25 Juni 2012

Ojo Ndeso, MTGW, Minggu, 6 Mei 2012

Segmen I :

Sebetulnya upaya kita adalah agar tampil lebih gagah daripada perasaan kita.

Tidak ada orang kelas kehidupannya bisa baik, bisa naik kalau kelas pribadinya tidak naik.


4 hal pokok dalam program ini :

1. Kelas pribadi.

2. Kerinduan kita untuk menjadi pribadi yang hidupnya baik.

3. Daya tarik.

4. Rencana pembesaran diri.


Ada 2 jenis Ndeso : lucu dan norak.

Ndeso lucu : culun; polos; kuper; kagetan; cepat mengusulkan sesuatu salah. Dia tidak tahu tetapi dia berusaha menyumbangkan bantuan.

Orang-orang seperti ini menerima batas pengetahuan sebagai pengetahuan terbaik.

Ndeso norak : menganggap kekayaan adalah pemulia diri; tahu tapi tidak menggunakan pengetahuan; menganggap orang lain bodoh; merasa boleh berlaku salah karena berkuasa; berlaku palsu padahal ketahuan palsu dan tidak malu ketahuan palsu, berkata dia jujur.

Setiap orang merasa kurang dari orang lain, berarti setiap orang sama perasaannya dengan kita, jadi kalau begitu tidak perlu minder karena setiap orang merasa minder.


Segmen II :

Orang-orang yang dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga miskin itu lebih siap mentalnya untuk menjadi orang yang menghadapi kesulitan daripada anak orang kaya. Anak-anak orang kaya lebih mudah bersedih.

Orang yang tidak tahu kemiskinan lebih polos hidupnya, tidak menilai dirinya sebagai kurang. Banyak dari kita membatasi pergaulan. Tidak berani mendekat karena tidak pantas.

Janganlah pendapat mengenai kekurangan kita membatasi hak kita untuk menjadi sebebas-bebasnya pribadi. Itu yang disebut pribadi yang berkelas.

Yang berkelas itu mempunyai jiwa yang berkelas.

Orang-orang yang sudah miskin, yuk bersahabatlah dengan perasaan kurang itu supaya kalau kita tumbuh nanti, mengangkat orang dari kekurangannya.

Ndeso itu perilaku. Kelas pribadi yang mengakibatkan dia berperilaku ndeso yang disebut ndeso. Bukan uang, bukan harta, bukan pendidikan. Itu sebabnya bergaullah.

Ndeso bukan karena kelas ekonomi atau pendidikan, melainkan karena perilaku.


Segmen III :

Jangan pernah ada kesombongan dari orang yang pernah menjabat dan mengatakan calonnya tidak bisa mengalahkan dia karena dia pejabat sekarang. Dulu dia bukan apa-apa sehingga bisa dikalahkan oleh siapapun yang sekarang bukan apa-apa. Itu juga perilaku ndeso.

Ada berkah di dalam ketidaktahuan.

Jangan mengejar pendidikan tinggi kalau Anda belum menjadi hebat dengan pendidikan yang sekarang. Tidak ada gunanya pendidikan tinggi bagi orang yang penakut.

Nikmati ketidaktahuan Anda, gunakan itu untuk memajukan diri.


Segmen IV :

Banyak di antara kita demikian terpengaruh oleh pendapat orang tentang diri kita tetapi mengabaikan pendapat orang tua yang lebih mencintai kita. Tetapi pendapat orang yang menghina kita itu penting.

Orang-orang yang menghina Anda apakah akan menyantuni keluarga Anda kalau Anda gagal?

Katakan kepada para pembenci itu : "Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk untuk mencintai orang yang mencintaiku."

Jadi, abaikan orang-orang yang tidak penting bagi keberhasilan Anda. Pendapatnya tidak penting, abaikan. Kita itu terlalu sibuk mengisi kesadaran kita dengan kesadaran buruk. Kalau begitu yuk isi kesadaran dengan yang lebih penting.

Itu sebabnya kita harus selalu mengingat Tuhan supaya hanya nilai kebaikan yang menjadi isi dari pikiran kita.

Mulai dari sekarang, yang tidak penting, satu kata : ABAIKAN.

Tuhan itu tidak salah memberikan modal kepada kita, kita saja yang salah menggunakannya.

Bukan standar untuk memenuhi kepandaian, kepantasan, penampilan keren yang ditetapkan oleh orang lain.

Apapun adanya, kekurangan kelemahannya, kalau Anda tampil yakin dengan kekurangan itu, orang akan belajar melihat keindahan di dalam kekurangan Anda.


Segmen V :

Apa kesempatan Anda mengubah orang lain padahal Anda sendiri sulit berubah? Siapa yang lebih ndeso?

Pada akhirnya, setiap orang hanya bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dan pada akhirnya itu dimulai sekarang, yaitu bertanggungjawablah bagi kebaikan Anda sendiri.

Di setiap kelompok pasti ada TOP DOG, bosnya, yang komentarnya ditakuti yang kecil-kecil. Di dalam pergaulan seperti apapun ada top dog. Dan banyak orang-orang kecil yang pintar yang sebetulnya tahu pergaulannya salah, mau keluar, takut dikomentari orang ini. Hati-hati. Cara terbaik adalah break away. Tahu-tahu betul-betul pergi.

Kadang-kadang kita harus berani breaking away supaya kita betul-betul bebas dari pengaruh yang selama ini mengelisahkan kita. Kehidupan ini hanya sekali, jalan ke depan, jangan kembali lagi. Yuk kita menuju ke yang lebih baik.

Semua bayi itu ndeso, hanya kelebihan mereka disayangi. Kalau kita penyayang, tidak ada orang ndeso. Hanya tinggal diberitahu.

Jika kita penyayang, maka tidak ada orang yang kita anggap ndeso.


Segmen VI :

Kemiskinan bukan penentu derajat. Kemiskinan itu adalah kekurangan sementara. Kejujuran adalah penentu derajat. Orang miskin yang jujur, sudah kaya sebelum kaya. Hanya tinggal waktu dia kaya harta tetapi kaya jiwa karena kejujurannya.

Orang kaya yang tidak jujur, sebetulnya miskin di dalam kekayaannya. Sebagai jiwa dia rendah sekali.

Jangan kaitkan ndeso dengan kurangnya kesempatan untuk maju. Jangan kaitkan kemiskinan dengan rendahnya derajat. Damailah sebagai jiwa yang baik. Itu saja.

Tugas kita itu menjadi orang yang baik dulu. Orang berhasil itu orang baik.

Di desa banyak orang baik. Banyak orang desa yang tidak tahu menjadi orang jahat karena tidak ada cara. Di kota, kesempatan kita untuk menjadi orang jahat banyak sekali.

Tidak ada apa-apa di desa atau di kota, yang ada adalah kebutuhan kita untuk menjadi jiwa yang damai.

Pertanyaan "why me" adalah pertanyaan semua jiwa. Kenapa saya lain? Awalnya kenapa aku yang dikurangkan, sekarang, kenapa aku yang dilebihkan?

Pertanyaan "Why me" harus tetap dipelihara. Awalnya sebagai perasaan kurang, kedua adalah perasaan untuk melebihkan kebaikan kepada sesama.

Tidak ada ndeso permanen kecuali Anda yang menjadikannya permanen.

Nikmati batasan. Jangan ingin mencapai yang di luar batas, padahal yang di dalam batas belum Anda gunakan.


Jangan terlalu ingin ilmu, kalau yang sekarang belum digunakan. Anda hanya akan menjadi orang yang sangat berilmu, yang ndeso sekali karena belum menggunakan ilmu yang paling sederhana.


Segmen VII :

Sebagian besar masalah anak-anak adalah karena mereka kurang dipuji. Orang tua lebih cepat memarahi daripada memuji. Lebih sering berkata jangan daripada bagus. Anak-anak kita akan tumbuh dengan bebas kalau orang tua lebih memuji. Biasakan tepuk tangan.

Jadilah super lebay, pastikan orang terpuji. Kalau Anda dikenal sebagai orang yang memuji dengan norak, Anda akan dicari kalau orang membutuhkan dukungan. Jangan sampai anak Anda mencari orang lain waktu dia membutuhkan dukungan.

Di dunia manusia yang menarik itu harus yang laki-laki karena dia harus menarik wanita yang terbaik. Dia mau anaknya dan keturunannya dibesarkan dari bibit yang super. Dia titipkan anak-anaknya, pengelolaan rumahnya, termasuk nama baiknya kepada wanita itu, maka dia harus sangat menarik. Bukan wanita yang harus sangat menarik, laki-laki, supaya wanita-wanita yang hebat itu menemukan laki-laki yang hebat, menurunkan anak-anak yang hebat supaya bangsa ini cerdas-cerdas, pintar-pintar, moralnya baik.

Mulai dari manapun termasuk dari menjadi ndeso, asal kita tumbuh menjadi jiwa yang baik, jiwa yang jujur, yang amanah, menggunakan yang sudah ada, untuk mencapai yang belum ada, melakukan yang mungkin kita lakukan, untuk mencapai yang tadinya kita rasakan tidak mungkin.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: