orang yang ikhlas menggunakan dirinya sebagai modal pertama dan terbaiknya.

Anda disebut pemimpin karena Anda menghasilkan yang luar biasa dari orang-orang biasa, dari alat-alat, dan sarana biasa.

Orang kecil, lemah, yang mengeluhkan kurangnya sarana.

Pemimpin itu mengajak orang lain memasuki masa depan yang baik, bukan membuat mereka gelisah, galau karena ketidaktegasan, kelemahan, atau ketidakjujurannya.

Ajaklah orang lain memasuki masa depan bersama Anda.


Segmen V :


Orang yang menarik bagi orang lain rezekinya baik.

Apa pun yang Anda inginkan harus menjadi fokus Anda.

Kadang-kadang kita tidak tahu bahwa kita sudah berkualitas sekali tapi belum tahu caranya minta.

Doa yang paling manjur adalah doa bukan untuk kita.

Orang yang lupa tentang kebaikan dirinya karena mengupayakan kebaikan sesamanya, kebaikannya menjadi urusan langsung Tuhan.

Fakta bahwa Anda masih mengeluh, Anda belum mengambil tanggung jawab penuh atas hidup Anda sendiri.

Dalam menjadi magnet rezeki, jadilah pribadi yang super, mengambil tanggung jawab sepenuhnya bagi keberhasilan Anda, tidak menyalahkan siapa pun karena hubungan Anda langsung dengan Tuhan. Tidak ada siapa, apa, dan keadaan apa pun yang menghalangi Anda dari berezeki baik.

Jagalah kedekatan dengan Tuhan lalu katakan, "Kalau saya dengan Tuhan, siapa yang bisa menahanku?" Maka jadilah pribadi yang menarik bagi orang lain karena Anda menjanjika keuntungan, dan dengan berjalannya waktu, betul-betul Anda menyampaikan keuntungan.



Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: