24 Maret 2012

Serigala Asmara Buaya Cinta, MTGW, Minggu, 20 November 2011

Segmen I :

Salah dalam memilih orang yang kita cintai, atau salah dalam memperlakukan orang yang kita cintai, kerusakannya seperti bergaul dengan serigala dan buaya.

Keindahan cinta kita hanya sesuai dengan keindahan pribadi kita.

Kemampuan untuk setia kepada kekasih atau kepada pasangan hidup adalah tanda kemampuan mengabdi kepada kebaikan. Orang yang tidak mampu setia kepada pilihan hatinya, akan mudah berkhianat, mudah meninggalkan, mudah menelantarkan tanggung jawab yang lain.

Kita harus berhati-hati dengan orang yang ahli tampil asli.

Lihatlah hakekat, bukan penampilan. Lihatlah yang benar, bukan yang kelihatannya indah saja. Berhati-hatilah.

Berfokuslah pada yang mencegah kita salah, bukan meratapi kesalahan.

Kesetiaan terhadap pasangan itu tanda kemampuan dari seseorang untuk mengabdi kepada kebaikan.


Segmen II :

Cara mengatasi fitnah. Abaikan.

Perbanyaklah orang yang merasa baik tentang Anda, karena orang yang merasa jelek kepada Anda, sulit diperbaiki.

Seperti apa pun kita jelaskan, mereka akan tetap menemukan cara untuk membenci.

Bukan manusia yang merendahkan Anda, bukan manusia yang meninggikan Anda, itu Tuhan. Tapi Tuhan akan merendahkan kita kalau kita merendahkan sesama.

Kesetiaan tidak bisa dipisahkan dari keikhlasan.

Anda tidak disebut bersahabat kalau hanya mau menerima baiknya.

Keikhlasan untuk menerima kekurangan seseorang itu harus sama indahnya seperti keikhlasan Anda mensyukuri kebaikan-kebaikannya.

Lelaki yang jantan itu bukan yang banyak wanitanya, tetapi yang setia kepada satu wanita

Dan dia tidak mungkin setia kepada satu wanita kalau dia tidak ikhlas mensyukuri kelebihan-kelebihannya dan ikhlas menerima kekurangan-kekurangannya seperti dia mengharapkan kekasih atau istrinya mensyukuri kebaikan-kebaikannya dan menerima kelemahan-kelemahannya. Sehingga, tidak mungkin Anda bisa setia kalau Anda tipe yang selalu mengkritik kelemahan orang lain.


Segmen III :

Cinta itu tegas karena Anda tidak mungkin mencintai tanpa menuntut.

Jadilah orang yang memilih yang baik.

Berpihaklah kepada yang membahagiakan, karena hak Anda adalah berbahagia.

Cara terbaik bagi orang yang sudah terlanjur berkomitmen adalah berbicara sebagai sahabat.

Kebahagiaan adalah hak dan upaya kita harus berada di dalam pengutamaan kebahagiaan. Dan Anda tidak mungkin berbahagia kalau yang Anda lakukan tidak membahagiakan orang lain.


Segmen IV :

Rahasia utama untuk mencapai kebahagiaan adalah ketepatan.

Yang sulit berbahagia selalu yang sering salah. Salah, lalu tidak belajar dari kesalahan untuk membuat pilihan berikutnya.

Tuhan menitipkan kewenangan-kewenangan besar kepada orang yang menghormati sesama. Karena orang yang menghormati sesama, tidak mungkin menipu sesamanya, tidak mungkin mengkhianati janjinya, tidak mungkin mengambil keuntungan karena dia menghormati. Bersama penghormatan kita kepada sesama, Tuhan menitipkan kewenangan besar.

Kalau ingin bahagia, tepatkanlah pilihan Anda dari ketepatan sikap dan ketepatan memperlakukan orang lain.

Matematika tidak berlaku dalam cinta karena matematika dalam cinta tidak logis.

Jangan kurangi cinta hanya karena kelihatan orang itu tidak bisa membalas.

Cinta Anda akan sangat mulia jika Anda mencintai orang yang sulit dicintai.

Orang yang mudah dibenci tapi Anda cintai, Anda memiliki, mewakili cinta Tuhan.


Segmen V :

Kalau orang mau baik hidupnya, harus jelas tujuannya. Tujuan yang jelas, mempertepat yang dilakukan hari ini.

Orang yang hidup tanpa tujuan yang jelas, akan sibuk tentang hal-hal yang tidak penting.

Menua itu pasti, tetapi menjadi kuat, itu masalah ketegasan.

Serigala asmara buaya cinta itu orang-orang hebat. Mereka menggunakan kehebatannya untuk hal yang tidak baik.

Kehidupan itu nyata dan membutuhkan kekuatan, kalau Anda ingin menjadi pribadi yang kuat bangunlah keteraturan, bangunlah ketepatan dalam yang Anda lakukan, Serigala Asmara dan Buaya Cinta adalah pengingat, bahwa kita harus menjadi orang yang tepat dalam pilihan-pilihan kita.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: