25 Juni 2012

Doiku Lowbat, MTGW, Minggu, 15 April 2012

Segmen I :

Ada sebenarnya orang-orang yang sangat bertenaga tetapi bergaul dengan orang perusak hati, yang menemukan kesenangan dengan menghina orang.

Sebetulnya tidak ada orang yang bisa bosan tentang kehidupan kalau dia tidak bosan tentang dirinya sendiri. Orang yang tertarik pada dirinya sendiri tidak bisa dibosankan oleh apa pun karena dia sedang asyik dengan dirinya, mimpinya, rencana-rencananya.

Ada orang yang tidak bergerak dalam kekhawatirannya sehingga tidak kelihatan seperti hidup.

Orang-orang lowbat itu sebetulnya tidak lowbat karena kalau kita sentuh hal tertentu marahnya sangat hebat. Jadi kalau begitu, orang-orang yang bisa marah itu, mengapa demikian lemah, karena memilih, biasanya, untuk mengasihani dirinya sendiri. Berapa banyak sebenarnya, orang kalau sedang bersedih itu sedang mengasihani dirinya sendiri?

Itu sebabnya, orang-orang yang sedang mengurusi dirinya sendiri lebih mudah bersedih karena yang dilihatnya adalah kekurangannya.

Oleh karena itu orang yang mau hebat dan kuat harus sangat sibuk memikirkan kebaikan untuk orang lain.

Keletihan, kegalauan, dan kesedihan apapun dapat dikalahkan dengan keinginan kita untuk menjadi secemerlang-cemerlangnya jiwa.


Segmen II :

Orang yang masuk dalam kesulitan harus tahu apa yang menyebabkannya masuk ke dalam kesulitan karena dia harus keluar.

Berapa banyak orang hari ini yang sedang mengeluh, sedang marah pada keadaannya, yang tahu mengapa dia lemah ekonominya, mengapa dia disingkirkan, mengapa dia dihina, mengapa dia direndahkan, mengapa dia tidak disukai? Sebagian besar tidak tahu. Itu sebabnya mereka menua dengan perasaan yang sama, marah karena tidak ikhlas melihat diri sendiri sebagai sebab perlakuan orang lain. Kita selalu menyalahkan orang lain.

Orang-orang yang tenaganya keluar harus tahu mengapa.

1. Mengkhawatirkan yang bukan urusannya.

2. Meragukan seharusnya yang diyakini. Meyakini yang seharusnya ditinggalkan.

3. Mendahulukan yang seharusnya diakhirkan. Mengakhirkan yang paling penting.

Itu kebiasaan banyak di antara kita. Menganggap yang dekat bisa disepelekan; anak, suami, ibu.

Kalau Anda sedang lowbat periksalah apakah Anda sedang menggunakan power Anda untuk hal-hal yang tidak ada gunanya.

Nama itu alamat dalam kehidupan kita, alamat ditujukannya kebaikan, termasuk kemarahan orang kalau kita tidak amanah.

Pribadi yang baik, yang penampilannya mewakili hati yang baik itu, semua pujian, penghormatan, kasih sayang itu ada di nama.


Segmen III :

Cinta itu konsep sementara yang sangat gila, dan kemudian harus turun menjadi sayang, kalau tidak menjadi ketidakpedulian.

Orang yang menuntut yang terbaik, dapat yang terbaik.

Jodoh memang dipilihkan oleh Tuhan yang sesuai dengan Anda pada saat itu. Kalau Anda menghebatkan diri, dipilihkan yang hebat.

Jodoh memang dipilihkan oleh Tuhan, kalau Anda menghebatkan diri akan dipilihkan jodoh yang hebat.



Segmen IV :

Jangan bawa hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan di rumah.

Kalau Tuhan berkenan, Anda tidak bekerja pun Anda bisa kaya. Masalahnya Tuhan tidak suka orang tidak bekerja. Jadi harus bekerja.

Orang anggun adalah orang yang mengabaikan urusan kecil karena tujuannya besar.

Betapa sia-sianya perhatian kita, menggunakan hati yang kuat ini untuk disedih-sedihkan untuk urusan yang tidak ada gunanya. Yang praktis, yang tidak penting tinggalkan. Yang kecil, tinggalkan. Urusan Anda besar.

Kalau saya melambatkan diri mengurusi hal yang kecil-kecil, kapan saya tumbuh dan diberikan tugas oleh Tuhan untuk urusan yang besar?

Jangan jadi orang lemah. Sebagian besar orang sebenarnya butuh dikagetkan dengan kalimat itu.

Semua orang yang merasa tidak berguna karena sedang tidak melakukan sesuatu yang berguna. Lakukan sesuatu.


Segmen V :

Orang nganggur bukan tidak ada pekerjaan, orang nganggur itu punya banyak waktu untuk melakukan sesuatu yang disukainya.

Banyak orang sedang sibuk, nganggur, tidak melakukan apa pun. Banyak orang yang merasa lemah karena tidak ada yang dilakukannya. Salah.

Keinginan adalah rahmat dari Tuhan yang tidak bisa Anda karang.

Bukan keinginan yang menyebabkan derita, tetapi tidak cukupnya tindakan dalam keinginan itu.

Kebahagiaan itu datang bukan karena Anda merencanakan kehebatan, tetapi karena Anda ikhlas melakukan sesuatu yang kecil, yang penting.

Orang yang melakukan sesuatu, timbul kekuatannya. Kekuatan Anda itu dibangun melalui pekerjaan. Jadi, pekerjaan bukan untuk menggaji Anda.

Bangun kekuatan, kemandirian melalui pekerjaan Anda.

Kebahagiaan itu perasaan hasil dari kekuatan. Orang kuat itu gampang bahagia.

Bangun kebahagiaan melalui kekuatan.

Tidak ada kebahagiaan dalam kelemahan, jangan menerima kemiskinan sebagai nasib, kemiskinan adalah keadaan sementara, tetapi mengeluh, menyalahkan kehidupan, dan menghujat para penasihat, itu yang menjadikan kemiskinan permanen, bukan hanya kemiskinan hidup, tapi kemiskinan jiwa.

Jangan lagi berlama-lama dalam kelemahan hidup, putuskan sesuatu, lebih baik salah keras, daripada betul tidak kedengaran.



Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: