24 Maret 2012

Jangan Marah, Balas! MTGW, Minggu, 25 Desember 2011

Segmen I :

Pembalasan dendam yang terbaik adalah sukses.

Banyak orang marah dan ingin membalas dendam hanya dalam kehidupan yang lemah, yang mengkritik, yang mendengki, yang mengeluh. Tetapi orang-orang super seperti kita marah, lalu menjadikan diri kita hidup yang berhasil karena itu cara yang baik untuk membuktikan kepada orang lain, kita tidak serendah yang mereka kira. Dan mereka sebetulnya sangat rugi apabila mereka tidak bersahabat dengan kita.

Orang yang sibuk merencanakan pembalasan jadi orang sukses. Jadi gunakan tenaga dari kemarahan itu. Jangan tidak marah.

Marah, seperti segala sesuatu yang dirahmatkan oleh Tuhan, itu untuk kebaikan kalau kita tahu caranya menggunakan. Bahkan kasih sayang yang salah ditaruh, juga salah. Itu sebabnya kalau kita sudah beriman, harus berilmu.

Rencana hebat, menjadikan kehidupan kita hebat.

Kemarahan orang banyak digunakan untuk melemahkan dirinya. Tidak ada orang yang tidak bisa marah. Yang ada adalah orang yang tidak mengerti dia dihina. Dan dia tidak menganggap itu hinaan. Kalau orang-orang yang marah lalu menggunakan kemarahan itu untuk melubangi dinding hatinya, orang itu akan terbakar sendiri.

Salah satu cara terbaik untuk membalas dendam adalah memaafkan.

Kalau ada orang menyakiti hati Anda, kalau Anda melukainya sampai hatinya berdarah-darah, Anda menjadi sama jeleknya.

Memaafkan itu memberikan kesempatan kepada Tuhan untuk memperbaiki orang yang jahat kepada kita.


Segmen II :

Kita tidak mungkin marah kepada orang yang tidak kita pedulikan. Yang paling membuat kita marah adalah orang-orang yang kita sayangi. Semakin kita sayangi, semakin kita marah. Karena hukumnya, tidak mungkin Anda mencintai tanpa menuntut.

Jangan marah balik jika kita dimarahi oleh orang yang kita cintai.

Orang-orang lemah harus dibuat marah sebelum dia berlaku tegas. Orang-orang tegas tidak perlu marah untuk berlaku tegas. Orang-orang tegas membutuhkan kasih sayang di hati. Orang tegas yang asli itu penyayang.

Seorang pemimpin yang penyayang tidak perlu disindir, tidak perlu dicemooh untuk berlaku tegas karena orang yang menyayangi orang lain akan mendahulukan kebaikan.

Jangan menunggu marah untuk berlaku tegas. Gunakan kasih sayang di hati Anda untuk berlaku tegas karena marah yang menjadikan orang tegas biasanya menjadikan dia kasar.

Sebetulnya kita tidak punya ketegasan untuk segera menasihatkan kebaikan.

Orang-orang yang anggun kalau marah tidak kelihatan dari wajah dan kata-katanya tapi jelas tindakannya.

Jangan menunggu marah untuk berlaku tegas, tapi gunakanlah kasih sayang di hati Anda untuk berlaku tegas.


Segmen III :


Pembalasan setimpal yang terbaik adalah yang tidak pernah dilaksanakan.

Marah itu rahmat, cara kita menggunakannyalah yang menjadikan kita bisa salah atau bahkan menjadi mulia karenanya.

Segmen IV :


Marah itu wajar dan sering sekali sekita tidak mengerti bahwa kita memang pantas dimarahi. Kita yang menyebabkan dimarahi.

Sekarang setiap kali orang memarahi kita, cek dulu apakah kita memang pantas untuk dimarahi, dan apabila kita tidak pantas dimarahi, berarti orang itu membutuhkan kasih sayang karena tidak mungkin orang yang mencintai kita memarahi kita kalau kita tidak salah.

Memaafkan adalah membatalkan rencana untuk membalas tetapi ingat akan kesalahannya.

Kalau kita tidak memutuskan mengganti cara kita mempercayai orang, kita akan tetap mempercayai orang yang salah.

Kehidupan ini yang paling baik adalah menghentikan yang memburukkan kita, memulai yang baik.


Segmen V :

Kualitas hati menentukan kualitas hidup. Kualitas hati ditentukan oleh kualitas pikiran. Orang yang pikirannya baik, hatinya mudah baik, mudah damai, mudah mengerti.

Cara terbaik untuk membalas dendam kepada orang yang mencuri kekasih kita adalah mengikhlaskan kebersamaan mereka berdua karena jika dia kekasih yang baik, dia tidak akan mengkhianati Anda.

Sehingga orang yang mencuri kekasih Anda, sebetulnya mencuri seorang pengkhianat. Lalu mengapa Anda bersedih dan memburukkan kehidupan Anda sendiri karena menyayangkan, menyesali perginya seseorang yang tidak baik.

Damaikanlah hati Anda, pengkhianatan adalah cara yang tidak enak rasanya untuk menyelamatkan Anda. Karena cara yang baik tidak Anda mengerti.

Pikiran bisa mengelola hati. Itu sebabnya iman saja tidak cukup. Sekolahlah dengan baik. Jangan sepelekan pendidikan. Tetaplah menjadi pribadi yang beriman dan meneladankan kebijakan karena luasnya ilmu.

Marah itu sikap. Sikap adalah sudut pandang kita untuk satu keadaan. Apabila sikap ini menjadi kebiasaan, sikap ini menjadi sifat. Kenapa sifat itu sulit diubah, karena sifat adalah sikap yang digunakan berulang-ulang. Sehingga orang yang ingin memperbaiki sikap, harus berulang-ulang melakukan sesuatu yang baru.

Orang-orang besar tidak pernah menyibukkan diri dengan dendam. Dendam, marah, dengki, hasud itu urusan orang kecil. Orang besar sibuk meneruskan kehidupan dengan sebaik-baiknya.

Hidup itu adalah satu urutan keputusan.

Putuskan jadi orang besar. Sibukkan diri Anda untuk meneruskan kehidupan dengan sebaik-baiknya apapun yang dilakukan orang kepada Anda.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: