Segmen I :
Jangan membutakan diri dan mengatakan bahwa yang tidak mungkin itu tidak ada. Itu hanya bagi Tuhan.
Bagi kita banyak yang tidak mungkin tetapi tidak boleh menghentikan upaya.
Menginginkan bahkan yang tidak mungkin, kalau gagal, tetap lebih tinggi daripada berhasil menginginkan yang rendah.
Jadi bukan masalah tercapai atau tidaknya karena yang kita inginkan adalah mencapai setinggi-tingginya.
Apakah kita membutuhkan persetujuan orang lain untuk merasa bahagia?
Mengapa menunggu persetujuan orang lain untuk berbahagia dan mengapa kita menunggu persetujuan orang lain bahwa rencana kita itu baik atau tidak? Mendengarkan komentar orang-orang tidak baik itu lebih melukai kita daripada melukai mereka.
Cara membahagiakan para pembenci adalah marah dan membenci mereka. Hidup kita terlalu penting.
Aku tak punya waktu membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk mencintai orang yang mencintaiku.
Orangtua paling memiliki keyakinan mengenai hak kita. Jika ibu sudah meyakini hak kita untuk berhasil tetapi tidak mau melepaskan, itu bukan karena tidak percaya tetapi tidak bersedia terpisah dari anak yang dicintainya. Jadi itu tidak mudah. Kita harus melatih ibu agar merasa nyaman berpisah jauh dari beliau karena kita pantas dipercayai, tahu menjaga kehormatan diri.
Tercapai atau tidaknya keinginan itu tidak penting karena yang kita inginkan adalah mencapai yang setinggi-tingginya.
Segmen II :
Orang-orang yang berhasil adalah orang yang sibuk selama menunggu.
Gagal besar. Inginkan yang besar, coba yang besar, lebih terhormat orang gagal karena mencoba sesuatu yang besar.
Persiapan terbaik untuk gagal adalah kesediaan untuk gagal.
Terima bahwa saya akan gagal dan kalau gagal saya move on. Orang yang tidak menerima kemungkinan gagal, galaunya lama. Padahal argo kehidupan berjalan terus. Dia berhenti, meratapi kegagalan. Terima kemungkinan gagal, kalau gagal, terima dengan ikhlas, senyum, move on.
Segmen III :
Jangan turunkan cita-cita, tetap jaga tinggi, tetapi tingkatkan kualitas pribadi supaya pantas bagi cita-cita yang tinggi.
Orang yang tidak punya keinginan tidak akan mengupayakan sesuatu. Padahal upaya adalah pengubah nasib, maka mulailah orang-orang ini tenggelam dalam peratapan nasib buruk.
Salah satu doa yang indah sekali adalah meminta kepada Tuhan untuk tidak membuat kita letih melayani sesama, supaya tetap menginginkan kemampuan yang lebih besar untuk menjadi tornado yang menaikkan kehidupan sesama.
Hormati dirimu maka tak mungkin kata-kata buruk keluar, tak mungkin arah pandanganmu pada yang tidak baik, tidak mungkin kau buka telingamu bagi yang tidak berkah. Hormati dirimu.
Pasti menggagahkan diri, pasti menggunakan pakaian yang baik, pasti melakukan sesuatu yang baik.
Segmen IV :
Masalah-masalah Anda itu bukan Anda. Masalah itu jangan dijadikan Anda. Itu sebabnya banyak orang marah dalam kehidupan ini karena sedang kurang uang, lalu dijadikan identitasnya. Orang yang menolak nasihat biasanya hidupnya tidak baik karena dia menggunakan keburukan hidupnya sebagai identitasnya, makanya marah.
Mulai hari ini pisahkan. Masalah kita itu bukan kita. Kita jauh lebih besar lebih kuat daripada masalah-masalah kita. Tetapi kita tidak mampu lagi menyelesaikan karena kita menyerap masalah sebagai identitas pribadi kita.
Mulai hari ini keluarkan masalah Anda. Sikapilah dengan ramah lalu katakan, "Tuhan tidak akan memberikan masalah ini kepadaku kalau aku sedang tidak ditugaskan untuk memperbaiki diri", karena apapun yang terjadi dalam kehidupan adalah perintah untuk memperbaiki diri.
Masalah ini hadir dan aku dijamin lebih kuat darinya, maka aku gunakan diriku menjadikan dia sebagai cara melihat kehidupan dengan lebih positif. Banyak orang masalahnya lebih besar daripada aku, mengapa aku mengeluh?
Hanya karena aku menyelesaikan masalahku ini, aku siap untuk masalah yang lebih besar.
Kita itu sebetulnya tumbuh dalam pendapat baik orang lain. Kalau pendapat orang lain itu baik dan tumbuh, pendapatan kita tumbuh, pangkat kita naik, posisi kita lebih tinggi.
Banyak orang tidak khawatir mengenai pendapat baik orang lain. Dia tidak peduli mengenai pendapat baik orang lain padahal hidupnya ditentukan oleh bagaimana baiknya orang berpendapat tentangnya. Tapi kita merusak kedamaian dan upaya dengan mendengarkan pendapat buruk orang lain. Pendapat baik kita tidak peduli, pendapat buruk dijadikan perusak tidur.
Orang yang sudah tahu dia harus berhasil, menjadi orang hebat itu, syaratnya, dia mempengaruhi pendapat banyak orang, dia akan memastikan setiap orang yang ditemuinya, berpendapat baik.
Orang-orang yang peduli tentang pendapat orang baik, menjadikan dirinya baik.
Setiap orang sedang menunggu ditemukan. Kalau Anda ditemukan presiden, Anda bisa menjadi panglima. Tapi kalau Anda ditemukan rakyat, Anda menjadi presiden. Itu artinya banyak-banyakan orang yang kita gembirakan.
Mulai dari sekarang, abaikan pendapat buruk. Anda tumbuh dalam pendapat baik orang lain. "Maaf aku belum sempat menangani kecemburuanmu, hatimu yang tidak ramah kepadaku, biarkan aku membahagiakan orang yang baik kepadaku."
Segmen V :
Kesabaran untuk mencoba lagi dengan lebih baik dan kedekatan kepada Tuhan supaya kita mengerti.
Untuk tahu 100% hasil, itu tidak mungkin. Tetapi untuk tahu 100% Anda akan bertindak, itu bisa. Kita terlalu merisaukan urusan Tuhan yang memastikan atau tidak. Yang harus kita pastikan adalah tindakan.
Bagi tugas dengan Tuhan. Tugas kita adalah memastikan tindakan, tugas Tuhan adalah menghadiahi kita dengan kepantasan.
Orang yang kemanfaatannya besar bagi orang banyak, hasilnya tidak masuk akal besarnya karena yang dilakukannya berdampak bagi banyak orang.
Disamping kita melakukan sesuatu, pastikan untuk siapa dan berapa baiknya Anda melakukannya.
Mulai dari sekarang, apakah yang aku lakukan membahagiakan sesamaku?
Dalam pilihan untuk menjadi pribadi yang besar, putuskan untuk menginginkan yang besar, lalu memantaskan diri untuk keberuntungan yang besar.
Berupayalah dengan lebih baik dan menjaga kedekatan dengan Tuhan, supaya kita mengerti.
Segmen VI :
Pernyataan tidak mungkin itu bukan berarti untuk Anda berhasil mencapai yang tidak mungkin. Pernyataan inginkanlah yang tidak mungkin, itu supaya Anda berhasil di bawah yang tidak mungkin.
Tetapkan sesuatu yang tinggi karena yang tidak mungkin itu menjadikan doa kita kepada Tuhan lebih serius. Karena yang tidak mungkin hanya bisa dimungkinkan oleh Yang Maha Memungkinkan, yaitu Tuhan.
Jadi, inginkan yang besar, rencanakan yang logis, lakukan yang sekarang Anda bisa lakukan, itu nasihatnya.
Ironinya dari orang yang takut target tinggi, menargetkan yang kecil, tidak melakukan yang bisa dilakukannya, lalu mengeluhkan nasib.
Jiwa kecintaan Tuhan : tahu yang diupayakannya kecil kemungkinannya berhasil, tetapi tidak menghalanginya bertindak.
Tidak berarti yang tidak mungkin itu boleh membatalkan kebaikan yang bisa kita lakukan.
Inginkan yang besar, rencanakan yang logis, lakukan apapun yang bisa Anda lakukan sekarang.
Segmen VII :
Tidak ada orang bisa disebut berhasil kalau keluarganya tidak bahagia karena karier pertama dan utama adalah keluarga. Tidak ada bangsa bisa dibangun mencapai kesejahteraan, kedamaian, dan kemakmuran kalau keluarganya berantakan.
Lembaga yang namanya keluarga itu adalah lembaga pengembangan sumber daya manusia pertama. Kalau keluarga berantakan maka tidak bisa kita harapkan tawuran di jalanan selesai. Bukankah itu tanda apa yang kita lakukan dalam kemarahan merusak kehidupan kita sendiri.
Tujuan pertama dalam pulang ke rumah adalah untuk damai. Itu sebabnya pesannya jangan bawa apapun yang tidak membahagiakan pulang ke rumah.
Kita tidak pernah tahu batas kalau kita tidak pernah kelewatan.
Kalau kita mau kehidupan kita maksimal, kita melakukan sesuatu yang kelewatan, seperti menginginkan yang tidak mungkin. Banyak dari kita yang tidak disadarinya menginginkan yang tidak mungkin tapi marah kalau dianjurkan menginginkan yang besar.
Yang tidak mungkin itu bukan besar, yang tidak mungkin itu jauh dari yang mungkin kita capai karena perilaku kita belum sesuai. Itu maksud dari tidak mungkin.
Jangan marah kalau dianjurkan untuk mencita-citakan yang tinggi, karena yang kita lakukan itu penentu dari yang mungkin.
Serusak-rusaknya masa lalu, masa depan bisa diperbaiki.
Bahagiakan suara kecil di hati Anda itu, yang mengatakan Anda orang baik, aku tak pantas diperlakukan seperti ini. Aku orang baik, tak harus menjelaskan bahwa aku orang baik. Pelihara suara kecil itu. Itu kekuatan Anda yang namanya suara harapan.
Suara harapan ini sering tersiksa oleh pendapat kita yang tidak mungkin karena kita tidak melakukan yang bisa kita lakukan, yang tidak melihat perilaku Tuhan yang penuh kasih sayang, yang menggagalkan kita pada satu hal supaya kita mendekati hal yang lebih baik, yang kita siksa dengan pengertian yang salah.
Dan suara harapan yang kecil itu, yuk kita pelihara, dengan menjadi pribadi yang tidak sehari sekali yang Anda katakan pada diri Anda sendiri, saya orang yang baik. Lalu, mulailah melakukan hal-hal kecil yang bisa dilakukan oleh orang baik.
Tersenyum, menggembirakan orang dengan cara orang baik. Berdoa, mengupayakan segala sesuatu dengan sikap orang baik lalu menghadapi sebesar-besarnya kesulitan dengan kepercayaan yang menyelesaikan masalah yang besar ini bukan aku tapi Tuhanku.
Saya plus Tuhan sama dengan cukup. Maka, apabila yang kita bicarakan itu tinggi dan besar, dan sepertinya tidak mungkin tetapi melibatkan nama Tuhan, jangan pernah katakan tidak mungkin.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
1 komentar:
Izin copas ya Om...untuk melenkapi blog saya.
www.worldyoulife.com
Posting Komentar