24 Maret 2012

Muka Tebal, Hati Suci, MTGW, Minggu, 5 Februari 2012

Segmen I :

Kulit pertama yang kita gunakan untuk menghadapi dunia adalah kulit wajah.

Bagian yang harus menghadapi kehidupan itu harus sangat kuat.

Menebalkan kulit wajah bukan sesuatu yang buruk.

Hadapi kehidupan dengan berani.

Iman tidak bisa lepas dari ikhlas.

Kalau hati kita baik, gunakan wajah kita untuk tidak menghalangi hak kita untuk berhasil.

Orang yang memfitnah, yang mencemooh itu sedang melakukan keburukan kepada dirinya sendiri. Seharusnya kita tidak marah dan mendoakan agar keburukan tidak terjadi kepadanya.

Memaafkan memuliakan supaya orang yang menjelekkan kita, tidak terkena kejelekannya sendiri. Itu dibutuhkan keberanian.


Segmen II :

Rasa malu itu pembuka karena kita malu melakukan yang buruk, terbuka kepada yang baik.

Malu sebagai pencegah, malu yang baik, mencegah melakukan yang buruk.

Ada malu yang pengerdil. Berhak dan wajib untuk bertemu tetapi tidak bertemu karena rasa malu.

Tampil saja.

Keberhasilan lebih baik dari komentar apa pun dari orang lain.

Melupakan adalah kata yang sia-sia. Anda tidak mungkin bisa melupakan karena untuk melupakan Anda harus ingat dulu.

Orang yang sedang berupaya melupakan sesuatu yang buruk, sedang memperkuat yang buruk di dalam pikirannya.

Cara untuk lupa adalah dilupakan oleh sesuatu yang lebih menarik.

Fitnah hanya mengena kepada orang yang diizinkan oleh Tuhan kena.

Tugas kita bukan menunjukkan bahwa kita pantas difitnah.

Orang benar tidak harus menjelaskan dia benar.

Tampil yang anggun kalau difitnah.

Hati adalah wajah jiwa. Kulit muka adalah wajah hati.


Segmen III :


Semakin Anda sulit memulai harus semakin tahu ada yang baik, yang Anda sedang dicegah. Jadi tugasnya? Memulai.

Memulai tidak harus pandai.

Kalau Anda tidak tahu cara melakukannya tapi Anda mulai, Anda akan diberi tahu saat melakukannya. Itu jaminan Tuhan.

Kalau prosesnya susah, itu saat Anda sendiri. Setiap kali Anda merasa tidak tabah, sulit, banyak masalah dalam proses, Anda butuh teman karena orang yang bekerja sama, dua-duanya dapat lebih.

Biasanya yang bertahan sedikit lebih lama itu yang menang.

Awal sulit tanda ada yang baik sedang dicegah. Proses yang sulit berarti butuh bantuan. Akhir yang harus Anda selesaikan, Anda butuh penyelesaian dari Tuhan.

Kehidupan adalah maraton yang terdiri dari lari cepat pendek-pendek 100 meteran. Maraton membutuhkan stamina untuk bertahan.

Orang-orang yang ingin berhasil harus punya stamina karena kehidupan ini maraton.

Tapi kalau mau menang, dia harus juara di lari cepat. Harus cepat selesaikan. Jadi yang diperlukan adalah kecepatan dan stamina. Cepatlah dan bertahanlah lebih lama.

Orang yang memalingkan wajah dari kesulitan kehidupan, sedang merisikokan sisi terlunak dari tubuhnya.


Segmen IV :


Orang yang memalingkan wajah dari kesulitan yang dihadapkan ke kesulitan kulit yang lemah.

Kenapa orang yang lari dari kesulitan makin menderita, itu penjelasannya.

Keberanian yang tidak logis disebut kebodohan.

Sistem kehidupan itu dirancang Tuhan agar kita berhasil. Orang-orang takut itu tidak percaya.

Kehidupan adalah sebuah maraton yang terdiri dari rangkaian lari cepat yang pendek-pendek.


Segmen V :


Jangan penolakan orang lain menjadi tenaga untuk memaksakan keputusan salah.

Lari tidak menyelesaikan masalah. Hadapi! Masalah yang Anda hindari akan datang lagi sebagai masalah yang lebih besar.

Kehidupan yang tidak berani bukan kehidupan yang menarik.

Tidak ada orang besar yang bisa bertahan besar kalau dia penakut.

Orang yang pemberani akan diangkat oleh orang-orang yang membutuhkan keberanian.

Jadilah orang yang tegas dalam konsep Anda mengenai kebaikan, jangan sampai orang jahat, buruk, dan korup menemukan cara yang baik untuk mempresentasikan keburukan.

Malu urusan kecil dan sementara, keberhasilanku di masa depan lebih penting.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: