Segmen I :
Tugas kita bukan mengubah orang. Tugas kita hanya menyampaikan kebaikan, peran untuk mengubah orang adalah peran Tuhan.
Orang-orang yang berhasil selalu tampil lebih pandai, lebih berani, lebih yakin daripada aslinya. Orang-orang berhasil itu selalu mengawali hidupnya dari rasa takut, rasa minder, rasa tidak berhak, tetapi dia harus berhasil maka dia tampil gagah.
Penampilan berperan sekali bagi keberhasilan.
Kesan kita berkelas mengakibatkan perlakuan berkelas.
Segmen II :
Kita cepat marah kepada orang yang kita anggap sudah tahu harapan kita. Berarti orang lebih cepat marah kepada keluarga karena keluarga diharapkan tahu. Itu sebabnya kita harus berhati-hati marah kepada keluarga.
Cara paling baik untuk berespon adalah menyiapkan respon sebelum tertuduh : senyum.
Respon yang paling aman adalah senyum. Orang yang senyum itu powerful karena dia tidak khawatir dengan kekuatannya. Orang marah, itu terancam.
Orang yang sudah tersenyum sehari-hari, mudah sekali tampil kuat.
Jadilah pribadi yang dikenal tersenyum, karena senyum Anda menunjukkan kekuatan yang Anda damai karena memilikinya.
Segmen III :
The fear of OFFENDING is greater than the fear of DEATH. Kita itu mementingkan kekhawatiran melukai perasaan orang sampai bersedia hidup tidak ada gunanya mengurusi orang yang mempersulit hidupnya sendiri.
Pada akhirnya setiap orang bertanggung jawab atas kualitas hidupnya sendiri sehingga bantulah dengan batasan kepentingan kita supaya kita tidak mengurangi hak orang lain yang lebih mudah dibantu.
Tugas kita bukan memasukkan masalah orang lain ke hati kita lalu menjadi sama sedihnya, sama marahnya dengan orang lain, tetapi meneladankan keanggunan jiwa yang gagah walaupun ada masalah.
Bersikaplah sebesar harapanmu nanti sehingga masalahmu hari ini kelihatan kecil.
Segmen IV :
Orang baik bisa cantik, bisa bersahaja, tetapi kecantikannya ada pada kesahajaannya.
Jadilah wanita yang cantik itu ada pada kesahajaannya.
Kecantikan wanita itu bukan pada yang kelihatan, tetapi pada yang dilakukannya kepada orang lain.
Setiap orang memiliki standar.
Bergaul itu memilih karena kalau tidak kita akan ikut dalam citra teman-teman kita yang tidak baik. Dengan memilih kita menemukan kekuatan dalam kebersamaan.
Bergaullah, pilihlah dalam standar yang tinggi.
Kalau ada orang yang bercandanya merendahkan, jangan tertawa karena itu menunjukkan Anda menyetujui perendahan terhadap orang lain.
Bergaullah degan standar yang tinggi, hormati orang yang belum mengerti, jangan ikut menikmati humor-humor mereka yang merendahkan sesama.
Kalau wanita menjadikan kita pribadi yang lebih dekat kepada surga, itu secantik-cantiknya wanita.
Segmen V :
Orang yang paling membosankan, yang paling meletihkan Anda adalah orang yang bosan dengan dirinya sendiri.
Bantulah orang melihat keindahan dari penciptaannya. Tuhan tidak menciptakan barang rusak. Tidak menciptakan produk cacat. Bantu orang meyakini keindahan dari penciptaannya.
Kalau kita ingin menjadi pribadi yang menarik, jadilah orang yang kalau orang menemui kita, dia mensyukuri kehidupannya, senang menjadi dirinya karena kehidupan ini berat, membebani hati.
Orang-orang hebat tidak membuat anak buah merasa kecil dan dia merasa hebat. Orang besar yang sesungguhnya membantu anak buahnya bisa menjadi orang besar.
Kalau ingin menjadi pribadi yang menarik, bantu orang-orang yang bosan dengan dirinya untuk melihat keindahan dari penciptaan dirinya.
Apa pun yang Anda lihat sebagai membosankan, lihat diri Anda sendiri karena tidak ada orang yang lebih membosankan daripada orang yang bosan dengan dirinya, perbaiki ketertarikan Anda dengan diri Anda sendiri, kepada diri Anda sendiri, lalu hadapi semua yang Anda lakukan dengan ketertarikan seperti itu baru.
Life is good, life is beautiful, sehingga kata capek deh tidak mempan kepada kita.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar