02 Juli 2012

Tidak Takut Lagi, MTGW, Minggu, 17 Juni 2012

Segmen I :

Sebagian besar dalam waktu kita, kesadaran kita, kita lebih banyak berkutat dengan rasa takut daripada dalam kegembiraan menyambut kehidupan yang lebih baik.

Pasti ada rahmat dari rasa takut yang belum kita mengerti sehingga kita tidak menyukai rasa takut.

Tidak ada orang tidak takut karena takut itu diciptakan untuk perlindungan kita. Takut itu rahmat. Hanya apapun yang baik kalau digunakan dengan salah menjadi salah. Rasa takut itu melindungi kita dari melakukan kesalahan yang tidak perlu.

Seorang pemberani itu takut sebelum melakukan, selama melakukannya lupa, setelah selesai lebih takut lagi. Pemberani itu mudah dicintai Tuhan karena dia sama penakutnya dengan kita semua. Tetapi dia menggunakan formula ajaib yaitu keberanian adalah rasa takut yang ikhlas bertindak karena dia tahu ada tali yang menghubungkan dirinya dengan Tuhan yang disebut berserah. Sehingga orang takut yang ikhlas dia tahu dia di dalam perlindungan Tuhan. Kalau niatnya baik Tuhan tidak akan menggagalkanku, kecuali ada yang lebih baik bagiku.

Penakut takutnya setiap waktu.


Segmen II :

Saat saya muda saya takut salah maka tidak bertindak, sekarang saya bertindak dengan sebaik-baiknya karena takut salah.

Sikap yang sehat terhadap rasa takut menjadikan kita dibesarkan atau dikerdilkan. Kuncinya adalah apakah Anda bertindak karena rasa takut? Apakah Anda mati tindakannya karena rasa takut? Atau Anda menjadi terbaik tindakannya karena takut gagal? Pilih.

Penghalang pertama bagi seorang profesional yang ingin berbisnis adalah istrinya.


Segmen III :

Sumber pendapatan Anda adalah Anda. Akulah menjadikan diriku dibayar.

Hidup itu bukan untuk ditetapkan pada waktu kita muda dan tidak tahu. Jangan coba-coba menetapkan yang hanya diketahui oleh Tuhan. Tugas kita menjalaninya dengan sabar, dengan tabah, dialami dengan seindah mungkin, rasa takut itu tetap menjadi rasa takut karena tidak dialami. Begitu dialami dia menguap, menjadi bagian dari keberanian kita. Jadi kalau begitu patuh saja kepada kebaikan, jalani, nanti Tuhan yang memilihkan yang menurut Tuhan paling sesuai bagi niat kita sebagai rahmat bagi sesama dan alam.


Segmen IV :

Masa depan tidak otomatis membawa kualitas dari apapun yang terjadi di masa lalu. Masa lalu Anda bukan kualitas otomatis masa depan Anda. Seberantakan apapun masa lalu Anda, masa depan Anda masih bisa dirapikan. MTGW ini ada supaya membantu orang supaya tidak meneruskan sikap yang memberantakkan kehidupan menjadi pemberantak masa depan.

Jadilah pribadi yang hatinya bersih dari dugaan buruk, yang pikirannya bersih dari muslihat yang merugikan orang lain, dan yang tindakannya menggembirakan sesama. Tidak ada orang yang seperti itu yang hidupnya gelap.

Orang yang mau stabil harus mencapai kecepatan tertentu.

Jangan bicara stabilitas kalau Anda tidak bergerak. Tidak ada orang diam yang bisa damai. Semakin Anda cepat bergerak, semakin gangguan perasaan di dunia ini tidak mempan.

Tugas orang tua adalah menyiapkan kecocokan. Orang tua harus memastikan anaknya tidak cocok bagi keburukan. Anak kita harus cocok hanya untuk kebaikan. Orang tua itu harus menyiapkan anak-anaknya bagi sesuatu yang akan membahagiakannya di masa tua.


Segmen V :

Jatuh itu biasa tapi jangan lama berbaring di situ. Berapa banyak dari kita menikmati perasaan sebagai korban.

Tidak apa merasakan berantakan dari waktu ke waktu. Tidak apa, bahkan Tuhan senang melihat kita kehilangan kesombongan, kehilangan PD yang berlebihan lalu meratap seperti digagalkan oleh Tuhan.

Pada saat itulah Tuhan mengatur ulang jigsaw puzzle-nya. Aku terlalu sombong di sini, terlalu yakin di sini, terlalu tergesa, mempercayai orang yang salah, mendengarkan komentar yang tidak ada gunanya. Tidak apa untuk berantakan sekali, dua kali, tetapi pastikan Anda berantakan di depan Tuhan. Jangan berantakan di media sosial.

Kalau begitu, jangan merasa rendah kalau Anda sedang jatuh. Karena, katakan ini, bukan jatuhku yang penting, tapi bangkitku setiap kali aku jatuh.

Yang penting adalah apa yang kita lakukan karena rasa takut itu.

Tidak takut lagi itu karena kita telah meninggalkannya, lebih kuat darinya, mempunyai sistem untuk mencegah terjadinya.

Musuh yang tidak kita takuti betapapun besarnya adalah musuh yang jauh atau musuh yang kita ubah menjadi sahabat.

Takut itu boleh, hanya takutlah untuk sesuatu yang menjadikan kita lebih baik, yang lain katakan aku tidak takut lagi.

Tidak takut lagi berarti orang menjadi mampu. Bukan takutnya yang penting tapi pertumbuhan kemampuan sehingga kita mengatakan tidak takut lagi.


Segmen VI :

Ketakutan karena kelemahan itu karena tidak mensyukuri kekuatan. Orang bersyukur akan melihat kekuatannya. Orang itu kuat bukan berarti karena dia tidak memiliki kelemahan, tetapi karena menggunakan apapun sebagai kekuatan.

Orang-orang yang besar, yang berhasil dalam kehidupan kita bukan orang-orang yang terlengkapi, mereka kadang-kadang bahkan dikurangi, di masa mudanya supaya membangun kekuatan itu di dalam dirinya.

Semangat untuk tidak punya pilihan lain kecuali naik, bukankah itu kekuatan? Maka orang yang bersyukur, banyak yang kelihatan. Yang tadinya kemiskinan dikeluhkan sekarang disyukuri. Tuhanku, ternyata kemiskinan menjadikanku pribadi yang lebih kuat. Jadi marilah kita berterima kasih kepada Tuhan, tetapi jangan lama-lama dimiskinkan supaya kita segera menggunakan kekuatan ini untuk kehidupan sesama.

Orang yang takut masuk ke sesuatu karena takut tidak jujur lagi karena tidak yakin dia bisa bertahan. Bukan lingkungannya, kita.

Kecintaan saya terhadap Tuhan membuat saya takut sekali berlaku tidak jujur.

Janganlah rasa takut Anda untuk tidak berlaku jujur malas memasuki di mana Tuhan bisa memperkaya Anda dengan rezeki yang baik. Masuki. Jadilah orang jujur.

Kejujuran itu tetap penting. Kejujuran itu menjadikan orang-orang baik tumbuh, menjadi sesuatu, membangun sesuatu yang mudah-mudahan berpengaruh kepada kebaikan.

Jangan cegah diri Anda melakukan apapun karena Anda takut ketidakjujuran menguasai Anda. Jadilah pribadi yang lebih kuat dari itu dan katakan, in the name of God, because of God, and for God.


Segmen VII :

Kita ini hidup banyak memikirkan yang belum kita miliki. Dan karena yang belum kita miliki selalu kita anggap lebih baik daripada yang sudah dimiliki, timbul pengeluhan, penyepelean dari yang sedang kita miliki.

Jadi kalau kita ingin kembali ke perasaan yang damai, yang lebih mudah bagi keberanian untuk bersemi adalah mensyukuri yang sudah ada pada kita.

Kenapa nikmat ditambahkan kepada orang yang bersyukur karena banyak orang belum menggunakan yang sudah ada padanya, menginginkan sesuatu yang baru.

Anda hanya membutuhkan diri Anda untuk berhasil. Tidak yang lain-lain.

Kalau ada orang bilang, "Saya dibantu oleh dia". Dia butuh bantuan saya maka dia bantu saya. Jangan pernah minder ya, kalau ada orang membantu Anda. Jangan pernah kehilangan hormat pada diri Anda sendiri. Anda penting. Anda ciptaan Tuhan. Tuhan tidak membuat kesalahan dalam penciptaan.

Tidak takut lagi tidak berarti tidak akan takut untuk tantangan yang lebih besar. Kita mengatakan tidak takut lagi untuk hal-hal yang selama ini menyiksa kita dan mengerdilkan upaya kita.

Yuk kita berfokus kepada yang bisa kita lakukan, bukan pada yang tidak bisa kita lakukan.

Yuk kita juga jangan meresahkan yang sulit. Tetapi, mulai melakukan yang sedang mudah. Semua masalah diciptakan Tuhan mudah pada awalnya, kita memperbesar dan mempersulitnya dengan menunda. Maka cara terbaik untuk menyelesaikan masalah adalah menyelesaikannya seawal mungkin. Itu sebabnya, masalah bukan gangguan tetapi prioritas. Kalau ada masalah segera selesaikan.

Galau itu proses alamiah dari pertumbuhan karena galau adalah jarak antara masa muda yang labil dan masa dewasa yang mapan.

Labil-lah tapi pastikan Anda memenangkan kecepatan baru, melakukan lebih banyak hal, menyapa dengan ramah orang-orang, melakukan hal-hal yang bahkan tidak dibayar, Anda tetap Anda lakukan dengan indah mengapa, Anda mencintai yang Anda lakukan.

Lalu, karena Anda terlalu sibuk hidup dalam keindahan kesegeraan melakukan yang mungkin Anda lakukan, Anda disampaikan oleh Tuhan pada keadaan dan kemampuan yang tadinya Anda pikir tidak mungkin. Lalu Anda berdiri tegak dan gagah dan mengatakan kepada Tuhan, "Terima kasih Tuhan, hari ini aku tidak takut lagi."



Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: