24 Maret 2012

Wani Piro, MTGW, Minggu, 13 November 2011.

Segmen I :

Berani berapa besar upaya Anda untuk mencapai keberhasilan yang Anda ikrarkan.

Keburukan membebani perjalanan. Orang-orang yang memiliki keburukan itu bukan mengorbankan, keburukan bukan pengorbanan.

Pengorbanan itu adalah kebaikan yang ditinggalkan untuk mendapatkan kebaikan lain yang lebih besar.

Pengorbanan sulit karena yang ditinggalkan adalah sesuatu yang sudah baik.

Kebaikan yang ditinggalkan untuk mendapatkan kebaikan lain yang lebih besar itu adalah ilmunya orang yang hatinya bening, yang pikirannya jernih dan yang sudah terbiasa dengan perilaku yang indah.

Ada waktu untuk segala sesuatu.

Tuhan itu pemilik waktu. Apa pun yang Anda upayakan, kalau belum waktunya, tidak.

Tetapi ada juga yang bisa Anda lakukan walaupun belum waktunya, Tuhan mengubah rencana. Karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan di dalam ketetapan-Nya tentang kita.

Yang tidak mungkin bagi Tuhan adalah bahwa Tuhan tidak mungkin tidak menyayangi kita sehingga tidak mungkin kita tidak beruntung. Pasti beruntung.



Segmen II :

Kalau Anda mau tahu besarnya cinta seseorang kepada kita, ukur pengorbanannya.

Seharusnya pengorbanan itu logis.

Jangan inginkan masuk jalur cepat, bencilah perilaku jalur lambat. Orang yang membenci perilaku jalur lambat, orang jalur cepat.

Bencilah hal-hal yang mengecilkan Anda. Bencilah hal-hal yang akan mengganggu.

Belajarlah untuk membenci hal-hal yang melemahkan Anda.

Cukupkan impian mengenai yang besar-besar, Anda akan pasti sampai di sana kalau Anda membenci hal-hal yang melambatkan, yang membebani. Lalu tiru orang-orang yang sudah ada di jalur cepat. Tiru hal-hal yang membesarkan, hindari hal-hal yang mengecilkan.


Segmen III :

Kesempatan itu kelihatannya hanya datang satu kali dengan wajah yang sama. Tapi Tuhan itu demikian penyayang dan pemurahnya sehingga tidak mungkin membatasi kesempatan hanya satu kali.

Kesempatan datang berkali-kali dalam bentuk wajah yang macam-macam.

Kalau kita tipe orang yang sulit ikhlas, ditaruh dalam bentuk orang yang datang yang membutuhkan keikhlasan.

Kalau itu membutuhkan kerendahan hati, Anda diberikan kesempatan melalui orang sombong, yang menguji kerendahan hati Anda, kesabaran.

Kesempatan itu datang mengetuk di pintu-pintu yang berbeda-beda.

Tidak akan pilih orang yang membudakkan diri karena dia tidak menghormati dirinya.

Jangan pernah budakkan diri untuk siapa pun.

Kepantasan untuk menjadi kaya selalu mendahului kekayaan.

Jangan risaukan Anda akan jadi apa, tapi jadilah pribadi yang pantas untuk yang Anda inginkan.

Tujuan adalah perjalanan. Tujuan hidup kita adalah menjadi orang baik yang dicintai Tuhan, yang menjadi rahmat bagi sesama, yang dirindukan kehadirannya.

Target adalah alamat-alamat sepanjang perjalanan. Tetapkan tujuan dulu.

Orang kaya dari ketidakjujuran adalah orang kaya yang gagal menjadi orang baik.



Segmen IV :

Tuhan tidak suka campur tangan dengan orang yang ilmunya sedikit karena terlalu kelihatan Tuhan turut campur.

Semua yang kudapatkan sebagai ilmu adalah ilmu Tuhan. Perlakukanlah ilmu dengan hormat karena itu ilmu Tuhan.

Sadarilah bahwa Tuhan itu turut campur dalam kehidupan kita.

Gagal melakukan keburukan itu berkah.

Ada tanda-tanda dimana kita mendekati keberhasilan : orang lebih mudah setuju dengan Anda.

Senangnya orang kepada kita itu tanda senangnya Tuhan kepada kita. Tanda persetujuan Tuhan.

Jadilah orang yang dalam kebaikannya kepada sesama, dilewatkan campur tangan Tuhan untuk membuat setiap hati tersentuh untuk menjadi orang baik.


Segmen V :

Jalan menuju keberhasilan itu paling logis adalah melalui kesukaan.

Di awal karier jadilah ikan kecil di sebesar-besarnya organisasi supaya Anda tahu perilaku-perilaku yang menjadikan mereka besar. Dinamika organisasi, pengkhianatan di antara mereka. Setelah waktunya mandiri, jadilah ikan besar di kolam kecil dan tugas Anda selanjutnya adalah membesarkannya mengalahkan kolam besar di mana Anda belajar dulu.

Sadarkan semua orang bahwa kekayaan itu bukan hanya uang. Sadarkan semua orang bahwa modal utama untuk mencapai keberhasilan bukan uang dan bukan suap tapi kesungguhan.

Kesungguhan kita adalah bukti bahwa kita ikhlas beriman. Bahwa kita menyandarkan keberhasilan kita kepada ketetapan Tuhan, yang berpihak kepada orang-orang yang baik.

Wani piro adalah tantangan kepada jiwa-jiwa yang baik untuk membuktikan bahwa dirinya adalah khalifah yang memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: