24 Maret 2012

Putus atau Lanjut? MTGW, Minggu, 11 Desember 2011

Segmen I :


Seharusnya meninggalkan sesuatu yang buruk itu logis dan mudah.

Biasanya kita mempersulit diri karena ada 2 pertimbangan, gengsi dan ada kenikmatan di dalam keburukan yang sekarang.

Putuskanlah mengganti sesuatu yang serius seperti pernikahan, kalau semua jalan sudah dicoba.

Kesulitan dalam kehidupan ini dan masalah-masalahnya, dimaksudkan agar hanya yang terbaik yang mengendap menjadi sifat Anda.


Segmen II :


Orang yang disebut kuat karena persiapannya dan orang yang lebih kuat adalah orang yang berimprovisasi.

Orang yang bisa berimprovisasi pasti orang-orang yang bisa bebas dari keharusan-keharusan yang kaku.

Menyesuaikan diri dengan keadaan baru itu tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak tegas, yang lambat, yang penakut.

Salahlah sebanyak mungkin, karena semua kesalahan itu menyiapkan Anda pada keberhasilan yang besar.

Sebagian besar di antara kita belum membuka kemungkinan hidupnya karena tidak berani meminta.


Segmen III :

Salah satu keindahan dari keberhasilan adalah berhasil melakukan sesuatu yang sebelumnya diragukan orang lain.


Segmen IV :

Lakukan yang baik bagimu, atau engkau tidak baik untuk siapapun.


Segmen V :

Kalau kita tidak memelihara kedekatan dengan Tuhan, hati-hati dengan kata hati Anda.

Putuskanlah untuk menjadi orang yang mesra karena orang mesra itu tidak ada pintu antara hati dan tubuhnya.

Ketegasan adalah kekejaman untuk kebaikan. Orang tegas harus kejam kepada dirinya sendiri yang terikat kepada kenikmatan dari sesuatu yang buruk. Tetapi banyak orang yang tidak berani berlaku kejam.

Jangan menerima hal-hal yang tidak maksimal dari yang bisa Anda capai. Putuskan sekarang, untuk kebaikan Anda.

Putus atau lanjut, putuskan untuk kebaikan, dan apabila yang mau dilanjutkan itu keburukan jangan katakan lanjutkan, melanjutkan kepalsuan, keburukan kelemahan hidup, bukan pilihan hidup yang baik, putuskan yang baik.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: