24 Maret 2012

Ten Plus One, MTGW, Rabu, 23 November 2011

Segmen I :

Kita harus mencapai tingkat tertinggi dari yang mungkin kita capai.

Jangan mengeluh sebelum kita mencapai tingkat tertinggi dari kemampuan kita.

Kalau mau sakit, sakitlah yang hebat.

Bekerja keraslah mencapai tingkat yang tinggi bahkan sampai sakit. Lalu belajar bahwa itu tidak baik sehingga lain kali kita mencapai tingkat hasil yang tinggi tanpa menjadi sakit.

Kalau kita bekerja, hidup, tidak untuk yang terbaik dalam apa yang kita lakukan, terus mau jadi apa? Karena cara umum untuk menjadi orang biasa adalah melakukan yang dilakukan kebanyakan orang. Dan Anda bukan kebanyakan orang. Anda tetapkan bahwa Anda adalah orang yang terpilih. Saya memilihkan diri saya bagi tugas-tugas yang penting.


Segmen II :

Orang yang paling meletihkan adalah orang yang meminta nasihat setelah dinasihati mengatakan bahwa masalahnya tidak akan terselesaikan.

Tidak ada lembaga yang lebih penting daripada keluarga. Tugas pertama kita adalah menjadi pemimpin yang seberhasil-berhasilnya di dalam keluarga.

Kepemimpinan sesungguhnya itu di keluarga. Lalu kita buktikan kepemimpinan itu menjadikan kita pantas untuk memikul beban-beban tugas langit.


Dahlan Iskan

Semua orang dilahirkan dengan rasa takut tetapi hanya orang-orang yang bisa mengatasi rasa takut itulah yang akan sukses. Membuat orang memiliki percaya diri karena sudah mengatasi rasa takut. Sukses tahap pertama.

Yang tidak sama adalah kesempatan.

Percaya diri juga merupakan suatu ancaman karena kalau terlalu percaya diri juga bisa berbahaya. Seseorang yang bisa mengatasi perasaan terlalu percaya diri maka dia mencapai sukses tahap kedua.


Keberanian yang utama adalah ikhlas.

Setelah mengatasi perasaan terlalu percaya diri maka dia akan memiliki kekuatan.

Rahasia keberhasilan tidak pernah kompleks. Sangat sederhana. Yang kompleks itu upaya kita meninggalkan kebiasaan buruk yang menjadikan pribadi-pribadi yang tidak ikhlas.

Ikhlas itu harus ikhlas baik. Orang yang mengatakan ikhlas itu sulit karena dia sedang ikhlas ke hal yang buruk.

Keajaiban berpihak pada yang berani.

Keberhasilan itu berada di balik halangan.

Keberhasilan itu tidak terletak di depan perjalanan tetapi setelah kita telaten melaksanakannya.

Dan ternyata, kebijakan dari orang-orang yang besar itu bukan karena mereka berhasil, pelajaran utama dalam kehidupan itu adalah belajar membongkar pelajaran salah yang dibuktikan tidak benar oleh kegagalan.

Hadapi kegagalan seindah Anda menghadapi keberhasilan.


Segmen III :

Jiwa-jiwa yang hebat adalah jiwa yang selalu disiksa oleh kontradiksi antara kepastian dan ketidakpastian, antara keyakinan dan keraguan, antara keteraturan dan kekacauan, antara keberhasilan dan kegagalan.

Orang hebat menaruh dirinya dikemungkinan gagal yang besar, itu sebabnya mereka berhasil besar.


Pepeng

Jiwa anak-anak harus selalu dihidupkan.


Sakit badan kalau dikelola tidak akan sampai sakit di hati.

Tidak ada yang dilakukan Tuhan itu salah.

Kalau kita berhenti memprotes kekurangan yang kita anggap kekurangan itu, lalu menerima itu sebagai keadaan terbaik, kita akan mulai sibuk menjadikan diri kita bermanfaat bagi sesama.


Segmen IV :


Semangat bekerja tidak lebih penting daripada semangat mempekerjakan. Orang yang bekerjanya dengan niat untuk mempekerjakan orang lain tidak lama akan menjadi pemimpin, tidak lama kemudian akan menjadi pemilik.

Sebagian besar kita hanya berhenti di semangat bekerja.

Bersemangatlah mempekerjakan karena tugas pertama Anda adalah mempekerjakan diri sendiri.

"Aku pagi ini mempekerjakan diriku untuk menyelesaikan rencana pertamaku hari ini." Tidak akan ada keluhan karena segera setelah ini, rencanaku adalah mempekerjakan orang lain.

Semangat mempekerjakan lebih penting daripada semangat bekerja.

Kerja keras termasuk belajar dengan keras.

Tidak ada keberhasilan yang mudah. Semua membutuhkan kesabaran.

Keberhasilan bukan pada sampainya, tapi berangkat dari mana yang menjadikan kita kagum kepada orang-orang yang berhasil.


Segmen V :

Kesetiaan terhadap pasangan itu tanda kemampuan seseorang untuk mengabdi kepada kebaikan.



Segmen VI :

Guru itu adalah gerbang menuju kekayaan dunia.

Pelajaran Anda tidak lebih penting daripada Anda. Jangan mencoba mengajarkan sesuatu yang menarik dengan menjadi pribadi yang tidak menarik.

Tugas pertama dari seorang guru adalah menjadikannya pribadi menarik.

Lihat diri Anda sebagai pribadi yang harus menjadi orang yang membuat orang tertarik melalui Anda menuju dunia.

Kenali hal-hal yang menjadikan Anda dibayar.


Segmen VII :

Keberhasilan itu tidak pernah selesai dan kegagalan pun bukan final karena semua hanya sementara.

Kesedihanku ini akan berlalu.

Keberhasilan bukan sampainya, keberhasilan adalah kualitas perjalanannya.


Segmen VIII :


Pekerjaan-pekerjaan hebat adalah yang hasilnya selalu berada dalam ketidakpastian. Pekerjaan yang pasti biasanya kecil hasilnya.

Tuhan berperan dalam upaya besar.

Hadiahkan diri Anda bagi penggunaan Tuhan.

Minta sesuatu yang besar. Lakukan sesuatu yang besar. Coba sesuatu yang besar. Berdoalah dan bersabarlah untuk hasil yang besar.

Manusia memiliki kemampuan hebat untuk menyesuaikan diri.

Jadilah pribadi yang tidak takut mendekati hal-hal yang berbahaya.

Jangan jadi pribadi biasa, karena Anda akan dilakukan biasa.

Jadilah pribadi yang betul-betul mencapai batas dari kemampuan Anda yang sepuluh, lalu tambahkanlah satu niat untuk membijakkan diri.



Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: