24 Maret 2012

Masih Banyak Bulan Pada Akhir Uang, MTGW, Minggu, 11 Maret 2012

Segmen I :

Berhemat tidak akan membantu kalau pendapatan kita kecil.

Kemampuan berhemat itu bahaya. Membuat kita tidak sadar bahwa pendapatan kita kurang.

Upaya menghemat yang hebat itu tidak sadar kurangnya pendapatan. Jadi harusnya perhatian kita adalah pada meningkatkan pendapatan.

Yang harus naik nilainya adalah diri kita. Yang harus mahal itu kita.

Dihargai itu tidak bisa lepas dari uang. Kalau Anda dihargai, Anda dibuat sejahtera karena telah bekerja untuk menghasilkan keuntungan bagi pemilik dan organisasi.

Kurangnya bayaran di satu tempat adalah tanda ada besarnya kemungkinan di tempat lain. Tuhan itu rezekinya tersebar di muka bumi tapi kita demikian tidak percaya bahwa Tuhan itu akan menyejahterakan kita di tempat lain sampai kita menerima perendahan, penghinaan, penyiksaan di tempat yang membayar kecil.

Kalau kita hanya berharap kepada Tuhan, di mana pun kita akan beruntung.

Janganlah menjadi orang yang berfokus pada masalah, buka mata dan hati Anda pada kemungkinan yang lebih baik.


Segmen II :

Tidak ada seseorang bisa berhasil dengan utuh kalau dia tidak pernah miskin, karena kemiskinan adalah pembentuk keutuhan karakter.


Orang yang berfokus, yang bingung soal nasib, sulit keluar dari nasib buruk. Tapi orang yang tidak memusingkan nasib, justru bernasib baik karena berupaya memenuhi syarat bernasib baik.

Kemiskinan bukan penderitaan. Kemiskinan itu pujian dari Tuhan bahwa kamu sedang disiapkan untuk kepemimpinan yang lebih amanah di masa depan.

Kita kalau tidak dituntut, tidak maksimal. Kalau tidak ada yang menuntut, Tuhan berikan kemiskinan, kekurangan, fitnah supaya kita tersudut dan mulai berlaku lebih kuat.

Jangan lagi Anda mengkritik wanita itu matre, itu memang diharuskan dalam keberadaan dirinya sebagai pemasti kehebatan pria.


Segmen III :

Tahayul adalah sesuatu yang diyakini berdasar tetapi tidak ada di dalam formula kebenaran Tuhan.

Tahayul paling parah yang menjangkiti masyarakat Indonesia adalah keyakinan bahwa rasa aman, jaminan itu ada di dalam pekerjaan. Tidak ada jaminan di dalam pekerjaan.

Jaminan yang sesungguhnya ada pada kepantasan Anda untuk berezeki baik, kalau Anda pantas berezeki baik, Anda akan baik rezekinya.

Kita harus kembali kepada yang seharusnya, yaitu iman.

Iman itu benar, dijamin kebenarannya oleh Tuhan, telah terbukti benar, yaitu menjadi pribadi yang pantas bagi rezeki yang baik.

Menjadi pribadi yang diterima, disukai, dan dipercaya akan dipercayakan kekayaan-kekayaan besar.

Niatkan berhemat itu sementara. Siapa pun sekarang yang sedang berhemat harus bersungguh-sungguh melakukan penghematan sebagai penyelamatan sementara karena berhemat adalah tanda kurangnya jumlah pendapatan dibandingkan keharusan.

Keharusan kehidupan ini tidak bisa diabaikan, jadilah pribadi yang lebih mampu.


Segmen IV :

Orang lebih takut kepada kehidupan dibandingkan daripada kematian.

Pantas kita gelisah di dalam kehidupan karena kita memperlakukan kehidupan seperti penjara, batasan, lantai di bawah dongkrak. Sangat tidak enak.

Hadiahkan diri Anda bagi keuntungan orang lain.

Banyak orang hidup dengan setengah-setengah tetapi mengharapkan kesejahteraan yang utuh.

Mengapa kita tidak memilih hidup yang sepenuhnya sehingga kita tidak bisa disalahkan.

Orang yang diterima dan disukai oleh lingkungannya, dan dipercayai akan dipercayakan kekayaan-kekayaan besar.


Segmen V :

Yang dilihat orang tentang Anda, itu adalah harga Anda.

Jangan menunjukkan ada luka, tersiksa oleh keadaan.

Orang belajar menghormati Anda dari yang Anda lakukan ke diri sendiri.

Jarang sekali orang mewarisi kekayaan dan kepemimpinan. Tetapi orang-orang yang tumbuh dengan citra diri yang hebat, itu yang menjadi orang besar di masa depan.

Masa depan pasti tidak sama dengan hari ini dan masa depan lebih mahal daripada hari ini sehingga orang yang menolak menjadikan dirinya lebih mampu, akan lebih menderita di masa depan.

Jadi pertanyaannya adalah apakah keluahan Anda itu karena rendahnya penghormatan atau karena rendahnya kemampuan?

Yang lebih baik adalah rendahnya penghormatan karena kemampuan kita tinggi kita mengeluh. "Kok gak ngerti diuntungkan ya?", "Kok gak ngerti saya berbakti ya?" Itu orang hebat.

Tetapi kalau Anda mengeluh itu sebenarnya karena kurangnya kemampuan.

Kalau dinasihati untuk meningkatkan kemampuan, ambil nasihatnya. Jangan lama-lama karena kehidupan ini berjalan dan tidak menunggu orang yang tidak mampu.

Tidak mampu itu bukan warisan, bukan keturunan. Kemampuan itu adalah hasil upaya pribadi.

Kualitas hidupmu adalah tanggung jawabmu.

Jadilah pribadi yang bergerak, karena life is movement, kehidupan ini gerakan, bukan diam lalu bertanya-tanya mengapa hidup lewat.
Mulai dari sekarang terjunkan diri, hadiahkan diri Anda kepada orang lain sebagai penguntung. Bahagiakan keluarga, janjikan kemuliaan tetapi untuk sementara disayangi dulu.

Pastikan istri Anda itu semulia-mulianya di dalam pernikahan Anda. Pastikan anak Anda sebahagia-bahagianya dalam keluarga Anda karena Anda adalah kepala keluarga, anak muda laki-laki yang akan menjadi pemimpin yang menyejahterakan keluarganya.



Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: