Segmen I :
Kedamaian hidup tidak untuk dicari, kedamaian hidup itu untuk dikembangkan karena tempatnya damai itu di hati. Sebetulnya orang sudah punya tempat untuk damai di hatinya dan paling baik tempat untuk mengembangkan kebaikan hati itu di rumah.
Orang yang damai hatinya, maka rezekinya akan baik.
Untuk mengembangkan bisnis, jual sesuatu yang akan dibeli orang. Dan apa yang membuat kita dipilih.
Segmen II :
Rezeki sebetulnya tidak ada hubungannya dengan kepandaian. Tetapi orang pandai lebih mudah beruntung.
Yang menentukan rezeki itu kebaikan hati, orang yang hatinya baik rezekinya selalu baik.
Tanda hati yang baik adalah dekat dengan Tuhan.
Kita belum tentu berhasil dengan apa yang kita lakukan, tetapi harus kita lakukan.
Sesederhana apa pun pekerjaannya, lihat nilai bagi orang lain.
Segmen III :
Setiap orang yang menyebut nama Tuhan berulang-ulang, hatinya bergetar dengan kebaikan, dan hati yang bergetar dengan kebaikan menarik rezeki.
Sifat utama dari kehidupan ini adalah berlangsung. Kita keluhkan, kita alami, kita jalani atau apa pun, kehidupan ini berlangsung. Mudah atau sulit, berlangsung. Jadi tugas utama kita adalah menjalaninya. Menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Yang artinya, baik bagi orang lain. Karena tidak ada yang kita lakukan yang kalau tidak baik bagi orang lain, akan baik bagi kita.
Karena kehidupan ini panjang dan kita harus menjalaninya, marilah kita jalani dengan hati yang baik, yang terhubungkan selalu dengan Tuhan, yang mendoakan bagi kebaikan bersama dan kesejahteraan keluarga kita.
Rezeki berlaku ramah kepada orang yang ramah.
Kita semua memang sedang menunggu rezeki, tetapi apabila kita bisa sedikit memaksa rezeki memperhatikan kita, mampir waktu dia lewat atau membuat rezeki duduk dan ramah bersama kita, bahwa rezeki berlaku ramah kepada orang yang ramah.
Jadi apa pun yang kita kerjakan, mudah atau sulit, bagaimana kalau mulai hari ini kita menjadi pribadi yang ramah? Karena apabila kita ramah dan tidak ada orang yang membeli pun, kita telah mudah-mudahan berbahagia karena menjadi pribadi yang lebih baik. Ramahlah.
Segmen IV :
Kita tidak bisa besar kalau melihat diri kita sebagai pion. Pion itu tidak bisa berubah.
Orang tidak bisa menjadi pemimpin tanpa menginginkan yang besar.
Kehidupan yang sesungguhnya adalah memimpin orang lain.
Menjadi diri yang baik, jujur dan ahli, ini sementara, tidak boleh lama-lama.
Hidup itu harus hebat, kuat, luas, besar, dan bermanfaat. Yang sederhana itu sikapnya.
Banyak sekali orang bekerja tanpa melihat untuk meninggalkan pekerjaannya dan menjadi orang yang lebih besar dan mempekerjakan lebih banyak orang.
Anjurannya, jangan hanya bekerja untuk menyelesaikan, bekerjalah untuk segera menyelesaikan yang sebaik-baiknya agar bisa tinggalkan untuk orang lain karena Anda ingin meneruskan kehidupan dengan peran yang lebih besar, yang lebih penting bagi orang lain.
Jadilah orang yang bukan hanya bekerja, tetapi pikirkanlah cara untuk mempekerjakan orang lain, sehingga Anda menjadi pemimpin bagi pembaikan kehidupan sesama. Kalau bisa, lebih banyak orang lain.
Dalam kehidupan, kita tidak bisa memberi sesuatu yang tidak kita miliki.
Orang yang baik hati tidak perlu punya sebelum memberi karena dia tidak punya tetapi kalau mau memberi, diberikan sesuatu untuk memberi oleh Tuhan.
Segmen V :
Kuncinya, kalau yang kita lakukan tidak berguna di masa depan, tinggalkan. Ketegasan yang tidak dimiliki banyak orang.
Kehidupan yang baik akan menjadi penyebab kehidupan baik di masa depan, atau bahkan bagi keturunan.
Tujuan hidup kita sama sekali bukan untuk berbahagia, tetapi untuk menjadi sebab bagi kebahagiaan. Hanya karena kita menyebabkan kebahagiaan kepada orang lain, maka kita mendapatkan hadiah dari kebahagiaan itu sendiri.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar